p-Index From 2021 - 2026
5.495
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Vokasi Jurnal Internasional Manajemen Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran COPE ISTORIA Publikasi Pendidikan Jurnal Manajemen Pendidikan Dinamika Pendidikan Jurnal Prima Edukasia Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Manajer Pendidikan: Jurnal Ilmiah Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Instructional Development Journal Jurnal Eduscience (JES) JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Didaktika: Jurnal Kependidikan FOUNDASIA EDUCASIA : Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan Journal of the Community Development in Asia Journal of Innovation and Research in Primary Education Millah: Journal of Religious Studies Eduvest - Journal of Universal Studies Managere: Indonesian Journal of Educational Management Jurnal Yudistira Ta'dib Indonesian Technology and Education Journal Jurnal Pendidikan Anak EDUCENTER JURNAL PENDIDIKAN Journal of Research in Instructional
Claim Missing Document
Check
Articles

Komunitas Belajar Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Merancang Pembelajaran Akomodatif bagi Anak Berkebutuhan Khusus Josharona Josharona; Nurtanio Agus Purwanto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5166

Abstract

Kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan prasyarat penting bagi pendidikan inklusif, tetapi hasil supervisi awal menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung seragam. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran akomodatif bagi ABK melalui Komunitas Belajar (Kombel) dan mendeskripsikan proses peningkatannya pada setiap siklus. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Sekolah model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada sembilan guru. Setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan menggunakan lembar observasi kompetensi guru serta lembar keterlaksanaan Kombel. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi guru meningkat dari 61,11% pada pra siklus (kategori cukup) menjadi 76,11% pada Siklus I (baik) dan 89,63% pada Siklus II (sangat baik). Proporsi guru yang mencapai kategori baik atau sangat baik bertambah dari 0% menjadi 55,56% dan akhirnya 100%. Keterlaksanaan Kombel juga meningkat dari 80,00% pada Siklus I menjadi 92,50% pada Siklus II. Peningkatan terjadi setelah kegiatan beralih dari penguatan konsep dan analisis perangkat menuju pendampingan intensif, telaah sejawat, praktik penyusunan perangkat, dan umpan balik langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa Kombel yang sistematis, kolaboratif, dan berbasis masalah nyata sekolah efektif memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran akomodatif bagi ABK
Kesiapan Kepala Sekolah dalam Implementasi Pendidikan Inklusi: Analisis Faktor Internal dan Eksternal Ardiansyah Ardiansyah; Nurtanio Agus Purwanto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5182

Abstract

Implementasi pendidikan inklusi di jenjang sekolah menengah pertama tidak hanya bergantung pada keberadaan kebijakan, tetapi juga pada kesiapan kepala sekolah dalam mengelola dan mengarahkan penyelenggaraan layanan pendidikan yang responsif terhadap keberagaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kepala sekolah dalam implementasi pendidikan inklusi di SMP Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah dan informan pendukung yang terdiri atas guru serta pihak sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan inklusi pada lima SMP di Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan kepala sekolah belum sepenuhnya optimal. Kepala sekolah telah menunjukkan sikap positif, penerimaan, dan komitmen terhadap pendidikan inklusi, tetapi masih terdapat keterbatasan dalam pengetahuan teknis, pengalaman, kompetensi manajerial, supervisi pembelajaran, pengembangan kurikulum adaptif, dan pengelolaan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Faktor yang memengaruhi kesiapan terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pengetahuan, sikap dan komitmen, kompetensi kepemimpinan dan manajerial, pengalaman, serta self-efficacy. Faktor eksternal meliputi dukungan guru, ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK), sarana dan prasarana, kebijakan pemerintah, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kesiapan kepala sekolah perlu dilakukan secara sistematis melalui penguatan kompetensi kepemimpinan inklusif dan dukungan ekosistem sekolah agar implementasi pendidikan inklusi dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan.
Peningkatan Motorik Halus melalui Visual Schedule pada Anak Terindikasi Autism Spectrum Disorder di Taman Kanak-kanak Negeri Pratama Halimah Halimah; Nurtanio Agus Purwanto; La Robi La Robi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak terindikasi Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui penggunaan visual schedule di TK Negeri Pratama. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah tiga anak terindikasi ASD. Kemampuan motorik halus diamati melalui empat indikator, yaitu stabilisasi genggaman, koordinasi mata-tangan, ketepatan kontrol jari dan ketepatan visual-manipulatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase capaian kemampuan motorik halus secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dari 24,75% pada tahap prasiklus menjadi 49,75% pada siklus I dan meningkat menjadi 79,00% pada siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator yang diamati, dengan peningkatan terbesar pada aspek ketepatan kontrol jari, yaitu dari 16% pada prasiklus menjadi 75% pada siklus II. Penggunaan visual schedule dalam bentuk makro dan mikro membantu anak memahami urutan kegiatan dan langkah konkret dalam menyelesaikan aktivitas motorik halus secara lebih terstruktur. Dengan capaian 79,00%, kriteria keberhasilan penelitian sebesar 75% telah tercapai. Dengan demikian, penggunaan visual schedule dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan kemampuan motorik halus anak terindikasi ASD melalui penyajian aktivitas yang sistematis, bertahap dan mudah dipahami.
Supervisi Klinis Kolaboratif untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menangani Siswa Berisiko Hambatan Belajar Martha Ita; Nurtanio Agus Purwanto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menangani siswa berisiko hambatan belajar melalui penerapan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas delapan guru di SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kompetensi pedagogik guru dianalisis berdasarkan lima indikator, yaitu kemampuan mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan siswa, melakukan asesmen diagnostik, merancang pembelajaran adaptif, melaksanakan pembelajaran secara responsif, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk melihat perkembangan kompetensi guru pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi pedagogik guru pada kondisi awal sebesar 68,06 dengan kategori cukup, meningkat menjadi 77,43 dengan kategori baik pada Siklus I, dan meningkat kembali menjadi 88,19 dengan kategori sangat baik pada Siklus II. Peningkatan keseluruhan dari kondisi awal hingga Siklus II mencapai 20,13 poin. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan supervisi klinis kolaboratif dapat mendukung peningkatan kompetensi pedagogik guru, terutama dalam memahami kebutuhan siswa, merancang pembelajaran yang adaptif, melaksanakan pembelajaran yang responsif, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut. Dengan demikian, supervisi klinis kolaboratif dapat digunakan sebagai strategi pengembangan profesional guru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran bagi siswa yang berisiko mengalami hambatan belajar.