Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Oceanographic Physical Parameters at Sako Bungus Beach Athiyyah Salwaa Andini; Nabila Afifah Azuga; Okta Rizal Karsih; Ronal Kurniawan; Fharisa Nabila Rizvi
Tropical Marine Environmental Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): May
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/tromes.4.2.55-59

Abstract

This study was conducted at Sako Beach, Bungus Teluk Kabung District, Padang City, West Sumatra, to analyze the physical parameters of the water and examine changes in the shoreline occurring in the area. Data collection was conducted in November 2024 at five observation stations located using GPS. The measured parameters included water temperature, salinity, current velocity, and beach slope. The results showed that water temperatures ranged from 34 to 35°C, which is relatively high for tropical coastal waters. Salinity values ranged from 15 to 22 ppt, indicating brackish water characteristics and the influence of freshwater runoff from the land. Current velocity ranged from 0.1 to 0.25 m/s, falling into the category of weak to moderate currents, while the beach slope ranged from 0.744° to 2.919°, indicating a gently sloping beach. These physical conditions are interrelated and play a role in coastal dynamics, particularly in sediment distribution. Analysis of shoreline changes indicates that Sako Beach is undergoing accretion, or land gain, driven by sedimentation. The gentle slope influences this process, as does relatively low wave energy and the potential contribution of terrestrial runoff. The results of this study show that the dynamics of physical water parameters play a significant role in shaping changes in coastal morphology; therefore, periodic monitoring is necessary to support sustainable coastal zone management
Bathymetric Mapping Techniques for Shallow Marine Waters Using Satellite Image Data at the Oceanographic Research Center (P2O)-LIPI in Jakarta Nabila Afifah Azuga; Fharisa Nabila Rizvi; Okta Rizal Karsih; Ronal Kurniawan
Tropical Marine Environmental Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): May
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/tromes.4.2.50-54

Abstract

An application is a subclass of computer software that utilizes the computer’s capabilities directly to perform a task desired by the user. The purpose of this study was to investigate bathymetric mapping techniques using Planet Scope satellite imagery and methods for processing data collected in the field. The research was conducted from January to February 2019 at the Remote Sensing Laboratory of the Oceanography Research Center, Indonesian Institute of Sciences (P2O-LIPI), East Ancol, North Jakarta. The methods used during this internship included active participation and literature review. To this context, the author processed satellite image data and analyzed the data using a laptop equipped with ArcGIS 10.5, Microsoft Excel, and ENVI 5.3. The results from data processed manually to determine absolute depth exhibited a higher level of accuracy ompared to data processed automatically
Pelatihan Teknik Batik Ecoprint Mangrove pada Mitra KPM Sekat Bakau Desa Buruk Bakul Kabupaten Bengkalis Nursyirwani Nursyirwani; Dessy Yoswaty; Syahril Nedi; Windarti Windarti; Sefni Hendris; Alfiati Silfi; Evfi Mahdiyah; Ronal Kurniawan
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem laut yang paling produktif dengan beranekaragam flara dan fauna mangrove, daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, daerah asuhan (nursery ground) dan tempat mencari makan bagi biota laut, Selain itu, daun, batang, akar dan bunga mangrove telah digunakan sebagai pewarna alami dalam pembuatan kerajinan tangan atau bahan tekstil yang disebut dengan istilah teknik batik ecoprint mangrove. Produk batik ecoprint mangrove menghasilkan nuansa warna alami dengan motif yang indah yang ramah lingkungan. Sasaran pelatihan Program Desa Binaan (PDB) yaitu mitra KPM Sekat Bakau Desa Buruk Bakul Kabupaten Bengkalis yang berjumlah 20 orang, dibantu oleh mahasiswa Kukerta MBKM LPPM Universitas Riau tahun 2024 berjumlah 10 orang. Tujuan kegiatan PDB yaitu transfer iptek batik ecoprint mangrove pada mitra KPM Sekat Bakau dan masyarakat di Desa Buruk Bakul, dengan menghasilkan produk ecoprint yang berkualitas. Diharapkan mendorong masyarakat melakukan upaya konservasi hutan mangrove berkelanjutan dan membentuk desa binaan yang mandiri. Peserta pelatihan sangat antusias dan memiliki motivasi untuk membuat batik ecoprint mangrove. Hal ini dapat menjadi alternatif mata pencaharian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Buruk Bakul.
Evaluasi Kualitas Perairan Waduk PLTA Koto Panjang berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Ronal Kurniawan; Nur Ikhlas Syuhada; Irwan Effendi; Windarti Windarti; Rizki Lestari; Nadila Yusmi Putri
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.1.32-37

Abstract

Waduk PLTA Koto Panjang merupakan infrastruktur nasional yang memiliki fungsi multidimensional sebagai pembangkit listrik, area perikanan, dan kawasan pariwisata di Provinsi Riau. Tekanan hidrologis yang meningkat akibat intensitas curah hujan tinggi, degradasi tutupan hutan di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Kampar, dan perubahan iklim berpotensi mengubah karakteristik fisika-kimia perairan waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Waduk PLTA Koto Panjang berdasarkan parameter suhu, pH, dan oksigen terlarut, serta mengevaluasi status kualitas perairan berdasarkan baku mutu air nasional. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2024 menggunakan metode survei dengan pengukuran in situ setiap 10 hari sekali selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan suhu air berkisar 28-31°C, nilai pH 6-7, dan konsentrasi DO 6,1-7,4 mg/L. Ketiga parameter tersebut masih memenuhi baku mutu air kelas II untuk air danau dan sejenisnya. Simpulan, kualitas air Waduk PLTA Koto Panjang masih dalam kondisi baik dan memenuhi standar baku mutu nasional untuk mendukung fungsi ekologis dan ekonomisnya. Hasil kajian ini dapat menjadi baseline data untuk pemantauan kualitas air jangka panjang serta dasar ilmiah dalam penyusunan strategi pengelolaan waduk yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan
Manajemen Produksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Balai Benih Ikan (BBI) Teso Marsawa, Kuantan Singingi, Riau Ahmad Faisal; Annisa Meliana; Fharisa Nabila Rizvi; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.2.48-52

Abstract

Potensi perikanan budidaya nasional diperkirakan mencapai 15,59 juta ha, dengan budidaya air tawar seluas 2,23 juta ha, air payau 1,22 juta ha, dan air laut mencapai 12,14 juta ha. Pemanfaatan merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dibudidayakan di negara-negara Asia Tenggara karena ikan nila termasuk ke dalam kategori ikan yang mudah dan sederhana untuk dibudidayakan. Tujuan dari praktek ini adalah untuk memberikan informasi mengenai manajemen produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) di Balai Benih Ikan (BBI) Teso Marsawa Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kerja praktik ini adalah metode observasi partisipatif dengan melakukan pengamatan langsung. Hasil dari praktek ini adalah terdapat beberapa persiapan dalam produksi ikan nila, seperti: menyiapkan wadah, pemberian pakan, seleksi induk, pemijahan, panen dan pemeliharaan larva benih, pendederan, pemanenan benih, dan distribusinya. Adapun masalah yang ditemukan selama kegiatan kerja praktik yaitu Kurangnya perencanaan dalam produksi ikan nila sehingga menghambat proses distribusi, karena ketika ada permintaan dari konsumen namun ikan yang akan didistribusikan tidak tersedia dan kurang terjaganya sarana dan prasarana yang ada sehingga dapat menghambat proses distribusi ikan nila
Rupa Darah secara Mikroskopis dan Makroskopis Sebelum dan Sesudah Haemolisis pada Ikan Lele (Clarias batracus) Wahyu Hidayat; Annisa Meliana; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih; Fharisa Nabila Rizvi
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.2.44-47

Abstract

Ikan lele termasuk ikan air tawar yang banyak dikembangkan di Indonesia. Hal ini karena memiliki harga yang relatif murah, memiliki rasa daging yang lezat dan mengandung gizi tinggi. Ikan lele juga memiliki beberapa keunggulan seperti dapat melakukan pemijahan, dapat dipelihara dalam kondisi kepadatan yang tinggi, tetap dapat tumbuh meskipun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (kandungan oksigen rendah). Tujuan dari pratikum ini adalah untuk agar memperoleh rupa darah secara makroskopis dan mikroskopis sebelum dan sesudah haemolisis pada ikan lele dumbo (Clarias batracus).  Metode Pratikum biologi perikanan kali ini menggunakan metode pengamatan pengerjaan secara langsung yang dilaksanakan di Laboratorium Biologi Perairan di Lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Hasil dari pratikum ini adalah Hasil yang diperoleh mendapatkan Tab A praktikum rupa darah secara mikroskopis dan makroskopis sebelum dan sesudah haemolisis dapat diambil kesimpulan bahwa darah ikan yang dicampurkan dengan larutan tidak membuat sel-sel darah yang ada pada ikan tersebut langsung hilang, namun sel-sel darah ikan tersebut justru masih terlihat. Terlihat dari gambar-gambar yang telah ditampilkan pada bagian hasil, yang bersifat tidak tembus cahaya hanya pada sampel C yang merupakan darah ikan murni.
Manajemen Produksi Ikan Bawal Hitam (Parastromateus niger) di PT. Lautan Persada Medan PPS Belawan Kota Medan, Sumatera Utara Wahyu Hidayat; Annisa Meliana; Fharisa Nabila Rizvi; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.2.38-43

Abstract

Kepulauan Indonesia kaya akan sumberdaya laut. Ikan adalah jenis biota air yang mendiami perairan dan memiliki kemampuan untuk menahan aliran air tanpa bantuan gelombang dan arus. Tujuan dari praktek ini adalah untuk. Mempelajari metode, teknik, serta standar operasional yang diterapkan dalam produksi ikan laut agar tetap berkualitas dan memiliki harga pasar yang sesuai di kalangan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu observasi partisipatif. Metode observasi partisipatif adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indra lainnya. dimana penulis melakukan secara langsung kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan peng-evaluasian terkait manajemen produksi di PT. Lautan Persada Belawan Medan, Provinsi Sumatera Utara. Hasil dari praktek ini adalah pengalaman, pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen produksi Ikan bawal hitam (Parastromateus niger) sebagai produk produksi beku di “PT. Lautan Persada” yaitu dapat mendeskripsikan tahapan-tahapan dalam manajemen pengolahan Ikan bawal hitam sebagai produk pengolahan beku seperti dari tahapan pertama dari penerimaan bahan baku hingga tahap akhir yaitu stuffing. Selain itu, penulis memperoleh pengalaman, pengetahuan dan keterampilan dalam membuat panduan mutu penerapan cara produksi ikan yang baik, kegiatan produksi ikan sampai dengan pemasaran hasil produk olahan Ikan bawal hitam, yaitu ikan beku di “PT. Lautan Persada” Belawan Kota Medan Provinsi Sumatera Utara
Teknik Pengeringan Dengan Metode Yang Berbeda Pada Jagung Potong (Zea Mays L.) Afrila Ardi Annisa; Annisa Meliana; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih; Fharisa Nabila Rizvi
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.2.44-47

Abstract

Pengeringan jagung merupakan proses penting dalam industri pertanian karena jagung merupakan salah satu sumber pangan dan industri pakan ternak. Jagung atau disebut juga dengan Zea mays L. merupakan tanaman yang bisa dijadikan sebagai pangan, pakan, dan bahan baku. Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, hasil produksi tanaman jagung di Indonesia mencapai 14,46 juta ton, hasil ini menurun 12,48% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 22,35 juta ton. Sedangkan hasil produksi Provinsi Riau pada tahun 2023 sebesar 1,28 juta ton. hasil ini mengalami penurunan sebanyak 140,89 ribu ton atau 9,91 dibandingkan dengan produksi pada tahun 2022 yang mencapai 1,42 juta ton. Pratikum ini berujuan untuk mengetahui berat basah, berat kering, dan susut bobot jagung potong yang dijemur dengan cahaya matahari + alas, cahaya matahari tanpa alas, dan suhu ruang. . Metode pratikum yang digunakan pertama dijemur di bawah matahari tanpa alas, kedua dijemur di bawah matahari dengan menggunakan alas, dan yang ketiga yaitu disimpan pada suhu ruang. Hail yang didapatkan dalam pratikum ini adalah bahwa pengaruh intensitas cahaya, suhu dan tempat penyimpanan jagung potong sangat mempengaruhi nilai berat kering dan susut bobot.. Semakin tinggi intensitas cahaya dan suhu yang ada, maka semakin tinggi pula nilai berat kering dan susut bobot jagung potong. Perlakuan pada cahaya matahari (32℃) dengan alas atau tanpa alas dapat meningkatkan masa simpan, sedangkan perlakuan pada suhu ruang justru mempersingkat masa simpan dan menyebabkan jagung menjadi berjamur.
Induksi Tunas Nanas Ananas Comosus (L.) Merr Varietas Gemilang dengan Pemberian NAA dan BAP secara In Vitro Nisma Sari; Annisa Meliana; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih; Fharisa Nabila Rizvi
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.2.38-43

Abstract

Nanas merupakan salah satu tanaman hortikultura potensial di Indonesia dan memiliki nilai jual yang baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia penyebaran tanaman nanas hampir merata di seluruh daerah, dikarenakan nanas memiliki kemampuan tumbuh di Indonesia yang memiliki keragaman agroklimat perbanyakan tanaman nanas secara vegetatif seperti stek tunas yang langsung ditanam ke tanah akan menghasilkan jumlah bibit yang sedikit, memerlukan tempat yang luas, waktu yang sangat lama dan tergantung musim, hal ini akan memperlambat ketersediaan buah nanas. Perbanyakan secara in vitro atau kultur jaringan merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif pratikum ini bertujuan untuk mengetahui secara teknis cara melakukan teknik sterilisasi yang ada pada kultur jaringan. Metode pratikum yang digunakan sterilisasi, pembuatan larutan stok ZPT, pembuatan media tanam dan penanaman eksplan. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa induksi tunas nanas Ananas comosus (L.) Merr varietas Gemilang secara in vitro dengan pemberian NAA 1 ppm dan BAP 5 ppm tidak berhasil menghasilkan tunas pada sebagian besar eksplan yang diuji, dengan dormansi mencapai 28%. Selain itu, terdapat masalah kontaminasi bakteri yang mencapai 68%, yang mengganggu pertumbuhan eksplan. Penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan eksplan yang sehat, penyesuaian konsentrasi ZPT, langkah-langkah sterilisasi yang harus diperketat dan pengelolaan kondisi lingkungan yang optimal untuk meningkatkan keberhasilan induksi tunas dalam kultur jaringan
Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman Kesiva Aulia Rahma; Fharisa Nabila Rizvi; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.2.48-54

Abstract

Pengendalian hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu   tantangan utama dalam sektor pertanian. Tujuan dari penelitian dasar-dasar perlindungan tanaman ini yaitu untuk mengetahui perbedaan morfologi serangga dan non serangga, untuk mengetahui bentuk gejala serangan hama pada tanaman, untuk mengetahui ordo penting serangga, untuk mengetahui dan mengenal penyakit tanaman oleh faktor biotik dan abiotik, untuk mengetahui gejala dan tanda penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dan nematoda, dan untuk mengetahui cara-cara pengendalian organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal Februari – Mei 2026 yang bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini yaitu partisipasi aktif yang melibatkan diri dalam kegiatan. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman yang telah dilaksanakan, diperoleh pemahaman bahwa Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terdiri atas hama dan patogen yang dapat menurunkan pertumbuhan, perkembangan, serta hasil produksi tanaman. Serangga memiliki ciri morfologi yang berbeda dengan non-serangga, seperti jumlah kaki, bentuk tubuh, dan alat mulut yang dapat digunakan sebagai dasar identifikasi di lapangan. Selain itu, setiap ordo serangga memiliki karakteristik khusus yang berkaitan dengan cara hidup dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan pada tanaman. Penyakit biotik disebabkan oleh organisme patogen seperti jamur, bakteri, virus, dan nematoda yang dapat menular dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Sebaliknya, penyakit abiotik disebabkan oleh faktor lingkungan seperti kekurangan unsur hara, suhu ekstrem, kekeringan, kelebihan air, atau keracunan bahan kimia sehingga tidak bersifat menular.
Co-Authors Ade Nanda Febrian Siregar Afrila Ardi Annisa Ahmad Faisal Ahmed Al-Harbi Alfiati Silfi Alfiati Silfi Alfinda, Rudi Algi Fari Fikri Ali Sarong Almatika Sari Amalia Suci Wardana Anandasya Suci Nabila Syam Angraika Dirta Anisa Mardhatila Annisa Meliana Annisa Meliana Annisa Meliana Apriliani, Elisa Armando, Fitrian Asiddiqqi, Hasby Asri Mursawal Asri Mursawal Asri Mursawal Asri Mursawal Asri Mursawal Athiyyah Salwaa Andini AZUZ, FAIDAH Davinci, Leonardo Deni Efizon Dessy Yoswaty Dimas Gusriansyah Eddiwan Kamaruddin Efriyeldi, Efriyeldi Eka Lisdayanti Ervia Yudiati Evfi Mahdiyah Fakhrurozi Fakhrurozi Fawwaz Atthoriq Fharisa Nabila Rizvi Fharisa Nabila Rizvi Fharisa Nabila Rizvi Firmansyah, Rodhi Fitri Diana Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitrian Armando Fitrian Armando Gusriansyah, Dimas Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hendri Kurniawan, Hendri Hendriyantoni, Agus Henni Syawal Henny Syawal Henny Syawal Husnul Yaqin Harahap Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Iesje Lukistyowati Ika Kusumawati Intan Efriyani Irwan Effendi Irwan Effendi Irwan Effendi Irwan Irwan Irwan Limbong Jumaida Saputri Karnila, Rahman Karnila Karsih, Okta Rizal Kesiva Aulia Rahma Kurnia Utami M Irsyad Nur M Irsyad Nur, M Irsyad M Rizal M. Ali Darmawan Mahdiyah, Evfi Mai Suriani Mairisa Rulyanti Masjudi, Heri Mega Novia Putri Mega Novia Putri Mohamad Gazali Mohamad Gazali Muhammad Abdillah Al Zikri Muhammad Natsir Kholis Muhammad Rizal Razman Munandar Munandar Mursawal, Asri Nabila Afifah Azuga Nabila Afifah Azuga Nadila Yusmi Putri Nafisah Eka Puteri Nasita, Abian Surya Nisfi Maulidia Nasution Nisma Sari Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada, Nur Ikhlas NURLAELA NURLAELA Nursyirwani Nursyirwani Nursyirwani Nursyirwani Nursyirwani, Nursyirwani Nurul Hidayat Nurul Rahmiza Nuryuni Nabila Okta Rizal Karsih Okta Rizal Karsih Okta Rizal Karsih Okta Rizal Karsih Oktavia Oktavia Priowirjanto, Gatot Hari Pulungan, Amar Doli Putri, Mega N. Putri, Mega Novia Putri, Rianti Ramadhan, Azhari Reski Ramanda Reza Hermawan Rianti Putri Riki Saputra, Riki Riswan, M Rita Rostika Rizka Aprisanti Rizki Lestari Rizvi, Fharisa Nabila Rizvi, Fharisa Putri Rusliadi Rusliadi Sahputri, Herliza Khairani Samudra, Arung Sari, Mira Rahmita Saryono Saryono Sefni Hendris Serliana Hotmariska Marbun Shofian Nanda Adiprayoga Shorea Khaswarina Sri Endang Kornita Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Syahputra, Tomi Syahril Nedi Syahril Nedi Syahroni, Desty Tirta Anugerah Tomi Syahputra Ulfi Laili Astika Ulfi Laili Astika Usiani, Lulu Usman M Tang Usman Muhammad Tang Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Windarti Windarti Windarti Windarti Windarti Windarti Yuharmen - Yulindra, Ade Zidni, Irfan