Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI DAN PENDAMPINGAN DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING PADA BALITA DI DESA TIBANG Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan pertumbuhan optimal balita sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Salah satu aspek penting dalam pemenuhan gizi balita adalah pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat. Namun, masih banyak orang tua yang kurang memahami pentingnya MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan anak, baik dari segi komposisi gizi maupun cara pemberiannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua balita di Desa Tibang mengenai pentingnya MP-ASI yang sehat, bergizi, dan aman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi pembuatan MP-ASI, serta pendampingan langsung kepada orang tua dalam praktik pemberian MP-ASI. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menyiapkan MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan meningkatkan kesehatan balita di Desa Tibang. 
EDUKASI KESEHATAN PADA REMAJA TENTANG MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI Raudhatun Nuzul ZA; Rizky Swastika Renjani; Rahmayani Rahmayani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu masa terjadinya perkembangan paling pesat dalam perjalanan hidup manusia. Proses pematangan secara biologis umumnya mendahului kematangan psikososial pada remaja. Kesehatan Reproduksi remaja merupakan suatu hal yang sangat perlu mendapat perhatian penuh dan serius oleh semua khalayak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan edukasi pada para remaja terkait pemahaman tentang menjaga Kesehatan reproduksi yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini berupa penyuluhan tentang Edukasi Menjaga kesehatan reproduksi pada masa remaja. Sasaran adalah Mahasiswa Prodi Kesehatan yang berjumlah 50 orang. Tempat dialksanakannya kegiatan ini di Aula Plennary Hall UUI. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2024. Hasil dari kegiatan ini para peserta berperan aktif dalam memberikan pertanyaan dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan mengenai seputaran materiyang disampaikan. Dengan pemberian edukasi ini sangat diharapkan agar para remaja dapat menerapkan dalam prilaku sehari-hari agar terhindar dari penyakit dan infeksi yang akan terjadi di masa mendatangKata Kunci:  Edukasi, Remaja, Kesehatan ReproduksiAdolescence is one of the periods of most rapid development in the course of human life. The process of biological maturation generally precedes psychosocial maturity in adolescents. Adolescent reproductive health is something that really needs full and serious attention from all audiences. The aim of this activity is to increase education among teenagers regarding understanding about maintaining good and correct reproductive health. This service activity takes the form of counseling regarding education on maintaining reproductive health during adolescence. The target is 50 Health Study Program students. The place where this activity was carried out was in the UUI Plenary Hall. This activity was carried out on December 21 2024. As a result of this activity, the participants played an active role in asking questions and were able to answer questions given regarding the material presented. By providing this education, it is hoped that teenagers can apply it in their daily behavior to avoid diseases and infections that will occur in the future.Keywords: Education, Adolescents, Reproductive Health
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, placenta serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Masa nifas merupakan hal penting untuk diperhatikan guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil trimester III mengenai penyembuhan luka perienem. Di Puskesmas Padang Tiji. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke pelayanan kesehatan terdekat, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari ibu hamil dapat memahami bagaimana cara perawatan vulva dan perineum pasca melahirkan, peserta penyuluhan antusias dan banyak bertanya serta mengerti penangangan pasca melahirkan.Kata Kunci: Perineum, masa nifas.The postpartum period is the period after childbirth and the birth of the baby, the placenta and the membranes that surround it needed to restore the uterine organs as before pregnancy with time approximately 6 weeks. The postpartum period is an important thing to pay attention to in order to reduce maternal and infant mortality rates in Indonesia. The coaching activities carried out were providing health education to pregnant women in the third trimester regarding perineal wound healing. At the Padang Tiji Health Center. The implementation method starting from preparation, implementation, evaluation has all been carried out according to plan. The results achieved, the publication of articles in community service journals, the availability of IEC media (effective posters and booklets / easy to understand and apply). A health check was carried out at the nearest health service, from the counseling participants consisting of pregnant women who could understand how to take care of the vulva and perineum after delivery giving birth, the counseling participants were enthusiastic and asked a lot of questions and understood post-natal care give birth to.Keywords : Perineum, Post Partum
PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT DESA LAMBADA LHOK KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Raudhatun Nuzul ZA; Sahbainur Rezeki; Aldi Kurniawan; Putri Riskia Ramadhani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menghadapi berbagai tantangan kuat di bidang kesehatan masyarakat salah satunya adalah Penyakit menular yang masih dominan (56%), seperti diare. Di Desa Lambada Lhok kecamatan Baitussalam program penanganan diare di kecamatan ini merupakan indikator penting dalam menentukan status kesehatan. Jumlah penderita diare di wilayah Baitussalam diperkirakan 351 jiwa sedangkan kasus yang ditangani oleh Puskesmas 298 jiwa terdiri laki-laki dan perempuan. Di Desa Lambada Lhok penderita diare yang terdata di Puskesmas mencapai 45 kasus baik laki-laki maupun perempuan. Diperkirakan banyak kasus diare yang tidak terdata di Puskesmas. Berdasarkan angka kasus kejadian tersebut perlu dilakukannya suatu kegiatan yang memberikan penanganan atau peningkatan layanan Kesehatan terhadap penanganan diare pada Desa Lambada Lhok Kecamatan Baitussalam. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Lambada Lhok. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 11 Agustus 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang penyakit diare dan pencegahan diare. Sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan dini jika terjadi diare pada anggota keluarga disamping itu masyarakat juga harus menjaga Kesehatan baik lingkungna mamupun makanan agar dapat terhindar dari penyakit diare.Kata Kunci:  Pencegahan, Penyakit DiareIndonesia faces various strong challenges in the field of public health, one of which is infectious diseases which are still dominant (56%), such as diarrhea. In Lambada Lhok Village, Baitussalam sub-district, the diarrhea management program in this sub-district is an important indicator in determining health status. The number of diarrhea sufferers in the Baitussalam area is estimated at 351 people, while the cases handled by the Puskesmas are 298 people, consisting of men and women. In Lambada Lhok Village, the number of diarrhea sufferers recorded at the Puskesmas reached 45 cases, both male and female. It is estimated that many cases of diarrhea are not recorded at the Puskesmas. Based on the number of cases, it is necessary to carry out an activity that provides handling or improvement of health services for handling diarrhea in Lambada Lhok Village, Baitussalam District. The method of community service is carried out by providing counseling and education to the people of Lambada Lhok village. Participants who took part in this activity were cadres and housewives totaling 30 people which was held on August 11, 2022. The results obtained were cadres and housewives understood about diarrheal disease and diarrhea prevention. So that the community can take early prevention if diarrhea occurs in family members, besides that the community must also maintain good health both the environment and food in order to avoid diarrheal disease.Keywords: Prevention, Diarrhea
SOSIALISASI TOGA KEPADA SISWA SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki; Raudhatun Nuzul ZA; Periskila Dina Kali Kulla; Kesumawati Kesumawati; Syarifah Yanti Astrina; Desita Ria Yusian TB; Zulia Ananda; Asmaul Husna; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi secara kelompok kepada siswa-siswi tentang pengertian TOGA, Jenis dan Manfaatnya. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini adalah penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah atau pemberian materi dan menggunakan media slide power point dan brosu yang berisi penjelasan mengenai TOGA. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 6 Banda Aceh. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan TOGA meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang TOGA dan Manfaatnya.Kata Kunci: TOGA, Tanaman Obat, Obat TradisionalThe community service activities carried out aim to provide group education to students about the meaning of TOGA, its types and benefits. The method of community service activities carried out is counseling using the lecture method or giving material and using power point slide media and brochures containing explanations about TOGA. The activity was carried out at SMA Negeri 6 Banda Aceh. The conclusion from this community service is that TOGA counseling increases students' knowledge about TOGA and its benefits.Keywords: TOGA, medical Plants, Herbal Medicine
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KONSUMSI TABLET FE UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Raudhatun Nuzul ZA; Naura Azkia; Riska Amalia Putri; Noerma Ismayukha; Nurna Fauziah; Siti Afsah; Syarifah Naja; Alya Ramadhani; Anis Hikma Mulia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan zat besi, yang diperburuk oleh kebutuhan gizi tinggi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Dampak anemia tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, prestasi akademik, serta kualitas hidup remaja. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemberian suplementasi zat besi (tablet Fe) secara rutin, disertai dengan edukasi gizi dan pendampingan agar kepatuhan konsumsi dapat terjaga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe, sekaligus melakukan pendampingan agar siswa lebih disiplin dalam mengonsumsi tablet Fe secara teratur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, edukasi, pendampingan konsumsi tablet Fe, serta evaluasi. Peserta kegiatan adalah 60 orang siswi SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dipilih secara purposive. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab, disertai pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Pendampingan dilakukan selama empat minggu, di mana siswi mendapatkan tablet Fe yang dikonsumsi secara teratur dengan pengawasan guru dan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 55% setelah edukasi, serta tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe mencapai 85%. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme siswa dan dukungan pihak sekolah, sementara hambatan yang muncul adalah keluhan efek samping ringan dan kurangnya keterlibatan sebagian orang tua. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan konsumsi tablet Fe terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Program ini dapat dijadikan model implementasi pencegahan anemia berbasis sekolah yang berkelanjutan dengan melibatkan guru UKS, puskesmas, serta keluarga siswa. 
PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
Co-Authors Ainsyah, Ainsyah Aldi Kurniawan Alfitri Wahyuni Alya Ramadhani Andika, Fauziah Andryani, Mira Anggraini, Sasmita Anis Hikma Mulia Anjelini, Nurul Annisa Qadrunnada Anwar, Chairanisa Apriani Hasanah Hrp, Laila Ariani, Pratiwi Eka Aris Munandar Asmaul Husna Asmaul Husna ASNIMAR ASNIMAR, ASNIMAR Astryna, Syarifah Yanti Asyura, Finaul Aulia, Rajul Azayti, Nurul Azhima, Fazhira Azkia, Naura Cut Mawar Juwita Darmawan, Heri Dhirah, Ulfa Husna Eva Rosdiana Eva Rosdiana Faradilla Safitri, Faradilla Fathia, Mona Finaul Asyura Fitri, Dasti Wahyuni fitriyanti fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Hamzah, Diza Fathamira Hasymiah, Hasymiah Husna, Malaul Kesumawati Kesumawati Keusumawati, Keusumawati Krismontazza, Saddaq Lestari, Soraya Lisa Elvina Maisurah, Maisurah Marniati Marniati Meilina, Rulia Miftahul Jannah Nadya Nadya, Nadya Naura Azkia Noerma Ismayukha Nurhayati Nurhayati Nurlaini, Nurlaini Nurmala Dewi, Nurmala Nurna Fauziah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Priani, Pipit Putri Riskia Ramadhani Putri Santy Putri, Riska Amalia Putri, Rizka Amalia Rafiansyah, Rafiansyah Rahmayani . Rahmayani Rahmayani Rahmayani Rahmayani Rahmi, Cut Liza Raisah . Ratna Hardewi Ratna Wilis Renjani, Risky Swastika Rezeki, Sahbainur Riska Amalia Putri Rizki Swastika Renjani Rizki, Muhammad Fahrial Rizky Swastika Renjani Rosdiana, Eva RR. Ella Evrita Hestiandari Sahbainur Rezeki Santy, Putri Siti Afsah Sri Rosita Sutisna, Ma'mun Syarifah Naja Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Ulhusna, Zikra Umi Salamah Wahyui, Alfitri Wahyuni, Alfitri Willis, Ratna Yulia Fitri Yulidar Yulidar Yunita Yunita Zalfie Ardian Zulia Ananda