Claim Missing Document
Check
Articles

Optimization of White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) Growth Using Various Media Enriched with Millet Flour Muttaqin, Zainul; Rahim, Iradhatullah; Zamzam, Syamsiar; Suherman
Integrated and Sustainable Agriculture Vol 1 No 2 (2024): Integrated and Sustainable Agriculture
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the best growing medium for the mycelium growth of F1 oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) seeds using millet flour as a nutritional supplement. A Completely Randomized Design (CRD) was applied with two factors: the type of growing medium (corn, sawdust, rice husks) and the concentration of millet flour (0%, 25%, 50%, 75%). Observed variables included mycelium growth (cm), mycelium density, and daily growth on the 7th, 14th, and 21st days after inoculation. The results indicated that corn without millet flour (J1P0) produced the best mycelium growth, while adding 25% millet flour to corn (J1P1) and sawdust (J2P1) enhanced mycelium density. However, higher millet concentrations (50% and 75%) tended to reduce growth efficiency due to excessive moisture content. This study recommends using millet flour at low concentrations to improve the efficiency of sustainable F1 oyster mushroom seed production.
Sosialisasi Mitigasi Banjir dan Sistem Normalisasi di Kabupaten Aceh Utara Sari, Hasrina; Salsabila, Almas; Muttaqin, Zainul
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v3i1.1507

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Tingginya intensitas curah hujan, sedimentasi sungai, degradasi daerah aliran sungai (DAS), serta perubahan tata guna lahan menjadi faktor utama meningkatnya risiko banjir. Pengabdian ini bertujuan menganalisis efektivitas mitigasi banjir berbasis normalisasi sistem air yang meliputi drainase, irigasi, waduk, sungai, laut, dan hutan serta mengintegrasikannya dengan pendekatan manajemen risiko. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis dokumen dari instansi terkait. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa normalisasi sistem air mampu meningkatkan kapasitas aliran dan menurunkan durasi genangan. Namun, efektivitasnya menjadi terbatas apabila tidak diintegrasikan dengan pengelolaan DAS dan kebijakan tata ruang yang berkelanjutan. Pendekatan manajemen risiko menunjukkan bahwa mitigasi struktural perlu dikombinasikan dengan mitigasi non-struktural untuk menurunkan tingkat risiko banjir secara signifikan.