Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penerapan Metode ATC/DDD dan DU90% Dalam Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Stella Maris Makassar Arsyad, Rival Al-fazri; Pakaya, Mahdalena Sy.; Paneo, Mohamad Aprianto; Rasdianah, Nur; Madania, Madania
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36531

Abstract

The antimicrobial resistance (AMR) crisis poses a serious threat to global health, making the rational use of antibiotics a priority within Antimicrobial Stewardship (AMS) programs. This study aims to evaluate the patterns and quantity of antibiotic use among inpatient populations at Stella Maris Hospital Makassar using the Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) classification, Defined Daily Dose (DDD), and Drug Utilization (DU) 90% methods. This research employed a retrospective descriptive observational design using medical record data of patients who received antibiotic therapy from October to December 2024. The analysis was conducted by calculating DDD per 100 patient-days and identifying antibiotics contributing to 90% of total use. The results showed eight types of antibiotics were utilized. The three antibiotics with the highest DDD/100 patient-days were Cefuroxime (13.43), Ceftriaxone (11.8), and Cefotiam (10), which, together with Moxifloxacin, were included in the DU 90% segment. The predominance of second-generation cephalosporins—particularly among diagnoses such as unspecified fever, bronchiectasis, typhoid, and bronchitis—indicates a tendency toward broad-spectrum empirical therapy in chronic pulmonary conditions such as COPD and bronchiectasis. In conclusion, antibiotic use at Stella Maris Hospital Makassar is dominated by the cephalosporin class, highlighting the need for ongoing evaluation and strengthened implementation of AMS programs to optimize antibiotic therapy, improve treatment effectiveness, and reduce the risk of increasing antimicrobial resistance at the hospital level.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Buti Melalui Inovasi Produk Minuman Fungsional dari pangan Lokal Menuju Desa Bebas Stunting dan Mandiri Gizi Uno, Wiwit Zuriati; Pakaya, Mahdalena Sy; Hunawa, Rachmawaty D
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.34132

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Desa Buti, Gorontalo, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Rendahnya literasi gizi, terbatasnya pemanfaatan pangan lokal, serta minimnya peluang usaha menjadi faktor utama penyebab. Metode yang digunakan pada Program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) dilaksanakan melalui tiga tahap: (1) persiapan (survei awal, pendataan balita stunting, rekrutmen peserta), (2) pelaksanaan (edukasi gizi, pelatihan pembuatan minuman herbal berbahan jagung, jahe merah, sereh, dan lengkuas, serta uji organoleptik), dan (3) keberlanjutan (pendampingan kader PKK dan posyandu, distribusi leaflet, monitoring, serta publikasi hasil kegiatan). Hasil yang diperoleh dari Program ini meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat secara signifikan (skor post-test 82% dibandingkan pre-test 55%). Selain itu, tercipta prototipe minuman herbal fungsional yang disukai masyarakat, serta peningkatan kapasitas kader PKK dan posyandu sebagai agen edukasi gizi. Masyarakat juga memperoleh keterampilan baru dalam pengolahan pangan lokal. Kesimpulan: Program berhasil meningkatkan literasi gizi, mendorong pemanfaatan pangan lokal, serta membuka peluang usaha berbasis komunitas. Keberlanjutan program diharapkan melalui penguatan kelompok usaha desa, integrasi dengan kegiatan posyandu, serta dukungan pemerintah desa, sehingga Desa Buti dapat mewujudkan “Desa Bebas Stunting dan Mandiri Gizi.
Gambaran Potensi Medication Error Pada Proses Compounding Dan Dispensing Di Apotek Kabupaten Bone Bolango: Medication error are incidents that cause harm to patients due to the use of medication during healthcare treatment, which are, in fact, preventable. These errors can occur at any stage of the medication process, including prescribing, transcribing, compounding, dispensing, and administration. Medication errors remain a significant health issue, potentially leading to various adverse outcom Rasdianah, Nur; Hiola, Faramita; Madania, Madania; Pakaya, Mahdalena Sy; Mooduto, Putri Sibby
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.236

Abstract

Medication error merupakan kejadian yang merugikan pasien akibat pemakaian obat selama penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya dapat dicegah. Peristiwa kesalahan pengobatan (medication error) dapat terjadi dalam tiap proses alur pengobatan, baik dalam proses prescribing, transcribing, compounding, dispensing, maupun administration. Medication error sampai saat ini tetap menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak menimbulkan berbagai dampak bagi pasien mulai dari risiko ringan bahkan risiko yang paling parah yaitu menyebabkan suatu kematian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya potensi medication error pada proses compounding dan dispensing pada apotek yang tersebar di kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif deskriptif yang bersifat non-eksperimental. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan jumlah responden sebanyak 13 orang Apoteker atau Asisten Apoteker. Data hasil yang diperoleh dari lembar check list kemudian diolah dan dianalisis menggunakan software pengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya potensi medication error proses compounding pada 3 parameter dan proses dispensing pada 5 parameter dengan masing-masing angka persentase tertinggi yaitu 57,1% dan 30,7%.
Tinjauan Penerapan Standar CDOB dalam Meminimalisir Kejadian Kesalahan Pengiriman Pada Pedagang Besar Farmasi “X” di Kota Makassar I Kadek Donny Angriawan; Putri Nurjannah Hamzah; Nurfikah Humairah Yahya; Sitti Khofifah Gani; Mahdalena Sy. Pakaya; Lisa Efriani Puluhulawa
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1301

Abstract

Kesalahan pengiriman obat merupakan salah satu risiko operasional yang dapat terjadi pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan berpotensi memengaruhi mutu pelayanan distribusi serta keselamatan pasien. Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) menjadi upaya penting dalam meminimalisir terjadinya kesalahan pengiriman melalui pengendalian proses distribusi yang terstandar. Tujuan: Penelitian ini untuk meninjau penerapan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dalam meminimalisir kejadian kesalahan pengiriman pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) “X” di Kota Makassar. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain crosssectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan checklist CDOB, kuesioner yang terdiri dari 22 indikator, wawancara dengan personel terkait, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase tingkat kesesuaian penerapan CDOB berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penerapan CDOB di PBF “X” mencapai 90,91% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Sebagian besar indikator telah diterapkan dengan baik, meliputi prosedur penerimaan pesanan, verifikasi pelanggan, penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO), pemeriksaan ulang sebelum pengemasan, dokumentasi pengiriman, pelatihan personel, serta penanganan ketidaksesuaian. Meskipun demikian, masih terdapat peluang pengembangan pada aspek sistem pelacakan pengiriman secara real-time dan pemanfaatan teknologi barcode scanner atau sistem komputerisasi yang lebih terintegrasi guna meningkatkan ketertelusuran produk dan mengurangi risiko human error. Kesimpulan: Penerapan standar CDOB di PBF “X” Kota Makassar telah berjalan dengan sangat baik dan berkontribusi dalam meminimalisir risiko kesalahan pengiriman obat. Pengembangan teknologi digital pada proses distribusi berpotensi semakin meningkatkan efisiensi operasional, ketertelusuran produk, serta mutu pelayanan distribusi farmasi secara berkelanjutan.
ANTIOXIDANT ACTIVITY EVALUATION OF CATFISH (CLARIAS SP.) COLLAGEN EXTRACT USING DPPH AND ABTS METHODS Faramita Hiola; Wiwit Zuriati Uno; Mahdalena Sy. Pakaya; Ariani Hutuba
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 4 No. 04 (2025): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v4i04.1964

Abstract

This study aimed to evaluate the antioxidant activity of collagen extracted from catfish (Clarias sp.) using DPPH and ABTS assays. The research procedures included sample preparation, collagen extraction using an acid-based method, and antioxidant analysis at concentrations ranging from 20–100 ppm. The degree of hydrolysis (DH) was measured to determine the effectiveness of Alkalase in producing bioactive peptides. The results showed that higher enzyme concentrations led to increased DH, with the highest value of 62.42% obtained at 3% Alkalase. Antioxidant activity increased with sample concentration, with maximum inhibition values of 78.57% (DPPH) and 85.00% (ABTS) at 100 ppm. The ABTS assay exhibited higher sensitivity than DPPH. These findings indicate that catfish collagen has strong potential as a safe and natural antioxidant source suitable for further development in food, pharmaceutical, and cosmetic applications.
Isolasi & Karakterisasi Bakteri Biofilm Yang Di Isolasi dari Kateter Pasien Urologi RS TOTO Kabila Deshika Nur Azizah Ibrahim; Mahdalena Sy Pakaya; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widy Susanty Abdulkadir; Dizky Ramadani Putri Papeo
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.110

Abstract

Kateter urin adalah perangkat medis yang paling umum digunakan di banyak sistem layanan kesehatan. Penggunaan kateter merupakan predisposisi terhadap infeksi dan memberikan kondisi ideal untuk pembentukan biofilm bakteri. Bakteri biofilm dapat didefinisikan sebagai komunitas mikroba yang berhubungan dengan permukaan terdiri dari sel-sel yang tertanam dalam matriks zat polimer ekstraseluler (EPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolasi dan karakterisasi bakteri biofilm yang di isolasi dari kateter pasien Urologi RS Toto Kabila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk isolasi kateter urin. Pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi, pengujian terhadap deteksi biofilm menggunakan metode Congo Red Agar (CRA) dan metode tabung. Hasil isolasi bakteri kateter urin yang didapatkan dari 3 pasien sebanyak 3 isolat bakteri (BB 1, BB 2, dan BB 3). Hasil karakterisasi menunjukan karakteristik makroskopik dan mikroskopis yang berbeda dari ketiga isolat.
Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Endofit Penghasil Enzim Katalase dari Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) Endah Nurrohwinta Djuwarno; Mahdalena Sy. Pakaya; Muhammad Taupik; Hamsidar Hasan; Sri Budiarti Utami sri
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.138

Abstract

Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan mampu membentuk koloni dalam jaringan tumbuhan tanpa memberikan efek negatif pada inangnya. Mikroba Endofit dapat berupa bakteri maupun jamur. Bakteri atau jamur tersebut dapat menghasilkan senyawa metabolit yang dapat berfungsi sebagai antibiotik, antivirus, antikanker, antidiabetes, antimalaria, antioksidan, antiserangga, zat pengatur tumbuh dan penghasil enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi serta mengkarakterisasi secara makroskopik dan mikroskopik mikroba endofit dari tanaman manggis (Garcinia mangostana L.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan metode Direct planting untuk isolasi serta pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi. Hasil Isolasi didapatkan 6 isolat mikroba endofit yaitu 2 isolat bakteri endofit (BA1 dan BA2) dan 4 isolat jamur endofit (JA1, JD1, JD2 dan JK) dengan ciri karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain.
A Sensitivitas Antibiotik Terhadap Isolat Bakteri Dari Pemakaian Lensa Kontak Ishak isa; Mahdalena Sy. Pakaya; Faramita Hiola; Wiwit Zuriati Uno; Rahmatia Baharuddin
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i1.174

Abstract

Lensa Kontak Mata adalah alat bantu penglihatan yang paling banyak digunakan dibandingkan kacamata. Penggunaan lensa kontak secara tidak sengaja saat tidur dapat menyebabkan kornea kekurangan oksigen, tidak membersihkan lensa kontak dengan benar, serta penggunaan lensa kontak tanpa resep dan petunjuk dokter mata maka akan menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif dari penggunaan lensa kontak salah satunya yaitu infeksi mata. Infeksi mata terjadi karena adanya mikroorganisme seperti bakteri yang dapat menyerang mata dan jaringan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas antibiotik terhadap isolat bakteri yang di isolasi dari lensa kontak bekas pakai. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk isolasi lensa kontak bekas pakai. Pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis untuk karakterisasi, dan uji sensitivitas antibiotik Polidemisin® dan Levofloxacin® menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasil isolasi bakteri lensa kontak bekas pakai yang didapatkan dari 3 sampel isolat bakteri (LK 1, LK 2, dan LK 3). Hasil karakterisasi menunjukan karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda dari ketiga isolat. Hasil uji sensitivitas antibiotik Polidemisin® dan Levofloxacin® menunjukkan perbedaan tingkat sensitivitas dengan persentase sensitivitas dari kedua antibiotik uji tersebut sebesar 100%.
Optimization of a Niosomal Transdermal Delivery System Containing Kojic Acid and Alpha Arbutin Nurfitrah Daud; Mahdalena Sy Pakaya; Faradila Ratu Cindana Mo’o; Faramita Hiola; La Ode Aman
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i2.569

Abstract

Hyperpigmentation is a skin disorder characterized by excessive melanin production. Kojic acid and alpha-arbutin are skin-lightening agents that inhibit tyrosinase activity; however, their effectiveness is limited by poor skin penetration. This study aimed to formulate and characterize a niosomal transdermal delivery system containing a combination of kojic acid and alpha-arbutin at different Span 80 concentrations. Niosomes were prepared using the ethanol injection method in three formulations: F1 (0.37% Span 80), F2 (0.40% Span 80), and F3 (0.42% Span 80). The formulations were evaluated for organoleptic properties, viscosity, pH, stability, irritation potential, particle size, polydispersity index (PDI), and zeta potential. All formulations exhibited acceptable physical characteristics, remained stable, and caused no irritation. The particle sizes of F1, F2, and F3 were 185.1 nm, 372.9 nm, and 322.6 nm, respectively, with corresponding PDI values of 0.273, 0.295, and 0.118. The zeta potential values were -18.5 mV, -23.0 mV, and -18.4 mV for F1, F2, and F3, respectively. Statistical analysis showed that variation in Span 80 concentration had no significant effect on viscosity or pH (p > 0.05). The combination of kojic acid and alpha-arbutin was successfully incorporated into a niosomal system with favorable physicochemical characteristics, and Formula III was identified as the optimal formulation.
Co-Authors A. Mu’thi Andy Suryadi Abas, Siti Nur Rahmatiya Abdullah, Rahayu Anatasya Putri Ade Ari Puspitadewi Akuba, Juliyanti Ali, Muthiah Rahmah alkatiri, ahmad alkatiri AM Andy Suryadi AM. Andy Suryadi Andi Makkulawu Ar’syifa Wijaya, Hudan Ariani H. Hutuba Arista Idris, Pinkan Arona Salama Arsyad, Rival Al-fazri Basri, Rakhmadana Fitraeni Datukramat, Hendrawan Dwikarunia Deshika Nur Azizah Ibrahim Dewa Ayu Puspita Dewi Rahmawaty Moo djuarno, endah nurrohwinta Djuwarno, Endah Nurrowinta Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si dwi pratiwi, susi Endah Nurrohwinta Djuwarno Fajar Dwi Agung Faradila Ratu Cindana Fatimah Azzahra Fazril Pakaya, Mohamad Fika Nuzul Ramadhani Fitriah Ayu Magfirah Yunus Grasela Mbae Hartati Hartati Hiola, Faramita Hiola, Paramita Hunawa, Rachmawaty Dirham I Kadek Donny Angriawan I Made Hariadi Wijaya Ibrahim, Aliya Ibrahim Ibrahim, Annisa Humairah Ishak Isa Jihan Astuti Kai Julianty Akuba Kongkolu, Sitty Rahma Hutami kopman, aldafarista La Ode Aman LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Liberto, Frith F. Lisa Efriani Puluhulawa Madania, Madania Magfirah Nur Cahyani Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Maspeke, Khofifa Nurul Magfira Moh. Adam Mustapa Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Moo, Faradila Ratu Cindana Mooduto, Putri Sibby Muhammad Taupik Mustapa, Moh. Adam Muthiah Rahmah Ali Nazwah Buana Putri Kalangi Niluh Sri Purnama Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurdiandra Jahja Nurfikah Humairah Yahya Nurfitrah Daud pakaya, Handriansyah Pakaya, Meri Isriani Papeo, Dizky Ramadani Papeo, Dizky Ramadani Putri Papeo, Pirdawati priliya wati d.as'ali Prisca S. Wicita Puluhulawa, Lisa Efriani Putri Nurjannah Hamzah Qarlan Pratama, Mohammad Rahmatia Baharuddin Rahmawati Hunawa Ramly Abudi Robert Tungadi S. Latif, Multiani Santi Santi Selvi Marcellia Sitti Khofifah Gani Sri Budiarti Utami sri Suryadi, A. Muthi Andi Suryadi,, A. Mu'thi Andy Teti Sutriyati Tuloli Thamrin, Rahmulia Tolulu, Sri Noviani umar, linsih Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanty Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Yayah Rachmatiyah Zahra Zakia, Wavika Zuriati Uno, Wiwit