Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Tahun 2024 Neno, Tiara Margareth; Hinga, Indriati A. Tedju; Tira, Deviarbi Sakke; Landi, Soleman
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i2.5299

Abstract

Eksklusif breastfeeding menurut WHO ialah pemberian Air Susu Ibu kepada bayi hingga usia 6 bulan kecuali obat dan vitamin. Sehingga menjadi hal yang penting bagi bayi untuk diberikan ASI eksklusf. Secara global, bayi umur nol bulan hingga usia enam bulan yang mendapatkan exclusive breastfeeding hanya 44% (2015-2020). Cakupan bayi yang diberikan Air Susu Ibu eksklusif di Indonesia mengalami penurunan dari 69,7% di tahun 2021, menjadi 67,9% ditahun 2022. Puskesmas Sikumana dengan angka cakupan ASI eksklusif sebesar 16,8% menjadikannya terendah diantara puskesmas-puskesmas di Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan guna mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian exclusive breastfeeding pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Sikumana tahun 2024. Penelitian masuk dalam jenis penelitian analitik observasional menggunakan rancangan penelitian potong lintang. Ibu menyusui dengan bayi berusia 6-12 bulan per-maret 2024 di wilayahkerja puskesmas Sikumana merupakan subjek dalam penelitian dengan hasil sampel 132 orang. Analisis data dilakukan melalui uji chi-square dengan level signifikan α = 0,05. Penelitian mendapatkan hasil terdapat keterikatan antara pengetahuan (p=0,043), status pekerjaan (p=0,000), stres (p=0,000), Serta dukungan suami (p=0,015) dengan praktik pelaksanaan Air Susu Ibu eksklusif. Namun, status gizi memperoleh nilai p=0,836 yang memiliki makna tidak ada keterikatan status gizi dengan praktik pelaksanaan ASI eksklusif. Petugas puskesmas diharapkan mampu menyusun program edukasi yang efektif guna meningkatkan pengetahuan dan minat ibu hamil maupun menyusui tentang pelaksanaan Air Susu Ibu eksklusif. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Bayi, Faktor
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI KOTA KUPANG TAHUN 2023 Lemensi Mbulung, Eufrasia; Landi, Soleman; Ndoen, Honey Ivon; Riwu, Yuliana Radja
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45835

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis menduduki peringkat sepuluh besar penyebab kematian global dan merupakan penyebab utama kematian akibat infeksi. Kelompok yang memiliki risiko tinggi terinfeksi yaitu orang yang melakukan kontak erat dengan penderita TBC, seperti anak anak, lansia, dan orang yang memiliki masalah pada imun tubuh. Tahun 2022 Kota Kupang mencatat telah terjadi 19 kasus tuberkulosis pada anak usia 0-14 tahun dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 49 kasus menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan berada di peringkat ke 13 dari 22 kabupaten yang ada di NTT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Kupang tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Sampel penelitian ini berjumlah 72 orang dengan metode pemilihan sampel yaitu total sampel dan simple random sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi (p=0,002 < 0,05) dan ventilasi rumah (p=0,004 < 0,05) dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Kupang. Variabel ASI eksklusif (p=0,061 > 0,05) dan kepadatan hunian (p=0,471 > 0,05) menunjukkan tidak ada hubungannya dengan kejadian tuberkulosis pada anak. Hasil penelitian juga menunjukkan seluruh sampel telah melakukan imunisasi BCG, selain itu dari 72 anak yang melakukan riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis sebanyak 16 anak (22,2%). Dinas Kesehatan Kota Kupang diharapkan untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan terutama pencegahan tuberkulosis pada anak dengan kegiatan investigasi yang lebih aktif dan tindakan pencegahan pada orang dewasa penderita tuberkulosis agar tidak menulari anak-anak.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PULAU SABU TAHUN 2024 Pelle, Santy Nurfiani; Landi, Soleman; Riwu, Yuliana Radja; Wahyuni, M. M. Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48529

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di Pulau Sabu, yang dikenal sebagai wilayah endemis dengan angka kasus yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut adanya analisis komprehensif terhadap faktor-faktor risiko yang berperan dalam penularannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis enam faktor risiko yang diduga berkaitan dengan kejadian TB paru, yaitu perilaku merokok, pencahayaan, kelembaban, ventilasi, kepadatan hunian, dan riwayat kontak. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan pendekatan analitik observasional. Sampel penelitian terdiri dari 59 responden kasus yang terdiagnosis TB paru dan 59 responden kontrol yang tidak menderita TB paru. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode matching berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lokasi tempat tinggal untuk meminimalkan bias. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner serta pengukuran kondisi lingkungan rumah dengan instrumen berupa lux meter, hygrometer, dan roll meter. Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara empat variabel dengan kejadian TB paru, yaitu perilaku merokok (OR=4,471; p=0,000), pencahayaan (OR=6,268; p=0,000), ventilasi rumah (OR=8,509; p=0,000), dan riwayat kontak (OR=2,135; p=0,019). Sedangkan kelembaban (p=0,829) dan kepadatan hunian (p=0,067) tidak berhubungan secara bermakna. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor perilaku dan kondisi lingkungan rumah sangat berperan dalam proses penularan TB paru di Pulau Sabu. Oleh karena itu, upaya pengendalian perlu difokuskan pada intervensi perilaku merokok, perbaikan pencahayaan dan ventilasi rumah, serta pelacakan kontak erat. Strategi yang terintegrasi diharapkan mampu menekan beban TB paru di wilayah tersebut dan berkontribusi terhadap pencapaian target eliminasi TB nasional.
PENGEMBANGAN RUMAH KOMUNIKASI STUNTING MODEL KESKA DI DESA OINLASI, KECAMATAN MOLO SELATAN-KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Picauly, Intje; Landi, Soleman; Taloim, Aristarkhus; Setyobudi, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.504

Abstract

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak inovasi dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan untuk pengembangan inovasi rukom stunting dengan metode kaji tindak terkait aspek pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - September 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan dengan model pertanian hidroponik terintegrasi dengan peternakan kandang ayam atau Model KESKA dapat terus digalakkan dalam upaya memenuhi asupan gizi protein hewani, kemandirian pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga
Analysis of Musculoskeletal Disorders Complaints among Ikat Weaving Craftsmen in Langa Bajawa, Ngada, East Nusa Tenggara in 2022 Djawa, Agostin Nofembriyani; Muntasir; Landi, Soleman
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2023.08.03.06

Abstract

Background: Ikat weavers work manually and non-stop for a long duration of time, which increases the risk of occupational diseases such as musculoskeletal disorders (MSDs). Ikat weaving craftsmen perform work manually and non-stop for a long duration of time which generates occu­pational diseases such as musculoskeletal disorders (MSDs). This study aimed to determine the analysis of complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) among ikat weavers in Langa Bajawa Subjects and Method: A cross-sectional study were conducted from August to September 2022 among ikat weaving craftsmen in Langa Bajawa region, Ngada, East Nusa Tenggara. A total of 38 subjects were included in this study. The dependent variable was complaints of musculoskeletal disorders (MSDs). The independent variables were age, working period, duration of work, body posture, work-load, repetitive activity, stretching, and back rest. The data were collected with study questionnaires, Nordic Body Map questionnaires, Rapid Upper Limb Assessment (RULA) ques­tionnaires, and obser­vations. The data were analyzed using Chi-square. Results: Age >35 years (OR= 1.07; 95% CI= 1.07 to 17.79; p= 0.034), working period >10 years (OR= 3.85; 95% CI= 0.98 to 15.12; p= 0.049), posture with RULA score >4 (OR= 5.66; 95% CI= 1.36 to 23.46; p= 0.013),  working hours >8 hours/day (OR= 10.5; 95% CI= 2.16 to 51.42; p= 0.002), repetitive activity (OR= 11.55; 95% CI= 2.41 to 55.39; p= 0.001), rarely stretching (OR= 0.04; 95% CI= 0.00 to 0.27; p< 0.001), and not having a backrest (OR= 0.09; 95% CI= 0.02 to 0.44; p= 0.001) had a significant effect on complaints of musculoskeletal disorder in ikat weaving craftsmen. Meanwhile, the workload of a person who has a pulse of (> 125 BPM) affected the complaints of MSDs, however, it was statistically insignificant. Conclusion: Age >35 years, working period >10 years, posture with a RULA score of >4, working hours >8 hours/ day, repetitive activities, rarely stretching, not having a backrest, and the work­load of a person with a pulse rate (> 125 BPM) affect complaints of musculoskeletal disorder in ikat weaving craftsmen. Keywords: complaints of musculoskeletal disorders, craftsmen, ikat weaving. Correspondence: Agostin Nofembriyani Djawa. Faculty of public Health, Universitas Nusa Cendana. Jl. Adi Sucipto Penfui, Penfui, Maulafa, 85001, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia. Email: agostinnofem­briyani­djawa@­gmail.com. Mobile: +62 823-1135-6914.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NULLE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2024 Landi, Soleman; Timo, Beci; Liufeto, Mega
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v13i2.367

Abstract

Stunting merupakan pertumbuhan yang terhambat, dan merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan Provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi kabupaten penyumbang stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Puskemas Nulle adalah salah satu Puskesmas di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kecamatan Amanuban Barat yang memiliki jumlah kasus stunting tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Nulle tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian epidemilogi analitik dengan metode kuantitatif dan rancangan case control. Besar sampel pada penelitian ini 170 balita yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value= 0,001 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI-eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Hasil perhitungan (OR) diperoleh nilai OR= 5,661, hal ini berarti balita yang tidak mendapatkan ASI-eksklusif memiliki peluang risiko terjadinya stunting sebesar 5,661 kali dibandingkan dengan balita yang tidak stunting. Hasil ini menunjukan adanya hubungan pola asuh ibu terhadap kejadian stunting pada balita di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penulis berharap penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman ibu terkait hubungan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada balita.
PENCEGAHANAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 2 NEKAMESE KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG Landi, Soleman; Weraman, Pius; Riwu, Yuliana R.
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.382

Abstract

Anemia dapat terjadi pada semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut. Namun kelompok yang paling rentan beresiko diantaranya adalah remaja putri (rematri). Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, yang ditandai dengan perubahan fisiologis tubuh, pertumbuhan fisik yang cepat sehingga membutuhkan asupan gizi yang memadai termasuk zat besi. Bila asupan zat besi kurang dapat menyebabkan anemia pada remaja. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukan prevalensi anemia pada kelompok umur 5-14 tahun sebanyak 26,8% dan 32,0% terdapat pada kelompok umur 15-24 tahun. Ini berarti 3 diantara 10 anak rematri menderita Anemia atau terdapat kurang lebih 7.5 juta remaja Indonesia yang berisiko untuk mengalami hambatan dalam tumbuh kembang, kemampuan kognitif dan rentan terhadap penyakit infeksi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah deteksi dini anemia dan meningkatkan pengetahuan serta memotivasi siswi dan guru untuk mencegah terjadinya anemia baik saat ini maupun kelak saat menjadi seorang ibu. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan, pembagian media kesehatan dan pemeriksaan hemoglobin (HB) pada remaja putri. Kegiatan ini dikuti sebanyak 34 remaja putri. Hasil pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan remaja terkait anemia dengan nilai rata-rata pretes 54,41 menjadi 64,19 saat post test dilakukan, terdistribusinya media promosi kesehatan di ruang kelas sekolah dan terdeteksi sebanyak 13 siswi (38%) menderita anemia (HB <12 g/dL). Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pembagian tablet tambah darah pada akhir kegiatan pengabdian dapat mengurangi prevalensi kejadian anemia pada remaja putri.
RUMAH KOMUNIKASI STUNTING SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN PERILAKU DAN KEMANDIRIAN GIZI PANGAN DI WILAYAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Picauly, Intje; Marni, Marni; Landi, Soleman; Oematan, Grouse; Setyobudi, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.518

Abstract

Data SSGI tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku tentang pangan, gizi dan kesehatan; meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak terkait aspek edukasi pangan, gizi dan kesehatan serta pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - Agustus 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terjadinya perubahan perilaku masyarakat terkait pangan, gizi dan kesehatan serta tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan beserta hasil Perikanan dan peternakan terintegrasi dengan pertanian hidroponik (3K:Kolam, Kandang dan Kebun) atau Kebun Gizi. Disarankan agar kegiatan Inovasi RUKOM Stunting ini dapat terus digalakkan dalam upaya perubahan perilaku masyarakat untuk hidup bergizi dan sehat, mandiri pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga.
MULTIVARIATE SPATIAL ANALYSIS OF ACTIVE FAMILY PLANNING USERS USING CHOROPLETH AND PIE CHART MAPPING IN KUPANG CITY Sulla, Marbella Katarina; Syamruth, Yendris Krisno; Landi, Soleman
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v14i2.2025.188-195

Abstract

Family Planning (FP) is defined as an effort to regulate births, encompassing the establishment of ideal birth spacing and age, as well as the management of pregnancies. This is achieved by advancing, protecting, and developing reproductive rights to foster a high-quality family unit. Information on active family planning in Kupang City is still presented in tabular form. This information cannot yet be used to view detailed information on active family planning users by geography. The research employed a descriptive epidemiological approach using an ecological study design. The research sample was all individuals who utilized family planning services, totaling 22,703 people. Statistical data from 2022 indicates that the target for active FP users was not met, reaching only 39.7%. Among these users, the majority, 21,831 (96%), are female. The contraceptive method most commonly chosen is injections, which account for 12,360 (54%) of users. Those aged over 30 years constitute the largest age group, numbering 11,555 (50.9%). Additionally, the family planning policy shows that 12,327 individuals (54%) have fewer than two children.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DISPEPSIA PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN SIKUMANA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA TAHUN 2024 Batukh, Winda Serlinda Melati; Landi, Soleman; Ndoen, Honey Ivon; Sir, Amelya B
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18984

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan satu atau lebih gejala yang terjadi di saluran pencernaan berupa nyeri ulu hati atau rasa tidak nyaman di lambung, mual, muntah, cepat kenyang, perut terasa terbakar dan penuh. Kelurahan Sikumana merupakan Kelurahan yang memiliki angka kasus Dispepsia tertinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana, hingga bulan agustus 2024 kejadian Dispepsia di Kelurahan Sikumana mencapai 325 kasus yang di dominasi kelompok usia produktif 15-64 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian Dispepsia pada masyarakat di Kelurahan Sikumana wilayah kerja Puskesmas Sikumana tahun 2024. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sikumana wilayah kerja Puskesmas Sikumana dari bulan Februari-Maret 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat usia 15-64 tahun di Kelurahan Sikumana yaitu 1.458 orang. Besar sampel adalah 142 responden dengan perbandingan 1:1, yaitu 71 dari kelompok kasus dan 71 dari kelompok kontrol usia 15-64 tahun, pengambilan sampel  dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji chi-square. Hasil  penelitian  menunjukan variabel yang memiliki hubungan kejadian Dispepsia adalah pola makan (p-value=0,000), konsumsi kopi (p-value=0,000), konsumsi alkohol (p-value=0,000), kebiasaan merokok (p-value=0,000), dan aktivitas fisik (p-value=0.000). Oleh karena itu, pemerintah di kelurahan Sikumana dan petugas kesehatan berperan penting dalam menghimbau kepada masyarakat untuk mulai membiasakan pola hidup sehat seperti pemilihan jenis makanan dan minuman yang di konsumsi, ketepatan jam makan, frekuensi makan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin sehingga masyarakat dapat terhindar dari kejadian Dispepsia.Kata Kunci           : Dispepsia, Masyarakat, Pola Makan, Merokok, Aktivitas Fisik
Co-Authors Abon, Sitti Hasnah E. Adang, Dionisia Cacalia Adu, Apris A Adu, Apris A. Afrona Takaeb Alang, Gregorius Rinto Alexia Gudelia Wowa Amas, Arias Umbu Amelya Betsalonia Sir Amul, Bergita G. J. Anderias Umbu Roga Antonius A. Kewohon Anu, Lusia Faustina Asiyah, Raudhatul Astriani, Astriani Bakung, Paulus Innocentius Banoet, Malestriani J. Barbier, Tammy Andrea Bata, Sesilia Alfonsa Batukh, Winda Serlinda Melati Bebhe, Maria Windriani Bena, Paula Theresia Benu, Novianti Serni M. Bili, Adelia F. D. Boimau, Amilianti Bungsu, Marwa Ledita Bupu, Ferdinanda Karolina Carolin, Afriani Magreth Chornalio Teonly Lulan Dade, Veronika Dealdo, Kresecia Aprillia Putri Deviarbi Sakke Tira Diana Apipideli Djawa, Agostin Nofembriyani Dubu, Yansenin Eka Saul Manunel Faykusa, Delince Fitria Ningsi Banni Tudu Florentina Gehand Wau Gracia, Febrianti Gulo, Stefani Dua Hinga, Indriati A. Tedju Honey I. Ndoen Icha, Florentina Rosina Indriati A.T. Hinga Indriati Andolita Tedju Hinga Inggrid Y. S. Te Irene Maria Bili J Mukono Jacob Matheos Ratu Jois Seselia Atriesta Seme Kase, Cindy Kerans, Maria Merai K. Kiik, Alexandrina T.A. Koa, Theresna Lado, Ervan Dima Lauw, Stenly Yunior Lay, Kenangan Y. Y. Ledoh, Kristiana Lemensi Mbulung, Eufrasia Lengari, Trinita Y.N Limbu, Ribka Litelnoni, Aletha Anasthasya Liufeto, Mega Logo, Juniadi A. Pe Lucitania Floreca Mokos Malaikosa, Lianna Melina Malfret Njaka Mbani Manose, Menti Y. Manu, Nadia Margarita Manurung, Imelda F. E Manurung, Imelda Februati Ester Maria Flaviana Tefa Maria M. Dwi Wahyuni Maria Magdalena Kurnia Deksiana Ratu Marlina Bulu Marni Marni, Marni Mataufina, Maria C. C. Mbate, Welsirefika Meilyani, Rany Melda Rosanti Babys Mesang, Gabriela J. N. Metkono, Anjelina MMSI Irfan ,S. Kom Mue, Elvina Muntasir, Muntasir Naisais, Marsela Candra Nautu, Ceresentia Apriani Ndoen, Honey Ivon Ndolu, Yurihany S. J. Neno, Tiara Margareth Nenotek, Kezia Indriani Nguku, Marianus Noorce Christiani Berek Norma Tiku Kambuno Nufeto, Virliando Nur, Marselinus Laga Oematan, Grouse Ora, Anderias Parawatu Pakae, Santaliana A. Pakan, Sikhry Christian Max Pandie, Iquinta I. Pandie, Marshanda Ananda Pare, Maria Saveryani Dua Pati, Riana B.Belinda Umbu Patmawati, Try Ayu Pau, Defristin Pehan, Melania Alpiani Derang Pelle, Santy Nurfiani Petrus Apriandre Nubatonis Picauly, Intje Pullu, Robertilde Kristy R. B. Pupella, Jeysel D. Purnawan, Sigit R. Azizah Rafael Paun, Rafael Ratu, Fernando Simson Riris I. M. Sogara Riwu, Yuliana R. Riwu, Yuliana Radja Romeo, Petrus Sabet, Kristina Novaeli Sabuna, Dwirana Safriza, Hamditya Aulia Sahdan, Mustakim Sengadji, Rahmawati Marlia Seo, Johandri Leonaldi Sercy Servya Setyobudi, Agus Silvester V. Toto Soeyoko Soeyoko Soni Doke Sulla, Marbella Katarina Susanto, Angelina Kathlen Syamruth, Yendris Krisno Takesan, Wilyam J. Taloim, Aristarkhus Taopan, Qntan Q.P Tari, Tirza Tasoin, Asiana Agalta Tejdu Hinga, Indriati A Timo, Beci Tino, Pretty Angel Tri Baskoro T Satoto Tunabenani, Maria Rosdiana Uy, Giovani Kristin Wahyuni, M. M. Dwi Weraman, Pius Wini, Thereza Aprilianti Du'a Yersintha Trisanlia Katarina Yusuf, Dea Benita Yusuf, Nazwa Nabila