Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Local Government and Multi-Stakeholder Collaboration in Reducing Structural Poverty: An Evaluation Study of SDGS to Overcome Poverty in Sidoarjo Regency Nisfatun Choiriyah; Andin Arfi Aurellia; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Income Journal Of Economics Development Vol. 6 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ijed.6.1.2026.711

Abstract

This study aims to analyze the role of local governments and multi-stakeholder collaboration in reducing structural poverty through the evaluation of the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) of the first goal (No Poverty) in Sidoarjo Regency. The method used is a descriptive qualitative approach with literature studies, analysis of regional policy documents, and analysis of secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) and local government reports. The results of the study show that the Sidoarjo Regency Government has integrated the SDGs targets into regional development planning through social assistance programs, MSME empowerment, and increased access to education and health. However, challenges are still found in aspects of structural poverty such as inequality in access to decent work and distribution of resources. Collaboration between government, the private sector, academia, and civil society has been proven to contribute to expanding the reach of programs and increasing the effectiveness of interventions. In conclusion, reducing structural poverty requires strengthening cross-sectoral synergy, data transparency, and evidence-based policies. The recommendations proposed are optimizing public-private partnerships, improving the quality of integrated social welfare data, and strengthening sustainable economic empowerment programs
MSMEs as a Driving Motor for Decent Work Towards a Sustainable Indonesian Economy Fhaisa Rayya Zuriani Haryono; Angelika Mariana Sihombing; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Income Journal Of Economics Development Vol. 6 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ijed.6.1.2026.743

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the Indonesian economy because they are able to encourage entrepreneurship, expand job opportunities, and increase productivity. In the labor market, MSMEs are the main source of employment for groups that have limited access to formal employment. This study uses a literature review method with a qualitative descriptive approach to analyze the role of MSMEs as a driver of decent jobs towards a sustainable Indonesian economy. The results of the study show that MSMEs contribute significantly to labor absorption and inclusive economic growth, especially for groups that have limited access to the formal sector. However, the quality of the work produced still faces various challenges, such as low wages, lack of social protection, and suboptimal working conditions. Therefore, policy support, human resource capacity building, and digital transformation are needed to strengthen the role of MSMEs in creating decent jobs and supporting Indonesia's sustainable economy.
Development of MSMEs Based on the Pentahelix Model in Supporting Regional Economic Growth in East Java Province Hafizh Muhammad Aufa; Erika Rahma Novitasari; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Income Journal Of Economics Development Vol. 6 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ijed.6.2.2026.745

Abstract

This study aims to analyze the application of the pentahelix model in the development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to support regional economic growth in East Java Province. MSMEs play an important role in regional economic growth; however, many MSME actors still face various challenges, including limited access to capital, low product innovation, and the limited use of digital technology. This study uses a qualitative approach with a descriptive method based on literature studies and documentation. The data used is secondary data obtained from official government documents, statistical reports, scientific publications, and other relevant sources related to MSME development, regional economic growth, and the concept of pentahelix. Data were collected through documentation and literature review techniques. The analysis was carried out by grouping data based on five pentahelix elements, namely the government, academics, business actors, the community, and the media. The results of the study show that the development of MSMEs in East Java has involved various stakeholders, but the synergy between actors has not run optimally. The government plays a role in providing empowerment policies and programs, academics contribute through research and mentoring, business actors play a role in innovation and market development, the community supports socio-economic networks, while the media plays a role in the promotion and dissemination of information. The main obstacles that are still faced are weak coordination, the lack of integration of inter-sector programs, and the limited use of digital technology by some MSME actors. Therefore, strengthening pentahelix collaboration is needed so that the development of MSMEs can run more effectively, sustainably, and be able to make a greater contribution to regional economic growth
Optimalisasi Kartu Indonesia Pintar dalam Mendukung Akses Pendidikan Berkualitas (SDG 4) bagi Siswa Kurang Mampu Nasywa Putri Kumara; Firza Alifatuz Zhulfa; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 5 (2026): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i5.1119

Abstract

Hak warga negara atas pendidikan telah dijamin oleh konstitusi dan menjadi pilar pembangunan nasional. Namun, ketimpangan geografis dan kemiskinan masih menghambat akses pendidikan yang merata di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai instrumen kebijakan serta merumuskan strategi optimalisasi implementasinya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 4: Quality Education). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa KIP berkontribusi dalam mengurangi beban biaya pendidikan, meningkatkan partisipasi sekolah, serta memperluas akses bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu, sehingga turut menekan angka putus sekolah. Meskipun demikian, implementasi program masih menghadapi kendala berupa ketidaktepatan sasaran penerima, ketidaksinkronan data, dan lemahnya pengawasan. Selain itu, bantuan finansial belum sepenuhnya mampu meningkatkan kualitas pendidikan tanpa dukungan sistem pendidikan yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi sistem pendataan, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta penguatan mekanisme pengawasan agar kontribusi KIP terhadap SDG 4 lebih optimal dan berkeadilan.
SEKTOR PENDIDIKAN SEBAGAI FONDASI PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS DAN BERKARAKTER Hadrian Gustin Urdha; Anthony Sebastiane Chandra; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang berpendidikan dan berkarakter. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur yang relevan, meliputi buku, artikel ilmiah, serta regulasi yang berkaitan dengan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan merupakan investasi human capital yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain meningkatkan kompetensi akademik, pendidikan juga berperan dalam membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial. Namun, efektivitas pembangunan sumber daya manusia masih dipengaruhi oleh berbagai tantangan, seperti kesenjangan mutu pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta implementasi kebijakan pendidikan yang belum merata. Oleh karena itu, penguatan kebijakan pendidikan perlu diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan layanan pendidikan, dan pengembangan karakter agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan berdaya saing.
PELUANG DAN TANTANGAN PEKERJA DIGITAL DI MEDIA SOSIAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBIJAKAN DALAM PERSPEKTIF SDGS 8 DI INDONESIA Ilma Hanifa; Kaymeeloa Vipassana Ramadhani; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan melalui berkembangnya ekosistem kerja berbasis media sosial di Indonesia. Perkembangan tersebut menciptakan berbagai peluang ekonomi baru, sekaligus menghadirkan tantangan terhadap terwujudnya pekerjaan yang layak (decent work). Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang dan tantangan pekerja digital berbasis media sosial serta implikasinya terhadap kebijakan publik dalam perspektif SDGs 8. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis melalui sintesis berbagai literatur, dokumen kebijakan, dan laporan resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memperluas akses terhadap peluang kerja melalui rendahnya hambatan memasuki pasar kerja digital, diversifikasi sumber pendapatan, dan pemberdayaan UMKM berbasis digital yang sejalan dengan target SDGs 8.3 dan 8.6. Namun demikian, pekerja digital masih menghadapi berbagai tantangan struktural, antara lain ketidakstabilan pendapatan akibat ketergantungan pada algoritma platform, risiko kelelahan psikologis (burnout), serta belum optimalnya perlindungan hukum dan jaminan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak secara otomatis menghasilkan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adaptif melalui penguatan regulasi ketenagakerjaan digital, peningkatan kapasitas digital masyarakat, serta tata kelola kolaboratif antara pemerintah, perusahaan platform, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendukung pencapaian SDGs 8 yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Peran Netralitas Birokrasi dalam Menjaga Kerukunan Masyarakat Sumenep di Tengah Arus Polarisasi Politik Ike Niyanta Ramadzani; Elva Azalia Asmaranti; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
e-JKPP Vol 12, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/ejkpp.v12i2.4893

Abstract

Penelitian ini mengkaji netralitas birokrasi di Kabupaten Sumenep sebagai respons terhadap meningkatnya patronase dan polarisasi politik, menyusul pemilihan 2024 yang berdampak pada keharmonisan sosial. Tinjauan literatur kualitatif dan analisis isi tematik mengungkap tiga paradoks: (1) persyaratan hukum untuk netralitas yang mengancam kestabilan karier aparatur sipil negara, sehingga memunculkan fenomena loyalitas ganda; (2) polarisasi politik yang melemahkan layanan publik yang setara dan memecah kerukunan masyarakat; serta (3) menggabungkan respons kebijakan untuk memulihkan netralitas demi keharmonisan sosial melalui reformasi struktural, transformasi digital, dan pendekatan budaya berbasis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaknetralan birokrasi memperbesar bias para politisi untuk layanan di tingkat desa, dan polarisasi yang mengancam kerukunan masyarakat. Berdasarkan Bawaslu dan KASN (2024), terdapat 2.034 pelanggaran terhadap netralitas ASN dalam pemilihan kepala daerah pada tahun 2020, di mana 74 persen terjadi pada tingkat kabupaten atau kota. Keberagaman budaya dan komunitas sosial di wilayah tersebut yang tercermin dalam pesantren dan gotong royong menjadikan Sumenep sangat signifikan untuk mengimplementasikan SDG 16 sebagai integrasi pembangunan politik dan ekonomi melalui integritas birokrasi menuju keharmonisan masyarakat yang berkelanjutan.
ANALISIS KEBIJAKAN PROGRAM KARTU INDONESIA PINTAR ( KIPK) DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGS 4 DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Ayunda Putri Athamevia; Ivena Callista Putri; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
e-JKPP Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/ejkpp.v12i1.4869

Abstract

The Indonesia Smart Card for Higher Education (KIP-K) program is a government scholarship aimed at supporting academically capable students from economically disadvantaged families. This study evaluates the implementation of the KIP-K program at Universitas Negeri Surabaya (UNESA) using a descriptive qualitative method. The evaluation is based on six indicators from William N. Dunn: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy. The results indicate that the program has been implemented fairly well through verification and field survey processes. However, several challenges remain, including limited administrative resources, lack of information transparency, and delays in fund disbursement. Improvements in coordination and information systems are needed to ensure the program operates more effectively and accurately. Keywords: KIP-K program, policy evaluation, educational assistance
Efektivitas Program Bantuan Sarana dan Prasarana Tambak terhadap Peningkatan Pendapatan Petambak di Kabupaten Lamongan Dina Noer Islamiyah; Agnes Dwi Winata; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.17448

Abstract

Distribusi infrastruktur perikanan tambak udang di Lamongan menghadapi kendala komunikasi (60% tidak efektif), keterlambatan infrastruktur selama 45 hari, dan rendahnya akurasi target. Hal ini mengancam pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 14 (Ekosistem Laut) akibat penggunaan berlebih pupuk kimia Urea (250 kg/ha) yang merusak ekosistem mangrove dengan kadar amonia mencapai 7,2 mg/L. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Kebijakan Pupuk Bersubsidi tahun 2026 menggunakan Model Edward III serta mengusulkan Kerangka Kerja SDG Ganda (*Dual SDG Framework*). Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan triangulasi data yang mencakup wawancara terhadap 15 penyuluh, observasi kios pupuk di wilayah Turi-Sukorejo, dan analisis dokumen SAKIP Dinas Perikanan Lamongan tahun 2023-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi satu arah gagal menjangkau 60% petani, koordinasi yang lemah menyebabkan keterlambatan 45 hari, verifikasi manual tidak dapat melayani 23 ribu petani, serta keempat variabel Edward III menunjukkan tingkat efektivitas di bawah 70%, sementara 30% tambak mengalami kerusakan akibat eutrofikasi. Solusi inovatif yang diusulkan meliputi Platform Hibrida iPubers (cakupan komunikasi 95%), Pupuk Presisi 2026 (Urea 176 kg/ha + pupuk organik 20%), Satuan Tugas Antar-Lembaga (batas keterlambatan maksimal 30 hari), dan Koperasi Udang Premium (peningkatan harga jual 25-30%). Implementasi bertahap pada periode 2026-2027 akan menjadikan Lamongan sebagai cetak biru nasional bagi akuakultur berkelanjutan untuk 127 kabupaten sentra udang, sekaligus mempercepat pencapaian SDG 1 dan SDG 14 pada tahun 2030.
Implementasi Kebijakan Mediasi dalam Penyelesaian Masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Ria Resti Anjani; Indah Prabawati; Tjijik Rahaju; Tauran T
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2026): August 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21426063

Abstract

This research is based on the dynamics of the Termination of Employment (PHK) case in Surabaya City which triggered an industrial relations dispute, where the effectiveness of non-litigation mediation at the Surabaya City Industry and Manpower Office is influenced by the level of compliance of the parties. The purpose of the research is to analyze the implementation of industrial relations policies by the Surabaya City Industry and Manpower Office in facilitating dispute resolution and fulfilling the normative rights of workers affected by layoffs. This research method uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques apply an interactive model including reduction, data presentation, and drawing conclusions. The focus of the research uses the policy implementation theory from Merilee S. Grindle which includes the content of the policy and the context of implementation. The results of the research indicate that the Surabaya City Industry and Manpower Office has carried out its duties and functions well in facilitating dispute resolution, although there are still shortcomings in its implementation. From the aspect of benefit distribution, collective administrative order has been achieved, but the fulfillment of individual rights still faces obstacles due to differences in bargaining positions and limited post-mediation supervision. Research suggestions include the need to increase the number of functional mediators, transparency, and strengthening regulations.
Co-Authors Abdur Rohman Abyan Gallardo Putra Prastyanto Achmad Burhan Muizzadin Adyakzada Reswara Prambudi Agnes Dwi Winata Ahmad Dwi Rifani Ahmad Nizar Hilmi Ailsa Daffa Aimi Lisia Febriani Allexa Belva Sepdiana Ayu Wijanarko Alvy Nova Sabilla Amelya Putri Christanty Ana Nafisatin Ilma Ana Waritsatul Firdaus Andin Arfi Aurellia Angelika Mariana Sihombing Anggita Cahyani Setyoningrum Anita Ayu Rahmawati Anthony Sebastiane Chandra Ariqah Tania Putri Attina Aulia Rahma Aulia Fitri Ramadani Aulia Variza Hidayat Aulya Amanda Putri Aura Aulia Sofia Avikah Zackia Putri Ayunda Putri Athamevia Azizah Nailah Mahirah Badrudin Kurniawan Bambang Sigit Widodo Cahya Kayla Azzahra Hartono Chelsea Denisa Cindy Dwi Maulidiya Clara Adeline Marpaung Deby Febriyan Eprilianto Deni Yuda Fatria Deris Llilian Fisfia Desi Nurlaily Dina Noer Islamiyah Dinda Eka Wahyu Wardhana Saputri Durrotun Nafisah Dwi Ayu Ijayanti Eka Nur Anggraini Elsa Wahyu Pertiwi Elva Azalia Asmaranti Erika Rahma Novitasari Eva Hany Fanida Evana Gusti Yanuarizta Farah Amelia Pradina Faylla Apriliana Putri Felinta Qori’atus Syifa Fhaisa Rayya Zuriani Haryono Fierre An Suprapto Firre An Suprapto Firza Alifatuz Zhulfa Fitrotun Niswah Galih W. Pradana Galih Wahyu Pradana Gilbert Seno Rumbiak Habiba Dwi Wulandari Hadrian Gustin Urdha Hafizh Muhammad Aufa Haliza Firdausy Nuzula Hanifah Rosyidah Az Zahroh Harmanto Harmanto Harmanto Ike Niyanta Ramadzani Ilma Hanifa Inaya Regita Cahyani Ivena Callista Putri Januar Tino Fadil Kaymeeloa Vipassana Ramadhani Keysia Jesika Intansari Kirani Felita June Listiyaningsih Listiyaningsih Listiyaningsih Luci Fransiska M Noer Falaq Al Amin M. Noer Falaq Al Amin M. Nur Falaq Al Amin Maharani Putri Wahyu Rahmawati Marini Muharwati Maya Mustika Sari Mayada Putri Lalia Mega Jihan Syahirah Meirinawati Meirinawati Melvin Aurelia Alina Putri Mila Rahmawati Moch. Farhad Zakaria Mudzakkir, Moh. Muhammad Daffa Raihan Firdaus Muhammad Dino Kurniawan Muhammad Farid Ma'ruf Muhammad Kholilur Rahman Muhammad Reza Zakaria Muhammad Turhan Yani Muharam, Moch. Mubarok Nabila All Anjari Nadeak Nadeak Nadhifa Firtininda Hapsari Nasya Firdaushaumy Nasywa Putri Kumara Nathasya Aura Thirrany Naura Syifa Aniendhita Navila Ayu Ariyanti Nayla Maharoh Saniyyah Nazwa Ansalna Rahmania Nisfatun Choiriyah Nugroho Hari Purnomo Nugroho Hari Purnomo Prastiyono, Hendri Randita Ainun Guntari Ria Cristin Ria Resti Anjani Rifda Hasaanah Rikha Janatul Ma'wa Rizki Kurniawan Rizky Maya Wulandari Sabita Nayla Riskia Sarah Nurlaily Septina Alrianingrum Shahirah Nurza Illani Silvi Rahma Dhani Khoirunnisa Sri Ayu Nurul Fadilah Suci Megawati Tauran T Tauran, T. Tjijik Rahaju Tjitjik Rahaju Tjitjik Rahayu Tolentino de Araujo Tolentino Tri Widyastuti Vike Agestian Frastami Wahyu Priandanata Wia Cynara S. Putri Sampoerna Widyawati Widyawati Wilda Sumarsyah Wisnu Wisnu Wisnu Wiwik Sri Utami Yemima Chrisnanda Prasetyo Yoan Wandan Sari Zahidah Mahroini Zahra Auryn Cintany Anaka Puspita Cahyono Zaskia Bilqis Zefanya Risca Cristiani