Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA MELALUI UNIT KEGIATAN MAHASISWA TEATER INSTITUT DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Alfanani Alfan; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p305-323

Abstract

Penelitian ini menggambarkan peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Institut (Te-I) dalam pembentukan karakter anggotanya, dan mengungkap nilai-nilai karakter yang dimiliki oleh Mahasiswa melalui UKM Te-I. UKM ini berlokasi di gedung H9 kampus Unesa ketintang. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi anggota Te-I minimal satu semester. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Operant Conditioning (Pengkondisian Operan) Skinner. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dan disajikan secara kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran UKM Te-I dalam membentuk karakter mahasiswa dilakukan dengan cara: melatih kepekaan terhadap situasi dan kondisi di lingkungan sekitar melalui latihan ingatan emosi dan ekspresi (mimik), memusatkan dan mengembangkan potensi diri melalui latihan konsentrasi dan meditasi, menumbuhkan kemampuan beradaptasi dan berinteraksi melalui latihan olah tubuh dan ensemble (kebersamaan). Sedangkan nilai-nilai yang dimiliki anggotanya setelah mengikuti serangkaian latihan di Te-I yaitu: percaya diri, bekerjasama, dan tanggungjawab. Kata Kunci: teater, karakter  
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PADA ORGANISASI FATAYAT NAHDLATUL ULAMA PIMPINAN ANAK CABANG TAROKAN KABUPATEN KEDIRI Dyah Maruti Handayani; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p402-420

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian yaitu mengungkapkan pandangan tentang pemberdayaan perempuan dan posisi perempuan, program-program dan pelaksanaan pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Fatayat NU PAC Tarokan melalui program-programnya. Teori yang digunakan adalah teori strukturasi Giddens. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara kualitatif data interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Fatayat NU PAC Tarokan dapat dilihat dari pandangan dan pelaksanaan program pemberdayaan perempuan. Penelitian ini dilihat dari tiga kategorisasi yaitu, pendidikan, daerah asal, dan status. Terdapat perbedaan pandangan mengenai pemberdayaan perempuan yang digolongkan menjadi dua yaitu (1) perempuan dapat mencegah dan mengatasi kasus kekerasan dalam rumah tangga dan (2) perempuan dapat meningkatkan kemandirian dalam keuangan. Terkait dengan pandangan posisi perempuan, semua subjek penelitian memandang bahwa perempuan tidak bisa disetarakan dengan laki-laki karena (1) perempuan mempunyai fisik yang lemah dan lebih emosional, (2) perempuan identik bekerja di dalam rumah. Berdasarkan pandangan tersebut menunjukkan bahwa para pengurus dan anggota sebagai agen masih berpandangan patriarkhi. Hasil penelitian menunjukkan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan Fatayat NU PAC Tarokan mencakup tiga bidang yaitu (1) bidang pengkaderan, meliputi pelatihan kemandirian dan kepemimpinan, (2) bidang kesehatan, meliputi workshop tentang kesehatan reproduksi perempuan dan pencegahan HIV/AIDS, dan (3) bidang dakwah, meliputi pengajian dan diskusi seperti cara mengatasi kekerasan dalam rumah tangga. Dalam pelaksanaan pemberdayaan perempuan, para agen Fatayat NU Tarokan belum mempunyai pola pikir kritis dan kemampuan untuk memutuskan sehingga belum menuju transformasi pemberdayaan yang sesuai dengan nilai egalitarian. Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Fatayat NU. Abstract The purpose of this research to explore the views on women's empowerment and the position of women, the programs and the implementation of women's empowerment by the Fatayat NU Tarokan. The theory used the structuration theory of Giddens. The method used qualitative exploratory descriptive research. Data collection techniques used observation and in-depth interviews. Data were analyzed using qualitative data analysis technique of Miles and Huberman. The results of research showed that women's empowerment is done by Fatayat NU Tarokan can be seen from the view and the implementation of women's empowerment programs. This research is viewed from three categorizations, education, region of origin, and status. There are differing views about the empowerment of women classified into two:(1) women can prevent and resolve cases of domestic violence and (2) women can increase financial independence. Associated with the view of the position of women, all of subjects view that women can not be equated with men because (1) women have weak physical and emotional, (2) identical women working in the home. Based on this view suggests that the officers and members as agents still hold patriarchy culture. The results of the research indicate that empowerment programs have been implemented Fatayat NU Tarokan there are three areas:(1) field includes training independence and leadership, (2) the health field, include workshops on women's reproductive health and HIV/AIDS prevention, and (3) the dakwah field, includes lectures and discussions such as how to cope with domestic violence. The implementation of women's empowerment by some agent of Fatayat NU Tarokan have’t critical mindset and able to decide so they didn’t empowerment transformation that as egalitarian values. Keywords: Women Empowerment, Fatayat NU.
SIKAP SOPAN SANTUN REMAJA PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI MADIUN Rica Damayanti; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p912-926

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sikap sopan santun remaja pedesaan dan perkotaan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode komparatif yakni membandingkan dua kelompok. Pengumpulan data mengunakan angket dan observasi. Angket digunakan untuk mengukur sikap yang sebelumnya telah divaliditaskan dan dianalisis dengan menggunakan uji t. Observasi digunakan untuk mengetahui sikap serta perilaku remaja dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis data dari 29 remaja pedesaan dan 27 remaja perkotaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap sopan santun remaja pedesaan dan perkotaan sebagaimana hasil perhitungan yang menyatakan t hitung > t tabel (9,10 > 2,00). Hal tersebut didukung oleh hasil observasi, bahwa remaja di pedesaan lebih ramah, berpakaian sopan serta menghormati yang lebih tua ketika bergaul. Berbeda dengan remaja di perkotaan yang cenderung acuh, serta tidak memiliki perbedaan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua maupun teman sebaya.Kata Kunci: sikap sopan santun, remaja, pedesaan dan perkotaan.AbstractThe globalization has positive and negative impact to character forming of young generation. The characteristic of globalization as urban people lifestyle because they are fleksible to receive more of information. The reason became the urban people fleksible to receive culture of others nation because it has different culture of Indonesia. It is contrast with lifestyle of villagers. They are unity and selective to receiving of information. The result make young generation of Indonesia leave the traditional values they leave politness. The purpose of this research to compare about politness of rural and urban adolescent.The approach of this research used quantitative and the method used comparative to compare of two group. The data is collected with questionaire and observation. The questionaire has been validited to measure about attitude and t test used to analisys the data. Observatoin used to know about attitude of teenegers in their life. The analisys result of 29 rural adolescent and 27 urban adolescent showed that it has politness significant difference of rural and urban adolescent because t test > t table (9,10>2,00). The result is supported by observation that rural adolescent more friendly,well in fashion, good adaptation and polite to older people. It’s different with urban adolescent not respect and nothing different interaction with older people or peers.Keywords: politness, rural and urban adolescent.
PARTISPASI POLITIK PEREMPUAN DI DEWAN PIMPINAN WILAYAH PARTAI AMANAT NASIONAL JAWA TIMUR SURABAYA Akbar Maulana Azis; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1172-1188

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk partisipasi politik perempuan dalam kegiatan politik yang ada di Dewan Pimpinan Wilayah partai Amanat Nasional Jawa Timur. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan subyek penelitian Random sampling (sampelacak). Lokasi penelitian berada di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Timur ini terletak di Jalan Darmo Kali no 18 Surabaya. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Timur. Hasil penelitian mendeskripsikan angka-angka perolehan perhitungan kuesioner yang meliputi tiga tahap, yaitu tahap perumusan, pengumpumpulan data, dan penyajian data.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa partisipasi perempuan dalam suatu tahap perencanaan kegiatan atau program kerja tersebut berada pada kategori rendah. Rendahnya partisipasi politik perempuan pada tahap ini yaitu dikarenakan adanya perbedaan asumsi di Dewan Perwakilan Wilayah jika dilihat dari gender (jeniskelamin). Sebagian besar anggota yang berpartisipasi pada tahap perencanaan kegiatan tersebut adalah laki-laki. Hal tersebut disebabkan adanya sistem pelapisan sosial yang terbentuk dalam Dewan Perwakilan Wilayah, yang membedakan kedudukan dan derajat antara laki-laki dan perempuan.Perempuan menganggap bahwa seorang laki-laki memiliki tanggung jawab, ke wajiban dan hak yang lebih tinggi untuk turun langsung mengikuti rapat perencanaanKata kunci :Partisipasi politik perempuan, Dewan Pimpinan Wilayah PAN JATIMABSTRACTThe purpose of this study was to determine the form of political participation of women in political activities in the Regional Leadership Council of the National Mandate Party of East Java. The research method used is descriptive quantitative study subjects using random sampling (sampelacak). Research sites located within the Regional Leadership Council of the National Mandate Party, East Java is located at No. 18 Jalan Darmo Kali Surabaya. Regional Leadership Council of the National Mandate Party, East Java. The results of the study describing the calculation acquisition figures questionnaire which includes three phases, namely the formulation, collection of data, and data presentation. Based on the results of this study concluded that women's participation in an activity or program planning phase of the work is in the low category. The low political participation of women at this stage is due to differences in assumptions in the House of Representatives region when viewed from a gender (jeniskelamin). Most of the members who participated in the planning stages of these activities are boys. This is due to the existence of a system of social stratification that formed the Regional Representative Council, which distinguishes between the position and the degree of men and perempuan.Perempuan assume that a man has a responsibility, obligation and the right to a higher to down directly following the planning meeting.Keywords: women's political participation, PAN Regional Leadership Council JATIM
MAKNA SIMBOLIK DALAM RITUAL KAWIT DAN WIWIT PADA MASYARAKAT PERTANIAN DI DESA NGASEMLEMAHBANG KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN M. Muwafiqillah Al Hasani; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1220-1236

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang proses ritual kawit dan wiwit bagi masyarakat pertanian di desa Ngasemlemahbang dan mendeskripsikan makna simbolik dalam ritual tersebut. Teori yang digunakan adalah teori Interaksionisme Simbolik dari Blumer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Fokus penelitiannya yaitu proses ritual kawit dan wiwit yang dilakukan oleh masyarakat pertanian, waktu, bahan atau benda yang digunakan pada saat ritual kawit dan wiwit. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam yang selanjutnya di analisis sescara diskual. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa ritual kawit dan wiwit di Desa Ngasemlemahbang Ngimbang Lamongan yaitu (1) proses ritual kawit dan wiwit dimulai dari penentuan hari baik, mempersipkan sesaji, dan pelaksanaan ritual disawah oleh dukun kawit dengan beberapa tahapan yang dilkukan salah satunya meletakkan sesaji di pojok sawah sambil membaca mantra. (2) Makna simbolik dalam ritual kawit dan wiwit yaitu dari pemilihan sesaji yang digunakan mengandung banyak makna sebagai simbol pengharapan oleh masyarakat. Misalnya dengan meletakkan sesaji dipojok sawah berharap tanaman padi dilindungi agar masa tanam padi berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang melimpah. Kata Kunci: makna simbolik, ritual, upacara kawit, upacara wiwit   Abstract The research discusses the ritual process of Kawit and Wiwit for agricultural community, the symbolic meaning in the ritual described. The theory used is symbolic interactionism of Blummer.  This research is descriptive qualitative. Research is focussed on the ritual process of kawit and wiwit, included in time, materials, or object. The data are collected by observation and in depth interview. The data are descriptive qualitatively analized.  The ritual processes in the village Ngasemlemahbang Ngimbang Lamongan district are: (1) starting from the determining a good day, preparing the offerings, and implementing of the rice rituals by sorceres Kawit with several stages, performed by puitting the offerings of the corner of field while reading a spell. (2) symbolic meaning in rituals Kawit and Wiwit the selection of offering that are used there is a lot of meaning as a symbols of a hope that the planting time of rice well provinded and got a rich harvest. Key words: symbolic meaning, kawit ritual, wiwit ritual
STRATEGI ADAPTASI SOSIAL SISWA PAPUA DI KOTA LAMONGAN Susi Andriani; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p530-544

Abstract

Abstrak Siswa Papua mengikuti program pemerintah yaitu UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat).Sebagai pendatang dengan keadaan minoritas di lingkungan yang baru, siswa Papua dituntut untuk mampu beradapatasi dengan lingkungan masyarakat Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi adaptasi siswa Papua di kota Lamongan. Penelitian ini menggunakan teori strategi adaptasi dari John Bennet dan menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan wawancara mendalam.Analisis data yang digunakan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi adaptasi sosial siswa Papua di kota Lamongan yang dikaji dari teori John Bennet dapat disimpulkan bahwa siswa Papua menggunakan strategi adaptasi perilaku untuk menghadapi perbedaan di lingkungan yang baru, strategi adaptasi siasat untuk menghadapi resistensi atau penolakan, kemudian menggunakan strategi adaptasi proses digunakan untuk mencari kesamaan di lingkungan yang baru. Strategi adaptasi perilaku lebih dominan dilakukan oleh siswa Papua dalam melakukan adaptasi dalam menghadapi perbedaan. Kata Kunci: strategi adaptasi sosial, Papua Abstract Papua students joined a goverment program, UP4B (Unit for the acceleration of Development of Papuan and west Papua). As minority newcomers in the new environment. The student are required to be able to adapt with Lamongan society. This study aims to reveal the adaptation strategies of John W. Bennet and qualitatif approach. Data analysis use data collection, data reduction, data presentation and conclution using data trianggulasi.This study result that Papua student social adaptation strstegy in Lamongan studied by using the theory of John W. Bennet states that Papua students used behaviorial adaptation strategies to deal with the differences in the new environment. A strategy of adaptation strategies to deal with resistence or rejection, and a process of adaptation strategis to look for similiarites of culture and language in the ne environment. Of the three strategies of John W. Bennet, behavioral adaptation strategy was chosen more by Papua student. Keywords: strategies adaptation social, Papua
KONSEP DIRI PELAKU DAN KORBAN BULLYING PADA SISWA SMP NEGERI 1 MOJOKERTO Ayu Puspita Sari; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1194-1209

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diri pelaku dan korban bullying pada siswa di SMP Negeri 1 Mojokerto. Teori yang digunakan adalah teori self. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 1 Mojokerto. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan konsep diri antara pelaku dan korban bullying. Pelaku bullying cenderung dilakukan oleh anak laki-laki sedangkan pada korban bullying lebih cenderung pada anak perempuan. Pada pelaku bullying cenderung pada konsep diri negatif. Pada pelaku bullying sulit untuk mengakui perbuatannya yang salah, terlalu percaya diri, dan kurang mampu mengungkapkan perasaannya dengan cara yang wajar. Korban bullying cenderung memiliki konsep diri positif. Korban bullying setelah mendapatkan perilaku bullying merasa sedih, kemudian dia menilai kekurangan pada dirinya yang menyebabkan dirinya dibully dan mencoba untuk memperbaiki kekurangannya sehingga terdapat perubahan yang lebih baik dalam diri korban bullying. Berdasarkan hasil penelitian konsep diri dipengaruhi oleh orang tua, teman sebaya, lingkungan, pengalaman, dan proses belajar. Kata Kunci: Konsep diri, bullying, pelaku bullying, korban bullying.   Abstract This study aimed to describe self concept of the criminal and victims bullying in SMP Negeri 1 Mojokerto. This study used self theory in its application. In terms of methodology, this study was a deccriptive qualitative. The data was collected through observation, interview, and documentation and it was analyzed by the proposal from Miles and Huberman. The result of this study show that there was a distinction between self concept of the criminal and vicitims of bullying. What is more, there was a tendency that male student acted as the criminal while female students became the injured party. The criminal tend to have the negative sides. The criminal tend hardly to say the truth, act confidently, and express the idea improperly. The victims of bullying tend to have a positive self concept since they were put in the pressure and felt depressed, and then from bullying its self they were able to encourage themselves to perform better. In addition, the concept of self concept was also influenced by the role of parents, peer, environment, experience, and learning process. Keywords: Self concept, bullying, the criminal of bullying, the victims of bullying.
PERSEPSI GURU PPKN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI TERHADAP KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN GRESIK HIDAYATUL UMMAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru PPKn sekolah menengah atas negeri terhadap kurikulum 2013 di Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 28 guru di Kabupaten Gresik. Teknik penentuan sampel ini menggunakan semua anggota populasi. Teknik ini disebut juga penelitian sensus Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang diberikan kepada responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus prosentase, yang selanjutnya dicocokkan dengan kriteria penilaian persepsi positif yakni sangat setuju,setuju,cukup setuju dan persepsi negatif yakni kurang setuju,tidak setuju. Berdasarkan hasil data, sebagian besar responden (64.3%) menyatakan setuju terhadap kurikulum 2013 meskipun persetujuan ini ada yang didorong oleh alasan keterpaksaan. Kata Kunci : persepsi guru, kurikulum 2013.
PERAN GERAKAN PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM MEMBANGUN WAWASAN KESETARAAN GENDER DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN ERNA RAHAYU; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan program dan aktivitas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam membangun kesetaraan gender ibu di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan teori peran Talcot Parsons struktural-fungsional dengan empat skema AGIL Talcott Parsons yaitu: adaptasi (Adaptation), tujuan (Goal), integrasi (Integration), dan Latensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan yaitu angket dan wawancara. Dalam penelitian ini yang menjadi responden yaitu 30 anggota PKK. Data kuantitatif dengan rumus persentase. Wawasan gender yang dibangun dalam masyarakat melalui program PKK antara lain: pelatihan POKJA peduli wawasan gender, sosialisasi ibu-ibu PKK tentang wawasan gender, penyuluhan konsep gender, dan penguatan pemahaman gender. Hasil penelitian tentang peran gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam membangun wawasan kesetaraan gender dilihat dari indikator pengertian gender, stereotip laki-laki dan perempuan, peran seks dan gender, peran laki-laki dan perempuan di masyarakat, dan sosialisasi laki-laki, perempuan, dan anak dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKK dapat membangun wawasan gender dalam memahamkan ibu-ibu PKK mengenai wawasan gender, akan tetapi tidak semua ibu-ibu PKK yang dapat memahami konsep dengan benar karena faktor usia dan tingkat pendidikan. Pemahaman gender tidak berimplikasi pada wawasan gender yang dimiliki ibu-ibu PKK. Kata Kunci: Wawasan gender, PKK.
SIKAP TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA PADA SMA MUHAMMADIYAH 4 PORONG WAHYU WIDHAYAT; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sikap toleransi kehidupan beragama di kalangan siswa. penelitian ini menggunakan teori albert bandura tentang teori pembelajaran social. Jenis metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan sumber data yang digunakan, maka diperoleh tabulasi nilai dari sejumalah sampel yang ditentukan dalam penelitian. Cara memperoleh data yaitu menyebarkan angket pada sejumlah sampel dan wawancara terhadap beberapa sampel untuk memperkuat hasil dari angket. Sumber data diperoleh dari sampel yang ditentukan yaitu 44 siswa yang dibagi kedalam 3 kelas. Hasil penelitian ini sebagai berikut : 1.) 4,6% siswa memiliki sikap toleransi baik dengan skor 121-160 sedang, 95,4% memiliki sikap toleransi yang sangat tinggi. Sikap toleransi siswa SMA Muhammadiyah 4 Porong sangat baik dengan presentase 95,4%, 2.) Jika dikelompokan dalam 5 (lima) skala (sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik, sangat tidak baik) dapat diketahui 4,6% atau sebanyak 2 siswa memiliki sikap toleransi yang baik dengan kalkulasi nilai antara 121-160, sisanya yaitu 95,4% atau sebanyak 42 siswa memiliki sikap toleransi yang sangat baik dengan kalkulasi nilai antara 161-200. 3.) menurut Yosef lalu (2010), peneliti dapat mengkategorikan toleransi yang ada pada SMA tersebut masuk kedalam sikap toleransi positif berdasarkan hasil penelitian di SMA Muhammadiyah 4 Porong Kata Kunci: Sikap toleransi, Antarumat beragama.
Co-Authors , ANDRIANTO Abner Atimeta Agus Satmoko Adi Agus Satmoko Adi Ahmad Ajib Ridlwan Ahmad Dafa Maulana AINUN ZAHROH, IZZA Aisah, Mas Akbar Maulana Azis Akhmad Qomaru Zaman Alfanani Alfan Ananda Ayu Triwulandari ANATASYA KUSUMA NINGTYAS, NIKEN ANDARISTA, OVIE Andrianto ANIK ANDAYANI Anilawati, Anilawati Aslamya, Zuhaeratul ASLAMYAH, DINI Avita Nur Rohmah AYU NAOMI BESTARI, DIAN Ayu Puspita Sari Berlianti, Risma Nur Bero Santoso Billy Martasandy Budi Santosa C. GHARU LETA, FINSENSIA Cendy Nova Weno Saputra Charisa Candra Selvia CHOIRON YUSUF Citra Sandhika Putri DAHLIATUN NAJAH Darojat, Zakiyatu DELINA GULTOM DEVI ARIF, WURITA DEVI, SHOFYA Dewi Masitha Tamarinda Dhinda Wahyu Putri Elisya DIAN AYU NAOMI BESTARI DIANA PUTRI Diana Putri Diany Catur Nandasari Didin Fatmawati Sukma DINI ASLAMYAH Dyah Maruti Handayani Edy Purnomo EFIT FITRIYAH YAZID Erna Rahayu FANA, FOFI Fatimatuz Zahrah Fauzi, Anggita Aditya Fauziah, Farah Dhiba FINSENSIA C. GHARU LETA FITRIYAH YAZID, EFIT FOFI FANA Genanta, Nabila Enggal GULTOM, DELINA Hanifah, Nadiya Rif’atul HARI WIJAYANTI Heri Sutrisno Hermayeni, Hermayeni HIDAYATUL MAULIDYAH HIDAYATUL UMMAH I Wayan Arsana Ilanti Febria Saraswati Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba Iman Pasu Marganda Hardianto Purba Irianto, Fredy Irma Oktaviani Irmandini, Putresa Ika Irnawati Irnawati Iskandari, Helen Octania IZZA AINUN ZAHROH Komang Azalia Armaida Kusnah, Faridhatul Laili Maghfiroh Lathif, Muhammad Rifqi Listyaningsih . Listyaningsih Listyaningsih Lucyana Varda Lutfiana Arriza Novianti M. Muwafiqillah Al Hasani Maf'ula Wijayanti Mahdalena Putri, Ayunda Mahendra, Lutfy MAILINAH, PIPIN MAULIDA IKMAL, NOVITA Maulida MAULIDYAH, HIDAYATUL MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Mei Zuliawati Miyah, Nurul Isla Moga Setiawan MOH. ZAINAL ARIFIN Monica Rosyana Muhammad Sahrul Muhammad Turhan Yani Muzakkiyah Darojat Naila Adibah NAJAH, DAHLIATUN Natsir B. Kotten NIKEN ANATASYA KUSUMA NINGTYAS Nilakandi, Titis Nurrusama NL Bimo Setyo Utomo Nur Azizah NUR INAYAH ANGGRAENI, SISKA Nurul Ainni OVIE ANDARISTA Pandu Rudy Widyatama PIPIN MAILINAH Pratama, Ricky Widia Rafi Fauzil Akbar RAHAYU, ERNA Rahayu, Zaidatul Chusnul Rahmanu Wijaya Rahmanu Wijaya Rahmat Suyanto Rahmawati, Naila Risdayana Ravena Nur Azizah Resti Wulansari Rica Damayanti RINI RINI Risma Widia Ramadhanti Ristiarni, Rima Rosyana, Monica Rosyida Hanifa Zara' Rr Nanik Setyowati Rudianto Safitri, Putri Eka Salma, Jihan Aulia Sanggam Magda Lasmaria Siahaan Sari, Vemy Indah Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini SHOFYA DEVI Sholikhah, Umi Silvi Putri Permadani SISKA NUR INAYAH ANGGRAENI Siti Maizul Habibah Srinarwati, Dwi Retnani Suhartono Suhartono Susi Andriani Suyanto , Rachmad Syafira, Syafira Theodorus Wiyanto Wibowo Totok Suyanto UMMAH, HIDAYATUL Vera Chontesa Vika, Laila Vika Safitri WAHYU WIDHAYAT Wahyu Widiastuti, Ngesti Warsono Warsono Warsono Warsono Warsono Widagdo, Andika Kuncoro WIDHAYAT, WAHYU Widiana, Yulia Nur Widya wati Wijaya, Rahmanu WIJAYANTI, HARI WIWIN MUSYAADAH Wulandari, Eka Mia WURITA DEVI ARIF Yohana Ervina Widyanti Yoky Armando Sunaryo Yusriah Fajri Al Insani YUSUF, CHOIRON ZAHRAH, FATIMATUZ Zahroh, Fitrotuz ZAINAL ARIFIN, MOH. ZAKIYATU DAROJAT