Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an dalam Pembentukan Karakter Santri di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir Cimanggis Depok Masitoh, Siti; Aripudin, Muhamad; Hasanah, Siti Uswatun; Munawar, Slamet
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JPTI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1375

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah:  (1) Untuk menganalisa pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir (2) Untuk mengidentifikasi tantangan dalam proses pembelajaran tahfzh Al-Qur’an (3) Untuk menganalisa pembentukan karakter santri setelah mengikuti pembelajaran tahfizh Al-Qur’an di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2024 sampai bulan Juli 2025. Subjek dari penelitian ini adalah Kepala Ma’had Tahfizh Al-Bashiir, Pengajar, dan Santri. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang membagi analisis data menjadi tiga yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pembelajaran tahfizh Al-Qur’an di Ma’had Tahfizh Al-Bashiir dilakukan secara bertahap dan terstruktur, dimulai dari tahsin hingga tahfizh. Santri menghafal dimulai dari Juz 30 dengan metode ziyadah dan muroja’ah yang berjenjang untuk menjaga kualitas hafalan. Metode yang digunakan antara lain bin nazar, takrir, talaqqi, dan musyafahah. (2) Tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran tahfizh Al-Qur’an diantaranya kesulitan teknis membaca, perbedaan kemampuan menghafal, dan tekanan psikologis. (3) Pembentukan karakter santri setelah mengikuti pembelajaran tahizh Al-Qur’an adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, dan tanggung jawab.
Kajian perbandingan sambiloto segar dan kering ditinjau dari rendemen dan konsentrasi andrographolide Hasanah, Siti Uswatun; Hopsah, Cintiani Siti; Septiani, Shely Dwi
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i1p29-35

Abstract

Andrographis paniculata, yang lebih dikenal dengan sebutan sambiloto, merupakan salah satu tanaman obat yang populer dan telah mendapatkan perhatian serta pengembangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Secara tradisional, tanaman ini digunakan untuk menangani berbagai kondisi kesehatan, termasuk gigitan serangga berbisa, demam berdarah, diare, infeksi saluran pernapasan atas, serta masalah kulit. Konsumsi tanaman ini dapat dilakukan dalam bentuk segar maupun kering. Bahan segar umumnya dikonsumsi dengan direbus atau dikunyah, sementara bahan kering biasa disajikan sebagai teh atau dijadikan suplemen kesehatan. Kandungan air yang tinggi pada bahan segar dapat menyebabkan pelarutan senyawa aktif tertentu dan meningkatkan risiko degradasi akibat aktivitas enzimatik atau mikroba. Di sisi lain, bahan kering memiliki kestabilan yang lebih baik karena minim air, meskipun proses pengeringan dapat menurunkan kadar senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan membandingkan potensi A. paniculata segar dan kering terkait rendemen ekstrak dan kadar andrographolida pada berbagai bagian tanaman, yaitu daun, batang, dan bunga. Ekstraksi dilakukan melalui maserasi dengan pelarut metanol. Rendemen dievaluasi, analisis kualitatif dilakukan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan analisis kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara bahan segar dan kering, baik dari segi rendemen maupun kandungan andrographolida. Rendemen tertinggi diperoleh dari bahan kering, yaitu 21,3% pada daun, 12,64% pada batang, dan 11,1% pada bunga. Andrographolida terdeteksi di semua bagian tanaman, dengan konsentrasi tertinggi terdapat pada daun kering, yaitu 5,99 ± 1,6%.