p-Index From 2021 - 2026
9.388
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Abdimas Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Elemen FKIP e-PROCEEDING Share : Social Work Journal Jurnal Pendidikan Nonformal Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran International Journal of Community Service Learning MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Sosio Dialektika Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Wahana Pendidikan Progress in Social Development JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) EKONOMIKA45 INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Jurnal Basicedu Kompetensi Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Abdimas Terapan Blantika : Multidisciplinary Journal Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Diversitas : Jurnal Manajemen Jurnal Akuntansi dan Keuangan Entitas
Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS Choirotul Umami; Mustangin Mustangin; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 12 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.102 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa dengan kecerdasan logis-matematis kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal PISA. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu tes dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa dari kelas IX-D dan IX-A MTs An-Nur Bululawang yang memiliki kecerdasan logis-matematis tinggi, sedang, dan rendah. Peneliti menjadi instrumen utama, sedangkan instrumen pendukungnya yaitu soal tes kecerdasan logis-matematis, soal tes kemampuan literasi matematis, dan pedoman wawancara. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode dengan membandingkan hasil tes kemampuan literasi matematis dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1) Siswa dengan kecerdasan logis-matematis tinggi memenuhi semua indikator kemampuan literasi matematis yang ditunjukkan dengan mampu menuliskan dan menyebutkan informasi pada soal, membuat model matematika, menggunakan simbol, melakukan penalaran, merancang dan menerapkan strategi penyelesaian masalah dengan benar, serta menuliskan kesimpulan dan melakukan evaluasi. 2) Siswa dengan kecerdasan logis-matematis sedang belum memenuhi semua indikator kemampuan literasi matematis yang ditunjukkan dengan tidak membuat model matematika, tidak melakukan evaluasi, tetapi mampu menuliskan dan menyebutkan informasi pada soal, menggunakan simbol, melakukan penalaran, merancang dan menerapkan strategi penyelesaian masalah, serta menuliskan kesimpulan. 3) Siswa dengan kecerdasan logis-matematis rendah belum memenuhi semua indikator kemampuan literasi matematis yang ditunjukkan dengan tidak membuat model matematika, belum mampu menyusun dan menerapkan strategi penyelesaian masalah dengan tepat, tidak melakukan evaluasi, tetapi sudah mampu menuliskan dan menyebutkan informasi soal, melakukan penalaran, dan sudah menuliskan kesimpulan.Kata Kunci: Kemampuan Literasi Matematis, Kecerdasan Logis-Matematis, PISA
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN PENDEKATAN RME UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KOORDINAT KARTESIUS PADA SISWA KELAS VIII Sehat Marwan; Mustangin Mustangin; Abdul Halim Fathani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 11 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.964 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) untuk meningkatkan pemahaman konsep koordinat kartesius pada siswa kelas VIII. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif sebagai pendekatan utama dan juga kuantitatif sebagai pendekatan pelengkap. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas guru pada siklus I sebesar 79,6%, dan pada siklus II sebesar 84,4%. Persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar  72,60%, dan pada siklus II sebesar 83,47%. Melalui wawancara diperoloeh data persentase respon siswa pada siklus I sebesar 50%, dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33%. Persentase hasil tes pemahaman konsep pada siklus I sebesar 62,06%, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 75,86%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa, melalui model Student Facilitator and Explaining (SFE) dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep koordinat kartesius pada siswa kelas VIII MTs Al-Khairiyah Putukrejo.Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Model Student Facilitator and Explaining (SFE), Realistic Mathematic Education (RME)
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Motivasi Belajar dan Self Confidence Peserta Didik Kelas VIII SMP Raden Fatah Batu Intan Karima; Mustangin Mustangin; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 11 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.289 KB)

Abstract

 Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik ditinjau dari motivasi belajar dan self confidence . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMP Raden Fatah Batu. Subjek penelitian terdiri dari empat peserta didik yang dipilih sesuai tingkat motivasi belajar dan self confidence . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi dan self confidence  tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis, sehingga subjek kategori motivasi belajar tinggi dan self confidence  tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis sangat baik, 2) subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi dan self confidence  rendah hanya mampu memenuhi indikator ke empat, yaitu menyusun dan menerapkan strategi untuk memecahkan masalah, sehingga subjek dengan kategori motivasi belajar tinggi dan self confidence  rendah kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki kurang baik, 3) subjek dengan kategori motivasi belajar rendah dan self confidence  tinggi mampu memenuhi beberapa indikator, yaitu menentukan unsur yang diketahui dan ditanyakan, membuat model matematika, serta menuyusun dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah, sehingga subjek dengan kategori motivasi belajar rendah dan self confidence  tinggi kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki baik, 4) subjek dengan kategori motivasi belajar rendah dan self confidence  rendah hanya memenuhi satu indikator, yaitu memeriksa kembali jawaban yang diperoleh, sehingga subjek dengan kategori motivasi belajar rendah dan self confidence  rendah kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki kurang baik.Kata kunci: pemecahan masalah matematis, motivasi belajar, self confidence
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal dengan Literasi Digital pada Materi Statistika Kelas VIII SMP Siti Aris Hidayati; Mustangin Mustangin; Siti Nurul Hasana
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 33 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.674 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal dengan literasi digital pada materi statistika kelas VIII SMP. Pendekatan yang digunakan penelitian ini yaitu kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan cara purposive (bertujuan) berdasarkan pada prinsip volunteer based (kesukarelaan). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP yang berdomisili di Kecamatan Kudu dan telah mendapatkan materi staistika. Subjek penelitian yang dipilih selanjutnya dikategorikan dalam kemampuan berpikir kritis tinggi, sedang, dan rendah yang dilihat dari hasil tes kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas/validitas data dengan membandingkan kemampuan berpikir kritis dari hasil tes dan wawancara. Setelah data kredibel/valid maka dilakukan analisis data untuk memperoleh kesimpulan kemampuan berpikir kritis peserta didik sesuai dengan kategorinya. Hasil penelitian ini yaitu peserta didik yang masuk kategori kemampuan berpikir kritis tinggi mampu memenuhi lima indikator dengan baik, peserta didik masuk kategori kemampuan berpikir kritis sedang mampu memenuhi satu indikator dengan baik, dua indikator cukup baik, dan dua indikator kurang baik dan peserta didik masuk kategori kemampuan berpikir kritis rendah mampu memenuhi satu indikator dengan baik, satu indikator cukup baik, dan tiga indikator kurang baik.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI SEGIEMPAT Rizma Noer Hidayati; Mustangin Mustangin; Siti Nurul Hasana
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 33 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.307 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematika peserta didik kelas VII SMP pada materi Segiempat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ngoro. Teknik pengumpulan datanya menggunakan tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap-tahap berikut yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis di antara 6 subjek penelitian yang sudah diteliti memiliki kemampuan berpikir kritis yang berbeda antara satu dengan yang lain. Perbedaan dari masing-masing subjek bisa dilihat dari indikator yang sudah dicapai dari masing-masing subjek.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM KOORDINAT SISWA KELAS VIII SMP DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE DAN GENDER Firda Handayani; Mustangin Mustangin; Gusti Firda Khairunnisa
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 11 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.075 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi sistem koordinat siswa kelas VIII SMP ditinjau dari self confidence dan gender. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII B SMP Islam Ma’arif 02 Malang yang dipilih dengan kriteria sebagai berikut: (1) tiga siswa laki-laki masing-masing dengan tingkat kepercayaan diri tinggi, sedang, dan rendah; (2) tiga siswa perempuan masing-masing dengan tingkat kepercayaan diri tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan angket self confidence, tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memecahkan masalah, Subjek laki-laki dengan self confidence tinggi mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan, merumuskan masalah atau menyusun model matematika, dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah. Subjek perempuan dengan self confidence tinggi mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan, merumuskan masalah atau menyusun model matematika, menerapkan strategi menyelesaikan masalah, dan menjelaskan atau menginterpretasikan hasil penyelesaian. Subjek laki-laki dan perempuan dengan self confidence sedang mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan, merumuskan masalah atau menyusun model matematika, menerapkan strategi menyelesaikan masalah. Subjek laki-laki dengan self confidence rendah hanya mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan, menerapkan strategi menyelesaikan, dan menjelaskan atau menginterpretasikan hasil penyelesaian. Subjek perempuan dengan self confidence rendah hanya mampu memenuhi indikator mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan.Kata Kunci: pemecahan masalah matematika, sistem koordinat, self confidence, gender
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KONTEKSTUAL SISWA SMP DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Nanang Fahrudin; Mustangin Mustangin; Surya Sari Faradiba
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 19 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.465 KB)

Abstract

Abstrak : Dalam pembelajaran matematika, kemampuan pemecahan masalah penting untuk diperhatikan. Pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai peserta didik setelah belajar matematika. Tujuan pembelajaran matematika dapat dicapai dengan baik apabila peserta didik memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik pula. Kemampuan pemecahan masalah kontekstual peserta didik dipengaruhi kemampuan matematika dan masalah kontekstual. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran matematika kemampuan matematika dan masalah kontekstual perlu diperhatikan. Kurangnya soal-soal non rutin (masalah) dalam buku sumber menjadi salah satu penyebab, guru masih terbiasa mengadopsi soal-soal yang terdapat pada buku sumber. Selain itu, pendekatan pembelajaran dengan metode ceramah masih mendominasi dari kegiatan pembelajaran matematika di SMP. Dalam pembelajaran SMP diperlukan pembelajaran yang mampu mendorong kemampuan pemecahan masalah siswa lebih baik, maka perlu menerapkan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman, dan menekankan terhadap pengalaman serta keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pemecahan masalah. Salah satu pembelajaran yang bisa dilakukan yaitu dengan menerapkan pendekatan pembelajaran matematika yang realistis/kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah kontekstual siswa SMP Negeri 3 Arjasa kelas VII di Kecamatan Kangayan pada materi bilangan. Dalam hal ini, siswa yang menjadi subjek penelitian yaitu 1 siswa yang berkemampuan matematika tinggi, 1 siswa yang berkemampuan matematika sedang, dan 1 siswa yang berkemampuan matematika rendah. Secara umum hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa siswa SMP Negeri 3 Arjasa kelas VII yang berkemampuan matematika tinggi mampu mencapai semua indikator pemecahan masalah yaitu memahami masalah, merencanakan masalah, menyelesaikan masalah, dan memeriksa kembali secara sistematis; siswa berkemampuan matematika sedang mampu mencapai 3 indikator pemecahan masalah yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, dan menyelesaikan masalah yang dilakukan secara sistematis; dan siswa yang berkemampuan matematika rendah hanya mampu memenuhi 2 indikator pemecahan masalah yaitu memahami masalah dan merencanakan penyelesaian masalah dengan sistematis.Kata Kunci: Pemecahan Masalah Kontekstual, Kemampuan Matematika
PENDIDIKAN NONFORMAL DALAM PENGEMBANGAN PUPUK ORGANIK UNTUK KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI MASYARAKAT BINAAN CSR FUEL TERMINAL PERTAMINA SAMARINDA Karlos Joshua Kefi; Saraka Saraka; A Ismail Lukman; Mustangin Mustangin
Wahana Pendidikan Vol 9, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v9i2.7713

Abstract

Permasalahan lingkungan merupakan salah satu isu permasalahan yang terjadi di masyarakat yang disebabkan oleh penumpukan sampah. Oleh karena itu perlu ada solusi dalam pengurangan sampah di masyarakat. Hal ini diperlukan keterampilan yang memadai dari masyarakat sehingga masyarakat dapat mengolah sampah menjadi pupuk organik. Penelitian ini mengungkap bagaimana pelaksanaan pendidikan nonformal melalui pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sampah menjadi pupuk organik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif karena sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dijabarkan sebelumnya. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dengan Tim CSR Fuel Pertamina sebagai pengelola program pelatihan, Instruktur Pelatihan, dan Masyarakat sebagai peserta pelatihan. Hasil penelitian membuktikan bahwa proses pelatihan dilaksanakan dalam beberapa tahapan mulai dari tahapan perencanan dengan penilaian kebutuhan masyarakat, tahapan perancangan program berdasarkan kebutuhan masyarakat, pengkondisian peserta pelatihan dan perekrutan instruktur pelatihan. Tahapan pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan praktek sesuai dengan tujuan pelatihan yaitu peningkatan keterampilan masyarakat sehingga perlu adanya praktek. Proses pelatihan fleksibel dan sesuai dengan kesepakatan bersama dengan masyrakat serta adanya proses evaluasi program pelatihan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan pelatihan.
Penyuluhan Pendidikan Keluarga Harmonis bagi Ibu PKK Kelurahan Karang Anyar Kiki Sabrina; Ruth Dania Putry Ramadhani; Gloria Novi Tamara Tamba; Tiyo Saputra; Nurafifah Nurdin; Mustangin Mustangin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6214

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Kelurahan Karang Anyar yaitu kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang disebabkan karena kurangnya pendidikan pengetahuan tentang membangun kelurga harmonis. Oleh karena itu, pelaksanaan penyuluhan keluarga harmonis menjadi hal yang perlu dilaksankan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode edukasi melalui tahapan persiapan seperti melaksanakan koordinasi, melaksanakan sosialisasi program, menjalin kesepakatan dengan mitra, menyiapkan media pembelajaran berupa video dan modul dan pelaksanaan penyuluhan itu sendiri. Kegiatan penyuluhan pendidikan keluarga harmonis ini dilaksanakan pada bulan juli dengan peserta adalah Ibu PKK di Kelurahan Karang Anyar yang berjumlah 30 Orang. Pada pelaksanaan penyuluhan, dilaksanakan dengan menyampaikan materi dengan metode ceramah. Selanjutnya diskusi dengan para Ibu PKK terkait dengan materi yang disampaikan. Pada pelaksanaan kegiatan juga terdapat pemutaran video yang dijadikan bahan diskusi dengan para peserta. Selanjutnya evaluasi pelaksana melihat adanya pengetahuan baru dengan ibu-ibu PKK dipersilahkan untuk maju kedepan mempresentasikan atau menyampaikan hasil analisis video yang ditampilkan dikaitkan dengan materi pendidikan keluarga harmonis. Hasilnya adalah adanya pengetahuan baru bagi ibu PKK terkait dengan Pendidikan Keluarga Harmonis. The problem in Karang Anyar Village is the case of Domestic Violence (Kekerasan Dalam Rumah Tangga/ KDRT) caused by a lack of knowledge and education about building a harmonious family. Therefore, the implementation of harmonious family counselling needs to be carried out. The method used in this activity is an educational method through preparatory stages such as carrying out coordination, carrying out program socialization, establishing agreements with partners, preparing learning media in the form of videos and modules and the implementation of counselling itself. This harmonious family education counselling activity was carried out in July, with participants being PKK mothers in Karang Anyar Village, totalling 30 people. The implementation of counselling is carried out by delivering material with the lecture method. Furthermore, the discussion with the PKK mothers was related to the material presented. In the implementation of the activity, a video screening was also used as discussion material with the participants. This video is a learning medium to increase the knowledge of participants further. Furthermore, the evaluation of the implementer sees that there is new knowledge with PKK mothers who are welcome to come forward to present or convey the video analysis results related to the harmonious family education material. The result is new knowledge for PKK mothers related to Harmonious Family Education. 
Pemberdayaan Berbasis Pendidikan Keterampilan Membatik Untuk Peningkatan Kapasitas Perempuan Di LKP At - Tiqna Istika Ayu Lestari; Albert Richart Singal; Sri Wahyuni; Mustangin Mustangin; A Ismail Lukman
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 3, November 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.34614

Abstract

This study aims to examine in more depth how women's empowerment based on non-formal education in the development of batik skills in LKP -At – Tiqna. The approach to this research uses qualitative research. The method of data collection uses the method of interview, observation, study of documents. Data analysis is carried out using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity techniques use source trangulation and triangulation techniques. The results of this research related to women's empowerment based on non-formal education are that there are several processes starting from awareness to increase women's interest in being involved in empowerment programs. The awareness process is carried out by identifying the needs to formulate needs that are used as a basis for program decision making. Next is mendorngong and invite women to participate in the program by socializing the program to the wider community. The knowledge transformation process is carried out with training as an effort to provide knowledge and skills for women that are adapted to women's conditions and carried out by material delivery methods and practices. Furthermore, assistance to increase women's independence in batik development.
Co-Authors . Muhammad Ramli Buhari A. Ismail Lukman Abdul Halim Fathani Ady Setiawan AGUNG LUKITO Agustina, Jumriah Akbar, Muhammad Fauzan Albert Richart Singal Alifiani, Alifiani Alisalman, Muhamad Alkadim, Musa Alya, Nur Andareka Murih Aditya Sari Andi Ismail Lukman Andini, Destria Zulfa Andriani Lubis Andriani Lubis Arif Sugianto Asep Saepullah, Asep Astuti, Ratna Fitri Aulia, Evitha Haltania Aulya Kur'aeny, Faathihsia Ridda Aziz, Syahid Suhandi Azzahra, Audrey Yuza Baruna Setyoningrum CHOIROTUL UMAMI Cynthia, Debbie Danang Kurniawan, Danang Denis Winata Desy Kusniawati Dian Indria Astuti Doloksaribu, Rachel Angel Agatha Dwiyono, Yudo Edwin Daniel Elniati, Elniati Elsa Yunika Eni Prasetyawati Eni Sari Era Dewanti Saputri Faathihsia Ridda Aulya Kur’aeni Fadia, Sarifah Fahrul Hidayat Febriyani, Anita Fenny Putri Arfany Firda Handayani Gaza, Abdillah Gymnastiar Ginting, Riah Ukur Br Gloria Novi Tamara Tamba Gusti Firda Khairunnisa Handayani, Nuryuliyanti Hawari, Yusmita Hendra Saputra Hepy Tri Winarti Hesty Meilianawati Husnul Hasanah Idris, Nurhaifa Ihlas Nur Fahman Indi Atma Ayudatami Indra Zulfayanto Indrawati Indrawati Intan Karima Isbadar Nursit Istika Ayu Lestari Jakfar Jakfar, Jakfar Karlos Joshua Kefi Khairunnisa, Rizka Tri Khalisa, Selvi Nur Kiki Sabrina Kinanti, Andin Dwi Lailatul Fitria Lapandi, Rosalia Desy Dheltiana Ubung Lathifah, Siti Aisyah Jasmin Lina Istirochmana Linda Tri Lestari Lukman, A Ismail Lukman, A. Ismail Lukman, Andi Ismail Lukmanul, A. Ismail M Iqbal M. Iqbal Ma'rufah, Desi Wijayanti Maimunah, Maimunah Mamonto, Riski Nanda Aulia Manap, Abdul Ma’mur, Andri Miftahul Khoir, Muhammad Ayyub Muhamad Alisalman muliyah, pipit Nadhilah Fajrina Nanang Fahrudin Nisa, Wahdatan Norhidayat Norhidayat, Norhidayat Norman Edy Nufa Pramina Islami Nur Fitrianingsih Nur Rahmawati Nurafifah Nurdin Nurmeidina, Rahmatya Nurul Mahfiroh Nurwijayanti Pasha, Tito Amellya Permadi, Teguh Permata, Namira Gladiesa Pitasari, Pitasari Putri , Dilla Ananda Rahayu , Vitria Puri Rahayu, Vitria Puri Ramadhani, Aisyah Rini Yulia Sasmiyati Rizma Noer Hidayati Ruth Dania Putry Ramadhani Salsabila, Cheria Salsabila, Risa Irvani Sandy, Aisyah Trees Santi Sarip Saputra, Datep Purwa Saputra, Ramadhan Dian Saraka Saraka Saraka Saraka, Saraka Sari, Syifa Aprita Sari, Wahyu Novita Sehat Marwan Sekianti, Atik Setyawati, Sherly Simamora, Ribka Anggia Sinta Lestari Siti Aris Hidayati Siti Asna Rodliyah Siti Hajar Siti Julaeha Siti Nurul Hasana Sri Wahyuni Sri Wahyuni St. Suwarsono Suhartini Suhartini Surya Sari Faradiba Suyadi Suyadi Sylvia Rimbanita Purwanto Taba, Peronika Teguh Sugiharto Teguh Sugiharto Tiyo Saputra Tompagea, Afriah Tri Candra Wulandari Tsamrotul Ilmi Veralion, Triska Rahayu Wahdatan Nisa Walida, Sikky El Widadiya, Jihan Alifa Winarti, Hepy Tri Yayan Eryk Setiawan Yazid, Radifa Alif Yelna Andal Maiti Yudo Dwiyono Zainuddin, Zainuddin Zamima, Raysa Zulki Zulkifli Noor