p-Index From 2021 - 2026
9.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Niagawan Jurnal Mirai Management IKRA-ITH EKONOMIKA Journal on Education Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Management and Bussines (JOMB) Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) Asian Journal of Applied Business and Management (AJABM) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Ekbis (Ekonomi & Bisnis) Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) International Journal of Asian Business and Management (IJABM) Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Sharing: Journal Of Islamic Economics, Management And Business TOFEDU: The Future of Education Journal Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Journal of Management Accounting, Tax and Production Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Intelek Insan Cendikia Economic Education Analysis Journal Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Journal of Education Transportation and Business Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Jurnal Ekonomi Manajemen dan Sekretari Journal of Business Inflation Management and Accounting
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemasaran Bengkel Las Rumahan dalam Menjangkau Pasar di Luar Wilayah Produksi: Studi Kasus di Desa Sei Rotan Khairani Alawiyah Matondang; Alya Viecho Pratista; Alya Meiva; Luthfiyah Zahrah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14177

Abstract

Usaha bengkel las rumahan menghadapi tantangan dari kompetitor sejenis, sehingga kemampuan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan menjadi krusial bagi kelangsungan usaha. Salah satu bengkel las di Desa Sei Rotan dapat memperoleh sekitar 80% dari total pesanan mereka dari konsumen yang berasal dari luar wilayah produksi, khususnya Desa Tembung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan mengapa mayoritas konsumen berasal dari Desa Tembung, strategi pemasaran yang diterapkan bengkel untuk mempertahankan pelanggan setia, serta bentuk persaingan dengan bengkel las lainnya di Desa Sei Rotan dan Desa Tembung. Untuk penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara langsung dengan pemilik bengkel, dan data sekunder diambil dari buku serta jurnal ilmiah yang membahas tentang pemasaran, kualitas produk, pelayanan, dan Word of Mouth. Hasil studi menunjukkan bahwa dominasi pelanggan dari Desa Tembung berhubungan dengan jaringan relasi dan rekomendasi dari pelanggan sebelumnya yang mengintroduksi bengkel kepada pelanggan baru. Pelanggan memilih bengkel berdasarkan kualitas material, metode pengerjaan, kejujuran terkait ketebalan dan harga besi, serta pelayanan yang responsif terhadap permintaan pelanggan dan mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Terdapat lebih banyak pelanggan setia dibandingkan pelanggan baru, dan WhatsApp serta Facebook digunakan sebagai sarana komunikasi tambahan. Pemilik bengkel tidak merasa adanya persaingan yang signifikan dengan bengkel lain, mengikuti tarif pasar, dan menghadapi tantangan berupa peningkatan harga bahan baku. Disimpulkan bahwa kualitas, pelayanan, kejujuran, dan jalinan hubungan dengan pelanggan menjadi faktor kunci bagi bengkel untuk menjangkau pasar di luar daerah produksinya.
Pengaruh Pertumbuhan Industri Manufaktur dan Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2007-2025 Khairani Alawiyah Matondang; Wahyu Pamungkas Sinaga; Afrilia Br Lumban Toruan; Nadia Vega Br Sinaga
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan industri manufaktur dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode tahun 2007–2025. Data yang digunakan merupakan data sekunder runtun waktu (time series) selama 19 tahun yang bersumber dari World Development Indicators (WDI) World Bank. Dimana data yang digunakan untuk pertumbuhan ekonomi yaitu GDP growth (annual %), data yang digunakan untuk pertumbuhan industri manufaktur yaitu Manufacturing, value added (% of GDP), dan data yang digunakan untuk investasi yaitu Gross fixed capital formation (annual % growth). Metode analisis yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS) serta diuji menggunakan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, autokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas melalui perangkat lunak EViews 13. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa pertumbuhan industri manufaktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (t=6,041844; p=0,0000). Variabel investasi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (t=4,010755; p=0,0010). Secara simultan, pertumbuhan industri manufaktur dan investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (F=103,9300; p=0,000000). Nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,928527 mengindikasikan bahwa 92,85% variasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dijelaskan oleh variabel pertumbuhan industri manufaktur dan investasi, sedangkan sisa 7,15% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini memperkuat teori bahwa penguatan sektor manufaktur sebagai leading sector dan akumulasi modal investasi merupakan kunci utama dalam mendorong peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 
Struktur, Perilaku, dan Kinerja Usaha Kemiri: Pendekatan SCP di Deli Serdang Khairani Alawiyah Matondang; Afdhal Hidayat; Christian Rafael Siregar; Rikoni Arseka Pelawi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14212

Abstract

Kegiatan komersial kemiri berada dalam kondisi pasar yang dipengaruhi oleh persaingan antarprodusen, ketersediaan bahan baku, hubungan dengan pemasok dan pelanggan, serta kemampuan usaha dalam mempertahankan akses pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar, perilaku usaha, dan kinerja produsen kemiri di Deli Serdang menggunakan pendekatan Structure-Conduct-Performance (SCP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus pada perusahaan penghasil kemiri. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan informan yang terlibat langsung dalam proses pengadaan bahan baku, produksi, penetapan harga, dan pemasaran. Data tersebut kemudian dianalisis berdasarkan tiga komponen utama dalam kerangka SCP, yaitu struktur, perilaku, dan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan kemiri yang diteliti menghadapi persaingan dari sekitar tiga usaha sejenis di wilayah tersebut, sementara bahan bakunya diperoleh dari Aceh, Jawa, dan Palembang, dengan kapasitas produksi sekitar 2 ton per minggu. Dalam menjalankan kegiatannya, produsen menyesuaikan harga dengan kondisi pasar, menjaga kualitas produk, mengelola ketersediaan bahan baku, serta mempertahankan hubungan dengan pelanggan. Dari segi kinerja, kapasitas produksi dan keberadaan pelanggan tetap merupakan faktor yang mendukung keberlangsungan usaha. Namun, pemanfaatan kapasitas produksi masih menghadapi kendala terkait ketersediaan bahan baku, kondisi cuaca, fluktuasi harga, dan keterbatasan akses kepada pembeli berskala besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang ada perlu diimbangi dengan penguatan jaringan pemasaran dan peningkatan pengelolaan pasokan untuk mempertahankan keberlangsungan dan kinerja usaha.
Analisis Struktur, Perilaku, dan Kinerja Usaha Pertukangan Peti Jenazah UD Hosana Khairani Alawiyah Matondang; Rima Enjelita Br Ginting; Shera Adelia Br Bukit; Icha Paria Sarumpaet
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persaingan usaha yang dihadapi oleh usaha pertukangan peti jenazah UD Hosana yang berlokasi di Jalan Besar Patumbak–Delitua–Ajibaho, Kecamatan Sibiru-biru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha. Pembahasan penelitian mencakup kondisi persaingan usaha, penetapan harga, perubahan harga bahan baku, penggunaan alat dalam proses produksi, kualitas dan diferensiasi produk, pelayanan, serta strategi dalam mempertahankan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD Hosana menghadapi persaingan terutama dalam hal harga dan kualitas dengan usaha peti jenazah lainnya di sekitar lokasi usaha. Harga peti jenazah yang ditawarkan berkisar antara Rp1.500.000 sampai Rp10.000.000, tergantung pada jenis, ukuran, bahan, dan model peti. Untuk menghadapi persaingan, UD Hosana menerapkan sistem tawar-menawar sesuai dengan kemampuan pelanggan serta menyediakan berbagai pilihan produk. Selain harga, usaha ini mempertahankan daya saing melalui penggunaan bahan yang berkualitas, kerapian pengerjaan, variasi motif, dan pelayanan tambahan berupa ambulans gratis serta pada kondisi tertentu papan bunga. Penggunaan mesin potong kayu, bor, dan alat pertukangan lainnya juga membantu meningkatkan efisiensi proses produksi. Berdasarkan pendekatan Structure-Conduct-Performance (SCP), kondisi persaingan tersebut memengaruhi strategi harga, produksi, kualitas, dan pelayanan UD Hosana. Dengan demikian, persaingan usaha tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh kualitas produk, efisiensi produksi, pelayanan, dan kemampuan mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Analisis Fluktuasi Nilai Tukar (KURS) dan Permintaan Valuta Asing Dalam Transaksi Jual Beli Pada Perusahaan Topvalas Money Changer di Citraland Gama City Medan Khairani Alawiyah Matondang; Riyani Tarigan; Ester Mei Zaskia Sitompul; Olivia Kristin Lumban Gaol
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.14176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara fluktuasi nilai tukar (kurs) dan permintaan valuta asing dengan aktivitas transaksi jual beli pada TopValas Money Changer di Citraland Gama City Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan Seli selaku narasumber TopValas pada 15 September 2026, sedangkan data sekunder diperoleh melalui jurnal, buku atau e-book, serta sumber resmi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi nilai tukar menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam aktivitas transaksi karena perubahan kurs dapat terjadi sekitar dua sampai tiga kali dalam sehari dan memengaruhi penentuan harga jual maupun harga beli valuta asing. Namun, perubahan kurs bukan satu-satunya faktor yang menentukan aktivitas transaksi karena kebutuhan pelanggan terhadap mata uang tertentu juga berperan. Ringgit Malaysia menjadi mata uang yang paling sering ditransaksikan, sementara transaksi pelanggan lebih banyak berupa jual balik valuta asing kepada Money Changer, terutama Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura. Dalam menghadapi perubahan permintaan dan kurs, TopValas menyesuaikan jumlah stok berdasarkan kondisi penjualan harian, melakukan pengadaan kembali melalui supplier, menyediakan layanan booking untuk mata uang yang tidak tersedia, serta menyesuaikan kurs jual dan kurs beli dengan kondisi pasar dan stok. TopValas juga menerapkan strategi average down ketika harga valuta asing mengalami penurunan untuk menyesuaikan harga rata-rata perolehan stok. Dengan demikian, aktivitas transaksi pada TopValas berkaitan dengan fluktuasi kurs, kebutuhan pelanggan, ketersediaan valuta asing, dan pengelolaan risiko perubahan nilai tukar.
Sistem Nilai Tukar Tetap VS Mengambang: Konsep, Mekanisme, dan Implikasinya terhadap Perekonomian: Penelitian Khairani Alawiyah Matondang; Josua Free Adiel Siahaan; M Faiz Syahputra Sihotang; Syamsir
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 2, September-Desember 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i2.702

Abstract

Nilai tukar merupakan harga suatu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang negara lain dan memiliki peranan penting dalam perekonomian terbuka. Sistem nilai tukar menentukan bagaimana nilai mata uang dibentuk dan bagaimana otoritas moneter merespons perubahan kondisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep sistem nilai tukar tetap dan mengambang, membandingkan mekanisme, kelebihan, risiko, serta implikasinya terhadap inflasi, perdagangan, kebijakan moneter, dan stabilitas ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan sumber utama literatur ekonomi internasional dan publikasi International Monetary Fund serta informasi mengenai sistem nilai tukar Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem nilai tukar tetap memberikan kepastian nominal yang lebih besar karena otoritas berupaya mempertahankan mata uang pada nilai atau kisaran tertentu, tetapi membutuhkan cadangan devisa dan dapat membatasi independensi kebijakan moneter. Sistem mengambang membiarkan nilai tukar lebih banyak ditentukan oleh kekuatan pasar sehingga dapat berfungsi sebagai penyesuaian terhadap guncangan eksternal, tetapi nilai tukar dapat mengalami volatilitas. Dalam praktiknya, terdapat berbagai rezim antara fixed dan floating, termasuk managed float. Indonesia saat ini diklasifikasikan IMF sebagai free floating secara de jure dan floating secara de facto, sementara Bank Indonesia dapat melakukan intervensi untuk mengurangi volatilitas. Dengan demikian, pembahasan nilai tukar perlu mempertimbangkan kondisi struktural, mobilitas modal, kredibilitas kebijakan, kedalaman pasar keuangan, dan karakteristik guncangan ekonomi.
The Effect of Foreign Exchange Market Interventions on Rupiah Exchange Rate Fluctuations in Indonesia Khairani Alawiyah Matondang; Felora Anjani; Irmayani Pulungan; Rifka Ajeng Nurbalqis
The Future of Education Journal Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/22j0rh49

Abstract

This study aims to examine the impact of foreign exchange market intervention on fluctuations in the Indonesian Rupiah exchange rate. The study employs a quantitative approach using secondary data obtained from Bank Indonesia. Foreign exchange market intervention is measured by the volume of Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) transactions, while the Rupiah exchange rate is measured using the Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). The dataset covers 12 observation periods from August to September 2026. The analytical techniques include descriptive statistics, simple linear regression, a t-test, and the coefficient of determination. The results show the regression equation Y = 17,772.39 − 0.585X, indicating a negative relationship between foreign exchange market intervention and the value of the Rupiah. However, the t-test produces a significance value of 0.279, which is higher than the 0.05 significance level. Therefore, foreign exchange market intervention does not have a statistically significant effect on fluctuations in the Rupiah exchange rate during the study period. The coefficient of determination of 11.60% indicates that foreign exchange market intervention explains only a small proportion of the variation in the Rupiah exchange rate, while the remaining 88.40% is attributable to other factors outside the research model. These findings suggest that Rupiah exchange rate stability is influenced not only by Bank Indonesia’s intervention policies but also by various domestic and global economic factors.
From Tariff Threats to Trade Agreements: An Analysis of U.S. Reciprocal Tariff Policies toward Indonesian Trade Khairani Alawiyah Matondang; Novia Hanifa Surbakti; Khairun Nisa; Miftahul Jannah
The Future of Education Journal Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/e7kh5d40

Abstract

The United States is one of Indonesia’s important trading partners, particularly as a major destination for Indonesian exports. Changes in United States tariff policy therefore have implications for Indonesia’s international trade performance. This study aims to analyze the changes in United States reciprocal tariff policy and their relation to the development of Indonesian exports to the United States during 2025–2026. This study uses a descriptive quantitative approach based on secondary data obtained from official sources. The data include Indonesian export values to the United States, exchange rate information, and official documents related to United States tariff policies. Data were analyzed descriptively by comparing trade developments before and after changes in tariff policy and presenting the results through tables and narrative analysis. The results show that Indonesian exports to the United States remained relatively strong amid changes in United States tariff policy. In 2025, Indonesian exports to the United States reached US$30.96 billion, while imports amounted to US$12.85 billion, resulting in a trade surplus of US$18.11 billion. In early 2026, the United States remained one of Indonesia’s major non-oil and gas export destinations. The Agreement on Reciprocal Trade established an additional reciprocal tariff rate of up to 19 percent for most Indonesian products, with specific products receiving different tariff treatment. These findings indicate that tariff policy is an important factor in the Indonesia–United States trading environment, although export performance is also influenced by market demand, product competitiveness, exchange rates, and broader international trade conditions.
An Analysis of Nike Inc.’s Role as a Multinational Corporation in the Global Value Chain of the Footwear Industry, 2020–2024 Khairani Alawiyah Matondang; Grace Sari Adinda Pakpahan; Nursaidah Fitriyani Sirait; Amelia Shanna Adrave Sihombing
The Future of Education Journal Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/3vaxdc08

Abstract

This study analyzes the role of Nike Inc. as a multinational corporation in the Global Value Chain (GVC) of the footwear industry for 2020–2024. Nike applies an asset-light model without owning factories. Using descriptive qualitative methods with secondary data from Nike's annual reports (Form 10-K) and supporting GVC journals, the results show that in FY2024 Nike coordinated 96 footwear factories in 11 countries and 285 apparel factories in 33 countries, with Vietnam as the largest base (±50%), followed by Indonesia (27%) and China (18%). Nike's FY2024 revenue reached $51.36 billion with net income of $5.7 billion. Nike serves as a GVC coordinator integrating design, production, distribution, and global marketing.
Halal Certification Regulations as Technical Barriers to Trade and Their Impact on Domestic Industrial Competitiveness: A Legal Analysis of Indonesia–United States Trade Khairani Alawiyah Matondang; Afifah Khalisah Ritonga; Febyana Br Sembiring; Pia Lestari Br Saragih
The Future of Education Journal Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/f16he858

Abstract

Indonesia’s halal certification regime involves consumer protection, freedom of religion, standardization, and international trade. Within the World Trade Organization (WTO) framework, mandatory halal certification may be examined as a technical regulation and/or conformity assessment procedure related to the Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT). The issue has become more relevant following the signing of the Agreement on Reciprocal Trade (ART) between Indonesia and the United States on 19 February 2026. This study analyzes the legal position of halal certification under WTO law, the implications of the ART for the recognition of foreign halal certification, and the potential consequences for domestic industries and micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This normative legal research applies statutory, conceptual, and international-agreement approaches. Primary legal materials include Law Number 33 of 2014 on Halal Product Assurance and its amendments, the TBT Agreement, GATT 1994, the ART documents, and official government explanations. The study finds that the ART does not abolish halal certification requirements for food and beverages; rather, it addresses non-tariff barriers, standards, conformity assessment procedures, and recognition of foreign halal bodies. Such recognition must be transparent, objective, verifiable, and consistent with Indonesia’s legitimate level of consumer protection. The principal risk for domestic industries is not simply increased imports, but an imbalance in compliance costs and procedures. The government should therefore equalize procedural treatment, accelerate MSME certification, strengthen post-market surveillance, and ensure that technical measures are applied in a non-discriminatory manner.
Co-Authors Afdhal Hidayat Afifah Khalisah Ritonga Afrilia br Lumban Toruan Agnes Monica Sianipar Agustin Tampubolon Ahmad Muflih Sitanggang Ahmad Rifai Ainul Mardhiyah, Ainul Aisyah Rahmadani Aisyah Ramadani Alansyah Febriano Marbun Alawi Parlindungan Hasibuan Alexa Angelica Br Nababan Alya Meiva Alya Viecho Pratista Amelia Shanna Adrave Sihombing Andriansyah Hasibuan Anisa Dinda Pertiwi Annisa Handayani Annisa Saajidah Aprianti Hananya Sigukguhi Ariel Parulian siregar Arwansyah Asro Waruwu Aulia Putri Ramadhani Nasution Badty Silaen Bukit Buchori Siagian Bukit Buchori Siagian Bunga Ananda Christian Rafael Siregar Cindy Fantika Cindy Yentika Naibaho Citra Wulandari Manik Clarissya Shatala Revi Clarita Joyce Sitanggang Cornelia Aginta Br Sembiring Dean Setiyana Deva Azandi Devi Cahya Putri Dora Claudia Br. Meliala Dwi Anggriani Eka Grisanna Sihite Eliza Handayani Lubis Ella Aristha Enjel Widia Sari Gea Enjelika Simamora Enzelina Sitanggang Ester Mei Zaskia Sitompul Evi Aiswara Rai Fadhil Irfansyah Febri Br Hutabarat Febri Sartika Siagian Febryanti Angkat Febyana Br Sembiring Febyana Sembiring Felora Anjani Feryanto Nababan Fidia Wati Fikri Ardiansyah Fitrah Maya Sari Hasugian Fitrawaty Fitri Rahmadana Frido Evindey Manihuruk Gina Ami Sefi Ginting Grace Sari Adinda Pakpahan Grace Stela Zane Simamora Icha Paria Sarumpaet Icha Riska Gloria Nainggolan Indriana Dachi Irmayani Pulungan Ismi Hasanah Janisa Aulia Jessica Br Simanungkalit Joe Alfredo Tarigan Johanes Putra Nababan Johs Charlos Hutabalian Jonathan Jonathan Josua Free Adiel Siahaan Juanda Maulana Kaiesa Raihatul Muntaza Karin Sarah Angelina Siahaan Keren Dwi Wulandari Kesia Septina Putri Tarigan Khairun Nisa Krisnawati Silaban Lamtiar Sinaga Lathifah Aini Laura Magdalena Tambunan Lesamana Rizki Samora Lora Theresia Panggabean Luthfiyah Zahrah M Faiz Syahputra Sihotang M. Deni Damara M. Faiz Syahputra Sihotang M. Nur Akarim M. Raihan Noer Mahlina Putri Manurung Margaretha Sembiring Maria Audina Rumapea Maria Elpida Manalu Mawar Indah Juita Hutagalung Maya Sentia Anjelika Tampubolon Maya Wulan Dari Meilani Putri Melisa Patrisia Manurung Mery Kristiani Mery Kristiani Susanti Simanjuntak MIFTAHUL JANNAH Muhammad Yusuf Muliana Putri Yohana Tobing Mutiara Rengganis Nabila Lubis Nadia Enjel Lina Silalahi Nadia Vega br Sinaga Nadya Nafisah Naila Ananda Runi Najwa Aulia Nst Nasrullah Hidayat Nathania Christy Sembiring Nazwa Aulia Nst Nazwa AZ Zahro Nia Adelina Br Sembiring Novia Hanifa Surbakti Nursaidah Fitriyani Sirait Nurul Azmi Nurul Azmi Ogin Syaputra Sinaga Olivia Kristin Lumban Gaol Olivia Nauli Stevani Purba Pia Lestari Br Saragih Pia Lestari Saragih Putri Dewi Kemala Lubis Putri Kemala Dewi Lubis Putri Kemala Sari Dewi Lubis Putri Sari M.J. Silaban Putri Uli Sitompul Rachel Meylani Situmorang Rafael Benediktus Manalu Rahel Veronika Siregar Rain Taruna Ompusunggu Ranti Delima Tobing Refa Lina Br. Sinaga Respa Mellia Sirait Restania Oktavia Reva Nurputi siahaan Reva Nurputri Siahaan Revita Yuni Rifka Ajeng Nurbalqis Rikoni Arseka Pelawi Rima Enjelita Br Ginting Rinaldi Rinaldi Ririn Yolanda Manalu Riyani Tarigan Riza Indriani Rizsa Nabillah Rut Afentina Sinambela Salma Diani Salsabila Fayza Salwa Lailani Sarah Bakara Shabilla Aisyah Shera Adelia Br Bukit Siregar, Ina Namora Putri Siska Octavianita Br Sembiring Siti Fatimah Siti Rahma Siti Ramsyah Aini Syamsir Syamsir Amir Yasir Tegar Efraim Gilbert Siahaan Teresia Reginanta Ginting Teresia Situmeang Tesalika Tia Handani Tiara Anggrini Siregar Tina Angelia Titian Dhea Fresensia Purba Tri Rahayu Triwira Samosir Uswatul Akmalia Wahyu Pamungkas Sinaga Wandira Anzani Wina Aulia Rizka Yan Septian Yanti Masryana Sianturi Yosua Bintang Halomoan Zaki Edi Saputra Zenia Aliefia Ermawan