Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN IMPLEMENTASI HIBRID KAPASITOR BANK DAN TAP TRAFO UNTUK PERBAIKAN PROFIL TEGANGAN PADA PENYULANG SUMBERMANJING WETAN Luthfan Akbar Azizan Firdaos; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecamatan Sumbermanjing Wetan mendapatkan suplai daya energi listrik dari Gardu Induk Gondang Legiyang lokasinya berada jauh dari kecamatan Sumbermanjing Wetan. Hal ini Selain itu, daerah pesisir pantaimempunyai pola pemukiman penduduk yang memanjang sesuai garis pantai dan saling berjauhan. Karena lokasisuplai daya dan penyaluran energy listrik yang jauh, maka dibutuhkan system distribusi listrik yang optimal. Dengan adanya kondisi tersebut diperlukan evaluasi dan perencanaan kembali yang memperhatikan kriteria-kriteria perencanaan seperti jatuh tegangan yang diizinkan oleh PLN dan kelangsungan pelayanan listrik sehingga muncul optimasi pada jaringan yang dipakai. Proses perbaikan jatuh tegangan pada jaringan distribusi ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode pengaturan tegangan yaitu dengan memanfaatkan komponen kapasitor.Proses perbaikan jatuh tegangan pada jaringan distribusi ini dapat dilakukan dengan menggunakan metodepengaturan tegangan yaitu dengan memanfaatkan komponen kapasitor bank dan tap transformator. Pada penelitian ini, menggunakan software matlab untuk mengetahui oerbaikan profil tegangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 gardu hubung megalami kenaikan nilai tegangan setelah dilakukan pemasangan kapasitorbank dan tap trafo. Untuk itu dapat kita nyatakan bahwa gardu hubung yang sangat membutuhkan kapasitor bankdan tap trafo adalah gardu hubung 1,2,3, dan 4 ini mengalami perbaikan tegangan yang signifikan. Jika mengacukepada SPLN terkait tegangan yang diizinkan sebesar +5% dari tegangan nominal dan -10% dari tegangannominal, maka dapat dinyatakan bahwa 4 gardu hubung tidak memenuhi standar operasionalKata kunci: Profil Tegangan, Kapasitor Bank, Tap TransformatorABSTRACTSumbermanjing Wetan sub-district gets its electrical energy supply from the Gondang LegiSubstation, which is located far from Sumbermanjing Wetan sub-district. In addition, the coastal areahas a residential pattern that extends along the coastline and is far from each other. Due to the remotelocation of the power supply and distribution of electrical energy, an optimal electricity distribution system is needed. With these conditions, it is necessary to evaluate and re-planning that takes intoaccount the planning criteria such as the voltage drop permitted by PLN and the continuity of electricityservices so that optimization of the network used appears. The process of improving the voltage dropon this distribution network can be done using the voltage regulation method, namely by utilizing capacitor components. The process of improving the voltage drop on the distribution network can bedone using the voltage regulation method, namely by utilizing the capacitor bank and transformer tapcomponents. In this study, using Matlab software to determine the voltage profile improvement. Theresults showed that the 4 substations experienced an increase in the value of the voltage after thecapacitor bank and transformer tap were installed. For that we can state that the substations that reallyneed capacitor banks and transformer taps are substations 1,2,3, and 4 that have experienced significantvoltage improvements. If referring to the SPLN regarding the permissible voltage of +5% of the nominal voltage and -10% of the nominal voltage, it can be stated that the 4 substations do not meet theoperational standardsKeywords: Voltage Profile, Capacitor Bank, Tap Transformer.
Rancang Bangun Sistem Pengereman Regeneratif untuk Mengisi Baterai Arizky Erwinsyah H.; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan efisiensi sepeda listrik, dibutuhkan sistem pengereman regeneratif untuk menggantikan sistem pengereman mekanik karena pengereman regeneratif dapat mengubah energi kinetik yang akan dibuang menjadi panas melalui kampas rem menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk mengisi baterai.Untuk merealisasikan alat ini, dibutuhkan sepeda, mesin arus searah tanpa sikat, penyearah 3 fasa tak terkontrol, boost converter, baterai, dan kontroler. Besar torsi pengereman pada mesin dipengaruhi oleh besar arus keluaran dari mesin tersebut. Sistem pengereman regeneratif ini dikendalikan dengan suatu mikrokontroler yang akan mengubah-ubah nilai dutycycle pada boost converter agar nilai arus masukan boost converter yang selalu berbanding lurus terhadap nilai arus keluaran mesin dapat berubah sesuai keinginan.Berdasarkan hasil pengujian didapatkan energi rata-rata sebesar 0,0048360 Wh untuk kecepatan awal 30 km/jam dan 0,0100300 Wh untuk kecepatan awal 40 km/jam dengan beban inersia mesin saja.Kata kunci: Pengereman regeneratif, mesin arus searah tanpa sikat, penyearah, boost converter, kontroler, baterai, sepeda.
PERBANDINGAN UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI SATU FASA DAN MOTOR DC TANPA SIKAT SEBAGAI PENGGERAK KIPAS ANGIN Ditza Pasca Irwangsa; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era industri modern saat ini, kebutuhan terhadap alat rumah tangga yang tepat guna sangat diperlukan untuk dapat menunjang kebutuhan hidup baik kebutuhan primer maupun sekunder. Sebagian besar alat rumah tangga menggunakan tenaga listrik. Sehingga diperlukan adanya sebuah ide untuk peningkatan efisiensi daya dari peralatan rumah tangga guna menekan pemborosan energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi daya dari motor penggerak   kipas angin. Metode merancang dan merangkai motor induksi satu fasa dan juga motor dc tanpa sikat menyerupai seperti rangkaian kipas angin dengan tambahan rangkaian pengatur tegangan AC dan juga DC. Pengambilan data primer daya masukan pada motor induksi satu fasa dan juga motor dc tanpa sikat, putaran baling – baling kipas dari setiap daya keluaran. Kemudian hasil pengkuran dari data primer akan digunakan untuk menghitungnilai efisiensi dari setiap motor. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Motor dc tanpa sikat dapat menghasilkan putaran sebesar 4989 RPM dibandingkan dengan motor induksi satu fasa yang hanya menghasilkan putaran sebesar 1670 RPM pada teganan masukan maksimal dari masing-masing motor listrik. Motor dc tanpa sikat memiliki kenaikan nilai torsi yang linier dibandingkan dengan motor induksi satu fasa yang kenaikan nilai torsinya bersifat fluktuatif pada setiap tegangan masukan yang diatur. Hasil dari perhitungan efisiensi daya dari masing-masing motor menunjukan bahwa motor dc tanpa sikat adalah motor yang paling efisien digunakan sebagai penggerak kipas angin dengan nilai efisiensi rata-rata yaitu 94,22% dibandingkan dengan motor induksi satu fasa yang hanya memiliki efisiensi rata-rata yaitu 86,74%. Kata Kunci: daya, efesiensi, motor induksi, motor dc tanpa sikat, kipas angin. ABSTRACT In the current era of modern industry, the needs for proper household appliance is indispensable to be able to support the needs of both primary and secondary needs. Most household appliances use electric power. So, it is necessary to have an idea to increase the quality and number of productions of household appliances with economical production cost and also the price of sale is affordable. The purpose of this research is to know the power efficiency of the fan drive motor. The method of designing and arranging single-phase induction motors as well as DC motors with no brushes resembles that of a fan circuit with additional AC and DC voltage regulator sets. Primary data retrieval of input power on single phase induction motors and also DC brushless motor, round propeller – fan propeller from each output power. Then the result of the ignition from the primary data will be used to calculate the efficiency of each motor. The results of the study showed that the brushless DC Motor could generate a rotation of 4989 RPM compared to a single-phase induction motor that only resulted in a round of 1670 RPM on the maximum input power of each electric motor. The DC brushless motor has a linear torque increase compared to a single-phase induction motor that increases the value of its values is volatile at each set input voltage. The result of the calculation of power efficiency of each motor indicates that the DC motor without a brush is the most efficient motor used as a fan drive with an average efficiency value of 97,89% compared with the induction motor One Phase that only has an average efficiency of 96,28%. Keyword: power, efficiency, induction, motor, brushless dc, fan
PERBANDINGAN FIELD ORIENTED CONTROL MENGGUNAKAN SINUSOIDAL PULSE WIDTH MODULATION (SPWM) DAN SPACE VECTOR PULSE WIDTH MODULATION (SVPWM) DALAM PENGENDALIAN MOTOR BRUSHLESS DIRECT CURRENT (BLDC) Aditya Dwi Putranto; Rini Nur Hasanah; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 7 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan motor listrik mulai menggantikan peran manusia ataupun motor konvensional, salah satunya penggunaan Motor Direct Current (DC) tanpa sikat (brushless) atau biasa disebut motor BLDC. Pengendalian motor BLDC menggunakan Field Oriented Control (FOC) adalah untukmengontrol parameter motor dalam sumbu d-q menggunakan Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) dan Space Vector Pulse Width Modulation (SVPWM) untuk sinyal masukan Voltage SourceInverter (VSI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mana yang lebih baik antara SPWM dan SVPWM dengan melakukan simulasi pada MATLAB/SIMULINK R2018a. Simulasi dilakukan dengan memberikan set point kecepatan motor sebesar 4.800 rpm dan torsi beban sebesar 0,57 Nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode SVPWM memiliki keunggulan dibandingkan dengan SPWM. Metode SVPWM dapat beroperasi dengan arus stator yang lebih rendah sebesar 39,45 Adengan Total Harmonic Distortion (THD) sebesar 12,29 %, kecepatan motor sebesar 3.356 rpm, danriak torsi yang dihasilkan juga lebih rendah hanya sebesar 0,17 Nm.Kata Kunci: Motor BLDC, FOC, SVPWM, SPWM.ABSTRACTThe use of electric motors has begun to replace the role of humans or conventional motors, one ofwhich is the use of brushless Direct Current (DC) motors or commonly called BLDC motors. BLDCmotor control using Field Oriented Control (FOC) is to control motor parameters in d-q axis usingSinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) and Space Vector Pulse Width Modulation (SVPWM) forthe Voltage Source Inverter (VSI) input signal. The goal of this study is to find out which is betterbetween SPWM and SVPWM by performing simulations on MATLAB/SIMULINK R2018a. Thesimulation is done by giving a motor speed setpoint of 4,800 rpm and a load torque of 0.57 Nm. Theresults showed that the SVPWM method has advantages over SPWM. The SVPWM method canoperate with a lower stator current of 39.45 A with a Total Harmonic Distortion (THD) of 12.29%, amotor speed of 3,356 rpm, and the torque ripple produced is also lower by only 0.17 Nm.Keywords: Motor BLDC, FOC, SVPWM, SPWM.
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN POTENSI PANAS DAN PENGUKURAN BERDASARKAN LETAK GEOGRAFIS DAN IKLIM Sofiatus Solihah; Eka Maulana; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeberapa jenis  bahan bakar fosil yang digunakan oleh masyarakat untuk memasak yaitu gas LPG, minyak tanah, briket batubara dan kayu bakar (biomassa) serta penggunaan fosil minyak bumi untuk konsumsi energi listrik. Bahan bakar fosil tersebut menimbulkakn emisi CO dan CO2 karena proses pembakaran yang tidak sempurna, sehingga menyebabkan pemanasan global. Soluai untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan membuat kompor matahari, selain untuk memasak alat ini dapat dijadikan sebagai tempat atau wadah untuk modul TEG (Thermolite Generator) agar dapat menghasilkan listrik dengan memanfaatkan suhu panas dari kompor matahariKata kunci : Kompor Matahari, TEG (Thermolite Generator)ABSTRACTSome types of fossil fuels used by the community for cooking are LPG gas, kerosene, coal briquettes and firewood (biomass) as well as the use of fossil fuels for electrical energy consumption. These fossil fuels cause CO and CO2 emissions due to incomplete combustion processes, causing global warming. The solution to overcome this problem is to make a solar stove, in addition to cooking this tool can be used as a place or container for the TEG (Thermolite Generator) module in order to generate electricity by utilizing the hot temperature of the solar stove.Keywords: Solar Stove, TEG (Thermolite Generator) 
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI KONVERTER DC-DC UNIVERSAL Muhammad Ghilmanuddin S.; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kendali konverter DC-DC adalah salah satu alat uji praktikum untuk mahasiswa yang ada laboratorium di Elektronika Daya Univesitas Brawijaya. Alat uji ini berfungsi sebagai konverter yang dapat merubah tegangan searah dengan nilai tertentu menjadi tegangan searah dengan nilai yang lainnya. Agar konverter dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan induktor, kapasitor, saklar elektronik, dan sistem kendali saklar elektronik. Pada penelitian ini dirancang dan dibahas sistem kendali konverter DC-DC universal yang dapat mengendalikan beberapa macam konverter DC-DC (buck converter, boost converter, buck boost converter), penyusuaian dan perhitungan komponen yang ada di laboratorium maupun yang ada di pasaran, dan pengujiannya menggunakan metode PWM dan PFM dengan menggunakan saklar elektronik berupa SCR dan MOSFET, dan kemudian hasilnya dibandingkan. Dari hasil pengujian karakteristik efisiensi pada metode PWM lebih tinggi daripada metode PFM.Kata kunci : Chopper, PFM, PWM, SCR, MOSFET, konverter DC-DC.
PENINGKATAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI DENGAN RELOKASI SECTIONALIZER PADA PENYULANG PUJON MENGGUNAKAN METODE BAT ALGORITHM DAN CUCKOO SEARCH ALGORITHM Wildan Alfi Syahri; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi Listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat saat ini sehingga diperlukan penyediaan energi listrik dengan tingkat keandalan yang baik. Peningkatkan nilai keandalan pada jaringan distribusi dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti peletakan sectionalizer dan penambahan pembangkit terdistribusi. Indeks keandalan yang umum digunakan antara lain SAIFI, SAIDI, dan CAIDI. Indeks keandalan tersebut dapat dihitung berdasarkan frekuensi kegagalan dan durasi gangguan yang terjadi dalam satu tahun. Tingkat keandalan dinyatakan lebih baik apabila nilai dari SAIFI, SAIDI, dan CAIDI lebih kecil dari kondisi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi penempatan terbaik sectionalizer pada Penyulang Pujon yang terhubung dengan pembangkit terdistribusi. Metode yang digunakan adalah bat algorithm dan cuckoo search algorithm menggunakan software Matlab R2016b. Penyulang Pujon disuplai dari Gardu Induk Sengkaling, Penyulang ini memiliki 8 buah sectionalizer yang tersebar disepanjang saluran. Kondisi eksisting Penyulang Pujon menunjukkan nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIDI, dan CAIDI) sebesar 7,2355 kali/tahun, 21,4085 jam/tahun, dan 2,9588 jam/tahun. Berdasarkan hasil penelitian kondisi penambahan pembangkit terdistribusi (wind turbine) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting, hal ini ditunjukkan dengan turunnya nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIDI, dan CAIDI) menjadi 6,6209 kali/tahun, 19,5527 jam/tahun, dan 2,9532 jam/tahun. Namun dikarenakan hasilnya belum memenuhi standar PLN maka dilakukan relokasi sectionalizer pada Penyulang Pujon dengan relokasi 13 sectionalizer dan penambahan pembangkit terdistribusi. Menggunakan metode bat algorithm didapatkan nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIDI, dan CAIDI) sebesar 6,44 kali/tahun, 19,2473 jam/tahun, dan 2,9887 jam/tahun dengan waktu eksekusi ± 16 detik sedangkan untuk metode cuckoo search algorithm didapatkan nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIDI, dan CAIDI) sebesar 6,428 kali/tahun, 19,1662 jam/tahun, dan 2,9817 jam/tahun dengan waktu eksekusi ± 153 detik. Berdasarkan hasil diatas didapatkan metode cuckoo search algorithm memiliki hasil terbaik dibandingkan dengan bat algorithm tetapi untuk waktu eksekusi bat algorithm lebih cepat dibandingkan dengan cuckoo search algorithm. Kata kunci: sectionalizer, keandalan, pembangkit terdistribusi, bat algorithm, cuckoo search algorithm ABSTRACT Electricity energy is a necessity for the people today, so it is necessary to provide electricity that has a good level of reliability. Increasing the value of reliability can be done in several ways such as relocation sectionalizers and adding distributed generations. Both methods can increase the reliability index on the distribution network. Reliability index commonly used include SAIFI, SAIDI, and CAIDI. The reliability index can be calculated based on the failure rate and average outage time that occurs in one year. The level of reliability is stated to be better if the values ​​from SAIFI, SAIDI, and CAIDI are smaller than the previous conditions. This research aimed to determined the placement of sectionalizer in Pujon feeder that connected with distributed generation. The method used are Bat Algorithm and Cuckoo Search Algorithm using matlab R2016b software.Pujon feeder is supplied from Sengkaling Substation, this feeder has 8 sectionalizers spread along the canal. The existing condition of Penyulang Pujon shows the reliability index values ​​(SAIFI, SAIDI, and CAIDI) of 7.2355 times / year, 21.4085 hours / year, and 2.9588 hours / year. Based on the results of the research, the condition of the addition of distributed generation (wind turbine) shows better results compared to the existing conditions, this is indicated by the decrease in the reliability index (SAIFI, SAIDI, and CAIDI) to 6.6209, times / year, 19,5527 hour / year, and 2,9532 hours / year. However, because the results do not meet PLN standards, relocation of sectionalizers is carried out on Pujon Feeders by relocating 13 sectionalizers and adding distributed generation. Using the bat algorithm method, the reliability index values ​​(SAIFI, SAIDI, and CAIDI) were 6.44 times / year, 19.2473 hours / year, and 2.9887 hours / year with ± 16 seconds execution time while the cuckoo search algorithm method the value of the reliability index (SAIFI, SAIDI, and CAIDI) was 6.6428 times / year, 19.1662 hours / year, and 2.9817 hours / year with ± 153 seconds. Based on the above results, the cuckoo search algorithm method has the best results compared to the bat algorithm, but for bat algorithm execution time is faster than the cuckoo search algorithm. Keywords: sectionalizer, reliability, distributed generation, bat algorithm, cuckoo search algorithm
ANALISIS DISTRIBUSI THERMAL PADA STRIP BIMETAL DENGAN FERROFLUID PADA RELAY BEBAN LEBIH MENGGUNAKAN FEMM 4.2 Bimo Ardiansyah; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas tentang sebuah model thermal overload relay yang menggunakan bahan tambahan pada konstruksi strip bimetalnya, yaitu menggunakan cairan magnet atau yang biasa disebut ferrofluid. Penggunaan ferrofluid ini bertujuan untuk meningkatkan respon thermal strip bimetal agar lebih akurat dan lebih cepat saat terjadi distribusi thermal. Percobaan distribusi thermal pada strip bimetal dilakukan pada waktu pemanasan tertentu, yaitu dalam waktu 300 detik, 360 detik, 420 detik, 480 detik, 540 detik, dan 600 detik melalui FEMM 4.2 dengan perpindahan thermal secara konveksi. Metode yang digunakan yaitu membuat perbandingan antara strip bimetal yang menggunakan ferrofluid sebagai penghantar thermal dan strip bimetal tanpa ferrofluid atau udara sebagai penghantar thermal dari sumber panas ke strip bimetal. Diketahui bahwa ferrofluid memiliki konduktivitas thermal sebesar 0,6501 W/(M°K) sedangkan konduktivitas thermal udara sebesar 0.026 W/(M°K). Dengan demikian, pada percobaan ini diperoleh hasil bahwa strip bimetal yang menggunakan ferrofluid sebagai penghantar thermal memiliki respon thermal yang lebih baik daripada strip bimetal yang menggunakan udara sebagai pemghantar thermalnya. Kata kunci: Thermal Overload Relay, Strip Bimetal, Ferrofluid, FEMM 4.2.   ABSTRACT This journal discusses a thermal overload relay model that uses additives in the construction of bimetallic strips, namely using magnetic fluids or commonly called ferrofluid. The use of ferrofluid aims to improve thermal response of bimetallic strip to be more accurate and faster when thermal distribution occurs. Thermal distribution experiments on bimetallic strip were carried out at certain heating times, namely within 300 seconds, 360 seconds, 420 seconds, 480 seconds, 540 seconds, and 600 seconds through FEMM 4.2 with convection thermal transfer. The method used is to make a comparison between the bimetallic strip using ferrofluid as a thermal conductor and the bimetallic strip without ferrofluid or air as a thermal conductor from the heat source to the bimetal strip. It is known that ferrofluid has a thermal conductivity of 0.6501 W / (M ° K) while thermal conductivity of air is 0.026 W / (M ° K). Thus, in this experiment the results showed that the bimetallic strip using ferrofluid as thermal conductor had a better thermal response than the bimetallic strip which used air as its thermal conductor. Keywords: Thermal Overload Relay, Strip Bimetal, Ferrofluid, FEMM 4.2.
RANCANG BANGUN PENGASUT MOTOR INDUKSI TIGA FASA HUBUNG STAR-DELTA (Y-Δ) OTOMATIS BERBASIS ARDUINO Hery Aprianto; Hery Purnomo; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Metode pengasutan Y-Δ digunakan untuk mengurangi arus asut pada saat pengasutan. Berdasarkan pengalaman pada pelaksanaan praktikum, hal yang menjadi permasalahan adalah kurang fleksibelnya penggunaan metode konvensional dalam melakukan pengasutan. Permasalahan lain yang juga penting yaitu gangguan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari masalah tersebut maka pada penelitian ini akan dibuat suatu pengasut motor induksi hubung Y-Δ otomatis untuk memudahkan jalannya praktikum yang dilengkapi dengan pengaman fasa tak seimbang untuk memproteksi motor induksi yang digunakan. Komponen dari alat ini terdiri dari rangkaian catu daya yang berfungsi memberi suplai tegangan pada mikrokontroler dan peralatan elektronik lainnya. Mikrokontroler terhubung pada driver relay dan LCD sebagai output dan keypad serta sensor arus sebagai input. Metode pengasutan dipilih menggunakan keypad dan rele akan mengalirkan tegangan dari sumber satu fasa ke kontak kontaktor sehingga kontaktor aktif dan mehubungkan sumber tiga fasa ke motor sesuai dengan metode yang dipilih. Saat tanpa beban lonjakan arusnya sebesar 13,2A kemudian turun hingga 1,92A, kemudian untuk berpindah sambungan ke Δ sebesar 10,6A dan turun hingga 2,88A. Sedangkan saat berbeban lonjakan arus awal sebesar 13,8A kemudian turun hingga 2,6A, kemudian saat berpindah sambungan ke Δ sebesar 11A dan turun hingga 3,4A. Dengan metode DOL didapatkan lonjakan arus sebesar 20A saat tanpa beban dan 20,4A saat berbeban. Kecepatan perpindahan sambungan dari Y ke Δ tanpa beban 430ms, sedangkan saat berbeban 442ms. Ketika terjadi ketidakseimbangan arus antar fasa maka secara otomatis proteksi akan memutuskan sambungan dari sumber ke motor.Kata kunci: motor induksi, pengasutan Y-Δ, sistem proteksii.ABSTRACT The method of starting Y-Δ is used to reduce the starting current at startup. Based on experience on the implementation of the lab, the problem is the lack of flexibility in using conventional methods to start. Another problem that is also important that unexpected disturbance can happen. From this problem, in this research will be made an initiator of induction motor Y-h automatic link to facilitate the course of a practicum equipped with unbalanced phase protection to protect the induction motor used. Components of this tool consists of a series of power supply that serves to provide voltage supply to the microcontroller and other electronic equipment. Microcontroller connected to the relay driver and LCD as output and keypad and current sensor as input. The starting method chosen using the keypad and the relay will pass the voltage from a single phase source to the contactor contacts so that the contactor is active and connect the three phase source to the motor according to the method chosen. When no load current surge of 13.2A then down to 1.92A, then to move the connection to Δ of 10.6A and down to 2.88A. Meanwhile, when the burden of the initial current surge of 13.8A then down to 2.6A, then when switching the connection to Δ of 11A and down to 3.4A. With the DOL method, the current spikes are 20A at no load and 20.4A when loaded. Connection switching speed from Y to Δ no load 430ms, while loaded 442ms. When an imbalance occurs between phases then automatically protection will disconnect from the source to the motor.Keywords: induction motor, starting Y-Δ, protection system
Studi Pengaruh Non-Induktif Koil Tipe Solenoid Terhadap Efisiensi Energi pada Generator Gas Hydroxy dengan Penerapan Sumber Arus Pulsa Train Ansyaruddin Rahmatdiansyah; n/a Wijono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Generator Gas Hydroxy merupakan alat yang digunakan sebagai tempat proses elektrolisis air. Alat ini terbuat dari 5 pasang elektroda berbentuk tabung konsentris dengan jarak sela 1 mm. Pada penelitian ini, energi listrik DC yang digunakan untuk kerja alat adalah Arus Pulsa Train berfrekuensi tinggi. Perangkat keras pembangkit pulsa train yang dirancang memiliki perbedaan nilai frekuensi envelope yang diukur dengan nilai frekuensi envelope yang diharapkan. Namun demikian, alat ini telah diberikan batasan penggunaan nilai frekuensi envelope untuk menghindari kesalahan pengujian dengan nilai persentanse yang besar. Pada rangkaian listrik ditambahkan komponen induktor eksternal bernama Non-induktif Koil yang berbentuk solenoid. Koil ini dibuat dengan menggunakan teknik bifilar winding. Pada setiap pengujian digunakan koil dengan jumlah lilitan bervariasi. Variasi lilitan yang digunakan, yaitu 20 lilitan, 40 lilitan, 60 lilitan dan 100 lilitan. Setiap pengujian lilitan koil juga digunakan penerapan variasi nilai frekuensi pulsa train yang berbeda (5 kHz – 40 kHz).Kata Kunci— generator gas hydroxy, elektrolisis, pulsa train, non-induktif koil, bifilar winding
Co-Authors Abdi Pandu Kusuma Abdurrasyid Jahdan ABDURROHIM, MOHAMMAD SALMAN Achmad Basuki Achmad Yahya Chasanuddin Adi, Hari Purnomo Aditya Bagus Setyawan Aditya Dwi Putranto Adityara, Farrel Billy Ahmad Fajar Robiyanto Ahsein Jomaa Alshibani Ainul Hayat Akbar, Alif Aulia Al Fawwaz, Muhammad Ghozi Alief Aulia Pradika Wijaya Alief Nasruddin Allaam, Hisyam Ghozi Alsabah, Mus Ali Altajim, Fauzan Aiman Amir Fahmi Ananda, Andhika Dwi Andreyanto, Tegar Setyo Andrian Dwiputro Andy Surya Adi Angkasa, Aulia Anik Nur Handayani Ansyaruddin Rahmatdiansyah Anthony Wijoyo Ardiansyah, Muhammad Doni Ardiansyah, Rendy Ardiansyah, Rizky Ariefianto, Rizki Mendung Arif Resnu Putra Aripriharta - Ariq Kusuma Wardana Arizky Erwinsyah H. Armeyelia, Bulan Assariy, Muhammad Faiz Astuti, Khairina Noor Avrizal Riva Belan Ayob, Shahrin Md. Azmi, Azralmukmin Banu Hermawan Yuditya Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Berry Bustan Bastian Bimo Ardiansyah Bobby Pratama Budiono Mismail Censa Widianing Mulya Baskara Chandra Wiharya Chandra, Aulia Adi Cita Rahiim Tama Claudio Bryllian Adam Z. Corina Martineac Danang Dwi Andaru Dandhi Tri Laksono David Suban Koten Derry Putranugraha Devanda Antonius Y. R. Dhofir, Mochammad Dicky Indratama Didik Rahadi Santoso Dimas Diar Aidi Ditza Pasca Irwangsa Dodit Suprianto Duta Narendratama Dzikrullah, Hafeeza Rinn Edypoerwa, Mugni Labib Edypoerwa, Mugni Labib Eka Maulana Eko Kuncoro Erwan Aryanto Erya Septy Dwi Wardhani Fadhil Ilma Fairuz Milkiy Kuswa Faiz Yusky Ahlian Fariz Aulia Rifqi Fauzi, Zulfa Anang Fianto, Aulia Ramadhan Fitra Rahmat Indyanto Frediawan Yuniar Galuh Prawestri Citra Handani Gatut Yulisusianto Goegoes Dwi Nusantoro Gwo-Jiun Horng Gymnastiar, Muhammad Ilham Habibah, Nisrina Rania Habriansyah Basta Nugraha Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Handani, Galuh Prawestri Citra Handari, Yosi Dwi Handoyono, Tito Tri Harfin Pratama Hari Santoso Hari Santoso Haris Altamira Harry Soekotjo Dachlan Hatorangan, Orlando Hazlie Mokhlis Hendrik Kenedy Tupan Heru Purnomo Hery Aprianto Hery Purnomo Hidayat, Ryan Mevi Hikam, Aldi Lutfil Himam, Fanisha Laila Himawan, Achmad Faisal I Nyoman Gde Wardana Ihza Aulia Rahman Ilham Ramadhan Maulana Imam Prakoso Indah Permata Sari Safti Indra Setyawan Irfan Aditya Primanto Irvan, Muh. Zulvi Islam, Muhammad Gul E. Ismail Musirin Ismail Musirin Ivan Pascal Al Ghafiky Izzul Islam Putra Nusantara Jacob Jonas Rikumahu Jeki Saputra Johanis Tupalessy Khairudin Syah Khoirul Herman Pambudi Khusnul Hidayat Koko Sasmito Kristo Radion Purba Kurniawan, Muh Alif Deby Lalu Riza Aliyan Lalu Riza Aliyan Latif, Nabila Fauziah Lestariyanto, Arthur Rahmad Lilik J. Awalin Lintang Gadis Ratu Rachellya Liza Putri Dafroni Lunde Ardhenta Luthfan Akbar Azizan Firdaos M Fauzan Edy Purnomo M. Arie Hendro Tri Hartomo M. Azis Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Dhia Ul Falah Mahfudz Shidiq Mamdouh Abdel-Akher Mardotillah, Nanda Azizah Markus D. Letik Maulana, Eka Maynaki, Erlangga Rizky Moch Dhofir Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochammad Muchlis Triwahyudi Moh. Farid Rahman Mohamad Najib Priyo Prakoso Mohamed Zellagui Mohammad Salman Abdurrohim Mokhammad Hasyim Asy’ari Mu'ammar Faris L. Muchammad Ali Mudjirahardjo, Panca Muhamad Hazim Lokman Muhammad Amienullah Nisful Habibie MUHAMMAD ASYROF Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Fadillah Kurniawan Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Ghilmanuddin S. Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi Muhammad Ridho Ansyari Muhammad Rifqi Nur Sabilillah Muhammad Rizky Wira Utomo Muhammad Sholikhin Muhammad Syarifuddin Anshor Muhammad Syukri Abdul Jalil Muharrama Ahsani Taqwim Mukti Friyan Aditama Musa Khairul Umam Musirin, Ismail Bin Muslimin Muslimin Mutia Tsari n/a Hariyono n/a Nurussa'adah n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nadhea Primasetya Nanang Sulistiyanto Nico Gautama Ginting Nisrina Rania Habibah Norzanah Rosmin Nur Rahma Dona Nur Sabilillah, Muhammad Rifqi Nur Vidya Ramadhani Nurhakiki, Mauludiya Annisa Nurizza Salsa Alafia Nurussa'adah, n/a Nurussa’adah, n/a Nurwati, Tri Onny Setyawati Paramita Dwi Putri Pranyata Pausta Yugianus Pegy Lestari Pieter S. Tatipikalawan Prabowo, Muhamad Romadhani Pradipta, Doni Prasetyanto, Andi Wahyu Purnomo Budi S. Purnomo, Purnomo Putera, R. P. Ravie O. Mucheyz Putra, Ade Mahendra Darma Putra, Hari Widagdo Putra, I Made Alit Antara Putri P., Paramita Dwi R. A. Setyawan Rachman Shandy Pratama Rahardjo, Muhammad Farid Rakhmad Ramadhan Ramadhan Khansa Akbari Ramadhani Kurniawan Subroto Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR Rendy Ardiansyah Resi Dwi Jayanti Kartika Sari Ridhwan Athaya P. Ridlwan, Asfarur Rifka Agustina Kusuma Pratiwi Rifki, Mohammad Ya’kub Rizal Riko Nur Akbar Risnugroho, Brian Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizki Tirta Nugraha Rizki, Fahrina Novia Rizky Adhiputra Wallad Rizky Ardiansyah Rizqi Taufiqurrahman Rizqi Wahyu Rahmariadi Rizqiyatullah, Muhammad Rafli Rosihan Arby Harahap Rudi Hariyanto Rusli, Mochammad Saiful Izwan Suliman Salim, Mohammad Agus Santoso, Asfari Hariz Saputra, Didit Sugeng Septi Uliyani Septian Kevin Aditama Setiawan, Aditya Bagus Sharifah Azma Syed Mustafa Shidqi, Fahruddin Shufinah, Syahla Siagian, Alfandri Sidik Nurcahyo Sigi Syah Wibowo Sintha Dwiferma Br Sinurat Siswandi, Wawan Soeprapto - Soeprapto Soeprapto Sofiatus Solihah Soleman Sesa Soleman Sesa, Soleman Subroto, Ramadhani Kurniawan Suci Imani Putri Suparman Suparman Surya Adi Purwanto SUTEJA, RAI PRAMESTI Suyono, Hadi Syarif, Habib Tajuddin, Mohammad Faridun Naim Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Teguh Utomo Teguh Utomo teub elektro teub Tole Sutikno Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Wahyu Prabowo Tumpak Samosir Ullin Dwi Fajri A. Unggul Wibawa Unggul Wibawa Victor Andrean Vita Kusumasari Wahyu Nur Firdausy Wardani, Alya Kusuma Wardhana, Anak Agung Sagung Gede Paramitha Waru Djuriatno Waru Djuriatno Welly Hagata Kembaren Widyananda, Eka Putra Widyananda., Putra Wijaya, Rizki Adi Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono, n/a Wijono, n/a Wildan Alfi Syahri Wiwied Putra Perdana Yosep Agus Pranoto Yosi Dwi Handari ZAINUL ABIDIN Zainul Abidin Zainuri, Akhmad Zamrud Kurnia Prasetyo Zuhdi, Fadhil Ariq