Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT DESA LAMBADA LHOK KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Raudhatun Nuzul ZA; Sahbainur Rezeki; Aldi Kurniawan; Putri Riskia Ramadhani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menghadapi berbagai tantangan kuat di bidang kesehatan masyarakat salah satunya adalah Penyakit menular yang masih dominan (56%), seperti diare. Di Desa Lambada Lhok kecamatan Baitussalam program penanganan diare di kecamatan ini merupakan indikator penting dalam menentukan status kesehatan. Jumlah penderita diare di wilayah Baitussalam diperkirakan 351 jiwa sedangkan kasus yang ditangani oleh Puskesmas 298 jiwa terdiri laki-laki dan perempuan. Di Desa Lambada Lhok penderita diare yang terdata di Puskesmas mencapai 45 kasus baik laki-laki maupun perempuan. Diperkirakan banyak kasus diare yang tidak terdata di Puskesmas. Berdasarkan angka kasus kejadian tersebut perlu dilakukannya suatu kegiatan yang memberikan penanganan atau peningkatan layanan Kesehatan terhadap penanganan diare pada Desa Lambada Lhok Kecamatan Baitussalam. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Lambada Lhok. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 11 Agustus 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang penyakit diare dan pencegahan diare. Sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan dini jika terjadi diare pada anggota keluarga disamping itu masyarakat juga harus menjaga Kesehatan baik lingkungna mamupun makanan agar dapat terhindar dari penyakit diare.Kata Kunci:  Pencegahan, Penyakit DiareIndonesia faces various strong challenges in the field of public health, one of which is infectious diseases which are still dominant (56%), such as diarrhea. In Lambada Lhok Village, Baitussalam sub-district, the diarrhea management program in this sub-district is an important indicator in determining health status. The number of diarrhea sufferers in the Baitussalam area is estimated at 351 people, while the cases handled by the Puskesmas are 298 people, consisting of men and women. In Lambada Lhok Village, the number of diarrhea sufferers recorded at the Puskesmas reached 45 cases, both male and female. It is estimated that many cases of diarrhea are not recorded at the Puskesmas. Based on the number of cases, it is necessary to carry out an activity that provides handling or improvement of health services for handling diarrhea in Lambada Lhok Village, Baitussalam District. The method of community service is carried out by providing counseling and education to the people of Lambada Lhok village. Participants who took part in this activity were cadres and housewives totaling 30 people which was held on August 11, 2022. The results obtained were cadres and housewives understood about diarrheal disease and diarrhea prevention. So that the community can take early prevention if diarrhea occurs in family members, besides that the community must also maintain good health both the environment and food in order to avoid diarrheal disease.Keywords: Prevention, Diarrhea
SOSIALISASI TOGA KEPADA SISWA SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki; Raudhatun Nuzul ZA; Periskila Dina Kali Kulla; Kesumawati Kesumawati; Syarifah Yanti Astrina; Desita Ria Yusian TB; Zulia Ananda; Asmaul Husna; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi secara kelompok kepada siswa-siswi tentang pengertian TOGA, Jenis dan Manfaatnya. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini adalah penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah atau pemberian materi dan menggunakan media slide power point dan brosu yang berisi penjelasan mengenai TOGA. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 6 Banda Aceh. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan TOGA meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang TOGA dan Manfaatnya.Kata Kunci: TOGA, Tanaman Obat, Obat TradisionalThe community service activities carried out aim to provide group education to students about the meaning of TOGA, its types and benefits. The method of community service activities carried out is counseling using the lecture method or giving material and using power point slide media and brochures containing explanations about TOGA. The activity was carried out at SMA Negeri 6 Banda Aceh. The conclusion from this community service is that TOGA counseling increases students' knowledge about TOGA and its benefits.Keywords: TOGA, medical Plants, Herbal Medicine
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KONSUMSI TABLET FE UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Raudhatun Nuzul ZA; Naura Azkia; Riska Amalia Putri; Noerma Ismayukha; Nurna Fauziah; Siti Afsah; Syarifah Naja; Alya Ramadhani; Anis Hikma Mulia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan zat besi, yang diperburuk oleh kebutuhan gizi tinggi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Dampak anemia tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, prestasi akademik, serta kualitas hidup remaja. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemberian suplementasi zat besi (tablet Fe) secara rutin, disertai dengan edukasi gizi dan pendampingan agar kepatuhan konsumsi dapat terjaga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe, sekaligus melakukan pendampingan agar siswa lebih disiplin dalam mengonsumsi tablet Fe secara teratur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, edukasi, pendampingan konsumsi tablet Fe, serta evaluasi. Peserta kegiatan adalah 60 orang siswi SMAN 1 Krueng Barona Jaya yang dipilih secara purposive. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab, disertai pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Pendampingan dilakukan selama empat minggu, di mana siswi mendapatkan tablet Fe yang dikonsumsi secara teratur dengan pengawasan guru dan tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 55% setelah edukasi, serta tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe mencapai 85%. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme siswa dan dukungan pihak sekolah, sementara hambatan yang muncul adalah keluhan efek samping ringan dan kurangnya keterlibatan sebagian orang tua. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan konsumsi tablet Fe terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Program ini dapat dijadikan model implementasi pencegahan anemia berbasis sekolah yang berkelanjutan dengan melibatkan guru UKS, puskesmas, serta keluarga siswa. 
PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
REMAJA CERDAS TANPA DRAMA: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI, MENTAL, DAN GIZI SEIMBANG DI SMA NEGERI 1 SUKA MAKMUR Fitriyanti Fitriyanti; Rouzatun Nisa; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The adolescent period constitutes a critical and multidimensional developmental stage, characterized by simultaneous transformations across biological, psychological, and social domains, necessitating structured and evidence-based health education responses. This community service program was designed to enhance the knowledge, attitudes, and health literacy of grade XI students at SMA Negeri 1 Suka Makmur across three principal domains: reproductive health, mental health, and balanced nutrition, through the implementation of an integrated, evidence-based educational intervention. The program employed a Participatory Learning and Action (PLA) methodology, integrating multimedia-based interactive lectures, Focus Group Discussions (FGD), case simulations, and structured educational games. The program was conducted over two days in March 2026, involving 120 student participants. Program effectiveness was assessed using validated pre-test and post-test questionnaire instruments. Data analysis revealed statistically significant improvements in mean knowledge scores across all domains: reproductive health increased from 58.4 to 82.1 (delta 40.6%), mental health from 55.7 to 79.8 (delta 43.3%), and balanced nutrition from 61.2 to 83.6 (delta 36.6%). Furthermore, 91.7% of participants reported high levels of satisfaction with the overall program. These findings consistently demonstrate that integrated and participatory health education interventions constitute an effective strategy for holistically improving adolescent health literacy. Accordingly, replication and institutionalization of similar programs within school settings are strongly recommended as a component of national health education policy. Keywords: Adolescent Reproductive Health, Mental Health, Balanced Nutrition, Health Education, Senior High School
ANALISIS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI KLINIK UTAMA BERSALIN NASTIA Fitriyanti Fitriyanti; Nuzulul Rahmi; Raudhatun Nuzul ZA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5433

Abstract

Pijat oksitosin adalah intervensi non-farmakologis yang efektif dalam merangsang produksi hormon oksitosin, sehingga mendukung kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum. Teknik ini melibatkan pemijatan lembut sepanjang tulang belakang untuk merangsang refleks let-down dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum di Klinik Utama Bersalin Nastia. Metode yang digunakan adalah pre eksperimen dengan desain posttest only design pada 20 ibu postpartum yang menerima pijat oksitosin diambil dengan teknik purposive sampel. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan produksi ASI setelah pijat oksitosin dengan p value = 0,019. Pijat oksitosin juga memberikan efek relaksasi yang mengurangi stres ibu, mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, pijat oksitosin direkomendasikan sebagai bagian dari praktik perawatan ibu postpartum.
SEDIAAN DEODORANT SPRAY DARI PIPER BETLE L. DAN ALOE VERA L. TERHADAP BAU BADAN PADA REMAJA Raudhatun Nuzul ZA; Muhammad Fahrial Rizki; Nurul Anjelini; Nurul Azayti; Fazhira Azhima
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5403

Abstract

Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sediaan deodorant spray alami dari kombinasi ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dan lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap bakteri penyebab bau badan, Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, dilanjutkan dengan uji fitokimia, formulasi enam variasi (F0–F6), uji antibakteri, dan uji iritasi kulit. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih mengandung steroid, terpenoid, saponin, flavonoid, fenolik, dan tanin, sedangkan ekstrak lidah buaya mengandung alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, fenolik, dan tanin. Formula terbaik, F4 (1:1; 10%), menunjukkan zona hambat 5 mm terhadap S. aureus dengan kategori aktivitas sedang dan tidak menimbulkan iritasi kulit. Kombinasi kedua ekstrak ini berpotensi sebagai bahan aktif alami deodorant spray yang efektif, aman, dan ramah kulit.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Naura Azkia; Riska Amalia Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5241

Abstract

AbstrakAnemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya cukup tinggi, terutama pada kelompok remaja putri. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 32%, sementara penelitian lain melaporkan angka anemia pada remaja putri dapat mencapai 48,9%. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, serta menurunnya produktivitas. Upaya pencegahan anemia salah satunya adalah melalui konsumsi tablet Fe secara teratur, namun tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta independent t-test untuk membandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p < 0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p < 0,05) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Disarankan agar pihak sekolah bersama tenaga kesehatan melaksanakan program edukasi secara rutin untuk mendukung upaya pencegahan anemia di kalangan remaja.Kata kunci: anemia, remaja putri, edukasi kesehatan, kepatuhan, tablet Fe
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astryna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 08 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Alfitri Wahyuni; Rahmat Akbar; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Indonesia kasus-kasus yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi di Indonesia masih tinggi. Sebagai contoh, angka remaja wanita usia 15-19 tahun yang melahirkan pada tahun 2002-2007 mencapai 52 per 1000 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada siswa-siswi di SMA negeri 08 Kota Banda Aceh yang dikumpulkan sebanyak 15 orang mereka kurang mengetahui dan memahami cara menjaga kesehatan yang baik dan benar.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada remaja dan meningkatkan edukasi pada para remaja terkait pemahaman tentang menjaga Kesehatan reproduksi yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian ini berupa pemberian tindakan berupa pemeriksaan Kesehatan dasar pada siswa-siswi dan penyampaian informasi mengenai Kesehatan reproduksi dan memberikan solusi dan penanganan pada siswa-siswi yang memioliki keluhan terhadap Kesehatan reproduksinya. Sasaran adalah siswa dan siswi SMA Negeri 08 Kotan Banda Aceh  yang berjumlah 78 orang. Tempat dilaksanakannya kegiatan ini di Ruang Lab IPA SMA Negeri 08 Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 April 2025. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan sebagaian besar siswa memiliki kadar HB normal, namun masih ditemukan siswa dengan Hb rendah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena kekurangan Kadar Hemoglobin pada remaja dapat menyebabkan anemia pada remaja dan kekurang fokus dalam konsentrasi belajar serta Edukasi yang diberikan pada remaja tentang menjaga kesehatan dan penanganan pada permasalahan kesehatan reproduksi memberikan informasi yang lengkap pada siswa dan dapat merubah prilaku dalam kehidupan sehari-hari.     
Co-Authors Ainsyah, Ainsyah Aldi Kurniawan Alfitri Wahyuni Alya Ramadhani Andika, Fauziah Anggraini, Sasmita Anis Hikma Mulia Annisa Qadrunnada Anwar, Chairanisa Apriani Hasanah Hrp, Laila Ariani, Pratiwi Eka Aris Munandar Asmaul Husna Asmaul Husna ASNIMAR ASNIMAR, ASNIMAR Aulia, Rajul Azkia, Naura Cut Mawar Juwita Darmawan, Heri Dewiyani, Evi Dhirah, Ulfa Husna Eva Rosdiana Eva Rosdiana Faradilla Safitri, Faradilla Fathia, Mona Fazhira Azhima Finaul Asyura Fitri, Dasti Wahyuni fitriyanti fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Hamzah, Diza Fathamira Hasymiah, Hasymiah Husna, Malaul Kesumawati Kesumawati Keusumawati, Keusumawati Krismontazza, Saddaq Lestari, Soraya Lisa Elvina Maisurah, Maisurah Marniati Marniati Meilina, Rulia Miftahul Jannah Muhammad Fahrial Rizki Nadya Nadya, Nadya Naura Azkia Noerma Ismayukha Nurhayati Nurhayati Nurlaini, Nurlaini Nurmala Dewi, Nurmala Nurna Fauziah Nurul Anjelini Nurul Azayti Nurul Hidayanti Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Priani, Pipit Putri Riskia Ramadhani Putri Santy Putri, Rizka Amalia Rafiansyah, Rafiansyah Rahmat Akbar Rahmayani . Rahmayani Rahmayani Rahmayani Rahmayani Rahmi, Cut Liza Raisah . Ratna Hardewi Ratna Wilis Renjani, Risky Swastika Riska Amalia Putri Rizki Swastika Renjani Rizky Swastika Renjani Rosdiana, Eva Rouzatun Nisa RR. Ella Evrita Hestiandari Sahbainur Rezeki Santy, Putri Siti Afsah Sri Rosita Sutisna, Ma'mun Syarifah Naja Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Tika Swandarini Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Ulhusna, Zikra Umi Salamah Wahyuni, Alfitri Willis, Ratna Yulia Fitri Yulidar Yulidar Yunita Yunita Yunita Yunita Zalfie Ardian Zulia Ananda