Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Description and Analysis of Madrasah Diniyah in Southern Kalimantan Yaqin, Husnul; Norlaila, Norlaila
International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Vol. 2 No. 3 (2024): International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ijedl.v2i3.105

Abstract

One of Islamic educational institutions that still exists and is acknowledged by the community and the government is Madrasah Diniyah (Islamic School) which, in the past period, was recognized as Arabic School. This institution has been strengthened by the government regulation of the Republic of Indonesia, Number 55/2007 about Religion Education and Religious Education. In line with the rapid growth of educational institutions in Indonesia in the last decade, it is important to look at the existance and the role of Madrasah Diniyah as well as its contributions in developing Indonesian Human Resource. In particular, this article is intended to have a look at its existence in the area of curriculum, teaching-learning process, and management. By using qualitative approach, 20 Madrasah Diniyahs were researched spreading in 4 regions in South Kalimantan, namely Barito Kuala, Banjar, Tanah Laut, and Hulu Sungai Tengah. The research findings indicate that the curriculum of Madrasah Diniyah in South Kalimantan varies, consisting of 1) The curriculum is in accordance with the curriculum policy of Department of Religious Affairs; 2) Adopting the curriculum of Religious Affairs Department and, at the same time, adopting essential Islamic knowledge written in Islamic-Arabic books (Malay Arab); 3) The curriculum developed by Madrasah Diniyah itself. In the context of teaching and learning process, it is conducted classically with simple media and various methods, using standard books used at Pondok Pesantren. In the context of management, Madrasah Diniyah is simply managed and still needs good administration.
PENDIDIKAN EKONOMI DALAM AL-QUR'AN: KAJIAN QS. AL-BAQARAH 275–279 DAN QS. AL-HASYR 7 Norlaila; Mahyuddin Barni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/24dh0h69

Abstract

Ekonomi, dari perspektif Islam, dipahami sebagai suatu sistem yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, keadilan, dan kemanusiaan. Prinsip tauhid menempatkan Allah SWT sebagai sumber hukum tertinggi, sehingga semua kegiatan ekonomi dipandang sebagai bentuk ibadah dan amanah yang harus dilakukan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, praktik ekonomi Islam harus didasarkan pada nilai-nilai moral dan etika untuk mewujudkan kesejahteraan individu dan masyarakat. Al-Qur'an, sebagai sumber utama ajaran Islam, memberikan pedoman normatif mengenai kegiatan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Surah Al-Baqarah ayat 275–279 menekankan larangan riba karena mengandung unsur ketidakadilan dan ketidaksetaraan ekonomi, dan juga memperbolehkan jual beli sebagai kegiatan ekonomi yang adil dan produktif. Lebih lanjut, sedekah dan zakat ditekankan sebagai instrumen untuk pemerataan dan keberkahan kekayaan. Sementara itu, Surah Al-Hashr ayat 7 menekankan prinsip distribusi kekayaan agar tidak hanya beredar di kalangan orang kaya. Dengan demikian, pendidikan ekonomi dalam Al-Qur'an menekankan keadilan sosial, moralitas, dan tanggung jawab spiritual yang relevan dengan masyarakat modern.
Paradigm and Philosophical Foundation of Qualitative Research Norlaila, Norlaila; Huda, Nuril
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1458

Abstract

Qualitative research has methodological and epistemological characteristics that fundamentally distinguish it from quantitative approaches, particularly in understanding complex, dynamic, and meaningful social realities. This article aims to comprehensively analyze the paradigm and philosophical foundations underlying qualitative research, with an emphasis on its ontological, epistemological, and axiological dimensions. The research employs a literature review method by examining various scientific sources, including research methodology textbooks, national and international journals, and works related to the philosophy of science. The analysis technique used is content analysis to identify and synthesize key concepts related to the qualitative research paradigm. The results show that qualitative research is rooted in interpretive and constructivist paradigms, which view reality as plural, subjective, and constructed through social interactions and human experiences. From an epistemological perspective, knowledge is understood as the result of an interactive relationship between the researcher and the research subject, positioning the researcher as the primary instrument in the research process. Meanwhile, from an axiological perspective, qualitative research acknowledges the role of values, ethics, and the reflexivity of the researcher throughout the research process. This study is expected to strengthen the conceptual and philosophical understanding of researchers in designing and conducting qualitative research in a scientific, reflective, and responsible manner.
Penyusunan Program Konsep Hidup Cerdas Naturalis Berbasis Literasi Alam Norlaila, Norlaila; Merlina, Merlina; Wahyuni, Sri; Putri, Fauziyyah Eka; Putri, Tarisa Azzahra; Muntaha, Sidratul; Rusman, Annisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1148

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyusun sebuah program pembelajaran terintegrasi yang menggabungkan konsep hidup cerdas naturalis dengan pendekatan literasi alam, serta mengembangkan modul edukatif praktis sebagai panduan bagi pendidik dan orang tua,. Urgensi kegiatan ini didorong oleh rendahnya integrasi literasi alam di satuan PAUD yang baru mencapai 34%, serta minimnya ketersediaan bahan ajar kontekstual yang mendukung kompetensi guru. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dan lokakarya menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif melalui enam tahapan sistematis, meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan modul, sosialisasi, implementasi, monitoring, hingga refleksi. Hasil pengabdian menunjukkan tercapainya tiga luaran utama: tersusunnya modul edukatif praktis, meningkatnya kapasitas profesional guru dan pemahaman orang tua, serta adanya perubahan perilaku positif pada anak terkait kesadaran ekologis,. Anak-anak menunjukkan peningkatan rasa ingin tahu, kepekaan sensorik, dan empati terhadap makhluk hidup melalui kegiatan eksplorasi langsung. Pengabdian ini berkontribusi pada perkembangan ilmu pendidikan dengan menawarkan model pendidikan karakter berbasis lingkungan yang mengintegrasikan pengambilan keputusan etis dengan kecerdasan naturalistik. Secara praktis, program ini menjadi model yang dapat direplikasi untuk mendukung pencapaian Target SDGs poin 4.2 dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan.
The Concept of Holistic Education in the Prophetic Hadith: A Tahlili (Analytical) Study and Its Implementation in the Digital Era Norlaila, Norlaila; Hudaya, Hairul
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1385

Abstract

Holistic education is an educational approach oriented toward the comprehensive development of students through the integration of intellectual, socio-emotional, moral, physical, and spiritual dimensions. This article aims to analyze the concept of holistic education from an Islamic perspective and its relevance in addressing educational challenges in the digital era. The study employed a qualitative approach through a literature review, utilizing the tahlili (analytical) method of hadith analysis and content analysis of relevant literature. The focus of the study is on the hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him) that emphasize the integration of faith, knowledge, moral character, and social responsibility, such as the hadith on the perfection of faith measured by moral conduct, the obligation to seek knowledge, the value of social benefit, and the prophetic mission to perfect noble character. The findings indicate that Islamic education normatively emphasizes the formation of the insan kamil (the complete human being), characterized by a balance of intellectual, spiritual, emotional, and social intelligence. This concept aligns with the principles of holistic education, which position students as active subjects in a comprehensive developmental process. In the context of the digital era marked by technological advancement, robotization, and automation holistic education represents a strategic approach, as it not only equips students with 21st-century knowledge and skills but also strengthens moral values, character formation, and social responsibility. Although its implementation faces challenges, including resistance to paradigm shifts in education and unequal access to technology, the use of digital technology, distance learning, and collaboration between education and industry offers significant opportunities to reinforce sustainable and inclusive holistic education.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Melalui Kegiatan Menggunting Dan Menempel Pada Usia 5-6 Tahun Grace Charity; Sri Wahyuni; bety vitriana; Norlaila Norlaila; yamani yamani
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/djcqgw04

Abstract

Penelitian ini berlandaskan pada kemandirian pada anak TK Happy Holy Kids Balikpapan yang masih rendah. Belum semua anak memenuhi penilaian BSH pada setiap indikator perkembangan kemandirian seperti mengantri mencuci tangan, merapikan mainan sendiri dan mengerjakan tugas sendiri. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak-anak di TK Happy Holy Kids Balikpapan melalui kegiatan menggunting dan menempel. Penelitian ini menerapkan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak berusia 5-6 tahun. Berdasarkan pengamatan awal, ditemukan bahwa 80% anak belum berkembang (BB) dalam indikator mampu mengantri mencuci tangan, 60% anak belum berkembang (BB) dalam indikator mampu mengerjakan tugas sendiri, dan 50% anak mulai berkembang (MB) dalam indikator mampu merapikan mainannya sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian perkembangan kemandirian anak dengan penilaian BSH meningkat menjadi 70% pada akhir siklus II. Disarankan bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode ini dengan alat dan bahan ajar yang lebih variative.
Analisis Kemampuan Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajara Beyond Center And CircleTime (BCCT) Pada Anak Usia 5-6 Tahun Afifah Ambar; Sri Wahyuni; bety vitriana; norlaila norlaila; suprijadi suprijadi
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/hpab8z29

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah fondasi penting bagi perkembangan karakter dan keterampilan anak di masa depan, di mana mereka cepat menyerap informasi dan membentuk kebiasaan yang memengaruhi masa depan mereka. Model Beyond Center and Circle Time (BCCT) adalah pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang bertujuan mengembangkan aspek kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak. Penelitian ini menganalisis penerapan BCCT oleh guru di KB Kelas Mini KIDS 2 Balikpapan, mengidentifikasi kekuatan dan tantangan dalam implementasinya,dengan harapan temuan ini akan berkontribusi pada teori pendidikan anak usia dini, memberikan panduan praktis bagi guru, dan mendukung kebijakan pendidikan yang lebih efektif.
Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 TahunMelalui Game Edukasi Berbasis ICT Tii Sauche; norlaila norlaila; yamani yamani; bety vitriana; baldwine honest
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/cameqa56

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengembangkan pengetahuan kognitif anak melalui penggunaan game edukasi digital sebagai salah satu alat bagi para pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini akan diaplikasikan melalui media ICT yang mampu memotivasi peserta didik untukdapat mengembangkan kemampuan berfikir dan menyelesaikan masalah. Yang akan dicapai dalam penerapan metode ICT melalui game edukasidigital adalah agar dapat mengembangkan kemampuan berfikir anak usia 5-6 tahun dan kreativitas dalam belajar dengan cara yang menyenangkan. Metode yang peneliti gunakan ialah kualitatif deskritif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Dengan sasaran subjek usia 5-6 tahun. Hasil penelitian berdasarkan aspek perkembangan dan aspek kearifan lokal mendapatkan data anak berkembang sesuai harapan. Maka dapat disimpulkan bahwasannya melalui game edukasi digital berbasis ICT mampu menambah kemampuan perkembangan kognitif anak di TK IT Al-Qomar Balikpapan.
JENIS DAN KARAKTERISTIK DATA PENDIDIKAN ISLAM Norlaila; Ladia; Dina Hermina
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1595

Abstract

Islamic education data plays a central role in supporting the successful governance of Islamic educational institutions. Through data, every educational activity can be systematically recorded, from planning and implementation to evaluation. This study examines the types and characteristics of Islamic education data, encompassing four main aspects: academic data, administrative data, financial data, and religious data. The method used is a literature review, reviewing various scientific sources on Islamic education data and information management. The study results indicate that accurate, valid, and integrated data management is essential for effective and efficient decision-making in Islamic educational institutions. Furthermore, the use of information technology in data management facilitates the recording, processing, and presentation of information quickly and transparently. In conclusion, Islamic education data serves not only as an administrative tool but also as a strategic instrument in realizing superior, competitive education quality rooted in Islamic values.