Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KARAKTERISTIK PELUAHAN SEBAGIAN TERHADAP PENGARUH LOKASI RONGGA UDARA PADA ISOLASI POLYETHYLENE Nadhea Primasetya; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peluahan parsial menyebabkan bahan isolasi mengalami penurunan kualitas bahan sehingga memicu untuk terjadinya kegagalan total pada isolasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya pegaruh variasi rongga udara terhadap tegangan mula peluahan parsial dan tegangan pemadaman peluahan parsial, pengaruh tegangan uji arus bolak-balik terhadap perulangan pulsa peluahan parsial serta fenomena peluahan parsial terhadap penurunan kualitas bahan isolasi. Pengujian ini menggunakan bahan isolator polyethylene dengan variasi rongga udara yaitu letak atas tengah, atas pinggir, tengah tengah, tengah pinggir, bawah tengah, bawah pinggir. Pengujian dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi Elektro Universitas Brawijaya, pengujian ini menggunakan rangkaian listrik tegangan tinggi AC dan elektroda yang digunakan yaitu metode elektroda II CIGRE. Ketebalan bahan dibuat dengan ketebalan 5 mm dengan rongga udara konstan dengan ketebalan 0,5 mm dan diameter 1 cm. variasi lokasi rongga udara mempengaruhi nilai tegangan mula dan nilai tegangan pemadaman. Pada rongga udara yang berada di dekat dengan elektroda yang terhubung dengan fasa menyebabkan peluahan parsial lebih cepat terjadi dibandingkan bila rongga udra berada di dekat lektroda yang terhubung dengan ground sehingga tegangan awal peluahan parsial pada rongga udara yang berada di dekat elektroda yang terhubung dengan fasa akan bernilai lebih kecil dibandingkan dengan rongga udara yang berada di dekat elektroda yang terhubung dengan ground. Selain itu, perulangan pulsa peluahan parsial pada rongga udara yang berada di dekat elektroda yang terhubung dengan fasa cenderung terjadi pada siklus negatif sedang perulangan pulsa peluahan parsial pada rongga udara yang berada di dekat elektroda yang terhubung dengan ground cenderung terjadi pada siklus postif. Penurunan kualitas bahan isolasi diamati dengan menggunakan perangkat SEM (Scanning Electron Microscope) sehingga dapat diamati fenomena degradasi bahan serta munculnya bercak pada bahan yang di uji. Kata kunci: Peluahan Parsial, Pulsa Perulangan, Degradasi bahan, SEM, Polyethylene. Abstract Partial discharge causes insulate material has decreased the quality of material, thus triggering total failure in the insulation. This study aims to analyze the effect variety of void on partial discharge inception voltage and  partial discharge extinction voltage, the effect of alternating current test voltage on repetition of pulse partial discharge and the phenomenon partial discharge to decrease of insulation material quality. This experiment uses a polyethylene insulator with a variety of void, which is in the upper center, upper edge, middle center, middle edge, bottom center and bottom edge. This experiment was tested at the brawijaya university’s high voltage electrical laboratory used AC electrical circuits and the electrodes used CIGRE II method. Material thickness is made with a thickness of 5 mm with a constant void with a thickness of 0.5 mm and a diameter of 1 cm. Variety of void affect the  and the partial discharge inception voltage and  partial discharge extinction voltage. The void near the electrode connected to the phase causes partial discharge to occur faster than if the void is near the electrode connected to the ground, so that the initial voltage partial discharge in the void near the electrode connected to the phase smaller than the void near the electrode that is connected to the ground. In addition, repetition of partial discharge pulses in the void near the electrode connected to phase tends to occur in the negative cycle while repetition of partial discharge pulses in the void near theelectrode connected to the ground tends to occur in the positive cycle. The decrease in the quality of the insulating material was observed using a tool namely SEM (Scanning Electron Microscope), so that it can be observed the phenomenon of material degradation and the appearance of spots on the material being tested. Keywords— Partial Discharge, Repetition Pulses, Material Degradation, SEM, Polyethylene.
ANALISIS RUGI-RUGI DAYA SISTEM DISTRIBUSI DENGAN PENINGKATAN INJEKSI JUMLAH PEMBANGKIT TERSEBAR Rizki Tirta Nugraha; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.312 KB)

Abstract

Faktor-faktor seperti krisis energi dan resiko teknis yang juga mempengaruhi tarif dasar listrik (TDL) telah memaksa kita untuk mencari solusi baru terkait diversifikasi energi. Salah satu Upaya teknis untuk mengurangi penurunan tegangan dan rugi-rugi daya pada sistem, yaitu dengan membangun pembangkit tersebar (Distributed Generation) bersifat renewable energy di titik-titik yang jauh dari pusat pembangkitan dan dekat dengan pusat pembebanan.Dari hasil analisis dan pembahasan mengenai injeksi pembangkit tersebar dengan lima (5) skenario pada penyulang dampit kabupaten Malang menunjukkan dampak yang signifikan terhadap naiknya profil tegangan untuk semua bus dan mengurangi rugi-rugi daya yang terjadi pada penyulang Dampit. Dampak pada level tegangan; Skenario injeksi Pembangkit Tersebar yang diterapkan menunjukkan hasil terbaik pada skenario-5 yaitu level tegangan naik dari -10% menjadi -1% atau dari 0.90 p.u menjadi 0.99 p.u. Dampak pada rugi-rugi daya; Skenario injeksi Pembangkit Tersebar yang diterapkan menunjukkan hasil terbaik pada skenario-2 yaitu besarnya rugi-rugi daya menurun dari 0.040 + j0.078 MVA atau dari 4.37% menjadi 1.05% untuk daya aktif (P) dan 10.98% menjadi 1.98% untuk daya reaktif (Q).Kata kunci: Distributed Generations, analisis rugi daya, photovoltaic, PLTMH.
ANALISIS DISTRIBUSI TEGANGAN PADA PERMUKAAN ISOLATOR KARET SILIKON TIPE POS Khoirul Herman Pambudi; Moch. Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis isolator tegangan tinggi terbaru adalah isolator karet silikon. Pemasangan isolator karet silikon bersama menara penyangga dan konduktor membentuk rangkaian kapasitif (kapasitansi bocor). Kapasistansi ini terdiri dari kapasitansi ke tanah (Ce), kapasitansi ke kawat penghantar (Ch), dan kapasitansi susunan isolator itu sendiri (C). Untuk pembebanan tegangan tinggi arus bolak-balik, kehadiran kapasitansi bocor menghasilkan distribusi tegangan yang tidak merata pada setiap isolatornya. Dalam penelitian ini di bahas analisis distribusi tegangan, arus bocor dan medan listrik pada isolator karet silikon saat kondisi kering. Data yang didapat dari pengujian berupa nilai tegangan tembus listrik pada masing-masing titik pengamatan. Data tersebut  akan di olah menjadi persentase distribusi tegangan pada isolator. Dari hasil pengujian menunjukan bahwa persentase distribusi tegangan terbesar terletak pada titik pengamatan pertama sebesar 82.15 %. Pada pengujian arus bocor di dapatkan data berupa nilai arus bocor pada tiap titik pengamatan dengan variasi tegangan 5 kV, 10 kV, 15 kV dan 20 kV. Semakin besar tegangan yang diberikan maka nilai arus bocornya akan semakin besar pula. Data hasil pengujian ini akan diolah menghasilkan nilai impedansi permukaan pada tiap titik pengamatan isolator. Impedansi total yang diperoleh dari tiap titik pengamatan adalah 1427.57 . Pada pengujian distribusi medan listrik akan digunakan software Finite Element Method Magnetic (FEMM) untuk mensimulasikan distribusi medan listrik pada tiap titik pengamatan sehingga akan dapat diamati karakterisasi dari isolator karet silikon. Kata kunci : distribusi tegangan, arus bocor, distribusi medan, karet silikon. ABSTRACT One of the newest high voltage isolator types is silicone rubber insulator. assembly of silicone rubber insulator with buffer tower and conductor wire forming capacitive circuit (leakage capacitance). This capacitance consists of capacitance to the ground (Ce), capacitance to the conductor wire (Ch), and insulation capacitance itself (C). For the loading of high-voltage alternating current, the presence of leakage capacitance produce an uneven distribution of voltages on each shed isolator. In this research is discussed the analysis of voltage distribution, leakage current and electric field in silicone rubber isolator when dry conditions. The data obtained from the test be in form of value of electric breakdown voltage at each observation point. The data will be show the percentage of stress distribution on the insulator. From the test results showed that the largest percentage distribution lie in the first observation point of 82.15%. In testing leakage current, data obtained be form of value of leakage current at each observation point with votage variation of 5 kV, 10 kV, 15 kV and 20 kV. Greater voltage  has given the value of leakage current will be even greater. The result data of this test will be processed to produce surface impedance value at each observation point of isolator. The total impedance obtained from each observation point is 1427.57 MΩ. In the electric field distribution testing, Finite Element Method Magnetic (FEMM) software will be used to simulate the electric field distribution at each observation point so that the characterization of the silicone rubber isolator can be observed. Keywords: voltage distribution, leakage current, terrain distribution, silicone rubber.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGEREMAN REGENERATIF BRUSHLESS DC MOTOR MENGGUNAKAN BIDIRECTIONAL VOLTAGE SOURCE INVERTER (VSI) Victor Andrean; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan catu daya yang digunakan oleh kendaraan listrik. Efisiensi penggunaan energi baterai yang rendah akan mengakibatkan semakin pendeknya jarak tempuh sebuah kendaraan listrik. Salah satu cara meningkatkan efisiensi penggunaan baterai adalah memanfaatkan regenerasi energi selama proses pengereman elektrik. Penelitian ini menggabungkan dua macam teknik pengereman, yaitu regeneratif, dan gabungan regeneratif-plugging untuk mengatasi kekurangan-kekurangan pada metode pengereman elektris yang sudah ada sebelumnya. Hanya dengan memainkan urutan pensaklaran pada Bidirectional Voltage Source Inverter (VSI), maka proses regenerasi energi dapat dilakukan secara efektif, serta dapat mewujudkan torsi pengereman sesuai dengan keinginan pengendara sampai kendaraan berhenti. Tentu saja metode ini akan menjamin kenyamanan pengendara, disamping akan menghemat biaya produksi karena tidak diperlukannya konverter tambahan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan beban inersia mesin dan roda, didapatkan energi rata-rata yang dapat dikembalikan ke baterai adalah sebesar 0,01 Wh untuk kecepatan awal 30 km/jam dan 0,0186 Wh untuk kecepatan awal 40 km/jam. Apabila dibandingkan dengan besar energi kinetik yang dimiliki roda saat berputar, maka didapatkan prosentase energi kinetik yang dapat dikembalikan ke baterai sebesar 41,82% untuk kecepatan awal 30km/jam, dan sebesar 43,74% untuk kecepatan awal 40km/jam. Kata kunci : Plug in Electric Vehicle (PEV), Brushless DC Motor, Bidirectional Voltage Source Inverter (VSI), metode six-step, Regenerative Braking System (RBS).
HUBUNGAN ANTARA TEGANGAN DAN INTENSITAS CAHAYA PADA LAMPU HEMAT ENERGI FLUORESCENT JENIS SL (SODIUM LAMP) DAN LED (LIGHT EMITTING DIODE) Ullin Dwi Fajri A.; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.563 KB)

Abstract

Penerangan merupakan salah satupengkonsumsi energi listrik terbesar yang berkisar 20– 25% dari total konsumsi energi listrik yang terpakaidan terus meningkat setiap tahunnya. Untuk keperluanlampu penerangan masyarakat memilih lampu yanghemat energi.Untuk mengetahui hubungan antarategangan dan intensitas cahaya pada lampu SL danLED maka dilakukan pengukuran luminansi, arus,sudut phasa dan keterangan lampu yang masihbertahan atau tidak. Pengukuran tersebut dilakukandengan mengubah-ubah tegangan catu.Hasil dari pengukuran tersebut didapatkanlampu LED lampu yang hemat energi dikarenakanLED memiliki daya kecil tetapi kualitas peneranganyang bagus dibanding lampu SL.Kata kunci : lampu, daya, kuat penerangan
STUDI PREDIKSI USIA PAKAI BATERAI BASAH ASAM TIMBAL PADA BTS PT TELKOMSEL DI PULAU GILIGENTING MADURA Bobby Pratama; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan salah satu komponen penting dalam menyediakan kontinuitas penyaluran energi yang aplikasinya dapat dilihat pada sistem telekomunikasi, radio microwave, lampu darurat, sistem sumber daya cadangan dari pembangkit, bahkan aplikasi modul panel surya. Baterai sering digunakan sebagai backup source apabila terjadi gangguan pada sumber utama. Estimasi dari lama waktu baterai untuk melayani beban tanpa adanya pengisian disebut dengan waktu otonomi. Apabila penggunaan baterai sering melewati batas waktu otonominya maka batas waktu pemakaian baterai akan semakin cepat dan membuat terjadinya selisih terhadap usia yang telah ditetapkan oleh manufaktur. Penelitian yang dilakukan di BTS PT Telkomsel di Pulau Giligenting ini bertujuan untuk mengevaluasi penetapan waktu otonomi baterai yang digunakan sebagai backup source dan memprediksi sisa usia baterai sebelum mencapai batas maksimum penggunaannya. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa penetapan waktu otonomi untuk kedua baterai yang ada di BTS berubah dari ketetapan awal selama masing-masing 72 jam menjadi 43,03 jam dan 43,26 jam untuk derajat pelepasan 20% serta 183,84 jam dan 184,09 jam untuk masing-masing baterai untuk derajat pelepasan 80%. Pada analisis untuk derajat pelepasan harian 20% didapatkan bahwa prediksi sisa usia pakai dari kedua baterai adalah 5,72 tahun dan 5,77 tahun untuk pendekatan linier dan pada pendekatan eksponensial bernilai 7,12 tahun dan 7,16 tahun. Sedangkan pada analisis untuk derajat pelepasan harian 80% didapatkan prediksi sisa usia pakai baterai untuk pendekatan linier sebesar 2,65 tahun dan 2,67 tahun untuk baterai bank 1 dan prediksi usia pakai berdasarkan pendekatan eksponensial sebesar 3,73 tahun untuk kedua baterai. Kata kunci: usia pakai baterai, waktu otonomi, baterai basah asam timbal
ANALISIS PENGARUH PENYAMBUNGAN DISTRIBUTED GENERATION PADA RUGI – RUGI DAYA SALURAN DISTRIBUSI Septian Kevin Aditama; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini telah dikembangkan sistem pembangkitan energi mandiri yang dapat dikoneksian pada jaringan distribusi. Pembangkit tersebut adalah pembangkit tersebar atau Distributed Generation (DG). Pembangkit tersebut diantaranya adalah mikrohidro, wind turbine dan sel surya. Beberapa pembangkit tersebut akan disambungkan pada saluran sistem distribusi 20 kV penyulang pujon untuk mengurangi rugi-rugi daya pada saluran tersebut. Rugi daya pada saluran distribusi 20 kV pada penyulang pujon sebelumnya adalah 0,3122 MW dan 0,3752 MVar pada saat beban maksimum dan pada saat beban minimum rugi dayanya adalah sebesar 0,0239 MW dan 0,0286 MVar. Setelah penyambungan tiga pembangkit tadi rugi daya pada penyulang pujon berkurang menjadi 0,31 MW dan 0,3725 MVar saat beban maksimum dan ketika beban minimum rugi dayanya berkurang menjadi 0,0232 MW dan 0,0279 MVar. Penyambungan tiga pembangkit tersebut juga menaikkan nilai tegangan di ujung salurandistribusi 20 kV penyulang pujon, dimana sebelum DG disambungkan nilai tegangan di ujung saluran saat beban maksimum adalah 17,8108 kV dan setelah DG disambungkan tegangan di ujung saluran naik menjadi 17,8344 kV.Kata Kunci—distributed generation, rugi daya, saluran distribusi.
BOOST CONVERTER DENGAN PENGENDALI PID Amir Fahmi; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menguraikan tentang perancangan sebuah alat penaik tegangan DC atau yang lebih dikenal dengan istilah boost converter, dimanfatkan untuk penyediaan tegangan keluaran DC yang bervariasi besarannya sesuai dengan permintaan pada beban. Daya masukan dari boost converter tersebut adalah berasal dari sumber daya DC yang biasanya memiliki tegangan masukan yang tetap. Rangkaian boost converter terdiri atas dua bagian penting yaitu rangkaian PWM sebagai rangkaian pembangkit arus untuk menghasilkan gelombang kotak (pulse) sebagai pengatur switch on dan switch off dan rangkaian pembangkit atau boost sebagai penaik tegangan. Agar mendapatkan tegangan keluaran yang konstan ketika terjadi perubahan beban maka digunakan pengendali PID. Dalam penelitian ini boost converter diinginkan untuk menghasilkan tegangan keluaran sebesar 12 V dengan tegangan masukan sebesar 5,3 V, dari hasil pengujian dengan beban 200 Ω didapatkan tegangan keluaran rata-rata sebesar 12,33 V, untuk beban 300 Ω sebesar 12,28 V, untuk beban 400 Ω sebesar 12,49 V, dan untuk beban 500 Ω sebesar 12,50 V. Kata kunci : boost converter, PID.   ABSTRACT This paper describes the design of a DC voltage booster or better known as a boost converter, which is used to provide DC voltage outputs that vary in quantity in accordance with the demand on the load.The input power of the boost converter is derived from a DC power source which usually has a fixed input voltage.The boost converter circuit consists of two important parts: the PWM circuit as the current generating circuit that is used to generate the pulse wave as switch regulator on and off switch and the boost circuit as the riser. In order to get a constant output voltage when the load changes, so PID cntroller is used. In this research the boost converter is expeted to produce an output voltage of 12 V with an input voltage of 5.3 V, from the test result with a load of 200 Ω obtained an average output voltage of 12.37 V, for a 300 Ω load of 12.28 V , for a 400 Ω load of 12.49 V, and for a 500 Ω load of 12.50 V. Keywords : boost converter, PID.
ANALISIS ECONOMIC DISPATCH PADA PEMBANGKIT TERMAL SISTEM 500 kV JAWA BALI MENGGUNAKAN METODE FIREFLY ALGORITHM Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan utama manusia terutama masyarakat di Indonesia. Energi listrik berperan penting di berbagi bidang usaha dan kegiatan manusia, hampir seluruh kebutuhan manusia tidak dapat dipisahkan dari energi listrik. Total biaya produksi dapat diminimalisir dengan adanya kombinasi pada pembebanan daya pada unit-unit pembangkit yang ada sehingga didapatkan suatu pembebanan yang optimal atau lebih ekonomis. Salah satu solusi untuk meminimalisir biaya produksi listrik dan efesiensi bahan bakar adalah dengan melakukan optimasi biaya bahan bakar pembangkit pada proses produksi listrik atau yang biasa disebut Economic Dispatch. Pada artikel ini, dilakukan analisis Economic Dispatch pada sistem 500kV Jawa-Bali. Perrmasalahan Economic Dispatch akan diselesaikan menggunakan metode optimisasi Firefly Algorithm. Firefly Algorithm sendiri memiliki tiga strategi yang mampu bekerja secara serempak dengan sensitifitas tinggi yang dapat membantu proses pengoptimasian. Strategi tersebut adalah ketertarikan, jarak antar kunang-kunang dan pergerakan kunang-kunang.Metode ini akan digunakan untuk menghitung kombinasi daya output masing-masing unit pembangkit sehingga diperoleh biaya pembangkitan yang minimum untuk nantinya menentukan harga pokok listrik. Dari hasil simulasi menggunakan Firefly Algortihm pada jaringan 500 kV Jawa-Bali dengan beban harian per jam berdasarkan data yang diperoleh dari Sunaryatiningsih (2016) menggunakan metode Firefly Algorithm berturut dari hari Kamis, Sabtu dan Minggu sebesar Rp. 16.979254.759,-, Rp. 15.459.428.926,- ,Rp. 14.505.474.175.-. Kata kunci: Economic Dipatch, Firefly Algortihm, jaringan 500 kV Jawa-Bali, total biaya pembangkitan   ABSTRACT         Electrical energy is one of the main needs of people, especially people in Indonesia. Electrical energy plays an important role in the sharing of business and human activities, almost all human needs can not be separated from electrical energy. Total cost of production can be minimized by the combination of power loading on existing generating units so as to obtain an optimal loading or more economical. One solution to minimize the cost of electricity production and fuel efficiency is to optimize the cost of fuel generation in the electricity production process or so-called Economic Dispatch. In this article, an Economic Dispatch analysis was conducted on the Java-Bali 500kV system. Economic Dispatch issues will be resolved using the Firefly Algorithm optimization method. Firefly Algorithm alone has three strategies that can work simultaneously with high sensitivity that can help the optimization process. The strategy is the interest, the distance between the fireflies and the fireflies movement. This method will be used to calculate the combination of output power of each generating unit so as to obtain a minimum cost of generation to later determine the cost of electricity. From the simulation result using Firefly Algortihm on 500 kV Java-Bali network with daily load per hour based on data obtained from Sunaryatiningsih (2016) using Firefly Algorithm method successively from Thursday, Saturday and Sunday Rp. 16.979254.759, -, Rp. 15.459.428.926, -, Rp. 14.505.474.175.-. Keywords: Economic Dipatch, Firefly Algortihm, 500 kV Java-Bali network, total cost of generation 
ANALISIS UNJUK KERJA GENERATOR INDUKSI SATU FASA PENGUAT SENDIRI Fairuz Milkiy Kuswa; Rini Nur Hasanah; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin induksi satu fasa rotor sangkar dua belitan yang dioperasikan sebagai generator sering digunakan untuk membangkitkan listrik skala kecil di pedesaan. Dibutuhkan simulasi dan analisis yang digunakan untuk memprediksi unjuk kerja dari generator induksi satu fasa, karena dalam penerapannya untuk membangkitkan tegangan dibutuhukan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari perubahan kapasitansi eksitasi, kecepatan rotor, pembebanan, dan kurva pemagnetan terhadap keluaran tegangan dan arus yang dihasilkan generator induksi satu fasa penguat sendiri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan fasilitas simulink yang disediakan oleh matlab dengan menyederhanakan persamaan dinamis dari mesin induksi satu fasa yang sudah dibawa ke kerangka referensi agar pemodelan mudah untuk diimplementasikan pada diagram blok simulink. Dari hasil percobaan simulasi perubahan nilai kapasitansi mulai dari 100µF hingga 400µF, didapatkan hasil bahwa semakin besar kapasitansi belitan utama Cq maka tegangan dan arus stator semakin besar, sedangkan semakin besar kapasitansi Cd maka tegangan dan arus stator akan semakin kecil. Percobaan simulasi juga dilakukan dengan mengubah nilai kecepatan rotor dari 1600 rpm hingga 1800 rpm dan didapatkan hasil berupa kenaikan tegangan dan arus pada belitan stator. Penambahan beban dilakukan dengan memasang beban resistif sebesar 1kΩ pada belitan utama dengan nilai Cq 350µF, Cd 250µF, dan kecepatan rotor 1700 rpm dan didapatkan perubahan tegangan pada belitan utama dari 230.1 V menjadi 223.6 V. Percobaan simulasi juga dilakukan dengan melihat perubahan tegangan dan arus pada kurva pemagnetan yang berbeda.
Co-Authors Abdi Pandu Kusuma Abdurrasyid Jahdan ABDURROHIM, MOHAMMAD SALMAN Achmad Basuki Achmad Yahya Chasanuddin Adi, Hari Purnomo Aditya Bagus Setyawan Aditya Dwi Putranto Adityara, Farrel Billy Ahmad Fajar Robiyanto Ahsein Jomaa Alshibani Ainul Hayat Akbar, Alif Aulia Al Fawwaz, Muhammad Ghozi Alief Aulia Pradika Wijaya Alief Nasruddin Allaam, Hisyam Ghozi Alsabah, Mus Ali Altajim, Fauzan Aiman Amir Fahmi Ananda, Andhika Dwi Andreyanto, Tegar Setyo Andrian Dwiputro Andy Surya Adi Angkasa, Aulia Anik Nur Handayani Ansyaruddin Rahmatdiansyah Anthony Wijoyo Ardiansyah, Muhammad Doni Ardiansyah, Rendy Ardiansyah, Rizky Ariefianto, Rizki Mendung Arif Resnu Putra Aripriharta - Ariq Kusuma Wardana Arizky Erwinsyah H. Armeyelia, Bulan Assariy, Muhammad Faiz Astuti, Khairina Noor Avrizal Riva Belan Ayob, Shahrin Md. Azmi, Azralmukmin Banu Hermawan Yuditya Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Berry Bustan Bastian Bimo Ardiansyah Bobby Pratama Budiono Mismail Censa Widianing Mulya Baskara Chandra Wiharya Chandra, Aulia Adi Cita Rahiim Tama Claudio Bryllian Adam Z. Corina Martineac Danang Dwi Andaru Dandhi Tri Laksono David Suban Koten Derry Putranugraha Devanda Antonius Y. R. Dhofir, Mochammad Dicky Indratama Didik Rahadi Santoso Dimas Diar Aidi Ditza Pasca Irwangsa Dodit Suprianto Duta Narendratama Dzikrullah, Hafeeza Rinn Edypoerwa, Mugni Labib Edypoerwa, Mugni Labib Eka Maulana Eko Kuncoro Erwan Aryanto Erya Septy Dwi Wardhani Fadhil Ilma Fairuz Milkiy Kuswa Faiz Yusky Ahlian Fariz Aulia Rifqi Fauzi, Zulfa Anang Fianto, Aulia Ramadhan Fitra Rahmat Indyanto Frediawan Yuniar Galuh Prawestri Citra Handani Gatut Yulisusianto Goegoes Dwi Nusantoro Gwo-Jiun Horng Gymnastiar, Muhammad Ilham Habibah, Nisrina Rania Habriansyah Basta Nugraha Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Handani, Galuh Prawestri Citra Handari, Yosi Dwi Handoyono, Tito Tri Harfin Pratama Hari Santoso Hari Santoso Haris Altamira Harry Soekotjo Dachlan Hatorangan, Orlando Hazlie Mokhlis Hendrik Kenedy Tupan Heru Purnomo Hery Aprianto Hery Purnomo Hidayat, Ryan Mevi Hikam, Aldi Lutfil Himam, Fanisha Laila Himawan, Achmad Faisal I Nyoman Gde Wardana Ihza Aulia Rahman Ilham Ramadhan Maulana Imam Prakoso Indah Permata Sari Safti Indra Setyawan Irfan Aditya Primanto Irvan, Muh. Zulvi Islam, Muhammad Gul E. Ismail Musirin Ismail Musirin Ivan Pascal Al Ghafiky Izzul Islam Putra Nusantara Jacob Jonas Rikumahu Jeki Saputra Johanis Tupalessy Khairudin Syah Khoirul Herman Pambudi Khusnul Hidayat Koko Sasmito Kristo Radion Purba Kurniawan, Muh Alif Deby Lalu Riza Aliyan Lalu Riza Aliyan Latif, Nabila Fauziah Lestariyanto, Arthur Rahmad Lilik J. Awalin Lintang Gadis Ratu Rachellya Liza Putri Dafroni Lunde Ardhenta Luthfan Akbar Azizan Firdaos M Fauzan Edy Purnomo M. Arie Hendro Tri Hartomo M. Azis Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Dhia Ul Falah Mahfudz Shidiq Mamdouh Abdel-Akher Mardotillah, Nanda Azizah Markus D. Letik Maulana, Eka Maynaki, Erlangga Rizky Moch Dhofir Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochammad Muchlis Triwahyudi Moh. Farid Rahman Mohamad Najib Priyo Prakoso Mohamed Zellagui Mohammad Salman Abdurrohim Mokhammad Hasyim Asy’ari Mu'ammar Faris L. Muchammad Ali Mudjirahardjo, Panca Muhamad Hazim Lokman Muhammad Amienullah Nisful Habibie MUHAMMAD ASYROF Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Fadillah Kurniawan Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Ghilmanuddin S. Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi Muhammad Ridho Ansyari Muhammad Rifqi Nur Sabilillah Muhammad Rizky Wira Utomo Muhammad Sholikhin Muhammad Syarifuddin Anshor Muhammad Syukri Abdul Jalil Muharrama Ahsani Taqwim Mukti Friyan Aditama Musa Khairul Umam Musirin, Ismail Bin Muslimin Muslimin Mutia Tsari n/a Hariyono n/a Nurussa'adah n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nadhea Primasetya Nanang Sulistiyanto Nico Gautama Ginting Nisrina Rania Habibah Norzanah Rosmin Nur Rahma Dona Nur Sabilillah, Muhammad Rifqi Nur Vidya Ramadhani Nurhakiki, Mauludiya Annisa Nurizza Salsa Alafia Nurussa'adah, n/a Nurussa’adah, n/a Nurwati, Tri Onny Setyawati Paramita Dwi Putri Pranyata Pausta Yugianus Pegy Lestari Pieter S. Tatipikalawan Prabowo, Muhamad Romadhani Pradipta, Doni Prasetyanto, Andi Wahyu Purnomo Budi S. Purnomo, Purnomo Putera, R. P. Ravie O. Mucheyz Putra, Ade Mahendra Darma Putra, Hari Widagdo Putra, I Made Alit Antara Putri P., Paramita Dwi R. A. Setyawan Rachman Shandy Pratama Rahardjo, Muhammad Farid Rakhmad Ramadhan Ramadhan Khansa Akbari Ramadhani Kurniawan Subroto Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR Rendy Ardiansyah Resi Dwi Jayanti Kartika Sari Ridhwan Athaya P. Ridlwan, Asfarur Rifka Agustina Kusuma Pratiwi Rifki, Mohammad Ya’kub Rizal Riko Nur Akbar Risnugroho, Brian Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizki Tirta Nugraha Rizki, Fahrina Novia Rizky Adhiputra Wallad Rizky Ardiansyah Rizqi Taufiqurrahman Rizqi Wahyu Rahmariadi Rizqiyatullah, Muhammad Rafli Rosihan Arby Harahap Rudi Hariyanto Rusli, Mochammad Saiful Izwan Suliman Salim, Mohammad Agus Santoso, Asfari Hariz Saputra, Didit Sugeng Septi Uliyani Septian Kevin Aditama Setiawan, Aditya Bagus Sharifah Azma Syed Mustafa Shidqi, Fahruddin Shufinah, Syahla Siagian, Alfandri Sidik Nurcahyo Sigi Syah Wibowo Sintha Dwiferma Br Sinurat Siswandi, Wawan Soeprapto - Soeprapto Soeprapto Sofiatus Solihah Soleman Sesa Soleman Sesa, Soleman Subroto, Ramadhani Kurniawan Suci Imani Putri Suparman Suparman Surya Adi Purwanto SUTEJA, RAI PRAMESTI Suyono, Hadi Syarif, Habib Tajuddin, Mohammad Faridun Naim Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Teguh Utomo Teguh Utomo teub elektro teub Tole Sutikno Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Wahyu Prabowo Tumpak Samosir Ullin Dwi Fajri A. Unggul Wibawa Unggul Wibawa Victor Andrean Vita Kusumasari Wahyu Nur Firdausy Wardani, Alya Kusuma Wardhana, Anak Agung Sagung Gede Paramitha Waru Djuriatno Waru Djuriatno Welly Hagata Kembaren Widyananda, Eka Putra Widyananda., Putra Wijaya, Rizki Adi Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono, n/a Wijono, n/a Wildan Alfi Syahri Wiwied Putra Perdana Yosep Agus Pranoto Yosi Dwi Handari Zainul Abidin ZAINUL ABIDIN Zainuri, Akhmad Zamrud Kurnia Prasetyo Zuhdi, Fadhil Ariq