Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DAN PERBANDINGAN SINGLE SWITCH BUCK BOOST CONVERTER EXTENDED OUTPUT VOLTAGE DENGAN BUCK BOOST CONVERTER Ivan Pascal Al Ghafiky; Rini Nur Hasanah; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang analisis dan perbandingan kinerja simulasi pada single switch buck-boost converter extended output voltage dengan buck-boost converter konvensional. Single switch buck-boost converter extended output voltage memiliki konfigurasi yang berberda dengan buck-boost converter konvensional. Konfigurasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan range tegangan keluaran yang lebih lebar dibandingkan dengan buck-boost converter konvensional. Perbandingan yang dilakukan adalah dengan membandingkan gain tegangan, efisiensi konverter dan topologi konverter. Kedua konverter akan diuji dengan spesifikasi yang sama dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan keluaran antara kedua konverter. Spesifikasi yang dimaksud adalah tegangan masukkan, frekuensi dan duty cycle. Dimana tegangan masukkan bernilai 48 V, frekuensi 12 kHz, duty cycle 30% untuk operasi buck dan 60% untuk operasi boost. Hasil pengujian menunjukan bahwa single switch buck-boost converter extended output voltage memiliki gain tegangan yang lebih besar dan memiliki efisiensi yang sangat baik meskipun bekerja pada duty cycle yang tinggi. Kata kunci : single switch, buck-boost converter, extended output voltage.   ABSTRACT This research describes the analysis and performance comparison between single switch buck-boost converter extended output voltage and conventional buck-boost converter. Single switch buck-boost converter extended output voltage has a different configurarion with conventional buck-boost converter. The configuration is done in order to get a wider range of output voltages compared to a conventional buck-boost converter. The comparioson that will be made is comparing the voltage gain, converter efficieny and converter topology. Both converters will be tested with the same specifications in order to find out how the output ratio between the two converters. Where the input voltage is 48 V, 12 kHz frequency, 30% duty cycle for buck operation and 60% for boost operation. The test results show that single switch buck-boost converter extended output voltage has a greater voltage gain and has very good efficiency even though it works at a high duty cycle. Keyword : single switch, buck-boost converter, extended output voltage.
OPTIMASI PENEMPATAN DAN KAPASITAS SSSC DENGAN METODE GRAVITATIONAL SEARCH ALGORITHM Mohamad Najib Priyo Prakoso; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini memaparkan hasil penelitian tentang optimasi penempatan dan kapasitas SSSC dan kapasitor bank dengan metode Graviational Search Algorithm. Peningkatan beban listrik dan jauhnya letak gardu induk dari pembangkit menyebabkan jatuhnya tegangan pada gardu induk. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menempatkan peralatan FACTS device dan kapasitor bank. Jenis FACTS yang digunakan pada penelitian ini adalah SSSC. Penentuan lokasi dan kapasitas yang optimal pada SSSC menggunakan metode optimasi Graviational Search Algorithm. Metode ini diterapkan pada sistem tenaga listrik Jawa Bali 500 kV. Hasil simulasi menunjukkan bahwa SSSC dan kapasitor bank dapat memperbaiki profil tegangan. Sehingga tegangan pada tiap bus berada pada batas yang ditentukan (0,95 pu ≤ V ≤ 1,05 pu). Optimasi menggunakan GSA memberikan penempatan optimal untuk SSSC pada saluran 28 (antara bus 21 dan bus 22), 15 (antara bus 12 dan bus 13) dan saluran 13 (antara bus 10 dan bus 11) dengan rating  -0,0763 pu (-202,9466 MVAR), 0,0199 pu (3,6060 MVAR) dan -0,0182 pu (16,6503 MVAR). Dan untuk kapasitor bank didapatkan lokasi dan rating yang optimal pada bus 21, 20 dan 13 dengan rating 59,7450 MVAR, 51,8988 MVAR dan 23,6301 MVAR. Hasilnya penempatan SSSC dapat mengurangi rugi daya aktif dari total rugi daya aktif 265,108 MW berkurang menjadi 237,167 MW dan  untuk kapasitor bank dapat mengurangi rugi daya aktif dari total rugi daya aktif 265,108 MW berkurang menjadi 239,308 MW.Kata kunci: SSSC, GSA, dan Rugi daya aktif.ABSTRACTThis journal describes the results of research on placement optimization and capacity of SSSC and bank capacitor with Graviational Search Algorithm method. Increasing the electrical load and the proximity of the substation from the plant causes the collapse of the voltage on the substation. One effort to overcome these problems is to place equipment FACTS device and capacitor bank. The type of FACTS used in this study is SSSC. Optimal location and capacity determination on SSSC using Graviational Search Algorithm optimization method. This method is applied to Java Bali 500 kV power system. The simulation results show that the SSSC and the bank capacitor can improve the voltage profile. So that the voltage on each bus is within the specified limits (0.95 pu ≤ V ≤ 1.05 pu). Optimization using GSA provides optimal placement for SSSC on channel 28 (between bus 21 and bus 22), 15 (between bus 12 and bus 13) and channel 13 (between bus 10 and bus 11) with rating -0.0763 pu (-202 , 9466 MVAR), 0.0199 pu (3,6060 MVAR) and -0,0182 pu (16,6503 MVAR). And for the capacitor bank obtained optimal location and rating on buses 21, 20 and 13 with rating 59,7450 MVAR, 51,8988 MVAR and 23,6301 MVAR. The result of SSSC placement can reduce the active power losses from the total active power losses of 265.108 MW decreased to 237,167 MW and for the bank capacitor can reduce the active power losses from the total loss of 265,108 MW active power is reduced to 239,308 MW.Keywords: SSSC, GSA, and Active power loss.
PENGARUH BOMBARDIR PARTIKEL BERMUATAN PADA PERMUKAAN PLAT ALUMINIUM DENGAN DIELEKTRIK NITROGEN MENGGUNAKAN HVDC POLARITAS NEGATIF Andrian Dwiputro; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam setiap pengujian instrument tegangan tinggi, instrumen akan menghasilkan medan listrik tinggi. Medan tinggi mengakibatkan bergeraknya elektron dan ion yang menyebabkan ionisasi pada ruang medan. Pergerakan elektron dipengaruhi oleh medan listrik tinggi akan menyebabkan tumbukan antara elektron dengan permukaan anoda dan menyebabkan fenomena bombardir partikel. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh bombardir elektron pada anoda berbentuk aluminium terhadap tekanan gas N2. Tekanan dielektrik divariasi mulai dari 558 mBar hingga tekanan normal. Ditemukan bahwa nilai tegangan pada suatu tekanan mempengaruhi terjadinya ionisasi. Sedangkan perubahan tekanan mempengaruhi jarak bebas partikel yang mempengaruhi energi kinetik elektron ketika bombardir terjadi. Bombardir partikel hanya terjadi ketika nilai tegangan cukup untuk menyebabkan elektron bergerak dengan energi kinetik diatas 15,58 eV yang merupakan syarat ionisasi gas N2. Kata kunci: Bombardir, Partikel Bermuatan, Dielektrik Gas Nitrogen, Polaritas Negatif. ABSTRACT In every High Voltage Instrument testing, the instrument will generate a high electric field. The field caused electron and ion movement inside the space of the field that could lead to ionization. The electron movement affected by the high electrical field will result in the collision between electrons and anode’s surface that leads to the particle bombardment phenomenon. The studies conducted for knowing the effect of particle bombardment on aluminum plate’s surface with Nitrogen dielectric pressure. The dielectric pressure was varied from 558 mBar relative to the room pressure  up to normal pressure. It was found that voltage at a pressure affects the ionization occurences. While the pressure changes affecting the mean free path of a particle which will affect the kinetic energy of electron when bombardment occured. Particle bombardment  only occurred when the voltage is enough to make electron move with kinetic energy above 15,58 eV, which the requirements for N2 ionization to occur. Keyword: Bombardment, Charged Particles, Nitrogen dielectric, Negative Polarity
Rancang Bangun Buck-Boost Converter Sebagai Konverter Perbaikan Faktor Daya M. Dhia Ul Falah; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar sumber listrik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari berasal dari sumber jala-jala PLN. Sumber jala-jala listrik ini digunakan untuk mencatu beban listrik yang beraneka ragam. Karena beban yang bermacam-macam yang ditanggung oleh sumber jala-jala, maka faktor daya yang dihasilkan akan menjadi rendah. Untuk mengatasi faktor daya yang rendah, perlu dilakukan suatu upaya perbaikan faktor daya. Pada umumnya, perbaikan faktor daya dilakukan dengan menggunakan kapasitor bank yang dipasang secara paralel dengan beban. Namun seiring berkembangnya konverter elektronika daya, maka perbaikan faktor daya dapat dilakukan dengan menggunakan konverter elektronika daya. Salah satu konverter elektronika daya yang dapat digunakan untuk perbaikan faktor daya yaitu buck-boost converter. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat membuat buck-boost converter yang dapat digunakan untuk perbaikan faktor daya sehingga faktor daya yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian keseluruhan sistem sebanyak dua kali. Pengujian yang pertama yaitu pengujian tanpa menggunakan buck-boost converter dan pengujian yang kedua yaitu pengujian dengan menggunakan buck-boost converter. Hasil kedua pengujian tersebut akan dibandingkan dan selanjutnya akan dianalisis serta diambil kesimpulan dari kedua pengujian tersebut. Dari hasil pengujian, didapatkan perbaikan faktor daya sebesar 0,14 dan kompensasi daya reaktif sebesar 27,4014 VAR. Kata kunci— daya, faktor daya, perbaikan faktor daya, buck-boost converter
ANALISIS GAYA TAHAN TRANSLATOR MOTOR LINIER PADA SUATU ELEVATOR Duta Narendratama; n/a Wijono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.207 KB)

Abstract

Motor linier merupakan salah satujenis mesin elektrik yang bekerja denganmenghasilkan gerak linier. Padaperkembangannya penggunaan motor liniermulai dikenal dan digunakan pada beberapaaplikasi industri dan angkutan masal. Gerakyang dihasilkan motor linier juga digunakanpada aplikasi ropeless elevator. Elevator jenis initidak lagi bergantung pada konversi gerak putarmenjadi gerak linier. Hal ini berakibat padapeningkatan efesiensi dan keandalan elevator.Kebanyakan motor linier digunakan padaaplikasi gerak linier yang horizontal. Oleh sebabitu, penggunaan pada gerak vertikal harusdiperhatikan ketahanannya. Hal itu dikarenakanketika elevator berhenti harus mampu menahanberat penumpang yang sudah naik maupunpenumpang baru. Untuk itulah, penelitian inidilakukan. Pada penelitian ini, akan diambilmotor linier jenis permanent magnet linearsynchronous motor (PMLSM) dengan coil beradapada bagian stator. Linier motor jenis inimemiliki kemampuan untuk menghasilkan gayayang besar serta bagian translator memiliki beratyang ringan.Dari penelitian ini diketahui karakteristik motorlinier, yaitu hubungan arus dari sumber yangditerapkan pada elevator motor linier adalahberbanding lurus terhadap beban yang mampuditahan oleh motor linier dalam keadaan diamatau berhenti.Kata kunci: motor linier, ropeless elevator,PMLSM
ANALISIS KOORDINASI SETTING POINT RELE ARUS LEBIH BLOK 1 PT. INDONESIA POWER GRATI POMU Zamrud Kurnia Prasetyo; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak —Pada sistem pembangkit listrik tidak terlepas dari gangguan-gangguan kelistrikan yang terjadi. Salah satu gangguan yang dapat terjadi yaitu gangguan hubung singkat. Perangkat yang dapat mengatasi gangguan hubung singkat yaitu rele arus lebih over current relay (OCR) dan ground fault relay (GFR). Namun, untuk sistem proteksi yang optimal, diperlukan koordinasi yang baik antar rele yang digunakan. Pada penilitan ini, dilakukan analisis koordinasi rele proteksi OCR dan GFR pada Blok1 PT. Indonesia Power Grati POMU. Pengujian dilakukan dengan membuat skenario gangguan hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dua fasa ke tanah, dan satu fasa ke tanah di lokasi yang berbeda untuk setiap jenis gangguan dengan bantuan software ETAP 19.0.1. Dari hasil pengujian, terdapat malkoordinasi rele proteksi untuk setiap skenario yang dibuat. Untuk mendapatkan koordinasi yang optimal, maka dilakukan resetting pada setting point rele dengan melakukan perhitungan manual untuk parameter setting arus dan waktu. Hasil dari perhitungan manual yaitu nilai arus setting yang berbeda untuk setiap rele, sedangkan waktu setting sebesar 0,3-1,3s dengan Time discrimiantion margin sebesar 0,2 – 0,3 s. Setelah dilakukan resetting, TCC dibandingan dengan TCC sebelum resetting untuk mendapatkan perbedaannya.Kata kunci— OCR, GFR, Hubung Singkat, Koordinasi, Proteksi.Abstract —The power plant system cannot be separated from electrical distrubances. One of the disturbances that can occur is a short circuit. Equipment that can overcome short-circuit faults are overcurrent relays (OCR) and ground fault relays (GFR). However, for an optimal protection system, decent coordination is needed between the relay used. In this study, an analysis of the coordination of the OCR and GFR protection relays on Block 1 PT. Indonesia Power Grati POMU. The test is carried out by making scenarios of three-phase, twophase, two-phase to ground, and one-phase to ground short circuit faults at different locations for each type of fault with the assistance of ETAP 19.0.1 software. From the test results, there is mal coordination of the protection relay for each scenario made. To obtain optimal coordination, resetting is carried out on the relay point settings by performing manual calculations for current and time setting parameters. The results of manual calculations are different setting current values for each relay, while the setting time is 0.3-1.3s with a Time discrimiantion margin of 0.2 – 0.3s. After resetting, the TCC curve is compared with the TCC curve before resetting to get the difference.Keywords— OCR, GFR, Short Circuit, Coordination, Protection
RANCANG BANGUN POWER FACTOR METER BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN METODE DETEKSI TEGANGAN DAN ARUS Rizqi Taufiqurrahman; Rini Nur Hasanah; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menguraikan tentang perancangan alat pengukur faktor daya dengan menggunakan mikrokontroler NodeMCU sebagai perantara ke Internet atau sering disebut Internet of Things. Metode yang digunakan untuk mengukur faktor daya pada alat adalah metode deteksi tegangan dan arus yang membutuhkan data gelombang fasa tegangan dan arus. Gelombang tegangan dan arus yang diamankan dengan trafo tegangan dan trafo arus di komparasi dengan Ground (0V) menggunakan komparator. Keluaran dari komparator dijadikan masukan untuk gerbang XOR sehingga perbedaan fasa dapat terdeteksi di keluaran gerbang XOR. Perbedaan fasa diubah menjadi faktor daya di mikrokontroler menggunakan rekayasa perangkat lunak. Hasil dari perhitungan ditampilkan ke LCD dan juga dikirim ke cloud database berupa Firebase yang disediakan oleh Google dengan paket tak berbayar untuk diakses oleh smartphone. Dalam penelitian ini, pengujian alat dilakukan pada sepuluh macam beban dengan 3 jenis yaitu resistif, induktif dan non-linier. Dari data diperoleh kesalahan atau error rata-rata dari 3 macam beban (resistif, induktif dan non-linier) adalah 1,907%. Untuk beban resistif, kesalahan rata-ratanya adalah 0,675%. Untuk beban induktif, kesalahan rata-ratanya adalah 2,45%. Untuk beban non-linier, kesalahan rata-ratanya adalah 3,33%. Urutan kesalahan dari tertinggi hingga ke terendah adalah beban non-linier, beban induktif dan beban resistif. Beban non-linier memiliki rata-rata kesalahan tertinggi dari beban yang lainnya disebabkan oleh kompleksnya gelombang tegangan dan arusnya.Kata kunci: Faktor daya, Komparator, Gerbang XOR, Tegangan, Arus, Internet of Things.ABSTRACTThis paper describes the design of power factor gauges using the NodeMCU microcontroller as an intermediary to the Internet or often called the Internet of Things. The method used to measure the power factor of the device is the voltage and current detection method that requires voltage and current phase wave data. Voltage and current waves which secured in a voltage transformer and current transformers are compared with Ground (0V) using a comparator. The output of the comparator is input for the XOR gate so that phase differences can be detected at the XOR gate output. The phase difference is converted to a power factor in the microcontroller using the software engineering. The results of calculations are displayed on the LCD and also sent to the cloud database in the form of Firebase provided by Google with a free package to be accessed by a smartphone. In this study, tool testing was carried out on ten types of loads with 3 types namely resistive, inductive and non-linear. From the data obtained an error or an average error of 3 types of load (resistive, inductive and non-linear) is 1.907%. For resistive loads, the average error is 0.675%. For inductive loads, the average error is 2.45%. For non-linear loads, the average error is 3.33%. The error sequence from highest to lowest is non-linear load, inductive load, and resistive load. Non-linear loads have the highest average errors than other loads due to the complexity of the voltage and current waves.Keywords: Power Factor, Comparator, XOR Gate, Voltage, Current, Internet of Things.
ANALISIS PERBANDINGAN PRAKIRAAN KECEPATAN ANGIN MENGGUNAKAN METODE RNN DAN MULTIVARIATE ARIMAX Muhammad Rizky Wira Utomo; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBesarnya daya listrik yang mampu dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) bergantungpada besarnya kecepatan angin yang digunakan. Namun, kecepatan angin sendiri bersifat acak, intermiten dancenderung tidak pasti. Kondisi seperti ini akan membawa dampak signifikan ke jaringan dan kesulitan padapengiriman daya. Maka dari itu, prediksi dari kecepatan angin yang akurat dan presisi sangat penting untuk memastikan kestabilan operasi PLTB. Prediksi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode artificialintelligence maupun metode konvensional. Pada penelitian ini metode artificial intelligence, Recurrent NeuralNetwork (RNN) digunakan dan dibandingkan dengan metode Auto Regressive Integrated Moving Average withExogenous Variable (ARIMAX). Hasil penelitian menunjukan: 1) Arsitektur RNN untuk melakukan prakiraankecepatan angin dengan optimal adalah dengan pembagian data training 75% dan data testing 25% dengan 75Hidden Neuron 2) Hasil peramalan kecepatan angin di Malang menggunakan metode RNN memiliki nilai MAEterkecil sebesar 0,2516 m/s dan nilai RMSE sebesar 0,3232 m/s, sedangkan hasil peramalan menggunakan metode Multivariate ARIMAX memiliki nilai MAE 0,7027 m/s dan nilai RMSE sebesar 0,8864 m/s. 3) Hasilperamalan kecepatan angin di Basel menggunakan metode RNN memiliki nilai MAE terkecil sebesar 1,0052m/s dan nilai RMSE sebesar 1,3016 m/s, sedangkan hasil peramalan menggunakan metode MultivariateARIMAX memiliki nilai MAE 1,5527 m/s dan nilai RMSE sebesar 2,0532 m/s. Hal ini menunjukkan bahwametode RNN lebih akurat dan optimal daripada metode Multivariate ARIMAX.Kata kunci: Prakiraan, Peramalan, Kecepatan angin, RNN, Multivariate ARIMAXABSTRACTThe amount of wind power generated by Wind Power Plant depends on the wind speed that the system use.However, the wind speed itself is intermitten, random and inconsistent. This will bring significant impact anddifficulties in power dispatching. Therefore, an accurate and precision wind speed prediction is required tosecure the stability of the power plant. Wind speed predictions can be made using artificial Intelligence methodsor statistical conventional methods. In this research, artificial Intelligence method, Recurrent Neural Network(RNN) will be used and be compared with Multivariate Auto Regressive Integrated Moving Average withExogenous Variable (ARIMAX) method. The result of the research shows that : 1) The optimal RNN architecture for forecasting was using 75% training data and 25% testing data with 75 Hidden Neuron 2) )Forecasting result in Malang with RNN method has MAE 0,2516 m/s and RMSE 0,3232 m/s, whereasforecasting with Multivariate ARIMAX has MAE value 0,7027 m/s and RMSE 0,8864 m/s. 3) Forecasting resultin Basel with RNN has MAE 1,0052 m/s and RMSE 1,3016 m/s whereas forecasting with Multivariate ARIMAXhas MAE 1,5527 m/s and RMSE 2,0532 m/s. This concludes that RNN method is more accurate and optimalthan Multivariate ARIMAX method.Keywords: forecasting, wind speed, RNN, Multivariate ARIMA
PENGARUH LETAK SISIPAN KERTAS KRAFT TERHADAP TINGKAT ARUS BOCOR PADA SUSUNAN ELEKTRODA KOAKSIAL Rifka Agustina Kusuma Pratiwi; Moch. Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada buku skripsi ini menguraikan hasil penelitian tentang pengaruh letak sisipan kertas kraft terhadap tingkat arus bocor pada susunan elektroda koaksial. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode pengujian meliputi pengujian pengaruh letak sisipan kertas kraft diantara susunan elektroda koaksial dengan dielektrik udara terhadap arus bocor, pengujian pengaruh ketebalan kertas kraft terhadap arus bocor pada elektroda koaksial, dan pengujian pengaruh luas penampang susunan elektroda koaksial terhadap arus bocor yang terjadi pada alumunium. Masing-masing pengujian dilakukan dengan memberikan variasi tegangan sebesar 3 kV, 6kV, 10 kV, 15 kV, 20 kV, dan 25 kV. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa pada pengaruh letak sisipan kertas kraft diantara susunan elektroda koaksial dengan dielektrik udara terhadap arus bocor adalah arus bocor yang paling kecil terletak pada letak sisipan kertas kraft yang memiliki diameter sebesar 4 cm.Selain itu, untuk hasil penelitian pada pengaruh ketebalan kertas kraft terhadap arus bocor pada elektroda koaksial adalah arus bocor pada kertas kraft dengan tebal 0,015 mm untuk luas penampang elektroda koaksial yang sama dan diameter kertas kraft yang sama lebih besar daripada arus bocor pada kertas kraft dengan ketebalan 0,02 mm. Kemudian untuk hasil pengujian arus bocor pada luas penampang susunan elektroda koaksial terhadap arus bocor yang terjadi pada alumunium adalah arus bocor pada luas penampang elektroda koaksial 1,5 mm2 lebih besar dibanding dengan luas penampang elektroda koaksial 6 mm2 untuk tebal kertas kraft yang sama dan diameter kertas kraft yang sama. Kata kunci: Arus bocor, kertas kraft, elektroda koaksial. ABSTRACT                     In this thesis book describes the results of research on the influence of kraft paper insertion location against the level of leakage current on the arrangement of coaxial electrode. In this research, the test method involves testing the influence of kraft paper insertion location between the coaxial electrode arrangement with the air dielectric to leakage current, testing the effect of kraft paper thickness to leakage current on the coaxial electrode, and testing the effect of cross-sectional area of ​​the coaxial electrode to the leakage current on aluminum. Each test was performed by varying the voltage of 3 kV, 6kV, 10 kV, 15 kV, 20 kV, and 25 kV. The result of the research has been done that the effect of the kraft paper insertion location between the coaxial electrode arrangement with the air dielectric to the leakage current is the smallest leakage current is located on the kraft paper insertion that has a diameter of 4 cm.In addition, for the results of research in effect of kraft paper thickness to leakage current on coaxial electrode is leakage current on kraft paper with thickness 0,015 mm for same coaxial section cross section and same kraft paper diameter larger than leakage current on kraft paper with thickness 0,02 mm. Then for the leakage current test result on the cross-sectional area of ​​the coaxial electrode array to the leakage current occurring in aluminum is the leakage current on the 1.5 mm2 coaxial cross-sectional area larger than the 6 mm2 coaxial cross-sectional area for the same kraft paper thickness and the paper diameter the same kraft. Keywords: Leakage current, kraft paper, coaxial electrode.
ANALISIS PERBANDINGAN RELOKASI SECTIONALIZER PADA PENYULANG PUJON DENGAN METODE BACTERIA FORAGING ALGORITHM DAN BAT ALGORITHM Riko Nur Akbar; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTipikal masalah sistem distribusi meliputi pada 40% berupa ongkos menyalurkan energi listrik dan 80% adalah masalah keandalan pelanggan, maka perencanaan sistem distribusi dan operasionalnya sangat krusial agar mencapai keuntungan bagi penyedia energi listrik dan kepuasan konsumen[1]. Untuk mendapatkan keandalan sistem yang baik diperlukan perhitungan nilai indeks rata-rata frekuensi gangguan sistem (SAIFI), indeks ratarata durasi gangguan sistem (SAIDI) dan durasi gangguan rata-rata pelanggan per-tahun (CAIDI). Pada penelitian ini menggunakan metode Bacteria Foraging Algorithm (BFA) dan Bat Algorithm (BA) untuk optimalisasi penempatan sectionalizer. Proses evaluasi dilakukan sebanyak 3 kondisi skenario dari setiap metode yaitu kondisi grid - mikrohidro, kondisi grid - wind turbine, dan kondisi grid - wind turbine - mikrohidro. Hasil evaluasi menunjukkan nilai keandalan SAIFI, SAIDI, dan CAIDI berturut-turut pada kondisi eksisting adalah 7,2335 kali/tahun, 21,4085 jam/tahun, dan 2,9588 jam/tahun. Sedangkan nilai terbaik SAIDI, SAIFI, dan CAIDI berturutturut dengan metode BFA adalah ada perbandingan dengan metode BA ini dapat menghasilkan nilai keandalan lebih rendah dibandingkan metode BFAKata Kunci: Sectionalizer, Keandalan, Sistem Distribusi Tenaga Listrik, Bacteria Foraging Algorithm, Bat AlgorithmABSTRACTSince a typical distribution system accounts for 40% of the cost to deliver power and 80% of customer reliability problems, distribution system design and operation is critical for financial success of the utility company and customer satisfaction[1]. To obtain good reliability system, we need to calculate System Average Interrupt Duration Index (SAIDI) and System Average Interrupt Frequency Index (SAIFI). In this paper we use Bacteria Foraging Algorithm (BFA) dan Bat Algorithm (BA) method for optimize location of sectionalizer. Evaluation process performed 3 scenario condition each method i.e. grid-microhydro condition, grid – wind turbine scenario, and grid – microhydro – wind turbine scenario. The result for existing scenario isKeywords: Sectionalizer, Reliability, Electric Power Distribution System, Bacteria Foraging Algorithm, Bat Algorithm
Co-Authors Abdi Pandu Kusuma Abdurrasyid Jahdan ABDURROHIM, MOHAMMAD SALMAN Achmad Basuki Achmad Yahya Chasanuddin Adi, Hari Purnomo Aditya Bagus Setyawan Aditya Dwi Putranto Adityara, Farrel Billy Ahmad Fajar Robiyanto Ahsein Jomaa Alshibani Ainul Hayat Akbar, Alif Aulia Al Fawwaz, Muhammad Ghozi Alief Aulia Pradika Wijaya Alief Nasruddin Allaam, Hisyam Ghozi Alsabah, Mus Ali Altajim, Fauzan Aiman Amir Fahmi Ananda, Andhika Dwi Andreyanto, Tegar Setyo Andrian Dwiputro Andy Surya Adi Angkasa, Aulia Anik Nur Handayani Ansyaruddin Rahmatdiansyah Anthony Wijoyo Ardiansyah, Muhammad Doni Ardiansyah, Rendy Ardiansyah, Rizky Ariefianto, Rizki Mendung Arif Resnu Putra Aripriharta - Ariq Kusuma Wardana Arizky Erwinsyah H. Armeyelia, Bulan Assariy, Muhammad Faiz Astuti, Khairina Noor Avrizal Riva Belan Ayob, Shahrin Md. Azmi, Azralmukmin Banu Hermawan Yuditya Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Berry Bustan Bastian Bimo Ardiansyah Bobby Pratama Budiono Mismail Censa Widianing Mulya Baskara Chandra Wiharya Chandra, Aulia Adi Cita Rahiim Tama Claudio Bryllian Adam Z. Corina Martineac Danang Dwi Andaru Dandhi Tri Laksono David Suban Koten Derry Putranugraha Devanda Antonius Y. R. Dhofir, Mochammad Dicky Indratama Didik Rahadi Santoso Dimas Diar Aidi Ditza Pasca Irwangsa Dodit Suprianto Duta Narendratama Dzikrullah, Hafeeza Rinn Edypoerwa, Mugni Labib Edypoerwa, Mugni Labib Eka Maulana Eko Kuncoro Erwan Aryanto Erya Septy Dwi Wardhani Fadhil Ilma Fairuz Milkiy Kuswa Faiz Yusky Ahlian Fariz Aulia Rifqi Fauzi, Zulfa Anang Fianto, Aulia Ramadhan Fitra Rahmat Indyanto Frediawan Yuniar Galuh Prawestri Citra Handani Gatut Yulisusianto Goegoes Dwi Nusantoro Gwo-Jiun Horng Gymnastiar, Muhammad Ilham Habibah, Nisrina Rania Habriansyah Basta Nugraha Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Handani, Galuh Prawestri Citra Handari, Yosi Dwi Handoyono, Tito Tri Harfin Pratama Hari Santoso Hari Santoso Haris Altamira Harry Soekotjo Dachlan Hatorangan, Orlando Hazlie Mokhlis Hendrik Kenedy Tupan Heru Purnomo Hery Aprianto Hery Purnomo Hidayat, Ryan Mevi Hikam, Aldi Lutfil Himam, Fanisha Laila Himawan, Achmad Faisal I Nyoman Gde Wardana Ihza Aulia Rahman Ilham Ramadhan Maulana Imam Prakoso Indah Permata Sari Safti Indra Setyawan Irfan Aditya Primanto Irvan, Muh. Zulvi Islam, Muhammad Gul E. Ismail Musirin Ismail Musirin Ivan Pascal Al Ghafiky Izzul Islam Putra Nusantara Jacob Jonas Rikumahu Jeki Saputra Johanis Tupalessy Khairudin Syah Khoirul Herman Pambudi Khusnul Hidayat Koko Sasmito Kristo Radion Purba Kurniawan, Muh Alif Deby Lalu Riza Aliyan Lalu Riza Aliyan Latif, Nabila Fauziah Lestariyanto, Arthur Rahmad Lilik J. Awalin Lintang Gadis Ratu Rachellya Liza Putri Dafroni Lunde Ardhenta Luthfan Akbar Azizan Firdaos M Fauzan Edy Purnomo M. Arie Hendro Tri Hartomo M. Azis Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Dhia Ul Falah Mahfudz Shidiq Mamdouh Abdel-Akher Mardotillah, Nanda Azizah Markus D. Letik Maulana, Eka Maynaki, Erlangga Rizky Moch Dhofir Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochammad Muchlis Triwahyudi Moh. Farid Rahman Mohamad Najib Priyo Prakoso Mohamed Zellagui Mohammad Salman Abdurrohim Mokhammad Hasyim Asy’ari Mu'ammar Faris L. Muchammad Ali Mudjirahardjo, Panca Muhamad Hazim Lokman Muhammad Amienullah Nisful Habibie MUHAMMAD ASYROF Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Fadillah Kurniawan Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Ghilmanuddin S. Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi Muhammad Ridho Ansyari Muhammad Rifqi Nur Sabilillah Muhammad Rizky Wira Utomo Muhammad Sholikhin Muhammad Syarifuddin Anshor Muhammad Syukri Abdul Jalil Muharrama Ahsani Taqwim Mukti Friyan Aditama Musa Khairul Umam Musirin, Ismail Bin Muslimin Muslimin Mutia Tsari n/a Hariyono n/a Nurussa'adah n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nadhea Primasetya Nanang Sulistiyanto Nico Gautama Ginting Nisrina Rania Habibah Norzanah Rosmin Nur Rahma Dona Nur Sabilillah, Muhammad Rifqi Nur Vidya Ramadhani Nurhakiki, Mauludiya Annisa Nurizza Salsa Alafia Nurussa'adah, n/a Nurussa’adah, n/a Nurwati, Tri Onny Setyawati Paramita Dwi Putri Pranyata Pausta Yugianus Pegy Lestari Pieter S. Tatipikalawan Prabowo, Muhamad Romadhani Pradipta, Doni Prasetyanto, Andi Wahyu Purnomo Budi S. Purnomo, Purnomo Putera, R. P. Ravie O. Mucheyz Putra, Ade Mahendra Darma Putra, Hari Widagdo Putra, I Made Alit Antara Putri P., Paramita Dwi R. A. Setyawan Rachman Shandy Pratama Rahardjo, Muhammad Farid Rakhmad Ramadhan Ramadhan Khansa Akbari Ramadhani Kurniawan Subroto Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR Rendy Ardiansyah Resi Dwi Jayanti Kartika Sari Ridhwan Athaya P. Ridlwan, Asfarur Rifka Agustina Kusuma Pratiwi Rifki, Mohammad Ya’kub Rizal Riko Nur Akbar Risnugroho, Brian Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizki Tirta Nugraha Rizki, Fahrina Novia Rizky Adhiputra Wallad Rizky Ardiansyah Rizqi Taufiqurrahman Rizqi Wahyu Rahmariadi Rizqiyatullah, Muhammad Rafli Rosihan Arby Harahap Rudi Hariyanto Rusli, Mochammad Saiful Izwan Suliman Salim, Mohammad Agus Santoso, Asfari Hariz Saputra, Didit Sugeng Septi Uliyani Septian Kevin Aditama Setiawan, Aditya Bagus Sharifah Azma Syed Mustafa Shidqi, Fahruddin Shufinah, Syahla Siagian, Alfandri Sidik Nurcahyo Sigi Syah Wibowo Sintha Dwiferma Br Sinurat Siswandi, Wawan Soeprapto - Soeprapto Soeprapto Sofiatus Solihah Soleman Sesa Soleman Sesa, Soleman Subroto, Ramadhani Kurniawan Suci Imani Putri Suparman Suparman Surya Adi Purwanto SUTEJA, RAI PRAMESTI Suyono, Hadi Syarif, Habib Tajuddin, Mohammad Faridun Naim Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Teguh Utomo Teguh Utomo teub elektro teub Tole Sutikno Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Wahyu Prabowo Tumpak Samosir Ullin Dwi Fajri A. Unggul Wibawa Unggul Wibawa Victor Andrean Vita Kusumasari Wahyu Nur Firdausy Wardani, Alya Kusuma Wardhana, Anak Agung Sagung Gede Paramitha Waru Djuriatno Waru Djuriatno Welly Hagata Kembaren Widyananda, Eka Putra Widyananda., Putra Wijaya, Rizki Adi Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono, n/a Wijono, n/a Wildan Alfi Syahri Wiwied Putra Perdana Yosep Agus Pranoto Yosi Dwi Handari ZAINUL ABIDIN Zainul Abidin Zainuri, Akhmad Zamrud Kurnia Prasetyo Zuhdi, Fadhil Ariq