Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Metode Demonstrasi dengan Alat Peraga Jembatan Garis Bilangan Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Bilangan Bulat Ahmad Arifuddin; Siti Rohmah Arrosyid
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1834

Abstract

AbstrakSalah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk diajarkan di sekolah dasar adalah Matematika. Akan tetapi, hingga saat ini guru matematika masih dihadapkan pada permasalahan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit dan tidak disenangi oleh siswa, sehingga hasil belajar siswa masih rendah atau tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembelajaran Matematika materi bilangan bulat dengan metode demonstrasi menggunakan alat peraga jembatan garis bilangan, (2) mengetahui hasil belajar Matematika materi bilangan bulat setelah menggunakan metode demontrasi dengan alat peraga jembatan garis bilangan, dan (3) mengetahui pengaruh metode demonstrasi dengan alat peraga  jembatan garis bilangan terhadap hasil belajar Matematika materi bilangan bulat siswa kelas IV SDN 2 Belawa Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest postest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Sementara itu, Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara metode demonstrasi dengan alat peraga jembatan garis bilangan dengan  hasil belajar matematika materi bilangan bulat siswa kelas IV SDN 2 Belawa Kabupaten Cirebon. Hal ini ditunjukkan dengan nilai uji determinasi sebesar 0,650 atau 65%.Kata kunci: demonstrasi, jembatan garis bilangan, hasil belajar bilangan bulat  AbstractOne of the most important subjects to be taught in elementary school is Mathematics. However, until now the mathematics teacher is still faced with the problems that mathematics is one of the subjects that are considered difficult and not liked by the students. So that student learning outcomes is low or does not meet the minimum completeness criteria (KKM). This research aims to: (1) understand the process of learning mathematics in integer material with demonstration method using bridge props of number line, (2) determine the learning outcomes of mathematics in integer material  after using demonstration method with bridge props of number line, and (3) the effect of demonstration method with bridge props number line to the learning outcomes of mathematics in integer material grade IV SDN 2 Belawa Cirebon. This research is an experimental research with research design one group pretest postest design. Data collection technique used is a test and questionnaire. Meanwhile, the data of the research were analyzed using regression analysis. The results of the research showed that a significant difference between the methods of demonstration with props bridge number line with the learning outcomes of fourth grade students of SDN 2 Belawa Cirebon. This is indicated by the test value determination equal to 0.650 or 65%.Keywords: demonstration, bridge number line, learning outcomes integer
Respon Stakeholders Terhadap Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Moh Masnun; Syibli Maufur; Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2479

Abstract

AbstrakLahirnya KKNI dan SN DIKTI menuntut sebuah program studi, termasuk di dalamnya program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk segera meredesain kurikulumnya menjadi kurikulum yang mengacu KKNI dan SN DIKTI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon stakeholders (pihak dosen, kepala MI, dan Kementerian Agama Kota Cirebon) terhadap kurikulum jurusan PGMI yang mengacu KKNI dan SN DIKTI. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Dimana dalam penelitian ini,  peneliti mencari dan menggunakan data-data yang bersifat deskriptif yaitu berupa kata-kata atau ungkapan, pendapat-pendapat dari subyek  penelitian, baik itu kata-kata secara lisan maupun tulisan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dimulai dengan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Analisis data dilakukan sewaktu pengumpulan data dan setelah semua data terkumpul atau setelah selesai penelitian di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum respon stakeholders (dosen jurusan PGMI, Kepala MI Kota Cirebon, dan Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Cirebon) terhadap kurikulum berbasis KKNI jurusan PGMI sudah baik dan sangat layak diimplementasikan di jurusan PGMI. Namun stakeholders memberikan rekomendasi agar ditambahkan satu mata kuliah baru, yaitu psikologi kepribadian dan hubungan sosial serta penambahan bobot sks pada mata kuliah keahlian profesi seperti perencanaan pembelajaran dan praktik pengalaman lapangan.Kata kunci: respon stakeholders, kurikulum berbasis KKNI, PGMIAbstractThe birth of KKNI and SN DIKTI demanded a study program, including the study program of Madrasah Ibtidaiyah Teachers (PGMI) Faculty of Tarbiyah and Training Teacher IAIN Syekh Nurjati Cirebon to immediately redesign the curriculum into a curriculum referring to KKNI and SN DIKTI. This study aims to describe the response of stakeholders (the lecturers, the head of MI, and the ministry of religion of Cirebon city) to the curriculum of PGMI which refers to KKNI and SN DIKTI. This research is a field research (field research) which is descriptive qualitative. Where in this study, researchers search and use data that is descriptive in the form of words or phrases, opinions of research subjects, both words orally and in writing. Data collection was done by interview and documentation method. Analytical techniques begin with data reduction, data presentation, and draw conclusions. Data analysis is during data collection and after all data collected or after completion of research in the field. The results showed that generally the response of stakeholders (the lecturers of PGMI, the head of MI, and the ministry of religion affairs of Cirebon city) to the curriculum of PGMI department which refers to KKNI is good and very feasible implemented in the PGMI department. However, stakeholders recommend that a new subject be added, that is personality psychology and social relationships and the addition of sks weight to professional proficiency courses such as lesson planning and field experience practice. But stakeholders recommended that a new course have to added, such as the psychology of personality and social relationships and the addition of sks weight on professional skills courses such as lesson planning and field experience practice.Keywords: responses of stakeholder, curriculum based on KKNI, PGMI department
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Ahmad Arifuddin; Dwi Anita Alfiani; Sri Hidayati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.3374

Abstract

                                                   AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika khususnya pada materi pecahan. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian materi pecahan yang masih rendah yakni di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi pecahan di Kelas IV MI Hidayatus Shibyan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Sementara itu data hasil penelitian dianalis menggunakan uji analisis data observasi, uji N-gain, dan uji regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada proses pembelajaran sebesar 83% dengan kategori baik dan hasil obsevasi aktivitas siswa sebesar 60% dengan kategori cukup. Sementara itu kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan sebesar 0,78 dengan kategori tinggi. Dan berdasarkan hasil uji regresi menunjukkan bahwa nilai signifikansinya sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 dan t hitung sebesar 4.168 lebih besar dari t tabel yakni 1.734, maka Ho ditolak. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi pecahan di kelas IV MI Hidayatus Shibyan.Kata kunci: model pembelajaran inkuiri, pemecahan masalah, matematika                                                       AbstractThis research is based on the low ability of students in solving mathematical problems, especially in fractional material. This can be seen from the results of the daily review of the fractional material which is still low, which is under the Minimum Completeness Criteria (KKM). This research aims to determine whether there was an influence of the inquiry learning model on students' mathematical problem-solving ability in fraction material in Class IV MI Hidayatus Shibyan. This research is a quantitative research with an experimental method. Data collection techniques used are observation, test, and documentation techniques. Meanwhile the research data is analyzed using the analysis of observation data, N-gain test, and regression test. The results of this research indicate that based on observations of teacher activities in the learning process by 83% with good categories and the results of student activity observation by 60% with sufficient categories. Meanwhile, students' mathematical problem solving abilities have increased by 0.78 in the high category. And based on the results of the regression test shows that the significance value is 0.001 less than 0.05 and t count is 4.168 greater than t table is 1.734, then Ho is rejected. This means that there is a significant influence between the use of inquiry learning models on students' mathematical problem solving skills in fraction material in class IV MI Hidayatus Shibyan.Keywords: inquiry learning model, problem solving, mathematics
Front Matter Al Ibtida Vol 5 No 2 Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.3426

Abstract

Back Matter Al Ibtida Vol 5 No 2 Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.3427

Abstract

The Analysis of Critical Thinking Skills of Primary School Teacher Candidates in Solving Mathematical Problems Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i1.6212

Abstract

AbstractThis study is intend to describe the critical thinking skills of primary school  (MI/SD) teachers candidate and the obstacles they faced in solving mathematical problems. This research is a qualitative research with the research subjects are 36 madrasah ibtidaiyah teacher education students (PGMI), in the fifth semester of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The data collection techniques used are tests and interviews. Meanwhile, the research data were analyzed using descriptive analysis techniques related to critical thinking skills indicators. The results showed that the average of critical thinking ability of primary school teacher candidates in solving mathematical problems especially in geometry material was classified as good, which amounted to 73.57. They are able to formulate problems, determine facts, and use correct evidence in solving mathematical problems. However, most of them have not been able to provide follow-up explanations correctly, thus impacting the difficulty in drawing conclusions. Therefore, a lecturer must be able to build a learning environment that is able to develop their critical thinking to become a qualified teacher.Keywords: critical thinking, mathematics, MI/SD teacher candidate. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis calon guru sekolah dasar (MI/SD) dan kendala yang dihadapi calon guru MI/SD dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subyek penelitian yaitu 36 mahasiswa pendidikan guru madrasah ibtidaiyah (PGMI) semester V IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Sementara itu data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan mengacu indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis calon guru MI/SD dalam menyelesaikan masalah matematika materi geometri tergolong baik, yakni sebesar 73.57. Calon guru MI/SD sudah mampu merumuskan masalah, menentukan fakta, dan menggunakan bukti-bukti yang benar dalam menyelesaikan masalah matematika. Namun demikian, sebagian besar calon guru MI/SD belum mampu memberikan penjelasan lanjutan dengan benar, sehingga berdampak pada kesulitan dalam menarik kesimpulan. Oleh karena itu, seorang dosen harus mampu membangun lingkungan belajar yang mampu mengembangkan pemikiran berpikir kritis calon guru MI/SD, agar kemampuan berpikir kritis calon guru MI/SD meningkat dan menjadi guru yang berkualitas.Kata kunci: berpikir kritis, matematika, calon guru MI/SD.
The Behaviorally Based Intervention Approach to Improve Self-Efficacy of Students' with Attention Deficit Hyperactive Disorder in Elementary School Abdul Sholeh; Asep Supena; Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 8 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i2.8606

Abstract

AbstractThis research is motivated by the low self-efficacy of elementary school students with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) that impact on their academic failure. This study aims to describe the behaviorally based intervention approach in improving the self-efficacy of ADHD students in elementary school. This case study involved five students of an elementary school in Cirebon city. The data were gathered via observations, interviews, and documentation and then analyzed using the descriptive qualitative technique.  The results showed that the use of a behavior-based intervention approach could enhance the students' self-efficacy in the aspects of academic achievement, adjustment, social relations, and self-assessment. Therefore, the behavior-based intervention approach can be used as an alternative in increasing the self-efficacy of students with ADHD.Keywords: behaviorally based intervention approach, self-efficacy, attention deficit hyperactivity disorder. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efikasi diri siswa sekolah dasar dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang berdampak pada kegagalan akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan intervensi berbasis perilaku dalam meningkatkan efikasi diri siswa ADHD di sekolah dasar. Studi kasus ini melibatkan 5 siswa sekolah dasar di kota Cirebon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan intervensi berbasis perilaku dapat meningkatkan efikasi diri siswa, baik pada aspek prestasi akademik, aspek penyesuaian diri, aspek hubungan sosial, maupun aspek penilaian diri. Untuk itu, pendekatan intervensi berbasis perilaku dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan efikasi diri siswa ADHD.Kata kunci: pendekatan intervensi berbasis perilaku, efikasi diri, attention deficit hyperactivity disorder.
Improving the Quality of Islamic Religious Education Learning through Class Management in Elementary Schools Farihin Farihin; Eem Ubada Al Mudzaifah; Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.10858

Abstract

AbstractThis study aims to describe the planning for improving the quality of Islamic religious education learning through classroom management, the implementation of classroom management, and teachers’ efforts in improving the quality of Islamic religious education learning. This study uses a qualitative approach with descriptive methods based on data collection techniques, including observation, interviews, and document analysis. The stages of data analysis include data reduction techniques, data presentation, data verification, and concluding. The results of this study showed that the classroom management planning carried out by the teacher is to prepare all the basic skills needed by the teacher in teaching. Furthermore, the implementation of classroom management is carried out through the management of face-to-face activities and the organization of subject matter embodied in the lesson plans. The teachers’ efforts in maximizing classroom management include a disciplinary approach, a reward and punishment approach, a teaching approach, an attitude approach, and a group process approach. These aforementioned approaches lead to the strategy to build good interactions with students. The planning and implementation of classroom management that has been carried out by teachers is hoped to improve the quality of learning Islamic religious education in elementary schools.Keywords: improving the quality of learning, classroom management, Islamic religious education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam melalui manajemen kelas, implementasi manajemen kelas, dan upaya guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang berpijak pada teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta tahapan analisis data dengan menerapkan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan manajemen kelas yang dilakukan oleh guru adalah dengan mempersiapkan seluruh keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh guru dalam mengajar. Selanjutnya, implementasi manajemen kelas dilaksanakan melalui pengelolaan kegiatan tatap muka dan pengorganisasian materi pelajaran yang diwujudkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Adapun upaya guru dalam memaksimalkan manajemen kelas diantaranya adalah melalui pendekatan kedisiplinan, pendekatan reward and punishment, pendekatan pengajaran, pendekatan sikap, dan pendekatan proses kelompok. Pendekatan-pendekatan tersebut bermuara pada bagaimana guru mampu membangun interaksi yang baik dengan siswa. Sehingga diharapkan perencanaan dan implementasi manajemen kelas yang telah dilakukan oleh guru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah dasar.Kata kunci: peningkatan mutu pembelajaran, manajemen kelas, pendidikan agama Islam.
The Effectiveness of Augmented Reality-Assisted Scientific Approach to Improve Mathematical Creative Thinking Ability of Elementary School Students Ahmad Arifuddin; Wahyudin Wahyudin; Sufyani Prabawanto; Muhamad Yasin; Desi Elizanti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11647

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effectiveness of the scientific approach assisted by augmented reality in improving students' mathematical creative thinking ability. This research is a quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The participants in this study were 5th-grade students in 2 (two) integrated Islamic elementary schools in Cirebon City, Indonesia, with a total of 47 students. The data in this study were collected through a mathematical creative thinking ability test that refers to fluency, originality, flexibility, and elaboration indicators. Then the data that collected was analyzed through descriptive, n-gain test, and Mann Whitney  tests. The results showed that there was a significant difference in the n-gain score of students' mathematical creative thinking skills between the experimental group using a scientific approach assisted by augmented reality and the control group using direct instruction learning assisted by augmented reality, where the U value was 129.5, the value was 129.5. Z of -3.380, and the value of Sig. (2-tailed) of 0.001 < 0.05. The mean score of n-gain and posttest score of mathematical creative thinking ability of experimental group students was significantly higher than that of the control class. So the scientific approach assisted by augmented reality effectively improves students' mathematical creative thinking skills..Keywords: mathematical creative thinking, scientific approach, direct instruction, augmented reality. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas pendekatan saintifik berbantuan augmented reality dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group desain. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 di 2 (dua) sekolah dasar Islam terpadu di Kota Cirebon, Indonesia yang berjumlah 47 siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif matematis yang mengacu pada indikator kelancaran, keluwesan, fleksibilitas, dan elaborasi. Kemudian data yang telah dikumpulkan dianalisis melalui uji deskriptif, uji n-gain, dan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam skor n-gain kemampuan berpikir kreatif matematis siswa antara kelompok eksperimen yang menggunakan pendekatan saintifik berbantuan augmented reality dengan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran direct instruction berbantuan augmented reality, di mana nilai U sebesar 129,5, nilai Z sebesar -3,380, dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Rerata skor n-gain dan skor posttest kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelompok eksperimen secara signifikan lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berbantuan augmented reality efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.   Kata kunci: berpikir kreatif matematis, pendekatan saintifik, direct instruction, augmented reality.
Students' Computational Thinking Process in Solving PISA Problems of Change and Relationship Content Reviewed from Students’ Self Efficacy Ananda Jullailatul Azizia; Imam Kusmaryono; Hevy Risqi Maharani; Ahmad Arifuddin
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v12i1.13132

Abstract

This research focuses on the stages of students' computational thinking processes in solving PISA questions about change and relationship content in terms of self-efficacy. The subjects of this study were 15-year-old students of class X MIPA 3 MAN 1 Semarang City, totaling 22 students and selected 2 students who had high self-efficacy, 2 students who had moderate self-efficacy and 2 students who had low self-efficacy. This research method uses a qualitative descriptive approach. Data collection using questionnaires, test instruments and interviews. Data analysis in this study included data collection, data reduction presented in text form and drawing conclusions or verification. The results of the study show that students' computational thinking processes in solving PISA questions about change and relationship content that have high self-efficacy can reach the stages of decomposition, pattern recognition, abstraction and algorithmic thinking as well as students' thought processes in carrying out plans can link real problems into mathematical problems. Whereas students who have self-efficacy are reaching the stages of decomposition, pattern recognition, abstraction and algorithmic thinking and in carrying out plans do not connect real problems to mathematical problems but use logic. Whereas students who have low self-efficacy only reach the stages of decomposition and pattern recognition have not done abstraction and algorithmic thinking because students' thinking processes in carrying out plans use logic and in solving these problems do not provide conclusions of answers and logical steps