Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KELAYAKAN INJEKSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) DI KABUPATEN KEDIRI DAN MALANG JAWA TIMUR Achmad Yahya Chasanuddin; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEra teknologi sekarang menuntut semua kebutuhan menggunakan energi listrik baik yang berbasis digital,maupun basis mekanik dan kebutuhan akan listrik akan terus bertambah. Oleh karena itu, diperlukan penambahanpembangkit lsitrik yang memadai. Penambahan pembangkit listrik saat ini harus memperhatikan dampak lingkungandan dibatasi oleh kebijakan konservasi energi. Pada saat ini pembangkit yang banyak digunakan adalah pembangkitberbahan bakar fosil. Hal ini kurang menguntungkan mengingat keterbatasan jumlah bahan bakar fosil dan polusiyang dihasilkan tidak baik untuk lingkungan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, dikembangkanlah pembangkit listrk energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Berdasarkan data dari Ditjen EBTKE disebutkanbahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah potensi bayu terbanyak ke-2 di Indonesia dengan potensisebesar 7.907 MW. Kabupaten Kediri dengan kecepatan angin rata-rata 2,40 m/s dan Kabupaten malang dengankecepatan angin rata-rata 4,02 m/s merupakan wilayah yang memiliki potensi angin serta ketersediaan lahan yangmemadai di daerah Jawa Timur. Untuk memaksimalkan potensi yang ada maka perlu dilakukan pemasangan EBTbertenaga angin atau PLTB. Guna mendukung rencana pengembangan PLTB maka pada penelitian kali ini akandilakukan studi kelayakan yang mencangkup serangkaian tinjauan dan penilaian atas kelayakan proyek PLTB yangakan diusulkan. Studi kelayakan meliputi survei lokasi dan pemilihan lokasi, analisis potensi energi, penentuanteknologi turbin angin serta kapasitas PLTB, dan studi interkoneksi PLTB pada sistem 500 kV Jawa-Bali yang akandisimulasikan menggunakan software ETAP 12.6.Kata Kunci: Keceptan Angin, PLTB, Studi Kelayakan, Studi InterkoneksiABSTRACTThe current era of technology demands all needs to use electrical energy, both digital and mechanical bases,and the need for electricity will continue to grow. Currently, addition of power plants must pay attention toenvironmental impacts and be limited by energy conservation policies. At this time, the plants that are widely usedare fossil fuel plants. This is less profitable considering the limited amount of fossil fuels and the pollution producedis not good for the environment. In connection with these problems, an environmentally friendly renewable energypower plant was developed. Based on data from the Directorate General of EBTKE, it is stated that East Java is thesecond most potent province in Indonesia with a potential of 7,907 MW. Kediri Regency with an average wind speedof 2.40 m/s and Malang Regency with an average wind speed of 4.02 m/s are areas that have the potential for windand adequate land availability in East Java. To maximize the existing potential, it is necessary to install wind-powered renewable energy or Wind power plant. In order to support the wind power plant development plan, thisresearch will conduct a feasibility study covering a series of reviews and assessments of the feasibility of theproposed wind power plant project. The feasibility study includes location survey and site selection, energy potentialanalysis, determination of wind turbine technology and wind power plant capacity, and wind power plantinterconnection study in the Java-Bali 500 kV system which will be simulated using the ETAP 12.6 software.Keywords: Wind Speed, Wind Power Plant, Feasibility Study, Interconnection Study
Strategi Interkoneksi Suplai Daya 2 Pembangkit di PT Ajinomoto Indonesia, Mojokerto Factory Surya Adi Purwanto; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Ajinomoto Indonesia, Mojokerto Factory adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi monosodium glutamate atau yang lebih sering dikenal dengan MSG. Sumber tenaga listrik PT. Ajinomoto Indonesia, Mojokerto Fakory berasal dari dua buah PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) serta dari PLN yang dihubungkan secara paralel. Transmisi tenaga listrik dari sumber menuju beban  yang letaknya berjauhan serta dengan jangkauan daerah penyaluran yang luas menyebabkan terjadinya rugi-rugi saluran, sehingga pengoperasian yang terus menerus akan dapat mengakibatkan stabilitas keadaan mantapnya terganggu dengan kemungkinan kondisi terburuk teerjadinya kegagalan sistem atau bahkan black out yang dapat mempengaruhi proses produksi MSG. Kestabilan frekuensi dan kestabilan  putaran rotor sangat berpengaruh pada saat dilakukan interkoneksi ataupun pada saat terjadi gangguan pada sumber. Standar IEEE mensyaratkan besarnya frekuensi ±1% dari frekuensi referensi, yaitu 50-Hz untuk di Indonesia. Menurut standart SPLN frekuensi yang dipergunakan di Indonesia berkisar antara 49,5 – 50,5 Hz. Apabila terjadi kelebihan daya pembangkitan frekuensi akan turun dan sebaliknya apabila terjadi kekurangan daya pembangkitan atau kelebihan beban frekuensi akan naik. Dengan dilakukannya strategi interkoneksi suplai daya pada saat interkoneksi dapat membuat sistem menjadi lebih bagus dalam mempertahankan keadaan mantapnya, dapat dilihat sengan semakin lamanya waktu pemutusan kritis, selain itu dengan melakukan penyebaran pembebanan pembangkit dan pelepasan beban pada saat terjadi gangguan pembangkit serta pelepasan pembangkit saat gangguan pada beban dapat menyebabkan frekuensi masih dalam batas yang diijinkan.
ANALISIS SENSITIVITAS SISTEM TENAGA LISTRIK UNTUK PENGATURAN TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV Fariz Aulia Rifqi; Teguh Utomo; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEnergi listrik saat ini terjadi peningkatan yang signifikan seiring meningkatnya penggunaan oleh perindustrian, perkantoran, maupun teknologi. Agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara maksimal, makadibutuhkan keandalan sistem distribusi tenaga listrik. Cara mendapatkan tenaga listrik yang berkualitas tinggi adalah dengan mempertahankan tegangan tetap stabil dengan analisis sensitivitas. Analisis ini memungkinkan beberapa variabel yang saling mempengaruhi untuk dianalisis agar tahu nilai yang paling sensitif dari beberapavariabel. Hasilnya diperoleh dengan analisis sensistivitas dapat diketahui jenis variabel yang perubahannya paling berpengaruh dan pengaruhnya terhadap keadaan operasi sistem tenaga listrik. Tindakan kontrol yangpaling efektif untuk mengatasi pelanggaran tegangan pada suatu simpul adalah dengan merubah daya reaktif tegangan pada simpul itu sendiri. Besar tindakan kontrol kompensasi daya reaktif yang dibutuhkan adalahsebanding dengan koefisien sensitivitas diagonal utamanya. Untuk meningkatkan keamanan dan keandalan operasi sistem tenaga listrik 20 kV perlu ditambahkan suatu peralatan kompensasi daya reaktif pada tiapsimpulnya.Kata kunci: Analisis Sensitivitas, Variabel, Pelanggaran Tegangan, Kompensasi Daya Reaktif.ABSTRACTElectrical energy is currently experiencing a significant increase in line with the increasing use by industry,offices, and technology. In order to meet these needs optimally, the reliability of the electric power distributionsystem is needed. The way to get high-quality electric power is to maintain a stable voltage with sensitivityanalysis. This analysis allows several variables that influence each other to be analyzed in order to know themost sensitive value of several variables. The results obtained by sensitivity analysis can be seen which types ofvariables have the most influential changes and their effects on the operating state of the electric power system.The most effective control measure to overcome voltage violations at a node is to change the reactive power ofthe voltage at the node itself. The amount of reactive power compensation control action required is proportionalto the main diagonal sensitivity coefficient. To improve the safety and reliability of the operation of the 20 kVelectric power system, it is necessary to add a reactive power compensation device at each node.Keywords: Sensitivity Analysis, Variable,Voltage violation, Reactive Power Compensation.
PENJERNIHAN AIR MENGGUNAKAN PRINSIP EXTERNAL PARTIAL DISCHARGE BERBAHAN AKRILIK DALAM MEDAN HOMOGEN AC Ramadhan Khansa Akbari; Moch Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebutuhan air yang tinggi diperlukan guna menunjang berbagai aktivitas manusia, terutama diwilayahdengan jumlah penduduk yang padat. Dengan meningkatnya jumlah populasi manusia maka semakinmeningkat pula kebutuhan akan air bersih sehingga penghematan air harus dilakukan terutama padadaerah yang memiliki sedikit persediaan air bersih. Salah satu cara yang dapat digunakan untukmendapatkan air jernih adalah menjernihkannya menggunakan ozon. Ozon juga dikenal dapatdigunakan sebagai bahan disinfektan dan dengan dosis yang tepat ozon dapat digunakan untukmenjernihkan air yang aman dikonsumsi. Ozon dapat dihasilkan secara alamiah dan dengan prinsip peluahan parsial. Prinsip peluahan parsial sendiri adalah metode yang dilakukan dengan caramengalirkan udara atau oksigen melalui chamber atau ruang dengan elektroda yang dicatu dengan tegangan tinggi. Lalu peluahan muatan listrik di dalam chamber tersebut akan menyebabkan prosesionisasi dan proses benturan antar electron dan gas oksigen di udara sehingga menghasilkan ion-ionoksigen. Kemudian dari gas ozon yang dihasilkan tadi akan dialirkan ke air yang akan dijernihkan.Pada percobaan ini akan diamati pengaruh tegangan tinggi dan debit aliran udara terhadap lamanyawaktu penjernihan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar tegangan yang digunakan, maka waktu penjernihan akan semakin cepat dan semakin besar debit aliran udara yangdigunakan makan waktu penjernihan akan semakin lama.Kata kunci: penjernihan air, ozon, ionisasi, debit aliran udara, peluahan muatan listrikABSTRACTThe high demands on clean water are needed to support various human activities, especially in highpopulated area. With the increasing number of human population then it is possible that the needs ofclean water supply also increasing so that water conservation is needed, especially in area with lessclean water supply. One way that can be done to get the clean water is to purify it with ozon. Ozonalso well known as a disinfectant and with the right dose, it can be use to purify water that safe toconsume. Ozon can be generate naturally and with partial discharge principal. The partial dischargeprincipal itself is a method that pass air or oxygen through a chamber with high voltage electrode.Then the discharge of electric charge in the chamber will cause an ionization process and thecollision between electron and oxygen in the air will create oxygen ions. Then from the generatedozon from previous process the ozon will be flow to the water. In this experiment the effect of highvoltage and airflow rate will be observed. The result showed that the greater the voltage, the shorterthe time needed to purify the water and the greater airflow rate, the longer the time needed to purifythe water.Key words: water purification, ozon, ionization, air flow rate, electric discharge
PENGARUH LOKASI PITA KONDUKSI PADA PERMUKAAN ISOLATOR KACA TERHADAP TINGKAT ARUS BOCOR Danang Dwi Andaru; Moch. Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini memaparkan  penelitian  tentang pengaruh lokasi pita konduksi pada permukaan isolator kaca terhadap tingkat arus bocor. Zat pengotor pada penelitian berupa larutan natrium klorida pada berbagai konsentrasi dengan varisi masa garam sebesar 10-50 gr dan dilarutkan kedalam 250 ml air. Pada masa 10 gr mengahsilkan 0.17 moll sedangkan pada masa garam 50 gr mengasilkan 0.85 moll natrium klorida. Semakin besar tegangan uji maka semakin meningkat nilai arus bocor, tahanan permukaan isolator kaca, rugi daya nyata dan rugi energi satu tahun. Pada tegangan kerja 23 kV, 0.34 moll larutan natrium klorida pada lebar lapisan pita konduksi 40 mm arus bocor, tahanan permukaan dan rugi energi satu tahun diposisi ground masing-masing sebesar 110.2 µA, 208.71 MΩ dan 22.203 kWh, sedangkan diposisi HV sebesar 144.6 µA, 159.06 MΩ dan 29.134 kWh, sedangkan diposisi middle sebesar 182.7 µA, 125.89 MΩ dan 36.81 kWh.  Kemudian pada tegangan kerja 29 kV arus bocor, tahanan permukaan dan rugi energi satu tahun diposisi ground masing-masing sebesar 132.8 µA, 218.37 MΩ dan 33.737 kWh, sedangkan diposisi HV sebesar 161.3 µA, 179.79 MΩ dan 40.977 kWh, sedangkan diposisi middle sebesar 212.6 µA, 136.41 MΩ dan 54.009 kWh. Pada tegangan uji 23 kV dan 29 kV terjadi perbedaan arus bocor sebesar 22.6 µA dan porsentase selisihnya sebesar 17.018 % diposisi ground, sedangkan diposisi HV perbedaan arus bocornya sebesar 16.7 µA dengan prosentase perbedaan sebesar 10.35 %, sedangkan diposisi middle perbedaan arus bocornya sebesar 29.9 µA dengan prosentase perbedaan sebesar 14.06 %. Kata kunci - pita konduksi, konsentrasi larutan natrium klorida, isolator kaca, arus bocor, tegangan uji, resistansi permukaan, rugi daya nyata, rugi energi dalam satu tahun.
DESAIN PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR BLDC MENGGUNAKAN PI CONTROLLER DENGAN VARIASI TORKA BEBAN Claudio Bryllian Adam Z.; Rini Nur Hasanah; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mobil lisrik saat ini sangat dibutuhkan untuk menanggulangi global warming akibat emisi mobil konvensional. Agar mobil listrik dapat digunakan oleh masyarakat maka penggerak berupa motor listrik haruslah memiliki kemampuan yang sama dengan mesin pada mobil konvensional. Pada penelitian ini akan didesain sistem penggerak dari motor BLDC dimana bagian kontrolernya akan digunakan teknik SVPWM untuk inverter 3 fasa, serta menggunakan PI controller sebagai pengendali kecepatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan motor BLDC. Penelitian dilakukan dengan mengukur parameter pada motor BLDC yang digunakan sebagai penggerak utama mobil listrik. Kemudian parameter tersebut digunakan sebagai data input untuk menjalankan simulasi. Dalam simulasi, kecepatan dan torka akan diubah step by step sampai dengan nilai nominalnya dan dicatat nilai arus, back EMF, serta daya keluaran pada setiap perubahannya. Selanjutnya adalah menganalisis parameter keluaran ketika nilai torka ditingkatkan dari nilai nominalnya tanpa mengubah kecepatan. Kata Kunci – Mobil Listrik, Motor BLDC, pengendali PI. ABSTRACT Electric car is currently needed to overcome global warming due to conventional car emissions. So that electric car can be used by public, electric motor must have same performance as the engine in conventional car. In this research, driving system of  BLDC motor will be designed where the controller will use SVPWM technique for the 3-phase inverter, and PI controller as speed controller. The goal is to improve performance in the form of BLDC motor. Research was carried out by measuring  parameters of BLDC motor which is used as  prime mover of electric car. Then, parameters are used as input to run simulation. From simulation, speed and torque will be changed step by step until their nominal value. Current, back EMF, and power are recorded for each change. Next step is to analyze the output parameter when the torque increase from it’s nominal value without changing the speed.   Keywords – Electric Car, BLDC Motor, PI controller.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR FLUKS MAGNET BERBASIS ARDUINO Ariq Kusuma Wardana; Hery Purnomo; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik mesin listrik sangat bergantung pada penggunaan bahan magnet. Bahan-bahan magnet tersebut diperlukan untuk membuat rangkaian magnet dan dipergunakan oleh perencana mesin untuk memperoleh karakteristik mesin tertentu sesuai keinginan. Pengukuran fluks bertujuan agar mengetahui karakteristik inti bahan magnetis, sehingga dapat dianalisis karakteristik suatu transformator atau mesin elektrik. Karakteristik inti bahan magnetis dapat mempengaruhi efektivitas suatu transformator atau mesin elektrik. Pengukuran fluksmeter konvensional mempunyai tingkat ketelitian yang rendah dan simpangan antara nilai sesungguhnya dan terbaca cukup tinggi alhasil keakuratan kurang direkomendasikan. Penelitian ini membahas mengenai perancangan alat ukur fluks magnet berbasis Arduino, pengujian alat ukur fluks magnet berbasis Arduino untuk mengetahui apakah sudah relevan dengan teori dan dibandingkan fluksmeter analog .Fluksmeter berbasis Arduino mempunyai prinsip kerja yaitu tegangan yang terinduksi pada diukur oleh sensor tegangan, kemudian data pengukuran berupa tegangan diintegrasi terhadap perubahan waktu dengan metode Midpoint Riemann Sum. Berdasarkan perancangan dan pengujian didapatkan bahwa perancangan fluksmeter berbasis Arduino membutuhkan sensor tegangan untuk mengukur tegangan terinduksi, dilakukan kalibrasi diperoleh kesalahan sensor DC 25 V sebesar 1,4077 % dan ZMPT101b sebesar 1,9000 %. Mikrokontroler berfungsi untuk unit kontrol, melakukan integral tertentu, menampilkan pada LCD, dan menyimpan data pada memori. Metode Midpoint Riemann Sum sesuai digunakan dalam perhitungan fluks magnet berbasis Arduino. Pada pengujian diperoleh hasil fluks magnet yang terukur oleh fluksmeter analog standar dan fluksmeter berbasis Arduino menpunyai nilai hampir sama, hal tersebut menyatakan perancangan alat fluks magnet berbasis Arduino telah sesuai secara pengukuran.Kata Kunci : fluks magnet, Arduino, Integrasi, Midpoint Riemann Sum.ABSTRACTThe characteristics of an electric engine are very dependent on the use of magnetic materials. These magnetic materials are needed to make magnetic circuits and are used by machine planners to obtain certain machine characteristics as desired. Flux measurement aims to determine the core characteristics of magnetic materials, so that the characteristics of a transformer or an electric machine can be analyzed. The core characteristics of magnetic materials can affect the effectiveness of a transformer or an electric engine. Conventional fluxmeter measurements have a low level of accuracy and the deviation between the true and readable values is quite high so the accuracy is not recommended. This study discusses the design of Arduino-based magnetic flux measuring devices, testing of Arduino-based magnetic flux measuring devices to find out whether they are relevant to the theory and compared to analog fluxmeter. in the form of a voltage integrated with time changes with the Midpoint Riemann Sum method. Based on the design and testing, it was found that the design of Arduino-based fluxmeter requires a voltage sensor to measure the induced voltage, a calibration obtained by DC 25 V sensor error is 1.4077% and ZMPT101b is 1.9000%. The microcontroller functions for the control unit, performs certain integrals, displays on the LCD, and stores data in memory. The Riemann Sum Midpoint method is suitable for use in Arduino-based magnetic flux calculations. In the test results obtained by magnetic flux measured by standard analog fluxmeter and Arduino-based fluxmeter have almost the same value, it states the design of Arduino-based magnetic flux apparatus has been measured accordingly.Keywords: Magnetic flux, Arduino, Integration, Midpoint Riemann Sum.
ANALISIS DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONVERSI ENERGI DARI PANAS KE LISTRIK MELALUI KOMPOR MATAHARI Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR; Eka Maulana; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakEnergi listrik merupakan kebutuhan dasar dalam mendorong segala jenis aktivitas roda kehidupan manusia, Olehkarena itu energi listrik begitu sangat diperlukan keberadaannya bagi kehidupan baik untuk beraktivitas sehari-hari maupun untuk yang lainnya. Pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan salah satunya adalah denganmengembangkan teknologi thermoelectric generator dengan menggunakan kompor surya sebagai wadah atau mediauntuk memusatkan energi panas agar mampu memanaskan kolektor. Prinsip dasar thermoelectric generator adalah mengubah energi panas menjadi energi listrik secara langsung dengan memanfaatkan perbedaan suhu yang terjadi di lingkungan menjadi energi listrik. Untuk menghasilkan arus dan tegangan, sebuah modul termoelektrik cukupdiletakkan pada dua daerah (sisi panas dan dingin), sehingga ketika terjadi perbedaan suhu antara kedua permukaantermoelektrik tersebut maka akan timbul energi listrik. Termoelektrik itu sendiri merupakan sebuah alat yang dapatdigunakan sebagai pembangkit tegangan listrik dengan memanfaatkan konduktivitas atau daya hantar panas darisebuah lempeng logam. Kompor surya tipe parabola dalam pemantulan sinar matahari dapat menghasilkan panasmaksimum mencapai 113,5 ºC sedangkan output yang dihasilkan oleh termoelektrik bergantung pada perbedaan suhuyang terjadi pada tatakan yang diberikan baberapa pembanding pada sisi dingin tatakan. Pada pengujan 6 buah modulyang dirangkai seri didapatkan hasil tegangan maksimal 8,05 Volt dengan arus sebesar 68,9 Ampere dan daya 554,645Watt dengan koefisien seebeck rata-rata 0,07345 KKata Kunci : Kompor Matahari, Thermoelectric Generator (TEG), Koefisien SeebeckABSTRACTElectrical energy is a basic need in encouraging all kinds of activities in the wheel of human life. Therefore, electricalenergy is very necessary for life, both for daily activities and for others. One of the ways to use environmentallyfriendly alternative energy is to develop thermoelectric generator technology using a solar cooker as a container ormedium for making heat energy so that it can heat the collection. The basic principle of a thermoelectric generator is toconvert heat energy into electrical energy directly by utilizing the temperature difference that occurs in theenvironment into electrical energy. To generate current and voltage, a thermoelectric module is sufficient to be placedin two areas (hot and cold), so that when there is a temperature difference between the two thermoelectric surfaces,electrical energy will be generated. Thermoelectric itself is a device that can be used as an electric voltage generatorby utilizing the conductivity or heat conductivity of a metal plate. The parabolic type solar stove in reflecting sunlightcan produce a maximum heat of up to 113.5 C, while the output produced by thermoelectric depends on thetemperature difference that occurs on the mat given some comparisons on the cold side of the mat. In testing 6modules in series, the maximum voltage is 8.05 Volts with a current of 68.9 Ampere and a power of 554,645 Wattswith an average Seebeck coefficient of 0.07345 K.Key words : Solar Stove, Thermoelectric Seebeck Coefficient
IMPLEMENTASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING PADA PANEL SURYA MENGGUNAKAN ALGORITMA INCREMENTAL CONDUCTANCE Muhammad Sholikhin; Rini Nur Hasanah; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik bersumber dari energi matahari merupakan salah satu sumber energi yang menjadi pilihan pada saat ini. Energi matahari mempunyai banyak keuntungan seperti ketersediannya yang tidak terbatas, lebih sedikit perawatan dan ramah lingkungan. Salah satu pemanfaatan energi matahari yaitu menggunakan panel surya. Daya keluaran panel surya dapat dioptimalkan dengan Maximum Power Point Tracking (MPPT) dengan menggunakan algoritma optimisasi yang berbeda beda. MPPT digunakan untuk mencari titik daya maksimum dari kurva karakteristik P-V pada panel surya yang bergantung oleh irradiasi dan suhu. Pada penelitian ini akan mensimulasikan MPPT pada software MATLAB sebelum diimplementasikan ke alat. Implementasi MPPT pada alat terdiri dari modul panel surya, sensor arus, sensor tegangan, buck converter, beban dan mikrokontroler yang terdapat algoritma incremental conductance. Pengujian MPPT pada kondisi tanpa gangguan dan gangguan berupa shading sebesar 25%, 50%, dan 75%. Dari simulasi, diperoleh efisiensi algoritma rata-rata sebesar 89,1939% dengan waktu tracking rata-rata selama 0,0196s. Pada pengujian alat yang dilakukan 10 kali percobaan pada setiap kondisi, diperoleh efisiensi rata-rata sebesar 80,798% dengan waktu tracking rata-rata selama 0,3s. Dari perbandingan simulasi dengan alat diperoleh error efisiensi rata-rata sebesar 8,3959%. Error tersebut disebabkan oleh kualitas komponen-komponen dari buck converter dan kondisi irradiasi yang berubah-ubah saat pengujian alat. Kata Kunci: Panel Surya, Maximum Power Point Tracking, Buck Converter, Incremental Conductance ABSTRACT Power generation sourced from solar energy is one of the energy sources of choice at this time. Solar energy has many advantages such as unlimited availability, less maintenance and environmentally friendly. One of the uses of solar energy is using solar panels. The output power of solar panels can be optimized by Maximum Power Point Tracking (MPPT) using different optimization algorithms. MPPT is used to find the maximum power point of the P-V characteristic curve on solar panels that is dependent on irradiation and temperature. This research will simulate MPPT on MATLAB software before it is implemented in the tool. The MPPT implementation on the device consists of solar panel modules, current sensors, voltage sensors, buck converters, loads and microcontrollers that have an incremental conductance algorithm. MPPT testing in conditions without interruption and interference in the form of shading by 25%, 50%, and 75%. From the simulation, obtained an average algorithm efficiency of 89.1939% with an average tracking time of 0.0196s. In the testing of tools conducted 10 experiments in each condition, obtained an average efficiency of 80.798% with an average tracking time of 0.3 s. From the comparison of simulations with tools an average efficiency error of 8.3959% was obtained. The error is caused by the quality of the components of the buck converter and the irradiation conditions that change when testing tools. Keywords: Solar Panel, Maximum Power Point Tracking, Buck Converter, Incremental Conductance
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN BUCK KONVERTER DENGAN PENGENDALI SLIDING MODE DAN DIFFERENTIAL FLATNESS Fadhil Ilma; Rini Nur Hasanah; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menjelaskan mengenai pengendalian kecepatan motor DC dengan tegangan masukan motor DC berasal dari keluaran buck converter. Motor DC yang digunakan ialah motor DC magnet permanen. Pengendalian kecepatan motor DC pada penelitian ini dengan mengendalikan switching pada buck converter menggunakan pengendali sliding mode. Sementara pengendali differential flatness digunakan untuk mengonversi keluaran motor DC yang berupa kecepatan sudut menjadi tegangan untuk selanjutnya diproses oleh pengendali. Untuk menguji kestabilan keluaran dari motor DC dengan memberi nilai pada torsi beban dan mengubah nilai tegangan masukan dari buck converter . Nilai kecepatan sudut yang diinginkan sebesar 25 rad/s. Untuk pengujian dengan memberi torsi beban. dengan torsi beban 0,01 Nm didapatkan kecepatan sudutnya sebesar 25,02 rad/s, untuk torsi beban 0,02 Nm sebesar 25,06 rad/s, untuk torsi beban 0,03 Nm sebesar 25,06 rad/s, untuk torsi beban 0.04 Nm sebesar 25,01 rad/s, dan untuk torsi beban 0,05 Nm sebesar 25 rad/s. Lalu untuk pengujian dengan mengubah nilai tegangan masukan dari buck converter, kecepatan sudut yang dihasilkan tetap 25 rad/s. Kata kunci : buck converter, motor DC, sliding mode, differential flatness. ABSTRACT This paper describes the speed control of a DC motor with the DC motor input voltage coming from the buck converter output. And it uses a permanent magnet DC motor. The controlling speed of DC motor in this research is by controlling the switching on the buck converter it using a sliding mode control. While the differential flatness control is used to convert the DC motor output in the form of angular velocity into a voltage which is then processed by the controller. To test the output stability of the DC motor by giving a value to the load torque and changing the value of the input voltage of the buck converter. The desired angular velocity value is 25 rad/s. For testing by giving load torque, with a load torque of 0.01 Nm, the angular speed is 25.02 rad/s, for a load torque 0.02 Nm of 25.06 rad/s, for a load torque 0.03 Nm of 25.06 rad/s, for a load torque 0.04 Nm of 25.01 rad/s, and for load torque 0.05 Nm of 25 rad/s. Then for testing by changing the voltage input value of the buck converter, the resulting angular velocity remains 25 rad/s. Keyword : buck converter, DC motor, sliding mode, differential flatness.
Co-Authors Abdi Pandu Kusuma Abdurrasyid Jahdan ABDURROHIM, MOHAMMAD SALMAN Achmad Basuki Achmad Yahya Chasanuddin Adi, Hari Purnomo Aditya Bagus Setyawan Aditya Dwi Putranto Adityara, Farrel Billy Ahmad Fajar Robiyanto Ahsein Jomaa Alshibani Ainul Hayat Akbar, Alif Aulia Al Fawwaz, Muhammad Ghozi Alief Aulia Pradika Wijaya Alief Nasruddin Allaam, Hisyam Ghozi Alsabah, Mus Ali Altajim, Fauzan Aiman Amir Fahmi Ananda, Andhika Dwi Andreyanto, Tegar Setyo Andrian Dwiputro Andy Surya Adi Angkasa, Aulia Anik Nur Handayani Ansyaruddin Rahmatdiansyah Anthony Wijoyo Ardiansyah, Muhammad Doni Ardiansyah, Rendy Ardiansyah, Rizky Ariefianto, Rizki Mendung Arif Resnu Putra Aripriharta - Ariq Kusuma Wardana Arizky Erwinsyah H. Armeyelia, Bulan Assariy, Muhammad Faiz Astuti, Khairina Noor Avrizal Riva Belan Ayob, Shahrin Md. Azmi, Azralmukmin Banu Hermawan Yuditya Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Berry Bustan Bastian Bimo Ardiansyah Bobby Pratama Budiono Mismail Censa Widianing Mulya Baskara Chandra Wiharya Chandra, Aulia Adi Cita Rahiim Tama Claudio Bryllian Adam Z. Corina Martineac Danang Dwi Andaru Dandhi Tri Laksono David Suban Koten Derry Putranugraha Devanda Antonius Y. R. Dhofir, Mochammad Dicky Indratama Didik Rahadi Santoso Dimas Diar Aidi Ditza Pasca Irwangsa Dodit Suprianto Duta Narendratama Dzikrullah, Hafeeza Rinn Edypoerwa, Mugni Labib Edypoerwa, Mugni Labib Eka Maulana Eko Kuncoro Erwan Aryanto Erya Septy Dwi Wardhani Fadhil Ilma Fairuz Milkiy Kuswa Faiz Yusky Ahlian Fariz Aulia Rifqi Fauzi, Zulfa Anang Fianto, Aulia Ramadhan Fitra Rahmat Indyanto Frediawan Yuniar Galuh Prawestri Citra Handani Gatut Yulisusianto Goegoes Dwi Nusantoro Gwo-Jiun Horng Gymnastiar, Muhammad Ilham Habibah, Nisrina Rania Habriansyah Basta Nugraha Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Handani, Galuh Prawestri Citra Handari, Yosi Dwi Handoyono, Tito Tri Harfin Pratama Hari Santoso Hari Santoso Haris Altamira Harry Soekotjo Dachlan Hatorangan, Orlando Hazlie Mokhlis Hendrik Kenedy Tupan Heru Purnomo Hery Aprianto Hery Purnomo Hidayat, Ryan Mevi Hikam, Aldi Lutfil Himam, Fanisha Laila Himawan, Achmad Faisal I Nyoman Gde Wardana Ihza Aulia Rahman Ilham Ramadhan Maulana Imam Prakoso Indah Permata Sari Safti Indra Setyawan Irfan Aditya Primanto Irvan, Muh. Zulvi Islam, Muhammad Gul E. Ismail Musirin Ismail Musirin Ivan Pascal Al Ghafiky Izzul Islam Putra Nusantara Jacob Jonas Rikumahu Jeki Saputra Johanis Tupalessy Khairudin Syah Khoirul Herman Pambudi Khusnul Hidayat Koko Sasmito Kristo Radion Purba Kurniawan, Muh Alif Deby Lalu Riza Aliyan Lalu Riza Aliyan Latif, Nabila Fauziah Lestariyanto, Arthur Rahmad Lilik J. Awalin Lintang Gadis Ratu Rachellya Liza Putri Dafroni Lunde Ardhenta Luthfan Akbar Azizan Firdaos M Fauzan Edy Purnomo M. Arie Hendro Tri Hartomo M. Azis Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Dhia Ul Falah Mahfudz Shidiq Mamdouh Abdel-Akher Mardotillah, Nanda Azizah Markus D. Letik Maulana, Eka Maynaki, Erlangga Rizky Moch Dhofir Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochammad Muchlis Triwahyudi Moh. Farid Rahman Mohamad Najib Priyo Prakoso Mohamed Zellagui Mohammad Salman Abdurrohim Mokhammad Hasyim Asy’ari Mu'ammar Faris L. Muchammad Ali Mudjirahardjo, Panca Muhamad Hazim Lokman Muhammad Amienullah Nisful Habibie MUHAMMAD ASYROF Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Fadillah Kurniawan Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Ghilmanuddin S. Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi Muhammad Ridho Ansyari Muhammad Rifqi Nur Sabilillah Muhammad Rizky Wira Utomo Muhammad Sholikhin Muhammad Syarifuddin Anshor Muhammad Syukri Abdul Jalil Muharrama Ahsani Taqwim Mukti Friyan Aditama Musa Khairul Umam Musirin, Ismail Bin Muslimin Muslimin Mutia Tsari n/a Hariyono n/a Nurussa'adah n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nadhea Primasetya Nanang Sulistiyanto Nico Gautama Ginting Nisrina Rania Habibah Norzanah Rosmin Nur Rahma Dona Nur Sabilillah, Muhammad Rifqi Nur Vidya Ramadhani Nurhakiki, Mauludiya Annisa Nurizza Salsa Alafia Nurussa'adah, n/a Nurussa’adah, n/a Nurwati, Tri Onny Setyawati Paramita Dwi Putri Pranyata Pausta Yugianus Pegy Lestari Pieter S. Tatipikalawan Prabowo, Muhamad Romadhani Pradipta, Doni Prasetyanto, Andi Wahyu Purnomo Budi S. Purnomo, Purnomo Putera, R. P. Ravie O. Mucheyz Putra, Ade Mahendra Darma Putra, Hari Widagdo Putra, I Made Alit Antara Putri P., Paramita Dwi R. A. Setyawan Rachman Shandy Pratama Rahardjo, Muhammad Farid Rakhmad Ramadhan Ramadhan Khansa Akbari Ramadhani Kurniawan Subroto Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR Rendy Ardiansyah Resi Dwi Jayanti Kartika Sari Ridhwan Athaya P. Ridlwan, Asfarur Rifka Agustina Kusuma Pratiwi Rifki, Mohammad Ya’kub Rizal Riko Nur Akbar Risnugroho, Brian Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizki Tirta Nugraha Rizki, Fahrina Novia Rizky Adhiputra Wallad Rizky Ardiansyah Rizqi Taufiqurrahman Rizqi Wahyu Rahmariadi Rizqiyatullah, Muhammad Rafli Rosihan Arby Harahap Rudi Hariyanto Rusli, Mochammad Saiful Izwan Suliman Salim, Mohammad Agus Santoso, Asfari Hariz Saputra, Didit Sugeng Septi Uliyani Septian Kevin Aditama Setiawan, Aditya Bagus Sharifah Azma Syed Mustafa Shidqi, Fahruddin Shufinah, Syahla Siagian, Alfandri Sidik Nurcahyo Sigi Syah Wibowo Sintha Dwiferma Br Sinurat Siswandi, Wawan Soeprapto - Soeprapto Soeprapto Sofiatus Solihah Soleman Sesa Soleman Sesa, Soleman Subroto, Ramadhani Kurniawan Suci Imani Putri Suparman Suparman Surya Adi Purwanto SUTEJA, RAI PRAMESTI Suyono, Hadi Syarif, Habib Tajuddin, Mohammad Faridun Naim Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Teguh Utomo Teguh Utomo teub elektro teub Tole Sutikno Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Wahyu Prabowo Tumpak Samosir Ullin Dwi Fajri A. Unggul Wibawa Unggul Wibawa Victor Andrean Vita Kusumasari Wahyu Nur Firdausy Wardani, Alya Kusuma Wardhana, Anak Agung Sagung Gede Paramitha Waru Djuriatno Waru Djuriatno Welly Hagata Kembaren Widyananda, Eka Putra Widyananda., Putra Wijaya, Rizki Adi Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono, n/a Wijono, n/a Wildan Alfi Syahri Wiwied Putra Perdana Yosep Agus Pranoto Yosi Dwi Handari Zainul Abidin ZAINUL ABIDIN Zainuri, Akhmad Zamrud Kurnia Prasetyo Zuhdi, Fadhil Ariq