p-Index From 2021 - 2026
6.391
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN SUMBER INFORMASI PHBS PADA KADER KESEHATAN Kosasih, Cecep Eli; Solehati, Tetti; Rahmat, Agus
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1: JUNE 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.155 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v8i1.230

Abstract

Desa Pangandaran merupakan salah satu tempat wisata di Jawa Barat memiliki visi menjadi Desa Sehat. Sayangnya kesadaran ber-PHBS masyarakat Pangandaran masih rendah menyebabkan tingginya angka diare dan kecacingan di daerah tersebut kemungkinan karena kurangnya mendapatkan informasi tentag PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber informasi PHBS pada kader kesehatan. Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Jawa Barat. Populasi penelitian adalah semua kader kesehatan yang terdapat di Desa Pangandaran sejumlah 28 orang. Sample menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah quisioner yang terdiri dari data karakteristik dan sumber informasi. Analisa yang digunakan deskriptif berupa frekuensi dan prosentase. Seluruh responden pernah mendapatkan informasi PHBS sejumlah 28 orang (100%). Pada variabel genital hygiene diperoleh bahwa sebagian kecil responden mendapatkan informasi dari media cetak sejumlah 6 orang (21,4%), hampir seluruh responden mendapatkan informasi dari petugas kesehatan sejumlah  24 orang (85,7%). Pada variabel CTPS diperoleh bahwa seluruh responden pernah mendapatkan informasi 28 orang (100%), hampir setengahnya responden mendapatkan informasi dari orang tua sejumlah  8 orang (28,6%), sebagian kecil responden mendapatkan informasi dari saudara sejumlah 3 orang (10,7%), sebagian kecil  responden mendapatkan informasi dari teman sejumlah  2 orang (7,1 %), hampir setengahnya responden mendapatkan informasi dari media sosial sejumlah 12 orang (42,9%), hampir seluruh responden mendapatkan informasi dari petugas kesehatan sejumlah 23 orang (82,1%). Kesimpulan: Seluruh responden mendapatkan informasi. Walaupun sumber informasi lebih banyak diperoleh dari petugas kesehatan dan media sosial namun masih ada informasi didapat dari teman. Perlu pendekatan yang lebih kreatif dalam pemberian informasi dari petugas kesehatan misalnya dengan menggunakan media sosial. 
KANGAROO MOTHER CARE PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH : SISTEMATIK REVIEW Solehati, Tetti; Kosasih, Cecep Eli; Rais, Yulia; Fithriyah, Noor; Darmayanti, Darmayanti; Puspitasari, Neneng Ratnanengsih
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1: JUNE 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.983 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v8i1.234

Abstract

Masa bayi merupakan masa pertama dalam fase kehidupan seseorang, dimana pada masa ini memerlukan adaptasi terhadap lingkungan. Bayi Berat Lahir Rendah adalah bayi baru lahir yang memiliki berat saat lahir kurang dari 2500 gram. Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dan lebih sering terjadi di negara berkembang atau dengan sosio ekonomi rendah. Angka kematian BBLR 35x lebih tinggi di banding pada bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram. untuk mensistensis penelitian-penelitian secara empiris sehingga dapat mengidentifikasi perawatan dengan metode kangaroo mother care pada BBLR. Sistematik review ini dilakukan melaui tahapan : membuat pertanyaan penelitian, mencari sumber data dan ektraksi serta seleksi artikel. Pencarian artikel menggunakan database elektronik yaitu google scholar, Pub Med, SINTA, Kandaga, Nejm, Science Direct dengan kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris adalah “BBLR” atau “Low birth weight”, “Kangaroo Mother Care (KMC)”. Kriteria inklusi artikel yang diambil yaitu yang diplubikasikan full text, dalam rentang waktu 2014-2018, jenis penelitian kuantitatif, kriteria peneliti minimal S1 Keperawatan, artikel yang memiliki konten utama intervensi Kangaroo Mother Care untuk perawatan BBLR. Hasil pencarian ditemukan 1.625 artikel pada Google Scholar 201 artikel, NEJM 12 artikel, Pub Med 633 Artikel, dan Science Direct 779 artikel. Setelah disesuaikan dengan kriteria inklusi maka artikel yang tersisa sebanyak 8 artikel. KMC dalam perawatan BBLR berpengaruh signifikan terhadap peningkatan respon fisiologis BBLR. Disarankan KMC sebagai terapi untuk perawatan BBLR  yang dapat dilakukan oleh ibu secara langsung, tanpa biaya dengan pemberian pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlebih dahulu. 
Sikap, Persepsi, Kesadaran Profesional terhadap Kekerasan Seksual pada Anak: Scoping Review Solehati, Tetti; Hasna K, Nisrina; Rabbani, Hasna; Bilqiis A, Andini; Agusti, Adriyan Dwi; Kosasih, Cecep Eli
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.1965

Abstract

Kekerasan seksual pada anak (KSA) memiliki dampak buruk dalam kehidupan korbannya. Berbagai professional, seperti: guru, dokter, perawat, kepolisian, dan profesi lain memiliki kontribusi dalam upaya pencegahan KSA. Tujuan penelitian untuk memetakan sikap, persepsi, dan kesadaran profesional mengenai KSA. Desain scoping review. Pencarian literature menggunakan pedoman PRISMA-ScR melalui database PubMed, CINAHL (EBSCO), SAGE, dan search engine Google Scholar. Hasil penelitian ditemukan tiga tema sikap para professional: 1) ada perbedaan sikap terhadap KSA di antara professional; 2) kekhawatiran tentang kemungkinan konsekuensi negatif dari pelaporan dugaan KSA; 3) sikap mendukung pendidikan pencegahan KSA; dan 4) sikap positif terhadap pelaporan KSA. Pada persepsi ditemukan dua tema: 1) persepsi KSA sebagai fenomena kejadian sering terjadi dan tersembunyi terhadap perempuan dan anak disebabkan kurangnya norma sosial, globalisasi, kemiskinan, kerentanan, penyalahgunaan alkohol/narkoba, pengasuhan buruk orang tua; 2) guru percaya bahwa KSA mencakup tindakan apapun antara penyerang dan korban, dengan atau tanpa kontak fisik. Secara keseluruhan para profesional mendukung pencegahan KSA dan memiliki sikap positif terhadap pelaporan KSA, serta memiliki persepsi bahwa KSA merupakan fenomena tersembunyi bagi korban perempuan dan anak-anak. Pada penelitian ini tidak ditemukan artikel tentang awareness professional terkait KSA. Perlu dukungan resmi bagi profesional untuk bekerja sama dalam mengembangkan kurikulum pencegahan KSA, sehingga diperlukan pelatihan memadai. Perlu penelitian selanjutnya terkait awareness professional tentang KSA.
Effectiveness of prone position with its moderating factors in non-intubated acute respiratory distress syndrome patients: a meta-analysis Tan, Julianus Yudhistira; Togatorop, Via Eliadora; Koerniawan, Dheni; Kosasih, Cecep Eli; Mediani, Henny Suzana
Jurnal Ners Vol. 19 No. 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v19i4.60867

Abstract

Introduction: While numerous meta-analyses have explored the efficacy of awake prone position (APP), most have concentrated solely on intubation rate among Covid-19 patients without comprehensively identifying the influencing factors. This study aims to evaluate the efficacy of APP along with its moderating factors on oxygenation, intubation rate, and mortality in non-intubated acute respiratory distress syndrome (ARDS) patients. Methods: We conducted a systematic search in PubMed, Web of Science, and CINAHL from inception to December 2022. JBI critical appraisal tools were used to assess the study quality. Random-effects model was employed to calculate pooled standardized mean difference for continuous outcomes and risk ratio for dichotomous outcomes. Results: Among the 39 studies included, most patients were suffering from Covid-19, using conventional oxygen therapy, and receiving APP outside the ICU. APP significantly improved the PaO2/FiO2 ratio (SMD=0.70, 95% CI=0.51-0.88) and SpO2/FiO2 ratio (SMD=0.76, 95% CI=0.51-1.01), while also reducing the risk of intubation (RR=0.66, 95% CI=0.51-0.85) and mortality (RR=0.62, 95% CI=0.49-0.78). Factors including severity, respiratory device, body mass index, detail of position, use of medication assistance, total duration, follow-up time, position at follow-up, and study design significantly influence the effectiveness of APP. APP did not lead to significant improvements in length of stay and adverse events Conclusions: APP is a safe and beneficial intervention, enhancing oxygenation and reducing intubation and mortality rates in non-intubated ARDS patients. Importantly, various patient and intervention characteristics should be taken into account when implementing APP. Further well-designed experimental studies are needed to strengthen the evidence base.
Pengembangan Buku Monitoring Deteksi Kesehatan Ginjal pada Penderita Diabetes Melitus Susanti, Eva; Jawiah, Jawiah; Kosasih, Cecep Eli
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.12798

Abstract

This study aims to develop a kidney care monitoring book for Diabetes Mellitus patients in the working areas of several Health Centers in Ogan Ilir Regency, South Sumatra. The method used is the research and development method with a descriptive research type. Limited trials were conducted in the working areas of several Health Centers in Ogan Ilir Regency, South Sumatra. The instruments used were validation questionnaires and assessment questionnaires for the feasibility of the Monitoring book by material experts and media experts. Data analysis used a Likert scale that was expressed as a percentage to determine the level of feasibility of the monitoring book. The results of the study showed that the product trial was conducted by two experts, namely material experts and media experts. Material experts with a very valid category with a feasibility percentage of 93.33% and media experts with a very valid category with a feasibility percentage of 92.30%. So that the product is feasible for small-scale trials, conclusion, Based on the feasibility test by material experts and media experts, the kidney care monitoring book is declared feasible to be continued in small-scale trials. Keywords: Kidney Care Monitoring Book, Diabetes Mellitus, Kidney
Persepsi, Sikap, dan Awareness Orang Tua Terkait Kekerasan Seksual Pada Anak: Scoping Review Solehati, Tetti; Tanjung, Rifani Okti Putri; Herman, Regina Yasmine; Regita, Aulia Putri; Ramdhona, Dinyatul Arba; Hermayanti, Yanti; Kosasih, Cecep Eli
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 7 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v7i3.806

Abstract

Orang tua merupakan orang terdekat yang berperan besar dalam mencegah kekerasan seksual pada anak (KSA). Persepsi, sikap, dan awareness orang tua berperan penting dalam pencegahan KSA. Tujuan penelitian untuk memetakan sikap, persepsi, dan awareness orang tua terhadap KSA. Desain penelitian scoping review. Pencarian artikel menggunakan database Pubmed, CINAHL, SAGE, dan search engine Google Scholar Direct dengan memperhatikan kriteria inklusi, seperti: fokus pada penelitian persepsi sikap, awareness orang tua terkait KSA, artikel primer, dan fullteks, rentang tahun 2011-2021, berpedoman pada Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA ScR). Hasil awal ditemukan 376.071 artikel, setelah dilakukan screening diperoleh 5 artikel eligible. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas penelitian berfokus persepsi (n=3), sebagian tentang sikap (n=2) dan pengetahuan (n=1) orang tua terkait KSA, tidak ada tentang awareness. Implikasi hasil penelitian adalah sebagai evidence base pengembangan program pencegahan KSA bagi orang tua.
Literatur Review: Intervensi Skin to Skin Contact untuk Ibu dan Bayi Baru Lahir Solehati, Tetti; Mujahidah, Gita; Lastari, Vina Fuji; Ulfah, Diana; Agustin, Agustin; Kosasih, Cecep Eli
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i2.3626

Abstract

Setiap bayi baru lahir (BBL) memerlukan kehangatan setelah dilahirkan sebagai bentuk adaptasi bayi diluar uterin. Perawatan bayi yang tepat pada awal kelahiran dapat mengurangi kematian BBL. Tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perawatan skin to skin contact pada bayi baru lahir dengan berbagai keadaan. Desain penelitian lielatur review. Pencarian artikel menggunakan kata kunci “Therapy” AND “Intervention” AND “Non Farmakologi” AND “skin to skin contact”. dengan bantuan database Willey, Pubmed, Science Direct, Sprink Link, Cambridge, serta Taylor & France . Kriteria inklusi penelitian ini adalah: jenis artikel primer yang dipublikasikan full text dalam rentang tahun 2010-2020, penelitian kuantitatif yang membahas tentang pengaruh skin to skin contact pada BBL. Hasil pencarian artikel didapatkan 1.449 artikel. Willey 157 artikel, Pubmed 189 artikel, science direct 125 artikel, sprink link 645 artikel, Cambridge 210 artikel, Taylor & France Online 123 artikel. Setelah disesuaikan kriteria inkluasi, maka tersisa 14 artikel yang kemudian ditelaah kualitasnya dengan menggunakan JBI. SSC efektif dalam meningkatkan interaksi vokal dan menurunkan tangisan bayi, meningkatkan penurunan tinggi fundus uteri, mengurangi stres oksidatif ibu dan risiko infeksi neonatal, meningkatkan inisiasi menyusui, menstabilkan berat bayi, meningkatkan breastfeeding, meningkatkan fungsi sistem saraf autonomis pada bayi dengan penyakit jantung bawaan, dan meningkatkan perkembangan fisik bayi.  SSC berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan BBL dan ibunya sehingga disarankan sebagai terapi untuk perawatan BBL di rumah sakit dan di rumah.
Intervensi Untuk Menurunkan Kecemasan Keluarga Yang Mendampingi Pasien Kritis Di Intensive Care Unit : Literature Review Kristiano, Yahya Endra; Kosasih, Cecep Eli; Nuraeni, Aan
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 6 No. 1 (2022): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v6i1.279

Abstract

The family plays an important role in determining the method or treatment needed by the patient in the intensive care unit. However, vulnerable families experience anxiety which will prolong the decision-making process and patient care, so it is very important for nurses to overcome family anxiety so as not to interfere with the functioning of the family's role properly. The purpose of this study was to identify interventions to reduce anxiety in families accompanying patients in the intensive care unit. This research method is a literature review that analyzes articles from five reputable databases, namely Pubmed, CINAHL Plus, Wiley, Science Direct, and Google Scholar with the year of publication of the article between 2016-2021. The keywords used in the article search consisted of 'Patient's family', 'caregivers', 'family', 'therapy', 'anxiety in critical care', and 'fear'. The search results found 11 articles that met the criteria from 85,759 identified articles. The results of the article review identified that interventions that could reduce family anxiety consisted of Aurosoma Therapy, Nurse Social Support, Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Spiritual-Religious Intervention, Tele-Mental Health Intervention, Family Integrated Care (FICare), and Nursing Intervention. As well as three interventions that can reduce other psychological symptoms such as depression and stress; Communication Facilitator, Nursing Consultation, and Early Integrated Palliative Care. It is necessary to develop research with a combination of interventions that reduce the level of anxiety in families in Indonesia and be integrated with a critical care setting system to develop comprehensive and holistic nursing care with the patient's family as one of the essential aspects that need to be considered by nursing.
Peran Madu Sebagai Terapi Utama Penyembuhan Ulkus Diabetik Pada Lansia: Studi Kasus Puspita, Tantri; Kosasih, Cecep Eli; Juniarti, Neti; Sofiatin, Yulia
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i1.642

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada populasi lanjut usia. Salah satu komplikasi utama DM adalah ulkus diabetikum, yang sulit disembuhkan dan berisiko tinggi terhadap infeksi serta amputasi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas madu sebagai terapi topikal dalam perawatan ulkus kaki diabetikum pada pasien lansia. Seorang pasien laki-laki berusia 67 tahun dengan DM selama 1 tahun dan ulkus kaki diabetikum selama 8 minggu menerima perawatan luka menggunakan aplikasi madu secara topikal. Aplikasi madu dilakukan 1 sampai 3 kali sehari pada luka yang mengalami infeksi.. Observasi dilakukan terhadap perubahan ukuran luka, tanda-tanda infeksi, dan waktu penyembuhan. Hasil menunjukkan bahwa penyembuhan luka berlangsung dalam 8 minggu, dengan kemajuan penyembuhan yang lebih cepat saat luka diaplikasikan madu dibandingkan dengan penggunaan menggunakan antibiotik topikal. Fluktuasi kadar glukosa darah pasien (88–207 mg/dL) tercatat selama masa pengobatan, yang berpotensi memengaruhi waktu penyembuhan luka. Madu sebagai terapi topikal menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam mempercepat penyembuhan ulkus diabetikum, dengan manfaat antibakteri yang membantu mencegah infeksi. Meskipun demikian, stabilitas kadar glukosa darah tetap menjadi faktor yang signifikan dalam keberhasilan terapi ini. Oleh karena itu, penggunaan madu sebaiknya dipadukan dengan pengelolaan glikemik yang optimal. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas madu pada populasi yang lebih luas dan dalam kondisi yang lebih terkontrol.   Kata Kunci: diabetes melitus, madu, perawatan luka
Pengalaman Keluarga Selama Mendampingi Pasien di Intensif Care Unit: Scoping Review Sutisna, Fitri Nur Megasari; Kosasih, Cecep Eli; Nur’aeni, Aan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18614

Abstract

ABSTRACT Family members may experience a range of stressors while the patient is receiving treatment in the intensive care unit (ICU), including poor communication, doubts about the patient's survival or recovery, and a lack of support for collaborative decision-making. These stressors can cause feelings of helplessness and anxiety. Family support and presence are essential to the recovery of patients receiving intensive care unit treatment. In addition to the patient's recovery, the family will have a unique experience that may have an impact on their lives, which is why nursing care should be given with consideration. Investigating family experiences when accompanying critical patients in the intensive care unit. Using the inclusion criteria of publications 1) published between 2014 and 2024, a scoping review was conducted by gathering a variety of pertinent papers from electronic databases such PubMed, EBSCO Host, and Scopus. 2) in English 3) entire text accessible 4) talking about family experiences in the intensive care unit.  An analysis was done on 10 research studies that were chosen to fit the requirements, and three key themes emerged: 1) anxiety disorders, 2) information needs, and 3) communication and interaction issues with ICU personnel. The primary psychological effect on family members of patients receiving intensive care unit treatment is anxiety. Lack of knowledge about the patient's health frequently causes this anxiety issue. It makes it impossible for the patient's family to fulfill their duty and function in making decisions for them. Poor communication and interaction issues between the patient's family and ICU staff can also contribute to this lack of information, so it is crucial for nurses to have interpersonal communication skills in order to ensure that all information is clearly understood by the family and can ultimately assist them in making decisions regarding the patient. Keywords: ICU, Information, Anxiety, Communication, Family Experience.  ABSTRAK Selama proses perawatan pasien di ICU, anggota keluarga dapat terpapar pada berbagai pemicu stres, seperti masalah komunikasi, ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup atau rehabilitasi pasien, dan kurangnya dukungan terhadap keputusan bersama, serta dapat menimbulkan perasaan cemas dan ketidakberdayaan. Kehadiran keluarga selama proses perawatan pasien di ICU ini bukan hanya berdampak terhadap proses penyembuhan pasien, tapi juga akan memberikan pengalaman tersendiri bagi keluarga yang dapat memberikan pengaruh tertentu bagi kehidupannya, sehingga  hal ini patut menjadi perhatian dalam pemberian asuhan keperawatan. Menggali pengalaman keluarga selama mendampingi pasien kritis di unit rawat intensif. Scoping review dengan mengumpulkan berbagai artikel  yang relevan dari database elektronik seperti PubMed, EBSCO host, dan Scopus. dengan kriteria inklusi artikel 1) terbit tahun 2014-2024 2) berbahasa Inggris 3) tersedia full text 4) membahas pengalaman keluarga dalam lingkup ICU dewasa. Analisis dilakukan terhadap Sepuluh artikel  penelitian yang dinilai memenuhi syarat  dan ditemukan tiga tema utama, yaitu : yaitu 1) gangguan kecemasan, 2) kebutuhan akan informasi, 3) gangguan komunikasi dan interaksi dengan staf ICU. Kecemasan menjadi dampak psikologis utama yang dialami oleh anggota keluarga dari pasien  ICU, dan seringkali dipicu oleh kurangnya informasi yang berkaitan dengan kondisi pasien. yang mengakibatkan keluarga tidak dapat menjalankan peran dan fungsinya dalam pengambilan keputusan bagi pasien. Kurangnya informasi ini juga dapat disebabkan oleh masalah komunikasi dan interaksi yang buruk antara keluarga pasien dengan staf ICU, sehingga penting sekali bagi perawat untuk memiliki kemampuan interpersonal dalam berkomunikasi, agar segala informasi dapat tersampaikan dan dipahami dengan baik oleh keluarga, yang pada akhirnya dapat membantu keluarga dalam pengambilan keputusan bagi pasien. Kata Kunci: ICU, Informasi, Kecemasan, Komunikasi, Pengalaman Keluarga.
Co-Authors Aan Nuraeni Aat Sriati Adila, Raisa agus rahmat Agusti, Adriyan Dwi Agustin Agustin Ahmad Yamin Amaliah, Lili Anastasia Anna Andini, Melina Rike anisah rahmawati Anwar, Tabihul Apparesya, Nabila Afifah Arifani, Nisa Asep Solahudin Astilia, Astilia Ayu Prawesti Priambodo Ayu, Rahadiani Azalia Melati Putri Azzahra, Meza Belindiani Bilqiis A, Andini Budiman Budiman Budiman, Ganjar Wisnu Chaerunisa, Nanda chania, Astilia Christina, Mikha Darmawan, Tasya Alfainninda Putri Darmayanti Darmayanti Dewi Yulianti Bisri Dheni Koerniawan Diana Ulfah Donny Nurhamsyah Elvi Juliansyah Jamari Etika Emaliyawati Eva Susanti Fasya Fadillah, Jasmine Fithriyah, Noor Fithriyah, Noor Fitriani Rahayu Handayani, Audia Handayani, Wening Harlasgunawan, Alia Rahmi Hartiah Haroen Hartinah, Siti Harun, Hasniatisari Hasna K, Nisrina Henny Suzana Mediani Herman, Regina Yasmine Hidayat, Alegra Asiah Iin Inayah, Iin Ilham Taufik Nurilhami Iqbal Pramukti Iqroansyah, Rifa Ikbal Islamah, Rachelya Nurfirdausi Istiazahra, Dylla Iwan Purnawan Jawiah Jawiah, Jawiah Jayusman, Muhamad Ifadh Arifqy Juniar, Shafira Juniarti, Neti Kharisma, Puji Adi Kristiano, Yahya Endra Kumalasari, Regina Indah Kusman Ibrahim Kusuma, Widya Tresna Lastari, Vina Fuji Lumbantobing, Valentina BM Mamat Lukman, Mamat Marlinda, Yani Masela, Victor Carlos Mediana, Henny Suzana Melinda, Fera Millenika, Valencia Trie Mira Trisyani Mubaroq, Bagja Al Mujahidah, Gita Mulyati, Titin Mustakimah, Siti Napisah, Pipih Nia Ratnasari Nintyas, Felantina Restyar Noviani Megatami Nur'aeni, Aan Nur'aeni, Aan Nurafni, Ratu Nurasifa, Melani Nurfirdausi Islamah, Rachelya Nurhidayah, Ida Nurul Aulia, Syifa Nur’aeni, Aan Nur’Aini , Erina Oman Hendi Permana, Iwan Permana, Septa Pravidanti, Findhya Rachma Purwanto, Maitza Orita Savita Puspita, Nezla Puspita, Tantri Puspitasari, Neneng Ratnanengsih Puspitasari, Neneng Ratnanengsih Rabbani, Hasna Rahayu, Yuliana Sri Rahmawati, Ai Rahmawati, Syoifa Rais, Yulia Rais, Yulia Ramdhona, Dinyatul Arba Realita, Chikita Regita, Aulia Putri Ria Bandiara Ria Eviyantini Sitorus, Ria Eviyantini Riki Kurniawan Rimadania, Deshita Rindiarti, Nadia Amelia Riska Audina Risma Juniarti Rismawati, Ima Ristina Mirwanti, Ristina Rizki Romadona Rudiyana, Hikmat Rumahorbo, Hotma Sakti, Dimas Wibawa Salaam, Nuursalaamah Abdatus Salsabila, Azzahra Salsabila, Khalishah Samdjaya, Lu'lu Nadiyya Sari, Citra Windani Mambang Sari, Wulan Puspita Sasmito, Priyo Savitri, Lisa Noviana Sayu Putu Yuni Paryati Sely Novianty Setiawan, Deris Riandi Setiawati, Pipit Fitri Shabrina, Raden Maghfira Izzany Sheizi Prista Sari Sholihah, Amalia Rizki Siti Fauziah Solihah, Amalia Rizqi Sri Sumartini Sri Susilawati Sugiharto, Firman Supriyadi, Dede Sutisna, Fitri Nur Megasari Tafwidhah, Yuyun Tan, Julianus Yudhistira Tanjung, Rifani Okti Putri Taslam, Afni Faddilah Tetti Solehati Tetti Solehati Titin Mulyati Titin Mulyati Togatorop, Via Eliadora Triesna, Meuthia Saulikha Udin Rosidin Utari Yunie Atrie Verawaty, Rotua Rina Yadi Supriyadi Yanny Trisyani Yanti Hermayanti Yayat Hidayat Yayat Hidayat Yudiana, Mila Yulia Sofiatin Zaenal, Zabina Syaharani