Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN TIGA JENIS KUNING TELUR DALAM PENGENCER AIR KELAPA MUDA TERHADAP KUALITAS SEMEN SAPI BALI (Impact of Adding Three Different Egg Yolks to Young Coconut Water Diluent on Bali Cattle Semen Quality) Ulu, Krista Florida; Belli, Henderiana L.L; Riwu, Agustinus R.; Hine, Thomas M.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 11 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v11i2.7797

Abstract

Young coconut water (CW) can be used as a diluent which can provide nutrients and other protective substances for the life of spermatozoa. Egg yolk is one of the important components in semen diluent, because it has a very important role in protecting the plasma membrane and acrosome during storage. The aim of this research was to determine the best type of egg yolk in combination with young coconut water to maintain liquid semen quality of Bali cattle. This research used a complete random design consisting of 6 treatments and 5 replications. The basal diluent in all treatments was 80 percent of CW combined with 20 percent chicken egg yolk (C), duck egg yolk (D), quail egg yolk (Q). The treatments in question are P0= CW-C, P1= CW-D, P2= CW-PQ, P3= CW-CD, P4= CW-CQ, and P5= CW-CDQ. Data were analyzed using one-way ANOVA and Duncan tests. Until the 6th day of storage, the P3 treatment produced higher semen quality than the control (P<0.05) except that the sperm abnormality variable showed no significant difference (P>0.05). On the other hand, treatment P3 showed no significant difference from treatments P1, P2, P4, and P5 (P>0.05). The quality of Bali cattle semen up to the sixth day of storage in treatment P3 was: 42.00%. 48.76%, 5.71%, 6.2 days respectively for the variables motility, viability, abnormalities and sperm survival. The results of this study concluded that a combination of chicken and duck egg yolks added to coconut water is the best diluent that can maintain the quality of Bali cattle sperm.
Penambahan Sari Buah Mangga (Mangifera indica) Arum Manis dalam Pengencer Beltsville Thawing Solution- Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Babi Landrace Grasele, Fransiskus Allianus; Uly, Kirenius; Setyani, Ni Made Paramita; Hine, Thomas Mata
Jurnal Sains Peternakan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Sains Peternakan Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v12i2.10514

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah mangga jenis arum manis (SBMAM) dalam pengencer beltsville thawing solution (BTS) kuning telur (KT) terhadap kualitas semen cair babi landrace selama penyimpanan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah: P0: BTS-KT+0% SBMAM, P1: BTS-KT+5% SBMAM, P2: BTS-KT+10% SBMAM, P3: BTS-KT+15% SBMAM, P4: BTS-KT+20% SBMAM. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam coolbox pada suhu 18o-20oC dan dievaluasi setiap 8 jam. Variabel penelitian yang diamati adalah: motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance dilanjutkan uji Duncan. Data dianalisis menggunakan software SSPS 26.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukan P4 dengan level 20% SBMAM memberikan hasil terbaik dan secara stastistik berbeda nyata dengan empat perlakuan lainnya (P<0,05) dengan nilai motilitas 48,00±2,73%, viabilitas 66,02±4,77%, abnormalitas 6,01±0,53% dan daya hidup sebesar 46,81±1,14 jam. Disimpulkan bahwa penambahan SBMAM dengan level 20% ke dalam pengencer BTS-KT memberikan respon yang lebih baik dalam mempertahankan kualitas semen cair babi landrace.
Kualitas Semen Cair Babi Duroc dalam Pengencer Durasperm yang Disuplementasi Air Buah Lontar dan Sari Tebu Banamtuan, A. N.; Nalley, W. M.; Hine, T. M.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.41-48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi air buah lontar (AbL) dan sari tebu (ST) dalam pengencer  durasperm terhadap kualitas semen cair babi duroc. Semen berasal dari tiga ekor babi jantan Duroc berumur dewasa yaitu  2-3 tahun dan dikoleksi dengan menggunakan glove hand method dua kali seminggu. Semen dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis, semen yang berkualitas baik dibagi menjadi tiga bagian dan dikenakan perlakuan: durasperm (PO), durasperm + AbL (P1), durasperm + ST (P2), selanjutnya disimpan dalam kotak Styrofoam bersuhu 18o - 20 oC. Pengamatan dilakukan setiap delapan jam sekali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dengan menggunakan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase motilitas pada jam ke 64 menunjukan P1 40% lebih tinggi (P<0,05) daripada P2 (35.00±1.82) dan P0 (27.50±2.88). P1 memiliki persentase viabilitas spermatozoa 50.94±0.79 lebih tinggi (P<0,05) daripada P2 (45.50±1.94) dan P0 (37.75±3.48). P1 memiliki MPU 52.92±0.61 lebih tinggi dengan P2 (47.38±1.47) dan P0 (40.49±3.47). Abnormalitas dan pH tidak ada perbedaan nyata (P?0,05). Disimpulkan bahwa pengencer suplementasi air buah lontar (P1) efektif untuk mempertahankan motilitas, viabilitas, Abnormalitas, MPU dan menjaga pH tetap stabil.
Profil Darah Kambing Lokal Betina yang diberi Silase Campuran Sorghum Daun Gamal dan Konsentrat dengan Perimbangan Level yang Berbeda Odo, Remigius Abha; Matahine, Thomas; Kihe, Johny Nada
Animal Agricultura Vol 2 No 3 (2025): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v2i3.107

Abstract

A study was conducted to determine the blood profile of female local goats that were given a mixture of sorghum gamal leaf silage and concentrate with different balance levels. The study used female local goats aged 6 to 8 months. An experimental method was employed, utilizing a Latin square design with four treatments and four periods. The treatments were as follows: 80% silage + 20% concentrate (P0), 70% silage + 30% concentrate (P1), 60% silage + 40% concentrate (P2), and 50% silage + 50% concentrate (P3). Parameters measured included erythrocytes, leukocytes, hematocrit, and hemoglobin. The data obtained were tabulated and analyzed using analysis of variance (ANOVA). The overall average values of each variable in each treatment were as follows: erythrocyte concentration: P0 = 10.69 ± 0.01; P1 = 10.70 ± 0.13; P2 = 10.64 ± 0.08; P3 = 10.60 ± 0.13; leukocyte concentration: P0 = 10.93 ± 0.26; P1 = 10.98 ± 0.16; P2 = 10.99 ± 0.21; P3 = 10.96 ± 0.16; hematocrit concentration: P0 = 31.65 ± 0.86; P1 = 32.24 ± 0.94; P2 = 31.95 ± 1.11; P3 = 31.58 ± 0.85; hemoglobin concentration: P0 = 10.55 ± 0.16; P1 = 10.75 ± 0.25; P2 = 10.65 ± 0.39; P3 = 10.53 ± 0.41. The results indicated that the treatment had no significant effect (P > 0.05) on erythrocyte, leukocyte, hematocrit, or hemoglobin values. It was concluded that goats consuming a silage ration mixed with sorghum gamal leaf and concentrate at various balance levels of 20:80, 30:70, 40:60, and 50:50 displayed similar values for erythrocytes, leukocytes, hematocrit, and hemoglobin, with each value falling within the normal range.
PENGARUH PENAMBAHAN FRUKTOSA DAN LAKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE: The Effect of Adding Fructose and Lactose in Citrate-Egg Yolk Diluent on The Quality of Landrace Liquid Boars Semen Maria Orsella Rindiani; Thomas Mata Hine; Alvrado Bire Lawa; Wilmintje Marlene Nalley
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.2287

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan fruktosa dan laktosa dalam pengencer sitrat kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yaitu semen diencerkan dengan: S-KT tanpa fruktosa dan laktosa (P0), S-KT + 1,0% fruktosa + 0,4% laktosa (P1), S-KT + fruktosa 1,5% + 0,4% laktosa (P2), S-KT + 1,0% fruktosa + 0,6% laktosa (P3), S-KT + fruktosa 1,5% + 0,6% laktosa (P4). Seluruh perlakuan disimpan didalam coolbox dengan suhu 18-20ºC. Evaluasi terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan P4 dengan level fruktosa 1,5% dan laktosa 0,6% pada penyimpanan jam ke 48 memberikan hasil terbaik (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas 46,00%, viabilitas 51,00%, abnormalitas 7,00% dan daya tahan hidup 54,00 jam. Disimpulkan bahwa penambahan fruktosa 1,5% dan laktosa 0,6% (P4) dalam pengencer sitrat-kuning telur dapat menghasilkan kualitas semen cair babi Landrace yang lebih baik dari perlakuan lainnya. Kata kunci: Fruktosa, Laktosa, Sitrat-kuning telur, Semen babi Landrace
Pengaruh Paritas Terhadap Tampilan Estrus Sapi Bali yang di Sinkronisasi dengan Prostaglandin F2a Yusuf Sae; Kirenius Uly; Thomas Mata Hine; Wilmientje M. Nalley
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 2 No. 4 (2024): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v2i4.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paritas terhadap tampilan estrus sapi bali. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 21 ekor sapi bali betina yang dimiliki peternak di Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan, kondisi sehat, tidak bunting, dengan kisaran umur 3 sampai 15 tahun dan paritas 1 sampai dengan paritas 6. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan menggunakan desain penelitian rancangan acak lengkap yang terdiri dari P1: Paritas 1-3 dan P2: Paritas 4-6 dengan paritas ternak pada P1 dan P2 adalah 16 dan 15 ekor. Ternak sapi yang tidak bunting disuntikan dengan hormon PGF2a sintetis 2 ml per ekor, yang mengandung bahan aktif Cloprostenol 500 pg. Sapi betina yang telah diberikan PGF2a kemudian diamati berahinya sejak dari hari pertama sampai hari ke enam. Data tentang persentase estrus, durasi estrus, intensitas estrus, dan kecepatan timbulnya gejala estrus dicatat sebagai variabel penelitian yang diukur. Data yang diperoleh di analisis menggunakan Uji T. Hasil analisis menunjukkan bahwa paritas tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tampilan estrus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah paritas tidak memiliki pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap tampilan estrus sapi bali setelah dilakukan penyuntikan hormon prostaglandin F2a (PGF2a).
Pengaruh Penambahan Sari Buah Melon Dalam Pengencer Tris-Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Babi Duroc: The Impact of Adding Melon Juice to Tris-Egg Yolk Diluent on the Quality of Duroc Boar Spermatozoa Hilly, Fanny Tesalonika; Hine, Thomas Mata; Uly, Kirenius; Nalley, Wilmientje Marlene
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i1.83

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak dari penambahan sari buah melon (SBM) dalam pengencer Tris-kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi duroc. Semen segar ditampung dari dua ekor pejantan babi duroc berumur 2 tahun dan dalam kondisi sehat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan lima ulangan yang terdiri atas P0 = T-KT 100%, P1 = T-KT 90% + SBM 10%, P2 = T-KT 80% + SBM 20%, P3 = T-KT 70% + SBM 30%, P4 = T-KT 60% + SBM 40%, P5 = T-KT 50% + SBM 50%. Semen segar yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi standar dengan motilitas 76,20% dan abnormalitas 3,60%. Semen yang telah diencerkan kemudian dibagi ke dalam tabung eppendorf lalu disimpan dalam kotak pendingin dengan suhu 18-20°C dan diamati setiap 12 jam hingga persentase motilitas spermatozoa menurun hingga 40%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P3 mampu mempertahankan kualitas spermatozoa yang lebih tinggi dibanding lima perlakuan lainnya (P kecil dari 0,05) sejak jam ke-12 hingga jam ke-60 penyimpanan; kecuali pada parameter abnormalitas menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata antar perlakuan (P besar dari 0,05). Kualitas spermatozoa babi duroc hingga jam ke-48 penyimpanan pada perlakuan P3 adalah: motilitas 49,40%, viabilitas 59,16%, abnormalitas 5,41%, serta daya tahan hidup 58,71 jam. Kesimpulannya adalah dengan menambahkan sari buah melon dalam pengencer Tris – kuning telur efektif untuk menjaga kualitas spermatozoa babi duroc, dengan level sari buah melon yang terbaik adalah 30%.
EFEK BERBAGAI KOMBINASI FRUKTOSA DAN SUKROSA DALAM PENGENCER SITRAT KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE: Impact of Different Combinations of Fructose and Sucrose in Citrate Egg Yolk Diluents on the Quality of Landrace Boar Liquid Semen George Valentino Kosat; Thomas Mata Hine; Yustiani Yuliana Bette
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.2329

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji efek berbagai kombinasi fruktosa dan sukrosa dalam pengencer sitrat-kuning telur (SKT) terhadap kualitas semen cair babi landrace. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap terdiri dari lima perlakuan yaitu S-KT (P0), S-KT + 1,0% fruktosa + 0,2% sukrosa (P1), S-KT + 1,5% fruktosa + 0,2% sukrosa (P2), S-KT + 1,0 % fruktosa + 0,4% sukrosa (P3), S-KT + 1,5% fruktosa + 0,4% sukrosa (P4), setiap perlakuan diulang lima kali. Semen yang berkualitas baik diencerkan dengan pengencer, kemudian dipreservasi dengan suhu 15-20oC. Evaluasi dilakukan setiap 12 jam. Hasil pengamatan pada jam ke-60 preservasi menunjukkan bahwa perlakuan P2 menghasilkan kualitas spermatozoa tertinggi dan berbeda secara nyata (P<0,05) dengan perlakuan kontrol (P0) pada variabel motilitas, viabilitas, dan daya tahan hidup spermatozoa, namun berbeda secara tidak signifikan (P>0,05) pada variabel abnormalitas spermatozoa. Perbandingan kualitas semen cair babi landrace antara perlakuan P2 dan P0 adalah motilitas spermatozoa (44 vs 31%),viabilitas spermatozoa (59,60 vs 52,20%), abnormalitas spermatozoa (11,80 vs 11,80%), dan daya tahan hidup spermatozoa (63,80 vs 51,20 jam). Disimpulkan bahwa kombinasi fruktosa 1,5% dan sukrosa 0,2% dalam pengencer sitrat kuning telur menghasilkan kualitas semen cair tertinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Kata Kunci : Fruktosa, Kualitas Semen Cair Babi Landrace, Sitrat-Kuning Telur, Sukrosa.
Efek Penambahan Level Kuning Telur Puyuh dalam Pengencer Tris-Modifikasi terhadap Kualitas Semen Babi Duroc Tapatab, Kelvin Alberto Imanuel; Nalley, Wilmientje M.; Marawali, Aloysius; Hine, Thomas M.
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol.13 No.1
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i1.12081

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji efek penambahan level kuning telur puyuh (KTP) dalam pengencer Tris-modifikasi (TM) terhadap kualitas semen cair babi duroc. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan yang dimaksud adalah P1 =90% T-M + KTP 10%; P2=87,5% T-M + KTP 12,5%;P3 : 85% T-M + KTP 15%; P4: 82,5% T-M + KTP 17,5%; P5 : 80% T-M + KTP 20%. Semen yang berkualitas diencerkan dengan pengencer uji, kemudian dipreservasi pada suhu 18-20°C hingga motilitasnya 40%. Variabel yang diteliti meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa yang di evaluasi setiap 12 jam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis mengunakan analys of variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil pengamatan menunjukkan pada jam ke 60 preservasi perlakuan P3 menghasilkan motilitas spermatozoa tertinggi dan yang berbeda secara nyata (P<0,05) dengan semua perlakuan dengan nilai motilitas spermatozoa sebesar 43,40%, viabilitas spermatozoa 52,62%, abnormalitas spermatozoa 5,15%, dan daya tahan hidup spermatozoa 68,50 jam. Kesimpulannya penambahan 15% kuning telur puyuh menghasilkan kualitas semen cair yang optimal selama penyimpanan pada suhu 18-20°C.
PENGARUH WAKTU PRA PEMBEKUAN TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU DALAM PENGENCER SPERMAX (The Effect of Pre-Freezing Time on The Quality of Frozen Semen of Landrace Boars in Spermax Diluent) Dui, Theresia A. A. T.; Nalley, Wilmientje M; Lawa, Alvrado B; Telupere, Franky M S; Hine, Thomas M; Setyani, Ni M P
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 12 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v12i1.22383

Abstract

This research aimed to investigate the effect of pre-freezing time on the quality of frozen Landrace boar semen. Semen was collected from four 2-3 year old Landrace boars. The semen was evaluated macroscopically and microscopically. Subsequently, good quality semen was diluted in a basic extender, then subjected to a holding time of 2 hours at 27-28°C. The semen was then centrifuged at 2000 rpm for 15 minutes. The spermatozoa pellet was re-diluted with a Spermax extender, packaged into 0.5 mL straws, and equilibrated for 2 hours at 3-5°C. After equilibration, the straws were frozen by placing them 10 cm above the surface of liquid nitrogen at ±-110°C for durations of 3, 6, 9, and 12 minutes. The straws were then immersed into liquid nitrogen at -196°C. Thawing was performed by immersing the straws into a water bath containing water at 37°C for 30 seconds, followed by evaluation of semen quality. The results showed that pre-freezing time had no significant effect (P>0.05) on semen quality after dilution and equilibration. However, it had a significant effect (P<0.01) on the recovery rate, motility, and viability of spermatozoa after thawing, with the best treatment being 9 minutes. It was concluded that a pre-freezing time of 9 minutes resulted in the highest quality of frozen Landrace boar semen compared to other treatments.
Co-Authors A. Kaka A. Parakkasi A. Parakkasi Abdullah Baharun Adyanto Nessy Banamtuan Alfred Nubatonis Aloysius Marawali Aloysius Marawali Aloysius Marawali Aloysius Marawali Arief Boediono Ate, Desmon Gono Ayang C. Tafuli Bayu Rosadi Burhanuddin * Burhanuddin . C. Tafuli, Ayang Djawapatty, D. J. Doda Dengi, Donatus Donatus Doda Dengi Dondin Sajuthi Dui, Theresia A. A. T. Enny T Setiatin Enny T Setiatin, Enny Franky M S Telupere George Valentino Kosat Grasele, Fransiskus Allianus Gue, Febronia Dhenge Gunawan G Gunawan G, Gunawan Henderiana Belli Henderiana L.L Belli Heri Armadianto Heri Armadianto Hilly, Fanny Tesalonika Honin, Olfi Mariana Iman Supriatna Ina Mato, Sefania J A Tamoes Jernih Blegur Johanis Ly Kihe, Johny Nada Kii, Mariana B.I. Kirenius Uly kirenius uly Kirenius Uly Kirenius Uly Kristina Meldiana Hayati Kune , P. Kurnia Wawang, Silviani L. L Belli, Henderiana L. L Belli, Henderiana Laka, Theresia Oktaviana Lawa , A. B. Lawa, Alvrado B Lawa, Alvrado Bire Listyadi, Rut marabijala, jourvan manasye Mardemus Misa Maria E.E. Fernandez Maria Epifania Barek Maria Orsella Rindiani Mariana Nenobais Maritje Aleonor Hilakore Masae, Sinoptis Melkiur Nalley, Marlene Nalley, W Marlene Nalley, W. Marlene Nalley, Welmince M. Nalley, Wilmientje M Nalley, Wilmientje M. Nalley, Wilmientje Marlen Nana, Arinda E. Nduang, Helena Reslina Ni Made Paramita Setyani Nuba, Maria Deran Odo, Remigius Abha Pandahuki, Fransiska Onya Papituan, Mardan Laes Petrus Kune Petrus Kune Petrus Kune Petrus Kune Petrus Kune Riwu , R. M. J. Riwu, Agustinus R. Riwu, Agustinus Ridlof Riwu, Roni Markus Jami Samuel Alexsander Singga Sefania Ina Mato Selsiana Dongkot Setyani , N. M. P. Setyani, Ni M P Siena, Sofia M.S. Simon Edison Mulik Sofia Marlize Soleman Manaze Weiri Sinda Stef Amiron Ratu Tako, Alfonia Inna Tapatab, Kelvin Alberto Imanuel Telupere, Franky M S Toto, Novaldy Imanuel Tree May Thiessen Outang Twen O. Dami Dato Ulu, Krista Florida Uly , K. Uly, Kirenius W. M. Nalley W. Marlene Nalley Wilmientje M. Nalley Wilmientje Marlen Nalley Wilmientje Marlene Mesang Nalley Wilmientje Marlene Nalley, Wilmientje Marlene Wilmintje Marlene Nalley Wirona Adu Yohanis Umbu Daku Waluwanja Yustiani Yuliana Bette Yusuf Sae Zulfa, Yanna Nailla