Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Ketimpangan Pendapatan dan Kemiskinan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kelurahan Gubeng Evana Gusti Yanuarizta; Ariqah Tania Putri; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1424

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar serta dinamika sosial ekonomi yang kompleks. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya tahun 2025, jumlah penduduk Kota Surabaya diperkirakan mencapai sekitar 3,08 juta jiwa. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan untuk memiliki data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui pendataan Sustainable Development Goals (SDG’s) yang bertujuan menyediakan basis data pembangunan yang komprehensif hingga tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran kelurahan melalui pendataan SDG’s dalam mendukung upaya pengurangan kemiskinan sehingga tujuan “Kelurahan Tanpa Kemiskinan” dapat terwujud di Kelurahan Gubeng, Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Selain itu, kelurahan memiliki kapasitas dalam proses pendataan melalui dukungan sistem informasi, kelembagaan yang ada, serta sumber daya manusia (SDM) hingga tingkat rumah tangga sehikebarungga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran dalam mendukung program pengentasan kemiskinan.
Efektivitas Implementasi Kebijakan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam Upaya Pengurangan Kemiskinan Amelya Putri Christanty; Randita Ainun Guntari; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1480

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengevaluasi efektivitas implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam menurunkan tingkat kemiskinan agar kebijakan bantuan sosial dapat tepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meringankan biaya hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui pemberian bantuan pangan secara terarah dan berkelanjutan. Program ini berfungsi sebagai bentuk perlindungan sosial untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi BPNT dalam mengurangi kemiskinan di Kecamatan Ngoro. Selain itu, program ini juga relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-1 (No Poverty) yang berfokus pada pengurangan kemiskinan dalam segala bentuk. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh melalui tinjauan pustaka dan analisis dokumen, seperti laporan pelaksanaan program, peraturan terkait BPNT, dan statistik kemiskinan dari lembaga resmi terkait. Selain itu, studi ini dilengkapi dengan wawancara dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mengeksplorasi pengalaman, dan persepsi mereka mengenai implementasi program BPNT.
Implementasi Program Sekolah Ramah Anak di Sekolah Dasar Negeri Ketintang II/140, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya Januar Tino Fadil; Indah Prabawati; Tjitjik Rahaju; M Noer Falaq Al Amin
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2026): August 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21201318

Abstract

The Child-Friendly School program is one of the government’s efforts to create an educational environment that is safe, comfortable, inclusive, and free from violence against children. Surabaya City, as a city implementing the Child-Friendly City policy, has implemented the Child-Friendly School Program in various educational institutions, including SDN Ketintang II Surabaya. However, in its implementation, several problems are still found, such as negative verbal behavior among students, the use of harsh language, mockery, and environmental conditions around the school that do not fully support a child-friendly culture. Therefore, this study aims to describe the implementation of the Child-Friendly School Program at SDN Ketintang II Surabaya. This research used a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The focus of this study used the policy implementation theory of Donald Van Meter and Carl Van Horn which includes policy standards and objectives, resources, inter-organizational communication and implementation activities, characteristics of implementing institutions, implementers’ disposition, as well as social, economic, and political conditions. The results showed that the implementation of the Child-Friendly School Program at SDN Ketintang II Surabaya has been running fairly well through the establishment of the Child-Friendly School team, positive habituation activities, collaboration with various parties, and efforts to create a more child-friendly learning environment. However, the implementation has not been fully optimal due to obstacles such as negative verbal behavior among students and social environmental conditions around the school that do not fully support a child-friendly culture.
Evaluasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Bagi Masyarakat Kurang Mampu: Evaluation of the National Health Insurance (JKN) Program for Underprivileged Communities Cahya Kayla Azzahra Hartono; Farah Amelia Pradina; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11056

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok kurang mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program JKN bagi masyarakat kurang mampu menggunakan pendekatan evaluasi kebijakan publik yang dikemukakan oleh James E. Anderson. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap berbagai jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga terkait. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun program JKN telah berhasil memperluas akses layanan kesehatan dan menekan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga hingga 97,8%, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan. Dari sisi implementasi, terdapat ketidakselarasan penerapan regulasi di tingkat daerah dan lemahnya sosialisasi program. Dari sisi kinerja, kesenjangan kualitas layanan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih cukup signifikan. Dari sisi efisiensi, permasalahan meliputi ketidaksesuaian tarif INA-CBGs, rendahnya kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran, serta lemahnya koordinasi antarlembaga. Evaluasi berkelanjutan dan perbaikan kebijakan yang mendalam diperlukan agar JKN dapat semakin efektif berkontribusi pada pencapaian agenda SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan akses kesehatan. The National Health Insurance (JKN) program is a strategic policy of the Indonesian government aimed at providing comprehensive health protection for all levels of society, including underprivileged groups through the Premium Assistance Recipient (PBI) scheme. This study aims to evaluate the implementation of the JKN program for underprivileged communities using the public policy evaluation approach proposed by James E. Anderson. The method used was a literature review of various scientific journals, policy documents, and reports from related institutions. The evaluation results indicate that although the JKN program has succeeded in expanding access to health services and reducing household health expenditures by up to 97.8%, its implementation still faces various obstacles. In terms of implementation, there is a lack of alignment in the application of regulations at the regional level and weak program socialization. In terms of performance, the gap in service quality between urban and rural areas remains quite significant. In terms of efficiency, problems include inconsistencies in INA-CBGs tariffs, low compliance of independent participants in paying contributions, and weak coordination between institutions. Continuous evaluation and in-depth policy improvements are needed so that JKN can increasingly effectively contribute to the achievement of the SDGs agenda, particularly in poverty alleviation and equitable access to health.
Sinergi Pemerintah, Kampus, dan Swasta dalam Implementasi SDGs 17: Praktik Baik Pemberdayaan Ekonomi di Kecamatan Tambaksari Adyakzada Reswara Prambudi; Muhammad Reza Zakaria; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Vol. 9 No. 1 (2026): PARETO
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/cr8bce07

Abstract

Pencapaian agenda Sustainable Development Goals (SDGs), secara khusus pada Tujuan 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, merupakan instrumen prasyarat dalam mengurai masalah kemiskinan di perkotaan. Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi tata kelola kolaboratif berbasis Pentahelix di Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Sebagai wilayah padat penduduk, Tambaksari menginisiasi intervensi ekonomi yang melampaui pendekatan struktural tunggal dari pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan dokumentasi kebijakan daerah yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya bergeser peran menjadi orkestrator melalui penerbitan regulasi afirmatif seperti Program Padat Karya. Kesuksesan program ini didukung oleh kehadiran Perguruan Tinggi (kampus) yang memberikan pendampingan manajerial dan inovasi produk bagi UMKM, serta sektor Swasta yang menyalurkan pendanaan dan membuka rantai pasok (supply chain). Komunitas di tingkat akar rumput dan media massa melengkapi ekosistem ini dengan menjaga keberlanjutan motivasi serta merekonstruksi citra wilayah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelembagaan kolaborasi lintas sektor sangat fundamental dalam menciptakan kemandirian ekonomi, meskipun tantangan terkait sinkronisasi data antar-aktor masih perlu dibenahi.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SDG 8 DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA ALAMENDAH BERBASIS KOLABORASI PENTAHELIX Aura Aulia Sofia; Zefanya Risca Cristiani; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
PARETO : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Vol. 9 No. 1 (2026): PARETO
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/e65byx57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi dalam pengembangan desa wisata di Desa Alamendah. Pengembangan desa wisata dinilai sebagai salah satu strategi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat desa. Penelitian ini juga melihat bagaimana peran kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media dalam mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur dan analisis dokumen. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber seperti laporan kebijakan, artikel jurnal ilmiah, buku akademik, serta dokumen terkait pengembangan Desa Wisata Alamendah yang tersedia secara daring. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami bagaimana implementasi kebijakan tersebut dijalankan serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya.
VR Sebagai Inovasi Kebijakan Pembelajaran Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta dalam Mendukung Pencapaian SDGS 4: Pendidikan Berkualitas Aulia Variza Hidayat; Rifda Hasaanah; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan tantangan implementasi teknologi Virtual Reality (VR) sebagai inovasi media pembelajaran di SMA Provinsi DKI Jakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji fenomena penerapan VR di SMAN 113, SMAN 71, dan SMA Santa Ursula melalui lensa teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup empat faktor utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan VR memberikan dampak positif signifikan terhadap motivasi, pemahaman spasial, dan daya tarik belajar siswa. Namun, secara struktural, implementasi masih bersifat insidental dan sporadis akibat inisiatif mandiri sekolah tanpa dukungan kebijakan formal dari pemerintah daerah. Hambatan utama yang ditemukan meliputi ketiadaan jalur komunikasi resmi, keterbatasan kompetensi digital guru (sumber daya manusia), belum adanya alokasi anggaran khusus dalam APBD, serta ketiadaan SOP dan mekanisme koordinasi birokrasi yang jelas. Penelitian ini merekomendasikan pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera memformalkan kebijakan digitalisasi berbasis VR, menyediakan pelatihan guru berkelanjutan, dan membangun struktur birokrasi yang mendukung integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka guna mencegah kesenjangan kualitas pendidikan.
Analisis Implementasi Kebijakan Pencegahan Kekerasan Seksual Di Perguruan Tinggi Perspektif SDG 5 Kota Surabaya Avikah Zackia Putri; Azizah Nailah Mahirah; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.17463

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan meskipun Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual telah diterbitkan, mencerminkan adanya kesenjangan serius antara semangat regulasi dan realitas implementasinya di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan tersebut dalam perspektif kesetaraan gender sebagai bagian dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals Goal 5, dengan mengidentifikasi faktor penghambat pada empat variabel utama teori implementasi George C. Edward III. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis isi terhadap dokumen kebijakan, laporan resmi, dan literatur akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi seluruhnya menghadapi hambatan yang signifikan dan saling memperlemah satu sama lain. Kasus kekerasan seksual terus meningkat dari 1.628 kasus pada tahun 2021 menjadi 2.681 kasus pada tahun 2024, sementara paradoks ditemukan pada Kota Surabaya yang mencatat Indeks Ketimpangan Gender rendah sebesar 0,128 namun tetap berada dalam provinsi dengan kasus kekerasan seksual tertinggi ketiga secara nasional. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi kebijakan, peningkatan kapasitas Satgas PPKS, integrasi target penurunan ketimpangan gender dalam perencanaan daerah, serta formalisasi peran komunitas sipil kampus sebagai mitra strategis institusi.
Komunikasi Publik dalam Mewujudkan Smart Village Melalui Implementasi Layanan Digitalisasi di Desa Jatirenggo Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan Moch. Farhad Zakaria; Indah Prabawati; Tjitjik Rahaju; Firre An Suprapto
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2026): August 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21424664

Abstract

The Jatirenggo Village Government, Glagah District, Lamongan Regency, created a digital-based public service innovation through an application, namely the Jatirenggo Online Integrated Service (JALANTOL) application. In the implementation of this application, several problems occurred, namely the community did not fully understand the procedures for using the features in the application, the community still had minimal digital literacy, especially for the elderly, the application features were not fully utilized optimally, especially the complaint feature. This research method used a qualitative descriptive method. The focus of this study used the policy implementation theory from George. C. Edward III which consists of four main indicators, namely communication, resources, position, and bureaucratic structure. Data collection in this study consisted of observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that the Implementation of Jatirenggo Online Integrated Services in Jatirenggo Village, Glagah District, Lamongan Regency was not optimal or in accordance with expectations of digital-based public services. Based on the research results, the following suggestions can be given by the researcher: First, in terms of communication, the Jatirenggo Village Government needs to strengthen its socialization strategy to be more systematic, structured, and sustainable. Second, in order to address the low digital literacy of the community, the Jatirenggo Village Government needs to organize regular training and mentoring programs, especially for the elderly community. Third, regarding the suboptimal utilization of application features, especially the complaint feature, it is necessary to optimize the function and increase the attractiveness of using the application. Fourth, it is necessary to provide a clear, centralized, and easily accessible information channel regarding the procedures for using the JALANTOL application.
Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Di Desa Gunungan Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan Tri Widyastuti; Tjitjik Rahayu; Indah Prabawati; M. Noer Falaq Al Amin
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1313

Abstract

Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) merupakan salah satu program perlindungan sosial yang bertujuan membantu masyarakat miskin dan rentan miskin dalam memenuhi kebutuhan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Gunungan Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi BLT-DD di Desa Gunungan berjalan cukup baik. Aspek komunikasi efektif melalui musyawarah desa, disposisi dicerminkan oleh komitmen kuat aparatur, dan struktur birokrasi didukung pembagian tugas yang jelas. Namun, pada aspek sumber daya, terdapat kendala keterbatasan anggaran yang mengurangi jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Secara keseluruhan, program berjalan optimal meskipun masih menghadapi tantangan realokasi anggaran.
Co-Authors Abyan Gallardo Putra Prastyanto Achmad Burhan Muizzadin Adyakzada Reswara Prambudi Agnes Dwi Winata Ahmad Dwi Rifani Ahmad Nizar Hilmi Ailsa Daffa Aimi Lisia Febriani Allexa Belva Sepdiana Ayu Wijanarko Alvy Nova Sabilla Amelya Putri Christanty Ana Nafisatin Ilma Ana Waritsatul Firdaus Andin Arfi Aurellia Angelika Mariana Sihombing Anggita Cahyani Setyoningrum Anita Ayu Rahmawati Anthony Sebastiane Chandra Ariqah Tania Putri Attina Aulia Rahma Aulia Fitri Ramadani Aulia Variza Hidayat Aulya Amanda Putri Aura Aulia Sofia Avikah Zackia Putri Ayunda Putri Athamevia Azizah Nailah Mahirah Badrudin Kurniawan Bambang Sigit Widodo Cahya Kayla Azzahra Hartono Chelsea Denisa Cindy Dwi Maulidiya Clara Adeline Marpaung Deby Febriyan Eprilianto Deni Yuda Fatria Desi Nurlaily Dina Noer Islamiyah Durrotun Nafisah Eka Nur Anggraini Elsa Wahyu Pertiwi Elva Azalia Asmaranti Erika Rahma Novitasari Eva Hany Fanida Evana Gusti Yanuarizta Farah Amelia Pradina Faylla Apriliana Putri Felinta Qori’atus Syifa Fhaisa Rayya Zuriani Haryono Fierre An Suprapto Firre An Suprapto Firza Alifatuz Zhulfa Fitrotun Niswah Galih W. Pradana Galih Wahyu Pradana Habiba Dwi Wulandari Hadrian Gustin Urdha Hafizh Muhammad Aufa Haliza Firdausy Nuzula Hanifah Rosyidah Az Zahroh Ike Niyanta Ramadzani Ilma Hanifa Inaya Regita Cahyani Ivena Callista Putri Januar Tino Fadil Kaymeeloa Vipassana Ramadhani Keysia Jesika Intansari Kirani Felita June Luci Fransiska M Noer Falaq Al Amin M. Noer Falaq Al Amin M. Nur Falaq Al Amin Maharani Putri Wahyu Rahmawati Marini Muharwati Mayada Putri Lalia Mega Jihan Syahirah Meirinawati Meirinawati Melvin Aurelia Alina Putri Mila Rahmawati Moch. Farhad Zakaria Muhammad Daffa Raihan Firdaus Muhammad Dino Kurniawan Muhammad Farid Ma'ruf Muhammad Kholilur Rahman Muhammad Reza Zakaria Muhammad Turhan Yani Nabila All Anjari Nadeak Nadeak Nadhifa Firtininda Hapsari Nasya Firdaushaumy Nasywa Putri Kumara Nathasya Aura Thirrany Naura Syifa Aniendhita Navila Ayu Ariyanti Nayla Maharoh Saniyyah Nazwa Ansalna Rahmania Nisfatun Choiriyah Prastiyono, Hendri Randita Ainun Guntari Ria Cristin Ria Resti Anjani Rifda Hasaanah Rikha Janatul Ma'wa Rizki Kurniawan Rizky Maya Wulandari Sabita Nayla Riskia Sarah Nurlaily Shahirah Nurza Illani Silvi Rahma Dhani Khoirunnisa Sri Ayu Nurul Fadilah Suci Megawati Tauran T Tauran, T. Tjijik Rahaju Tjitjik Rahaju Tjitjik Rahayu Tolentino de Araujo Tolentino Tri Widyastuti Vike Agestian Frastami Wahyu Priandanata Wia Cynara S. Putri Sampoerna Widyawati Widyawati Wilda Sumarsyah Wiwik Sri Utami Yemima Chrisnanda Prasetyo Yoan Wandan Sari Zahidah Mahroini Zahra Auryn Cintany Anaka Puspita Cahyono Zaskia Bilqis Zefanya Risca Cristiani