Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Sari Buah Melon Dalam Pengencer Tris-Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Babi Duroc: The Impact of Adding Melon Juice to Tris-Egg Yolk Diluent on the Quality of Duroc Boar Spermatozoa Fanny Tesalonika Hilly; Thomas Mata Hine; Kirenius Uly; Wilmientje Marlene Nalley
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i1.83

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak dari penambahan sari buah melon (SBM) dalam pengencer Tris-kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi duroc. Semen segar ditampung dari dua ekor pejantan babi duroc berumur 2 tahun dan dalam kondisi sehat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan lima ulangan yang terdiri atas P0 = T-KT 100%, P1 = T-KT 90% + SBM 10%, P2 = T-KT 80% + SBM 20%, P3 = T-KT 70% + SBM 30%, P4 = T-KT 60% + SBM 40%, P5 = T-KT 50% + SBM 50%. Semen segar yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi standar dengan motilitas 76,20% dan abnormalitas 3,60%. Semen yang telah diencerkan kemudian dibagi ke dalam tabung eppendorf lalu disimpan dalam kotak pendingin dengan suhu 18-20°C dan diamati setiap 12 jam hingga persentase motilitas spermatozoa menurun hingga 40%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P3 mampu mempertahankan kualitas spermatozoa yang lebih tinggi dibanding lima perlakuan lainnya (P kecil dari 0,05) sejak jam ke-12 hingga jam ke-60 penyimpanan; kecuali pada parameter abnormalitas menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata antar perlakuan (P besar dari 0,05). Kualitas spermatozoa babi duroc hingga jam ke-48 penyimpanan pada perlakuan P3 adalah: motilitas 49,40%, viabilitas 59,16%, abnormalitas 5,41%, serta daya tahan hidup 58,71 jam. Kesimpulannya adalah dengan menambahkan sari buah melon dalam pengencer Tris – kuning telur efektif untuk menjaga kualitas spermatozoa babi duroc, dengan level sari buah melon yang terbaik adalah 30%.
EFEK PENGGUNAAN SARI BUAH MELON (Cucumis melo L.) SEBAGAI ADITIF PADA PENGENCER SITRAT–KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU BABI PERANAKAN LANDRACE: The Effect of Using Melon Juice (Cucumis melo L.) as an Additive to Citrate-Egg Yolk Diluent on the Quality of Frozen Semen From Landrace Crossbred Pigs Kristina Enjelina Jigha; Thomas Mata Hine; Ni Made Paramita Setyani; Wilmintje Marlene Nelley
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah melon (SBM) dalam pengencer sitrat–kuning telur (S-KT) terhadap kualitas spermatozoa beku babi peranakan Landrace. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0: S-KT, P1: S-KT 90% + SBM 10%, P2: S-KT 80% + SBM 20%, P3: S-KT 70% + SBM 30%, dan P4: S-KT 60% + SBM 40%, masing-masing ditambahkan 4% gliserol. Semen diperoleh dari empat ekor babi jantan Landrace berumur 2–3 tahun. Spermatozoa berkualitas baik diencerkan menggunakan S-KT, kemudian dilakukan holding time selama 2 jam pada suhu ruang (24–26°C), disentrifugasi (3000 rpm, 15 menit), dan diencerkan kembali (1:1). Sampel dibagi ke dalam lima perlakuan dan dimasukkan ke dalam straw 0,5 mL. Ekuilibrasi dilakukan selama 2 jam pada suhu 3–5 °C, dilanjutkan dengan pra-pembekuan di atas nitrogen cair selama 10 menit, kemudian disimpan dalam nitrogen cair. Thawing dilakukan pada suhu 37°C selama 30 detik sebelum evaluasi. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance dan uji Duncan terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan recovery rate. Hasil menunjukkan bahwa penambahan SBM tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh parameter, namun motilitas pasca-thawing tertinggi terdapat pada P3 (23,15±3,75%). Disimpulkan bahwa penambahan sari buah melon dalam pengencer sitrat–kuning telur belum mampu meningkatkan kualitas semen beku babi peranakan Landrace secara signifikan.   Kata Kunci: gliserol, sari buah melon, sitrat-kuning telur, spermatozoa babi Landrace
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMPLIT KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERINGDAN BAHAN ORGANIK BABI FASE GROWER: Effect of Commercial Complete Feed Substitution with Moringa Leaf Flour on the Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Grower Pigs Faustus Jusing; Wilmintje Marlene Nelley; Ni Nengah Suryani; David Agustinus Nguru
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi substitusi tepung daun kelor (TDK) dalam pakan komplit komersial (PKK) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi fase pertumbuhan. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace yang berumur 3-5 bulan dengan bobot badan awal 38-55 kg dengan rataan 45,17 kg (KV=13,31%). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan yang dicobakan adalah R0: 100% PKK, R1: 90% PKK + 10% TDK, R2: 85% PKK + 15% TDK, R3: 80% PKK + 20% TDK. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Disimpulkan bahwa substitusi pakan komplit komersial dengan tepung daun kelor dari level 10%-20% dapat diberikan pada ternak babi fase grower.   Kata kunci: babi fase grower, bahan kering, bahan organik, kecernaan, tepung daun kelor
Efek Sari Daun Sereh Wangi Terhadap Kualitas Semen Babi Landrace X Duroc Dalam Pengencer Tris-Kuning Telur jourvan manasye marabijala; Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Alvrado Bire Lawa
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v13i2.21196

Abstract

The purpose of this research is to evaluate the level of lemongrass leaf extract added to Tris-egg yolk diluent to ensure that the spermatozoa quality of landrace x duroc crossbred boars is maintained during storage. In this study, fresh semen was used from 1.5 yearsold landrace x duroc crossbred boars that were in healthy condition and had been trained to collect semen. To conduct this research, completely randomized design was used, consisting of six treatments and five replications, namely: T0= Tris-egg yolk, T1= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 0,5%, T2= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 1,0%, T3= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 1,5%, T4= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 2,0%, T5= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 2,5%. After dilution, the semen was stored in a styrofoam box at a temperature of 18-20°C. Four variables were tested: motility, viability, abnormality, and sperm survival. These variables were analyzed using a variability test and Duncan's analysis. The findings revealed that the spermatozoa quality of treatment P2 at the 60th hour of observation displayed a notable distinction. (P<0.05) from other treatments. The motility value was 54.00%, the viability was 64.10%, the abnormality was 5.70%, and the sperm survival was 67.68 hours. This study found that adding lemongrass leaf extract to Tris-egg yolk diluent at a level of 1.0% improved the quality of landrace x duroc crossbred boars spermatozoa.
Efek Suplementasi Sari Buah Timun (Cucumis sativus) dalam Pengencer Tris-Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Persilangan Landrace X Duroc Theresia Oktaviana Laka; Thomas Mata Hine; Aloysius Marawali; Wilmientje Marlene Nalley
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i2.12201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan sari buah timun (SBT) dalam pengencer Tris-kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc. Materi penelitian ini menggunakan semen segar ternak babi persilangan landrace x duroc dengan umur 1,5 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan sehingga mendapatkan 30 unit percobaan. Adapun perlakuan tersebut adalah: T-KT (P0), T-KT+SBT 2% (P1), T-KT+SBT 4% (P2), T-KT+SBT 6% (P3), T-KT+SBT 8% (P4), T-KT+SBT 10% (P5). Seluruh perlakuan disimpan di dalam cool box suhu 15-20ºC dan dievaluasi setiap 12 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu: motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa. Pada jam ke-48 penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) menghasilkan nilai motilitas spermatozoa 55,00%, viabilitas spermatozoa 67,50%, abnormalitas spermatozoa 4,70%, dan daya tahan hidup spermatozoa 56,24 jam. Disimpulkan bahwa penambahan sari buah timun 8 persen ke dalam pengencer Tris-kuning telur dapat menghasilkan kualitas semen babi persilangan landrace x duroc yang lebih tinggi dari perlakuan lainnya
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Ni Made Paramita Setyani; Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Agustinus Ridlof Riwu; Kirenius Uly; Petrus Kune; Yustiany Yuliana Bette; Alvrado Bire Lawa; Simon Edison Mulik; Adyanto Nessy Banamtuan; Roni Markus Jami Riwu; Yanna Nailla Zulfa; Rut Listyadi
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Science and Health, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.
SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN TEPUNG PORANG HUTAN TERFERMENTASI TERHADAP PERFORMA BABI PERANAKAN LANDRACE FASE STARTER Asael Ebson Nabut; Ni Gusti Ayu Mulyantini; Arnold Elyazar Manu; Wilmientje Marlene Nalley; Imanuel Benu
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 2 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.2.175-183

Abstract

Ketergantungan industri peternakan babi di Nusa Tenggara Timur pada jagung memicu tingginya biaya produksi ransum, sehingga diperlukan pemanfaatan bahan pakan lokal alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi jagung dengan tepung porang hutan terfermentasi (TPHF) menggunakan ragi tape terhadap performa babi peranakan Landrace fase starter. Sebanyak 20 ekor babi peranakan Landrace berumur 1–2 bulan dengan bobot awal 6–11 kg dialokasikan ke dalam 4 perlakuan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan: P0 (kontrol; 100% jagung), P1 (substitusi 20% TPHF), P2 (substitusi 30% TPHF), dan P3 (substitusi 40% TPHF). Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian (PBB), dan konversi pakan selama 10 minggu pemeliharaan. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa substitusi jagung dengan TPHF hingga level 40% tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap seluruh variabel performa produksi. Konsumsi ransum berkisar antara 971,00–1.037,00 g/ekor/hari, PBB sebesar 338,57–370,00 g/ekor/hari, dan konversi pakan berkisar antara 2,36–2,57. Secara numerik, perlakuan P1 (substitusi 20%) memberikan respons performa produksi terbaik. Disimpulkan bahwa TPHF dapat mensubstitusi penggunaan jagung hingga level 40% tanpa menurunkan efisiensi dan performa produksi babi Landrace fase starter. ABSTRACT The high dependence of the pig farming industry in East Nusa Tenggara on corn triggers high ration production costs, necessitating the utilization of alternative local feed ingredients. This study aimed to evaluate the effect of substituting corn with fermented wild porang flour (FWPF) using tape yeast on the performance of starter-phase crossbred Landrace pigs. A total of 20 crossbred Landrace pigs aged 1–2 months with an initial weight of 6–11 kg were allocated into 4 treatments using a Completely Randomized Design (CRD) with 5 replications: P0 (control; 100% corn), P1 (20% FWPF substitution), P2 (30% FWPF substitution), and P3 (40% FWPF substitution). The variables observed included ration consumption, daily weight gain (DWG), and feed conversion during the 10-week rearing period. The results of the analysis of variance (ANOVA) showed that substituting corn with FWPF up to the 40% level had no significant effect (p > 0.05) on all production performance variables. Ration consumption ranged from 971.00–1,037.00 g/head/day, DWG was 338.57–370.00 g/head/day, and feed conversion ranged from 2.36–2.57. Numerically, the P1 treatment (20% substitution) provided the best production performance response. It was concluded that FWPF can substitute the use of corn up to the 40% level without reducing the efficiency and production performance of starter-phase Landrace pigs.
Co-Authors A. Kaka Adyanto Nessy Banamtuan Agus Saputra Agustinus Ridlof Riwu Agustinus Ridlof Riwu Aleksander Kaka Alfred Nubatonis Aloysius Marawali Aloysius Marawali Aloysius Marawali Anak Agung Gede Sugianthara Arnold Elyazar Manu Arnold Elyazar Manu Arnoldianus Harbin Asael Ebson Nabut B Purwantara B Purwantara B. Purwantara Bambang Purwantara Biqshierz V.W Koelima Burhanuddin * Burhanuddin burhanuddin Daniel Kurniawan Tulle Dani Tulle David Agustinus Nguru Demianus Ferdinand Souhoka Dodu, Tagu Fanny Tesalonika Hilly Faustus Jusing Fian K. Djita Foeh, Nancy D. F. K. Franky M S Telupere Franky M.S. Telupere G Semiadi G. Semiadi Gaina, Cynthia Dewi Gerson Andrimus Naimasus GONO SEMIADI Henderian L. L. Belli Henderiana Belli Henderiana Laura Louisa Belli Hendriana L.L. Belli Herdis . Heri Armadianto Heri Armadianto I Made Adi Sudarma I Made Suaba Aryanta Imanuel Benu Imanuel Benu J A Tamoes Jernih Blegur Johny N. Kihe jourvan manasye marabijala Juliyanti Stefania Salem kirenius uly Kirenius Uly Kirenius Uly Kristina Enjelina Jigha Kune , P. Lawa, Alvrado Bire Lombo, Jelittron Putra Lote, Nyongki Mallo, Agustinus Maman Surachman Maman Surachman Mandanil Arisma Leo Manibak, Maskrim Letlang Mardemus Misa Maria E.E. Fernandez Maria Elisabeth Anjenita Ampur Maria Epifania Barek Maria F. T. Leyn Maria G. Mega Maria Gordince Owa Maria M. Bria Maria Meldiana Jemamu Maria Orsella Rindiani Mariana Nenobais Maritje Aleonor Hilakore Maxs Urias Ebenheizer Sanam Melianus Fafo Michel Johan Matatula MUHAMMAD RIZAL N.G.A Mulyantini S.S Ni Gusti Ayu Mulyantini Ni Made Paramita Setyani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Nuba, Maria Deran Papituan, Mardan Laes Paskalis Baylon Petrus Kune Petrus Kune Petrus Kune Petrus Kune R Handarini R I Arifiantini R. Handarini R. Handarini R. Iis Arifiantini R.I. Arifiantini Reni Ratni Dapawole RI Arifiantini, RI Ristika Handarini Riwu , R. M. J. Riwu, Ronny Markus Jami Rosnah, Upik Syamsiar Rut Listyadi Rut Riwu Ratu Samuel Alexsander Singga Satria J.S. Rihileo Selsiana Dongkot Sepriyono Aklili Setyani , N. M. P. Simon Edison Mulik Sofia Marlize Soleman Manaze Weiri Sinda T L Yusuf T.L. Yusuf Tagu Dodu Tarsisius Considus Tophianong, Tarsisius Considus Theresia Oktaviana Laka Thomas Mata Hine Tree May Thiessen Outang Tuty Laswardi Yusuf Twen O. Dami Dato Ulrikus R. Lole Uly , K. Wirona Adu Yanna Nailla Zulfa Yoana D. Fransiska Yohanis Umbu Daku Waluwanja Yustiani Yuliana Bette