Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Bidan Praktek Mandiri terhadap Paket Persalinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam Keberlanjutan Kerjasama menjadi Provider dalam Jejaring Dokter Keluarga di Kota Bengkulu Siti Solekah; Mohammad Hakimi; Mora Claramita
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.089 KB) | DOI: 10.22146/jkki.v6i1.29002

Abstract

ABSTRACTBackground: Maternal deaths as a global public health problem and urgent to be addressed through the launch of the Safe Motherhood program. UN Resolution on universal health coverage (Universal Health Coverage) is an important resolution and urged all countries to develop a health system with equitable access and affordable cost. This is one of the programs to reduce MMR and IMR. Based on research in three countries, namely Burkina Faso, Ghana and Tanzania also had a strong effort to improve the quality of maternal and neonatal health (MNH) In addition, these three countries are also striving to improve the performance and motivation of the provider. In Indonesia, according to Ministry of Health Decree No. 59 Year 2014 About the standard of health care, require midwives in cooperation with BPJS through a network of family doctors who have been appointed to make the deal as one of the Government's aim to improve maternal and child health (MCH).Methods: This study is a qualitative research design of phenomenology. Data collection is carried out by the method of in depth review or directly using the guidelines of unstructured interviews, and open questions midwives practice independently as a unit of analysis. Samples or informants taken up to a certain saturation or have reached sufficient number until there is no more data that needs to be explored. Triangulation of data include interview with the chairman of the Indonesian Midwives Association (IBI). Midwife verifiers and family doctor.Results: The results showed that midwives have a bad perception of the delivery package BPJS today. The reason is partly that the mechanism of the claims made package, complicated claim procedures and disbursement process long and low birth rates. So the motivation BPM in cooperation with the current BPJS is relatively small. The phenomenon that researchers have found that there are several midwife, although still tied to cooperation with BPJS but not serving patients with BPJS. Other phenomena that is the BPM want to directly contracted by with BPJS without a network of family doctors. This is due to lack of socialization of BPJS for strengthening primary care program that is currently being initiated by the government.Conclusions: The perception of Independent Midwife Practice against BPJS delivery package is still bad. Although the objective of the government is quite good, but there is still need for evaluation and dissemination as an effort to strengthen the primary care for BPM in the sustainability of cooperation in networks of family doctors in the hope that the package delivery mechanism is not paid in package and increase of the delivery service tarif rates between 800 thousand to 1.5 million IDR. Keywords: Independent Midwife Practice, Delivery Package, BPJS ABSTRAKLatar Belakang: Kematian ibu sebagai masalah kesehatan masyarakat global dan mendesak untuk segera ditanggulangi melalui peluncuran program Safe Motherhood. Resolusi PBB pada cakupan kesehatan universal (Universal Health Coverage) pada bulan desember 2012, yang menggaris bawahi bahwa UHC merupakan resolusi yang penting dan mendesak pada semua negara untuk mengembangkan system kesehatan dengan akses yang adil dan biaya yang terjangkau. Hal ini merupakan salah satu program untuk menurunkan AKI dan AKB. Berdasarkan penelitian di tiga Negara yaitu Burkina Faso, Ghana dan Tanzania juga memiliki upaya yang kuat untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi (MNH) Selain itu ketiga negara tersebut juga berjuang untuk meningkatkan kinerja dan motivasi para provider. Di Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2014 Tentang standar pelayanan kesehatan, mewajibkan para bidan bekerjasama dengan BPJS melalui jejaring dokter keluarga yang telah ditunjuk untuk membuat kesepakatan sebagai salah satu tujuan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA).Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan fenomenologi,. Pengambilan data dilaksanakan dengan metode wawancara mendalam secara langsung menggunakan pedoman wawancara tidak terstruktur, dan pertanyaan terbuka kepada para bidan praktek mandiri sebagai unit analisis. Sampel atau informan di ambil sampai dengan saturasi tertentu atau telah mencapai kecukupan hingga tidak ada lagi data yang perlu digali. Sebagai triangulasi yang dipilih antara lain ketua IBI, Bidan Koordinator/verifikator dasar dan Dokter keluarga.Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa para bidan memiliki persepsi yang buruk terhadap paket persalinan BPJS saat ini. Meskipun jumlah paketnya lebih besar dari Jampersal, namun tidak semua paket bisa diklaimkan. Penyebabnya antara lain yaitu mekanisme klaim yang dibuat perpaket, prosedur klaimnya rumit dan proses pencairannya lama serta rendahnya tarif persalinan. Sehingga motivasi Bidan Praktek Mandiri (BPM) didalam kerjasama dengan BPJS saat ini relatif kurang. Fenomena yang peneliti temukan yaitu ada beberapa bidan yang meskipun masih terikat kerjasama dengan BPJS tetapi tidak melayani pasien persalinan dengan BPJS. Hal ini terkait dengan rumitnya prosedur paket persalinan BPJS sehingga bidan enggan untuk mengklaim ke BPJS. Fenomena lainnya yaitu para BPM ingin bisa langsung bekerjasama dengan BPJS tanpa melalui jejaring dokter keluarga. Hal ini akibat kurangnya sosialisasi dari BPJS untuk program penguatan layanan primer yang saat ini sedang dicanangkan oleh pemerintah.Kesimpulan: Persepsi Bidan Praktek Mandiri terhadap paket persalinan BPJS masih buruk. Untuk keberlanjutan menjadi provider di dalam jejaring dokter keluarga para BPM masih ingin tetap melanjutkan namun dengan harapan agar mekanisme paket persalinan tidak di buat perpaket dan ada peningkatan tarif persalinan antara 800 ribu sampai 1.5 juta rupiah. Kata Kunci: Persepsi, Bidan Praktek Mandiri, Paket Persalinan, BPJS
PEMANFAATAN POJOK LAKTASI DI PUSKESMAS I CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Khusnul Khotimah; Ova Emilia; Mohammad Hakimi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.4914

Abstract

PEMANFAATAN POJOK LAKTASI DI PUSKESMAS I CILONGOKKABUPATEN BANYUMASKhusnul Khotimah, Ova Emilia,Mohammad HakimiABSTRACTBackground : Based on survey Indonesian demographic and health in 2007 that exclusive breastfeeding 38 %decrease from 39,5% in 2002-2003, child under 6 months who gets milk incease from 16,7% until 27,9% in2007. American Academy of Pediatrics (1)get recomendation baby must get exclusive breastfeeding in 6 monthuntil 2 years old. Banyumas regency are have a program to increase scope of exclusive breastfeeding by regulationof regent number 52 in 2012 about increase exclusive breastfeeding in Banyumas Regency. One of the material insocialization is about lactation room and standardization, right of women worker to breastfed in office, publicfacility.Objective : to determine factors can effected utilization of lactation room in Puskesmas I Cilongok.Methods : this study was an observational study with a cross sectional design and qualitative study or called mixmethod. Location of study in Puskesmas I Cilongok. Sample of this study is employed mother who breastfeedand visitors of Puskesmas I Cilongok in Banyumas Regency. Sampling method used sampling convinience get 41women until this study done. independent variable are attitude of breastfeed mother about lactation room andbehavior of breastfeed mother. Dependent variable is utilization of lactation room. Data analysis consisted ofunivariable analysis, bivariable analysis using chi-square test and multivariable analysis using logistic regressiontest and also qualitative analysis.Results and Discussion : there is no effect attitude of breastfeed mother about lactation room with utilization oflactation room, can we see from p = 0,247 (RP1,58; 95% CI 0,70-3,55), the similar result from dialogue thatmother have good attittude but not utilized, they say not get socialization from health worker. The good Behaviorbreastfeed mother have relation with utilization, can we see p = 0,028, RP2,35 (95% CI 1,05-5,23). Results fromdialogue mother who get bad behavior not utilized. Utilization in lactation room only just breastfeeding, neverused to pamp and saving breastmilk. People not respond that room lactation is a necessary, because withoutpolicy about room lactation, they are can breastfed in any where.Conclusion : Good attitude of breastfeed mother about lactation room can not get effect utilization of lactationroomand good behavior breastfeedmother can get effect with utilization lactation room in Puskesmas I Cilongok.Keyword: attitude breastfeed mother, behavior breastfeed mother and utilization lactation room ABSTRAKLatar Belakang:Berdasarkan data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 tercatat bahwacakupan ASI eksklusif sebesar 38% menurun dari 39,5%di tahun 2002-2003, sementara jumlah bayi dibawah 6bulan yang diberi susu formula meningkat dari 16,7% menjadi 27,9% ditahun 2007. American Academy ofPediatrics (1)merekomendasikan bahwa durasi minimal ASI eksklusif menjadi 6 bulan tetapi optimal harus terusselamaminimal 2 tahun.Kabupaten Banyumas sedangmemiliki program gunameningkatkan cakupan ASI eksklusifyang dituangkan lewat Peraturan Bupati Banyumas nomor 52 tahun 2012 tentang peningkatan pemberian ASI diKabupaten Banyumas. Salah satu materi sosialisasi tersebut berisi tentang anjuran pengadaan pojok laktasibeserta standarisasinya, hak ibu bekerja yang menyusui di kantor pemerintahan, sarana pra sarana umum juga.Tujuan:Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pojok laktasi di Puskesmas I Cilongok.Metode:Penelitian ini menggunakan jenis observasional dengan desaincross sectionaldan kualitatif. Tempatpenelitian Puskesmas I Cilongok. Sampel penelitian ibu bekerja menyusui dan pengunjung puskesmas memilikibayi umur 0 bulan sampai dengan 2 tahun berada di Puskesmas I Cilongok. Pengambilan sampel menggunakansampling conviniencediperoleh 41 orang selama penelitian dilakukan.Variabelindependen adalah sikap ibumenyusui terhadap pojok laktasi, perilaku ibu menyusui. Variabel dependen ialah pemanfaatan pojok laktasi.Analisa data meliputi analisis univariabel, bivariabeldengan menggunakan chi square sedangkan multivariabelmenggunakan uji regresi logistik serta analisis kualitatif.Hasil dan Pembahasan:Sikap ibu menyusui terhadap ketersediaan pojok laktasi tidakmempengaruhi pemanfaatanpojok laktasi dilihat dari nilai p = 0,247 (RP1,58; 95% CI 0,70-3,55), hasil ini didukung hasil wawancara bahwasikap baik tetapi tidak memanfaatkan pojok laktasi dengan alasan sosialisasi yang kurang dari petugas kesehatan.Perilaku ibu menyusui yang baik berhubungan dengan pemanfaatan pojok laktasi dilihat dari nilai p = 0,028,RP2,35 (95% CI 1,05-5,23). Hasil wawancara ibu yang berperilaku tidak baik cenderung tidak memanfaatkanpojok laktasi. Pemanfaatan pojok laktasi hanya untuk menyusui saja, tidak digunakan untuk memeras danpenyimpanan ASI. Rendahnya pemanfaatan pojok laktasi dikarenakan faktor kebutuhan. Masyarakat desa tidakmenganggap bahwa pojok laktasi merupakan kebutuhan, karena tanpa adanya kebijakan pengadaan pojok laktasimereka dapat menyusui dimanapun.Kesimpulan:sikap ibu menyusui terhadap ketersediaan pojok laktasi yang baik tidak mempengaruhi pemanfaatanpojok laktasi dan perilaku ibu menyusui yang baik dapat mempengaruhi pemanfaatan pojok laktasi di PuskesmasI Cilongok Kabupaten Banyumas.Kata kunci: sikap ibu, perilaku ibu, pemanfaatan pojok laktasi
Analisis Distribusi Spasial Kematian Ibu di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2011 – 2013 Aji Setiawan; Lutfan Lazuardi; Mohammad Hakimi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.5964

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan fasilitas kesehatan sudah cukup merata di hampir semua wilayah Kabupaten Banjarnegara. Selain itu pencapaian target kegiatan program KIA selalu meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi angka kematian ibu masih menjadi masalah di Kabupaten Banjarnegara.  Tujuan: Mengetahui gambaran spasial kematian ibu di Kabupaten Banjarnegara dan hubungan faktor risiko yang mempengaruhinya khususnya yang terkait dengan aksesibilitas fasilitas kesehatan. Metode: Jenis penelitian  analitik dengan menggunakan desain kasus kontrol, mempelajari distribusi kasus kematian ibu dengan menggunakan SIG. Populasi penelitian adalah seluruh kasus kematian ibu dan ibu pasca melahirkan yang tidak meninggal di Kabupaten Banjarnegara dari tahun 2011 sampai 2013. Sampel berjumlah 108 terdiri dari 54 kasus dan 54 kontrol. Analisis spasial menggunakan Average Nearrest Neighbor. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik serta besar risiko menggunakan Odds Ratio.  Hasil: Kasus kematian ibu dan fasilitas kesehatan memiliki pola menyebar. Perhitungan statistik menunjukkan bahwa pendapatan memiliki hubungan  (OR=4,59;p=0,00), domisili tidak memiliki hubungan (p=0,43) dan jarak memiliki hubungan tetapi sebagai faktor protektif (OR=0,32;p=0,01). Kesimpulan: Kasus kematian ibu dan fasilitas kesehatan menyebar rata tidak mengelompok. Tingkat ekonomi memiliki hubungan dengan kematian ibu. Domisili tidak memiliki hubungan dengan kasus kematian ibu. Jarak fasilitas kesehatan memiliki hubungan dengan kasus kematian ibu tetapi sebagai faktor protektif (pelindung). Rujukan terpusat pada rumah sakit umum daerah.
Gestational diabetes mellitus: management during and after pregnancy - a systematic literature review Claudia Banowati Subarto; Mohammad Hakimi; Yuli Isnaeni
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol 3, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.183 KB) | DOI: 10.31101/jhtam.1370

Abstract

Introduction: Gestational Diabetes Mellitus (GDM) is one of the most common complications of pregnancy. Women with gestational diabetes have a higher risk of serious health outcomes for mother and baby such as preeclampsia, premature birth and the long term development of type 2 diabetes. This study was conducted to present a review of available research in several countries about GDM management during and after pregnancy. Method: Several databases including PubMed, ScienceDirect and EBSco were searched for relevant articles published between January 2009 and January 2019. Result: Of the 1186 initial articles identified, this study analyzed 7 relevant articles that met the inclusion criteria. This study showed that management for GDM includes medical nutrition therapy, exercise, monitoring of blood glucose, and insulin therapy if blood glucose is not achieved with that treatment. Exclusive breast feeding for at least three months has been shown reducing the risk of childhood obesity of children, particularly in those born to obese and mothers with GDM Conclusion: There is a need to increase awareness of long-term consequences on gestational diabetes, both in patients and in healthcare professionals. Counseling is needed for dietary intervention and physical activity for all postpartum women with a history of GDM to stay healthy or to improve future health
Husband's Support, Anxiety and Maternal-Fetal Attachment in Pregnant Women: a Scoping Review Yuni Purwati; Noor Pramono; Mohammad Hakimi; Anggorowati Anggorowati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.953 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1828

Abstract

MFA is an emotional bond that develops between mother and fetus. Maternal-fetal attachment is based on cognitive representations such as thoughts, feelings, and behaviors representing a pregnant mother's affection for her fetus. Husband's support and anxiety are factors that influence the quality of MFA and birth outcomes. Objective: to analyze husband's support, anxiety level and MFA level. Method: Scoping review using the PRISMA Scr framework. Using the PICO Framework, the search strategy was searched using keywords in the Scopus, Ebsco, Pubmed, ScienceDirect and Proquest databases. Critical Assessment is done with JBI. Results: 14 articles were obtained that were screened using the PRISMA ScR framework, 50% came from developing countries and 50% from developed countries. Articles with cross-sectional research methods, cohort and longitudinal studies each 28.6% and case control studies 14.2%. JBI results from 14 articles resulted in a score of more than 50% so it was accepted. Conclusion: MFA is influenced by husband's support and anxiety which impacts birth outcomes and infant development. Efforts are needed to increase MFA through MFA training for pregnant women and constructive anxiety management.
Perceptions of primigravida and their husbands regarding the need for maternal-fetal attachment stimulation Purwati, Yuni; Pramono, Noor; Hakimi, Mohammad; Sudarmiati, Sari; Anggorowati, Anggorowati
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 3: September 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i3.23913

Abstract

Prenatal class programs for primigravidas are important to improve fetal care behavior and reduce infant mortality. In prenatal classes, there is no maternal-fetal attachment stimulation education program which is important for improving maternal-fetal attachment and fetal well-being. The perceptions of pregnant women and their husbands regarding knowledge and experience of pregnancy as well as maternal-fetal attachment (MFA) stimulation are important for assessing the need for MFA educational materials. The research aimed to examine the perceptions of primigravidas and their husbands regarding pregnancy and MFA stimulation. Exploratory descriptive qualitative study method. Data were collected using in-depth interviews with 10 primigravidas and their husbands at the Community Health Center in Bantul, Yogyakarta, Indonesia, using an interview guide. Data analysis by condensing data, presenting data, and drawing conclusions, verbatim results of interviews are presented in coding, found categories, and themes. Four themes were produced: knowledge of pregnancy and fetal growth and development; concept of maternal-fetal attachment skills; management of pregnancy emotional management; and husband's support. The conclusion of this theme's findings underlies the development of maternal-fetal attachment educational materials in prenatal classes to prepare mothers for their role, and improve MFA and maternal-fetal health.
Prenatal breastfeeding education (PBE) and breastfeeding counseling (BC) influence the prenatal exclusive breastfeeding (EBF) preparation Wahyuni, Sri; Prabandari, Yayi Suryo; Julia, Madarina; Hakimi, Mohammad
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 4 No 2 (2023): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.04.02.09

Abstract

Introduction: Pregnant women frequently exhibit varied behaviors, such as having a lot of questions, showing insecurity, and fear. Objective: Pregnant women frequently exhibit varied behaviors, such as having a lot of questions, showing insecurity, and fear. As a result, their sensitivity and susceptibility to social expectations surrounding their capacity to breastfeed are increased. This study aims to assess the different knowledge and skills of breastfeeding counseling (BC) on health personnel, and to assess differences in intent, knowledge, prenatal self-efficacy, and prenatal professional support in third-trimester pregnant women. Methods: The study was randomized by applying a pre-test and post-test design in the health worker group and the post-test only control group in the group of pregnant women. A comparative test was done by comparing the intervention indicator between the treatment group and control group using t-test, one-way ANOVA, post hoc test, and chi-square test at a 95% significance level (p < 0.05). Results: There was a difference in the mean score of EBF knowledge, 26.85 95% CI (19.94–33.76) and BC skills, 13.17 95% CI (25.85–36.48) health workers at post-test and pre-test. The comparison of intergroup relations between pregnant women group with EBF intention in Group A, OR 6.83 95% CI (4.10–11.36), and in Group B, OR 1.86 95% CI (1.15–3.01), to the control group. Conclusion: There is a difference in intention, mean breastfeeding knowledge score, prenatal self-efficacy, and support of prenatal breastfeeding preparation between groups of third-trimester pregnant women.
Analisis Pengambilan Keputusan Dokter dan Pasien Terhadap Tindakan Seksio atas Permintaan Sendiri Berdasarkan Kaidah Autonomi Mappaware, Nasrudin Andi; Dewanto, Agung; Hakimi, Mohammad; Sastrowijoto, Soenarto; Kusmaryanto, Kusmaryanto
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.71678

Abstract

Latar belakang: Operasi sesar atas permintaan sendiri telah banyak dilakukan di masyarakat Indonesia. Kebebasan untuk menentukan keputusan sendiri termasuk keputusan untuk melakukan operasi sesar ini dapat menimbulkan berbagai dampak bagi pasien. Dokter spesialis obstetrik dan ginekologi adalah dokter yang melakukan operasi sesar bisa ikut terdampak tindakan yang dilakukan jika hasil akhir operasi tidak sesuai harapan pasien.Objektif: Menganalisis pengambilan keputusan pasien dan dokter terhadap tindakan seksio sesarea atas permintaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara etik berdasarkan kaidah autonomy.Metode: multi methods dengan pendekatan explanatory sequential design.Hasil dan Pembahasan: Indikasi medis adalah landasan utama dokter dalam mengambil keputusan. Selain itu ditemukan pertimbangan lain diluar indikasi medis yang diterima oleh informan untuk dilakukan tindakan seksio sesaria atas permintaan.Kesimpulan: Seksio sesarea atas permintaan bersifat dilematis antara indikasi medis yang jelas dengan tuntutan untuk secara etis menghargai hak autonomy. Kata kunci:Seksio sesarea; autonomy; indikasi medis
Analisis Presumed Consent pada Penanganan Kasus Kegawatdaruratan Obstetri dari Persepsi Dokter dan Pasien Mursyid, Muhammad; Dewanto, Agung; Hakimi, Mohammad; Prabandari, Yayi Suryo; Mappaware, Nasrudin Andi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.72541

Abstract

Latar Belakang: Kondisi kegawatdaruratan obstetri, etika kedokteran dan hukum kesehatan memberikan tantangan tersendiri dalam pengambilan keputusan dokter. Pengambilan keputusan dalam kondisi kegawatdaruratan obstetri bervariasi tergantung kondisi medis pasien, dilema etik yang muncul ataupun aliran berpikir bioetika. Tujuan: Menganalisis presumed consent pada penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri dari persepsi dokter dan pasien melalui aspek Kaidah Dasar Bioetika, Etika Klinik dan aliran berpikir bioetika.Metode: Metode kualitatif dengan pendekatan case study. Penelitian ini menggunakan desain holistic single case study design melalui wawancara mendalam kepada informan dokter dan pasien.Hasil dan Pembahasan: Dalam menyelesaikan suatu dilema etik, analisis prima facie menjadi solusi dalam pengambilan keputusan terhadap dilema etik bagi dokter dengan cara memilih prinsip yang lebih diprioritaskan berdasarkan kaidah dasar bioetika, etika klinik dan aliran berpikir bioetika.Kesimpulan: Implementasi metode presumed consent menjadi pilihan yang tepat dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan obstetri berdasarkan aspek kaidah dasar bioetika, etika klinik dan aliran berpikir bioetika. Kata kunci: presumed consent; kegawatdaruratan obstetri; aliran berpikir bioetika; kaidah dasar bioetika; etika klinik
Studi kualitatif tentang kesehatan mental ibu hamil usia remaja selama masa kehamilan dan postpartum dini Hidayah, Nurul; Hakimi, Mohammad; Septiana Pratiwi, Cesa
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 15, No 2 (2024): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v15i2.1085

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan remaja merupakan kehamilan yang terjadi pada usia remaja kurang dari 20 tahun. Kehamilan remaja akan memunculkan beberapa kondisi psikologis yang berat karena ketidaksiapan psikologisnya untuk mengemban peran dan tanggungjawab sebagai orang tua. Tujuan: Menganalisis kesehatan ibu hamil usia remaja selama masa kehamilan dan postpartum dini. Desain: Generic exploratory qualitative approach mengacu pada panduan Standart for Reporting Qualitative Research (SRQR). Alat penilaian yang digunakan untuk melihat kondisi kesehatan mental yaitu self reporting questionnaire (SRQ 29). Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sebanyak 4 ibu remaja yang hamil dan postpartum di RS Islam Yogyakarta PDHI, Kabupaten Sleman yang menjadi informan pada penelitian ini. Analisis pada penelitian dilakukan mengacu pada langkah Collaizi dan dianalisis menggunakan NVivo. Hasil : Dari hasil penelitian terdapat 2 tema utama yaitu dinamika kondisi psikologis ibu dan dukungan. Seluruh ibu hamil pada usia remaja diketahui mengalami kehamilan pranikah dan melakukan hubungan seksual pada usia dibawah 20 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Reaksi dan tanggapan ibu remaja pada awal kehamilan akan mempengaruhi keberlangsungan siklus kehamilan berikutnya. Adanya dukungan dari pasangan dan orang sekitar sangat mempengaruhi perubahan kondisi psikologis ibu selama kehamilan dan postpartum. Kesimpulan : Seluruh ibu remaja mengalami tahapan penolakan (denial) pada awal kehamilan. Dukungan dari keluarga dan pasangan mempengaruhi keberlangsungan perubahan kondisi psikologis ibu selama kehamilan dan postpartum.
Co-Authors - Anggorowati Abd Rahman Abdul Gofir Adi Utarini Agung Suhadi Ahmad Husein Asdie Aji Setiawan Albertina Bata, Verayanti Ambar Relawati, Ambar Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andina Vita Sutanto Andy Muharry Anggarini, Inge Anggi Anjarwati Anjarwati, Anjarwati Anna Marie Wattie Annisa Nurrachmawati Astuti, Andari Wuri Astuti, Bariana Widitia Astuti, Dyah Puji Basri, Mubasysyir Hasan Batubara, Rini Amalia Bernadette Josephine Istiti Kandarina Cahyaningtyas, Ayu Cahyawati, Safitri Putri Carla R. Marchira Claudia Banowati Subarto Deny Eka Widyastuti, Deny Eka Detty Siti Nurdiati Dewanto, Agung Dewi, Zidna Akmala Djauhar Ismail Donal Donal Dyah Pradnyaparmita Duarsa Eddy Tiro Elli Nur Hayati Emiliana Mariyah Fadillah Fadillah Fatmawati, Kiki Amanda Fitri Fitri Fitriahadi, Enny Ganap, Eugenius Phyowai Hamam Hadi Hani EN, Umu Harahap, Yanna Wari Hari Kusnanto Hartono Hartono Helmyati, Siti Herta Masthalina, Herta Hidayat, Asri I Wayan Ardika Ibrahim Rahmat Irine Christiany, Irine Iswardani, Octaldina Jumiati, Raodiatul Juminten Saimin, Juminten khusnul khotimah Khusnul Khotimah Kurnia, Arif Rahmat Kusmaryanto Kusmaryanto, Kusmaryanto Lesmana, Mohammad Hendra Setia Lestari, Abriana Lia Nurcahyani Lisma Evareny, Mohammad Hakimi, Retna Siwi Padmawati Luluk Rosida Lutfan Lazuardi Madarina Julia Mappaware, Nasrudin Andi Mappaware, Nasrudin Andi Mardjan Mardjan Mawaddah Ar-Rochmah Mayasari, Ade Tyas Meiry Nasution, Meiry Moniz, Maria De Fatima Mora Claramita Mubasysyir Hasanbasri Mufdlilah, M Mufdlilah, Mufdlilah Mursyid, Muhammad Mustofa Mustofa Nana Diana Ni Komang Yuni Rahyani Ninuk Sri Hartini, Ninuk Sri Nofrisa Mutia P, Nofrisa Noor Pramono Noor Pramono Nunuk Pusorowati, Nunuk Nur Siyam NURUL HIDAYAH Ova Emilia Perwitasari Perwitasari Phyowai Ganap, Eugenius Popy Irawati Pratiwi, Cesa Septiana Putri Hidayati Rahmansyah, Ardian Retno Heru Rina Triasih Rini Amalia Batubara Rini, Ika Sulistya Riris Andono Ahmad Risanto Siswosudarmo Riska Dwi Pramita Sari Rofita, Desi Rukmono Siswishanto Rustam Sunaryo Samekto Wibowo Saraswati, Putu Ayu Dina Sari Sudarmiati Setyonugroho, Winny Shinta Prawitasari Siswanto Agus Wilopo Siti Solekah Soenarto Sastrowijoto, Soenarto Soerjo Hadijono Soetrisno Soetrisno Soewadi Soewadi Soewadi Sofiana, Juni SRI SETIYARINI, SRI Sri Wahyuni Subarda, Subarda Suci Musvita Ayu Sulistyaningsih Sulistyaningsih Susetyo, Dwi Susetyowati T. Ninuk Sri Hartini Titih Huriah Toto Sudargo Tri Wahyudi Ulva, Siti Maria Umar Malinta umi laelatul qomar Utami, Iis Tri Verayanti Albertina Bata Veronica Silalahi Veronika Evita Setianingrum Wahida Yuliana Wahyuni, Budi Wahyuni, Budi Willopo, Siswanto Agus Wisotowardono, Ossie Sosodoro Wiwin Lismidiati Yayi Suryo Prabandari Yayu Yuliarti Yuli Isnaeni Yuni Purwati Zulaidah, Hana Shafiyyah