Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI (E, P, L, K) DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK PRASEKOLAH Endriano, Firn Al Taftazani; Hakiki, Muchammad Insan Kharisma; Muniroh, Lailatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29602

Abstract

Anak prasekolah memerlukan kondisi dan stimulasi yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Perhatian terhadap nutrisi dan pola makan yang tepat sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Namun, seringkali terdapat masalah kesulitan makan pada anak, seperti perilaku picky eater, yang berdampak pada status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku picky eater dengan status gizi pada anak prasekolah di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross- sectional yang dilakukan pada bulan Juni tahun 2023. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 198 siswa dengan besar sampel sebanyak 64 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri dan pengisian kuesioner Child Eating Behaviour Questionnaire. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51,6% subjek memiliki perilaku picky eater. Sebagian besar subjek dalam penelitian ini memiliki status gizi yang tergolong berat badan normal dan gizi baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi BB/U (p=0,018), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi IMT/U (p=0,105). Dapat disimpulkan bahwa semakin anak tidak memiliki perilaku picky eater, maka semakin tinggi Z-score status gizi (BB/U) pada anak prasekolah. Sebaiknya orang tua tetap mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal dengan cara memerhatikan pola makan dan asupan nutrisi anak.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KECENDERUNGAN ANOREXIA NERVOSA PADA SISWI SMA 2 SURABAYA Christa, Theresa Angelina; Muniroh, Lailatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29808

Abstract

Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi dan penggunaan zat-zat gizi yang dikaitkan dengan berat badan dan tinggi badan seseorang. Masa remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masa remaja dapat dicirikan dengan adanya perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Pemenuhan nutrisi bagi remaja sangat penting diperhatikan untuk memiliki kondisi tubuh yang sehat dan terhindar dari kondisi-kondisi yang memicu seseorang kekurangan energi, salah satunya anorexia nervosa yang biasa terjadi pada remaja putri. Hal ini dikarenakan adanya krisis identitas sosial yang menjadi masalah utama yang harus dihadapi oleh remaja khususnya remaja putri dimulai dengan pembentukan awal kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kecenderungan anorexia nervosa pada siswi di SMA 2 Surabaya. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 75 siswi, yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data mencakup pengukuran antropometri, pengisian kuesioner tentang pengetahuan Anorexia Nervosa, Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34), dan kuesioner kecenderungan Anorexia Nervosa. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kecenderungan anorexia nervosa dengan derajat cukup (r=0,556) dan arah hubungan positif, yang artinya semakin tinggi Z-score status gizi berdasarkan IMT/U pada remaja perempuan, maka semakin tinggi tingkat kecenderungan anorexia nervosa. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan awareness terhadap kecenderungan anorexia nervosa serta perlu dilakukannya deteksi dini terhadap kecenderungan anorexia nervosa pada remaja untuk mencegah terjadinya keparahan.
The PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PASIEN ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DAN BRONKITIS Rahmah, Aulia; Muniroh, Lailatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet Tinggi Kalori dan Tinggi Protein (TKTP) dapat diberikan kepada pasien anak yang menderita penyakit infeksi seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan bronktis. Diet TKTP diberikan dengan jumlah energi dan protein tinggi sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita pasien dengan tujuan mencegah kerusakan jaringan akibat penyakit infeksi yang diderita oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi tatalaksana Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien anak demam berdarah dan bronkitis. Studi kasus ini dilakukan di RS X di Surabaya selama tiga hari berturut-turut pada bulan September 2023. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan desain observasional analitik. Tatalaksana asuhan gizi yang dilakukan meliputi asesmen, diagnosis gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi. Data yang diperoleh meliputi data identitas pasien, asupan makan, antropometri, biokimia, fisik/klinis, serta hasil monitoring dan evaluasi yang didapatkan melalui food recall, food record, visual comstock, wawancara, pengukuran antropometri, dan rekam medis pasien. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif. Hasil pemantauan selama tiga hari menunjukkan bahwa asupan pasien mengalami peningkatan dan beberapa zat gizi telah memenuhi target, hasil pemeriksaan biokimia menunjukkan beberapa parameter sudah mencapai nilai normal yang diharapkan, dan hasil pemeriksaan fisik/klinis pasien juga menunjukkan perbaikan dengan suhu tubuh normal, nadi normal, dan tidak muntah. Diet tinggi kalori dan tinggi protein dapat terus dilanjutkan dengan pengkajian ulang terhadap perkembangan kondisi pasien seiring waktu
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN EMOTIONAL EATING DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Fadilah, Nurul; Muniroh, Lailatul; Zulkarnain, Shamarayunda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30163

Abstract

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan peningkatan masalah overweight dan obesitas pada individu 18 tahun ke atas dari 2007 hingga 2018. Meski mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat telah memperoleh pengetahuan tentang kesehatan dan gizi selama perkuliahan, permasalahan gizi masih terjadi. Penyusunan skripsi membawa kendala dan tuntutan, meningkatkan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir. Makanan sering dijadikan pelarian untuk mengatasi tekanan, dan memicu perilaku makan emotional eating. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat stres, emotional eating dan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini berjenis observasional dengan desain cross-sectional di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Sampel berjumlah 53, diambil melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui Google-form yang mencakup karakteristik responden, kuesioner tingkat stres dan emotional eating. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson melalui SPSS versi 25. Hasilnya menunjukkan mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (54,3%), melakukan emotional eating (67,4%) dan 43,4% memiliki status gizi kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres (p=0,040) dan emotional eating (p=0,010) dengan status gizi. Kesimpulannya, mahasiswa tingkat akhir dengan status gizi kurang baik cenderung mengalami tingkat stres lebih tinggi dan melakukan emotional eating dibandingkan dengan yang memiliki status gizi normal. Disarankan bagi responden untuk melakukan manajemen stres, mengonsumsi makanan sehat, serta berolahraga teratur.
STUDY OF Coleus amboinicus STEM EXTRACT IN INHIBITING MACROPHAGE CD-68 EXPRESSION IN WISTAR RATS WITH URIC ACID-INDUCED NEPHROPATHY Solfaine, Rondius; Mubarokah, Wida Wahidah; Muniroh, Lailatul
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 13, No 3 (2019): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v13i3.14266

Abstract

The purpose of this study was to evaluate effect of Coleus amboinicus (CA) stem extracts on uric acid-induced nephropathy by comparingthe levels of Macrophage CD-68 expression and concentration of serum Cystatine C (CYS C ) in Wistar rats. Twenty-four male Wistar rats(Rattus norvegicus) with a body weight (bw) of 200-250 g, were allocated into three groups, with eight animals per group. The rats in controlgroup (PO) received 0.1% carboxymethyl cellulose (CMC) solution orally The rats in group 2 (P1) were orally induced with uric acid (UA) (500mg/kg) and oxonic acid (OA) (750 mg/kg.) and the rats in group 3 (P2) received uric acid (500 mg/kg), oxonic acid (750 mg/kg), and 500 mg/kgof the CA stem extracts for 35 days. Bloods were collected for analysis of serum CYS C expression and concentration of serum creatinine andblood nitrogen urea (BUN). The rats in all groups were sacrificed for kidney tissue extractions for macrophage CD-68 identification andhistopathology analysis. The levels of CYS C concentrations were analyzed by Avidin-Horseradish Peroxidase (HRP) Sandwich-ELISA. Theresults showed that Coleus amboinicus stem extract at dose of 500 mg/kg bw can significantly reduce BUN and creatinine levels (P0.05), whileCys C levels were not different. In the treatment group (P2) compared with group (P1). CD-68 (ED-1) macrophage activity decreasedsignificantly (P0.05) in the treatment group (P2) compared to the control group and (P1). Nephrophaty induction using UA and OA causessevere kidney lesions characterized by degeneration, necrosis and inflammation of the renal tubules and glomerulus in the treatment group.
Hubungan Perilaku Ibu dalam Pemberian MP-ASI Dengan Kejadian Gerakan Tutup Mulut dan Status Gizi pada Baduta Maulidya, Hikmah; Muniroh, Lailatul
Media Gizi Kesmas Vol 9 No 1 (2020): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2020)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v9i1.2020.23-28

Abstract

Latar Belakang: Gerakan Tutup Mulut atau lebih dikenal dengan istilah GTM yaitu kesulitan makan atau menolak makan yang sering kali dialami anak pada tahun pertama. Usia 6 – 9 bulan merupakan masa kritis dalam memperkenalkan makanan padat secara bertahap. Perilaku ibu dalam pemberian makanan pendampain ASI (MPASI) pada anak akan mempengaruhi ibu untuk memilih dan menyiapkan makanan anak untuk mendapatkan status gizi yang baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku ibu dalam pemberian MPASI dengan kejadian GTM dan status gizi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Bulukandang Kabupaten Pasuruan.Metode: Penelitian ini adalah obeservasional analitik dengan desain cross sectional. Responden  dalam penelitian ini sebanyak 72 responden ibu dengan anak usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bulukandang Kabupaten Pasuruan. Variabel penelitian meliputi perilaku ibu dalam pemberian MPASI kejadian gerakan tutup mulut (GTM) dan status gizi baduta. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisi data menngunakan uji statistik chi-Square.Hasil: Perilaku responden di atas 70% menunjukkan kategori baik. Masalah GTM terjadi hampir pada semua baduta dengan presentase 75%. Status gizi baduta rata – rata memiliki status gizi yang baik diatas 80%. Terdapat hubungan antara perilaku (p = 0,024) ibu dalam pemberian MPASI dengan kejadian GTM pada baduta. Tidak terdapat hubungan antara perilaku dengan status gizi baduta.Kesimpulan: Perilaku ibu dalam pemberian MPASI masih menggunakan distraksi berupa tontonan youtube sebagai pengalihan agar anak mau makan serta memilih menggendong anak dalam proses makan dari pada meletakkan anak dengan posisi duduk yang benar. Perilaku tersebut dapat menjadi faktor GTM pada anak.ABSTRACTBackground: Mouth Shut Movement, better known as GTM, is an eating difficulty or refusing to eat which is often experienced by children in the first year. Age 6-9 months is a critical period in introducing solid foods gradually. Mother's behavior in giving complementary feeding to the child will influence the mother to choose and prepare the child's food to get good nutritional status.Objective: This study aims to analyze the relationship between the maternal behavior in giving complementary feeding with the case of GTM and nutritional status of under two in the working area of the Bulukandang Health Center in Pasuruan Regency.Methods: This research is an observational analytic with cross sectional design. The respondents in this study were 72 mothers with children in aged 6-24 months in the working area of the Bulukandang Health Center in Pasuruan Regency. The research variables include the maternal behavior in the administration of MPASI, the case of the movement to shut up (GTM) and nutritional status of the under two years old. Data collection techniques uses questionnaires and anthropometric measurements. Data analysis uses the chi-square statistical testResults: The behavior of respondents above 70% shows a good category. The GTM problem occurs in almost all under two children with a 75% percentage. Nutritional status of child under two years old, on average, has a good nutritional status above 80%. There is a relationship between the behavior (p = 0.024) of the mother in giving complementary feeding with the case of GTM in the under two years. There is no relationship between behavior and nutritional status of child under two years old.Conclusion: Mother's behavior in giving MPASI still uses distractions in the form of youtube watching as a diversion, so that the child wants to eat. Moreover, the mother chooses to carry the child in the process of eating rather than putting the child in the correct sitting position. This behavior can be a factor of GTM to children.
Hubungan antara Durasi Tidur, Tingkat Stres dan Asupan Energi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Mahasiswa Baru 2020/2021 FKM UNAIR Simanoah, Ketut Herlin; Muniroh, Lailatul; Rifqi, Mahmud Aditya
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.218-224

Abstract

Latar Belakang: Kelompok usia remaja menuju dewasa awal berisiko mengalami masalah gizi seperti kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Penyebab overweight dan obesitas sangat beragam, beberapa faktor diantaranya yaitu durasi tidur, stres dan asupan energi. Durasi tidur dan stres berkaitan dengan perubahan hormonal yang mempengaruhi nafsu makan. Asupan energi merupakan jumlah akumulasi dari metabolisme zat gizi seperti karbohidrat, lemak dan protein yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan disimpan sebagai lemak jika jumlahnya melebihi kebutuhan.Tujuan: Menganalisis hubungan antara durasi tidur, tingkat stres dan asupan energi dengan IMT pada mahasiswa baru 2020/2021 FKM UNAIR.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan sampel penelitian 55 mahasiswa baru FKM UNAIR tahun ajaran 2020/2021. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kueisioner karakteristik responden, jumlah durasi tidur, PSS dan SQFFQ secara online melalui google form pada setiap individu yang terpilih.Hasil: Adanya hubungan antara durasi tidur dengan IMT (p= 0,011) dan tidak ada hubungan antara tingkat stres (p= 0,136) dan asupan energi (p = 0,670) dengan IMT pada mahasiswa baru.Kesimpulan: Durasi tidur yang kurang dari rekomedasi dapat meningkatkan resiko kelebihan berat badan. Oleh karena itu, pencegahan resiko kelebihan berat badan menurut IMT dapat dilakukan dengan menerapkan hidup sehat seperti mencukupi kebutuhan waktu tidur harian. Kata kunci: Durasi Tidur, Stres, Energi, IMT
Hubungan Aktivitas Fisik, Asupan Kalsium dan Lemak dengan Obesitas Sentral pada Tenaga Kerja Perkantoran Rahayuningsih, Aries Nilla; Muniroh, Lailatul
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.351-357

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi obesitas sentral terus mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 31% masyarakat Indonesia mengalami obesitas sentral. Obesitas sentral dapat disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik, tingginya asupan lemak, dan rendahnya asupan kalsium. Obesitas sentral menjadi salah satu permasalahan gizi yang rentan terjadi pada tenaga kerja khususnya tenaga kerja perkantoran.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, asupan kalsium, dan lemak dengan obesitas sentral pada tenaga kerja di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Malang.Metode :  Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan menggunakan desain studi cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 tenaga kerja dan diambil secara proportional random sampling. Pengumpulan data terdiri dari pengukuran lingkar pinggang, wawancara food recall 2 x 24 jam, dan pengisian kuesioner BPAQ (Baecke Physical Activity Questionnaire). Data yang berdistribusi normal dianalisis menggunakan uji korelasi pearson, sedangkan data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan uji korelasi spearman.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium (p=0,002) dan lemak (p=0,000) dengan obesitas sentral. Sementara itu tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan obesitas sentral (p=0,275).Kesimpulan : Penurunan asupan lemak dan peningkatan asupan kalsium dapat menurunkan risiko terjadinya obesitas sentral. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengingat mayoritas reponden dalam penelitian ini tergolong memiliki tingkat aktivitas fisik berat dan tingkat konsumsi lemak yang cenderung kurang.
Hubungan Antara Perilaku Makan dan Healthy Eating Index dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah di SDI Darush Sholihin Kabupaten Nganjuk Latersia, Yovicristy; Alfinnia, Silvia Alfinnia; Muniroh, Lailatul
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.581-588

Abstract

Background: School-age children are in the phase of growth and development so that nutrition intake is needed to support the growth and development of children. If there is an imbalance between intake and fulfillment of nutrition, nutritional problems will arise. Objectives: The study aims to analyze the relations between eating behavior and Healthy Eating Index with nutritional status of school-age children at SDI Darush Sholihin, Kabupaten Nganjuk. Methods: This research was an analytic observational with a cross-sectional design. The sample size were 48 students selected using proportional random sampling. The data collected includes weight, height, Food Frequency Questionnaire, and 2x24 hours food recall. The data was analyzed by Spearman correlation test with a significance value of 0.05. Results: Most students were male (54.2%), average energy intake 1126.08±287.99 kcal/day, low levels of intake such as carbohydrates (98%), protein (47.9%), and fat (64.6%), rare eat staple foods (60.4%), often eat plant proteins (43.8%), never eat vegetables (58.3%), fruits (81.2%), and snacks (75%). There was no correlation between eating behavior of staple foods (p=0.101), animal proteins (p=0.212), plant proteins (p=0.829), vegetables (p=0.751) and snacks (p=0.109), and Healthy Eating Index score (p=0.194) with nutritional status. However, fruit eating behavior (p=0.040) was associated with nutritional status. Conclusions: There was no positive correlation between eating behavior of staple foods, animal proteins, plant proteins, vegetables, and snacks, and also HEI score with nutritional status. However, there was a correlation between fruit eating behavior with nutritional status. Children who often eat fruit without paying attention to the sugar content and serving method are at risk of becoming obese. Nutrition education to schools and parents related to healthy eating behavior, especially fruit, is needed to prevent obesity and achieve optimal growth and development.
Pemberian Diet Tinggi Energi Tinggi Protein Rendah Garam III dan Tinggi Antioksidan pada Pasien Kanker Payudara Stadium IIA: Sebuah Laporan Kasus Rahmadani, Qurrota A’yun Nur; Nurkusumahputri, Renatasaskia; Muniroh, Lailatul; Sumarmi, Sri
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 2 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i2.2024.580-586

Abstract

Background: Breast cancer ranks first in cases of cancer deaths in Indonesia. The causes of this disease are not completely understood because there are many factors that increase the risk of cancer. The Standardized Nutrition Care Process (NCP) is carried out by providing a High Energy High Protein (HEHP) Low Salt III diet and high in antioxidants to support the patient's improved condition. Objective: To determine the management of NCP in stage IIA breast cancer patients according to the patient's condition. Method: A case study was conducted in March 2021 on patients at Darmo Hospital, Surabaya. Sampling is determined based on emergency considerations and the complexity of the patient's condition. The data collection method was carried out by observation and analysis for 3 days in the patient's intake, physical and clinical, biochemical and anthropometric domains. A literature study was also carried out to complete patient data. Results: In the results of monitoring and evaluation, anthropometric examination there was a constant decrease in the patient's weight, apart from that there was a decrease in leukocyte levels in biochemical examination, in physical and clinical examination there was a constant increase in blood pressure, a decrease in pulse and respiratory rate, body temperature tended to constant and reduced nausea. The patient's intake fluctuates due to the mismatch between the taste of hospital food and the patient's taste. Conclusion: The patient's recovery condition is considered poor in terms of unstable food consumption due to a mismatch between the patient's appetite and the food provided.
Co-Authors Abdul Aziz Abdullah Syakur Novianto Abihail, Chrysoprase Thasya Ade Lia Ramadani Adhelia Niantiara Putri Adiningsih, Sri Agustin Asri Meidyah Airin Levina Alfadhila Khairil Sinatrya Alfin Lailatul Fadilah Alfinnia, Silvia Alfinnia Alifatuz Zahrah Amanda Nurqisthy Ambarini, Tri Kurniati Amelia Yomanda Anggraeny Monica Putri Anis Zaiti Mubarokah Anisa Lailatul Fitria Anisah Firdaus Rahmawati Anisaul Makarimah Anja Farahyani Ferwanda Annas Buanasita Annis Catur Adi Annisa Risqi Wulandari Aprilia, Syifa Kanza Ardiansyah, Miko Aries Nilla Dwi R.N Arini Rahmatika Sari Arnoveminisa Farinendya Arum Damar Aditya Bayu Sukma Aulia Rahmah Azizah, Bertaniezia Nur Bahtiar, Dimas Vigo Basuki, Dinda Ayu Lestari Bella Hayyu Risky Herlistia Bessy, Nilam Sahnur Cahyani, Arian Susanti Dewi Cahyanti, Ika Yuniar Chandramanda Dewi Damara Cholifatun Ni’mah Christa, Theresa Angelina Chrysoprase Thasya Abihail Chrysoprase Thasya Abihail Cindhy Pamela Kesuma Cynthia Almaratus Sholicha Dewi Sekarani Paramita Dhenok Widari Diah Indriani Dian Anita Nilawati Dila Ningrum Dinda Laminia Dini Ririn Andrias Dominikus Raditya Atmaka Elfira Elfiyanti Endriano, Firn Al Taftazani Faizzatur Rokhmah Fannani, Muhammad Rovi Tanwirul Fanti Septia Nabilla Farapti Farapti Faricca Kusuma Widyaningsih Fauziah, Rafita Fenny Putri Maharani Fina Zahrotun Ni'mah Fina Zahrotun Ni'mah Firyal Faris Naufal Firyal Faris Naufal Gracela, Eveline Hafifah Rahmi Indita Hakiki, Muchammad Insan Kharisma Hashifah Dzihniyah Zhafirah Ilyas Ibrahim, Fitriyah Shuci Rahmawaty Imas Nur Jannah Indita, Hafifah Rahmi Intan Sekar Putri Nugroho Isaura, Emyr Reisha Ismi Faizah Iwan Sahrial Hamid Izdihar, Hasna Karina Septea Asie Sawong Ketut Herlin Simanoah Khasanah, Indi Julia Ridhatul Khaulah Ali Badjree Khoiroh, Mawadatul Laila Maulida Hidayah Lailata, Irina Lailatul Masruroh Lailatul Masruroh Laili, Putri May Wahyu Latersia, Yovicristy Levina, Airin Levina, Airin Lydia Verdiana Maharani, Fenny Putri Mahmud Aditya Rifqi Mar'atik, Khusnatul Margareta Fatimah Azzahra Maria Alfa Kusuma Dewi Maria Alfa Kusuma Dewi Maryam Jamilah Maulidya, Hikmah Mentari Indah Saputri Merryana Adriani Mita Femidio Mubarokah, Wida Wahidah Muchammad Insan Kharisma Hakiki Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh Mulyadi, Rafiqi Dwi Nabilla, Fanti Septia Nadia Kenyo Peni Dewantoro Nandia Firsty Dhorta Nasiruddin, Mukhammad Nastiti, Aliffah Nurria Nelsa Kurnia nFN Arikah, nFN Nindyaningrum, Salsabila Farahdea Nur Hikmah Wati Nurkusumahputri, Renatasaskia Nurul Fadilah, Nurul Nurul Mawaddah Nyoman Wahyu Meta Wulandari Ona Oktalina Pandwita, Siska Mareta Pradnyaparamita, Alya Prasetyo, Moch Richo Pratiwi Azizah Ajeng Pratiwi, Rachmahnia Puspikawati, Septa Indra Puspita, Fina Intan Putri Nia Mulyono Putri, Anggraeny Monica Putri, Evita Hasana Rachmah, Qonita Rahayuningsih, Aries Nilla Rahmadani, Qurrota A’yun Nur Ramadani, Ade Lia Ramadhani, Tsamara Alifia Ramadhani, Zulfa Taqiyyah Ramdhan, Muhammad Risqi Ihya Ratna Dwi Puji Astuti Retty Anisa Damayanti Riswandha Ichsan Noor Riza Amalia Rizki Kurnia Illahi Rizky Prihandari Rizqita Catur Wulandari Rondius Solfaine Said, Avicenna Muhammad Salsabila Farahdea Nindyaningrum Santi Martini Santosa, Faradyah Lulut Shamarayunda Zulkarnain Shanty Oktavia Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Silvia Alfinnia Simanoah, Ketut Herlin Siti Helmyati Siti Rahayu Nadhiroh Sobhita Paramita Socadevia, Annisa Sofia, Himatus Sri Sumarmi Tetasa, Sarah Thalita, Kanasya Triska Susila Nindya Ulaganathan, Vaidehi Ulfah, Zakiyyah Vidya Anggarini Rahmasari Wida Wahidah Mubarokah Wida Wahidah Mubarokah Wida Wahidah Mubarokah Wigati Maria Yuly Sulistyorini Zuhairoh Naily Syarofi Zuhro, Nurhidayatus Zulfa Taqiyyah Ramadhani Zulkarnain, Shamarayunda