Articles
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA DENGAN MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MELALUI INTEGRASI STRUKTUR PADA FUNGSI TUMBUHAN MENGGUNAKAN MODEL NESTED
Anna Fitri Hindriana;
Adi Rahmat;
Sri Redjeki;
Riandi Riandi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p158-163
Integration of teaching subject of plant structure into plant function using nested model aimed to improve student thinking skills when they are receiving information with high interconnection causing cognitive load. To facilitate the thinking skills especially on either inductive or deductive are required a learning model that can decrease cognitive load when the students receiving information caused by the teaching method (extranous load). This research using pre-experimental method with One Group Pre test Post Test design. Participants of this study were 22 students have took Plant Anatomy Course in previous semester. There are two main data collected in this study, qualitative and quantitative data. Qualitative data were gathered using documents collected from student tasks. Quantitative data were collected using paper and pencil test containing 30 items test measuring students reasoning skills about plant physiology comprehensively. The result shows that after learning using nested type student thinking skills were increased especially in inductive reasoning. Most students had thinking skill and analysis information skill categorized by good criteria. The reasoning skills of 68 % students had categorized by good criteria and only 32% of students had reasoning skills belong to sufficient criteria. The experiment design skills of 65% students were be affiliated with good criteria. We found that no more than 35% students should be guided during they do the tasts covering experimental design skills.Integrasi Struktur pada Fungsi Tumbuhan menggunakan model nested bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir mahasiswa. Model ini diperlukan pada saat mahasiswa menerima informasi dengan interkoneksi tinggi, yang dapat menimbulkan beban kognitif. Untuk memfasilitasi keterampilan berpikir terutama penalaran baik induktif maupun deduktif diperlukan adanya model pembelajaran yang dapat menurunkan beban kognitif pada saat mahasiswa menerima informasi. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One Group Pre test Post Test. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 22 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dari tugas mahasiswa pada saat melakukan analisis informasi dan angket untuk mengetahui beban kognitif mahasiswa pada saat menerima informasi ketika implementasi pembelajaran. Data kuantitatif dikumpulkan dari hasil tes penalaran yang terdiri dari 30 soal pilihan berganda beralasan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir terutama penalaran induktif setelah diterapkan pembelajaran model nested. Sebagian besar mahasiswa memiliki keterampilan berpikir dan menganalisis informasi dengan kategori baik. Kemampuan penalaran mahasiswa sebesar 68 % termasuk dalam kriteria baik dan 32% termasuk dalam kriteria cukup. Kemampuan merancang eksperimen mahasiswa sebesar 65% termasuk dalam kriteria baik. Hanya 35% mahasiswa yang masih memerlukan bimbingan dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait dengan keterampilan merancang penelitian.
IMPLEMENTASI DIMENSI BELAJAR MARZANO TERHADAP KEMAMPUAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 CIAWIGEBANG PADA MATERI EKOSISTEM
Nurdina Rosa;
Anna Fitri Hindriana;
Handayani Handayani
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/quagga.v8i2.836
Penelitian ini dilatarbelakangi karena proses pembelajaran yang masih bersifat teacher center serta terdapat persepsi negatif siswa dalam pembelajaran. Disamping itu, kurangnya mengintegrasikan dan mengembangkan pengetahuan menyebabkan pembelajaran kurang memiliki makna. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya penguasaan konsep siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dimensi belajar Marzano terhadap kemampuan penguasaan konsep siswa kelas VII SMP Negeri 4 Ciawigebang pada materi ekosistem. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi experiment yang dirancang dengan menggunakan desain posttest only control design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 4 Ciawigebang Tahun Ajaran 2015/2016 sebanyak 4 kelas. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian yang digunakan yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan VII C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda, metode observasi dan angket. Hasil data kuantitatif kemampuan penguasaan konsep siswa kelas eksperimen sebesar 70,6 yang mencapai kriteria ketuntasan minimum yakni sebesar 70 sedangkan kelas kontrol sebesar 62,4. Uji hipotesis dengan menggunakan uji t didapatkan p 0,05 yaitu 0,000 0,05 yang artinya implementasi dimensi belajar Marzano dapat berpengaruh terhadap kemampuan penguasaan konsep siswa kelas VII SMP Negeri 4 Ciawigebang pada materi ekosistem.Kata Kunci : Dimensi Belajar Marzano, Penguasaan Konsep.
Penerapan Model Pembelajaran SM2CL untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa
Pipit Damayanti;
Anna Fitri Hindriana;
Zaenal Abidin
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 14, No 1 (2022): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/quagga.v14i1.4821
Pembelajaran biologi di kelas masih terfokus pada tekstual dan masih belum mengoptimalkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis sehingga ketika pembelajaran di kelas berlangsung siswa merasa bosan dan tidak termotivasi untuk belajar lebih aktif dan bertanya mengenai materi yang didapat di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan berpikir kritis dan motivasi belajar dengan menerapkan model pembelajaran SM2CL pada materi ekosisitem di MA Khas Kempek. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel yang dijadikan sebagai subjek penelitian sebanyak dua kelas, yaitu X IPA 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 6 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 52 siswa. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran SM2CL terlaksana dengan baik sesuai dengan langkah-langkahnya, Terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada skor pretest 53,17 menjadi skor posttest 79,97. Terdapat peningkatan motivasi belajar pada siswa yang diimplementasikan SM2CL pada materi ekosistem pada kelas ekperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan rata-rata nilai motivasi belajar kelas eksperimen 85,30% sebesar sedangkan rata-rata nilai motivasi belajar kelas kontrol sebesar 76,20%. Respon positif siswa terhadap pembelajaran model SM2CL sebesar 54% dengan kriteria sangat kuat. Biology learning in the classroom is still focused on textual and still has not optimized learning models that can improve critical thinking skills. This study aims to determine the improvement of critical thinking and learning motivation by applying the SM2CL learning model to the ecosystem material at Kempek Khas MA. The research method used is quasi-experimental. The sampling technique used in this research is purposive sampling technique. The samples used as research subjects were two classes, namely X IPA 5 as the experimental class and class X IPA 6 as the control class which consisted of 52 students. The results showed that the implementation of the SM2CL learning model was carried out well according to the steps. There was an increase in students' critical thinking skills from the pretest score of 53.17 to the posttest score of 79.97. There is an increase in learning motivation in students who implemented SM2CL on ecosystem materials experimental class better than the control class with an average value of 85.30% learning motivation experimental class while the average value of learning motivation in the control class is 76.20%. The positive response of students to learning the SM2CL model is 54% with very strong criteria. The application of the SM2CL model can improve students' critical thinking skills and learning motivation on ecosystem materials at the Kempek Khas MA.
Pengembangan Lembar Kerja Praktikum Berbasis Diagram Vee Guna Memfasilitasi Kegiatan Laboratorium Secara Bermakna
Anna Fitri Hindriana
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/quagga.v12i1.2331
Lembar Kerja Praktikum untuk melaksanakan praktikum saat ini umumnya masih menuntun siswa melaksanakan verifikasi atau confirmatory saja, sehingga kegiatan praktikum menjadi tidak bermakna, karena hasil praktikum hanya berupa klarifikasi teori atau konsep saja. LKP yang digunakan untuk melaksanakan praktikum harus mendukung pemerolehan hakikat sains sehingga kegiatan praktikum menjadi bermakna. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan LKP yang dapat memfasilitasi siswa membangun pengetahuan, nilai dan keterampilan dari kegiatan praktikum. Berdasarkan kajian tersebut dikembangkanlah LKP berbasis diagram vee yang memiliki karakteristik pengembangan valuasi biologi, internalisasi pengetahuan, persepsi proses sains, serta transformasi dan analisis. Data dianalisis secara deskriptif . Validator terdiri dari 3 orang ahli dan pada tahap uji coba melibatkan 12 orang guru yang akan menggunakan LKP hasil pengembangan. Hasil uji validasi LKP yang dikembangkan memperoleh nilai 92,5 dengan kategori layak, hasil penilaian guru untuk karakteristik LKP memperoleh nilai 3,73/4 dan kebermaknaan memperoleh nilai 3,44/4. Kata Kunci : Lembar kerja praktikum; Diagram vee; Bermakna
Implementasi Model Pembelajaran Advance Organizer Berbasis Peta Konsep Terhadap Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Siswa
Yogi Sudrajat;
Sulistyono Sulistyono;
Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (454.016 KB)
|
DOI: 10.25134/edubiologica.v6i2.2376
This research is motivated by students' science process skills that are still low. Factors that cause low science process skills are low mastery of students' concepts of subject matter. The purpose of this study is 1) to describe the implementation of learning with the implementation of an advance organizer model based on concept maps on learning activities and student learning outcomes, 2) to determine the implementation of the advance organizer model based on concept maps can improve student learning activities, 3) to determine the implementation of the model advance organizer based on concept maps can improve student learning outcomes on the concept of the reproductive system, 4) to find out the response of the students to the implementation of the advance organizer model based on concept maps of learning activities and student learning outcomes. The method used in this study is mixed methods research. The sampling technique is cluster random sampling in two classes, namely the experimental class and 40 students for the control class. The research instrument used is the student activity task and rubric, concept mastery essay test, student response questionnaire on learning and teacher and student activity observation sheets. Data analysis techniques used are normality test, homogeneity test and hypothesis test. Based on the results of hypothesis testing statistics shows the value of Sig. amounting to 0.415 0.05, with a value of t = 4.855 with Sig. 0,000 0,05 means that the implementation of the advance organizer model based on concept maps can improve student learning activities on the concept of the reproductive system in class XI of SMA Negeri 1 Lumbung, Ciamis Regency. Based on the results of hypothesis testing statistics shows the value of Sig. amounting to 0.422 0.05, with a value of t = 8.336 with Sig. 0,000 0,05 means that the implementation of the advance organizer model based on concept maps can improve student learning outcomes in the concept of the reproductive system in class XI of SMA 1 Lumbung, Ciamis Regency. The conclusion in this study is the implementation of an advance organizer model based on concept maps can improve student activity and learning outcomes on the concept of reproductive systems in class XI of SMA Negeri 1 Lumbung, Ciamis RegencyKeywords: Advance organizer model; Concept map; Activity and student learning outcomes
Implementasi Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Exelearning Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa
Rohmat Rohmat;
Sulistyono Sulistyono;
Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.58 KB)
|
DOI: 10.25134/edubiologica.v7i1.2395
The low understanding of the students on the biology materials in the learning process of science causes the students' repetition value to be low. With by this background the aim of this research was to know the cognitive ability and critical thinking ability of students who in their learning process apply Problem Based Learning (PBL) learning model by using exelearning. The sample in this research is 40 students of class VIII in MTs Negeri 2 Cirebon. The sampling technique used in determining the sample was Purposive random sampling. This research uses experimental method with one class given treatment and other class not given treatment that acts as control. From the result of data analysis, it can be concluded that the cognitive ability and critical thinking ability of students using PBL (Problem Based Learning) model with exelearning assistance was superior compared to using the lecture model on the concept of human excretion system. The improvement of students' cognitive ability in the experimental class seen from the N-Gain value reached 0.73 (high) compared to the control class which only reached 0.13 (low). As for the increase gain N-Gain value of 0.71 (height) and control class reaches the value of 0.25 (low)Keywords: Problem Based Learning Model (PBL); Exelearning; Cognitive Ability; Critical Thinking Skill
Implementasi Pembelajaran Model Inquiry Berbantuan Android Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Siswa Pada Konsep Klasifikasi
Eli Herliyawati;
Anna Fitri Hindriana;
Sofyan Hasanudin Nur
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.201 KB)
|
DOI: 10.25134/edubiologica.v7i2.2995
This study aimed to improve the critical thinking ability and scientific attitude of junior high school students’ using implementation of inquiry learning with android at plant classification.This research method use quasy experiment with research design pre-test post-test control group design. The Population in this study were all seventh grade students of SMP Negeri 1 Garawangi 2019/2020 academic years. The sample in the research using the purporsive samples. The experiment class was treated using an inquiry learning with android model consisting of 29 students and the control class was treated with conventional method consisting of 28 students’. Data collection use a description test for critical thinking skills, a scientific attitude rubic for scientific attitudes and a questionnaire for student responses. Research hypothesis testing uses paired two-sample T-test with the help of SPSS 17 software. The results of the research showed that: (1) the implementation of learning inquiry model with android is well implemented, marked by an average percentage of 100 % with a very upward category. (2) There is an increased in students’ critical thinking ability with moderate N-gain criteria (0,55) and the calculated value of 10,136 at the sig level 0,05. (3) Scientific attitudes get an average total value (80) including both categories. (4) There is a corretation between students’ critical thinking ability with students’ scientific attitudes with a probability coefficient of 0,001 0,025 and a pearson correlation value of 0,442**.(5) The majority of student (88%) gave positive responses to the application of the inquiry model with android. Thus, students’ critical thinking ability and scientific attitudes increase through the model inquiry with android
Pembelajaran Blended Learning Berbasis PBL Untuk Meningkatkan Penalaran Dan Kualitas Argumentasi Siswa
Tiwi Puji Astuti;
Sulistyono Sulistyono;
Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.07 KB)
|
DOI: 10.25134/edubiologica.v6i1.2364
Paradigma pendidikan sains sudah mengalami perkembangan dalam proses pembelajaran salah satunya kemampuan penalaran dan keterampilan berargumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran dan kualitas argumentasi siswa pada konsep sistem pencernaan. Metode penelitian yang digunakan quasi eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian secara umum siswa pada kelas eksperimen memiliki kemampuan penalaran dan kualitas argumentasi memiliki korelasi positif yaitu 0,614. Sebagian besar kualitas argumentasi siswa memiliki rata- rata skor 1,37 yang berarti kualitas argumentasi siswa berada pada level 1 sampai dengan 2, hal ini disebabkan karena siswa hanya dapat memecahkan masalah dasar dan belum dapat mengemukakan argumentasi yang baik secara tertulis. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran Blended Learning berbasis PBL dapat melatih kemampuan penalaran siswa pada indikator seeing analogy, qualification, structure analysis, dan classification namun belum dapat mengemukakan argumentasi yang baik secara tertulisKeywords: Blended Learning; PBL; Penalaran; Argumentasi
Penerapan Model Jigsaw Terhadap Keterampilan Menjelaskan Konsep Dan Kemampuan Pemecahan Masalah
Sri Tuti Widiarsari;
Adun Rusyana;
Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.362 KB)
|
DOI: 10.25134/edubiologica.v7i1.2391
Penelitian bertujuan untuk untuk menggambarkan keterlaksanaan pembelajaran dengan penerapan model jigsaw pada materi ekosistem di kelas VII SMP Negeri 1 Banjaran, untuk memperoleh data pengaruh penerapan model jigsaw terhadap keterampilan menjelaskan dan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi ekosistem di kelas VII salah satu SMP Negeri di Banjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII disalah satu SMP Negeri di Banjaran Kabupaten Majalengka yang berjumlah 136 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII F yang berjumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen menerapkan model jigsaw. Instrumen penelitian yang digunakan adalah task dan rubric, tes essay dan lembar observasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah uji normalitas, uji t perlakuan dan uji N-Gain. Berdasarkan hasil analisis data uji t satu perlakuan diperoleh nilai statistik uji hipotesis memperoleh nilai t = 63,997 dengan Sig. 0,000 0,05 artinya terdapat pengaruh penerapan model problem based learning terhadap keterampilan menjelaskan pada materi ekosistem di kelas VII SMP Negeri 1 Banjaran. Berdasarkan hasil analisis data uji t satu perlakuan pada keterampilan menjelaskan dengan perolehan rata-rata nilai 81,00 diperoleh nilai statistik uji hipotesis yang menunjukan bahwa penerapan model jigsaw dapat meningkatkan keterampilan menjelaskan konsep pada materi ekosistem di kelas VII salah satu SMP Negeri di Banjaran. Hasil analisis uji hipotesis keterampilan pemecahan masalah dengan nilai rata-rata post test 79,91 menunjukkan bahwa penerapan model jigsaw dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi ekosistem di kelas VII salah satu SMP Negeri di Banjaran. Rerata N-Gain kemampuan pemecahan masalah siswa dengan penerapan model jigsaw 0,43 termasuk kriteria sedang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan model jigsaw dapat meningkatkan keterampilan menjelaskan dan kemampuan pemecahan masalah pada materi ekosistem di kelas VII salah satu SMP Negeri di BanjaranKeywords: Model jigsaw; Keterampilan menjelaskan konsep; Kemampuan pemecahan masalah
Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E Untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Kreativitas Siswa dalam Memecahkan Masalah
Juju Juheti;
Sofyan Hasanudin Nur;
Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.859 KB)
|
DOI: 10.25134/edubiologica.v6i1.2359
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya literasi sains dan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah yang merupakan hasil proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menekankan pada kemampuan siswa untuk mencari pengetahuan atau pengalaman belajar adalah Siklus Belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest and posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Darma Kabupaten Kuningan dan sampel diambil dengan menggunakan dua kelas dengan teknik simple random sampling. Kelompok eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran siklus belajar, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajarannya secara konvensional. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, tes literasi sains, lembar kerja kreativitas siswa, dan angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, diperoleh rata-rata N-gain literasi sains sebesar 0,276 untuk kelas kontrol termasuk kategori rendah dan 0,439 untuk kelas eksperimen termasuk kategori sedang. Sedangkan rata-rata N-gain kreativitas siswa dalam memecahkan masalah sebesar 0,547 untuk kelas kontrol termasuk kategori sedang dan 0,695 untuk kelas eksperimen termasuk kategori sedang. Hasil pengujian hipotesis literasi sains dengan menggunakan uji Paired Samples t Test, diperoleh thitung = 13,397 kelas eksperimen thitung = 8,966 kelas kontrol, hal ini menunjukkan bahwa literasi sains siswa dengan menggunakan model siklus belajar lebih baik daripada penggunaan model konvensional. Sedangkan hasil perhitungan kreativitas siswa diperoleh thitung = 41,869 kelas eksperimen thitung = 23,370 kelas kontrol, hal ini menunjukkan bahwa kreativitas siswa dalam memecahkan masalah menggunakan model siklus belajar lebih baik daripada penggunaan model secara konvensionalKeywords: Siklus Belajar; Literasi Sains; Kreativitas Siswa