Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NEUTRAL GROUNDING RESISTORS MENGATASI HUBUNG SINGKAT SATU FASA KE TANAH PADA GENERATOR GT1.1 PT. INDONESIA POWER GRATI POMU Nurizza Salsa Alafia; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGenerator dengan pentanahan langsung (solid grounding) memiliki nilai arus gangguan yang sangat tinggi. Arus gangguan yang terlalu tinggi dapat membahayakan generator karena dapat melelehkan seluruh tembaga pada stator. Maka dari itu diperlukan adanya pentanahan dengan menambahkan impedansi pada generator. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Neutral Grounding Resistors (NGR) pada pentanahan generator. Penggunaan metode pentanahan NGR, arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah dapat dikurangi dengan menentukan nilai NGR agar arus gangguan tidak melebihi batas aman pentanahan yaitu maksimum 25% dari arus gangguan tiga fasa ke tanah. Nilai NGR yang digunakan merupakan NGR tahanan rendah sesuai dengan yang diterapkan pada PT. Indonesia Power Grati POMU. Sebagai referensi, perhitungan dengan NGR tahanan tinggi juga dilakukan untuk mengetahui perbandingan nilai arus gangguan yang terjadi. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi menggunakan software ETAP 12.6 menunjukkan bahwa penggunaan NGR mampu mengurangi nilai arus gangguan satu fasa ke tanah yang terjadi pada generator.Kata Kunci : Generator, Neutral Grounding Resistors (NGR), solid groundingABSTRACTGenerators with solid grounding have very high fault current values. Fault currents that are too high can harm the generator because it can melt all the copper in the stator. Therefore it is necessary to ground it by adding impedance to the generator. This research was conducted using Neutral Grounding Resistors (NGR) on generator grounding. Using the NGR grounding method, the single phase short circuit fault current to ground can be reduced by determining the NGR value so that the fault current does not exceed the safe ground limit, which is a maximum of 25% of the three phase fault current to ground. The NGR value used is a low resistance NGR in accordance with that applied to PT. Indonesia Power Grati POMU. As a reference, calculations with high resistance NGR are also carried out to compare the value of the fault current that occurs. Based on the results of calculations and simulations using the ETAP 12.6 software, it shows that the use of NGR is able to reduce the value of the single phase to ground fault current that occurs in the generator.Keywords : Generators, Neutral Grounding Resistors (NGR), solid grounding
PENGARUH PERBEDAAN JENIS LAMPU TERHADAP EFIKASI CAHAYA, FAKTOR DAYA, DAN BIAYA ENERGI LISTRIK PADA BANGUNAN RUMAH TANGGA Rizqi Wahyu Rahmariadi; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya penghematan energi listrik adalah dengan meningkatkan kualitas daya listrik, khususnya untuk penerangan rumah tangga. Tiap jenis lampu memiliki efikasi cahaya, faktor daya, daya listrik, dan biaya listrik yang berbeda-beda. Lampu yang paling sering digunakan untuk penerangan rumah tangga adalah lampu pijar dan compact fluorescent lamp (CFL). Kemudian muncul teknologi lampu LED (Light Emitting Diode) yang memiliki banyak kelebihan. Pada penulisan tugas akhir ini akan membahas perbandingan efikasi cahaya, faktor daya, dan biaya energi listrik dari ketiga jenis lampu. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis dapat diketahui untuk efikasi cahaya Kpijar = 23, 816 lm/watt, KCFL = 59,494 lm/watt, KLED = 280,528 lm/watt. Untuk faktor daya cosφpijar = 0,9725; cosφCFL = 0,6809; cosφLED = 0,8694. Untuk biaya energi listrik lampu pijar Rp. 190.077,66 ; CFL Rp. 133.013,82 ; lampu LED Rp. 127.015,00. Dalam jangka waktu 10 tahun pada lampu CFL didapatkan penghematan biaya sebesar 30,03% dan pada lampu LED sebesar 33,18%.Kata Kunci : lampu, faktor daya, biaya energi listrik, efikasi cahaya,
Analisis Koordinasi Rele Arus Lebih Pada Penyulang Pujon Terintegrasi Dengan Pembangkit Tersebar Faiz Yusky Ahlian; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besar arus hubung singkat dan koordinasi proteksi yang terjadi di penyulang pujon sebelum dan setelah terintegrasi dengan pembangkit tersebar mikrohidro. Langkah-langkah yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah, menghitung arus gangguan hubung singkat yang terjadi pada berbagai titik lokasi gangguan yang diasumsikan di busbar 20 kV dan 25%, 50%, 75 % dan 100% panjang penyulang sebelum penyulang Pujon tersambung dengan pembangkit tersebat mikrohidro, lalu dilakukan penyambungan pembangkit tersebar ke penyulang Pujon, kemudian menganalisis arus hubung singkat pada dua kondisi tadi. Setelah itu menghitung koordinasi waktu rele arus lebih pada kondisi penyulang Pujon tersambung dengan pembangkit tersebar mikrohidro. Hasil perhitungan dan analisis, didapatkan arus gangguan hubung singkat tiga, antar fasa , satu fasa ke tanah dan dua fasa ke tanah pada kondisi sebelum tersambung mikrohidro pada ujung saluran, yaitu sebesar 903 A, 782 A, 795 A dan 78 A dan pada titik terdekat dengan GI Sengkaling 2076 A, 1798 A, 1814 A dan 82 A. Arus gangguan hubung singkat tiga, antar fasa , satu fasa ke tanah dan dua fasa ke tanah pada kondisi setelah tersambung mikrohidro pada ujung saluran, yaitu sebesar 907 A, 786 A, 797 A dan 97 A dan pada titik terdekat dengan GI Sengkaling 2087 A, 1808 A, 1821 A dan 104 A. Penyetelan TMS rele arus lebih setelah tersambung dengan mikrohidro, yaitu pada rele arus lebih sisi masukan 20 kV, yaitu 0,074. Sedangkan pada rele arus lebih sisi penyulang, yaitu 0,083 .Kata Kunci— Pembangkit Tersebar Mikrohidro, Sistem Proteksi, Rele Arus Lebih, Saluran Distribusi 20 kV.
Rancangan Sistem Pengendalian Otomatis Konveyor Buah (Fruit Shredder Feeding) M. Arie Hendro Tri Hartomo; Hery Purnomo; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.611 KB)

Abstract

Konveyor merupakan penggerak utama dalam proses industri, otomatisasi dalam pengoperasian konveyor sangatlah diperlukan untuk peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Dalam skripsi ini dirancang sistem pengaturan motor penggerak konveyor berdasarkan perameter putaran motor shredder sebagai bentuk tereduksi dari ukuran sesungguhnya, sebagai model untuk memahami prinsip kerja dan pengendalian motor penggerak konveyor digunakan skala motor yang ada di laboratorium. Sistem konveyor buah di industri-industri digunakan untuk membawa (menggiring) buah untuk masuk ke dalam lorong ruang penghancur buah. Pengendalian dilakukan dengan memberikan variasi tegangan pada masukan rangkaian pengendali thyristor, yang dilakukan dengan mengubah-ubah sudut penyalaan (pemicuan) thyristor yang sesuai untuk pengasumsian penggerak motor yang berada di agrokusuma home industry sebagai pembanding skala asli dengan skala laboraturium. Motor berfungsi sebagai penggerak dengan menggunakan komponen thyristor sebagai pengatur kecepatan dan menggunakan komponen IC LM3915 untuk pengatur sensor level trip tegangan . Hasil pengujian menunjukkan bahwa rancangan sistem pengendalian otomatis fruit shredder feeding dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan yang artinya kecepatan motor shredder bersifat linier dengan motor konveyor sehingga terjadi keseimbangan suplai buah pada motor shredder oleh motor konveyor.Kata Kunci— Konveyor, Level Trip, Motor DC, Shredder, TRIAC.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN BIOCHAR DAN FLY ASH TERHADAP KINERJA PENTANAHAN ELEKTRODA BATANG DENGAN INJEKSI ARUS FREKUENSI TINGGI Ihza Aulia Rahman; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProteksi berupa sistem pentanahan diperlukan pada sistem tenaga listrik, baik untuk proteksi terhadap petir maupun untuk pentanahan titik netral sistem tenaga listrik. Tegangan dan arus lebih yang meningkat dan jarak jangkauan yang bertambah dapat berpotensi memberikan dampak berbahaya baik bagi manusia maupun hewan. Sistem pentanahan yang baik mempunyai nilai resistansi yang kecil. Nilai tahanan pentanahan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, kelembaban tanah, jenis tanah, suhu tanah, jenis dan bentuk elektroda, dan zat kimia yang terkandung dalam tanah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan guna mengurangi tahanan pentanahan adalah dengan memberikan sebuah perlakuan pada tanah atau disebut soil treatment. Soil treatment merupakan salah satu upaya dalam merubah komposisi kimia tanah untuk memperkecil nilai resistansi pentanahan, yaitu dengan penambahan zat aditif. Pada penelitian ini digunakan biochar dan fly ash sebagai media pada soil treatment dan menggunakan injeksi arus AC berfrekuensi tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan biochar dan fly ash dengan injeksi frekuensi terhadap nilai resistansi pentanahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pengukuran metode 3 titik vertikal (driven rod) injeksi frekuensi tinggi dan metode polarisasi potensiodinamik. Hasil pengujian dan perhitungan didapat penambahan zat aditif sangat mempengaruhi nilai impedansi real (resistansi) pentanahan, paduan komposisi zat aditif terbaik didapat ketika perbandingan biochar 50% + fly ash 50% yang mampu menurunkan nilai resistansi pentanahan hingga 78%. Secara rata-rata penambahan paduan zat aditif mampu menurunkan nilai resistasi pada tanah pasir berkerikil sebesar 29% hingga 60%. Pada frekuensi tinggi menunjukkan bahwa lebih banyak bersifat induktif sedangkan pada di frekuensi rendah lebih bersifat kapasitif. Seluruh variasi komposisi zat aditif (fly ash dan biochar) mampu menurunkan nilai laju korosi yang dimiliki oleh tanah murni. Nilai laju korosi yang paling rendah sebesar 0,016 mm/tahun yakni pada paduan biochar 25% + fly ash 75%.Kata Kunci: biochar, fly ash, imepdansi, frekuensi, korosiABSTRACTProtection in the form of grounding systems is needed in electric power systems, both for protection against lightning and for grounding of neutral points of electric power systems. Increased voltage and current and increased range can potentially have harmful impacts for both humans and animals. A good grounding system has a small resistance value. The value of grounding resistance is influenced by several factors, namely, soil moisture, soil type, soil temperature, type and shape of electrodes, and chemicals contained in the soil. One of the efforts that can be done to reduce grounding prisoners is to give a treatment to the soil or called soil treatment. Soil treatment is one of the efforts in changing the chemical composition of the soil to minimize the value of grounding resistance, namely by the addition of additives. In this study, biochar and fly ash were used as a medium in soil treatment and used high-frequency AC current injection. This study aims to find out the effect of the addition of biochar and fly ash with frequency injection to the value of grounding resistance. The method used in this study is an experimental method by measuring the 3-point vertical (driven rod) method of high-frequency injection and the method of potentidynamic polarization. The results of testing and calculations obtained by the addition of additives greatly affect the value of real impedance (resistance) grounding, the best additive composition is obtained when the comparison of biochar 50% + fly ash 50% which is able to reduce the value of grounding resistance by 78%. On average, the addition of additive can reduce the resistance value in gravel sand soils by 29% to 60%. At high frequencies it indicates that more is inductive while at low frequencies it is more capacitive. The entire variation in the composition of additives (fly ash and biochar) is able to reduce the value of corrosion rate possessed by pure soil. The lowest corrosion rate value is 0.016 mm / year, namely in biochar 25% + fly ash 75%.Keyword: biochar, fly ash, impedance, frequency, corrosion
ANALISIS PENGGUNAAN PANEL SURYA SEBAGAI CATU DAYA PADA BTS PT.TELKOMSEL DI PULAU GILIGENTING MADURA Alief Nasruddin; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) merupakan komponen jaringan telekomunikasi seluler yang berhubungan langsung dengan pelanggan, yang merupakan perangkat interface antara pelanggan dan MSC (Mobile Switching Centre) berfungsi sebagai penerima dan pemancar gelombang radio. Salah satu unsur penting dari BTS adalah sistem catu daya yang berfungsi sebagai sumber energi untuk perangkat seluler dan nonseluler. Panel surya yang terpasang pada BTS PT.Telkomsel di Pulau Giligenting Madura memiliki kapasitas daya nominal 14.400 Wp. Dengan kapasitas yang besar tersebut maka panel surya dapat dijadikan sebagai catu daya utama menggantikan peran PLN dan generator set, untuk menjadikan panel surya sebagai catu daya utama maka dibutuhkan perhitungan kapasitas modul surya, baterai, charger controller dan inverter yang sesuai dengan kebutuhan energi beban harian. Setalah dilakukan perhitungan maka didapatkan kebutuhan energi beban harian yang terpasang yaitu 27.616,58 Wh, maka didapatkan kapasitas modul surya, baterai, charger controller dan inverter yang dibutuhkan berturut-turut 7.337,73 Wp, 1.818 Ah, 135,9 A, dan 178 W. karena panel surya yang terpasang sudah memenuhi kebutuhan energi beban harian maka panel surya dapat dijadikan sebagai catu daya utama. Waktu cadang baterai ketika tidak terdapat sinar matahari dengan nilai DOD 80 % adalah 8 hari dan untuk nilai DOD 20% adalah 2 hari. Kata kunci: panel surya, BTS, energi beban harian, catu daya
PERBANDINGAN TEKNIK SWITCHING SINUSOIDAL-PWM DENGAN THIRD HARMONIC INJECTION-PWM UNTUK PENGATURAN MOTOR INDUKSI Berry Bustan Bastian; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi 3 fasa merupakan salah satu motor yang paling sering digunakan dalam dunia industri. Dengan banyaknya penggunaaan motor induksi 3 fasa ini perlu adanya pengaturan kecepatan dari motor induksi 3 fasa tersebut agar dapat bekerja secara maksimal. Ada 3 cara pengontrolan motor induksi 3 fasa yaitu scalar kontrol , vektor kontrol dan sensorless kontrol. Pada paper ini akan membahas tentang scalar kontrol, metode ini merupakan metode yang lebih mudah pengoprasianya dengan mengatur variable frekuensi dan tegangan atau dikenal dengan istilah Variable Frequency Drive . Pada paper  ini membahas bagaimana cara untuk membangkitkan sinyal referensi pada metode switching Sinusoidal-PWM dan metode switching Third Harmonic Injection-PWM menggunakan teknik regular sampling PWM yang efesien. Metode switching Sinusoidal-PWM terbukti kurang efesien karena tegangan ouput hanya dapat menggunakan 0.866 dari tegangan DC bus. Sedangkan pada metode switching Third Harmonic Injection-PWM dapat meningkatkan tegangan keluaran inverter hingga 16% dari pada menggunakan metode switching Sinusoidal-PWM, yang menyebabkan metode switching Third Harmonic Injection-PWM ini dapat menghemat daya input motor induksi pada beban mekanik yang sama. Kata kunci: Variabel Frequency Drive, Sinusoidal-PWM, Third Harmonic Injection-PWM.   ABSTRACT Induction motor 3 phase is one of the most used motor in industrial world. With the use of induction motors3 phase, it is necessary to adjust the speed of the induction motor 3 phase in order to work optimally. There are 3 ways of controlling 3 phase induction motor that is scalar control, vector control and sensorless control In this paper discuss about scalar control method, this method is easier method of operation by arranging frequency and voltage variable or known as Variable Frequency Drive. This paper discusses how to generate reference signals on the Sinusoidal-PWM and Third Harmonic Injection-PWM methods using efficient PWM regular sampling techniques. The Sinusoidal PWM method proved to be less efficient because the ouput voltage can only use 0.866 of DC bus voltage. While the Third Harmonmic Injection-PWM method can increase output inverter up to 16% of the Sinusoidal-PWM causing this method can save the input power of the induction motor at the same mechanical load. Keywords : Variable Frequency Drive, Sinusoidal-PWM, Third Harmonic Injection-PWM.
PENGARUH DIMENSI DIELEKTRIK BERLAPIS KACA DAN UDARA DALAM APLIKASI PEMBANGKITAN MEDAN LISTRIK TINGGI MENGGUNAKAN HVDC Mochammad Muchlis Triwahyudi; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sebuah peralatan yang memanfaatkan tegangan tinggi tentunya memiliki medan listrik yang tinggi juga. medan listrik tinggi dapat diaplikasikan dengan banyak manfaat contohnya seperti alat penangkap debu pada industri semen, ESP, produksi Ozon (03), dan lain lain. Medan listrik adalah efek pada suatu daerah (ruang) di sekitar muatan listrik yang masih dipengaruhi oleh gaya elektrik, dan akan timbul akibat adanya beda potensial di antara dua elektroda yang terpisah. Pada zaman ini dimana teknologi berkembang pesat, Medan listrik tinggi dapat dibangkitkan dengan memanfaatkan prinsip peluahan parsial (partial discharge). Peluahan parsial ini dapat dipicu dengan menggunakan prinsip dielektrik berlapis, dimana ketika ada lapisan dielektrik yang koefisiensi bahannya lebih kecil dibanding lapisan dielektrik yang lain maka medan listrik yang timbul pada daerah tersebut akan lebih besar dibanding lapisan yang koefisien bahan dielektriknya lebih besar. Sehingga nilai medan listrik yang dibangkitkan melalui prinsip peluahan parsial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu koefisien bahan dielektrik, pembentukan rasio dielektrik, tegangan, dan lain-lain. Dalam penilitian ini akan dilakukan pengujian untuk membangkitkan medan listrik tinggi menggunakan metode rasio dielektrik dengan menggunakan HVDC. Nantiya medan listrik akan diaplikasikan untuk memproduksi gas ozon (03) dengan cara mengionisasi udara dengan medan listrik yang dibangkitkan. Besarnya gas ozon akan diamati dengan memanfaatkan kemampuan ozon untuk menjernihkan air pada larutan air berwarna. Sehingga pada penelitian ini akan diamati pengaruh rasio dielektik yang dibentuk terhadap medan listrik yang dibangkitkan. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi koefisien bahan dielektrik dan tegangan semakin tinggi juga medan listrik yang dibangkitkan. Kata kunci: medan listrik tinggi, peluahan parsial, dielektrik berlapis, rasio dielektrik, ionisasi, ozon. ABSTRACT An electrical equipment which take advantage of high voltage must be influence by electrical force. The high electric fields can be applied with many benefits, for example ESP, Ozone production (03), and others. The high electric fields is effect on an area (space) around an electric charge that is still needed by the electric force and would be arise due to potential different between two separates of electrodes. In this age which the technological growth so fast, the high electric field can be generated with partial discharge principle benefits. This partial discharge can be triggered by the principle of layered dielectric, where when there is a dielectric layer whose coefficient of material is smaller than the other dielectric layers, the electric field arising in that area will be greater than the layer with a greater dielectric material coefficient. So that the electric field value generated by the principle of partial discharge can be influenced by several factors, namely the formation of a dielectric ratio, the coefficient of dielectric material, voltage, and others. In this research will do test to raise up electric field using method dielectric ratio with HVDC. Then the electric field will be applied to produce ozone gas (03) by ionizing the air with the generated electric field. The amount of ozone gas will be observed by utilizing the ability of ozone to purify water in a colored water solution. So that in this research will be observe the effect of the dielectic ratio formed on the generated electric field. From the test could be results show that the higher the coefficient of dielectric material and the higher the electric field generated. Keywords: High electric field, Partial discharge, Dielectric ratio, Ionization, Ozone
STRATEGI OPERASI ISLANDING SISTEM DISTRIBUSI DENGAN HYBRID PEMBANGKIT TERSEBAR TENAGA SURYA (PHOTOVOLTAIC) DAN MIKROHIDRO PADA PENYULANG PUJON Mohammad Salman Abdurrohim; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Penyulang Pujon merupakan penyulang tipe radial yang mendapat suplai daya energi listrik dari Gardu Induk Sengkaling, Malang. Penambahan pembangkit tersebar dapat ke jaringan distribusi listrik dapat mengurangi rugi-rugi daya dan jatuh tegangan namun diperlukan kajian lebih lanjut pada kestabilan sistem dikarenakan saat suatu sistem diberi penambahan pembangkit tersebar, lebih dari dua generator yang bekerja secara bersamaan, dapat menyebabkan kerugian besar jika kontinuitas daya tidak stabil. Pada saat terjadi gangguan hubung singkat yang bernilai besar dan terjadi secara tiba-tiba dan dalam waktu cepat maka masalah kestabilan transien dalam suatu sistem kelistrikan harus diperhatikan, dengan melihat respon frekuensi, tegangan dan sudut rotor pada sistem. Penelitian ini mengkaji kestabilan pada saat sistem diinjeksikan dengan hybrid PLTS dan PLTMH dengan skema pengamanan (defence scheme) operasi islanding (island operation) dimana pada operasi ini pembangkit tersebar dipisahkan dari sistem yang mengalami gangguan hubung singkat dengan tetap memberikan suplai daya ke beban sesuai dengan kemampuan pembangkit agar kestabilan sistem jaringan distribusi tetap terjaga pada saat grid terputus. Simulasi kestabilan transien gangguan hubung singkat pada kondisi eksisting dan kondisi penambahan pembangkit tersebar dilakukan dengan software ETAP 16.0. Hasil penelitian menunjukkan pada sistem penyulang pujon dengan kondisi penambahan pembangkit tersebar diperlukannya penambahan tiga sectionalizer pada sistem agar frekuensi, tegangan dan sudut rotor pada pembangkit tersebar dapat kembali stabil pada mekanisme operasi islanding. Kata kunci—Kestabilan transien, operasi islanding, pembangkit tersebar, skema pengamanan, hybrid PLTS dan PLTMH.
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN SEPIC CONVERTER DENGAN KENDALI SLIDING MODE CONTROL Welly Hagata Kembaren; Rini Nur Hasanah; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 8 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada era modern ini catu daya DC dapat digunakan pada hampir semua perangkat elektronik. Catu daya DC digunakan pada sistem elektronika yang bertegangan rendah maupun yang bertegangan tinggi seperti untuk motor listrik DC. Oleh karena itu, penggunaan sistem catu daya DC memerlukan sistem yang mampu mengkonversikan tegangan DC dari suatu tingkat tegangan DC ke dalam bentuk tingkat tegangan DC yang lain yang biasa disebut dengan DCDC converter. Salah satu DC-DC converter yaitu SEPIC converter. SEPIC converter mampu menghasilkan tegangan keluaran lebih besar maupun lebih kecil dari pada tegangan masukan tanpa mengubah polaritas. Sliding Mode Control (SMC) umum digunakan untuk sistem yang memiliki respon yang non linier seperti SEPIC converter. Pada penelitian ini, SMC akan diimplementasikan pada motor dc dengan SEPIC Converter, sebagai pengendali kecepatan sudut motor dc.Kata Kunci – SEPIC Converter, Motor DC, SMC, Pengendalian Kecepatan.ABSTRACTIn this modern era, DC power supply can be used in almost all electronic devices. DC power supply is used in low-voltage and high-voltage electronic systems such as for DC electric motors. Therefore, the use of a DC power supply system requires a system capable to convert DC voltage from one DC voltage level into another DC voltage level which is commonly called a DC-DC converter. One of the DC-DC converter is the SEPIC converter. The SEPIC converter is able to produce output voltage greater or less than the input voltage without changing the polarity. Sliding Mode Control (SMC) is commonly used for systems that have a non-linear response such as a SEPIC converter. In this study, SMC will be implemented on a dc motor with SEPIC Converter, as the angular speed controller for dc motor.Keywords - SEPIC Converter, DC Motor, SMC, Speed Control.
Co-Authors Abdi Pandu Kusuma Abdurrasyid Jahdan ABDURROHIM, MOHAMMAD SALMAN Achmad Basuki Achmad Yahya Chasanuddin Adi, Hari Purnomo Aditya Bagus Setyawan Aditya Dwi Putranto Adityara, Farrel Billy Ahmad Fajar Robiyanto Ahsein Jomaa Alshibani Ainul Hayat Akbar, Alif Aulia Al Fawwaz, Muhammad Ghozi Alief Aulia Pradika Wijaya Alief Nasruddin Allaam, Hisyam Ghozi Alsabah, Mus Ali Altajim, Fauzan Aiman Amir Fahmi Ananda, Andhika Dwi Andreyanto, Tegar Setyo Andrian Dwiputro Andy Surya Adi Angkasa, Aulia Anik Nur Handayani Ansyaruddin Rahmatdiansyah Anthony Wijoyo Ardiansyah, Muhammad Doni Ardiansyah, Rendy Ardiansyah, Rizky Ariefianto, Rizki Mendung Arif Resnu Putra Aripriharta - Ariq Kusuma Wardana Arizky Erwinsyah H. Armeyelia, Bulan Assariy, Muhammad Faiz Astuti, Khairina Noor Avrizal Riva Belan Ayob, Shahrin Md. Azmi, Azralmukmin Banu Hermawan Yuditya Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Berry Bustan Bastian Bimo Ardiansyah Bobby Pratama Budiono Mismail Censa Widianing Mulya Baskara Chandra Wiharya Chandra, Aulia Adi Cita Rahiim Tama Claudio Bryllian Adam Z. Corina Martineac Danang Dwi Andaru Dandhi Tri Laksono David Suban Koten Derry Putranugraha Devanda Antonius Y. R. Dhofir, Mochammad Dicky Indratama Didik Rahadi Santoso Dimas Diar Aidi Ditza Pasca Irwangsa Dodit Suprianto Duta Narendratama Dzikrullah, Hafeeza Rinn Edypoerwa, Mugni Labib Edypoerwa, Mugni Labib Eka Maulana Eko Kuncoro Erwan Aryanto Erya Septy Dwi Wardhani Fadhil Ilma Fairuz Milkiy Kuswa Faiz Yusky Ahlian Fariz Aulia Rifqi Fauzi, Zulfa Anang Fianto, Aulia Ramadhan Fitra Rahmat Indyanto Frediawan Yuniar Galuh Prawestri Citra Handani Gatut Yulisusianto Goegoes Dwi Nusantoro Gwo-Jiun Horng Gymnastiar, Muhammad Ilham Habibah, Nisrina Rania Habriansyah Basta Nugraha Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Handani, Galuh Prawestri Citra Handari, Yosi Dwi Handoyono, Tito Tri Harfin Pratama Hari Santoso Hari Santoso Haris Altamira Harry Soekotjo Dachlan Hatorangan, Orlando Hazlie Mokhlis Hendrik Kenedy Tupan Heru Purnomo Hery Aprianto Hery Purnomo Hidayat, Ryan Mevi Hikam, Aldi Lutfil Himam, Fanisha Laila Himawan, Achmad Faisal I Nyoman Gde Wardana Ihza Aulia Rahman Ilham Ramadhan Maulana Imam Prakoso Indah Permata Sari Safti Indra Setyawan Irfan Aditya Primanto Irvan, Muh. Zulvi Islam, Muhammad Gul E. Ismail Musirin Ismail Musirin Ivan Pascal Al Ghafiky Izzul Islam Putra Nusantara Jacob Jonas Rikumahu Jeki Saputra Johanis Tupalessy Khairudin Syah Khoirul Herman Pambudi Khusnul Hidayat Koko Sasmito Kristo Radion Purba Kurniawan, Muh Alif Deby Lalu Riza Aliyan Lalu Riza Aliyan Latif, Nabila Fauziah Lestariyanto, Arthur Rahmad Lilik J. Awalin Lintang Gadis Ratu Rachellya Liza Putri Dafroni Lunde Ardhenta Luthfan Akbar Azizan Firdaos M Fauzan Edy Purnomo M. Arie Hendro Tri Hartomo M. Azis Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Dhia Ul Falah Mahfudz Shidiq Mamdouh Abdel-Akher Mardotillah, Nanda Azizah Markus D. Letik Maulana, Eka Maynaki, Erlangga Rizky Moch Dhofir Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochammad Muchlis Triwahyudi Moh. Farid Rahman Mohamad Najib Priyo Prakoso Mohamed Zellagui Mohammad Salman Abdurrohim Mokhammad Hasyim Asy’ari Mu'ammar Faris L. Muchammad Ali Mudjirahardjo, Panca Muhamad Hazim Lokman Muhammad Amienullah Nisful Habibie MUHAMMAD ASYROF Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Fadillah Kurniawan Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Ghilmanuddin S. Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi Muhammad Ridho Ansyari Muhammad Rifqi Nur Sabilillah Muhammad Rizky Wira Utomo Muhammad Sholikhin Muhammad Syarifuddin Anshor Muhammad Syukri Abdul Jalil Muharrama Ahsani Taqwim Mukti Friyan Aditama Musa Khairul Umam Musirin, Ismail Bin Muslimin Muslimin Mutia Tsari n/a Hariyono n/a Nurussa'adah n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nadhea Primasetya Nanang Sulistiyanto Nico Gautama Ginting Nisrina Rania Habibah Norzanah Rosmin Nur Rahma Dona Nur Sabilillah, Muhammad Rifqi Nur Vidya Ramadhani Nurhakiki, Mauludiya Annisa Nurizza Salsa Alafia Nurussa'adah, n/a Nurussa’adah, n/a Nurwati, Tri Onny Setyawati Paramita Dwi Putri Pranyata Pausta Yugianus Pegy Lestari Pieter S. Tatipikalawan Prabowo, Muhamad Romadhani Pradipta, Doni Prasetyanto, Andi Wahyu Purnomo Budi S. Purnomo, Purnomo Putera, R. P. Ravie O. Mucheyz Putra, Ade Mahendra Darma Putra, Hari Widagdo Putra, I Made Alit Antara Putri P., Paramita Dwi R. A. Setyawan Rachman Shandy Pratama Rahardjo, Muhammad Farid Rakhmad Ramadhan Ramadhan Khansa Akbari Ramadhani Kurniawan Subroto Raymond Abdul Aziz Ash Shidiq WR Rendy Ardiansyah Resi Dwi Jayanti Kartika Sari Ridhwan Athaya P. Ridlwan, Asfarur Rifka Agustina Kusuma Pratiwi Rifki, Mohammad Ya’kub Rizal Riko Nur Akbar Risnugroho, Brian Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizki Tirta Nugraha Rizki, Fahrina Novia Rizky Adhiputra Wallad Rizky Ardiansyah Rizqi Taufiqurrahman Rizqi Wahyu Rahmariadi Rizqiyatullah, Muhammad Rafli Rosihan Arby Harahap Rudi Hariyanto Rusli, Mochammad Saiful Izwan Suliman Salim, Mohammad Agus Santoso, Asfari Hariz Saputra, Didit Sugeng Septi Uliyani Septian Kevin Aditama Setiawan, Aditya Bagus Sharifah Azma Syed Mustafa Shidqi, Fahruddin Shufinah, Syahla Siagian, Alfandri Sidik Nurcahyo Sigi Syah Wibowo Sintha Dwiferma Br Sinurat Siswandi, Wawan Soeprapto - Soeprapto Soeprapto Sofiatus Solihah Soleman Sesa Soleman Sesa, Soleman Subroto, Ramadhani Kurniawan Suci Imani Putri Suparman Suparman Surya Adi Purwanto SUTEJA, RAI PRAMESTI Suyono, Hadi Syarif, Habib Tajuddin, Mohammad Faridun Naim Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Teguh Utomo Teguh Utomo teub elektro teub Tole Sutikno Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Wahyu Prabowo Tumpak Samosir Ullin Dwi Fajri A. Unggul Wibawa Unggul Wibawa Victor Andrean Vita Kusumasari Wahyu Nur Firdausy Wardani, Alya Kusuma Wardhana, Anak Agung Sagung Gede Paramitha Waru Djuriatno Waru Djuriatno Welly Hagata Kembaren Widyananda, Eka Putra Widyananda., Putra Wijaya, Rizki Adi Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono Wijono, n/a Wijono, n/a Wildan Alfi Syahri Wiwied Putra Perdana Yosep Agus Pranoto Yosi Dwi Handari Zainul Abidin ZAINUL ABIDIN Zainuri, Akhmad Zamrud Kurnia Prasetyo Zuhdi, Fadhil Ariq