Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Aktivitas Inhibitor Agregasi Platelet Ekstrak Daun Bungur (Lagerstroemis speciosa) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Irianto, Ramdhani; Musdalifa, Musdalifa; Irfayanti, Nur Alfia
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.1335

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Uji Aktivitas Inhibitor Agregasi Platelet Ekstrak Etanol Daun Bungur (Lagerstroemis speciosa) pada Tikus putih (Rattus norvegicus) Jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak etanol daun bungur (Lagerstroemis speciosa) sebagai inhibitor agregasi platelet terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Daun bungur ini mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Dimana flavonoid merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat menghambat agregasi platelet. Kemampuan flavonoid tersebut mampu menghambat metabolisme asam arakidonat oleh enzim siklooksiginase. Metode penelitian yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Parameter yang digunakan yaitu waktu pendarahan dengan cara Ivy-Duke dan masa koagulasi dengan cara pipa kapiler menurut Duke. Kelompok I sebesar 16,43% dan 15,32%; kelompok II sebesar 30,33 dan 38,82%; kelompok III sebesar 60,04% dan 53,24%; kelompok IV sebesar 81,70% dan 79,76%; kelompok V sebesar 89,02% dan 85,24%. Analisis data menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bungur dosis 150 mg/200 g BB tidak memiliki aktivitas inhibitor agregasi platelet sedangkan dosis 300 mg/200 g BB dan 450 mg/200 g BB dapat meningkatkan masa pendarahan dan memperlambat masa koagulasi darah tikus putih (Rattus norvegicus) sehingga memiliki aktivitas inhibitor agregasi platelet.
Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) terhadap Mencit (Mus musculus) Marsanda A, Nia; Noer, Sitti Fauzia; Musdalifa, Musdalifa
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1767

Abstract

Analgesik yang sering dikenal sebagai anti nyeri adalah obat yang menghalangi atau mengurangi rasa sakit tanpa menyebabkan ketidaksadaran. Daun jambu biji merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat anti nyeri karena dianggap oleh masyarakat dapat memberikan alternatif dalam penanganan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas analgetik daun jambu biji (Psidium guajava L.) pada mencit (Mus musculus) dengan metode hot plate. Metode penelitian meliputi ekstraksi daun jambu biji dengan metode maserasi menggunakan cairan penyari etanol 70% dilanjutkan dengan pengujian analgetik pada mencit sebanyak 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I kontrol positif diberi asam mefenamat, kelompok II kontrol negatif diberi Na-CMC 1%, kelompok III, IV dan V diberi ekstak etanol daun jambu biji dosis 0,6 g/kg BB, 1,2 g/kg BB dan 1,8 g/kg BB yang diinduksi panas. Hasil penelitian menunjukkan 1,8 g/kgBB memiliki efek analgetik yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif asam mefenamat sedangkan pada dosis 0,6 g/kgBB dan 1,2 g/kgBB memiliki efek analgetik yang berbeda nyata dengan kontrol positif asam mefenamat. Kata Kunci: Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.), Analgetik, Nyeri
oksisitas Subkronis Biji Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Kadar SGOT, SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) Safitri, Pipit; Irfayanti, Nur Alfia; Musdalifa, Musdalifa
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1886

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman tropis dari family lauraceae yang bersal dari amerika tengah. Biji alpukat mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, steroid, terpenoid, saponin,tannin, alkaloid, sedangkan senyawa metabolit primer yaitu magnesium, kalsium, vitamin C dan vitamin E. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan biji alpukat dalam jangka waktu yang panjang maka perlu dilakukan pengujian untuk memastikan efek toksisitas dari ekstrak etanol biji alpukat dengan variasi dosis 700 mg/kgBB, 850 mg/kgBB dan 1000 mg/kgBB selama pemberian 28 hari secara berturut-turut pada tikus putih untuk melihat efek toksik yang ditimbulkan dengan melihat peningkatan parameter kadar SGOT dan SGPT. Metode maserasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan yaitu tikus putih sebanyak 20 ekor dan dibagi dalam 4 kelompok y aitu kelompok 1 Na-CMC 1% dan 2,3,4 diberi dosis perlakuan 700 mg/kgBB, 850 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB. Hasil penelitian yang telah dilakukan setelah pemberian ekstrak etanol biji alpukat selama 28 hari pada tikus putih tidak menimbulkan efek toksisitas terhadap kadar SGOT dan SGPT tidak berbeda secara signifikan dengan dosis pemberian kontrol negatif Na-CMC 1%.Kata Kunci: Ekstrak, Alpukat, Subkronis, SGOT, SGPT
Efektivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dan Daun Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Terhadap Tikus (Rattus norvegicus) Sahruni, Dian; Musdalifa, Musdalifa; Mustainah, Mustainah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1887

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin dan alkaloid. Daun kacang panjang (Vigna sinensis L.) mengandung senyawa flavonoid, kalium, vitamin C, dan efektif sebagai menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Efektivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) pada kombinasi berapa yang paling efektif pada Tikus (Rattus norvegicus). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kontrol positif (Insulin), Ekstrak etanol daun sirsak dan daun kacang panjang dengan konsentrasi 25:75, 50:50, 75:25. Sebelum perlakuan tikus diinduksi dengan Aloksan secara intraperitoneal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dan daun kacang panjang menunjukkan efektivitas antidiabetes pada tikus dengan konsentrasi 50:50 dan 75:25 yang memberikan efektivitas antidiabetes yang paling efektif dan tidak berbeda nyata dengan pemberian larutan insulin sebagai kontrol positif.
Pemahaman Makna “Tabarruj” dan Korelasinya dengan Trend Velocity di Tiktok Musdalifa, Musdalifa; Nisa, Khoirun; Ainudzaky, Muhammad; Musyafa'ah, Nur Lailatul
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/qj.v9i2.11845

Abstract

Perkembangan media sosial khususnya pada aplikasi TikTok melahirkan beragam tren digital yang memengaruhi gaya hidup dan ekspresi diri generasi muda. Salah satu tren populer adalah Velocity, yakni tarian atau gerakan tubuh dengan efek slow motion yang menonjolkan estetika visual. Fenomena ini, meskipun dipandang sebagai hiburan dan kreativitas, menimbulkan perdebatan etis dalam perspektif Islam, terutama terkait konsep tabarruj. Dalam literatur klasik, tabarruj dipahami sebagai perilaku perempuan yang menampakkan perhiasan, lekuk tubuh, atau kecantikan secara berlebihan di ruang publik sehingga memicu daya tarik lawan jenis. Artikel ini menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis studi pustaka untuk menelaah korelasi antara praktik Velocity di TikTok dengan konsep tabarruj. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian konten Velocity, khususnya yang melibatkan pakaian ketat, gerakan sensual, atau interaksi bebas lawan jenis, dapat dikategorikan mendekati tabarruj digital. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kritis dan pemahaman syariat agar umat Islam, terutama generasi muda, dapat menyikapi tren media sosial secara bijak dengan tetap menjaga etika, kehormatan diri, dan nilai keislaman.
Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran PAI di SD Muhammadiyah Nuri, R. Nurhayati; Kahar, Kahar; Hidayat, Irwin; Musdalifa, Musdalifa; Rismawati, Rismawati
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mosaic.v2i3.544

Abstract

Pengelolaan barang bekas dari lingkungan sekitar dapat menjadi sarana pembelajaran yang inspiratif, membangkitkan kreativitas peserta didik, dan menghadirkan pengalaman belajar yang menarik dan penuh makna. Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran PAI. Dalam hal ini,  pelaksana memberikan pendampingan kepada peserta didik  dengan mengubah barang bekas menjadi media pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran di SD Muhammadiyah. Adapun Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah metode Servis Learning dengan 3 tahapan diantaranya perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dan diikuti oleh 5 peserta didik dengan sangat baik dan antusias. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran dapat menghidupkan suasana kelas. Media ini sangat menarik minat dan perhatian peserta didik, sehingga dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar. Selain itu, guru dapat mengembangkan lebih lanjut media pembelajaran di kelas untuk memastikan peserta didik  tetap aktif dan tidak merasa bosan dalam belajar.
Co-Authors - Afrizal A Ifayani Haanurat Adam Nursya Ban, Muh. Agustina , Agustina Ahmad Syarief Iskandar, Ahmad Syarief Ahmad Syawal Ahmad, Syafar Ahriani, Andi Ainudzaky, Muhammad Aisyah Aisyah Akbar, M. Jalaludin Al Ansyori, Shafwan Aminuyati Anhar, Chairil Arif Wijaya Arifin, Arina Fathiyyah Bunga, Markus Choirul Fajri Daswati Daswati Elfa Syariati, Namla Evie Awuy Fatimah, Husnul Fauziah Noer, Siti Fitriani Fitriani Halimi, Ahmad Hamzah, M. Nasir Hariany Idris Hasbiullah, Hasbiullah Hasniaty, Hasniaty Herianti, Herianti Hidayat, Irwin Hidayat, Taopan Holyness Nurdin Singadimedja Irfayanti, Nur Alfia Irianto, Ramdhani Irinericy, Rani Ismail Ismail J, Reeny Purnamasari Jafar, Muh. Alfian Jannah, Raodahtul Jayawarsa, A.A. Ketut Johanis Panggeso Kahar Kahar, Kahar Karfin, Karfin Kartika, Andy Visi Khaeri, Kasful Khamila, Khamila Khoirun Nisa Lince Bulutoding Maelany, Megawaty Marsanda A, Nia Marsanda, Marsanda Masseni Merlyn Kurniawati Muhajirin, H Mustainah Mappatoba Mustalia, Mustalia Nabir, Muhaemin Narro, Wahyuddin Nasrullah Nasrullah Ningsih, Istiana Noer, Sitti Fauzia Nur Intan, Nur Nur Lailatul Musyafa’ah Nur, Makmur Jaya Nurfadillah Nurfadillah Nurhidayah Nurhidayah Nuri, R. Nurhayati Nurrahiya Nursahwal, Nursahwal Padang, Febriani Kapu’ Padapi, Astrini Padli, Herry Putri P, Feby R Nurhayati Nuri Rahmah Sari, Nur Rahman Ambo Masse Rahmansyah, Arif Rahmayani Rahmayani raudatul jannah Reni Reni, Reni Reski Ananda Putri, Andi Reza Pahlevi, Ashraf Ricky Setiawan Rismawati Rismawati Riyadi, Alif Andaru Rusly, Riyan Safitri, Pipit Sahruni, Dian Salbia, Sar Salman, Faris Sangkala, Masnawaty Sedya Santosa Shakinah, Shofiatul Sudarman Sudarman Sunatar, Bambang Syahid, Abdur Rahman Syahruddin Hattab Syahruni, Sri Syam , St.Hajrah Syam, Selvina Syam, Selvira Taqiyah, Yusrah Taqwa, Taqwa Tsabitul Azmi, Rizky Umi Habibah Wardayani, Rika Wibiantari, Dela Putri Wijaya, Riko Wirmie Eka Putra Yonas F Riwu Yulia Andriani, Yulia