Claim Missing Document
Check
Articles

Stylophora pistillata: Effect of Fragment Size and Water Depth on Growth Rate of Transplanted Coral Kadek Andina Widiastuti; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni; Ida Ayu Astarini
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.77207

Abstract

Coral transplantation activities are carried out as conservation efforts to save coral reef ecosystems and the species that live and depend on these ecosystems. In its implementation, knowledge regarding effective and efficient transplantation methods is required. The aim of this research was to determine the effect of fragment size and water depth on the growth rate of transplanted Stylophora pistillata at Serangan Beach. By knowing this, coral transplantation activities can be carried out effectively. Field research was carried out from November to April 2022 using the Randomized Block Design method with two factors, namely depth variation (1 m, 3 m, and 5 m) and initial fragment sizes (3 cm, 5 cm and 7 cm). This study used 135 fragments of Stylophora pistillata. The analysis showed that the fragment sizes of 3 cm, 5 cm and 7 cm had significant differences in the rate of coral growth. However, based on the depth variation, only the depth of 1 m differed significantly from the other two depths. The best coral growth rate was observed in corals using an initial fragment size of 7 cm which was transplanted at a depth of 1 m with the highest average growth rates of 0.93 cm/month (height) and 0.79 cm/month (width). Based on the results, it was also known that the number of corals remaining at the end of the study was 265 fragments so the value of survival rate from transplantation activities was 97.78%. Maintaining environmental water conditions and carrying out maintenance and cleaning corals from algae and sedimentation needs to be carried out intensively to maintain the survival rate on Serangan Beach.
Pertumbuhan Dan Laju Pertumbuhan Karang Stylophora pistillata Dengan Jenis Substrat Berbeda Yang Ditanam Pada Tiga Kedalaman Di Pantai Serangan Kadek Andina Widiastuti; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni; Ida Ayu Astarini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p06

Abstract

INTISARI Transplantasi karang adalah kegiatan membudidayakan/mengembangbiakan koloni karang dengan menggunakan metode fragmentasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kerusakan ekosistem terumbu karang sehingga keberadaan terumbu karang dan spesies yang hidup di sekitarnya tetap terjaga. Beberapa teknik telah banyak dilakukan dalam kegiatan transplantasi, namun pengetahuan terkini tentang teknik transplantasi yang tepat sangat dibutuhkan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis substrat yang digunakan terhadap pertumbuhan dan laju pertumbuhan karang Stylophora pistillata yang ditransplantasikan pada tiga kedalaman di Pantai Serangan, sehingga kegiatan transplantasi berjalan efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan, mulai bulan November 2021 sampai Maret 2022 melalui penelitian lapangan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu jenis substrat yang digunakan (semen dan pasir; batu bata) dan kedalaman yang berbeda (1 m, 3 m dan 5 m). Penelitian ini menggunakan 90 fragmen Stylophora pistillata. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan jenis substrat memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan laju pertumbuhan karang pada kedalaman 1 m. Namun pada dua kedalaman lainnya diketahui pengaruh jenis substrat yang berbeda tidak berbeda nyata. Pertumbuhan dan laju pertumbuhan karang paling baik terlihat pada karang yang menggunakan substrat semen dan pasir yang ditransplantasikan pada kedalaman 1 m dengan pertumbuhan 3,29 cm (tinggi) dan 3,93 cm (lebar), sedangkan nilai laju pertumbuhan tertinggi adalah 0,82 cm/bulan. (tinggi) dan 0,98 cm/bulan (lebar).
Penentuan Jumlah Kromosom pada Tiga Kultivar Brokoli BL 10001, Royal Green, dan Green Magic Septarini Dian Anitasari; Ida Ayu Astarini; Made Pharmawati; Made Ria Defiani; Dian Catur Prayantini; Dwi Nur Rikhma Sari
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 2 No. 1 (2020): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v2i1.326

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica Plenck) merupakan sayuran yang memiliki nilai gizi tinggi dan popular di Indonesia. Produksi brokoli di Indonesia rendah karena umumnya kultivar yang ditanam di Indonesia adalah kultivar introduksi. Kultivar introduksi tidak cocok di lingkungan tropis Indonesia sehingga memerlukan upaya pemulian tanaman untuk perbaikan kultivar. Salah satu upaya perbaikan kultivar yang popular saat ini adalah kultur mikrospora. Kultur mikrospora dapat memproduksi tanaman homozigot atau galur murni sehingga nantinya dapat dijadikan tetua dalam program pemuliaan tanaman. Penentuan Jumlah kromosom sangat berguna dalam pengembangan kultur mikrospora dan pemuliaan tanaman hibrida. Kultur mikrospora menghasilkan variasi jumlah kromosom yang beragam sehingga pengetahuan jumlah kromosom penting dilakukan dalam kultur mikrospora. Penelitian ini menggunakan 3 kultivar brokoli Green Magic, Royal Green dan BL 10001. Penentuan jumlah kromosom menggunakan metode Squash dengan pewarna aceto-orcein pada ujung akar. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kromosom pada kultivar BL 10001 adalah 18 kromosom, pada kultivar Royal Green adalah 9 kromosom dan pada kultivar Green Magic adalah 14 kromosom.
Studi Anther Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) sebagai Tanaman Donor Kultur Mikrospora Septarini Dian Anitasari; Ida Ayu Astarini; Made Ria Defiani
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 1 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i1.641

Abstract

Sugarcane is an economically valuable plant that continues to be developed to produce superior varieties, the technique to get new varietis used is microspore culture biotechnology. There are many obstacles in the implementation of the microspore cultivar method. Therefore, in this research, a study of sugarcane anthers was carried out. This research used sugarcane panicles for anther selection and then observed under a microscope. Data is analyze with descriptivey method. The results show that white and yellow anthers are the right materials for microspore culture donors
Production and Characterization of Biodiesel from Malapari Seed Oil (Pongamia pinnata L.): Evaluation of Quality Parameters Based on the Indonesian National Standard (SNI) 04-7182-2015 Taebenu, Desi Adriyanti Nina; Arpiwi, Ni Luh; Astarini, Ida Ayu
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study produced biodiesel from Malapari seed oil (Pongamia pinnata L.) by optimizing the esterification and transesterification processes. The objectives of this study were to determine the sulfuric acid (H2SO4) catalyst concentration in the esterification reaction that can reduc the free fatty acid (FFA) content of the seed oil to ≤2%, analyze the oil to methanol molar ratio (i.e.,1:6, 1:9, and 1:12) and KOH concentration (i.e.,2%, 4%, and 6%) that will produce the highest biodiesel yield, and evaluate the quality of the produced biodiesel according to the Indonesian National Standar (SNI) 04-7182-2015. The research was conducted from October to December 2023 at the Plant Physiology Laboratory and the Physical Chemistry Laboratory, FMIPA, UNUD. The research applied Completely randomized design. Quantitative biodiesel data were analyzed using Analysis of Variance. If significant differences (α < 0.05) were detected, then the quantitative biodiesel data were further analyzed using Duncan's Post Hoc Test. Results showed that an H2SO4 concentration of 7% reduced the FFA content to 1.915%. A molar ratio of 1:12 with a 2% KOH catalyst produced the highest biodiesel yield of 65.35%. The produced met the SNI for the saponification number (i.e., 52.82–133.69 mg-KOH/g), iodine number (i.e.,7.19–22.42 g_I2/100_g), and cetane number (i.e., 86.48–132.68). However, the water content (i.e., 0.721%–2.407%), viscosity (i.e., 1.73–6.18 mm²/s), acid number (i.e., 0.224–4.685 mg_KOH/g), density (i.e., 874–917 kg/m³), FFA content (i.e., 0.116 -% to 2.229%), and methyl ester content (48,13% to–132.12%_mass) partially did not meet the standards. This study highlights the potential of Malapari seed oil as a biodiesel feedstock, with further required needed to meet all quality standards.
Produksi Kompos dari Bungkil Biji Malapari (Pongamia pinnata L.) Taebenu, Desi Adriyanti Nina; Arpiwi, Ni Luh; Astarini, Ida Ayu
BIOEDUSCIENCE Vol 9 No 1 (2025): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/14480

Abstract

Background: Biodiesel production from malapari seeds generates waste in the form of seed cake that can still be utilized. This seed cake can be processed into compost because it contains various essential minerals for plant growth. This study analyzes the quality of compost made from malapari seed cake based on the SNI 19-7030-2004 standard. Methods: The compost fertilizer was fermented for 31 days using four treatments. (P1) malapari cake 1kg + Orgadec 2g; (P2) malapari cake 334g + goat manure 333g + burnt rice husk 333g + Orgadec 2g; (P3) Malapari cake 200g + goat manure 400g + burnt rice husk 400g + Orgadec 2g; (P4) Malapari cake 400g + goat manure 200g + burnt rice husk 200g + Orgadec 2g. Results: Water, phosphorus, and potassium content tests in treatments P1, P2, P3, P4 met specifications. pH tests in treatments P1, P2, P4 met specifications, P3 did not meet specifications. Nitrogen tests in P1 and P2 met specifications, but P3 and P4 did not. The organic C test in P1 did not meet specifications, while P2, P3, and P4 met specifications. The electrical conductivity test in P1 met specifications, while P2, P3, and P4 did not. Color and odor in P1 did not meet specifications, while P2, P3, and P4 met specifications. Conclusions: Compost from malapari seed cake has met the compost quality specifications according to SNI 19-7030-2004 for P2, so it is suitable for plant application.
Quo Vadis Energy Legal Policy towards Equitable and Sustainable Development in Indonesia Kartika, I Gusti Ayu Putri; Astarini, Ida Ayu; Yasa, Putu Gede Arya Sumerta; Hermanto, Bagus; Kriviņš, Anatolijs
LAW REFORM Vol 21, No 2 (2025): Law Reform
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lr.v21i2.66743

Abstract

Indonesia’s energy sector continues to face persistent challenges in the context of rapid economic growth, increasing energy demand, and mounting environmental concerns. Despite the constitutional mandate requiring the state to ensure equitable access to energy and sustainability, existing regulatory frameworks frequently fall short of achieving these objectives. This research aims to examine the legal and policy frameworks governing the energy sector in Indonesia, where energy serves as a critical component of economic development and public welfare.The urgency of this study lies in addressing the disconnect between the normative ideals (das Sollen) of equitable and sustainable energy governance and their actual implementation (das Sein) in current policy practices. The research employs a normative legal method, relying on a literature review of both primary and secondary legal sources, coupled with conceptual and statutory interpretation.The findings indicate that current policies often fail to ensure equitable distribution, meaningful public participation, and adequate environmental protection. Accordingly, legal reforms are necessary to advance justice in energy access and to establish enforceable emission limits and environmental standards. The conclusion drawn from this study underscores the importance of bridging the gap between normative aspirations and practical realities in order to achieve inclusive, sustainable, and just energy governance.
In Vitro Propagation of Lily (Lilium longiflorum Thunb.) with Growth Regulators BAP and NAA Deswiniyanti, Ni Wayan; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Astarini, Ida Ayu; Hardini, Yunita
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.11.2.131-139

Abstract

Tanaman lili (Lilium longiflorum Thunb.) merupakan tanaman hias dan bunga potong. Permintaan bunga potong lili sangat menjanjikan tetapi ketersediaan bibit masih terbatas. Penelitian ini terdiri dari perkecambahan biji lili secara in vitro pada media ½ Murashige & Skoog (MS), multiplikasi bagian eksplan pangkal dan ujung tunas pada berbagai perlakuan media MS kombinasi ZPT BAP dan NAA. Tujuannya untuk mendapatkan kombinasi media yang tepat dan mengetahui persentase tertinggi bagian eksplan yang mampu tumbuh tunas, akar dan kalus. Kombinasi media MS dengan BAP dan NAA yaitu (a) kontrol 0:0 mg L-1, (b) 0:0.1 mg L-1, (c) 0:1 mg L-1, (d) 0.1:0 mg L-1, (e) 0.1:0.1 mg L-1, (f) 0.1:1 mg L-1, (g) 1:0 mg L-1, (h) 0.1:1 mg L-1, (i) 1;1 mg L-1. Penelitian ini disusun dalam RAL faktorial dua faktor yaitu kombinasi pemberian BAP dan NAA, multiplikasi eksplan bagian pangkal dan ujung tunas. Biji lili mampu berkecambah sebanyak 58%. Media c dan i yang mampu menginduksi eksplan untuk tumbuh tunas, akar dan kalus. Media c mampu menginduksi tunas, akar dan kalus, media i mampu menginduksi akar dan kalus. Persentase respon pertumbuhan eksplan bagian pangkal tunas yaitu pertumbuhan tunas 11.1% dan akar 13.3%, sedangkan eksplan bagian ujung tunas menunjukkan pertumbuhan akar 6.7% tanpa pertumbuhan tunas. Pertumbuhan kalus menunjukkan hasil yang sama pada eksplan pangkal dan ujung tunas yaitu 4.4%.
Influence of Media Composition and Genotype on Potato (Solanum tuberosum L.) Microtuberization Astarini, Ida Ayu; Putu Kayika Febryanti, Ni Luh; Miller, Jr, J. Creighton
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.1.51-58

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu komoditi pangan penting di dunia. Penyediaan benih kentang generasi awal yang bebas penyakit sistemik virus merupakan masalah utama dalam pembudidayaan kentang. Produksi benih kentang generasi awal berupa umbi mini di rumah kaca masih memiliki resiko kontaminasi oleh penyakit virus. Teknik produksi umbi mikro secara in vitro dapat menjadi metode alternatif untuk produksi benih sumber. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan media yang optimum dalam produksi umbi mikro pada empat genotipe kentang, yaitu AOTX98202-1RU, ATX9202-3RU, ATTX98468-5R/Y dan ATTX98518-5P/Y. Keempat genotipe dikulturkan pada media Murashige and Skoog (MS) dengan tambahan 6% sukrosa, dengan atau tanpa 2 g L-1 phytagel, dan dengan atau tanpa 10 mg L-1 kinetin. Stek dua buku dikulturkan pada tiap botol kultur, masing – masing dengan lima ulangan. Kultur diinkubasi selama dua minggu pada suhu 23°C dengan fotoperiode 16 jam terang/hari, lalu suhu 16 °C selama 2 minggu dengan fotoperiode 16 jam terang/hari, dan suhu 16 °C dalam ruang gelap selama 6 minggu, dan diamati selama 10 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap genotipe memiliki respon yang berbeda terhadap media. Perlakuan 2 g L-1 phytagel + 10 mg L-1 kinetin (T4) merupakan media yang efektif untuk mendorong pertumbuhan umbi mikro pada genotipe ATTX98468-5R/Y dan ATTX98518-5P/Y. Genotipe ATTX98468-5R/Y pada media T4 menghasilkan umbi mikro terbanyak (4.2 umbi mikro/botol), sedangkan ATTX98518-5P/Y menghasilkan rata-rata berat umbi tertinggi (363.6 mg). Hasil penelitian menunjukkan pentingnya untuk mengembangkan protokol khusus untuk tiap genotipe agar mendapatkan produksi umbi mikro yang optimal.
Inisiasi Kalus Bangle (Zingiber purpureum Roscoe) pada Beberapa Kombinasi 2.4-D dan Kinetin Astarini, Ida Ayu; Astiti, Ni Putu Adriani; Tarigan, Swary Dwi Suherna
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.2.93-99

Abstract

Bangle (Zingiber purpureum Roscoe) termasuk keluarga Zingiberaceae yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh 2.4-D dan kinetin pada inisiasi kalus bangle. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan, Prodi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana dari bulan Februari hingga bulan Mei 2023. Desain percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dan lima ulangan. Faktor pertama konsentrasi 2.4-D (0, 1 dan 2 ppm) dan faktor kedua konsentrasi kinetin (0, 0.5 dan 1 ppm). Variabel yang diamati meliputi waktu inisiasi kalus, persentase pembentukan kalus, dan morfologi kalus. Hasil penelitian menunjukkan 1 ppm 2.4-D - 0.5 ppm kinetin menghasilkan waktu inisiasi kalus tercepat (10.8 HST) dan persentase pembentukan kalus tertinggi (100%), sementara 1 ppm 2.4-D - 0.5 ppm kinetin dan 2 ppm 2.4-D - 0.5 ppm kinetin menghasilkan morfologi kalus yang baik dan embriogenik (warna putih dengan tekstur remah). Kata Kunci: auksin, sitokinin, tanaman obat, Zingiberaceae
Co-Authors A A Ayu Laksmi Damarnegari A.A.S. A. Sukmaningsih Ahmad Zakir Anak Agung Gde Raka Dalem, Anak Agung Gde Raka Andrianus Sembiring Andrianus Sembiring Angel Chappell Anitasari, Septarini Dian Astria Yusmalinda Austin Ryan Garrido Catarina Tenny Setiastri Cornelia Coraima Lazaren Dalem, A.A. Gde Raka Danie Al Malik Debora Margareth Debora Margareth Dian Catur Prayantini Douglas Scheuring Dwi Nur Rikhma Sari Edelmiro Jose De Deus Elok Faiqoh Ema Hendriyani Enex Yuniarti Ningsih Eniek Kristiyanti ENIEK KRISWIYANTI GUIJUN YAN Gusti Ayu Nyoman Budiwati Hermanto, Bagus I Dewa Gede Warmadewa I Dewa Kadek Wira Sanjaya I G. R. M. TEMAJA I Gede Mahardika I Gusti Ayu Putri Kartika, I Gusti Ayu I Gusti Ayu Sugi Wahyuni I Gusti Bagus Sila Dharma I Gusti Bagus Sila Dharma I Gusti Made Oka Nurjaya I GUSTI NGURAH SANTOSA I Ketut Catur Marbawa I Ketut Ginantra I Made Antara I Made Saka Wijaya I Nyoman Gede Wisesa Adnyana I NYOMAN MERIT I NYOMAN RAI I W BUDIARSA SUYASA I Wayan Arthana I Wayan Gede Astawa Karang I Wayan Krisna Eka Putra I Wayan Krisna Eka Putra I Wayan Suarna I WAYAN WINDIA I.G.M Oka Nurjaya I.M.S. Wijaya Ida Ayu Putri Darmawati Ida Bagus Wayan Gunam Indah Tria Hoky Jennifer Crismonika Jeremy Pramana Josina Irene Brigita Hutubessy JULIAN CREIGHTON MILLER JR Julian Creighton Miller Jr. JULIE ANNE PLUMMER Junita Hardini Kadek Andina Widiastuti Kadek Andina Widiastuti Kriviņš, Anatolijs Luh Astria Yusmalinda Luh Gede Artha Saridewi Wijaya Luh Made Arpiwi LUH Puru ESWARYANTI KUSUMA YUNI M. Danie Al Malik MADE PHARMAWATI Made Ria Defiani Made Wahyu Cerianingsih Maghfirotun Nisa Meitini Proborini Wahyuni Mia Kosmiatin Miller, Jr, J. Creighton Mohammad Subhan Muhammad Danie Al Malik Muhammad Ibadullah Nathalia Sihombing Ni Kade Ayu Purnama Adi Ni Kadek Dwipayani Lestari Ni Kadek Raleni Ni Kadek Sari Dewi Handayani NI KADEK YUNITA SARI Ni Ketut Mas Suratniasih Ni LUH ARPIWI Ni Luh Astria Yusmalinda Ni Luh Putu Kayika Febryanti Ni Luh Suriani Ni Made Ary Widiastiti NI MADE DIAN PRATIWI Ni Made Puspawati NI NYOMAN ARI MAYADEWI Ni Nyoman Ely Kristiyanti Ni Nyoman Nila Arieswari Ni Nyoman Nila Arieswari Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Anom Sulistiawati, Ni Putu Anom Ni Putu Dian Pertiwi Ni Putu Vivin Nopiantari Ni Putu Yuni Astriani Dewi Ni Wayan Deswiniyanti Onasys , Yonatan Putra, I Nyoman Giri Putu Dian Pertiwi Putu Dian Pertiwi Putu Gede Arya Sumertayasa Putu Kayika Febryanti, Ni Luh Putu Wina Andriani Lestari Rindang Dwiyani SANG KETUT SUDIRGA Sean Michael Thompson Sebastian S. Cocioba Septarini Dian Anitasari Septarini Dian Anitasari Septarini Dian Anitasari Shella Ayu Ardiana Suryany Devy Taebenu, Desi Adriyanti Nina Tarigan, Swary Dwi Suherna Tiwi Wati VEMY CLAUDIA Wildan Mujahidul Basyar Yuli Setiawati YUNALDI YUNALDI YUNITA HARDINI Zaenul Gafari