Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan yang Tinggal di Pesisir Pantai Orisinal, Orisinal; Yasni, Hilma; Rasima, Rasima; Usrina, Nora; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17224

Abstract

ABSTRACT Stunting is a growth failure that lasts for a long time when growing up with limited access to food and health services. Stunted children who come from families with clean water facilities have a 17% chance of achieving normal height when compared to stunted children who come from families who do not have clean water facilities. Stunting is a problem because it is associated with the risk of morbidity and death, brain development so that motor development is delayed. To determine the relationship between factors that influence the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months who live on the coast. The research method used was observational with a cross-sectional design. The population in this study were all toddlers who lived on the coast of the Susoh Community. The sample in the research was parents who had toddlers aged 24-59 months, with sample criteria in the research namely being willing to be respondents, toddlers aged 24-59 months, toddlers monitoring their body and development at the Posyandu, having a KIA book. The sampling technique was carried out using multistage sampling, namely cluster random sampling with a total sample in the study of 69 toddlers consisting of 4 villages in the Susoh Community Health Center area. The data collection method uses primary data and secondary data through interviews and observation. Data analysis in this research is univariate, bivariate and multivariate. The statistical test used is logistic regression with a confidence level of 95% which is analyzed with STATA software. There is no relationship between the factors clean water sources, access to clean water, clean water quality, latrines, employment, and income with the incidence of stunting in children under five (p>0.05). There is a relationship between sanitation factors, waste management, education level and the incidence of stunting in toddlers (p<0.05). There is no relationship between clean water sources, access to clean water, clean water quality, latrines, employment and income and the incidence of stunting in children under five. There is a relationship between sanitation factors, waste management, education level and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months who live on the coast in the Susoh Community Health Center Working Area. Keywords: Stunting, Toddlers, Coastal Areas, Socio-Economics, Water Resources, Sanitation   ABSTRAK Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan yang berlangsung dalam jangka waktu lama ketika tumbuh dengan keterbatasan akses terhadap makanan dan pelayanan kesehatan. Balita stunting berawal dari keluarga dengan fasilitas air bersih memiliki kesempatan sebesar 17% untuk mencapai tinggi badan normal bila dibandingkan dengan anak stunting yang berasal dari keluarga yang tidak memiliki fasilitas air bersih. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan risiko kesakitan dan kematian, perkembangan otak sehingga perkembanagan motorik terlabat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan yang tinggal di pesisir pantai. Metode penelitian yang digunakan observasional dengan rancangan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah seluruh balita yang tinggal di pesisir pantai. Sampel dalam penelitian orang tua yang mempunyai balita usia 24-59 bulan, dengan kriteria sampel dalam penelitian yaitu bersedia menjadi responden, balita berusia 24-59 bulan, balita melakukan pemantau tubuh kembang di Posyandu, memiliki buku KIA. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara multistage sampling yaitu cluster random sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian 69 balita yang terdiri dari 4 desa yang ada diwilayah Puskesmas Susoh. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder melalui wawancara dan observasi. Analisa data dalam penelitian ini berupa univariat, bivariat, dan multivariat. Uji statistic yang digunakan yaitu regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95% yang di analisa dengan Software STATA. Tidak ada hubungan antara faktor sumber air bersih, akses air bersih, kualitas air bersih, jamban, pekerjaan, dan penghasilan dengan kejadian stunting pada balita (p>0.05). Ada hubungan antara faktor sanitasi, pengelolaan limbah, tingkat pendidikan dengan kejadian stunting pada balita (p<0.05). Tidak ada hubungan antara faktor sumber air bersih, akses air bersih, kualitas air bersih, jamban, pekerjaan, dan penghasilan dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara faktor sanitasi, pengelolaan limbah, tingkat pendidikan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan yang tinggal di pesisir pantai di Wilayah Kerja Puskemas Susoh Kata Kunci: Stunting, Balita, Pesisir Pantai, Sosial Ekonomi, Sumber Air, Sanitasi
Faktor Kepadatan Penduduk dan Pengetahuan terhadap Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ladang Tuha Aceh Selatan Usrina, Nora; Yasni, Hilma; Usman, Said; Zakaria, Radhiah; Julissasman, Julissasman; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17062

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization, Tuberculosis is the second most deadly disease in the world in 2021 after Covid-19, and is ranked 13th (thirteenth) as the main cause of death worldwide. Indonesia is ranked third in the world with the highest number of TB cases after India and China. South Aceh Regency is the area with the highest TB cases in Aceh Province. Data from the health service, South Aceh Regency shows an increase in the number of pulmonary TB cases every year. In 2019, there were 260 cases of pulmonary TB, and in 2020, there were 387 cases of pulmonary TB. To determine the factors of knowledge and population density on pulmonary tuberculosis in the working area of Ladang Tuha Community Health Center, South Aceh Regency. This research design is in the form of analytical observational with a case control approach. The population in this study was all pulmonary TB sufferers (BTA+), totaling 52 people. Sampling in this study was a total population of 52 case samples and a control sample of 52 (1:1) and matching was carried out based on age and gender. Data was collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. This research was conducted in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency from 20 May to 06 June 2024 using a questionnaire. Around 43 TB sufferers (82.7%) at most had insufficient knowledge, and 20 TB sufferers (38.5%) did not meet the population density requirements. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between the knowledge factor (p = 0.001) and the population density factor (p = 0.001) with the incidence of pulmonary TB. There is a relationship between population density and knowledge factors with the incidence of pulmonary TB in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency.  Keywords: Knowledge, Population Density, Pulmonary Tuberculosis, Case Control    ABSTRAK Tuberculosis menurut World Heallth Orgalnizaltion sebagai penyakit mematikan nomor dua di dunia pada tahun 2021 setelah Covid-19, dan menjadi urutan ke 13 (tiga belas) sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia. Indonesia menduduki peringkat ke tiga di dunia dengan beban jumlah kasus TBC terbanyak setelah India, dan China. Kabupaten Aceh Selatan adalah wilayah dengan kasus TBC paling tinggi di Provinsi Aceh. Data dari dinas kesehatan, Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan peningkatan jumlah kasus TBC paru setiap tahunnya. Pada tahun 2019, terdapat 260 kasus TBC paru, dan pada tahun 2020, terdapat 387 kasus TBC paru. Mengetahui faktor pengetahuan dan kepadatan penduduk terhadap Tuberkolosis paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru (BTA+) berjumlah 52 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai sampel kasus total populasi sebanyak 52 dan sampel kontrol sebanyak 52 (1:1) dan dilakukan matchingberdasarkan umur dan jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan dari tanggal 20 Mei s.d 06 Juni 2024 dengan menggunakan kuesioner. Sekitar 43 penderita TB (82,7%) paling banyak mempunyai pengetahuan kurang, dan 20 penderita TB (38,5%) tidak memenuhi syarat kepadatan penduduk. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara faktor pengetahuan (p = 0,001) dan faktor kepadatan penduduk (p = 0,001) dengan kejadian TB paru. Ada hubungan antara faktor kepadatan penduduk dan pengetahuan dengan kejadian TB paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepadatan Penduduk, Tuberkulosis Paru, Case Kontrol
Hubungan Perilaku Merokok dengan Tingkat Kesehatan Mental Emosional pada Siswa di Banda Aceh Kurnia, Reza; Marthoenis, Marthoenis; Maidar, Maidar; Usrina, Nora
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan penyakit yang mempengaruhi kognisi, emosi dan kontrol terhadap perilaku. Prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia yang berusia ≥15 tahun sebanyak 9,8%. Perilaku merokok menjadi salah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan tingkat kesehatan mental emosional pada siswa di Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa laki-laki berusia 15-18 tahun yang berada di wilayah Kota Banda Aceh yang berjumlah 531 siswa. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifkan antara perilaku merokok setiap hari dengan kesehatan mental emosinal siswa di Banda Aceh (p-value=0,000). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesehatan mental emosional yaitu merokok setiap hari (OR=3,69; 95% CI: 2,14 – 6,39; p-value=0,000). Faktor lain yang juga berhubungan dengan kesehatan mental emosional yaitu umur dan kelas. Perlu adanya kebijakan untuk larangan merokok dan penyuluhan terkait bahaya merokok bagi kesehatan mental emosional.
Pengaruh Metode Mind Mapping Dalam Edukasi Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap Pengetahuan Siswa Kelas V SDN 2 Lamcot Kabupaten Aceh Besar Mustafa, Nurul Ulya; Imran, Herry; Usrina, Nora
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i2.678

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut sering diabaikan oleh Sebagian orang, salah satu upaya peningkatan Kesehatan gigi dan mulut terutama pada anak-anak adalah dengan melakukan kegiatan edukasi dengan menggunakan metode Mind mapping karena belajar dengan metode tersebut merupakan salah satu cara yang mudah untuk siswa memahami suatu informasi tentang Kesehatan gigi dan mulut yang berupa gambar,symbol atau kata kunci agar menarik dan tidak membosankan siswa dalam menerima informasi. Berdasarkan data puskesmas Darul imarah Kabupaten Aceh Besar pada bulan Januari sampai bulan November 2023, kunjungan pasien anak umur 9-12 tahun ditemukan 38 orang anak yang mengalami kasus karies gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan metode mind mapping terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas V SDN 2 Lamcot. Metode Penelitian adalah quasi eksperiment dengan rancangan pre dan post test with one grup design. Lokasi penelitian di SDN 2 Lamcot Aceh besar. Penelitian dilakukan pada populasi yaitu seluruh siswa kelas V yang berjumlah 40 orang. Analisa data menggunakan uji paired T-test. Hasil Penelitian menunjukan frekuensi pengetahuan responden dengan media mind mapping meningkat setelah diberikan edukasi sebanyak 90% sedangkan sebelum dilakukan edukasi mind mapping sebanyak 12,5%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-vallue 0,001(<0,05) sehingga adanya pengaruh edukasi metode mind mapping terhadap pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 2 Lamcot Kabupaten Aceh Besar. Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi metode mind mapping terhadap pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut siswa. Disarankan kepada guru agar dapat meningkatkan minat dalam upaya promosi Kesehatan pada murid dengan cara meningkatkan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.
Treatment Of Prolapsus Bulbus Oculi In Domestic Cats Sukma, Zahwa Tamara; Darmawi, Darmawi; Sayuti, Arman; Amiruddin, Amiruddin; Syafruddin, Syafruddin; Daud, Razali; Erwin, Erwin; Panjaitan, Budianto; Ferdian, Riyan; Zamzami, Rumi Sahara; Usrina, Nora; Akmal, Muslim; Balqis, Ummu
Jurnal Medika Veterinaria Vol 19, No 1 (2025): J.Med.Vet
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v19i1.37430

Abstract

Bulbus oculi prolapse is a condition characterized by the protrusion of the eyeball from the eye socket, which can be caused by various factors such as trauma, elevated intraocular pressure, and abnormalities in the eye muscles. This case study aimed to examine the treatment of bulbus oculi prolapse in domestic cats. A female calico cat named Mici presented with a chronic left eye injury that had become infected, leading to inflammation and persistent ocular discharge. The cats body weight was 0.7 kg, and its temperature was 38.2C. Surgical treatment was performed using an enucleation technique. The procedure involved an incision along the mid-anterior eyelid, extending to the lower eyelid. Dissection was carried out to expose the bulbus oculi, which was then ligated and excised. The eyelid margins were sutured using simple interrupted sutures. Postoperatively, the cat was administered antibiotics and antihistamines.
Diagnosis of ehrlichiosis and anaplasmosis in fila brasileiro dog Usrina, Nora; Zulkifli, Baidillah; Hidayat, Farah Amalia; Daniel, Daniel; Nurliana, Nurliana; Roslizawaty, Roslizawaty; Athaillah, Farida; Yusriani, Yenni
The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Vol 10, No 1 (2025): Vol 10 (1) May 2025
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/ijtvbr.v10i1.45754

Abstract

Background and Aim: Canine ehrlichiosis and anaplasmosis are significant tick-borne diseases with global distribution and high clinical relevance in veterinary medicine. This case report presents a ten-year-old male Fila Brasileiro dog exhibiting clinical signs of anorexia and lethargy for three consecutive days.Materials and Methods: Physical examination revealed fever (40.3 C), pale mucous membranes, and a body condition score of 3/5. A complete blood count (CBC) showed leukocytosis, neutrophilia, eosinophilia, microcytic anemia, and thrombocytopenia. Further confirmation using a SNAP 4Dx rapid test detected antibodies against Ehrlichia spp. and Anaplasma spp., leading to a definitive diagnosis of ehrlichiosis and anaplasmosis. Treatment involved fluid therapy using intravenous 0.9% sodium chloride and doxycycline at a dose of 250 mg per day for 21 days.Results : The hematological findings align with typical abnormalities observed in dogs with these infections, including reduced erythrocyte and platelet counts, which are associated with immune-mediated destruction and bone marrow suppression. These pathogens also alter neutrophil function to evade the host immune response, contributing to prolonged inflammation and disease progression. The hematological profile presented here demonstrates a rare combination of microcytic anemia and eosinophilia, which may suggest an atypical host immune response not commonly described in previous literature.Conclusion: This case highlights the importance of early diagnosis through hematological and serological examinations and emphasizes the need for routine tick prevention to reduce the risk of tick-borne diseases in dogs.
Pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan pekarangan untuk kebun gizi dan toga di Desa Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar Rasidah, Rasidah; Nuraskin, Cut Aja; Al Rahmad, Agus Hendra; Reca, Reca; Salfiyadi, Teuku; Mardiah, Ainun; Usrina, Nora
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i2.2727

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects child growth and has long-term impacts on quality of life. This community service activity aimed to reduce stunting rates and empower communities in addressing family nutritional deficiencies. The methods used included counseling, training, and community group mentoring. The results showed an increase in mothers’ understanding of stunting by 42%, an improvement in the number of families applying balanced nutrition from 56% (pre-test) to 86% (post-test), as well as the establishment of 52% new nutrition and medicinal plant gardens (TOGA) with active participation from 84% of participants. This activity demonstrates that educational and participatory community-based approaches are effective in raising awareness and fostering community independence in stunting prevention.
Dampak Pola Konsumsi Ibu Hamil Terhadap Panjang Dan Berat Badan Bayi Baru Lahir Usrina, Nora; Rasima, Rasima; hidayana, hidayana; Orisinal, Orisinal; Sasmita, Yenni
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1043

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang. Sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahir rendah. Di Indonesia, angka BBLR mencapai 6,2%. Lebih lanjut, proporsi panjang badan lahir <48 cm mencapai 22,7%. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis dampak pola konsumsi ibu hamil trimester III dengan panjang dan berat badan bayi baru lahir. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan study cohort. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III yang berjumlah 31 orang. Data analisis dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regress. Hasil penelitian menunjukkan berat dan panjang badan bayi baru lahir berhubungan secara signifikan dengan asupan zat energi dan zat besi. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi, karbohidrat, protein, kalsium, zat besi dan asupan zink berpengaruh terhadap berat badan bayi saat lahir (p<0.05) dan panjang badan bayi saat lahir (p<0,05). Pada analisis multivariat, asupan zat besi dan lemak merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap berat badan bayi baru lahir. Asupan zink dan karbohidrat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap panjang badan bayi baru lahir. Kesimpulan yaitu asupan makanan baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro selama hamil mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga berpengaruh terhadap berat badan dan panjang badan bayi saat lahir. Perlu adanya penyuluhan dan penambahan suplementasi untuk pemenuhan gizi ibu selama hamil.
Factors That Influence Pregnant Women's Compliance With Local PMT Bu Gateng Fitriani, Aida Fitriani; Erlina, Erlina; Usrina, Nora; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14774

Abstract

Latar Belakang: Status gizi ibu hamil masih menjadi permasalahan yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting. Pemerintah mengusulkan solusi seperti memperbanyak penggunaan bahan-bahan lokal. Bu Gateng merupakan tradisi Aceh yang merayakan bulan ketujuh kehamilan.Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil pada Pemberian Makanan Tambahan lokal Bu Gateng.Metode: Metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang menjalani ANC di Puskesmas Pusangan Sibla Krueng. Sampel penelitian terdiri dari 60 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah sampel acak sederhana. Sumber data primer dan sekunder. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil analisis bivariat variabel sikap nilai p 0,000 dan dukungan keluarga nilai p 0,000 bermakna faktor sikap dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil pada PMT lokal Bu Gateng.Kesimpulan: Sikap ibu dan dukungan keluarga adalah faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil pada PMT lokal Bu Gateng.Saran: Memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi PMT lokal Bu Gateng agar nutrisi janin dan ibu terpenuhi selama masa kehamilan. Kata Kunci : Bu Gateng, Ibu Hamil, Kepatuhan, PMT Lokal ABSTRACT Background: Nutritional status Mother pregnant Still become possible problems influence the occurrence of stunting. Government propose solution like multiply use ingredients local. Mrs. Gateng is Acehnese tradition of celebrating month seventh pregnancy.Purpose: Analyze influencing factors to obedience Mother pregnant on giving food addition local Bu Gateng.Methods: Quantitative method with cross-sectional design. Population all over Mother pregnant women undergoing ANC at the Community Health Center Pusangan Sibla Krueng. Research sample consists of 60 people. Retrieval technique the sample is sample random simple. Primary and secondary data sources. Analysis bivariate using the chi-square test.Results: Analysis results bivariate variable attitude p value 0.000 and support family p value 0.000 is significant factor attitude and support family influential to obedience Mother pregnant at the local PMT Bu Gateng.Conclusion: mother and support family is factor affecting obedience Mother pregnant at the local PMT, Mrs. Gateng.Suggestions: Give support to Mother pregnant For consume Local PMT Mrs. Gateng for nutrition fetus and mother fulfilled during pregnancy. Kata Kunci : Bu Gateng, Pregnant Women, Compliance , Local PMT 
Hubungan Faktor Maternal dengan Status Gizi Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Usrina, Nora; Norisa, Nanda; Zahara, Evi; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.12133

Abstract

ABSTRACT Cases of malnutrition are currently still a serious problem in Indonesia, where they often occur in children under five years of age. If malnutrition is not addressed, it will have negative impacts on children under five. The impacts that occur include death and chronic infections. The nutritional status of children under five is influenced by socio-economic conditions, including maternal education, maternal occupation, number of children, knowledge and overall economic conditions of parents. To determine the relationship between maternal factors and the nutritional status of children aged 6-23 months in the working area of the Want Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency. This research uses a quantitative type of research with a cross sectional approach. The subjects in this research were mothers who had toddlers aged 6-23 months who were in the working area of the Want Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency. This research will be carried out for 6 months starting in April - September 2023. The research location will be carried out in the working area of the Want Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency. The instrument used in this research was a questionnaire, each variable containing 15 - 25 statement items. Data were analyzed using the chi-square test with a p value ≥ 0.05. There is a significant relationship between the mother's education level and the nutritional status of children aged 6-23 months (p<0.05). There is no significant relationship between monthly family income, mother's employment, mother's knowledge of parenting styles, and number of children in the family with the nutritional status of children aged 6-23 months (p>0.05). There is a relationship between maternal education level and the nutritional status of children aged 6-23 months. There is no relationship between monthly family income, mother's employment, mother's knowledge of parenting styles, and number of children in the family with the nutritional status of children aged 6-23 months. Keywords: Maternal Factors, Malnutrition, Toddlers  ABSTRAK Kasus gizi buruk saat ini masih menjadi permasalahan serius di Indonesia dimana seringkali terjadi pada kelompok anak usia di bawah lima tahun. Kejadian gizi buruk apabila tidak diatasi akan menyebabkan dampak yang buruk bagi balita. Dampak yang terjadi antara lain kematian dan infeksi kronis. Status gizi anak balita salah satunya dipengaruhi oleh faktor kondisi sosial ekonomi, antara lain pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak, pengetahuan serta kondisi ekonomi orang tua secara keseluruhan. Untuk mengetahui hubungan faktor maternal dengan status gizi anak usia 6-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita berusia 6-23 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 6 bulan dimulai pada bulan April - September 2023. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah satu buah kuisioner, masing-masing variabel berisi 15 – 25 item pernyataan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≥ 0.05. Ada hubungan secara signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 6-23 bulan (p<0.05). Tidak ada hubungan secara signifikan antara pendapatan keluarga per bulan, pekerjaan ibu, pengetahuan pola asuh ibu, dan jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi anak usia 6-23 bulan (p>0.05). Ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 6-23 bulan. Tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga per bulan, pekerjaan ibu, pengetahuan pola asuh ibu, dan jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi anak usia 6-23 bulan. Kata Kunci: Faktor Maternal, Gizi Buruk, Balita
Co-Authors Agus Hendra Al Rahmad Aida Fitriani, Aida Ainun Mardiah Alchalidi Alchalidi Amiruddin Amiruddin Arman Sayuti Asmanidar, Asmanidar Asnawi Abdullah Athaillah, Farida Basri, Fitra Ermila budianto panjaitan Cut Aja Nuraskin Daniel Daniel Darmawi . Erlina Erlina Erwin Erwin Fadya Nirmala Faisal Bin Abdurrahman Faisal Mustafa Fajar Fakri Fajri, Fauzan Ferdian, Riyan Fitrianda, Yunita Fitriani, Aida Fitriani Ftiraniar, Iin Gholib Gholib Gholib Gholib, Gholib Habibie, Maulana Hanum, Nisrina Hidayana, Hidayana Hidayat, Farah Amalia Ika Friscila, Ika Imran, Herry Jalil, Subki Abdul Julianti, Rina Julissasman, Julissasman M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar, Maidar Masda Admi Mauyah, Nizan Meliani Sukmadewi Harahap Mochammad Imron Awalludin Mulyadi Adam Mulyadi Adam, Mulyadi Munazar Munazar Munira, Tasya Muslim Akmal Muslim Akmal Mustafa, Nurul Ulya Muttaqin Muttaqin Nanda Norisa Nanda Yulian Syah Nirmala, Fadya Nora Veri NURLIANA NURLIANA Orisinal, Orisinal Radhiah Zakaria Rahmi Eka Putri, Rahmi Eka Raisah, Putri Rasidah Rasidah, Rasidah Rasima, Rasima Razali Daud Reca Reca Reza Kurnia Riandi, Lian Varis Roslizawaty Roslizawaty, Roslizawaty Rosvita Dewi Siregar Salsabila, Risma Sasmita, Yenni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Subki, Subki Sukma, Zahwa Tamara Syafruddin Syafruddin Teuku Budi Aulia Triva Murtina Lubis Triva Murtina Lubis Ummu Balqis Usman, Said Winaruddin Winaruddin Yasni, Hilma Yenni Yusriani Zahara, Evi Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zakaria, Radhiah Zamzami, Rumi Sahara Zarwani, Ummu Zulfitri Zulfitri, Zulfitri Zulkifli, Baidillah