p-Index From 2021 - 2026
7.016
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Journal of Health Education Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Unnes Journal of Public Health Journal of Primary Education Journal of Physical Education and Sports Public Health Perspective Journal Jurnal Sehat Mandiri Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Research and Educational Research Evaluation Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Community Empowerment Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Pendidikan Kesehatan (e-Journal) Jurnal Kesehatan Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET) Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Creativity Student Public Health Perspective Journal Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

POS INFORMASI LEPTOSPIROSIS DI KAWASAN AIR ROB KOTA SEMARANG Zam, Mahalul; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Sugiharto, Sugiharto
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i2.17519

Abstract

Kasus Leptospirosis di Kota Semarang selalu mengalami peningkatan. Puskesmas Bandarharjo adalah Puskesmas yang wilayahnya merupakan zona rawan Leptospirosis. Tahun 2015, di wilayah Puskesmas Bandarharjo ditemukan 22 kasus Leptospirosis, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 14 kasus pada tahun 2014. Kasus Leptospirosis tersebut paling banyak terjadi di Kelurahan Tanjung Mas. Fakta ini menempatkan Puskesmas Bandarharjo tertinggi kasus Leptospirosis di kota Semarang. Wilayah ini termasuk endemis, karena wilayah ini merupakan daerah rawan banjir dan merupakan daerah yang sering terdampak rob (kawasan rob). Banyak genangan air pada musim penghujan maupun akibat rob menyebabkan banyak selokan-selokan yang menggenang, sampah-sampah menumpuk yang menjadi tempat berkembangbiaknya tikus. Studi awal oleh tim pengabdi, diketahui bahwa tingginya kasus penyakit Leptospirosis di wilayah tersebut selain karena faktor lingkungan yang rawan banjir dan rob, juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang penyakit Leptospirosis. Penyakit ini penting untuk diketahui secara lengkap oleh masyarakat serta harus mendapatkan prioritas dalam pengendalian dan pemberantasannya terutama menjelang musim hujan tiba dan khususnya pada wilayah-wilayah rawan terjadi banjir. Pembentukan pos informasi Leptospirosis di kawasan terdampak air rob dipilih sebagai bentuk inovasi pola pemberian informasi kepada masyarakat. Pos Informasi Leptospirosis ini sebagai wadah komunikasi dan informasi kesehatan dengan konsep pengembangan masyarakat dalam rangka penanggulangan Leptospirosis di kawasan rawan banjir dan kawasan terdampak air rob. Pos Informasi Leptospirosis menjadi pusat kegiatan penyebaran informasi penyakit Leptospirosis di masyarakat. Hasil evaluasi kegiatan Pos Informasi Leptospirosis telah mampu meningkatkan peran Kader Kesehatan dalam edukasi masyarakat, dapat meningkatkan pengetahuan, serta kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit Leptospirosis.
Obesity in Indonesian and Taiwanese Adolescents Related to Self Perception, Diet, Exercise, and Body Image Fauzi, Lukman; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Susilo, Mursid Tri; Kurnia, Arif Rahmat; Rahayu, Sri Ratna; Irawan, Fajar Awang; Jing-Horng Lu, Frank; Lin, Cenyi; Lai, Mei Fen; Chiao Yu, Ya
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 3 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v17i3.34396

Abstract

Obesity prevalence in Asia was raising. Self-perception became an increasingly determinant predictor of a healthier lifestyle. The purpose of this study was to investigate the relationship between self-perception and actual BMI among Indonesian and Taiwanese teenagers. This research was cross sectional and using participatory sampling of 415 participants from 6 high schools in Indonesia, and 717 participants from 7 high schools in Taiwan. The data was taken by enumerator using the Obesity Impact on the Quality of Life Perception Questionnaire (ObI-Q) and the Projective Test. Self-perception was statistically associated with actual BMI which state that obesity might be treated by hospital, clinics, or specialist (p0.001). Self-perception was also related to degenerative disease (p = 0.003) and social life (p = 0.04). Self-perception about sports stated that obese people could be as good as normal people (p=0.11). Most teenagers had the correct perception regarding ideal body image (p=0.04). The multivariable analysis showed that teenagers who did not have self-perception of desire to lose weight were 6.37 times more likely to have overweight than teenagers who had self-perception of desire to lose weight. Self-perception of desire to lose weight was a variable with major contribution to actual BMI among teenagers. 
The Cultur of School Environment Associated with Overweight in Urban Adolescent Oktia Woro Kasmini Handayani
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 2, No 3: September 2013
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.033 KB)

Abstract

The number of cases in overweight adolescents tend to increase will have an impact on the quality of Human Resources (HR) in the present and future. For that, the problem in this research is what the cultural of school environment factors related to the overwight in urban adolescent.This study was a cross sectional survey. The population in this study is all high school students Kesatrian 2 Semarang in 2012, amounting to 918 people. Samples were 30 students selected by purposive sampling. The independent variable was the frequency of street food consumption, physical activity and the amount of pocket money. Dependent variable is overweight events. The data analysis is using chi square test.There is a relationship between the frequency of street food consumption (p= 0.020), physical activity (p= 0.030) with the risk of incidence of overweight in urban adolescents. There is no relationship between the amount of pocket money (p= 0.225) and the incidence of overweight in urban adolescent. Suggestion: 1) Urban adolescent need to understand the incidence of overweight and the factors that influence it in order to take steps to prevent overweight independently 2) For the department of health, public health center and the school need to promote prevention programs in adolescent nutrition for adolescent to have normal nutritional status.DOI: http://dx.doi.org/10.11591/ijphs.v2i3.2893
Analisis Efektivitas Program Pos Peduli Gizi Anak Berbasis Potensi Lokal Rina Chomawati; Oktia Woro Kasmini Handayani
Kesmas Indonesia Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.793 KB) | DOI: 10.20884/1.ki.2019.11.2.1498

Abstract

ABSTRAK Tahun 2016, prevalensi gizi kurang di Mijen lebih tinggi daripada angka prevalensi di Kota Semarang yaitu sebesar 4,2%. Tujuan penelitian yang dilakukan pada bulan Mei 2018 ini adalah mengidentifikasi sejauh mana program Pos Peduli Gizi Anak Berbasis Potensi Lokal efektif dalam mengatasi masalah gizi di Mijen. Jenis penelitian adalah field research dengan teknik mixed method analysis. Fokus penelitian adalah efektivitas program meliputi input, process dan output. Sembilan informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data kualitatif menggunakan Miles dan Huberman sedangkan data kuantitatifnya menggunakan deskriptif persentase dengan kriteria keefektian Arikunto (2002). Hasil menunjukkan bahwa input program berjalan sesuai dengan SOP, process program yaitu penemuan kasus gizi efektif (60%), penanganan kasus gizi cukup efektif (50%) dan pendampingan kasus gizi efektif (60%). Output program, ada perbedaan berat badan pada balita sebelum dan sesudah intervensi yaitu kisaran 0,3 kg-1,9 kg. Status gizi tidak bisa didefinisikan karena durasi pelaksanaan program yang kurang. Simpulan penelitian yaitu program Pos Peduli Gizi Anak berbasis Potensi Lokal efektif untuk mengatasi masalah gizi di daerah urban fringe.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI INDONESIA Saniya Ilma Arifa; Mahalul Azam; Oktia Woro Kasmini Handayani
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 4: DESEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.291 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i4.3155

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) berkontribusi pada beban penyakit dunia karena prevalensinya terus meningkat dan menempati beban biaya kesehatan paling tinggi kedua di Indonesia setelah penyakit jantung. Hipertensi merupakan salah satu faktor dominan yang menyebabkan penyakit ginjal kronik. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data bersumber dari data sekunder hasil Riskesdas tahun 2013. Data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Didapatkan prevalensi PGK pada penderita hipertensi di Indonesia sebesar 0,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia kategori 45-54 tahun (OR=4,7; p<0,05; 95% CI=1,103-20,125), usia kategori 55-64 tahun (OR=4,7; p<0,05; 95%CI=1,094-20,434), jenis kelamin (OR=1,78; p<0,05; 95% CI=1,072-2,967), riwayat DM (OR=4; p<0,05; 95% CI=1,926-8,444), dan riwayat batu ginjal (OR=132,2; p<0,05; 95% CI=79,5- 219,9) dengan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia. Riwayat DM, riwayat batu ginjal dan kadar kolesterol total merupakan variabel dominan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia.
Keefektivan Metode Penyuluhan Keliling dan Metode Penyuluhan Individu Terhadap Perilaku Kepatuhan Protokol Kesehatan di Kelurahan Sekayu Diah Lestari Rahmawati; Oktia Woro Kasmini Handayani; Dyah Rini Indriyanti
Jurnal Sehat Mandiri Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 17, No.1 Juni 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v17i1.599

Abstract

During the Covid-19 pandemic, efforts are needed to improve people's behavior, one of which is counseling. Several extension methods that can be used are the mobile method and the individual method. Counseling is intended to be able to change people's behavior for the better regarding the Covid-19 health protocol. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of individual counseling and mobile counseling methods on behavior change (practice) for compliance with health protocols. This research is experimental research with a pre-test and post-test group design.The population this research is residents of Sekayu Village, Semarang City as of August 2020. The sample used is 100 samples (50 mobile counseling methods, 50 individual counseling methods) with a purposive sampling technique. The data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis, to determine differences in community behavior before and after treatment, the Wilcoxon test was used. To find out the difference in the effectiveness of the use of individual and mobile extension methods, the Mann Whitney test was used. The results showed that there were differences in people's behavior regarding the Covid-19 health protocol before and after being given counseling using the mobile counseling method and the individual method. The individual extension method is more effective than the mobile extension method. It’s advisable for health service providers to use individual methods in conducting health education or learning in the community.
EVLAUASI PROGRAM PEMBERIAN F100, SIROP BESI DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA BALITA GIZI BURUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBANG 2 Ade Risma Febriyanti; Oktia Woro Kasmini Handayani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 6 (2022): NOVEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v10i6.36231

Abstract

Based on Riskesdas 2018, the proportion of undernutrition and malnutrition nationally is 17.7%. While in the RPJM 2019 is 17% and RPJM 2020-2024 is 7%. Malnourished children under five years in Rembang Regancy in 2018 was ranked 7th , namely 8.4%. Meanwhile at Rembang 2 health care center in 2020 there were 0.93% and 2021 1.37% malnutrition children. One of the program to resolve malnourised is F100, Iron Syrup and Suplementary Feeding Program. The purpose of the study was to evaluate of  F100, Iron Syrup and Suplementary Feeding Program for malnourished children under five years in  Rembang 2 Health Care Center using the context, input, prosess, and product (CIPP) method. The research was qualitative with descriptive approach. Informants were selected by purposive sampling consisting of 4 main informants and 5 triangulated informants. Data collection techniques with in-depth interviews and documentation. The instruments used are observation guidelines, interview guidelines, recording devices, and cameras. Analysis data used are data collection, data reduction, data display, and drawing conclutions. The result the implementation of the program with CIPP component had not run optimally and there are discrepancies with the guidelines, such as in determining the target children under five years using BB/U index, limited human resource, lack of parental role, and recepvity low of food in children. The F100, Iron Syrup and Suplementary Feeding Program (PMT) seen form context, input, process and product (CIPP) have problems that still need to be fixed, so the program would be maximal.  
Model Pembelajaran Klinik Keperawatan Medikal Bedah Pendekatan Saintifik Ismonah Ismonah; Oktia Woro Kasmini Handayani; Wahyono Wahyono; Tri Suminar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman belajar klinik merupakan suatu proses transformasi peserta didik menjadi seorang perawat yang profesional, dengan memberikan kesempatan bagi peserta didik beradaptasi dengan perannya sebagai perawat profesional. Selain itu juga berperan dalam membina sikap, pandangan, dan kemampuan profesional lulusan, perawat mampu bersikap dan berpandangan profesional, berwawasan keperawatan yang luas, serta mempunyai pengetahuan ilmiah keperawatan yang memadai, serta menguasai keterampilan profesional secara baik dan benar. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi, konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep atau prinsip yang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pembelajaran klinik keperawatan medikal bedah pendekatan saintifik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Dengan mengidentifikasi kondisi yang ada saat ini, kemudian menyusun sebuah model dan dilakukan uji coba, agar mendaptkan suatu bentuk model yang sesuai. Hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan model manajemen pembelajaran klinik keperawatan medikal bedah efektif dalam meningkatkan kompetensi klinik peserta didik yang meliputi kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kompetensi klinik ditunjukan dengan kemampuan peserta didik dalam melaksanakan praktik klinik kepada pasien, melalui asuhan keperawatan. Implikasi dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Klinik Pendekatan Saintifik dapat diterapkan kepada mahasiswa yang praktik keperawatan medikal bedah, guna meningkatkan kompetensi klinik mahasiswa keperawatan.
Daya Tarik Snorkeling terhadap Ekowisata Whale Shark Botubarani sebagai Ikon Sport Tourism Kabupaten Bone Bolango Rosbin Pakaya; Oktia Woro Kasmini Handayani; Soegiyanto KS; Sulaiman Sulaiman
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata atau ekoturisme atau wisata ekologi adalah kegiatan wisata ke tempat-tempat yang masih alami. Whale Shark dan snorkeling merupakan ekowisata yang ada di Desa Botubarani Kabila Bone Kab. Bone Bolango. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi ekowisata Whale Shark dan snorkeling sebagai wisata olahraga minat khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi dan wawancara dengan pihak terkait. Temuan dalam hasil penelitian ini adalah whale shark dan snorkeling memenuhi 9 komponen daya tarik bagi pasar wisata olahraga minat khusus. Komponen yang tidak terpenuhi adalah 1) terselenggaranya even, dan 2) jaminan keselamatan, diakibatkan pandemi Covid-19. Dengan demikian disimpulkan potensi ekowisata whale shark dan snorkeling dapat dikembangkan sebagai wisata olahraga minat khusus.
Faktor Risiko Kekurangan Energi Kronik pada Remaja Putri di Kota Semarang Vilda Ana Veria Setyawati; Ari Yuniastuti; Oktia Woro Kasmini Handayani; Eko Farida; Evi Widowati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Golongan rawan masalah gizi meliputi bayi, balita, ibu hamil dan menyusui, wanita usia subur (15-49 tahun), dan lansia. Remaja putri merupakan salah satunya dan rentan menderita penyakit gizi. Masalah gizi pada remaja putri yang terekam saat ini kekurangan energi kronik (KEK). KEK perlu penanganan sedini mungkin karena merupakan indikasi adanya defisiensi multi mikronutrien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kasus KEK dan faktor risikonya pada remaja putri di Kota Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 42 remaja putri madya di SMA Laboratorium UPGRIS Kota Semarang. Status KEK ditentukan dengan menggunakan pita LiLA. Instrument kuesioner digunakan untuk mengetahui faktor risiko KEK meliputi pengetahuan gizi, gaya hidup, dan peran guru serta sekolah pada masalah gizi siswanya. Analisis deskriptif dan bivariate menggunakan SPSS. Uji chi-square digunakan untuk menguji hubungan antara faktor risiko dan status KEK. Hasil : Remaja putri yang mengalami KEK lebih besar dibandingkan yang normal yaitu 52,4%. Sebagian besar pengetahuan remaja putri tinggi (66,7%), gaya hidup sebagian besar baik (50%). Selanjutnya, menurut persepsi remaja putri, sekolah berperan melalui UKS untuk pendidikan kesehatan (54,8%). Pengetahuan memiiki hubungan secara statistik dengan status KEK remaja putri. Gaya Hidup dan peran sekolah tidak memiliki hubungan dengan status KEK remaja putri. 45,2% remaja putri tidak pernah mengkonsumsi tablet penambah darah. Implikasi : Remaja putri memperoleh manfaat dengan peningkatan kepedulian pada kondisi kesehatannya pada kasus kekurangan energi kronik. Melalui UKS, guru BK, Organisasi siswa Ekskul, dan juga kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler lain, sekolah dapat mengambil peran dalam penanganan dan pencegahan KEK bagi remaja.
Co-Authors Abudu, Komaria Ode Ade Risma Febriyanti Afifuddin, Taufiq Al Amin, Muhammad Fakhrudin Alifah, Rafidha Nur Ananditya, Vika Rifti Anggie Puspitasari Anggraeni, Nurul Ani Rusilowati Anies Setiowati, Anies Anita Dyah Listyarini Anwar Anwar Ari Yuniastuti Arief Yulianto Arif Kurniadi Arif Mustofa Asih Kuswardinah Astuti, Ari Yuni Azizah, Ima Azizah, Ima Baitul Mukarromah, Siti Bambang Budi Raharjo Buamona, Sri Ayu Budi Laksono Budianto, Fentri Heryati Budianto, Fentri Heryati Cahyati , Widya Hary Chatila Maharani Chiao Yu, Ya Chomawati, Rina Dachirin, Wachid Diah Lestari Rahmawati Dianawati, Ita Dina Nur Anggraini Ningrum Doune Macdonald, Doune Dyah Rini Indriyanti Edy Dharma Putra Duhe Efa Nugroho Eko Farida Erna Setiawati, Erna Erniaty, Wahyu Eunike R Rustiana Eunike Raffy Rustiana Evi Widowati Fajar Awang Irawan Fajriyah, Anidaul Farida, Eko Fauzia, Annisa Fauziah, Trisna Hani Febriani, Nurasifah Fitri Indrawati Galuh Nita Prameswari Hari Setijono Hariastuti, Fela Putri Harry Pramono, Harry HARTONO HADJARATI Haryono Haryono Haryono, Melina Hasbullah, Maisarah Heni Setyowati Hermawati, Bertakalswa I Gusti Ngurah Antaryama I Nengah Sandi I Putu Wisnu Octa Vernanda Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Jayadi Ika Umu Chafidhah Indrasti, Oktaviani Dwi Ingguniadi, Mateus Harry Irwan Budiono Irwan Budiono Irwan Irwan Iskandar, Wawan Ismonah - Jamaludin Yusuf Jeffri Ardiyanto Jeffri Ardiyanto Jing-Horng Lu, Frank Julianur, Julianur Kunjung Ashadi Kurnia Lintang Larasati Kurnia, Arif Rahmat Lai, Mei Fen Lestari, Nurarifah Wiji Lin, Cenyi Lindasari, Pamela Loc, Nguyen Huu Louise McCuaig, Louise Lukman Fauzi Luluk Hidayah, Luluk M. E. Winarno Maemonah, Maemonah Mahalul Azam Maharani, Adelia Wahyuningtyas Mahendrasari, Dyah Sukendra Mardiana Mardiana Maulana, Moch Afif Maulidah, Mir'atus Sa'diyah Melati, Inaya Mugi Hartono Muhammad Agus Muljanto Mukti, Farah Azizah Mursid Tri Susilo Mustofa, Akhmad Lukman Nadila Lupita Puteri Nahda, Silmina Nasrun Pakaya Natalia Desy Putriningtyas, Natalia Desy Ningsih, Prastuti Esa Nisa, Alfiana Ainun Nisa, Ihda Farihatun Noor Hidayah Noor Hidayah Novita Wijayanti Nugraheni, Afri Rizka Nur Siyam Nuranti, Dina Ami Permadani, Intan Prajna Paramita, Prajna Prasetyowati, Tri Ari Pratiwi, Imas Cahyaning Priyambada, Galih Putri Prastiwi Wulandari Raffy Rustiana, Eunike Raffy Rustiana, Eunike Rahayu, Rr. Sri Ratna Rezania, Nurul Rina Chomawati Rosalina Aulia Lestari Rosbin Pakaya RR Sri Endang Pujiastuti Rr. Sri Ratna Rahayu Rudatin Windraswara Rumini - S. Sugiharto S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salma Azhaar Firdaus, Jihan Saniya Ilma Arifa Sari, Helen Purnama Setiana, Yuni Nuraeni Setya Rahayu Setya Rahayu, Setya Rahayu Shanisa, laurell Siti Fathonah Siti Isnaeni SOEGIYANTO Soegiyanto KS Sofwan Indarjo Sri Maharsi Sri Sumartiningsih Suksesty, Catur Erty Sulaiman Sulaiman Sulistiyanto, Anggara Dwi Sunawan Sunawan Susanti, Eka Mei Susi Tursilowati Sutiah Sutiah Suwito Eko Pramono Swandari, Prita Syarifudin Tamalla, Putri Nur Tandiyo Rahayu Tarigan, Christian Suan Fernando Taufik Hidayah Taufiq Hidayah Taufiq Hidayah Timorini, Yuda Ayu Tri Joko Raharjo Tri Rustiadi, Tri Tri Suminar Ulfa, Farissa Ulfa, Farissa Umiasih, Shefi Umiasih, Shefi Vigaretha, Ginka Vigaretha, Ginka Vilda Ana Veria Setyawati Vilda Ana Veria Setyawati Vilda Ana Veria Setyawati Vilda Ana Veria Setyawati Vu, Nguyen Thi Wahyono Wahyono Wahyono Wahyono Wicahyani, Sri Widy Susanti Abdulkadir Widya Hary Cahyati Widyaningsih, Wulan Wahyu Wijayanti, Aprilia Yulia Nur Khayati Yuni Wijayanti Yunita Wulandari Yuriati, Putri Zam, Mahalul Zogara, Aprianus Umbu