Fenomena homeschooling yang ditunjukkan oleh Plenger Family di TikTok menarik perhatian publik karena menunjukkan keterlibatan anak dalam kegiatan ekonomi keluarga sebagai bagian dari proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan formal, nonformal, dan informal dari perspektif SDG 4, membahas konsep homeschooling dan peran keluarga, serta mengevaluasi praktik pendidikan berbasis keluarga yang ditunjukkan oleh Plenger Family. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer diambil dari 62 video TikTok yang berisi komentar, interaksi pembelajaran tanpa kurikulum resmi, aktivitas memasak, dan menjual kue kering. Data sekunder didapatkan dari artikel ilmiah, peraturan pemerintah, dan dokumen yang berhubungan dengan homeschooling serta perlindungan anak. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang meliputi tahap reduksi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homeschooling memberikan fleksibilitas dalam belajar dan memperkuat peran keluarga. Namun, tetap diperlukan perencanaan dan penilaian yang jelas. Dalam praktik Plenger Family, fokus pembelajaran lebih pada keterampilan praktis dan kegiatan ekonomi daripada aspek akademik. Hal ini bisa berdampak pada keseimbangan pemenuhan hak pendidikan anak. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat aturan dan pengawasan terhadap praktik homeschooling berbasis digital agar tetap sesuai dengan SDG 4 dan tujuan pendidikan nasional.