Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Diversifikasi Produk Olahan Ikan Lomek (Harpodon nehereus) pada Mitra KPM Sekat Bakau di Desa Buruk Bakul Kabupaten Bengkalis Yoswaty, Dessy; Kornita, Sri Endang; Hendris, Sefni; Kurniawan, Ronal; Azuga, Nabila Afifah
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.1.77-82

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan di Desa Buruk Bakul, Kabupaten Bengkalis, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah ikan lomek (Harpodon nehereus) melalui diversifikasi produk olahan pangan. Selama ini, ikan lomek hanya dipasarkan dalam bentuk segar atau asin, sehingga harganya relatif rendah. Melalui pelatihan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), masyarakat diperkenalkan dengan teknologi sederhana untuk mengolah ikan lomek menjadi produk stickie (stik ikan ekonomis) dan abonie (abon ikan enak). Proses produksi melibatkan tahapan persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk stik ikan lomek memiliki tekstur renyah dan rasa gurih, sedangkan abon ikan lomek memberikan aroma khas rempah dengan daya simpan lebih lama. Diversifikasi produk olahan pangan ini memberikan peluang ekonomi atau sumber pendapatan baru, memperkuat peran UMKM, dan mendorong pemberdayaan kelompok ibu rumah tangga. Selain itu, pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal mendukung ketahanan pangan, pengembangan desa wisata berbasis kuliner, dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan di Desa Buruk Bakul.
Teknik Identifikasi Virus Koi Herves Virus pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang Fikri, Algi Fari; Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.54-59

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Budidaya ikan mas di Indonesia tidak terlepas dari beberapa permasalahan, antara lain disebabkan oleh serangan penyakit. Penyakit ikan merupakan faktor pembatas dalam suatu usaha budidaya ikan karena dapat menyebabkan kematian. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui teknik identifikasi Virus Koi Herves Virus pada ikan mas dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Praktik Magang telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga  Februari 2024 di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang. Metode yang digunakan pada praktek magang ini adalah PCR untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang berhubungan dengan data yang diperlukan, serta ditambahkan melalui studi pustaka dari buku-buku, jurnal dan literatur yang mendukung lainnya. Gejala klinis pada ikan mas yang terserang KHV yaitu insang berwarna pucat putih dan produksi lendir berlebih. Hasil deteksi ikan mas pada sampel dari pembudidaya, Padang menunjukkan hasil negatif, sampel pada ikan tidak muncul pada pita (band) yang spesifik dengan KHV 333 bp dan tidak sejajar dengan kontrol positif (+). Koi Herpes Virus (KHV) atau yang dikenal juga dengan Cyprinid Herpes Virus 3 (CyHV-3) adalah jenis virus yang mengifeksi ikan mas dan koi dan dapat menyebabkan kematian massal Infeksi KHV mewabah hampir di semua negara di dunia, termasuk Indonesia
Teknik Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen pada Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung Ramanda, Reski; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Meliana, Annisa; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.39-47

Abstract

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan komoditas budidaya laut bernilai ekonomis tinggi yang rentan terhadap infeksi bakterial, khususnya dari genus Vibrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan bawal bintang yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Sampel penelitian terdiri dari tiga ekor ikan bawal bintang yang menunjukkan gejala klinis infeksi bakteri. Isolasi bakteri dilakukan dari organ target (hati, ginjal, dan limpa) menggunakan media Tryptic Soy Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Sucrose (TCBS). Identifikasi bakteri dilakukan melalui uji morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia meliputi uji oksidase, katalase, motilitas, serta identifikasi menggunakan Microbact Kit 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel BB1 terinfeksi Vibrio parahaemolyticus (98,78%) pada organ hati, sedangkan sampel BB2 dan BB3 terinfeksi V.alginolyticus (98,95% dan 97,12%) pada organ ginjal. Tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada organ limpa. Gejala klinis yang teramati meliputi penurunan nafsu makan, pergerakan lamban, mata dan tubuh luka, serta pembengkakan organ internal. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa vibriosis merupakan ancaman signifikan dalam budidaya ikan bawal bintang dan memerlukan strategi pengendalian yang komprehensif.
Teknik Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee Rahmiza, Nurul; Rizvi, Fharisa Nabila; Karsih, Okta Rizal; Kurniawan, Ronal; Meliana, Annisa
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.48-53

Abstract

White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan patogen viral yang menyebabkan mortalitas massal hingga 100% pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam waktu 3-10 hari pasca infeksi. Deteksi dini menggunakan teknik molekuler menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik identifikasi WSSV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan (Januari-Maret 2024) dengan sampel udang vannamei calon induk berusia 1 bulan. Prosedur diagnostik meliputi preparasi sampel (organ insang dan pleopoda), ekstraksi DNA menggunakan lysis buffer, amplifikasi dengan thermocycler, dan elektroforesis untuk visualisasi produk PCR. Hasil pengujian dari 4 sampel menunjukkan 2 sampel positif WSSV dan 2 sampel negatif, diidentifikasi berdasarkan kemunculan pita DNA pada posisi 941 bp yang sesuai dengan kontrol positif. Metode PCR terbukti sensitif, spesifik, dan efisien untuk deteksi WSSV pada fase subklinis sebelum munculnya gejala klinis. Implementasi protokol biosekuriti ketat dan pemeriksaan rutin menggunakan PCR sangat direkomendasikan untuk mencegah outbreak WSSV dalam sistem budidaya intensif udang vannamei
Teknik Pembesaran Ikan Koi (Cyprinus carpio) di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat Syam, Anandasya Suci Nabila; Meliana, Annisa; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.60-63

Abstract

Ikan koi (Cyprinus Carpio) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati masyarakat untuk dipelihara. Permintaan ikan koi untuk kebutuhan para penggemar ikan hias semakin meningkat dari tahun ketahun, seiring dengan permintaan pasar. Tujuan dilaksanakan praktek ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera barat. Praktek ini telah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari s.d. 10 Februari 2024 di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera Barat. Tujuan praktek inivadalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi. Metode yang digunakan dalam praktek ini adalah praktek langsung yaitu melibatkan diri secara langsung dan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan teknik pembesaran ikan koi. Kegiatan pembesaran ikan koi dilakukan di kolam semi beton selama 21 hari menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak ikan 2,05 cm, pertumbuhan bobot mutlak ikan adalah 3,43 g, laju pertumbuhan spesifik ikan 1%, FCR ikan yaitu 1,6, serta tingkat kelulushidupan ikan 100%.
POPULATION DYNAMICS OF KAWAKAWA (Euthynnus affinis) LANDED AT PPI UJONG BAROH, WEST ACEH Mursawal, Asri; Wahyuni, Sri; Mardhatila, Anisa; Oktavia, Oktavia; Diana, Fitri; Marbun, Serliana Hotmariska; Kurniawan, Ronal
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.3.345-355

Abstract

This study analyzed the population dynamics of kawakawa tuna (Euthynnus affinis) landed at PPI Ujong Baroh, West Aceh, from May to August 2025, using length-frequency data and the Von Bertalanffy growth model. A total of 815 individuals were measured to estimate growth, mortality, and exploitation parameters. The fork length ranged from 22–69 cm, dominated by medium-sized fish (30–37 cm FL), with the length at first capture (Lc = 33 cm FL) notably smaller than the length at first maturity (Lm ≈ 42–43 cm FL). Growth analysis indicated rapid juvenile growth, characterized by an asymptotic length (L∞) of 90 cm and a relatively high growth coefficient (K), while recruitment occurred periodically throughout the year. Mortality estimates showed total mortality (Z) of 4.77/year, natural mortality (M) of 1.45/year, and fishing mortality (F) of 3.32/year, resulting in an exploitation rate (E) of 0.70, which exceeds the optimal reference point (E = 0.5). These findings indicate that the kawakawa tuna stock in West Aceh is currently overexploited. This study provides the first updated, location-specific population parameter estimates for E. affinis in West Aceh waters, offering a critical scientific baseline for regionally adaptive fisheries management. Science-based management measures are therefore recommended, including implementing a minimum landing size of ≥43 cm FL, seasonal closures during spawning periods, effort control, and strengthened fisher participation to ensure long-term stock sustainability
THE EFFECTIVENESS OF Cosmos caudatus IN PREVENTING HYPERGLYCEMIA DUE TO Aeromonas hydrophila INFECTION IN Pangasianodon hypophthalmus Kurniawan, Ronal; Windarti, Windarti; Effendi, Irwan; Simarmata, Asmika Harnalin; Efawani, Efawani; Firmansyah, Rodhi; Syuhada, Nur Ikhlas; Karsih, Okta Rizal
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.3.319-326

Abstract

Cosmos caudatus is a herb that benefits overall health. This study aimed to determine the effect of C. caudatus leaf supplementation in feed on blood glucose levels in catfish (Pangasianodon hypophthalmus) challenged with Aeromonas hydrophila. This study was conducted from March to August 2024 at the Marine Microbiology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Riau. The method used was an experimental design employing a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications: negative control (NC, no supplementation, no infection), positive control (PC, no supplementation, with A. hydrophila bacterial infection), supplementation with C. caudatus at doses of 10 g/kg (T1), 15 g/kg (T2), and 20 g/kg (T3) of feed, all tested against A. hydrophila. The fish fry used weighed 5.00 ± 1.00 g and were reared for 75 days in 100-L tanks integrated with an aquaponics system. The fish were fed the experimental feed for 60 days before challenge with A. hydrophila bacteria (10⁸ CFU/mL, intramuscular injection) and continued for 14 days after challenge. Blood glucose levels were measured at the beginning (day 1), day 30, pre-challenge (day 60), and post-challenge (day 75). The results showed that adding basil leaves to the feed affected blood glucose (P<0.05). The addition of C. Caudatus leaves maintained glucose homeostasis within the range of 68.33±10.59-79.67±7.77 mg/dL. These findings indicate that C. Caudatus supplementation effectively prevents hyperglycemia caused by A. hydrohila infection in striped catfish and suggest its potential as a natural immunostimulant and metabolic modulator in aquaculture
Potensi Farmakologis dan Aplikasi Industri Daun Sirih (Piper betel L.): Sumber Bioaktif untuk Kesehatan dan Inovasi Produk Herbal Kurniati, Fitri; Effendi, Irwan; Kurniawan, Ronal
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.1-5

Abstract

Daun sirih (Piper betel L.) dikenal luas sebagai tanaman herbal tradisional yang mengandung berbagai senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi farmakologis dan aplikasi industri daun sirih melalui studi pustaka terhadap literatur ilmiah 2010–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, dan terpenoid dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Senyawa-senyawa ini telah dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, dan pangan. Kajian ini menegaskan bahwa daun sirih memiliki prospek besar sebagai bahan baku alami untuk pengembangan produk herbal. Uji lanjutan diperlukan untuk menjamin efektivitas dan keamanannya
Potensi Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) Sebagai Imunostimulan pada Akuakultur: Kajian Literatur Syuhada, Nur Ikhlas; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.21-27

Abstract

Intensifikasi akuakultur sering kali diikuti dengan peningkatan stres dan kerentanan organisme budidaya terhadap penyakit, sehingga penggunaan antibiotik sintetis menjadi praktik umum. Namun, penggunaan secara berlebihan menimbulkan berbagai permasalahan, seperti resistensi bakteri, residu pada produk perikanan, dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian penyakit yang lebih aman dan berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan fitofarmaka. Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, fenolik, saponin, tanin, dan alkaloid, yang berpotensi sebagai imunostimulan alami. Kajian ini bertujuan untuk menelaah potensi daun kenikir sebagai imunostimulan dalam akuakultur berdasarkan studi-studi terdahulu. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian terkait kandungan fitokimia, aktivitas biologis, mekanisme kerja, serta aplikasi daun kenikir pada organisme akuakultur. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif daun kenikir memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan imunomodulator yang mampu meningkatkan respons imun nonspesifik, ketahanan terhadap penyakit, pertumbuhan, serta sintasan ikan dan udang budidaya. Dengan demikian, daun kenikir berpotensi dikembangkan sebagai alternatif fitofarmaka yang aman, efektif, dan ramah lingkungan untuk mendukung sistem akuakultur berkelanjutan, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan terkait dosis optimal, metode aplikasi, dan keamanan jangka panjang
Evaluasi Kualitas Perairan Waduk PLTA Koto Panjang berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Kurniawan, Ronal; Syuhada, Nur Ikhlas; Effendi, Irwan; Windarti, Windarti; Lestari, Rizki; Putri, Nadila Yusmi
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.1.32-37

Abstract

Waduk PLTA Koto Panjang merupakan infrastruktur nasional yang memiliki fungsi multidimensional sebagai pembangkit listrik, area perikanan, dan kawasan pariwisata di Provinsi Riau. Tekanan hidrologis yang meningkat akibat intensitas curah hujan tinggi, degradasi tutupan hutan di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Kampar, dan perubahan iklim berpotensi mengubah karakteristik fisika-kimia perairan waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Waduk PLTA Koto Panjang berdasarkan parameter suhu, pH, dan oksigen terlarut, serta mengevaluasi status kualitas perairan berdasarkan baku mutu air nasional. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2024 menggunakan metode survei dengan pengukuran in situ setiap 10 hari sekali selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan suhu air berkisar 28-31°C, nilai pH 6-7, dan konsentrasi DO 6,1-7,4 mg/L. Ketiga parameter tersebut masih memenuhi baku mutu air kelas II untuk air danau dan sejenisnya. Simpulan, kualitas air Waduk PLTA Koto Panjang masih dalam kondisi baik dan memenuhi standar baku mutu nasional untuk mendukung fungsi ekologis dan ekonomisnya. Hasil kajian ini dapat menjadi baseline data untuk pemantauan kualitas air jangka panjang serta dasar ilmiah dalam penyusunan strategi pengelolaan waduk yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan
Co-Authors Ahmed Al-Harbi Al Zikri, Muhammad Abdillah Alfiati Silfi Alfinda, Rudi Ali Sarong Angraika Dirta Apriliani, Elisa Armando, Fitrian Asiddiqqi, Hasby Asmika Harnalin Simarmata Asri Mursawal Atthoriq, Fawwaz AZUZ, FAIDAH Davinci, Leonardo Deni Efizon Dessy Yoswaty Diana, Fitri Dimas Gusriansyah Eddiwan Kamaruddin Efawani, Efawani Efriyani, Intan Efriyeldi, Efriyeldi Eka Lisdayanti Fakhrurozi, Fakhrurozi Fikri, Algi Fari Firmansyah, Rodhi Fitri Kurniati, Fitri Fitrian Armando Fitrian Armando Gusriansyah, Dimas Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hendri Kurniawan, Hendri Hendriyantoni, Agus Henni Syawal Henny Syawal Henny Syawal Husnul Yaqin Harahap Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Iesje Lukistyowati Ika Kusumawati Irwan Effendi Irwan Irwan Irwan Limbong Karnila, Rahman Karnila Karsih, Okta Rizal M Irsyad Nur, M Irsyad M Rizal Mahdiyah, Evfi Mai Suriani Marbun, Serliana Hotmariska Mardhatila, Anisa Masjudi, Heri Mega Novia Putri Mega Novia Putri Meliana, Annisa Mohamad Gazali Mohamad Gazali Muhammad Natsir Kholis Muhammad Rizal Razman Munandar Munandar Mursawal, Asri Nabila Afifah Azuga Nasita, Abian Surya Nisfi Maulidia Nasution Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada, Nur Ikhlas NURLAELA NURLAELA Nursyirwani, Nursyirwani Nurul Hidayat Okta Rizal Karsih Okta Rizal Karsih Oktavia Oktavia Priowirjanto, Gatot Hari Pulungan, Amar Doli Putri, Mega N. Putri, Mega Novia Putri, Nadila Yusmi Putri, Rianti Rahmiza, Nurul Ramadhan, Azhari Ramanda, Reski Riki Saputra, Riki Riswan, M Rita Rostika Rizka Aprisanti Rizki Lestari Rizvi, Fharisa Nabila Rizvi, Fharisa Putri Rulyanti, Mairisa Rusliadi Rusliadi Sahputri, Herliza Khairani Samudra, Arung Saputri, Jumaida Sari, Mira Rahmita Saryono Saryono Shofian Nanda Adiprayoga Shorea Khaswarina Sri Endang Kornita Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Syahputra, Tomi Syahril Nedi Syahroni, Desty Syam, Anandasya Suci Nabila Tirta Anugerah Tomi Syahputra Ulfi Laili Astika Ulfi Laili Astika Usiani, Lulu Usman Muhammad Tang Windarti Windarti Windarti Windarti Yuharmen - Yulindra, Ade Zidni, Irfan