Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN DAN SIMULASI KONVERSI ENERGI PANAS KE LISTRIK DENGAN TEG Muharrama Ahsani Taqwim; Eka Maulana; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan meningkatnya populasi manusia di Bumi, kebutuhan manusia akan energi akan terus meningkat. Sumber daya alam seperti fosil akan terus menipis, dibutuhkan sumber energi alternatif baru untuk meningkatkan efisiensi sumber daya alam yang ada. Energi panas dapat dengan mudah dijumpai di sekitar kita, seperti panas matahari. Termoelemen adalah satu dari sekian banyaknya sumber energi alternatif yang baru. Salah satu bentukaplikasinya adalah termoelektrik generator (TEG) yang memiliki kemampuan untuk mengkonversi energi panasmenjadi listrik. Energi panas tersebut akan digunakan pada sisi panas TEG untuk memberikan perbedaan suhu yangnantinya akan dikonversi menjadi energi listrik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan performa dari TEG 1-pair yang berbahan LeadTelluride (PbTe) dengan menggunakan metode simulasi. Desain TEG 1-pair dibuat menggunakan software SOLIDWORKS 2020 dan simulasi dilakukan dengan menggunakan software ANSYS Workbench 2020 R2 dengan menggunakan variasi perbedaan suhu ( o C), luas alas (cm 2 ), tinggi elemen TEG (cm), dan tinggi keramik (cm). Data hasilsimulasi berupa energi panas yang diserap (Q h , Watt), arus listrik (I, A), daya listrik (P, Watt) dan efisiensi (η mp ) yangdisajikan dalam bentuk grafik untuk menentukan pengaruh variasi dimensi terhadap parameter nilai keluaran yang ada.Kata kunci : Ansys Workbench, PbTe, Renewable Energy, 1-pair TEGABSTRACTAs the human population on Earth increases, the human need for energy will raise continuously. Natural resources such as fossilswill run out, new alternative energy sources are needed to increase the efficiency of existing natural resources. Thermal energycan be easily found around us, such as the sun's heat. Thermoelements are one of the many new alternative energy sources. Oneform of application is a thermoelectric generator (TEG) which has the ability to convert heat energy into electricity. The heatenergy will be used on the hot side of the TEG to provide a temperature difference which will later be converted into electricalenergy.This study aims to determine the characteristics and performance of 1-pair TEG made from Lead Telluride (PbTe) using thesimulation method. The 1-pair TEG design was made using the SOLIDWORKS 2020 software and the simulation was carriedout using the ANSYS Workbench 2020 R2 software using variations in temperature difference ( o C), cross sectional area (cm 2 ),TEG element height (cm), and ceramic height (cm). Simulation data in the form of absorbed heat energy (Qh, Watt), electriccurrent (I, A), electric power (P, Watt) and efficiency (ηmp) are presented in graphical form to determine the effect ofdimensional variations on the existing output value parameters.Keywords : Ansys Workbench, PbTe, Renewable Energy, 1-pair TEG
PEMBANGKITAN KUAT MEDAN LISTRIK TINGGI HOMOGEN UNTUK OZONISASI UDARA Habriansyah Basta Nugraha; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Medan listrik memiliki banyak manfaat salah satu contohnya adalah sebagai produksi gas ozon (O3). Hal ini terjadi dikarenakan peningkatan polusi udara yang tinggi sehingga butuh adanya perubahan dengan cara mengionisasikan udara menjadi gas ozon (O3). Gas ozon memiliki manfaat yang banyak salah satunya untuk membersihkan polusi udara. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan pengujian membangkitkan medan listrik tinggi menggunakan variabel 1 rongga udara dan 2 rongga udara. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan dalam pembentukan gas ozon (O3). Dielektrik yang akan digunakan adalah berbahan keramik, dielektrik ini memiliki koefisien bernilai 7 dan dielektrik udara dengan koefisien bernilai 1. Nilai tegangan yang dilakukan pada penelitian ini adalah 6 kV hingga 30 kV. Medan listrik yang dibangkitkan dengan prinsip peluahan partial (Partial discharge). Prinsip ini dapat terjadi dengan adanya prinsip dari dielektrik berlapis. Prinsip dari dielektrik berlapis dengan adanya koefisien lapisan lebih kecil dibandingkan lapisan lain yang memiliki koefisien dielektrik lebih besar. Maka medan listrik yang terjadi akan lebih besar didaerah tersebut.. Medan listrik dalam pengujian ini akan diaplikasikan untuk memproduksi gas ozon (O3) dengan cara mengionisasikan suatu udara. Gas ozon yang dihasilkan akan diamati dengan cara perubahan air yang berwarna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada rongga udara 1 tegangan input 6 kV, medan listrik yang dihasilkan 32,308 kV/cm dengan waktu 15 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah warna tidak mengalami perubahan. Pada pengujian tegangan input 30 kV medan listrik yang dihasilkan 161,539 kV/cm dengan waktu 9 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah jernih. Pada hasil rongga udara 2 tegangan input 6 kV, medan listrik yang dihasilkan 18,261 kV dengan waktu 15 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah warna tidak mengalami perubahan. Pada tegangan input 36 kV medan listrik yang dihasilkan 109,565 kV/cm dengan waktu 10 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah jernih. Kata Kunci – dielektrik berlapis, peluahan partial, rongga udara, gas ozonAbstract – Electric fields have many benefits one example is as the production of ozone gas (O3). This is due to the increase in high air pollution so there needs to be a change in the way air is ionized into ozone gas (O3). Ozone gas has many benefits for cleaning up air pollution. So in this study, tests will be conducted to generate a high electric field using variable 1 air cavity and 2 air cavities. It aims to know the difference in speed in the formation of ozone gas (O3). The dielectric to be used is ceramic, this dielectric has a coefficient of 7 and air dielectric with efficiency worth 1. The voltage value in this study was 6 kV to 30 kV. Electric field raised with the principle of partial discharge. This principle can occur in the absence of the principle of layered dielectrics. The principle of layered dielectrics with the coefficient of layers is smaller than other layers that have larger dielectric coefficients. Then the electric field that occurs will be larger in the area.. The electric field in this test will be applied to produce ozone gas (O3) by ionizing an air. The resulting ozone gas will be observed by means of colored water changes. The results of this study showed in the air cavity 1 input voltage 6 kV, the electric field generated 32,308 kV/cm with a time of 15 minutes and the result of such clearing is that the color does not change. In the input voltage test 30 kV the electric field generated 161,539 kV/cm with a time of 9 minutes and the result of the clearing was clear. In the resulting air cavity 2 input voltage 6 kV, the electric field generated 18,261 kV with a time of 15 minutes and the result of the clearing is that the color does not change. At an input voltage of 36 kV the electric field is generated 109,565 kV/cm with a time of 10 minutes and the result of such clarity is clear.Keyword – layered dielectric, partial depletion, air cavity, ozone gas 
PERBANDINGAN KINERJA PENGENDALIAN BUCK CONVERTER MENGGUNAKAN METODE PID DAN METODE VMC Rakhmad Ramadhan; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menguraikan tentang perbandingan kinera pengendali pada penurun tegangan DC atau yang lebih dikenal dengan istilah buck converter. Pengendali yang dibandingkan kali ini adalah PID (Proportional-Integral-Derivative) dan VMC (Voltage Mode Control). Dimana VMC yang digunakan yaitu kompensator tipe III. Perbandingan dilakukan untuk mendapatkan tegangan keluaran yang diinginkan ketika terjadi perubahan tegangan masukan maupun perubahan beban. Dalam penelitian ini, buck converter diinginkan untuk menghasilkan tegangan keluaran sebesar 5 V dengan tegangan masukan yang diubah-ubah pada 10 V, 12 V, 14 V dan perubahan beban pada 350 Ω, 400 Ω ,dan 450 Ω. Hasil pengujian menunjukan bahwa buck converter dengan pengendali PID memiliki waktu respon yang lebih cepat untuk mencapai nilai kestabilan, kestabilan tegangan keluaran, dan  % kesalahan yang lebih baik dibandingkan dengan buck converter yang menggunakan pengendali VMC. Kata kunci : buck converter, PID, VMC.   ABSTRACT This paper describes the comparison of controllers on DC voltage drops or better known as buck converter. The controllers compared this time are PID (Proportional-Integral-Derivative) and VMC (Voltage Mode Control). Where VMC is used is compensator type III. Comparison is done to get the desired output voltage when the input voltage changes and load changes occur. In this study, a buck converter is desired to produce an output voltage of 5 V with a variable input voltage at 10 V, 12 V, 14 V and load changes at 350 Ω, 400 Ω, and 450 Ω. The test results show that buck converter with PID controller has faster response time to achieve stability, stability of output voltage, and % error better than buck converter using VMC controller. Keywords : buck converter, PID,VMC.
ANALISIS PENGARUH BEBAN NON-LINIER TERHADAP RUGI TRANSFORMATOR SATU FASA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA Dimas Diar Aidi; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rugi dan  pengaruh medan magnet terhadap efisiensi transformator satu fasa berbeban nonlinier menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga. Perangkat lunak yang digunakan bernama FEMM 4.2. Perangkat lunak ini dapat digunakan untuk menganalisis rugi transformator satu fasa dengan menggunakan prinsip yang telah ada pada buku-buku mesin elektrik dimana rugi berbeban timbul akibat adanya arus yang mengalir melalui kumparan dengan nilai resistivitas tertentu dan rugi inti timbul akibat nilai kerapatan medan maksimum tertentu. Kerapatan medan tersebut dihasilkan oleh arus yang mengalir pada kumparan tersebut Untuk mendapatkan nilai rugi akibat pembebanan transformator perlu dilakukan simulasi dimana perlu adanya masukan berupa nilai arus pada kedua kumparan transformator. Nilai arus ini diperoleh melalui perhitungan rangkaian transformator berbeban linier dan nonlinier. Pada perhitungan  transformator berbeban nonlinier diperoleh nilai arus pada tiap orde harmonisa. Nilai arus tiap orde ini digunakan dalam simulasi transformator berbeban nonlinier sehingga diperoleh nilai rugi transformator berbeban nonlinier yang mana menghasilkan rugi berlebih pada transformator. Hal inilah yang membedakan rugi transformator berbeban linier dan nonlinier. Selain itu dibuktikan bahwa kerapatan medan magnet maksimum yang besar menghasilkan rugi inti yang besar nilainya yang menyebabkan efisiensi yang kecil. Begitupula sebaliknya   Kata kunci : Beban Non Linier, Rugi Transformator , Perangkat Lunak Berbasis Metode Elemen Hingga, Distribusi Medan Magnet.   ABSTRACT This study aims to analyze the loss and influence of magnetic fields on the efficiency of nonlinear load supplied by single-phase transformers using finite element method software. This software used is called FEMM 4.2. This software can be used to analyze the loss of one-phase transformers using the principles that already exist in electrical engine books where the load loss arises due to the current flowing through the coil with a certain resistivity value and core loss arising from a certain maximum field density value. The field density is generated by the current flowing in the coil. To obtain a loss value due to the load of the transformer it is necessary to do a simulation where there is a need for input in the form of a current value on both transformer coils. This current value is obtained through the calculation of linear and nonlinear load transformer circuits. In the calculation of the nonlinear load transformer the current values ​​for each harmonic order are obtained. The current value of each order is used in the simulation of a nonlinear transformer so that the loss value of transformer supply nonlinear load is obtained which results in an excess loss in the transformer. This is what distinguishes the loss of linear and nonlinear load transformers. In addition, it is proven that a large maximum magnetic field density produces a core loss of large value which causes small efficiency. Vice versa Keywords: Non Linear Load, Transformer Loss, Software Based on Finite Element Method, Magnetic Field Distribution
PENGARUH DUTYCYCLE PADA RANGKAIAN SAKELAR PEMULIH ENERGI KAPASITOR TERHADAP KESEIMBANGAN TEGANGAN PADA SISTEM TIGA FASA TIDAK SEIMBANG n/a Hariyono; Rini Nur Hasanah; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern ini sistem kelistrikan yang paling sering digunakan adalah sistem kelistrikan 1 fasa dan 3 fasa. Pada sistem 3 fasa kondisi ideal, jumlah daya dari masing-masing fasa sama dengan jumlah daya yang dihasilkan dari sistem 3 fasa tersebut, namun kondisi lapangan hasilnya berbeda karena banyak faktor salah satunya karena perubahan karakteristik beban yang dapat menyebabkan nilai tegangan tak seimbang, dan lonjakan arus beban meningkat. Jika kondisi ini tidak segera diselesaikan dengan cepat, maka sistem akan bekerja tidak maksimal dan jika di biarkan berlarut terlalu lama akan menimbulkan kerusakan terhadap sistem yang telah di rancang. Banyak upaya-upaya untuk mengurangi lonjakan arus beban dan meningkatkan nilai keseimbangan tegangan antar fasa salah satunya dilakukan dengan menggunakan rangkaian sakelar pemulih energi kapasitor. Rangkaian sakelar ini merupakan rangkaian sakelar sederhana yang menggunakan 4 sakelar semikonduktor IGBT dengan diode antiparalel dan komponen kapasitor yang diletakan di antara 4 sakelar tersebut. Dengan menggunakan rangkaian sakelar ini akan membuat nilai tegangan keluaran menjadi lebih seimbang dan nilai lonjakan arus beban lebih dapat di kendalikan, sehingga rugi-rugi karena arus pada sistem kelistrikan dapat diminimalisir. Hasil tegangan dan arus keluaran dari rangkaian sakelar ini dipengaruhi oleh besar kecilnya nilai  yang terdapat pada komponen kapasitor. Nilai  tersebut diperoleh dari pengaturan persentase dutycycle yang masuk pada rangkaian sakelar pemulih energi magnetis. Pengaturan dutycycle ini bertujuan untuk mengendalikan pergerakan dari muatan yang masuk ke dalam komponen kapasitor melalui proses penyerapan dan proses pelepasan muatan sebagai energi pemulih terhadap reaktansi induktif dari masing-masing karakteristik beban yang digunakan. Oleh karena itu, seiring dengan perubahan persentase dutycycle lonjakan arus beban menjadi semakin kecil dan rugi-rugi juga dapat di minimalisir, sehingga penggunaan energi listrik tetap dapat digunakan secara efektif dan efisien. Kata kunci- sistem listrik 3 fasa, pensakelaran IGBT, sistem pengendalian. ABSTRAC In modern times, the most commonly used electrical system is the 1 phase and 3 phase electrical systems. In the ideal system 3 conditions, the amount of power from each phase is the same as the amount of power generated from the 3phase system, but field conditions produce more factors, one of which is due to changes in load characteristics that can cause a balanced dose, and surges load current increases. If this condition is not resolved quickly, the system will not work optimally and if released too long will cause damage to the system that has been designed. Many attempts to reduce the load current and increase the balance value between erroneous phases are made using a series of capasitor energy recovery switches. This switch circuit is a simple switch circuit that uses 4 IGBT semiconductor switches with antiparallel diodes and capacitor components placed between the 4 switches. By using this switch circuit will make the value of the output voltage become more balanced and the value of the surge in load can be more controlled, so the profit and loss because the current in the electrical system can be minimized. The output voltage and current output of this switch circuit are arranged by the size of the value referred to in the capacitor component. The value is obtained from the dutycycle percentage adjustment that enters the magnetic energy recovery switch circuit. This dutycycle arrangement aims to control the transfer of charge entering the capacitor component through the transfer process and the process of releasing the charge as restoring energy to the reactance of each characteristic used. Therefore, along with changes in the percentage of dutycycle surges in load currents become smaller and losses can also be minimized, so that the use of electrical energy can still be used effectively and efficiently. Keywords - 3 phase electrical system, igbt switching, control system.
Pengembangan Sistem Penelusuran Katalog Perpustakaan Dengan Metode Rocchio Relevance Feedback Pausta Yugianus; Harry Soekotjo Dachlan; Rini Nur Hasanah
Jurnal EECCIS Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.093 KB)

Abstract

Tanpa adanya sistem penelusuran katalog yang terkomputerisasi maka pengunjung perpustakaan mengalami kesulitan untuk mengetahui ketersediaan bahan pustaka dan pustakawan mengalami kesulitan dalam mengelola bahan pustaka. Tujuan penelitian ini yaitu mengimplementasikan metode Rocchio relevance feedback ke dalam sistem penelusuran katalog perpustakaan berbasis web dan menentukan proses penelusuran katalog perpustakaan berdasarkan input term dari user. Penelitian ini bermanfaat bagi pustakawan karena mempermudah pengelolaan data katalog dan bagi pengunjung karena mempermudah penelusuran katalog. Metode rocchio relevance feedback adalah metode modifikasi query yang memaksimalkan selisih antara rataan dokumen yang relevan dengan yang tak relevan. Metode rocchio relevance feedback terdiri dari empat tahap yaitu tokenizing, filtering, stemming, dan term weighting. Pada tahap tokenizing, term yang dimasukkan user dipisahkan menjadi kata tunggal. Pada tahap filtering, term penting akan diambil dan term yang tidak deskriptif akan dibuang. Pada tahap stemming, kata diubah menjadi akar kata dengan menghilangkan imbuhannya. Pada tahap term weighting, term akan dihitung bobotnya untuk mengetahui ketersediaan term tersebut. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa sistem penelusuran katalog perpustakaan dengan mengimplementasikan metode rocchio relevance feedback dapat mempermudah pencarian pustaka dan menampilkan hasil yang memiliki nilai kemiripan tertinggi diantara dokumen yang ada sesuai dengan input term dari user.Kata Kunci : penelusuran katalog perpustakaan, rocchio relevance feedback.
Kontribusi Terhadap Kuliah Perancangan Mesin Listrik Dalam Pendidikan Teknik Tenaga Listrik Di Indonesia Rini Nur Hasanah; Soeprapto -
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 1 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.835 KB) | DOI: 10.21776/jeeccis.v1i1.359

Abstract

Dalam dunia industri, mesin tak serempak banyak digunakan sebagai penggerak utama. Selain itu, sebagai generator mesin ini memungkinkan pembangkitan energi listrik secara otonom di daerah-daerah terpencil. Mengingat pentingnya peran mesin ini, makalah ini dibuat untuk sedikit memberikan kontribusi dalam kuliah perancangan mesin listrik bagi mahasiswa teknik tenaga listrik pada khususnya. Kontribusi yang diberikan berupa tambahan pemahaman terhadap penerapan teori elektromaknitik dalam perhitungan induktansi bocor cincin ujung rotor sangkar saat perancangan mesin tak serempak. Akan ditunjukkan bagaimana beberapa anggapan penyederhanaan diambil agar memungkinkan proses perhitungan dengan menggunakan teori dasar elektromaknetika. Perhitungan analitik berdasarkan metoda bayangan, yang pada umumnya sudah dipelajari dalam kuliah dasar teori elektromaknitik, dibandingkan dengan perhitungan secara analitik-empirik serta dengan perhitungan menggunakan metoda numerik berdasarkan metode elemen terbatas. Dengan memanfaatkan metoda bayangan, induktansi diperoleh melalui penghitungan fluksi yang tercakup total menggunakan vektor potensial. Sebagai pembanding, induktansi juga telah diperoleh dengan menghitung impedansi cincin. Selanjutnya, perhitungan induktansi menggunakan perangkat lunak berdasarkan metoda elemen terbatas juga telah dilakukan melalui penghitungan energi maupun fluksi. Hasil perhitungan analitik menunjukkan adanya kesesuaian dengan hasil numerik, dengan keuntungan metode bayangan lebih sederhana dan mudah untuk diterapkan dibandingkan dengan metode elemen terbatas yang hingga kini seringkali masih terbentur pada lama proses penghitungan serta keterbatasan daya hitung komputer.
Energy Saving Through Design Optimization Of Induction Motors Rini Nur Hasanah
Jurnal EECCIS Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.87 KB)

Abstract

In this article, basic concepts and general procedures in induction motor design and optimization are described. Beginning with the definition of design problem, some design objectives are distinguished based on the type of power supplies as well as motor applications. Some basic equations relating output characteristics to motor physical dimensions are given and two different design approaches are highlighted. The design optimization is explained by giving the definition of design variables and parameters, objective functions, constraint functions and the general technique of optimization. As examples, two motor designs with special objectives, including loss-minimization as well as wide speed-range operation, are presented.Keywords: energy saving, design, optimization, induction motor
Desain Inverter Tiga Fasa dengan Minimum Total Harmonic Distortion Menggunakan Metode SPWM Lalu Riza Aliyan; Rini Nur Hasanah; M. Aziz Muslim
Jurnal EECCIS Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.78 KB)

Abstract

Salah satu elemen penting dalam proses konversi energi listrik yaitu inverter, dimana fungsinya yaitu mengkonversi tegangan dan arus searah menjadi tegangan dan arus bolak balik. Salah satu jenis inverter yaitu inverter tiga fasa dimana inverter jenis ini mampu mengkonversi arus searah menjadi arus bolak balik tiga fasa. Penggunan inverter jenis ini banyak digunakan di berbagai bidang khususnya industri untuk menggerakkan motor tiga fasa. Salah satu masalah yang sering timbul dalam proses konversi tersebut yaitu Total Harmonic Distortion (THD). Dimana harmonisa merupakan pembentukan sinyal sinusoida yang nilainya merupakan kelipatan dari frekuensi dasarnya. Harmonisa tentunya akan menimbulkan masalah dari gangguan pada sistem hingga kerusakan pada piranti listrik. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan upaya untuk meminimumkan nilai THD salah satunya yaitu metode pulse width modification dan filtering. Metode ini dapat menurunkan nilai THD hingga 10%. Pada penelitian ini akan dibahas perancangan inverter tiga fasa dengan minimum THD dengan metode Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM). Dimana dengan metode ini nilai THD dapat diturunkan hingga mencapai 7.40% untuk THD arus dan 17.63% untuk THD tegangan.Kata Kunci—Harmonisa, Converter, Inverter 3-Fasa, SPWM.
Minyak Kelapa Beraditif Minyak Zaitun sebagai Isolasi Peralatan Tegangan Tinggi Moch. Dhofir; Nur Rahma Dona; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.458 KB) | DOI: 10.21776/jeeccis.v11i2.475

Abstract

This paper discusses the improvement of dielectric strength of dielectric coconut oil using olive oil to be used as an alternative to liquid insulation on high voltage equipments. Increasing the breakdown voltage level has been done by adding olive oil of 5% -25% into coconut oil. Heating was considered to reduce the water content in coconut oil. Electrical testing (using breakdown voltage test), physical testing (by testing the water content using oven method), and analysis of the acid content of simple saturated fat using mixing formula, have been performed to determine the feasibility of coconut oil as insulation agent. The test results indicated the breakdown voltage of a pure coconut oil value of 23.47kV / 2.5mm, which did not fulfilled the IEC 156 standard, which is 30kV/2.5mm. The addition of olive oil could increase the breakdown voltage level to 38.73 kV / 2.5 mm and if the heating can reach 51.15kV/2.5mm. The highest breakdown volatge level of 54.01kV/ 2.5mm could be obtained by mixing the olive oil and heating the coconut oil at once. ell. It can be concluded that the addition of olive oil could decrease the saturated fatty acid content from 91% to 72.2%, whereas the heating could reduce the water content from 2697 ppm to 361 ppm. From the point of view of water content, the modified coconut oil could not meet the maximum permitted standard JIS 2320, which is 50 ppm. Based on the achieved breakdown voltage level, the considered coconut oil will be able to work on electrical equipment with a working voltage level of 0.75 kV-13.2 kV.
Co-Authors Abdi Pandu Kusuma Abdurrasyid Jahdan ABDURROHIM, MOHAMMAD SALMAN Achmad Basuki Achmad Yahya Chasanuddin Adi, Hari Purnomo Aditya Bagus Setyawan Aditya Dwi Putranto Adityara, Farrel Billy Ahmad Fajar Robiyanto Ahsein Jomaa Alshibani Ainul Hayat Akbar, Alif Aulia Al Fawwaz, Muhammad Ghozi Alief Aulia Pradika Wijaya Alief Nasruddin Allaam, Hisyam Ghozi Alsabah, Mus Ali Altajim, Fauzan Aiman Amir Fahmi Ananda, Andhika Dwi Andreyanto, Tegar Setyo Andrian Dwiputro Andy Surya Adi Angkasa, Aulia Anik Nur Handayani Ansyaruddin Rahmatdiansyah Anthony Wijoyo Ardiansyah, Muhammad Doni Ardiansyah, Rendy Ardiansyah, Rizky Ariefianto, Rizki Mendung Arif Resnu Putra Aripriharta - Ariq Kusuma Wardana Arizky Erwinsyah H. Armeyelia, Bulan Assariy, Muhammad Faiz Astuti, Khairina Noor Avrizal Riva Belan Ayob, Shahrin Md. Azmi, Azralmukmin Banu Hermawan Yuditya Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Berry Bustan Bastian Bimo Ardiansyah Bobby Pratama Budiono Mismail Censa Widianing Mulya Baskara Chandra Wiharya Chandra, Aulia Adi Cita Rahiim Tama Claudio Bryllian Adam Z. Corina Martineac Danang Dwi Andaru Dandhi Tri Laksono David Suban Koten Derry Putranugraha Devanda Antonius Y. R. Dhofir, Mochammad Dicky Indratama Didik Rahadi Santoso Dimas Diar Aidi Ditza Pasca Irwangsa Dodit Suprianto Duta Narendratama Dzikrullah, Hafeeza Rinn Edypoerwa, Mugni Labib Edypoerwa, Mugni Labib Eka Maulana Eko Kuncoro Erwan Aryanto Erya Septy Dwi Wardhani Fadhil Ilma Fairuz Milkiy Kuswa Faiz Yusky Ahlian Fariz Aulia Rifqi Fauzi, Zulfa Anang Fianto, Aulia Ramadhan Fitra Rahmat Indyanto Frediawan Yuniar Galuh Prawestri Citra Handani Gatut Yulisusianto Goegoes Dwi Nusantoro Gwo-Jiun Horng Gymnastiar, Muhammad Ilham Habibah, Nisrina Rania Habriansyah Basta Nugraha Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Handani, Galuh Prawestri Citra Handari, Yosi Dwi Handoyono, Tito Tri Harfin Pratama Hari Santoso Hari Santoso Haris Altamira Harry Soekotjo Dachlan Hatorangan, Orlando Hazlie Mokhlis Hendrik Kenedy Tupan Heru Purnomo Hery Aprianto Hery Purnomo Hidayat, Ryan Mevi Hikam, Aldi Lutfil Himam, Fanisha Laila Himawan, Achmad Faisal I Nyoman Gde Wardana Ihza Aulia Rahman Ilham Ramadhan Maulana Imam Prakoso Indah Permata Sari Safti Indra Setyawan Irfan Aditya Primanto Irvan, Muh. Zulvi Islam, Muhammad Gul E. Ismail Musirin Ismail Musirin Ivan Pascal Al Ghafiky Izzul Islam Putra Nusantara Jacob Jonas Rikumahu Jeki Saputra Johanis Tupalessy Khairudin Syah Khoirul Herman Pambudi Khusnul Hidayat Koko Sasmito Kristo Radion Purba Kurniawan, Muh Alif Deby Lalu Riza Aliyan Lalu Riza Aliyan Latif, Nabila Fauziah Lestariyanto, Arthur Rahmad Lilik J. Awalin Lintang Gadis Ratu Rachellya Liza Putri Dafroni Lunde Ardhenta Luthfan Akbar Azizan Firdaos M Fauzan Edy Purnomo M. Arie Hendro Tri Hartomo M. Azis Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Dhia Ul Falah Mahfudz Shidiq Mamdouh Abdel-Akher Mardotillah, Nanda Azizah Markus D. Letik Maulana, Eka Maynaki, Erlangga Rizky Moch Dhofir Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochammad Muchlis Triwahyudi Moh. Farid Rahman Mohamad Najib Priyo Prakoso Mohamed Zellagui Mohammad Salman Abdurrohim Mokhammad Hasyim Asy’ari Mu'ammar Faris L. Muchammad Ali Mudjirahardjo, Panca Muhamad Hazim Lokman Muhammad Amienullah Nisful Habibie MUHAMMAD ASYROF Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Fadillah Kurniawan Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Ghilmanuddin S. Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi Muhammad Ridho Ansyari Muhammad Rifqi Nur Sabilillah Muhammad Rizky Wira Utomo Muhammad Sholikhin Muhammad Syarifuddin Anshor Muhammad Syukri Abdul Jalil Muharrama Ahsani Taqwim Mukti Friyan Aditama Musa Khairul Umam Musirin, Ismail Bin Muslimin Muslimin Mutia Tsari n/a Hariyono n/a Nurussa'adah n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nadhea Primasetya Nanang Sulistiyanto Nico Gautama Ginting Nisrina Rania Habibah Norzanah Rosmin Nur Rahma Dona Nur Sabilillah, Muhammad Rifqi Nur Vidya Ramadhani Nurhakiki, Mauludiya Annisa Nurizza Salsa Alafia Nurussa'adah, n/a Nurussa’adah, n/a Nurwati, Tri Onny Setyawati Paramita Dwi Putri Pranyata Pausta Yugianus Pegy Lestari Pieter S. Tatipikalawan Prabowo, Muhamad Romadhani Pradipta, Doni Prasetyanto, Andi Wahyu Purnomo Budi S. Purnomo, Purnomo Putera, R. P. Ravie O. Mucheyz Putra, Ade Mahendra Darma Putra, Hari Widagdo Putra, I Made Alit Antara Putri P., Paramita Dwi R. A. Setyawan Rachman Shandy Pratama Rahardjo, Muhammad Farid Rakhmad Ramadhan Ramadhan Khansa Akbari Ramadhani Kurniawan Subroto Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR Rendy Ardiansyah Resi Dwi Jayanti Kartika Sari Ridhwan Athaya P. Ridlwan, Asfarur Rifka Agustina Kusuma Pratiwi Rifki, Mohammad Ya’kub Rizal Riko Nur Akbar Risnugroho, Brian Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizki Tirta Nugraha Rizki, Fahrina Novia Rizky Adhiputra Wallad Rizky Ardiansyah Rizqi Taufiqurrahman Rizqi Wahyu Rahmariadi Rizqiyatullah, Muhammad Rafli Rosihan Arby Harahap Rudi Hariyanto Rusli, Mochammad Saiful Izwan Suliman Salim, Mohammad Agus Santoso, Asfari Hariz Saputra, Didit Sugeng Septi Uliyani Septian Kevin Aditama Setiawan, Aditya Bagus Sharifah Azma Syed Mustafa Shidqi, Fahruddin Shufinah, Syahla Siagian, Alfandri Sidik Nurcahyo Sigi Syah Wibowo Sintha Dwiferma Br Sinurat Siswandi, Wawan Soeprapto - Soeprapto Soeprapto Sofiatus Solihah Soleman Sesa Soleman Sesa, Soleman Subroto, Ramadhani Kurniawan Suci Imani Putri Suparman Suparman Surya Adi Purwanto SUTEJA, RAI PRAMESTI Suyono, Hadi Syarif, Habib Tajuddin, Mohammad Faridun Naim Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Teguh Utomo Teguh Utomo teub elektro teub Tole Sutikno Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Wahyu Prabowo Tumpak Samosir Ullin Dwi Fajri A. Unggul Wibawa Unggul Wibawa Victor Andrean Vita Kusumasari Wahyu Nur Firdausy Wardani, Alya Kusuma Wardhana, Anak Agung Sagung Gede Paramitha Waru Djuriatno Waru Djuriatno Welly Hagata Kembaren Widyananda, Eka Putra Widyananda., Putra Wijaya, Rizki Adi Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono, n/a Wijono, n/a Wildan Alfi Syahri Wiwied Putra Perdana Yosep Agus Pranoto Yosi Dwi Handari ZAINUL ABIDIN Zainul Abidin Zainuri, Akhmad Zamrud Kurnia Prasetyo Zuhdi, Fadhil Ariq