p-Index From 2021 - 2026
13.283
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Jurnal Penelitian Agama IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal INSANIA PIONIR: Jurnal Pendidikan Edukasia Islamika Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Ijtima'iyya: Journal of Muslim Society Research TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JURNAL PENELITIAN Jurnal Dedikasi Pendidikan Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Konseling Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam Bada'a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Journal of Innovation in Educational and Cultural Research AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia IJORER : International Journal of Recent Educational Research Dharmas Education Journal (DE_Journal) Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Merdeka Indonesia Jurnal International JUrnal Riset Ilmu Pendidikan Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Ijtimā`iyya: Journal of Muslim Society Research IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Penelitian Agama Jurnal Kependidikan Solidaritas: Jurnal Pengabdian Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan International Journal of Education and Literature (IJEL) YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah ARZUSIN: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar Journal of Innovation and Research in Primary Education Innovative: Journal Of Social Science Research International Proceedings of Nusantara Raya Journal International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL) Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Lensa Pendas J-CEKI At-Tadris: Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN ALAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS YANG MENYENANGKAN PADA SISWA KELAS VI DI SD NEGERI 2 DARMAKRADENAN Jumiati, Jumiati; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2922

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar sering kali dianggap kurang menarik oleh siswa karena penyajiannya yang lebih banyak bersifat teoritis. Untuk mengatasi hal tersebut, pemanfaatan alam sebagai media pembelajaran menjadi alternatif inovatif yang dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan alam sebagai media pembelajaran IPS yang menyenangkan pada siswa kelas VI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI di salah satu sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran IPS berbasis alam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan pembelajaran dilakukan di luar kelas, seperti kunjungan ke taman, sungai, atau area pertanian untuk mengamati langsung materi yang berkaitan dengan IPS, seperti interaksi manusia dengan lingkungan, sumber daya alam, dan ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis alam memberikan dampak positif bagi siswa. Mereka menjadi lebih antusias dan aktif dalam proses belajar, lebih mudah memahami konsep-konsep IPS, serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap lingkungan. Selain itu, metode ini juga meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui kerja kelompok dan diskusi. Namun, tantangan dalam penerapan metode ini meliputi keterbatasan fasilitas sekolah serta faktor cuaca yang dapat mempengaruhi keberlangsungan kegiatan di luar kelas.
BUDAYA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS 6 SD NEGERI 1 CILANGKAP Wardani, Alipi; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2923

Abstract

Budaya sekolah yang kuat dan positif dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, sedangkan budaya yang negatif bisa berdampak buruk pada kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa serta staf sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana budaya sekolah dapat berperan dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran IPS di kelas 6 SD Negeri 1 Cilangkap. Penelitian ini dilakukan di kelas 6 SD Negeri 1 Cilangkap, Gumelar dengan subjek penelitian terdiri dari 7 siswa kelas 6, guru kelas 6, kepala sekolah, dan orang tua/wali siswa menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan mereduksi data, yaitu menyaring, memilih, dan memfokuskan data yang relevan dengan fokus penelitian dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah di SD Negeri 1 Cilangkap telah diterapkan dalam berbagai aspek pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran IPS di kelas 6. Budaya sekolah yang mencakup nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan toleransi terlihat dalam berbagai kegiatan di dalam maupun di luar kelas. Budaya sekolah melandasi perilaku seseorang. Kegiatan siswa ketika datang ke sekolah disambut dengan senyum, salam dan sapa, kegiatan ini rutin diterapkan setiap pagi dengan menggunakan 5 budaya sekolah yang menuju karakter siswa. Budaya sekolah yang dikembangkan seperti literasi, kegiatan pembiasaan awal dan akhir KBM, pembiasaan perilaku baik yang bersifat spontan, menerapkan tata tertib sekolah. Guru kelas 6 secara aktif mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran IPS melalui metode pembelajaran berbasis diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi peran (role-playing).Berdasarkan hasil penelitian, budaya sekolah di kelas 6 SD Negeri 1 Cilangkap memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter siswa dalam pembelajaran IPS. Budaya sekolah yang mencakup disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan toleransi telah diterapkan secara konsisten dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak positif pada perkembangan karakter siswa.
IMPLEMENTASI NILAI NASIONALISME MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKAPADA SISWA KELAS III DI SD NEGERI 01 SEMEDO Faradisa, Meliya; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2924

Abstract

Dekadensi nilai nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar menjadi tantangan signifikan dalam era globalisasi. Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka berperan sebagai sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai nasionalisme dalam kegiatan Pramuka bagi siswa kelas III di SD Negeri 01 Semedo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai nasionalisme ditanamkan melalui upacara pembukaan latihan, permainan edukatif, pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU), serta pengenalan seni budaya dan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa cinta tanah air siswa. Namun, implementasinya menghadapi kendala, seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya motivasi siswa, serta minimnya keterlibatan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi peran pembina melalui pelatihan, penyediaan fasilitas, serta metode pembelajaran berbasis pengalaman. Temuan ini menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat, Pramuka dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter nasionalis generasi muda sejak dini.
STRATEGI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS DIGITAL MELALUI GAME BAAMBOOZLE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS 3 DI SD NEGERI 2 SAMUDRA KULON Paryati, Paryati; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2925

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan pengaruh besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam penerapan berbagai strategi pembelajaran. Salah satu kendala dalam mengajarkan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar adalah rendahnya minat siswa, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik serta minim interaktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pembelajaran IPS berbasis digital melalui pemanfaatan game edukatif Baamboozle serta dampaknya terhadap minat belajar siswa kelas 3 di SD Negeri 2 Samudra Kulon. Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian meliputi seorang guru IPS dan 19 siswa kelas 3, terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Baamboozle dalam pembelajaran IPS mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Mereka menjadi lebih aktif, bersemangat, serta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, guru merasa lebih terbantu dalam menyampaikan materi karena game ini menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan interaktif. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital melalui game Baamboozle dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa di Sekolah Dasar, khususnya dalam mata pelajaran IPS. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik siswa di era digital.  
BUDAYA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SD NEGERI 2 GLEMPANG Lestiarini, Yeni; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2926

Abstract

Menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan sosial yang kuat pada anak-anak merupakan tujuan utama dari program pembangunan karakter di sekolah. Budaya sekolah merupakan salah satu elemen terpenting yang membantu membentuk karakter seseorang. Agar siswa dapat mengembangkan kepribadian yang lebih kuat, penting untuk memasukkan pendidikan karakter ke dalam budaya sekolah. Memperkenalkan prosedur ini kepada anak-anak di usia muda akan membuatnya lebih efektif. Demikian pula, pendidikan karakter di sekolah dasar dan unit pendidikan dasar lainnya sangat penting untuk meletakkan dasar bagi karakter masa depan anak-anak. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Alih-alih menggunakan data numerik atau statistik, teknik deskriptif kualitatif memaparkan skenario atau kondisi yang diteliti melalui deskripsi naratif, dan data yang dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, foto, atau tindakan. Kami memilih metode ini karena kami ingin mengetahui bagaimana budaya SD Negeri 2 Glempang memengaruhi kepribadian siswa melalui interaksi mereka dengan guru dan teman sekelas serta rutinitas dan pengalaman sehari-hari mereka di sana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah SD Negeri 2 Glempang secara signifikan memengaruhi pengembangan karakter siswa. Penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah yang mendukung memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan pribadi anak-anak. SD Negeri 2 Glempang telah membangun iklim sekolah yang stabil dan memberikan dukungan yang sangat baik untuk pertumbuhan pribadi siswa. Wawancara dengan siswa telah menunjukkan bahwa mereka meniru tindakan guru mereka dalam kehidupan nyata. Dalam hal akuntabilitas, kesadaran sosial, dan disiplin, kepala sekolah dan instruktur SD Negeri 2 Glempang telah menjadi contoh bagi siswa untuk diikuti. Siswa dapat berhasil menyerap kualitas karakter melalui pembiasaan cita-cita keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler, kerja sama timbal balik, dan disiplin. Meskipun demikian, pendidikan karakter di luar lingkungan sekolah memerlukan bantuan tambahan dari orang tua dan masyarakat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Untuk pengembangan karakter yang lebih baik pada siswa, harus ada kerja sama antara masyarakat, keluarga, dan sekolah untuk menciptakan budaya sekolah yang dapat bertahan dalam ujian waktu.
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DAN TEKNOLOGI DI SDN 02 CIKEMBULAN Widuri, Lilis; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2927

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 02 Cikembulan memiliki tantangan dalam mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap materi yang berkaitan dengan lingkungan sosial dan budaya. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya penerapan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga berpotensi menghambat pemahaman dan keterlibatan siswa dalam materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali metode inovatif yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan IPS kepada siswa kelas V di SDN 02 Cikembulan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kela V dan objeknya adalah proses pembelajaran IPS di SDN 02 Cikembulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 02 Cikembulan telah berhasil mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran inovatif, seperti pendekatan kontekstual, pemanfaatan teknologi, dan pembelajaran berbasis diskusi. Begitu pula bagi siswa-siswi kelas V, metode-metode ini terbukti meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS dan membangun keterampilan sosial mereka. Kata kunci: ilmu pengetahuan sosial, guru profesional, metode pembelajaran inovatif Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SDN 02 Cikembulan memiliki tantangan dalam mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap materi yang berkaitan dengan lingkungan sosial dan budaya. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya penerapan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga berpotensi menghambat pemahaman dan keterlibatan siswa dalam materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali metode inovatif yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan IPS kepada siswa kelas V di SDN 02 Cikembulan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kela V dan objeknya adalah proses pembelajaran IPS di SDN 02 Cikembulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 02 Cikembulan telah berhasil mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran inovatif, seperti pendekatan kontekstual, pemanfaatan teknologi, dan pembelajaran berbasis diskusi. Begitu pula bagi siswa-siswi kelas V, metode-metode ini terbukti meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS dan membangun keterampilan sosial mereka.  
EMPAT KOMPETENSI GURU DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS DI SD NEGERI 3 CANDINEGARA KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS Wahyuningsih, Esti; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan empat kompetensi guru (pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian) yaitu penguasaan materi, strategi pembelajaran, manajemen kelas, dan keterampilan komunikasi dalam pengembangan pembelajaran IPS di SDN 3 Candinegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penenlitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah dan analisis dokumen. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Miles dan Huberman yakni dimulai dengan reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogic guru SD Negeri 3 Candinegara bervariasi. Beberapa guru telah menunjukkan kemmapuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa, sementara yang lain masih menggunakan metode konvensioanl. Kompetensi kepribadian guru secara umum baik, tercermin dari sikap tanggungjawab, dan keteladanan. Kompetensi social guru dalam berinteraksi dengan siswa, rekan sejawat, dan orang tua siswa terjalin dengan baik. Namun kompetensi professional guru, terutama dalam penguasaan materi IPS yang mendalam dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keempat kompetensi guru memiliki peran penting dalam pengembangan pembelajaran IPS di SD Negeri 3 Candinegara. Namun diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi professional guru yang berfokus pada peningkatan kompetensi professional, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan hasil belajar siswa di SD Negeri 3 Candinegara.
STRATEGI GURU DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SD/MI Dewi Herlisti, Risma; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2933

Abstract

Pengembangan media pembelajaran yang efektif merupakan salah satu strategi penting yang dapat diterapkan oleh guru dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Media pembelajaran yang menarik dan inovatif dapat membantu siswa memahami konsep abstrak dalam IPS serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan media pembelajaran IPS di SD/MI serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru IPS, serta analisis dokumen terkait. Subjek penelitian terdiri dari guru-guru SD/MI yang telah menerapkan berbagai media pembelajaran dalam pengajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi dalam mengembangkan media pembelajaran, seperti pemanfaatan media visual (peta, gambar, video animasi), media digital interaktif, serta permainan edukatif berbasis IPS. Guru juga menerapkan pendekatan kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Namun, beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan fasilitas teknologi, kurangnya pelatihan bagi guru dalam pembuatan media digital, serta waktu yang terbatas untuk merancang media pembelajaran yang inovatif. Kesimpulannya, strategi guru dalam pengembangan media pembelajaran IPS di SD/MI sangat beragam dan memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dukungan dalam bentuk pelatihan, penyediaan fasilitas, serta kebijakan yang mendukung inovasi pembelajaran sangat diperlukan agar pengembangan media pembelajaran dapat lebih optimal.
PENERAPAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN IPS PAKET A PKBM AL-ZAYTUN INDRAMAYU Hartono, Hartono; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2934

Abstract

Pembelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Pembelajaran IPS bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa, serta memahami konsep-konsep sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis warga belajar dalam pembelajaran IPS melalui penerapan metode diskusi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subjek penelitian tutor dan warga belajar Paket A (setara SD/MI) PKBM Al-Zaytun sedangkan objeknya adalah metode diskusi. Dengan teknik pengumpulan data melalui diskusi, wawancara, atau observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif untuk memahami makna dan konteks data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa dalam pembelajaran IPS. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode diskusi dapat meningkatkan partisipasi warga belajar dalam proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi warga belajar untuk belajar IPS.  
GURU KREATIF DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SDN 01 SEMEDO supriyono, Supriyono; Ningsih, Tutuk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Edisi Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i2.2936

Abstract

Media pembelajaran memegang peran penting dalam proses penyampaian materi, media pembelajaran yang kreatif dapat menciptakan suasana belajar yang menyenagkan dan lebih mudah diterima oleh siswa. Pembelajaran IPS merupakan Pelajaran tang kompleks dan membutuhkan pemahaman yang mendalam, sehingga guru juga dituntut untuk dapat menciptakan suasana dan media belajar yang mendukung materi yang akan disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kreativitas guru dalam mengajarkan pembelajaran yang inovatif pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas V SD Negeri 1 Semedo, Kecamatan Pekuncen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan peserta didik kelas V SD Negeri 1 Semedo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru telah menunjukkan kreativitas dalam pengembangan media pembelajaran IPS, khususnya dalam menyajikan materi peristiwa kedatangan bangsa Barat dengan menggunakan konsep imajinatif, merangsang ide dan karya orisinal, menerapkan variasi pola interaksi, gaya mengajar, serta ragam pesan, serta menerapkan evaluasi langsung; (2) guru juga telah kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran dan sumber belajar dengan memproduksi media secara mandiri.  
Co-Authors Ade Putra Agung Prasetio, Toni Amalia, Rina Rizki Anggita Isty Intansari Ardy Wiyani, Novan Arif Hidayat Azizul Muchtar Basiran, Basiran Basuni, Abas Firdaus BS, Abdul Wachid Chasanah, Maghfirotul Chasanah, Maghfirotun Darmiyati Zuchdi DARYANTI DARYANTI Desi Wijayanti Dewi Herlisti, Risma Edi Setiawan Emiliya Fatmawati Faiz Muahad Faradisa, Meliya Fatkhatul Mar'ah Fatmawati, Emiliya Ferdi Ikhsan, M. Alifian Gautam Kumar Jha Ghofaro, Muhammad Sholekhudin Guntur Danang Sulistyawan Hartono Hartono Hayati, Fika Husna Herisnawan, Diky Imam Sugiarto inarotul umiyah Irfan Yulianto Isnaeni, Yuni Ita Maulana Zakiyah Jawaz, Yazid Abdul Qadir Jiamelatun Jumiati Jumiati Kartika Sari Khusaini Ali, Fadlil Kusfatun Yuliani Lestiarini, Yeni M Slamet Yahya, M Slamet M. Slamet Yahya, M. Slamet Ma'shum, Muhammad Labib Maharyati, Usri Mahfuzhi, Harits Muchtar, Azizul Muflihah Muflihah Muhamad Hasan Taofik Muhamad Slamet Yahya Mukaromah, Nisaul Mukharoh, Laela Mursida Aziz Mutaqin Mutaqin Nahariyah, Ika Rahayu Lulu Novan Ardy Wiyani Novan Ardy Wiyani Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hikmah Nur Khikmah, Nur Nur Siti Nur Laely Nurhakim Oktaviani, Atiko Nur Pamungkas, Apit Paryati Paryati Permana, Wahid Bayu Prayoga, Hendhi Priambodo, Adityo Rian Puji Rahayu Pujiyanti Pujiyanti Rahma, Annisa Auwla Rakhmat, Rakhmat Ridlo, Fauzan Rini, Ambar Rintati Megawati Riyadi, Rachman Rodiyatun Rofiq Hidayat Rosyadi, Muhammad Firman Sabarhati, Susi Safitri, Muthia Dewi Saiful Hamdi Salim Wazdy Samsudin Samsudin Saputro, Noto Sari, Sofa Mei Ika Sarip Setiana, Nuning Setiawan, Arief Wahyu Setyawan, Alif Sidqi, Ahmad Kasyifan Siti Marjiyah Siti Nur Laely, Nur Siti Zubaidah Sofati, Siti Sugiastuti, Sugiastuti Sulistiyani, Inayatul Mardhiyah Indah Supriyono Supriyono Sutrimo Purnomo Tarsini, Tarsini Teguh Wibowo Tiwan Umiyah, Inarotul Wahyu Nurlinawati Wahyuningsih, Esti Wananda, Yosa Wardani, Alipi Wazdy, Salim Widuri, Lilis Yahya, Muhamad Slamet Yuli Hana Puji Utami Yustika , Kus Risti Zamroni Zamroni