Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATAKAN KEMAMPUN BERBICARA MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI PADA SISWA KELAS II SD NEGERI Usman, Zuliyaningsi; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rustam I.
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i2.6256

Abstract

This research aimed to enhance speaking abilities using animated video media among second-grade students at SDN 04 Dulupi, Boalemo Regency. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach, with data collection techniques including observation, tests, and documentation. The research subjects were 16 second-grade students. Initial observations revealed that only 4 out of 16 students (25%) could speak effectively, while 12 students could not. In Cycle I, Meeting I, 7 out of 16 students (44%) demonstrated speaking ability, with 9 students (56%) still struggling. By Cycle I, Meeting II, 11 out of 16 students (69%) were able to speak, with 5 students (31%) still unable. Furthermore, in Cycle II, 14 out of 16 students (87%) showed improved speaking ability, with only 2 students (12%) still struggling. Based on the research findings and discussion, it can be concluded that the use of animated video media significantly improves the speaking abilities of second-grade students at SDN 04 Dulupi, Boalemo Regency. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui media video animasi pada Siswa II SDN 04 Dulupi kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitiannya yaitu Siswa kelas II yang berjumlah 16 orang. Hasil penelitian pada observasi awal dari 16 siswa hanya 4 yang mampu berbicara atau 25%, 12 siswa tidak mampu. Siklus I pertemuan I dari 16 siswa ada 7 siswa yang mampu atau 44% dan tidak mampu 9 siswa atau 56%. Pelaksanaan siklus I pertemuan II dari 16 siswa yang mampu 11 siswa atau 69% dan tidak mampu 5 siswa atau 31%. Sedangkan pada siklus II dari 16 siswa yang mampu 14 siswa atau 87% dan yang tidak mampu 2 siswa atau 12%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan melalui media video animasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas II SDN 04 Dulupi Kabupaten Boalemo.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLIPBOOK PADA SISWA KELAS I SD NEGERI Dumbela, Suci Rahmawati; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rustam I.; Monoarfa, Fidyawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i2.6274

Abstract

The research question addressed in this research was: Can beginning reading skills in first-grade students of SDN 2 Telaga, Gorontalo Regency, be improved through the use of flipbook media? This research aims to improve beginning reading skills using flipbook media for the first-grade students at SDN 2 Telaga. This research was classroom action research. Data were collected through tests, observations, and documentation. Initial observation revealed that out of 19 students, 15 students (79%) demonstrated poor beginning reading skills. Improvement was observed over the implementation of classroom actions through two meetings in Cycle I and two meetings in Cycle II. In the first meeting of Cycle I, only 6 out of 19 students (32%) showed improvement in beginning reading. In the second meeting of Cycle I, this number increased to 10 students (53%). In the first meeting of Cycle II, 13 students (68%) showed improvement, and by the second meeting of Cycle II, 16 students (84%) had achieved good and accurate beginning reading skills. The findings indicate that the use of flipbook media significantly enhances beginning reading abilities in first-grade students at SDN 2 Telaga, Gorontalo Regency. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas I SDN 2 Telaga, Kabupaten Gorontalo, melalui penggunaan media pembelajaran flipbook. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa dari 19 siswa, hanya 4 siswa (21%) yang menunjukkan kemampuan membaca awal, sementara 15 siswa (79%) belum menguasai keterampilan tersebut. Pelaksanaan tindakan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Pada siklus I pertemuan pertama, jumlah siswa yang mampu membaca meningkat menjadi 6 orang (32%). Pada pertemuan kedua siklus I, meningkat lagi menjadi 10 siswa (53%). Selanjutnya, pada siklus II pertemuan pertama terdapat 13 siswa (68%) yang mampu membaca dengan baik, dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 16 siswa (84%). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media flipbook efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI Fauzia, Nailah; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Husain, Rustam I.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4809

Abstract

This study aims to improve the poetry writing skills of fourth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City, through the use of picture media. The research method employed was classroom action research (CAR) involving 15 students as subjects. Data collection techniques included observation, documentation, and student writing skill tests. In the initial observation, only 3 students (20%) demonstrated the ability to write poetry effectively. Following the implementation of actions during Cycle I, the number of students capable of writing poetry increased to 6 students (40%) in the first meeting and 9 students (60%) in the second meeting. In Cycle II, the students' poetry writing skills continued to improve, with 11 students (74%) achieving proficiency in the first meeting and significantly rising to 13 students (87%) in the second meeting. The results of this study indicate that the use of picture media effectively enhances the poetry writing skills of fourth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas IV SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo melalui penggunaan media gambar. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, dokumentasi, dan tes kemampuan menulis siswa. Pada observasi awal, hanya 3 siswa (20%) yang mampu menulis puisi dengan baik. Setelah penerapan tindakan pada siklus I pertemuan 1, jumlah siswa yang mampu menulis puisi meningkat menjadi 6 orang (40%), dan pada pertemuan 2 bertambah menjadi 9 orang (60%). Pada siklus II, kemampuan menulis puisi siswa terus menunjukkan perkembangan, yakni 11 siswa (74%) pada pertemuan 1, dan meningkat signifikan menjadi 13 siswa (87%) pada pertemuan 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar secara efektif dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas IV di SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Hijayah, Nur; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Katili, Sukri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4826

Abstract

The problem presented in this study is “Can the Problem-Based Learning (PBL) model improve the speaking skills of fifth-grade students at SDN No. 37 Hulonthalangi, Gorontalo City?" This study aims to improve the speaking skills of fifth-grade students at SDN No. 37 Hulonthalangi, Gorontalo City by implementing the Problem-Based Learning (PBL) model, employing a Classroom Action Research (CAR) design. The method used in this study was classroom action research. The study findings were obtained after implementing two cycles of action. In the initial stage, 22 out of 27 students (78%) demonstrated limited speaking abilities. Improvements were observed following two sessions in Cycle 1 and one session in Cycle II. In the first meeting of Cycle 1, 7 students (26%) showed improvement in their speaking skills. In the second meeting of Cycle I, this increased to 14 students (52%). By Cycle II, 23 students (85%) exhibited proficient speaking skills. Based on these findings, it can be concluded that implementing the Problem-Based Learning (PBL) model significantly improved the speaking skills of fifth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City. ABSTRAKMasalah yang disajikan dalam penelitian ini adalah “apakah Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas V di SDN No. 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melaluai Model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V di SDN No. 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian dapat dilihat setelah dilakukan tindakan siklus I dan II dari 27 siswa terdapat 21 siswa (78%) masih kurang mampu dalam kemampuan berbicara. Peningkatan dibuktikan dengan hasil pelaksanaan tindakan kelas siklus I sebanyak dua kali pertemuan dan siklus II satu kali pertemuan. Pertemuan pertama pada siklus I capaian 27siswa kemampuan berbicara memperoleh (26%) atau 7 orang siswa yang meningkat. Siklus I pertemuan II kemampuan berbicara siswa memperoleh (52%) atau 14 orang siswa meningkat. Pada siklus II mengalami peningkatan kemampuan berbicara siswa meningkat menjadi (85%) atau 23 siswa sudah mampu dalam kemampuan berbicara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui model Problem Based Learning (PBL) kemampuan berbicara siswa di kelas V SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo meningkat.
ANALISIS OPTIMALISASI PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENDUKUNG PROGRAM-PROGRAM SEKOLAH Husain, Rusmin; Zubaidi, Mohamad; Nanda, Ni Luh Ray Satya; Rouf, Mardiana Farida; Gobel, Jovita Putri; Amain, Putri Jahwana; Supriadin, Supriadin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5058

Abstract

The quality of education is not solely dependent on school performance but also significantly influenced by collaborative efforts between the school and the community. This study aims to explore the role of the school committee in supporting thematic programs at SDN 6 Tapa, Bone Bolango Regency, using a qualitative case study approach. Findings reveal that the school committee plays more than an administrative role; it actively participates in implementing programs such as Child-Friendly Schools, Healthy Schools, and Inclusive Schools. The committee's involvement includes providing financial support, participating in activities, and facilitating communication between the school and parents. All committee members, from chairperson to treasurer, demonstrate proactive and responsive participation aligned with school needs. Regular coordination mechanisms through letters, digital messaging, and face-to-face meetings strengthen a synergistic partnership. This study contributes valuable insights into collaborative practices within primary education settings, especially in non-urban areas that often face resource limitations. The holistic and participatory approach presents a potential collaboration model that can be adapted in other school environments. ABSTRAKKualitas pendidikan yang optimal tidak hanya bergantung pada performa institusi sekolah, melainkan juga pada kekuatan kolaboratif antara sekolah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran komite sekolah dalam mendukung program-program tematik di SDN 6 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, dengan pendekatan studi kasus kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa komite sekolah tidak sekadar hadir dalam peran administratif, melainkan terlibat aktif dalam pelaksanaan program seperti Sekolah Ramah Anak, Sekolah Sehat, dan Sekolah Inklusif. Keterlibatan komite terwujud dalam bentuk dukungan dana, partisipasi kegiatan, hingga fasilitasi komunikasi antara sekolah dan orang tua. Seluruh struktur komite, mulai dari ketua hingga bendahara, menunjukkan partisipasi yang proaktif dan responsif terhadap kebutuhan sekolah. Mekanisme koordinasi yang dibangun secara rutin melalui surat, pesan digital, maupun pertemuan langsung memperkuat kemitraan yang sinergis. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya wawasan praktik kolaboratif di satuan pendidikan dasar, khususnya pada konteks wilayah non-perkotaan yang seringkali dihadapkan pada keterbatasan sumber daya. Pendekatan holistik dan partisipatif ini menawarkan model kerja sama yang potensial untuk direplikasi di lingkungan sekolah lain.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING Alamri, Sri Fidya; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Husain, Rustam I.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.5117

Abstract

The problem addressed in this study is: “Can the Mind Mapping model improve short story writing skills of fifth-grade students at SDN No. 10 Kota Barat, Gorontalo City?” The purpose of this study is to enhance students’ ability to write short stories using the Mind Mapping model. This research employed a classroom action research method. Data were collected through tests based on four assessment aspects, observation, and documentation. The results showed that in the initial observation, out of 21 students, only 3 students (14%) were able to write short stories, while 18 students (86%) were not. In Cycle I, Meeting I, 8 students (38%) showed the ability to write short stories, while 13 students (62%) did not. In Cycle I, Meeting II, 14 students (67%) demonstrated the ability, and 7 students (33%) did not. In Cycle II, Meeting I, 20 students (95%) were able to write short stories, and only 1 student (5%) was not. Based on the results and discussion, it is concluded that the Mind Mapping model effectively improves the short story writing skills of fifth-grade students at SDN No. 10 Kota Barat, Gorontalo City. ABSTRAKMasalah yang disajikan pada penelitian ini adalah “Apakah melalui model Mind Mapping kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas V SDN No. 10 Kota Barat Kota Gorontalo meningkat?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek menggunakan model Mind Mapping pada siswa kelas V SDN No. 10 Kota Barat Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam ini adalah penelitian tindakan kelas. Untuk pengumpulan data pada penelitian ini melalui tes dengan 4 aspek penilaian, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal terdiri dari 21 siswa terdapat 3 siswa atau 14% yang mampu dalam menulis cerita pendek dan 18 siswa atau 86% siswa tidak mampu. Siklus I Pertemuan I dari 21 siswa terdapat 8 siswa atau 38% yang mampu dalam menulis cerita pendek dan 13 atau 62% siswa tidak mampu. Pelaksanaan siklus I pertemuan ke-2 dari 21 siswa terdapat 14 siswa atau 67% yang mampu dalam menulis cerita pendek dan 7 atau 33% siswa yang tidak mampu. Sedangkan pada siklus II pertemuan ke-1 dari 21 siswa terdapat 20 siswa atau 95% yang mampu dalam menulis cerita pendek dan 1 atau 5% siswa yang tidak mampu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dengan melalui model Mind Mapping kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas V SDN No. 10 Kota Barat Kota Gorontalo meningkat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS HURUF TEGAK BERSAMBUNG MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KATA PADA SISWA Simbala, Alivia Adenia; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa , Fidyawati; Husain, Rusmin; Katili, Sukri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5177

Abstract

This study aims to improve the ability of third-grade students at SDN No. 59 Kota Timur, Gorontalo City, in writing cursive letters by using word card media. The research employed a classroom action research method. The results showed that in the first cycle, first meeting, only 2 out of 15 students (13%) were able to write cursive letters, while 13 students (87%) were unable. In the first cycle, second meeting, there was an improvement with 6 students (40%) achieving the skill, and 9 students (60%) still unable. Since the target of at least 75% mastery was not achieved, the study continued to the second cycle. In the second cycle, first meeting, 10 students (67%) were able to write cursive letters, while 5 students (33%) were not. In the second cycle, second meeting, a significant improvement was observed with 13 students (87%) able to write cursive letters and only 2 students (13%) unable. The findings indicate that the use of word card media effectively enhances the ability of third-grade students at SDN No. 59 Kota Timur Gorontalo City. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis huruf tegak bersambung pada siswa kelas III SDN No. 59 Kota Timur Kota Gorontalo dengan menggunakan media kartu kata. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I pertemuan pertama, hanya 2 dari 15 siswa (13%) yang mampu menulis huruf tegak bersambung, sementara 13 siswa (87%) belum mampu. Pada siklus I pertemuan kedua, terdapat peningkatan dimana 6 siswa (40%) mampu menulis dengan baik dan 9 siswa (60%) masih belum mencapai kemampuan tersebut. Karena hasil ini belum memenuhi target minimal 75%, penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II pertemuan pertama, 10 siswa (67%) sudah mampu menulis huruf tegak bersambung dan 5 siswa (33%) belum. Pada siklus II pertemuan kedua, peningkatan signifikan terjadi dengan 13 siswa (87%) yang berhasil menulis huruf tegak bersambung dan hanya 2 siswa (13%) yang belum mampu. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu kata efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis huruf tegak bersambung siswa kelas III SDN No. 59 Kota Timur Kota Gorontalo.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS KOMUNITAS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MAPEL BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR KECAMATAN DUMBO RAYA Ayu; Husain, Rusmin; Djibu, Rusdin
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i2.6409

Abstract

This research aims to develop differentiated teaching modules based on learning communities to improve student learning outcomes. The research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The approach used is a mix-method, which is a combination of qualitative and quantitative approaches. The results of the study show that the teaching modules developed have gone through a validation process by material and media experts with "very feasible" results. The implementation of the module in the experimental classroom for four weeks showed a significant improvement in student learning outcomes compared to the control class. The involvement of the learning community (teachers, students, and parents) in the process of developing and implementing the modules also plays an important role in creating a collaborative learning environment, responsive to student needs, and encouraging active involvement in learning. Thus, community-based differentiated teaching modules are effectively implemented as a solution to accommodate student diversity in learning and can improve the quality of education as a whole.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR BILINGUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Regita Halid; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa; Wiwy Triyanty Pulukadang; Sukri Katili
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23296

Abstract

The formulation of the problem in this research is the initial learning conditions by using bilingual picture storybooks at SDN (State Elementary School) 2 Limboto Barat, how to develop bilingual picture storybooks for grade IV students of SDN 2 Limboto Barat, and the feasibility of bilingual picture storybooks for grade IV students of SDN 2 Limboto Barat. This research aims to describe the initial learning conditions using bilingual picture storybooks at SDN 2 Limboto Barat, develop bilingual picture storybooks for grade IV students of SDN 2 Limboto Barat, and describe the feasibility of bilingual picture storybooks for grade IV students of SDN 2 Limboto Barat. The method used is a development research method that uses the Thiagarajan (1974) model design, the 4D model, which consists of 4 stages: defining, designing, developing, and disseminating. The research findings demonstrated that the development of bilingual picture storybooks based on media expert validation obtained a percentage of 96% (very feasible), linguist validation obtained a percentage of 88% (very feasible), practitioner expert validation in terms of language and media obtained a percentage of 100% (very feasible). This validation obtained an average percentage of 96% (very feasible). Based on the findings, it can be concluded that the development of bilingual picture storybooks is very feasible to use in the learning process.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Pendek melalui Model Pembelajaran Concept Sentence pada Siswa Kelas IV SDN 25 Kota Gorontalo Thalib, Sri Amelia; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.6731

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada upaya peningkatan keterampilan menulis cerita pendek melalui penerapan model pembelajaran Concept Sentence yang relevan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini agar dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek melalui model pembelajaran concept sentence pada siswa kelas IV SDN 25 Kota Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, Dokumentasi dan Tes. Objek penetilian ini yaitu siswa kelas IV SDN No. 25 Kota Selatan. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui dari 10 siswa 2 atau 20% siswa mampu menulis cerita pendek, sedangkan 8 atau 80% siswa belum mampu menulis cerita pendek belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Pada siklus I terjadi peningkatan 4 atau 40 % siswa mampu menulis cerita pendek sedangkan 6 atau 60% belum mampu menulis cerita pendek, Selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 9 siswa atau 90% yang mampu menulis cerita pendek telah memenuhi kriteria ketuntasan dan 1 atau 10% siswa belum mampu menulis cerita pendek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran concept sentence dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas IV SDN No. 25 Kota Selatan Kota Gorontalo.
Co-Authors Abdul Rahmat Abdullah, Fatra Yuliana Afriani Putri Timbowo Agista Ariyani Saripudi Alamri, Sri Fidya Alfareza Thaib Amain, Putri Jahwana Amaliya Ladju Amin Otoni Harefa Andi Marshanawiah Anton Kaharu Asludin, Nur Indriani Ayu Bouato, Nur Fratiwi Buhohang, Sayekti Cakranegara, Pandu Adi Candra Cuga Damulawan, Afriani Devitasari Darwis, Friskawaty Datuela, Nadia Amalia Deyana Manapo Ditya Ibrahim Djafar, Siti Rahmatiah Djamil, Fatmah Djibu, Rusdin Dumbela, Suci Rahmawati Dunggio, Regita F. Eato, Meisti Fani Emmy Tirta Aviqi Fadilla, Dwi Badriyatul Fauzia, Nailah Fidyawati Monoarfa Fidyawati Monoarfa Framesti, Tiyas Ayu Gobel, Arifah Azhara Gobel, Jovita Putri H. IBRAHIM, NATALIYA Hakim, Inda Rahmawati Halik, Sintiya Hamida Ombili Hamzah B Uno Hasan, Trianita Hasim, Evi Hijayah, Nur Husain, Fauzia Putri Meylan Ibrahim, Yuniar Marhamah S. Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idrus, Nur Asma Ifana Lumayo Ismail, Reska Putri ISMAWATI, KOMANG Kadir, Alfin Vitariyani T. Kadoli, Nurnaningsih I KADU, DWI NOVITA Karim, Amna Kilo, Nurcahayani Usman Korompot, Zulfan Lasimpala, Ainsa Lasulika, Nurwahidah Riana Lia, Dina Mei Litami Cahyani Maida Lumayo, Ifana MAHMUD, PUTRI MAHMUD, SRI NOVITA Mardatilla, Sri Marzuki, Kartini Meylan Saleh MIFTAHUL JANNAH Mimy Astuty Pulukadang Moh. Dehiyo, Sofiyanti Mohamad Zubaidi Mohamad, Natalia Mokoagow, Sri Nora Aulia Monoarfa , Fidyawati Monoarfa, Fidyawati Monoarfa, Wiwy Triyanty Muhammad Ibrahim Muhammad Zubaidi Mulyawan Safwandy Nugraha Mumammad Sarlin Mutala, Mutiara P. Mutiara Damayanti Doloan Nanda, Ni Luh Ray Satya Nanue, Nur’ayin U. Ngabito, Siti Nur Rahayu K. Ni Nyoman Dewi Asih Ni Putu Ayu Lestari Niken Ayu, Niken Ningrum, Crika Fuji Widya Novianty Djafri Novita Abdullatief Nur Anisa Ali Nur Bahagia Nur Sakinah Aries Nuraini Nurchalis Mokoagow Nurhuda Kumeri Nurul Azmi Nusi, Sutriyanti A. Pahrun, Ratnarti Patamani, Tri Yulianti Podungge, Pratiwi Poha, Cici Andri Yani Poiyo, Gita Triputri Danial Pratiwi, Ni Putu Citra Pulukadang, Wiwy T. Pulukadang, Wiwy Trianty Pulukadang, Wiwy Triyanti Pulukadang, Wiwy Triyanty Pulukandang, Wiwy Triyanty PUPUNG PUSPA ARDINI Puspita Lamalundu RAHMA MODEONG, LUSIANA Rahman, Fatma Rahmat Putra Lasena Ratnarti Pahrun Regina Anggraini Darise Regita Halid RENALDY BULANGO, MOHAMAD Riski Nabius Rouf, Mardiana Farida Rustam I. Husain Salma Halidu Saripa Topaju Simbala, Alivia Adenia Siti Hadija Ngadi Sitti Rahmatia Y. Hilumalo Sri Amelia Thalib Srisusanty Srisusanty SUGIANTI, NI KADEK Sukri Katili Sukri Katili Sunarti Rauf supriadin supriadin Sutasi Manggopa Sutriyanti A. Nusi T. PULUKADANG, WIWY Thalib, Sri Amelia Tolinggi, Yolanda TRIANTY PULUKADANG, WIWY Tue, Aprinanda K. Ul'Fah Hernaeny Umama, Niawati Umar, Nurfatima Usman, Fadilah S Usman, Zuliyaningsi WAYAN RUSMINI, NI Widiyastuti, Vita Wiwy Triyanti Pulukadang Wiwy Triyanty Pulukadang Wiwy Triyanty Pulukadang Yanti S. Lihu Yenti Juniarti Yolanda Yolanda Yusuf, Ismiawati U. Zenab S Yantu