Claim Missing Document
Check
Articles

PEMODELAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA GEREJA BLENDUK UNTUK KONSERVASI DENGAN METODE TERRESTRIAL LASER SCANNER Nasrul Arfianto; Bandi Sasmito; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.504 KB)

Abstract

ABSTRAKBangunan cagar budaya adalah susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang berdinding dan/atau tidak berdinding dan beratap. Sebagai tempat tujuan wisata favorit di provinsi Jawa Tengah-Semarang mempunyai banyak pilihan yang tepat untuk dikunjungi, salah satunya adalah kawasan kota lama. Ada sebuah bangunan yang  wajib dikunjungi ketika berada di kota lama yaitu gereja Blenduk yang dibangun pada tahun 1753. Usia bangunan yang lebih dari 250 tahun menjadikan gereja Blenduk sangat layak dan pantas untuk dikategorikan sebagai bangunan cagar budaya. Maka dari itu harus dilakukan konservasi maupun pelestarian agar tetap terjaga secara utuh keaslian bangunan tersebut.Perkembangan dunia survei dan pemetaan sangatlah pesat. Di era modern saat ini, pemanfaatan teknologi terrestrial laser scanner (TLS) dapat memberikan solusi dalam pendokumentasian suatu bangunan maupun pengukuran topografi. Laser scanner digunakan untuk keperluan pengukuran objek-objek yang rumit dan memerlukan tingkat ketelitian tinggi. Pengambilan data dilaksanakan dengan teknologi FARO Laser Scanner Focus 3D menggunakan metode target to target registration. Hasil proses scanning (penyiaman) data berupa points clouds (titik-titik awan) dalam bentuk tiga dimensi. Pengolahan data dalam pengukuran ini dengan perangkat lunak Scene 5.1.Dalam penelitian tugas akhir ini, hasil yang dicapai adalah model 3D bangunan cagar budaya gereja Blenduk. Proses pengolahan data juga menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit 2014 untuk membuat model 3D solid. Hasil registasi data diperoleh total nilai RMS 0.032 m dengan nilai rata-rata RMS di setiap scanworld (titik berdiri alat) adalah 0.004 m. Hasil pengukuran TLS dan pengukuran electronic total station (ETS) dilakukan uji perbandingan panjang antar sisi untuk mengetahui data kualitas hasil ukuran, diperoleh nilai RMS sebesar 0.00446318 m. Kata Kunci: Electronic Total Station, Gereja Blenduk, Model 3D, Terrestrial Laser ScannerABSTRACTHeritage building has built from natural or human made objects full fill the space of walls and or no walls and roof. As a favorite tourist destination in the province of Central Java-Semarang has many options right to visit, one of them is the old town area. A building that must be visited in the old town area namely Blenduk Church was built in 1753. The building more than 250 years old was made Blenduk church very reasonable to be a heritage building. Therefore, it needs  conservation and preservation to keep the authenticity of the building.The development of surveying and mapping are very rapid. In this modern era, the using of terrestrial laser scanner technology can gives the solution to document of a building and topography measurements. Laser scanner is use to measurement the difficult objects which need a high degree of precision. Data collection was carried out with the FARO Laser Scanner Focus 3D technology that is using target to target registration method. Result of data scanning process is point clouds data in three dimension state. The data processing use software Scene 5.1 in this measurement.In this final task research, the result achieved was 3D model of Blenduk church heritage building. The data processing use software Autodesk Revit 2014 to create a 3D solid model. The result of registration data is reach the total number RMS value 0.032 m, with an average of RMS value 0.004 m in each scanworld. The measurement result of  TLS and ETS was tested the size of the length between sides to knew the quality of measurement result data with the final result of RMS around 0.00446318 m. Keywords: Blenduk Church, Electronic Total Station, Model 3D, Terrestrial Laser Scanner
ANALISIS ZONA KERAWANAN LONGSOR PADA JALUR KERETA API SEMARANG-PEKALONGAN (Studi Kasus: Stasiun Semarang Tawang – Stasiun Pekalongan) Fida Wulan Istiaji; Arief Laila Nugraha; Hani'ah hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSecara geografis jalur kereta api Semarang-Pekalongan terletak berbatasan dengan laut Jawa bagian utara, serta kondisi topografis wilayahnya yang terdiri dari daerah perbukitan, dataran rendah dan pesisir pantai. Hal tersebut menunjukkan adanya kemiringan dan tonjolan, dengan adanya perbedaan topografi tersebut mengakibatkan batuan pembentuk kulit bumi bagian atas menjadi lapuk, serta tanah yang lapuk dan banyak mengandung air menjadi labil dan mudah bergeser secara gravitasi. Daerah dengan topografi lebih tinggi berusaha mencari keseimbangan baru menuju daerah dengan topografi yang relatif lebih rendah, sehingga gerakan kulit bumi bagian atas dikenal sebagai gerakan tanah, oleh masyarakat disebut sebagai tanah longsor. Selain karena topografisnya, faktor kereta api dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan permukaan tanah yang ada dibawahnya atau disekitarnya mengalami getaran terutama pada kawasan yang memiliki kecuraman dan curah hujang yang tingggi, hal tersebut dapat menyebabkan tanah longsor.Identifikasi zona kerawanan longsor pada penelitian ini melibatkan empat parameter yaitu peta geologi, peta curah hujan, peta kelerengan dan peta tutupan lahan. Semua parameter tersebut digabungkan dengan metode tumpang tindih (overlay) sehingga didapatkan peta zona kerawanan longsor yang kemudian di tampalkan dengan peta jalur kereta api Semarang-Pekalongan yang didalamnya sudah dibagi setiap segmen yaitu 1km. Pertampalan tersebut menghasilkan peta zona kerawanan longsor pada jalur kereta api Semarang-Pekalongan yang dikelaskan menjadi tiga kelas yaitu kerawanan longsor rendah, kerawanan longsor sedang dan kerawanan longsor tinggi. Metode yang digunakan dalam pengkelasan yaitu Natural Break (Jenk).Interval hasil klasifikasi tersebut yaitu kerawanan longsor rendah 0,5-1,2, kerawanan longsor sedang >1,2-1,9, dan kerawanan longsor tinggi >1,9-2,9. Zona kerawanan longsor pada jalur kereta api Semarang-Pekalongan memberikan hasil luasan kelas kerawanan rendah sebesar 168,867 Ha, kerawanan longsor sedang 644,906 Ha, dan kerawanan longsor tinggi 84,413 Ha. Kemudian, kelas kerawanan pada setiap segmen 1km yang mempunyai kelas kerawanan rendah sejumlah 20 segmen, kelas kerawanan sedang sejumlah 57 segmen dan kerawanan tinggi mempunyai 12 segmen. Presentase dari jumlah setiap segmen yaitu kerawanan rendah 22%, kerawanan sedang 64%  dan kerawanan tinggi 14%.Kata kunci : Jalur Rel Kereta Api, Natural Break (Jenk), Overlay, Tanah Longsor ABSTRACTGeographically Semarang-pekalongan railway is borderly located with the north java sea,  and its topographic territory which is an area composed of hills, lowlands and coasts. This shows the existence of slopes and bulges, with the topographic difference, this results rock that form the upper surface of the earth become weathered, and weathered land containing plenty of water become unstable and prone to shift gravitationally. Areas with higher topographic attempt to find a new balance towards areas with lower topographic, therefor the upper skin of the earth movement is known as land movement, and people know this as landslide. Apart from its topographic, the train factor with high speed causes the surface of land below or around it to experience vibrations especially areas that have stepness and high rainfall, this causes landslide to occur.Identifiying vulnerable landslide areas in this research involves four parameters based on catalog of drafting methodologies geo hazard book with GIS which is geological map, rainfall map,  slope map, and land cover map. All these parameters are combined with an overlay method so a map on landslide vulnerabality is obtained which is then patched with the Semarang-pekalongan railway map that is classsed into 3 class that are low landslide vulnerablity, mid landslide vulnarablity, and high landslide vulnerabality. The method used in classifiying is Natural Break (Jenk).The result of interval classification is low landslide vulnerablity 0.5-1.2, mid landslide vulnarablity >1,2-1,9, high landslide vulnerabality >1,9-2,9. Landslide vulnerbality zone on Semarang-pekalongan railway present area results of low vulnerablity class as big as 168,867 Ha, mid vulnerability 644,906 Ha, and high vulnerablity 84,413 Ha. Then, class of vulnerability every segment of 1km have low vulnerability 20 segment, class mid vulnerability have 57 segment and class of high vulnerability have 12 segment. Percent from every result of segment low vulnerability is 22%, mid vulnerability 64% and high vulnerability 14%. Key Words : Landslide, Overlay, Natural Break (Jenk), and  Railway.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PERSEBARAN HOTEL DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Anisa Isna Yesiana; Andri Suprayogi; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.928 KB)

Abstract

ABSTRAK                Hotel merupakan salah satu jenis akomodasi yang mempunyai fungsi bukan hanya untuk menginap, beristirahat, makan dan minum tetapi juga sebagai tempat melangsungkan berbagai macam kegiatan sesuai dengan tujuan pasar hotel tersebut. Kota Semarang sebagai salah satu kota besar memiliki perkembangan hotel yang cukup pesat, sehingga perlu diimbangi dengan pengadaan informasi berupa aplikasi berbasis webGIS.                WebGIS didefinisikan sebagai suatu jaringan berbasis layanan informasi geografis yang dapat diakses secara online melalui internet/web. Pembuatan aplikasi ini memanfaatkan software XAMPP sebagai server localhost,  Google Maps untuk peta online yang akan disajikan ditampilan website serta Dreamweaver dan Notepad++ untuk pembuatan desain website dan melakukan coding. Setelah itu, penggunggahan dapat dilakukan menggunakan Filezilla agar website bisa diakses melalui internet.                Hasil dari penelitian ini berupa sebuah aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) persebaran hotel yang ada di Kota Semarang berbasis web yang dapat diakses oleh masyarakat secara online. Aplikasi ini dapat memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan pencarian sehingga kebutuhan informasi untuk setiap pengguna dapat terpenuhi. Kata Kunci : Hotel, Semarang, WebGIS                                                                                             ABSTRACTHotel is one type of accommodation that has a function not only to stay, relax, eat and drink but also as a place to carry out various activities in accordance with the purpose of the hotel market. Semarang City as one of the major cities have a fairly rapid development of the hotel, so it needs to be balanced with the provision of information in the form of web-based GIS applications.WebGIS is defined as a network-based geographic information services that can be accessed online via internet / web. Making these applications using software  XAMMP  as a server localhost, Google Maps for maps online that will be presented in website interface, as well as Dreamweaver and Notepad ++ for the manufacture of website design and coding. After that,  uploading can be performed using FileZilla so the website can be accessed via internet.The results of this study in the form of an application of Geographic Information Systems (GIS) distribution of hotel in Semarang City-based web that is accessible to the public online. This application can be provide convenience the society to searching so that the information needs for each user's can be fulfilled. Keyword : Hotel, Semarang, WebGIS *) Penulis Penanggung Jawab
KAJIAN AKURASI PENENTUAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 (Studi Kasus Kabupaten Lampung Timur) Victor Andreas Tarigan; Bandi Sasmito; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.987 KB)

Abstract

Garis pantai adalah garis imajiner yang menunjukkan pertemuan pantai (daratan) dan air (lautan). Walaupun secara periodik permukaan air laut selalu  berubah suatu tinggi muka air tertentu yang tetap harus dipilih untuk menjelaskan posisi garis pantai. Seiring berkembangnya teknologi, penginderaan jauh dapat digunakan untuk penentuan garis pantai. Metode penginderaan jauh dapat dilakukan dengan cepat dan menjangkau daerah yang luas.Penentuan garis pantai menggunakan citra Landsat dilakukan dengan mengaplikasikan rumus BILKO, AGSO dan Tresholding untuk membedakan daratan dan lautan. Penentuan garis pantai menggunakan citra Landsat ini dilakukan dengan mendigitasi batas antara air dan daratan.  Penentuan garis pantai menggunakan data pengukuran metode terestris dilakukan dengan menginterpolasi titik-titik data kedalaman, sehingga terbentuk DEM, dari DEM tersebut akan dibentuk kontur sesuai jam perekaman citra yakni + 0,688 untuk 27 Agustus 2017 dan + 0,611 untuk 12 September 2017.Hasil akhir penelitian ini menunjukkan langkah-langkah penentuan garis pantai menggunakan citra Landsat dan langkah-langkah penentuan garis pantai menggunakan data pengukuran dengan metode terestris. Akurasi garis pantai dari data citra Landsat terhadap garis pantai dari data pengukuran metode terestris dihitung berdasarkan PERKA BIG No 15 Tahun 2014. Metode pengapilkasian rumus BILKO memiliki ketelitian horizontal sebesar 27,712 untuk 27 Agustus 2017 dan 28,209 untuk 12 September 2017. Metode pengapilkasian rumus AGSO memiliki ketelitian horizontal sebesar 28,407 untuk 27 Agustus 2017 dan 29,555 untuk 12 September 2017. Metode Thresholding memiliki ketelitian horizontal sebesar 22,481 untuk 27 Agustus 2017 dan 23,799 untuk 12 September 2017. Bedasarkan nilai ketelitian horizontal, ketiga metode tersebut masuk kedalam kelas 2 pada skala 1 : 100.000.
KAJIAN TEKNIS KONTROL KUALITAS TAHAP STEREOKOMPILASI PADA PEMBUATAN PETA RUPABUMI INDONESIA SKALA 1 : 5000 DENGAN MENGGUNAKAN DATA REVIEWER Diana Nukita; Sawitri Subiyanto; Hani'ah hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.04 KB)

Abstract

ABSTRAK Kontrol kualitas merupakan salah satu tahapan dalam pembuatan peta rupabumi Indonesia yang bertujuan untuk memantau pembuatan peta agar sesuai dengan prosedur pembuatan peta di Badan Informasi Geospasial (BIG) dan untuk mendapatkan rantai produksi terus menerus dengan meminimalisir kesalahan. Kontrol kualitas dilakukan salah satunya pada hasil stereokompilasi unsur rupabumi skala 1 : 5000. Pelaksanaan kontrol kualitas hasil stereokompilasi harus berdasarkan formulir QC yang dikeluarkan oleh BIG.Pelaksanaan kontrol kualitas ini dilakukan dengan menggunakan software Data Reviewer. Metode yang digunakan dalam pengolahannya yaitu dengan manual dan otomatis. Metode manual pada Data reviewer dilakukan oleh menu visual reviewer, sedangkan untuk metode otomatis dilakukan oleh menu automated reviewer dan batch reviewer.Berdasarkan kajian yang telah dilakukan pada data stereokompilasi NLP 1209-1349B Kabupaten Bogor, didapati beberapa objek yang tidak memenuhi parameter QC sehingga tidak lulus kontrol kualitas. Pengecekan itu dilakukan dengan metode manual dan otomatis. Agar pengecekan berjalan secara cepat dan efisien maka penggunaan batch reviewer sangat diperlukan, namun penggunaan visual reviewer juga diperlukan untuk pengecekan kelengkapan unsur. Parameter-parameter yang tidak sesuai adalah vertex jalan tidak di capture satu kali,sungai tidak satu segmen, bangunan kurang dari 6,25 m2 dilakukan plotting, jalan yang berpotongan memiliki vertek dengan ketinggian sama, sungai yang berpotongan memiliki vertex dengan ketinggian yang sama, elevasi vertex sungai turun secara konsisten dari hulu ke hilir dan garis tepi sungai kiri dan kanan harus memiliki elevasi yang sama.            Kata Kunci : Kontrol kualitas, parameter QC, Software Data Reviewer ABSTRACT Quality Control is one of the stages in indonesian topographic map making that is intended to monitor the map creation so it is correspondent with the map making prosedure in Badan Informasi Geospasial (BIG) and to get continuous product chain by minimazing errors. Quality control is done one of them on topographic stereokompilasi element results scaling 1 : 5000. The  enforcement of the stereokompilasi quality control has to based on the QC form released by BIG.Enforcement of quality control is done by using a data reviewersoftware. The method used in the processing is manually and automatically. The manual method on the data revieweris done by visual reciever menu, where as for the automatic method is done by automated reviewer and batch reviewer menu.From studies done on stereocompilation data NLP 1209-1349B  Bogor District, it is found a couple of objects that hasn't qualified QC parameter therefor not pass quality control. The checking is done by using manual and automatic methods. So that the checking can function quickly and eficiently the use of batch reviewer is highly needed, but the use of visual reviewer is also required to check the completeness of the elements. Parameters that are not in accordance is road vertex aren't captured once, rivers aren't one segment, plotting on buildings less than 6,25 m2, roads with crossroads having vertex with the same height, rivers that cross having vertex with the same height, vertex elevation of rivers descend consistently from the upstream to downstream and the outline of rivers left and right has to have same elevation. Keywords: Quality Control, QC’s parameters, Software Data Reviewer
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA ARAB PADA SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA ARAB Haniah, Haniah
Arabi : Journal of Arabic Studies Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : IMLA (Arabic Teacher and Lecturer Association of Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.91 KB) | DOI: 10.24865/ajas.v3i1.62

Abstract

This study aims to describe and explore: 1) Forms of hamzah writing errors, phonological errors, morphology, syntax and semantics in the students’ thesis that are further evaluated and improved. 2) Factors causing language errors in students’ thesis. 3) Solution to solve the problem of language error in writing thesis. This study used a qualitative content analysis approach to language errors on 3 thesis samples of academic year 2015/2016. The results showed that there was a mistake in writing the hamzah at the beginning of the word on the hamzah qath'i and hamzah washl, as well as in the middle of the word is the misplacement of alif or waw or nibrah letters under the hamzah. The solution offered was the need for Arabic learning innovation by faculty, students refer back to mu'jam in choosing the right words, improving writing skills with continuous practice, and seriousness in writing thesis.
نقد طه حسين على الشعر الجاهلي ومساهمته في الدراسة الأدبية: Taḥā Ḥusayn's Criticism of Pre-Islamic Poetry and his Contribution to Literary Studies Kartono, Akhmad Fadhillah; Haniah, Haniah; Hamzah, Andi Abdul; Gadalla, Mohamed Saad Abdelkhalk
Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 9 No 2 (2023): KAJIAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diwan.v9i2.35161

Abstract

هذه الدراسة تهدف إلى تحليل نقد طه حسين على الشعر الجاهلي، والطرق التي سلك بها هذا الأديب في نقده وذلك لسحب مساهمته في الدراسة الأدبية. قام الباحث في هذه الدراسة بمنهج تحليل المحتوى بتحليل آراء طه حسين النقدي في مؤلفاته والنظر إلى أراء العلماء عنه المنشورة في المصنفات، ولجمع البيانات يستخدم الباحث منهج البحث المكتبي أو استطلاع الكتب فمن ثم يتم بسرد المعلومات وتصنيف البيانات لتفسيرها مستخدما منهج تحليل الاستنتاج والاستقراء. توصل البحث إلى أن طه حسين قد شك في أصالة الشعر الجاهلي وأكد أن أكثرها منحولة بعد ظهور الإسلام، وقد نهج منهجالمستشرقين في أغلب آرائه حول الشعر الجاهلي حتى شك في قيمة الأدب الجاهلي كما ابتغى إلى إعادة الإنتاج الثقافي العربي والثورة والتجديد من خلال دعوته. ولقد قدم مقتربًا اجتماعيًا ومنهجًا علميًا في دراسته للتاريخ، وإن ذلك المنهج العلمي التاريخي، والمذهب الاجتماعي في تفسير التاريخ هما الأساس والجوهر لمساهمته الفكرية الكبرى في الحياة الفكرية العربية المعاصرة. Abstract This article aims to analyze Taḥa Ḥusayn's criticism of pre-Islamic poetry, the methods he used in his criticism, and his contribution to literary studies. The researcher used a descriptive approach to analyze several texts from the opinions of scholars published in books. The data was collected using a library research method or book survey. The data was then classified and interpreted using deductive and inductive analysis. Taḥa Ḥusayn followed the path of Orientalists in most of his views on pre-Islamic poetry, even questioning the value of pre-Islamic literature. He also sought to revive Arab cultural production and revolutionize and renew it through his call. Before criticizing the poetry of any poet, Taḥa Ḥusayn called for knowing the poet's personality and understanding the environment in which he lived. These are the circumstances surrounding the poet that affect his poetry. Therefore, there is something very important in criticism, which is the artistic pleasure of enjoying the text. Regardless of the controversies surrounding this writer, we should not forget that he was a great writer, even known as the Dean of Literature. This title is only given to the best of people. This is what arouses the need to review the contribution of this writer to literary studies, which his previous scholars did not pay attention to or mentioned only a small part of it.
Pemikiran Linguistik Sibawaih: Kajian I'rab Sinta, Priti; Haniah, Haniah; Hamzah, Andi Abdul
Journal of Arabic Education and Linguistic Vol 4 No 1 (2024): Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jael.v4i1.44920

Abstract

This article discusses linguistic thinking in the study of i'rab. The purpose of writing this article is to provide an understanding related to sibawaih linguistic thinking. This article is a descriptive literature-based article. The results of this research are that Imam Sībawaih succeeded in developing the science of nahwu so that it is widely studied, he has works that are the main reference in the science of nahwu. Nahwu science is a scientific discipline that still has an attraction for Arabic language observers. The science of nahwu is one of the studies of Arabic grammar which discusses sentence structure and determining the final meaning of each word in Arabic, known as i'rab.
Muhassināt Badi’iyyah Dalam Al-Maqāmāt Al-Sāwiyah Karya Al-Hariri Mualim, Masna; Nawas, Kamaluddin Abu; Haniah, Haniah
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5181

Abstract

Penelitian bertujuan untuk 1) mengungkap jenis-jenis Muh}assinat dalam Maqamat Al-Sawiyah; 2) menganalisis rahasia retoris yang digunakan terhadap efektifitas penyampaian pesan-pesan yang terkandung dalam Maqamat Al-H{ariri; dan 3) Kontribusi muh{assinat terhadap estetika dalam Maqamat Al-Hariri.Dalam menjawab pokok permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian Kualitatif deskriptif dengan mengambil salah satu tema Maqamat Al-H{ariri dengan judul Maqamat Al-Sawiyah yang memiliki tema tentang kehidupan sebelum kematian, dan pengingat tentang kematian. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik analisis wacana (discourse analysis) dengan 3 dimensi yaitu dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Maka terdapat poin yang menjadi hasil penelitian yaitu pertama, terdapat Muh{assinat Lafz}iyyah yaitu jinas ghairu tam yang terbagi ; jinas naqis sebanyak 4 (empat) , jinas mud{ari’ sebanyak 7 (tujuh) , Jinas lahiq sebanyak 5 (lima), Jinas Mus{ahaf sebanyak 1 (satu). pada jenis saja’ peneliti menemukan sebanyak 28 (duapuluh delapan) saja’ mut}arraf dan 7 (tujuh) saja mutawazi’. pada jenis Iqtibas peneliti memukan 2 (satu) Iqtibas. kemudian pada kategori Muhssinat Ma’nawiyyah, peneliti menemukan 4 (empat) jenis Tauriyah dan 5 (lima) jenis T{ibaq. Kedua, yang peneliti temukan mengenai rahasia retoris dan yang menjadi alasan ketenaran maqamat Al-Hariri penyampaian pesan-pesan yang terkandung didalamnya yang secara efektif mempengaruhi pandangan dan pemikiran pembaca yaitu; Penggunaan bahasa Arab oleh Al-H{ariri sangat luar biasa;. Format maqamat (kumpulan), yang memadukan prosa dan puisi, bersifat inovatif dan berpengaruh. Komentar Budaya dan Sosial yang disajikan dengan kisah-kisah yang memberikan gambaran yang jelas dan sesuai dengan realitas kehidupan sosial dan budaya pada masa itu, menggunakan humor dan sindiran untuk mengkritik norma dan perilaku masyarakat sekaligus memberikan nasehat-nasehat kehidupan. Ketiga, Kontribusi muh{assinat dalam Maqamat Al-Hariri sangat penting, karena unsur ini menjadi kunci keindahan sastra dan keunikan gaya bahasa teks tersebut. Dalam karya ini, muh{assina{t merujuk pada teknik penyusunan kata maupun kalimat yang digunakan untuk memperindah bahasa, menambah daya tarik teks, dan menciptakan efek estetis serta emosional yang mendalam bagi pembaca. Sebagai bukti dari penelitian yang penulis lakukan menemukan penggunaan muh{assinat yang mendominasi dalam Maqamat Al- Sawiyah sehingga menambah estetika dan keindahan maqamat tersebut.
الأسماء المنصوبة في سورة مريم (دراسة تحليلية على نظرية تمام حسان) Fajri, Ahmad Maulana; Kasim, Amrah; Haniah, Haniah; Hijab, Zainal Abidin
Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 10 No 2 (2024): KAJIAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diwan.v10i2.34100

Abstract

تهدف هذه الدراسة إلى تحليل الظاهرة اللغوية الأسماء المنصوبة في سورة مريم، مع التركيز على الأنماط النحوية والدلالية، وكذلك تأثيرها على فهم النص القرآني. استخدمت الدراسة منهجًا وصفيًا تحليليًا مع اعتماد نظرية تمام حسن كإطار تحليلي. تم جمع البيانات الرئيسية من سورة مريم (98 آية)، بالإضافة إلى البيانات الداعمة المتمثلة في كتب التفسير والدراسات اللغوية ذات الصلة. أظهرت النتائج أن شكل المفعول به هو الأكثر هيمنة وذلك في 71 آية، مع وظائف متنوعة مثل التأكيد وتعزيز المعنى. وخلصت الدراسة إلى أن البنية النحوية في سورة مريم لا تثري فقط الأبعاد الدلالية، بل تحمل أيضًا دلالات مهمة في تعليم اللغة العربية المستندة إلى القرآن الكريم. تُساهم هذه الدراسة بشكل كبير في تطوير أساليب تدريس اللغة العربية والتفسير المعاصر. Abstract This study aims to analyze the linguistic phenomenon of Al-asmā’ al-manṣūbah (nouns in the accusative case) in Surah Maryam, focusing on grammatical and semantic patterns and their implications for Qur'anic interpretation. A descriptive-analytical approach was employed, using Tammam Hassan’s linguistic theory as an analytical framework. Primary data were drawn from Surah Maryam (98 verses), supported by references to tafsir and relevant linguistic studies. The results reveal the prevalence of maf’ūl bih forms in 71 verses, serving various functions such as emphasis and meaning enhancement. This study concludes that the grammatical structures in Surah Maryam not only enrich the semantic dimensions but also have significant implications for Arabic language education based on Qur'anic texts. The study contributes to advancing contemporary linguistic and exegetical methodologies.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Abdul Muthalib Abu Darda Ade Naufalita Adhelina Rinta Iswari Ahmad Dani Ahmad Mujahid, Ahmad Ainin, Mohammad Alfi Dian Ranu Wijaya Alfian Adi Atmaja Alhabsyi, Hadija Almira Delarizka Amal Fathullah, Amal Anastasia Astuti Andi Abdul Hamzah, Andi Abdul Andri Suprayogi Andri Yanto Parulian Tamba Anisa Isna Yesiana Arief Laila Nugraha Ariescha Eko Yuniarto Arsyad, Berti Arwan Putra Wijaya Auliannisa Auliannisa Bagus Yuli Arianto Bahtiar Ibnu Lonita Bandi Sasmito Bernard Ray Barus Chalik, Sitti Aisyah DANI PURBA Diah Ratna Setianingrum Dian Triandini Nurcahyo Diana Nukita Dikwan, Ivananda DITHO TANJUNG PRAKOSO Djuaeni, Muh. Napis DONY AGIL PRASETYO Dwi Uzteyqah Exacty Ekawati Ekawati Fadillah Amin, Nur Fajri, Ahmad Maulana Fida Wulan Istiaji Fikri, Alfikri Rausen Aditya Frandi Barata Simamora Gadalla, Mohamed Saad Abdelkhalk Galih Putro Pamungkas Garancang, Sabaruddin Giustia Puspa Geoda Guntur, Ahmad Hamdan Hamzah, A. Abdul Hamzah, Nur Afifah Hanif Arafah Mustofa Harjum, Mohamad Hasan Basyri Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Herman J Waluyo Hijab, Zainal Abidin Humaira Qanita Husen Z, Muhammad Husnul Khatimah, A. Ilham Ramadhan Ilham, Muh Ilolu, Roymanto Ilyas, Hamka Indah Risnawati Jumadil, Jumadil Kartono, Akhmad Fadhillah Kasim, Amrah Kemas Abdul Fatah Kundharu Saddhono Kurnia Darmawan Kurniawan Putra Widya Wardana Luluk Dita Shafitri Maghfirah, Tadzkiratul Mahira, Mahira Mazazatu Rosyada Miolo, Mukhtar I MIRTA INDRIASTUTI Moehammad Awaluddin Mualim, Masna Muchammad Misbachul Munir, Muchammad Misbachul Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Danny Rahman Muhammad Hakqi Munir Munir, Munir Muzakkir Muzakkir Nasrul Arfianto Nawas, Kamaluddin Abu Nur Hamzah Nurhadi Bashit Panji Pratama Putra Rd. Pintyo Pratomo Priambodo Rendi Aulia Retno Winarni Rida Hilyati Sauda Rizky Silvandie Rosika Dyah Pratiwi Sam, Zulfiah Satrio Wicaksono Sawitri Subiyanto Setiawan, Syarif Agus Sindy Pariamanda Singgih Wahyu Nugroho Sinta, Priti Sri Purwatik Sri Rahmayanti, Sri Sulaiman Hakim Sinaga Supardi Supardi Sutomo Kahar Syahruddin Usman, Syahruddin Syamsuddin, Naidin Syarifa Naula Husna TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tegar Dio Arsadya Rahadian Torkis Lubis Victor Andreas Tarigan Wahyu Adi Yuliyanto Widodo, Panggih Yenny Paras Dasuka Yesi Monika Manik Yudo Prasetyo Yunus, Abdul Qayyim Zainuddin, Ihsan Zia Ul Maksum