Claim Missing Document
Check
Articles

STRUKTUR KOMUNITAS ARTHROPODA DI TANAH PERMUKAAN GUA JLAMPRONG, GUNUNGKIDUL Azizah Dila Novianti Azizah Dila Novianti; Tien Aminatun Tien Aminatun; Triatmanto Triatmanto
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Prodi biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i1.988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan struktur komunitas arthropoda di tanah permukaan Gua Jlamprong, Gunungkidul. Tiga sampel tanah diambil sebanyak 2,5 kg per sampel di tiap zona, kemudian diekstraksi dan arthropoda terekstraksi kemudian diidentifikasi. Faktor abiotik juga diukur di semua zona. Hasilnya adalah di tiga zona indeks diversitasnya rendah. Di zona terang teridentifikasi 11 ordo arthropoda dan 215 individu dengan ordo yang mendominasi Coleoptera dan Acari. Di zona remang, teridentifikasi 5 ordo dan 37 individu dengan ordo yang mendominasi adalah Polydesmidan dan Acari, dan di zona gelap teridentifikasi 6 ordo dn 121 individu dengan Acari yang mendominasi. Keberadaaan jumlah individu tiap ordo juga tidak merata di tiap zona sehingga indeks kemerataannya rendah.Kata kunci: Gua Jlamprong, arthropoda, tanah permukaan, struktur komunitas, keanekaragaman
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOLIK BUAH NANAS (Ananas comosus (L)Merr) TERHADAP MORTALITAS LARVA Anopheles aconitus Setyo Sulistyono; Tien Aminatun
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 6 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 6 Tahun 2018
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i6.13031

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan yang masih terjadi di Indonesia yang perlu diwaspadaioleh setiap elemen masyarakat Indonesia. Salah satu yang dapat dilakukan adalah denganmengendalikan vektornya yaitu nyamuk Anopheles aconitus. Kandungan yang terdapat di dalam buahnanas antarlain enzim bromelin yang dapat dijadikan sebagai salah satu pengendali larva nyamuk.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari ekstrak buah nanas (Ananas comosus (L)Merr)terhadap mortalitas larva nyamuk Anopheles aconitus. Jenis penelitian ini merupakan penelitianeksperimental random sampling. Sampel penelitian yang digunakan adalah larva Anopheles aconitusinstar III dan IV sebanyak 360 ekor untuk uji pendahuluan dan 480 ekor untuk uji definitif yang dibagimenjadi 1 kelompok kontrol dan 5 kelompok perlakuan ekstrak buah nanas, konsentrasi yangdigunakan uji pendahuluan adalah 0,04%, 0,05%, 0,06%, 0,07% dan 0,08% dengan 3 kalipengulangan. Konsentrasi yang digunakan uji definitif adalah 0,01%, 0,05%, 0,1%, 0,15% dan 0,2%.Masing-masing kelompok berisi 20 ekor larva dengan 4 kali pengulangan. Hasil analisis datapenelitian dengan uji Kruskal Wallis pada taraf kepercayaan (α) 0,05, didapatkan adanya perbedaanyang signifikan diantara kelompok uji (p = 0,000; p 0,05). Dari hasil analisis nilai statistik hitungprobabilitas (p) = 0,008. Dari hasil perhitungan statistik dengan analisis Probit didapatkan LC500,074% , LC90 0,090% dan LT50 21,755 jam (dalam 24 jam). Dari hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa ekstrak buah nanas (Ananas comosus (L (Merr) memiliki efek terhadap mortalitas larvaAnopheles aconitus dengan LC50 0,074%, LC90 0,090% dan LT50 21,755 jam (dalam 24 jam).Kata kunci: Anopheles aconitus, Buah nanas (Ananas comosus (L)Merr), Mortalitas Larva, LC50dan LT50.
KEMELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ZOOPLANKTON DI PADANG LAMUN PESISIR PANTAI PANCURAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA gendra devi putra achir; Sudarsono Sudarsono; Tien Aminatun
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 6 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i6.7812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis zooplankton, mengetahui kemelimpahan zooplankton, dan mengetahui nilai indeks keanekaragaman zooplankton di padang lamun Pantai Pancuran Taman Nasional Karimunjawa. Jenis Penelitian ini adalah deksriptif ekploratif. Penentuan daerah sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling. Titik-titik pengambilan sampel ditentukan dengan kaedah standar yaitu lapisan permukaan 0,2 D; lapisan tengah 0,4 D, 0,6 D; dan lapisan dalam 0,8 D. Ditetapkan delapan titik sampel dan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali pengambilan sampel air untuk setiap titik sampel. Pengambilan sampel air menggunakan plankton net ukuran 25 dengan volume air sebanyak 50 liter. Terdapat 24 genus, nematoda, rhizopoda, polychaeta, hirudinea dan larva. Nilai kemelimpahan zooplankton disemua titik sampel berkisar antara 2.895-8.299 ind/L. Nilai tertinggi ditemukan pada stasiun B pada kedalaman 0,2 D, sedangkan  nilai terendah ditemukan pada stasiun G pada kedalaman 0,8 D. Nilai indeks keanekaragaman zooplankton disemua titik sampel berkisar antara 0,154-0,24. Nilai tertinggi ditemukan pada titik sampel E pada kedalaman 0,6 D, sedangkan nilai terendah ditemukan pada titik sampel B pada kedalaman 0,2 D. Indeks keanekaragaman zooplankton pada semua titik sampel merupakan indeks yang tergolong rendah. Kata kunci: zooplankton, pantai pancuran, taman nasional karimunjawa
PENGARUH VARIASI JENIS PUPUK TERHADAP DINAMIKA POPULASI JENIS-JENIS GULMA PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Amanina khusna Maulida; Tien Aminatun; Victoria Henuhili
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Prodi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i2.3820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, pola dinamika populasi jenis-jenis gulma dan indeks diversitas gulma yang tumbuh di lahan tanaman tomat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 4 variasi jenis pupuk yaitu NPK, kascing, kandang dan kompos. masing-masing perlakuan terdiri atas 5 plot pengulangan berukuran 2x2 m2 yang disusun secara acak. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali setelah selesai penghitungan dan pencatatan jenis serta kemelimpahan gulma. Data digunakan untuk mengetahui komposisi jenis, pola dinamika populasi jenis-jenis gulma dengan menggunakan analisis densitas, serta untuk mengetahui pola diversitas dengan menggunakan formula Shannon-Weiner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 35 jenis gulma dari 18 famili pada perlakuan pupuk NPK, 41 jenis dari 18 famili pada perlakuan pupuk kascing, 37 jenis dari 16 famili pada perlakuan pupuk kandang dan 39 jenis dari 17 famili pada perlakuan pupuk kompos. Gulma Cyperus rotundus, Cleome aspera dan Richardia scabra merupakan gulma yang mendominasi di setiap perlakuan. Selain itu, pola dinamika populasi jenis-jenis gulma pada saat minggu pertama umur tanaman tomat hingga minggu ke 5 mengalami penurunan, pada pengamatan gulma pada minggu ke 7 polanya juga mengalami penurunan namun tidak terlalu signifikan seperti pada pengamatan sebelumnya, pada pengamatan minggu ke 9 pola dinamika populasi jenis-jenis gulma mengalami kenaikan dan dari analisis indeks diversitas diketahui bahwa keanekaragaman gulma pada perlakuan pupuk kompos adalah yang tertinggi, sedangkan yang terendah adalah pada perlakuan pupuk NPK.  
ANALISIS POLA INTERAKSI SERANGGA-GLMA PADA EKOSISTEM SAWAH SURJAN DAN LEMBARAN YANG DIKELOLA SECARA ORGANIK DAN KONVENSIONAL (Analysis of Insect-Weed Interaction Pattern in Surjan and Lembaran Rice Farm Ecosystems under Organic and Conventional) Tien Aminatun; Edhi Martono; Suratman Woro; S. Djalal Tanjung
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 19, No 3 (2012): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18458

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur food web dalam pola interaksi serangga-gulma pada ekosistem sawah surjan dan lembaran yang dikelola secara organik dan konvensional.        Penelitian dilakukan pada enam petak sawah surjan dan enam petak sawah lembaran di daerah Kulon Progo dalam dua musim tanam pada bulan Desember 2009 sampai Juli 2010.  Baik sawah surjan maupun sawah lembaran, masing-masing dibedakan dalam dua pengelolaan, yaitu pengelolaan organik dan konvensional, dengan ulangan masing-masing tiga petak.  Lima plot ukuran 1x1 m ditempatkan pada masing-masing petak yang tidak diubah posisinya sampai berakhir satu musim tanam. Inti dari penelitian lapangan ini adalah menghitung jenis dan kelimpahan gulma setiap tiga minggu sekali untuk setiap petak, demikian juga untuk jenis dan kelimpahan dari serangga herbivora untuk setiap jenis tanaman/gulma pada setiap plot. Analisis data dilakukan dengan program Bipartite in R statistics 2.12.0, dan dilakukan uji pengaruh tipe sawah dan cara pengelolaan lahan terhadap struktur dan network level (jumlah jenis trofik atas, jumlah jenis trofik bawah, keterhubungan, diversitas Shannon, dan kemerataan interaksi) dengan menggunakan General Linear Model (GLM) dalam program SPSS 17.0. Hasil penelitian sawah surjan yang dikelola secara organik mempunyai pola interaksi serangga-gulma yang lebih kompleks dengan lebih banyak link interaksi, jumlah jenis trofik atas dan bawah, indeks diversitas Shannon, dan kemerataan interaksi yang lebih tinggi, serta keterhubungan (connectance) yang lebih rendah. ABSRACTThe aims of this research was to analyse food web structure of insect-weed interaction in surjan and lembaran rice field ecosystems under organic and conventional managements. We observed six rice fields of local farms called “surjan” rice fields, and six rice fields of “lembaran” farms in Kulon Progo District, central Java, in two planting seasons in December 2009 until July 2010.  They were divided into two types of managements, i.e. organic and conventional farming.  Five 1x1 m plots per field were taken as sampling units and were not changed until the end of the planting season.  The type and abundance of each type of weeds were recorded every three weeks, and counted for accordingly.  In the similar way, type and abundance of herbivore insects were observed for each weed in each plot.  Data analyses were conducted in Bipartite program of R Statistics 2.12.0, and the effect of farm type and management on network level of food web structure (number of higher trophic species, number of lower trophic species, connectane, Shannon diversity index and interaction evenness) was tested per field using General Linear Model (GLM) with SPSS Statistics 17.0. The result of this research is that organic surjan rice farm had more much links in food web structure, more number of higher and lower trophic species, Shannon diversity and interaction evenness, and less connectance.
Pelatihan Pembuatan Aneka Produk Olahan Cabai dan Bawang Merah sebagai Upaya Peningkatan Nilai Jual Hasil Pertanian dan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, DIY Tien Aminatun; Fitri Rahmawati; Anna Rakhmawati; Rizka Apriani Putri; Budiwati Budiwati; Tutiek Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.59846

Abstract

Bugel is one of districts in Kulon Progo Regency that uses Surjan Method in planting rice  as their local agricultural system. One of major problems faced by the farmer during harvest season is the drop of the yields’price which then lead to the financial loss for the farmers. In order to anticipate the same issue happens in the next harvest season, farmers in subdistrict Bugel, District of Panjaten, Kulon progo Regency want to have a training in regard to process the food such as Red Chilli and Shallot,   therefore rotten and damaged yields due to the longer time of storage can be reduced or even avoided. After being processed through the postharvest techniques, those yields are expected to increase in prices thus they will bring profit and more income for the citizens. This training aims to introduce postharvest techniques that can be used to store the yields longer and also to train citizens on food processing  which resulted in finer product and  ultimately can be sold in  higher price. Red Chilli and Shallots are the main yields harvested during the harvest season outside Rice. Two types of Sambal made from red Chilli and processed food of Shallots (Fried Shallot) are made during the practice. These products hopefully will last longer in storage and also can be sold in higher price compared to the fresh ones.Customer satisfactory surveys results showed that attendance were responded positively towards the training. Based on the evaluation, citizens wish for  similar training in the future with topic regarding the health and safety of the products as well as the marketing aspect of them.
Keanekaragaman Cacing Tanah Pada Lahan Sawah Tercemar Residu Pestisida Nur Rizki Putri Ramadhanti; Tien Aminatun; Anna Rakhmawati; Bernadetta Octavia; Suhartini Suhartini
Jurnal Sains Dasar Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v12i1.58953

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi fisikokimia dan keanekaragaman cacing tanah pada lahan sawah tercemar residu pestisida di Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasi yang mendeskripsikan keanekaragaman cacing tanah di lahan tercemar residu pestisida terutama golongan organofosfat. Lahan penelitian meliputi lahan A dengan umur penggunaan pestisida organofosfat lebih dari 1 tahun dan lahan B berumur kurang dari 1 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik handsorting pada petak 25x25x25cm. Sampel diidentifikasi di Laboratorium Lingkungan FMIPA UNY. Analisis data secara deskriptif berdasarkan hasil indeks keanekaragaman Shannon–Wienner. Hasil uji kandungan pestisida golongan organofosfat lahan A dan lahan B adalah tidak terdeteksi. Namun berdasarkan paparan petani, lahan A dan lahan B menggunakan pestisida golongan organofosfat dengan bahan aktif profenofos selama lebih dari 1 tahun. Untuk itu, ke dua lahan diperkirakan tercemar pestisida golongan organofosfat. Hasil uji fisikokimia tanah lahan A bertekstur geluh pasiran dengan kandungan bahan organik dan C organik lebih rendah serta pH, KTK, N total, P tersedia, dan K tersedia lebih tinggi dibanding lahan B bertekstur pasir geluhan. Tingkat keanekaragaman cacing tanah adalah rendah pada ke dua lahan dengan indeks keanekaragaman tertinggi 0,617 pada lahan B berumur kurang dari 1 tahun penggunaan pestisida golongan organofosfat.Kata kunci: keanekaragaman, cacing tanah, cemaran, residu pestisida.This research aims to discover physicochemical conditions of soil and diversity of earthworms in fields contaminated pesticide residues in Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. This research is observational research describes earthworms’ diversity in fields contaminated pesticide residues, especially organophosphate. Research area includes field A, with exposure to organophosphate pesticides for more than 1 year, and field B less than 1 year. The handsorting was employed as a sampling technique in plots of 25x25x25cm. Samples were identified at Environmental Laboratory FMIPA UNY. Data analysis was conducted descriptively based on results Shannon–Wienner diversity index. The test results show pesticide organophosphate content in two fields was undetected. However, based on the explanation from farmers in field A and B, used organophosphate pesticides with active ingredient profenophos more than 1 year. It is estimated, both fields will remain contaminated organophosphate pesticides. The soil physicochemical tests indicate field A, a sandy loam texture, had lower organic matter content and organic C with higher pH, CEC, total N, available P, and available K compared to field B with a loamy sand texture. Diversity level of earthworms is low in both fields with highest index being 0,617 in field B, less than 1 year using organophosphate pesticides.Keywords: diversity, earthworms, contamination, pesticide residue.
Development of Smart Apps Creator Learning Media Using Problem-Solving Learning Models on Global Warming Materials to Improve Critical Thinking and Problem-Solving Ability Reza Fahlevi; Tien Aminatun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.4311

Abstract

This study aims to 1) determine the feasibility of smart apps creator-based learning media used in learning activities, and 2) determine the effectiveness of Smart Apps Creator-based learning media to improve Critical Thinking and Problem Solving skills in Global Warming Materials for Class X Students of SMAN 4 Berau. This research is a Research and Development (R&D) study which refers to the ADDIE model. This research was conducted on 30 students in limited trials and field trials using class X1 and X3 students each of 32 students. The results of the study are that the learning media developed meet the eligibility based on expert judgment and effective learning media in improving critical thinking skills and problem solving abilities. The results of the Manova test show a sig value of 0.000 <0.05, namely Ha is accepted so that there are differences in critical thinking skills and problem-solving abilities between students who use Smart Apps Creator learning media and PowerPoint learning media. The N-gain test of learning media on critical thinking skills gets a score of 68.82 which means it is quite effective and for problem solving skills it gets a score of 91.64 which means it is effective.
Assessing soil bacterial community response to organophosphate pesticides in agricultural field of Yogyakarta, Java, Indonesia ANNA RAKHMAWATI; BERNADETTA OCTAVIA; SUHARTINI SUHARTINI; TIEN AMINATUN
Jurnal Natural Volume 23 Number 3, October 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v23i3.31263

Abstract

Soil contamination by pesticides is one of the world’s most pressing environmental issues. The widespread use of Organophosphate pesticides (OPPs) in agriculture has led to biological diversity changes. The indigenous bacterial community played significant roles in the remediation of soil contaminated with OPPs. This study examines the overall bacterial community composition of three agricultural fields in Yogyakarta, Java, Indonesia, that were exposed to OPPs. The agricultural field was divided into zones near the beach, residential, and mountainous. Sequencing 16S rRNA amplicon fragments used to analyze the soil bacterial community. It was discovered that Proteobacteria, Actinobacteria, and Firmicutes comprised the majority of the bacterial community. In addition, the samples contain a high relative abundance of Bacillus, Bradyrhizobium, Chryseobacterium, Cystobacter, Microvirga, and Burkholderia. The high alpha diversity indexes suggest that the agricultural soil microbiome provides important ecological services and may harbor a wide variety of bacteria and genes with biotechnological applications. The physicochemical soil characteristics are also correlated with the bacterial community structure. The findings can be used to develop bioremediation strategies that employ native microbes to clean and restore agricultural soil contaminated with OPPs.
Identifikasi Logam Berat Kromium di Tiga Sungai yang Melintasi Kota Yogyakarta dan Potensi Fitoremediasinya Tien Aminatun; Anna Rakhmawati; Kun Sri Budiasih; Marfuatun Marfuatun; Baso Samsu Rijal; Abdullah Nashih Amin; David Meilana Nur Arifin; Ajeng Septiana Putri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.620-631

Abstract

Winongo, Gajah Wong, dan Code adalah tiga sungai yang melintasi Yogyakarta. Banyak industri yang membuang limbah ke ketiga sungai ini, sedangkan Cr adalah logam berat yang banyak terdapat pada limbah industri. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat potensi fitoremediasi Cr, tetapi umumnya pada limbah cair industri, bukan pada perairan langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi logam berat Kromium (Cr) di ketiga sungai serta potensi fitoremediasinya. Sampel air dan sedimen diambil dari hulu, tengah dan hilir, kemudian kandungan Cr dianalisis dengan Spektrofotometri UV-Vis di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Untuk melihat potensi fitoremediasinya dilakukan eksperimen dengan eceng gondok (Eichornia crassipes) dan kayu apu (Pistia stratiotes) di greenhouse FMIPA UNY. Pengukuran kualitas air diujikan ke Laboratorium BBTKL-PP. Hasil penelitian menunjukkan ketiga sungai teridentifikasi cemaran Cr tetapi masih di bawah ambang baku mutu menurut Peraturan Gubernur DIY Nomor 20 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Air di Provinsi DIY Kelas 1. Potensi eceng gondok dan kayu apu sebagai fitoremediator air sungai yang tercemar Cr tidak tampak jelas karena konsentrasi Cr pada ketiga sungai masih rendah di bawah ambang baku mutu (<0.05 mg/L), akan tetapi dilihat dari performa tanaman maka kedua gulma ini berpotensi untuk menjadi fitoremediator di sungai yang tercemar Cr.
Co-Authors - Suyanta - Yuliati A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdullah Nashih Amin Achmad Nur Rochim Agung Lesmana Agung Ramadhan Agus Widyianto Aisya, Naafi Ajeng Septiana Putri Aji Suhandy Aji Suhandy Ali Mahmudi Althaaf, Nabila Tsabita Amanina khusna Maulida Amin Khusnadiyah ana arifatul ummahz Andreyani, Anggun Anggraeni, Titis Nindiasari Anisa Setya Hidayah Anna Rakhmawati Antuni Wiyarsi Arifudin Idrus Arrozi, Wahyu Arsyad Sujangka Asri Widowati Aulia, Fera Azizah Dila Novianti Azizah Dila Novianti Baiki, Khomsa Amar Baso Samsu Rijal Bayu Setiaji Bernadetta Octavia Bog, Kim Jung Budiwati Budiwati Budiwati Budiwati Budiwati Budiwati Budiwati Cecilia Yanuarief Dadan Rosana Damayanti, Anastasya Daryono, Rihab Wit Daud Dakabesi David Meilana Nur Arifin Diah Tirta Puri Dina Ayu Kiswandini Djuwanto Djuwanto Dwi Astuti Dwi Ayu Nurfaizah Dwi Novita, Ria Dwiana Muflihah Yulianti Dwiki Prasetiya Prayudi Edhi Martono Edhi Martono Ema Imtihana Endah Ratna Sari Fardan Yusuf Ibrahim Farida Hanum Fatin, Rahma Nabila Feliksitas Angel Masing Fitra Purnama Agung Fitri Nurfatonah Fitri Rahmawati Fitri Rahmawati Fitriani Fitriani Galuh Danang Sumari gendra devi putra achir Genius Abid Karunia Habibatul Unayah Hasna Kamila Hanum Heru Kuswanto I Gusti Putu Suryadarma, I Gusti Putu Ibrahim Pandu Ame Ibrahim, Fardan Yusuf Indah Kristiani Siringo Ringo Insih Wilujeng Ishadiyanto Salim Junita Kurniawati Kun Sri Budiasih Kurnia Cahyani Kuswarsantyo Laifa Rahmawati Lili Sugiyarto Lukman Ari Bahrtiar Marfuatun . Mualimin Mualimin muhammad irfan Muhammad Rasyid Muhammad Rasyid, Muhammad Mutia Ulfah Naafi Aisya Nilahazra Khoirunnisa Nrangwesthi Widyaningrum Nugroho Susetya Nugroho Susetya Putra Nur Rizki Putri Ramadhanti Nurul Endah Rahmawati1 Paramita Cahyaningrum Kuswandi Paryanto Pertiwi, Melania Citra Ponty S.P. Hutama Pratiwi, Vicha Rista Pratomo, Ibnu Pujianto Raharjo, Rahmanto Rahmania Pamungkas Rangpan, Vichit Rania Nur Farida Ratnawati Ratnawati Regina Tutik Padmaningrum Reginaldis Isabella Sado Reza Fahlevi Rizka Apriani Putri Rizky Diah Aryani Rizky Diah Aryani Roin Fathul Arzaqi S. Djalal Tanjung S. Djalal Tanjung, S. Djalal Sabar Nurohman Sanudin Sanudin satrio haryo pamungkas Setyo Sulistyono Simbolon, Doly Siti Ainun Jariah Siti Umniyatie Siwi Indarti Slamet Suyanto SRI ATUN Sri Harti Widyastuti Sudarsono Sudarsono Sugma Suhartini Suhartini Suhartini Suhartini Suhartini Sujangka, Arsyad Sulistiyawati Sulistiyawati Sulistiyawati Sulistiyawati Sunarta Suratman Woro Suratman Woro Suratsih Suratsih Syfa Trinandita Tarigan, Wenny Pinta Litna Triatmanto Triatmanto Tutiek Rahayu Tutiek Rahayu Tutik Utika Sari Unayah, Habibatul Utami, Yanika Cahya Victoria Henuhili Victoria Henuhili Wening Kusumawardani Wibowo, Yuni Yoga Guntur Sampurno yoyon arifta Yuliati Yulianti Yuliati Yuliati Yuni Prastiwi Mutiarani Yuni Wibowo Yuni Wibowo Yusman Wiyatmo Zaenuddin Hudi Prasojo