Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Communication & HR Development Towards Improving Archives Governance Performance Eric Hermawan; Widiastuti Furbani; Gilbert Nainggolan; Nining Latianingsih; Dipa Teruna Awaludin
Annals of Human Resource Management Research Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ahrmr.v6i2.3217

Abstract

Purpose: This study aims to examine the influence of communication and human resource development on improving archival governance. Research Methodology: A quantitative research design was applied using regression analyses. This study employed purposive sampling with a total of 97 respondents. Data were collected through questionnaires distributed to employees of the Central Java Provincial Education and Culture Office and analyzed using the SPSS software. Results: The results indicate that communication significantly affects governance governance performance. Human resource development also has a strong influence on performance. In addition, both communication and human resource development have a significant impact on the performance of archival governance. Conclusions: The SPSS results indicate that communication and human resource development significantly impact archival governance performance. Together, they explain 22.5% of the variation in performance, with the remaining 77.5% influenced by factors not covered in this study. Limitations: The findings highlight that effective communication and human Effective communication improves information delivery and participation, while human resource development enhances employee competence and professionalism, both crucial for enhancing archival governance performance and efficient archival management.                                 Contributions: Effective communication and competent Human Resource (HR) development are crucial for improving archive governance performance. Good communication ensures clear information regarding archive management, while HR development ensures the availability of skilled personnel to manage archives. Novelty: Effective communication and HR development are key to improving archival governance, ensuring efficient information delivery and professional and competent management of archival affairs.
Edukasi Program Smart Saving untuk Meningkatkan Budaya Menabung di Kalangan Remaja Sylvia Kartika Dhamayanti; Yufrizal Yufrizal; Ali Akbar; Dipa Teruna Awaludin; Puspa Rini
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kesadaran finansial di kalangan remaja menjadi salah satu tantangan dalam pembentukan perilaku pengelolaan keuangan yang sehat. Perkembangan gaya hidup konsumtif yang dipengaruhi oleh kemudahan akses belanja digital dan media sosial turut mendorong menurunnya minat menabung pada kelompok usia remaja. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukatif yang mampu meningkatkan pemahaman serta membentuk kebiasaan menabung sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan menumbuhkan budaya menabung di kalangan remaja melalui program Smart Saving. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring melalui platform konferensi video dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi pengelolaan keuangan sederhana, serta sesi tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah remaja usia sekolah menengah yang memiliki keterbatasan pemahaman dalam pengelolaan keuangan pribadi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terkait konsep menabung, pengelolaan uang saku, dan perencanaan keuangan sederhana. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta mengenai pentingnya menabung, terbentuknya kesadaran dalam mengelola keuangan secara bijak, serta munculnya komitmen untuk menerapkan kebiasaan menabung secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan remaja melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai media edukasi yang efektif.
Financial Literacy on PayLater for College Students to Prevent Compulsive Spending Rita Nurnaningsih; Irzan Soepriyadi; Dipa Teruna Awaludin; Meike Negawati Kesek; Kampono Imam Yulianto
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advances in financial technology have introduced a variety of digital payment services that are increasingly accessible to the public, including the PayLater feature. The convenience offered by this service provides benefits in supporting flexible financial transactions. However, on the other hand, the use of PayLater without adequate financial literacy has the potential to encourage excessive spending, particularly among college students who are in the transition phase toward financial independence. Therefore, this community service activity aims to enhance students’ understanding of the prudent use of PayLater, introduce the risks that may arise from uncontrolled use, and foster awareness of the importance of personal financial management. The activity was conducted online using an interactive educational method that included material delivery, discussions, case studies, and an evaluation of participants’ understanding. The material covered the basic concepts of PayLater, the benefits and risks of its use, its impact on consumerist behavior, and strategies for healthy financial management. The results of the activity showed an increase in participants’ understanding of responsible PayLater usage and the importance of considering financial capacity before making transactions. Additionally, participants demonstrated a shift in perception regarding the use of digital credit services, placing greater emphasis on needs rather than wants.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Komunikasi Interpersonal bagi Remaja dalam Pencegahan Cyberbullying Iswahyu Pranawukir; Alamsyah Alamsyah; Haidir Syafrullah; Dipa Teruna Awaludin; Rezzi Nanda Barizki
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja telah memberikan berbagai manfaat dalam proses komunikasi, namun juga memunculkan risiko berupa meningkatnya kasus cyberbullying. Rendahnya kemampuan komunikasi interpersonal sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya kesalahpahaman, konflik, serta perilaku komunikasi yang tidak etis di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi interpersonal remaja sebagai upaya preventif dalam mencegah perilaku cyberbullying. Program dilaksanakan secara daring melalui metode pelatihan yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi komunikasi, serta evaluasi pemahaman peserta. Sasaran kegiatan adalah remaja usia sekolah menengah yang aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelatihan mencakup konsep komunikasi interpersonal yang efektif, pengembangan empati, keterampilan mendengarkan aktif, pengelolaan emosi, etika komunikasi digital, serta strategi menghadapi dan mencegah cyberbullying. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya komunikasi yang santun dan bertanggung jawab dalam lingkungan digital. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenali bentuk-bentuk cyberbullying, memahami dampak negatifnya terhadap korban, serta menerapkan prinsip komunikasi interpersonal yang positif dalam interaksi daring. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun karakter remaja yang lebih empatik, komunikatif, dan bijak dalam menggunakan media digital, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan cyberbullying secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
The Influence of Good Corporate Governance, Tax Planning, and Financial Distress on Earnings Management with Internal Control as Intervening Variable Alfiana Alfiana; Fitriana Rakhma Dhanias; Loso Judijanto; Hadi Purnomo; Dipa Teruna Awaludin
INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi Vol. 7 No. 1 (2026): INVEST : Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/invest.v7i1.2107

Abstract

This study examines the influence of good corporate governance, tax planning, and financial pressure on earnings management in State-Owned Enterprises (SOEs) in Indonesia, with internal control as an intervening variable. This study is motivated by the limited research integrating the role of internal Control in the relationship between governance mechanisms and earnings management, particularly in the context of SOEs. The study sample consisted of 20 SOEs listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2018–2023 period, yielding 120 company-year observations selected via purposive sampling. Data analysis was performed using a random-effects model (REM) in EViews 12. The results show that corporate governance and financial pressure do not significantly influence earnings management, although both are negative. Tax planning has a significant negative effect on earnings management. Internal control is proven to have a significant negative effect, but is unable to mediate the relationship between the independent variables and earnings management. These findings emphasize the importance of strengthening internal control to suppress earnings management practices and provide an empirical contribution regarding the limited role of governance mechanisms in the context of SOEs.
STRATEGI PENINGKATAN KESELAMATAN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN: TINJAUAN SISTEMATIS Rahmat Jaya; Hamirul; Syahwami; Dipa Teruna Awaludin; Irwan Faizal
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v5i2.2881

Abstract

Komunikasi yang tidak efektif antara tim tenaga kesehatan pasti akan berdampak pada keberhasilan pengobatan dan menimbulkan efek samping pada pasien. Kejadian yang tidak diharapkan sering dianalisis untuk menggambarkan dampak keselamatan pasien terhadap kualitas perawatan. Kejadian yang tidak diharapkan yang dimaksud adalah cedera yang disebabkan oleh perilaku medis yang mengakibatkan rawat inap yang berkepanjangan dan/atau kecacatan saat pasien dipulangkan. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas strategi untuk meningkatkan komunikasi yang efektif dan keselamatan pasien antara tim tenaga kesehatan di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis studi kuantitatif dan kualitatif dengan sintesis naratif. Pencarian literatur bersumber dari tiga basis data (Medline, CINAHL, dan Science Direct) antara tahun 2021 dan 2024. Partisipan sendiri berasal dari berbagai tenaga kesehatan, termasuk perawat dan dokter. Hasil penelitian memberikan analisis bahwa tindakan yang diperlukan adalah sebagai berikut: situasi, nyatakan masalah secara singkat, sampaikan informasi latar belakang yang relevan dengan situasi, buat penilaian, berikan analisis dan pertimbangkan berbagai pilihan, dan rekomendasikan tindakan atau perawatan tertentu. Tinjauan ini menemukan bukti untuk meningkatkan komunikasi dan keselamatan pasien, terutama saat memberikan layanan kepada pasien rumah sakit untuk prosedur darurat, mendesak, dan sensitif waktu. Akan tetapi, bukti ini terbatas pada pengaturan khusus seperti komunikasi telepon.