Claim Missing Document
Check
Articles

Peraturan Menteri No.24 Dalam Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia Di Kabupaten Lampung Timur Aina Fayanti; Hermi Yanzi; Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 3 (2017): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research describe the extent to which the implementation of the minister number 24 2010 in an effort to empower women aged in the village Taman Carihead of subdistrict Purbolinggo district Lampung East. The methodology used in research is descriptive qualitative the subject of study department of women empowerment and population control, apparatus village, head of elderly family development, elderly, family senior people and the village midwife. This research result indicates that the implementation of the minister number 24 2010 has been ongoing in village Taman Cari the looking for urban village shows its success of article 1 a ) women empowerment elderly especially in the fields of health, social, mental spiritual, education, economic; b ) the role of individual, family and community.Tujuan penelitian ini mendekripsikan sejauh mana Implementasi Peraturan Menteri No.24 Tahun 2010 dalam Upaya Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia di Desa Taman Cari Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk, Aparatur Desa, Ketua Bina Keluarga Lansia, Lanjut Usia, Keluarga Lanjut usia dan Bidan Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Menteri No.24 Tahun 2010 sudah berjalan di desa Taman Cari ditunjukan dengan terlaksananya Pasal 1 a) Pemberdayaan perempuan lanjut usia khususnya dibidang kesehatan, sosial, mental spiritual, pendidikan, ekonomi, b) Peran individu, keluarga dan masyarakat.Kata kunci : pemberdayaan perempuan, peraturan menteri, lanjut usia.
Peranan Tokoh Adat Terhadap Pelestarian Adat Pengangkonan Pada Masyarakat Lampung Pepadun Inten Putri Resmi Zaini; Hermi Yanzi; Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 11 (2018): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the role of traditional leaders in preserving the traditional culture of Lampung, namely pengangkonan (adoption of children) in tribal differences in the Lampung Pepadun community. Specifically describes the role of traditional leaders in preserving the customs of Lampung culture. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The result of this research is the role of traditional leaders in preserving the traditional pengangkonan which plays a good role because if they want to carry out the custom of pengangkonan these traditional leaders must guide the course of this implementation and custom pengangkonan must be done if you want to marry someone who is different ethnicity because as an effort to preserve traditional Lampung that has been handed down from ancient times.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan tokoh adat dalam melestarikan adat budaya lampung yaitu pengangkonan (pengangkatan anak) dalam perkawinan beda suku pada masyarakat Lampung Pepadun. Secara khusus mendeskripsikan peran tokoh adat dalam melestarikan adat budaya lampung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah peranan tokoh adat dalam melestarikan adat pengangkonan yaitu berperan baik karena kalau mereka ingin melaksanakan adat pengangkonan ini para tokoh adat harus memandu jalannya pelaksanaan ini dan adat pengangkonan ini wajib dilakukan jika ingin menikah dengan orang yang beda suku karena sebagai upaya untuk pelestarian adat lampung yang sudah turun temurun dilaksanakan sejak zaman dahulu.Kata kunci :pelestarian, pengangkonan, tokoh adat
HUBUNGAN INTENSITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DI KELAS Rosidah Nurul Latifah; Holilulloh Holilulloh; Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 2, No 5 (2013): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the correlation between intensity of students’  interpersonal communication with communication skill at the second grade of SMA Muhammadiyah 2 Karang Tengah. The method for this research is correlational research method. Sample of this research are 28 students. Data analysis of this research uses Chi Kuadrat and data collecting technique uses questionnaire. The results showed that: (1) the intensity of interpersonal communication (X) are dominant on moderate or quite often category with percentage 53.6%, (2) communication skill in class (Y) is dominant on capable category with percentage  57.2%, (3) there is a positive correlation, significant, and high correlation between the intensity of interpersonal communication with communication skills in the classroom, it means that the more often the intensity of interpersonal communication the better the students' communication skills in the classroom.Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan intensitas komunikasi interpersonal siswa dengan kemampuan komunikasi di kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Karang Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian 28 orang. Analisis data menggunakan Chi Kuadrat dan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) intensitas komunikasi interpersonal (X) dominan pada kategori sedang atau cukup sering dengan persentase 53,6%, (2) kemampuan komunikasi di kelas (Y) dominan pada kategori mampu dengan persentase 57,2%, (3) terdapat hubungan yang positif, signifikan, dan kategori keeratan tinggi antara intensitas komunikasi interpersonal dengan kemampuan komunikasi di kelas, artinya semakin sering intensitas komunikasi interpersonal siswa maka semakin baik pula kemampuan komunikasi di kelas.Kata kunci: intensitas,  kemampuan komunikasi, komunikasi interpersonal siswa
PENGARUH PEMAHAMAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Marelita Devisa; Berchah Pitoewas; Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 3, No 8 (2015): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was intended to find the influence of human rights understanding toward criminals in prison class I Bandar Lampung.The research used descriptive qualitative design in which the number of population was 868 respondents and the sample was 86 respondents. The data were analyzed by using interval and chi square. Based on the results of the research, it showed that (1) indicator of human right concept was 62 respondents or 62% for less understanding category. (2) indicator of human rights value was 41 respondents or 48% for less understanding category (3) indicator of human rights violation factors was 45 respondents or 53% was included in undersanding category (4) indicator of criminal act was 47 respondents or 54% was included in the appropriate category. So it can be concluded that there was an influence of human rights toward criminals in prison class I Bandar Lampung.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemahaman hak asasi manusia terhadap pelaku tindak pidana di lembaga pemasyarakatan kelas I Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jumlah populasi 868 responden dan sampel 86 responden. Teknik pokok pengumpulan data menggunakan angket, analisis data menggunakan rumus interval dan chi kuadrat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pemahaman hak asasi manusia indikator konsep hak asasi manusia sebanyak 62 responden atau 62% masuk dalam kategori kurang memahami. (2) Pemahaman hak asasi manusia pada indikator nilai-nilai hak asasi manusia sebanyak 41 responden atau 48% masuk dalam kategori kurang memahami. (3) Indikator faktor melanggar hak asasi manusia sebanyak 45 responden atau 53% masuk dalam kategori memahami. (4) Indikator tindak pidana sebanyak 47 responden atau 54% masuk dalam kategori sesuai. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemahaman hak asasi manusia terhadap pelaku tindak pidana di lembaga pemasyarakatan kelas I Bandar Lampung.Kata kunci: narapidana, pelaku tindak pidana, pemahaman HAM.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Persepsi Orang Tua Terhadap Lulusan Perguruan Tinggi Kurnia Nurkaromah; Berchah Pitoewas; Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research to analyze and define the connection education level with perception parents to a graduate of a college in the village Gadingrejo Utara Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu .Research methodology used in this research descriptive correlational to the subject research parents were 84 people. Technique data collection use chief , interview , documentation and observation from the analysis data using chi square. The results of the study is that there the relationship between the education level with perception parents to a graduate of a college, that is, the number high levels of education the good old the perception of a graduate of a college, this is also in contrast when the lower levels of education the more bad the perception old to a graduate of a college.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan hubungan tingkat pendidikan dengan persepsi orang tua terhadap lulusan perguruan tinggi di Desa Gadingrejo Utara Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif korelasional dengan subyek penelitian orang tua berjumlah 84 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dokumentasi dan observasi dengan analisis data menggunakan Chi Kuadrat. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan persepsi orang tua terhadap lulusan perguruan tinggi, yaitu semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin baik persepsi orang tua terhadap lulusan perguruan tinggi, hal tersebut juga sebaliknya apabila semakin rendah tingkat pendidikan maka semakin buruk persepsi orang tua terhadap lulusan perguruan tinggi.Kata kunci: lulusan perguruan tinggi, orang tua, persepsi, tingkat pendidikan
Peran Pemerintah Daerah Dalam Pemenuhan Hak Penderita Gangguan Jiwa di Kabupaten Pringsewu Sri Endarlina; Yunisca Nurmalisa; Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 10 (2018): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to describe the role of local governments in the fulfillment of the rights of mental disorder in Pringsewu regency. The method used in this research was descriptive qualitative. The subject of this study were the social service and the public health office of Pringsewu regency, Pringsewu regional House of People's Representatives commission IV, the Public Order Enforcers (SATPOL PP) of Pringsewu, and the social worker of Sinarjati foundation Bina Laras parlour. The researcher used interview, observation and documentation to collect the data, while for data analysis the researcher used credibility test with triangulation. The results of this study shows the local government of  Pringsewu regency has maximized the role with all the limitationsTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran pemerintah daerah dalam pemenuhan hak penderita gangguan jiwa dikabupaten pringsewu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian pemerintah daerah kabupaten pringsewu khususnya dinas sosial, dinas kesehatan, DPRD komisi IV, Satpol PP dan Pekerja Sosial Yayasan Sinarjati Panti Bina Laras. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah kabupaten pringsewu telah berperan dengan maksimal dengan segala keterbatasan yang ada.Kata kunci: gangguan jiwa, hak, pemerintah daerah 
ADAT PERKAWINAN JAWA TENGAH (STUDI DESKRIPTIF DI DESA GISTING BAWAH KABUPATEN TANGGAMUS) Diah Triani; Irawan Suntoro; Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 3, No 6 (2015): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This aim of this research was to explain and analyze the marriage culture in central java especially for those who were in Gisting Bawah Village. The method in this research was descriptive qualitative with the subject of research was Javanese society in the Gisting Bawah Village. The informants in this research were 5 people. Data collecting technique were interview and documentation. The result of this research showed that there were many people of Javanese society that lived in this village was still doing the customary marriage with the motivation of preserving the culture of which were already existing. The constraints in the implementation of this traditional marriage was about the cost, ignorance of the history of the customary, a longtime and manpower. Nonetheless the society of Gisting Bawah especially the young generation will still preserve Javanese culture through marriage.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis adat perkawinan Jawa Tengah khususnya yang ada di Desa Gisting Bawah. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu masyarakat adat Jawa yang ada di Desa Gisting Bawah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik pokok wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian masyarakat Jawa yang ada di desa ini masih melakukan pernikahan adat dengan motivasi untuk melestarikan budaya yang sudah ada. Adapun kendala dalam pelaksanaan pernikahan adat ini adalah masalah biaya, tidak mengetahui sejarahnya, waktu yang panjang dan bantuan tenaga. Meskipun demikian, masyarakat Desa Gisting Bawah khusunya para generasi mudanya akan tetap melestarikan budaya Jawa melalui perkawinan.Kata kunci: adat jawa, perkawinan, tata cara.
SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN KIP DI KAMPUNG LEBAK MANIS KOTA BANDAR LAMPUNG Triana Desita Sari; Hermi Yanzi; Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 1 (2017): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana sikap masyarakat terhadap pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di kampung Lebak Manis Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subyek yang diteliti merupakan kepala keluarga penerima KIP di kampung Lebak Manis, yang berjumlah 36 KK. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dan angket skala likert, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan rumus interval dan persentase. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan, bahwa sikap masyarakat terhadap pemanfaatan KIP adalah mendukung yaitu masyarakat telah menggunakan dana KIP sesuai prosedur, yakni untuk membiayai iuran sekolah, transportasi sekolah, membeli pakaian dan perlengkapan sekolah seperti tas dan sepatu sekolah, untuk membiaya biaya tambahan praktik pembelajaran seperti ujian kompetensi dan latihan ujian, untuk membiayai les atau bimbingan belajar.The purpose of this study is to elaborate the public attitudes toward the utilization of Kartu Indonesia Pintar (KIP) in Lebak Manis, Bandar Lampung. The method of this research is the descriptive-quantitative. The subjects of this research are the head family of the KIP receiver in LebakManis Village, which consists of 36 families. The instruments used were closed questionnaire, Likert scale questionnaire, observation, and documentation. Interval formulas and percentage were used to analyze the data. It was found that public supports the utilization of KIP, proved by people that had appropriately used the funds from KIP with the procedure. KIP is used for paying school tuition fee, transportation to school, buy uniforms and school equipment like school bags and shoes, to pay additional practices such as competency exams, practice tests, and to afford tutoring.Kata kunci:kartu indonesia pintar, pemanfaatan, sikap masyarakat.
SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN KIP DI KAMPUNG LEBAK MANIS KOTA BANDAR LAMPUNG Triana Desita Sari; Hermi Yanzi; Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 1 (2017): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana sikap masyarakat terhadap pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di kampung Lebak Manis Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subyek yang diteliti merupakan kepala keluarga penerima KIP di kampung Lebak Manis, yang berjumlah 36 KK. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dan angket skala likert, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan rumus interval dan persentase. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan, bahwa sikap masyarakat terhadap pemanfaatan KIP adalah mendukung yaitu masyarakat telah menggunakan dana KIP sesuai prosedur, yakni untuk membiayai iuran sekolah, transportasi sekolah, membeli pakaian dan perlengkapan sekolah seperti tas dan sepatu sekolah, untuk membiaya biaya tambahan praktik pembelajaran seperti ujian kompetensi dan latihan ujian, untuk membiayai les atau bimbingan belajar.The purpose of this study is to elaborate the public attitudes toward the utilization of Kartu Indonesia Pintar (KIP) in Lebak Manis, Bandar Lampung. The method of this research is the descriptive-quantitative. The subjects of this research are the head family of the KIP receiver in LebakManis Village, which consists of 36 families. The instruments used were closed questionnaire, Likert scale questionnaire, observation, and documentation. Interval formulas and percentage were used to analyze the data. It was found that public supports the utilization of KIP, proved by people that had appropriately used the funds from KIP with the procedure. KIP is used for paying school tuition fee, transportation to school, buy uniforms and school equipment like school bags and shoes, to pay additional practices such as competency exams, practice tests, and to afford tutoring.Kata kunci:kartu indonesia pintar, pemanfaatan, sikap masyarakat.
Persepsi Guru SMPN 26 Bandar Lampung terhadap Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Pantiana Eli Lestari; Hermi Yanzi; Berchah Pitoewas
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 8 (2017): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to analyze and explain the Perception of Teachers SMP Negeri 26 Bandar Lampung on Implementation of Sustainable Development of Professions (PKB). The method that used in this research was descriptive method with quantitative approarch. The populations were 43 respondents. Data collection techniques using questionnaires and supporting techniques are interviews and documentation. Based on the result of this research indicate: (1) Understanding of the implementation of PKB is not good. (2) Teachers responses to PKB program have shown a positive response because they accept and support the program. (3) Expectation for the implementation of PKB show an increase in the number of budgets and quotes of PKB participants.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan Persepsi Guru SMP Negeri 26 Bandar Lampung terhadap Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi 43 responden.Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik penunjang adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) pemahaman terhadap implementasi PKB kurang baik. (2) Tanggapan guru terhadap Program PKB sudah menunjukkan tanggapan positif karena mereka menerima dan mendukung adanya program tersebut. (3) Harapan terhadap implementasi PKB menunjukkan adanya penambahan jumlah anggaran dan kuota bagi peserta PKB. Kata kunci: guru, ukg, pkb
Co-Authors A Halim Abdillah, Ade Arif Abdul Halim Abdul Rozak Abdurahman Abdurrahman Ade Aulia Sukma Ade Yoga Pradana Adelina Hasyim Adelina Hasyim Ahman Tosi Hartino Aina Fayanti Aj Dara Ajeng Sekar Kinanti Albet Maydiantoro Ana Mentari Angga Yudana Saputra Anggun Novionita, Anggun aransyah, Ade Artika Yasinda Ayu Ariskha Mutiya Ayu Lintri Shinta Barchah Pitoewas Berchah Pitoewas Berchah Pitoewas Berchah Pitoewas Berchah Pitoewas Cahaya Erizha Saputri Carollina Berlianti Desi Ratnasari Devi Sutrisno Putri Devi Sutrisno Putri Diah Triani Dian Aprilia Edi Siswanto Een Yayah Haenilah Eka Apriyani Elin Eliawati Elisa Seftiyana Elisa Seftiyana Elisa Seftriyana Elisa Seftriyana Elly Sukmawati, Elly Emil El Faisal Emil El Faisal, Emil El Evi Susanti evvi ari widyawati Faradila Hayuning Utami Farasiska, Jihan Tama Febi Putri Nuri Febra Anjar Kusuma, Febra Anjar Fera Erfita Ferba Linda Fitra Endi Fernanda Fitria, Anita Gangsar Juhanggito Haliza, Mirna Nur Hasan Hariri Heni Istiani Hikmah Fito'ah Tyas Utami Hikmah Nur Azizah Holilulloh Holilulloh Holilulloh Holilulloh Idris Suma Afandi Indah Permata Sari Inten Putri Resmi Zaini Irawan Suntoro Irawan Suntoro Irene Desy Palupi Janah, Maidatul Jesi Devialita Joshua Ritonga Karyadi Hidayat Kayla Zahara Salsabila Kurnia Nurkaromah Kurnisar Kurnisar Lintang Sharastuti Lusi Linda Sari, Lusi Linda M. Mona Adha M. Mona Adha Marelita Devisa Maria Desti Rita Muhammad Haris Septiawan Muhammad Mona Adha Mutya Safitri Neni Hasnunidah Nita, Risva Nur Anggraini Nur Sidik Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Alliah Okta Darmayati Oktavianna Hidayati Oktralika, Oktralika Pantiana Eli Lestari Putri, Devi Sutrisno Raharjo, Makmun Ramadhan Hidayattulloh Rantika Kurniati Rentika Oktapiani Resta Melisa Benanza Reza Pahlevi Risdiyanto Prayoga Risva Nita Ritonga, Joshua Riyo Nur Buana Rizal Maulana, Rizal Rohman Rohman Rohman Rohman Rosidah Nurul Latifah Roy Kembar Habibi, Roy Kembar Sharastuti, Lintang Sharastuti, Lintang Sirun Atora Siswanto, Edi Sita Oktaviani Siti Amalia Susanti Siti Nuraini Sri Endarlina Sri Hastuti Noer Sri Sumarni Sri Sumarni Suciati Nurmala Sunyono - - Susanti, Emi Syarifuddin Tony Susetyo Triana Desita Sari Umi Chotimah Umi Wulandari Utami, Faradila Hayuning Viyanti Viyanti Widya Hestiningtyas Wiji Riyani Wita Herlina Wulandari Wulandari Wulandari, Selva Yesi Eka Pratiwi Yolanda Regina Yunisca Nurmalisa Yusuf, Muhammed Zulfikar Zulfikar