Claim Missing Document
Check
Articles

ASPIRASI HIDUP ANAK JALANAN DI KAWASAN SIMPANG EMPAT GALANGAN, KABUPATEN GRESIK Ilanti Febria Saraswati; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.266 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n1.p76-95

Abstract

Dalam kesulitan kehidupan yang dihadapi, anak jalanan memiliki harapan bagi masa depannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap aspirasi hidup di bidang pendidikan dan pekerjaan serta upaya untuk mencapainya oleh anak jalanan di Kawasan Simpang Empat Galangan, Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan teori Lapangan Kehidupan Kurt Lewin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dari Alfred Schutz. Data diperoleh melalui wawancara mendalam. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat anak jalanan dengan rentang usia di atas 15 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan latar belakang kehidupan anak jalanan berdampak pada perbedaan aspirasi anak. Berdasarkan perbedaan ini, dapat dikemukakan bahwa anak-anak jalanan yang bekerja karena dorongan pribadi memiliki aspirasi positif tentang masa depannya, sedangkan yang dipaksa menjadi anak jalanan memiliki aspirasi negatif terhadap masa depannya. Pada mereka yang memiliki aspirasi positif berusaha mencapai impian masa depannya dengan melakukan: tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai pelajar, mendaftar sekolah kejar paket, mengembangkan hobi dan minat, mengikuti alur kehidupan. Sedangkan yang memiliki aspirasi negatif cenderung pesimis dan pasrah terhadap keadaan.
PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMP 26 SURABAYA NL Bimo Setyo Utomo; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.925 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p17-31

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan cara sekolah (SMPN 26 Surabaya) melakukan pendidikan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Dengan berfokuskan kepada usaha sekolah menerapkan program pembiasaan kepedulian lingkungan serta mengatasi hambatan yang timbul sehingga terciptanya kebiasaan positif. Dengan asumsi bahwa proses belajar merupakan proses pembangunan pembiasaan perilaku seseorang datanya melalui pemikiran Skinner tentang pembiasaan anak sejak dini melalui stimulus serta penguatan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan study kasus. Informan penelitian terdiri dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum, penanggung jawab kantin, guru pembimbing, serta perwakilan siswa. Melalui informan data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi sekolah. Data yang telah didapat diolah dan dianalisis menggunakan cara Miles dan Huberman. Sesuai dengan hasil analisis ditemukan beberapa program sekolah tentang peduli lingkungan yaitu Mata pelajaran Lingkungan Hidup, Kantin Sehat, Lomba Kelas, dan ekstrakurikuler Tim Hijau. Program tersebut menjadi metode pembiasaan melalui stimulus di dalamnya dikuatkan oleh hadiah dan stimulus lanjutan. Dengan metode pelaksanaan pembiasaan program dilakukan secara berkelanjutan selama tiga tahun dari pertama siswa masuk hingga lulus. Pelaksanaan program menghasilkan kebiasaan peduli lingkungan pada siswa tercermin dari perilaku siswa. Sekaligus membuktikan bahwa stimulus dan penguatan dalam teori Skinner menjadi faktor pembentuk perilaku seseorang dalam proses belajar.
PERSEPSI MASYARAKAT DESA GUMENG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO TERHADAP PENDIDIKAN TINGGI BAGI PEREMPUAN Maf'ula Wijayanti; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.279 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p47-63

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap persepsi masyarakat Desa Gumeng terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria orang tua yang mempunyai anak perempuan yang melanjutkan pendidikan tinggi dan tidak melanjutkan pendidikan tinggi dengan perbedaan latar belakang antar informan dan bersedia untuk menyampaikan persepsinya terkait pendidikan tinggi bagi perempuan. Fokus penelitian yaitu persepsi orang tua terkait pendidikan tinggi bagi perempuan di Desa Gumeng. Pengumpulan data dilaksanakan selama satu bulan dengan menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif interaktif menurut Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa persepsi terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan. Keluarga kaya berpersepsi positif pada pendidikan tinggi bagi perempuan yaitu perempuan berpendidikan tinggi dapat meningkatkan derajat orang tua dan ibu yang berkualitas melahirkan anak yang berkualitas. Keluarga miskin berpersepsi negatif terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan yaitu pendidikan tinggi adalah pemborosan bagi perempuan, risiko perawan tua bagi perempuan berpendidikan tinggi dan perempuan berpendidikan tinggi cenderung fokus pada pekerjaan. 
PENDAMPINGAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WOMEN CRISIS CENTER “YAYASAN HARMONI” JOMBANG Diany Catur Nandasari; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.712 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p64-79

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk pendampingan dan faktor pendukung serta penghambat kegiatan pendampingan perempuan korban kekerasan pada masa pandemic covid-19 yang dilakukan oleh Women Crisis Center “Yayasan Harmoni” Jombang. Teori yang digunakan adalah teori strukturasi oleh Anthony Giddens. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan data interaktif menurut Miles dan Huberman yang terdiri atas kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Women Crisis Center “Yayasan Harmoni” Jombang memiliki prinsip dan bentuk kegiatan berupa pemberdayaan dan bantuan layanan hukum dan psikologis bagi perempuan korban kekerasan, selain itu dalam pelaksanaannya WCC Jombang juga mengalami beberapa hambatan selama pandemic berlangsung, beberapa di antaranya adalah (1) terbatasnya akses pendampingan korban, (2) merebaknya kasus KBGO, (3) Rendahnya komitmen pemerintah dalam menjamin hak perempuan korban kekerasan. Akan tetapi selain hambatan dalam kegiatan pendampingan, faktor pendukung utama yang membuat WCC Jombang tetap dapat berjalan adalah karena kualitas SDM yang mumpuni serta jaringan yang antar lembaga dengan organisasi masyarakat sipil maupun organisasi pemerintah sehingga layanan pendampingan dapat terus berjalan meskipun di era pandemic seperti saat ini. Dalam pelaksanaan pendampingan, agen sekaligus struktur WCC Jombang telah mengimplementasikan prinsip dari lembaga yakni pemberdayaan perempuan sehingga pola pikir yang dimiliki oleh para anggota lembaga maupun program kerjanya juga telah adil gender dan sesuai dengan nilai egalitarian meskipun pada praktiknya masih banyak korban memiliki pola pikir yang bertolak belakang yakni masih berpandangan patriarki sehingga menyulitkan proses pendampingan.
PERJUANGAN LEGISLATOR PEREMPUAN DALAM MELAWAN KETIDAKADILAN GENDER DI DPRD KABUPATEN LAMONGAN Yusriah Fajri Al Insani; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.783 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p80-97

Abstract

Problema ketidakadilan gender yang masih ada saat ini di Indonesia menyebabkan suatu ketimpangan dan kerugian pada salah satu pihak, mayoritasnya adalah perempuan. Hal tersebut menjadi suatu daya tarik  dalam melakukan penelitian tentang perjuangan legislator perempuan dalam melawan ketidakadilan gender dalam bidang politik yang terjadi di DPRD Kabupaten Lamongan. Belum termaksimalkannya jumlah 30% keterwakilan perempuan di lembaga legislatif serta memungkinkannya keterbatasan hak suara legislator perempuan dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan data melalui wawancara dengan subjek empat anggota legislator perempuan sebagai informan utama dan salah satu staf DPRD Kabupaten Lamongan sebagai informan tambahan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya legislator perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan gender di DPRD Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian adalah Peneliti. Tujuan penelitian adalah: bentuk ketidakadilan gender di DPRD II Lamongan, upaya legislator perempuan dalam melawan ketidakadilan gender di DPRD Kabupaten Lamongan, dan hasil implementasinya.  Hasil penelitian mengungkap bahwa secara formal struktural kesetaraan gender telah diupayakan dan diimplementasikan di DPRD Kabupaten Lamongan yaitu terdapat jabatan pimpinan yang ditempati oleh legislator perempuan, namun demikian karena jumlahnya perempuan masih minoritas di DPRD Kabupaten Lamongan, hal tersebut merupakan dampak dari proses rekrutmen dalam partai politik masing-masing. Perjuangan legislator perempuan melalui peran aktifnya dalam beberapa kegiatan legislatif, perempuan  memiliki andil yang besar dalam mewujudkan kesejahteraan perempuan dalam upaya terwujudnya tujuan dari pengarusutamaan gender untuk kesetaraan gender di Kabupaten Lamongan.
TRANSFORMASI TRADISI PERNIKAHAN USIA ANAK DI MASYARAKAT MADURA FATIMATUZ ZAHRAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.791 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami (verstehen) terjadinya transformasi tradisi pernikahan usia anak di masyarakat. Teori yang digunakan adalah Tindakan Sosial Max Weber, yang menjelaskan empat orientasi tindakan seseorang yaitu rasionalitas instrumental, rasionalitas tujuan, tindakan tradisional, dan tindakan efektif. Penelitian yang dilaksanakan di Desa Klompang Timur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif eksplorasi. Informan penelitian ini adalah sepuluh orang yang dipilih secara purposive. Fokus penelitian ini adalah tindakan dan alasannya untuk tidak menikah atau tidak menikahkan anaknya pada usia anak. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam. Untuk keabsahan data, digunakan triangulasi sumber dan waktu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tindakan tidak menjodohkan anak sejak dini dan memberi izin kepada anak untuk berkuliah dilakukan karena kini mereka berpandangan bahwa menyambung tali silaturrahmi tanpa harus melalui perjodohan anak, serta mengakui hak anak dalam menentukan pasangan hidupnya dan meraih masa depan yang lebih baik. Pada anak, tindakan terus berkuliah ini dilakukan dengan mengabaikan sorotan negative orang lain. Transformasi tradisi pernikahan usia anak ini menunjukkan adanya tindakan rasionalitas instrumental yaitu menunda pernikahan untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang lebih baik. Kata Kunci: pernikahan usia anak, tradisi pernikahan, transformasi, perempuan, Madura. Abstract This study aims to understand (verstehen) the transformation of the tradition of child age marriage in the community. The theory which used is Max Webers Social Action that explains the four orientations of ones actions such as instrumental rationality, objective rationality, traditional action, and effective action. The study was carried out in Klompang Timur Village, Pakong District, Pamekasan Regency by using a qualitative research approach with an exploratory descriptive design. The informants of this study were ten people who were selected purposively. The focus of this research is the actions and reasons for not marrying of their children from an early ages. Data was collected through participant observation and in-depth interviews. For data validity, triangulation of sources and time is used. The results of the study revealed that the act of not pairing children from an early age and giving permission for the children to study was done because nowadays the parents thought that they can make good relation without having to go through matchmaking, and recognize their childrens rights in determining their life partners and for achieving a better future. For children, the action continues to study is done by ignoring the negative highlights of others. The transformation of child marriage tradition shows the existence of instrumental rationality, which is delaying marriage to get education, work, and a better life. Keywords: child marriage, marriage tradition, transformation, women, Madura.
PELAKSANAAN PERAN PKK DALAM MENGGERAKKAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI DESA KWADENGAN BARAT KECAMATAN SIDOARJO Citra Sandhika Putri; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.807 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v8n3.p887-901

Abstract

Abstrak Penelitianainiabertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan peran PKK dalam menggerakkan partisipasi perempuan dalam pembangunan masyarakat di Desa Kwadengan Barat Kecamatan Sidoarjo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling: proportionate stratified random sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebesar 99 perempuan yang sudah menikah sebagai anggota PKK. Uji validitas dan uji reliabilitas dalam penelitian digunakan untuk menguji coba angket penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase dan didasarkan pada Teori Peran Biddle dan Thomas yang menyatakan bahwa expectation, norm, performance, and evaluatiom saling berkaitan dalam perilaku peran. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa, keempat perilaku dalam peran tersebut memperoleh hasil tidak sama. Artinya pelaksanann peran PKK untuk menggerakkan partisipasi perempuan dalam pembangunan masyarakat telah berperan, karena pelaksanaan PKK di Kwadengan Barat sudah merencanakan program-program, kegiatan yang ingin dicapai sudah berjalan baik, anggota PKK sudah melaksanakan tugas dengan baik hanya saja partisipasi dari masyarakat perempuan kurang terlibat dalam agenda yang sudah dibuat. Kata Kunci : Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, partisipasi masyarakat Abstract The purpose of this study is the implementation of the role of the PKK in mobilizing women's participation in community development in the West Kwadengan Village, Sidoarjo District. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Data were collected using a questionnaire. The sampling technique uses probability sampling: proportionate stratified random sampling. The number of samples studied was 99 married women who were PKK members. Validity and reliability tests in the study were used to test the research questionnaire. The data analysis technique in this study uses percentage techniques and is based on the Role Theory of Biddle and Thomas which states that expectation, norm, performance, and evaluation are interrelated in role behavior. Overall, the results of the study indicate that, that the four behaviors in that role get different results. This means that the implementation of the role of the PKK to mobilize women's participation in community development has played a role, because the implementation of the PKK in Kwadengan Barat has planned programs, the activities to be achieved have gone well, PKK members have carried out their duties well only that the participation of the women's community is less involved in agenda that was created. Keywords: Empowerment and Family Welfare, community participation
DUKUNGAN SUAMI KEPADA ISTERI DALAM MEMBANGUN KESETARAAN GENDER MELALUI PENDIRIAN SEKOLAH PEREMPUAN DESA DI KOTA BATU Dewi Masitha Tamarinda; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.355 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p141-157

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan suami kepada isteri dalam memperjuangkan kesetaraan gender melalui Sekolah Perempuan Desa (SPD). Penelitian ini menggunakan teori dukungan sosial Sarafino yang mengkalifikasikan dukungan emosional ke dalam tiga komponen yaitu, dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, ketiga bentuk dukungan sosial ini saling berkaitan satu sama lain, semakin banyak bentuk dukungan yang muncul, maka semakin kuat dukungan sosial secara keseluruhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif-naratif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling, yang terdiri atas lima orang pendiri SPD dan dua suami dari pendiri SPD. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini adalah tiga kecamatan di Kota Batu, yaitu Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Data dianalisis secara kualitatif interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Untuk memeriksa keabsahan data digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendiri SPD dalam kegiatannya mendirikan serta mengurus SPD telah mendapatkan dukungan dari suaminya, bentuk dukungan tersebut adalah dukungan emosional berupa pemberian perhatian, persetujuan, dan pengertian, dukungan informasi berupa pemberian saran dan masukan, dukungan instrumental atau langsung berupa pemberian bantuan finansial, mengantarkan isteri dan membantu menyiapkan acara SPD. Suami memiliki peran penting dalam mendukung perjuangan isterinya memperjuangkan kesetaraan gender melalui pendirian SPD. Kata Kunci: Sekolah Perempuan Desa, dukungan suami, kesetaraan gender. Abstract This study aims to describe the husband's support in wives' activities to fight for gender equality through the Village Women's School (SPD). This study uses Sarafino's social support theory which classifies emotional support into three components, namely, emotional support, instrumental support, information support, these three forms of social support are interrelated with one another, the more forms of support that appear, the stronger the social support will be. whole. The approach used in this research is qualitative with a descriptive-narrative design. The informants in this study were selected using purposive sampling, which consisted of five SPD founders and two husbands from the SPD founders. Data were collected by means of in-depth interviews and documentation. The location of this research is three sub-distericts in Batu City, namely Batu, Bumiaji, and Junrejo Distericts. Data were analyzed qualitatively interactively through data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. To check the validity of the data, source triangulation and technique triangulation were used. The results of this study indicate that the founders of SPD in their activities, as well as the SPD village have received support from their husbands, this form of support is emotional support in the form of giving attention, approval, and understanding, information support in the form of providing advice and input, instrumental or direct support in the form of assistance, take the wife and help prepare the SPD event. The husband has an important role in supporting his wife's struggle for gender equality in the establishment of the SPD. Keywords: Village Women's School, husband's support.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTUR DALAM AKTIVITAS ORGANISASI GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA CABANG SURABAYA Abner Atimeta; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.988 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n1.p173-187

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan GMKI Surabaya dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikultur kepada anggotanya. Penelitian ini menggunakan teori penanaman pendidikan karakter Thomas Lickona. Pendekatan penelitian yang dipergunakan yakni penelitian kualitatif melalui metode deskriptif-naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Informan penelitian yakni Ketua GMKI dan 1 orang anggota GMKI yang aktif dan telah bergabung selama satu tahun. Lokasi penelitian ini di GMKI Jln. Tegalsari No. 62, Kedungdoro, Kec. Tegalsari, Kota Surabaya, Jawa Timur. Untuk memperoleh data yang valid digunakan triangulasi sumber. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tahapan reduksi data, penyajian data, penyimpulan. Untuk menerapkan nilai-nilai multikultur kegiatan yang dilakukan GMKI adalah MAPER (Malam Perkenalan), PA (pendalaman Alkitab), Pembinaan Sikap Anggota dan Melakukan Pelayanan Ke gereja. Semua kegiatan disesuaikan visi-misinya GMKI mengajak, membina serta mempersiapkan generasi muda untuk menjadi penggerak di tengah-tengah perguruan tinggi, gereja dan masyarakat menjadi sarana untuk mewujudkan kesejahteraan, perdamaian, keadilan, kebenaran serta cinta kasih di tengah-tengah manusia serta alam semesta. Kata Kunci: Internalisasi, nilai-nilai multikultur, GMKI Surabaya Abstract This research is intended to describe the activities carried out by GMKI Surabaya in internalizing multicultural values ​​to its members. This study uses the theory of Thomas Lickona's character education planting. The research approach used is qualitative research through descriptive-narrative methods. Data collection was carried out through interviews. The research informants were the Chairperson of the GMKI and 1 active member of the GMKI who had joined for one year. The location of this research is at GMKI Jln. Tegalsari No. 62, Kedungdoro, Kec. Tegalsari, City of Surabaya, East Java. To obtain valid data, source triangulation was used. The data obtained were then analyzed qualitatively with the interactive analysis technique of Miles and Huberman which consisted of the stages of data reduction, data presentation, and conclusion. To apply multicultural values, the activities carried out by GMKI are MAPER (Introductory Night), PA (Bible study), Building Member Attitudes and Serving the Church. All activities are adjusted to the vision and mission of GMKI inviting, fostering and preparing young people to become movers in the midst of universities, churches and communities to become a means to create prosperity, peace, justice, truth and love in the midst of humans and the universe. Keyword: Internalization, multicultural values, GMKI of Surabaya
PANDANGAN INTELEKTUAL TERHADAP WACANA KYAI PENDUKUNG KHOFIFAH INDAR PARAWANSA DALAM KONTESTASI PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TIMUR 2018 Yoky Armando Sunaryo; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.603 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v9n3.p610-625

Abstract

Abstrak Berbeda dengan sebelumnya, kyai yang selama ini tidak mendukung perempuan menjadi pemimpin, beberapa di antaranya menjadi pendukung Khofifah dalam pencalonannya menjadi gubernur Jawa Timur di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018. Tentu saja hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji. Apakah perubahan ini menandai terjadinya transformasi nilai gender dari patriarkhi menjadi egalitarian? Dalam bahasa Foucault apakah telah terjadi patahan atau keterputusan dominasi wacana nilai gender patriarkhi yang selama ini mendominasi kehidupan? Menjadi menarik untuk mengaji bagaimana para intelektual melihat fenomena ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pandangan intelektual tentang wacana kyai pendukung Khofifah Indar Parawansa dalam kontestasi pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2018. Ada sembilan orang intelektual yang menjadi informan penelitian, yang diambil berdasarkan bukti-bukti bahwa yang bersangkutan merupakan intelektual yang memiliki pemahaman di bidang politik-keagamaan yang berkaitan dengan gender, serta terlibat aktif sebagai konsultan politik, pakar, dan peneliti yang sekaligus memiliki pengetahuan tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018. Fokus penelitian ini adalah pandangan intelektual tentang fenomena kyai pendukung Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, yang dapat dicermati dari pendapat dan pandangan yang dituturkannya. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Data diambil dengan menggunakan wawancara mendalam dan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) dukungan kyai kepada Khofifah Indar Parawansa bukan berdasarkan kesadaran untuk memperjuangkan kesetaraan gender, namun berdasarkan kepentingan politik. (2) strategi dan kalkulasi politik kyai berbasis pada kesamaan value. (3) patriarkhi masih menjadi dominant discourse, sehingga tidak terjadi diskontinuitas wacana gender patriarkhi, meskipun Khofifah Indar Parawansa terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur. Kata Kunci: Kyai, Wacana, Patriarkhi, Khofifah Indar Parawansa. Abstract In contrast to the previous kyai who have not supported women to became leaders, some of whom have supported supportered of Khofifah in her candidacy for governor of East Java in the 2018 Governor and Deputy Governor Elections. Of course this is an interesting phenomenon to study. Does this change mark the transformation of gender values from patriarchy to egalitarian? In Foucault’s language has there been a break or break in the discourse of patriarchal gender values that have dominated life?It is interesting to study how intellectuals view this phenomenon. Therefore, this study aims to reveal intellectual views about the discourse of kyai supporters of Khofifah Indar Parawansa in the contestation for the 2018 East Java governor election. There were nine intellectuals who became informants of the research. Which were taken based on evidence that the person concerned was an intellectual who in the political-religious field related to gender, as well as being actively involved as a political consultant, and researcher who at the same time has knowledge of the 2018 East Java Governor and Deputy Governor elections. The focus of this research is an intellectual view of the phenomenon of kyai support Khofifah Indar Parawansa in the 2018 East Java Governor and Deputy Governor elections, which can be observed from the opinions and view he expressed. Data collection techniques with in-depth interviews and documentation. Data were taken using in-depth interviews and then analyzed qualitatively. The results of this study indicate that (1) kyai’s support for Khofifah Indar Parawansa is not based on awereness to fight for gender equality, but based on political interests. (2) Political strategies and calculations based on similarity of values. (3) Patriarchy is still the dominant discourse, so there is no discontinuity in patriarchal gender discourse, even though Khofifah Indar Parawansa was elected as Governor of East Java. Keywords: Kyai, Discourse, Patriarchy, Khofifah Indar Parawansa
Co-Authors , ANDRIANTO Abner Atimeta Agus Satmoko Adi Agus Satmoko Adi Ahmad Ajib Ridlwan Ahmad Dafa Maulana AINUN ZAHROH, IZZA Aisah, Mas Akbar Maulana Azis Akhmad Qomaru Zaman Alfanani Alfan Ananda Ayu Triwulandari ANATASYA KUSUMA NINGTYAS, NIKEN ANDARISTA, OVIE Andrianto ANIK ANDAYANI Anilawati, Anilawati Aslamya, Zuhaeratul ASLAMYAH, DINI Avita Nur Rohmah AYU NAOMI BESTARI, DIAN Ayu Puspita Sari Berlianti, Risma Nur Bero Santoso Billy Martasandy Budi Santosa C. GHARU LETA, FINSENSIA Cendy Nova Weno Saputra Charisa Candra Selvia CHOIRON YUSUF Citra Sandhika Putri DAHLIATUN NAJAH Darojat, Zakiyatu DELINA GULTOM DEVI ARIF, WURITA DEVI, SHOFYA Dewi Masitha Tamarinda Dhinda Wahyu Putri Elisya DIAN AYU NAOMI BESTARI DIANA PUTRI Diana Putri Diany Catur Nandasari Didin Fatmawati Sukma DINI ASLAMYAH Dyah Maruti Handayani Edy Purnomo EFIT FITRIYAH YAZID Erna Rahayu FANA, FOFI Fatimatuz Zahrah Fauzi, Anggita Aditya Fauziah, Farah Dhiba FINSENSIA C. GHARU LETA FITRIYAH YAZID, EFIT FOFI FANA Genanta, Nabila Enggal GULTOM, DELINA Hanifah, Nadiya Rif’atul HARI WIJAYANTI Heri Sutrisno Hermayeni, Hermayeni HIDAYATUL MAULIDYAH HIDAYATUL UMMAH I Wayan Arsana Ilanti Febria Saraswati Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba Iman Pasu Marganda Hardianto Purba Irianto, Fredy Irma Oktaviani Irmandini, Putresa Ika Irnawati Irnawati Iskandari, Helen Octania IZZA AINUN ZAHROH Komang Azalia Armaida Kusnah, Faridhatul Laili Maghfiroh Lathif, Muhammad Rifqi Listyaningsih . Listyaningsih Listyaningsih Lucyana Varda Lutfiana Arriza Novianti M. Muwafiqillah Al Hasani Maf'ula Wijayanti Mahdalena Putri, Ayunda Mahendra, Lutfy MAILINAH, PIPIN MAULIDA IKMAL, NOVITA Maulida MAULIDYAH, HIDAYATUL MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Mei Zuliawati Miyah, Nurul Isla Moga Setiawan MOH. ZAINAL ARIFIN Monica Rosyana Muhammad Sahrul Muhammad Turhan Yani Muzakkiyah Darojat Naila Adibah NAJAH, DAHLIATUN Natsir B. Kotten NIKEN ANATASYA KUSUMA NINGTYAS Nilakandi, Titis Nurrusama NL Bimo Setyo Utomo Nur Azizah NUR INAYAH ANGGRAENI, SISKA Nurul Ainni OVIE ANDARISTA Pandu Rudy Widyatama PIPIN MAILINAH Pratama, Ricky Widia Rafi Fauzil Akbar RAHAYU, ERNA Rahayu, Zaidatul Chusnul Rahmanu Wijaya Rahmanu Wijaya Rahmat Suyanto Rahmawati, Naila Risdayana Ravena Nur Azizah Resti Wulansari Rica Damayanti RINI RINI Risma Widia Ramadhanti Ristiarni, Rima Rosyana, Monica Rosyida Hanifa Zara' Rr Nanik Setyowati Rudianto Safitri, Putri Eka Salma, Jihan Aulia Sanggam Magda Lasmaria Siahaan Sari, Vemy Indah Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini SHOFYA DEVI Sholikhah, Umi Silvi Putri Permadani SISKA NUR INAYAH ANGGRAENI Siti Maizul Habibah Srinarwati, Dwi Retnani Suhartono Suhartono Susi Andriani Suyanto , Rachmad Syafira, Syafira Theodorus Wiyanto Wibowo Totok Suyanto UMMAH, HIDAYATUL Vera Chontesa Vika, Laila Vika Safitri WAHYU WIDHAYAT Wahyu Widiastuti, Ngesti Warsono Warsono Warsono Warsono Warsono Widagdo, Andika Kuncoro WIDHAYAT, WAHYU Widiana, Yulia Nur Widya wati Wijaya, Rahmanu WIJAYANTI, HARI WIWIN MUSYAADAH Wulandari, Eka Mia WURITA DEVI ARIF Yohana Ervina Widyanti Yoky Armando Sunaryo Yusriah Fajri Al Insani YUSUF, CHOIRON ZAHRAH, FATIMATUZ Zahroh, Fitrotuz ZAINAL ARIFIN, MOH. ZAKIYATU DAROJAT