Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM BUDIDAYA LAHAN KERING DAN PEMANFAATAN PEKARANGAN DI DESA KUNCIR KABUPATEN NGANJUK Hadiyanti, Nugraheni; Pamujiati, Agustia Dwi; Lisanty, Nina
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 4, No 1 (2021): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v4i1.63

Abstract

Usaha pemenuhan kebutuhan pangan dengan pengelolaan  lahan kering maupun pekarangan terus digalakkan di berbagai wilayah di Indonesia. Lahan kering dan pekarangan merupakan sumber potensial yang dikembangkan dalam pembangunan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan. Kegiatan penyuluhan pertanian telah dilaksanakan di Desa Kuncir Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat dalam memanfaatkan lahan kering dan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan daerah setempat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode penyuluhan meliputi penyampaian materi secara lengkap dan praktek pembuatan pupuk organik. Pemateri dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk menyampaikan program pangan sehat dalam mendukung ketahanan pangan. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah lahan kering di Desa Kuncir Kabupaten Nganjuk potensial dikembangkan karena lahan cukup luas dan  tingkat kesuburan cukup baik serta sebagian besar masyarakat bermatapencaharian sebagai petani. Diskusi dua arah berlangsung interaktif menunjukkan tingkat antusiasisme masyarakat, pemahaman terhadap materi yang disampaikan dan  permasalahan di lapangan. Kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan secara umum cukup berhasil karena adanya peningkatan pengetahuan dan wawasan masyarakat dan ketertarikan dalam menerapkan pola tanam yang efektif di lahan kering maupun pemanfaatan pekarangan.
Korelasi Regresi Unsur Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Kabupaten Nganjuk Setyobudi, Hendrik; Saptorini, Saptorini; Hadiyanti, Nugraheni; Widiyono, Wahyu; Junaidi, Junaidi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6512

Abstract

The productivity of tomato plants is influenced by various factors, including climatic elements such as light intensity, humidity, rainfall, and temperature. These elements play a crucial role in supporting the growth and development of tomato plants. This study aims to analyze the impact of climatic factors on the productivity of tomato plants (Solanum lycopersicum) in Nganjuk Regency. The research was conducted from January to March 2023 using a descriptive-analytical method. Secondary data collected include tomato productivity from 2013 to 2022 and climatic factors such as solar radiation, air temperature, humidity, and rainfall during the same period. Data analysis was performed using descriptive and quantitative methods, including correlation and regression tests. Climatic data were sourced from BMKG Nganjuk, while productivity data were obtained from BPS Nganjuk Regency. The analysis results indicate that, spatially, climatic factors significantly affect tomato productivity. However, when analyzed simultaneously, climatic factors show no significant relationship with tomato productivity in Nganjuk Regency. Specifically, solar radiation accounts for 41.6% of the productivity variance, air temperature contributes 40.9%, and humidity influences 41.8%. Produktivitas tanaman tomat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk unsur-unsur iklim seperti intensitas cahaya, kelembapan, curah hujan, dan suhu. Unsur iklim memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari bagaimana unsur-unsur iklim mempengaruhi produktivitas tanaman tomat (Solanum lycopersum) di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Januari hingga Maret 2023. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Data sekunder yang dikumpulkan mencakup produktivitas tomat selama tahun 2013 hingga 2022, serta data unsur iklim yang meliputi radiasi matahari, suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan tahun 2013 - 2022. Analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan metode deskriptif dan kuantitatif. Rekapitulasi data sekunder terdiri atas data iklim dari BMKG Nganjuk dan data produktivitas tomat dari BPS Kabupaten Nganjuk. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik uji korelasi dan regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara spasial, unsur iklim memiliki hubungan dan pengaruh nyata terhadap produktivitas tomat. Namun, secara simultan, unsur iklim tidak memiliki hubungan maupun pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tomat di Kabupaten Nganjuk. Secara rinci, radiasi matahari memberikan pengaruh nyata sebesar 41,6% terhadap produktivitas tomat, suhu udara sebesar 40,9%, dan kelembapan udara sebesar 41,8%.
Optimizing Slaughterhouse Waste as Liquid Organic Fertilizer: An Organic Solution to Enhance Cayenne Pepper Production Hariyanto, Hariyanto; Hadiyanti, Nugraheni; Kustiani, Edy; Nurcahyo, Agung Wilis
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 9 No 1 (2025): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v9i1.6454

Abstract

Cattle rumen waste from slaughterhouses holds economic, social, and ecological value when processed into liquid organic fertilizer (LOF). The application of this LOF has the potential to improve soil fertility, thereby enhancing plant growth and productivity. A collaborative study between the Agrotechnology Study Program of Universitas Kadiri and the Slaughterhouse Technical Unit (UPTD RPH) of Kediri City was conducted to evaluate the effect of LOF derived from cattle rumen waste on the growth and yield of cayenne pepper (Capsicum frutescens L.). The research was carried out from October 2022 to January 2023 in the greenhouse of the Geophysics Station (BMKG) located in Sawahan Village, Sawahan Subdistrict, Nganjuk Regency. The experiment used a completely randomized design (CRD) with a single factor: LOF dosage, consisting of six treatment levels: D0 (control), D1 (100 ml/plant), D2 (200 ml/plant), D3 (300 ml/plant), D4 (400 ml/plant), and D5 (500 ml/plant) with four replications. Each experimental unit comprised two plants. Observed parameters included plant height, stem diameter, number of leaves, number of branches, and fruit number and weight. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by the Least Significant Difference (LSD) test at a 5% significance level. The results indicated that the 500 ml/plant dosage had a highly significant effect on plant height and stem diameter, and a significant effect on the number of branches, but no effect on leaf number. Notably, increasing LOF dosage significantly improved fruit number and weight by 27% at 90 days after transplanting (DAT).
Pendampingan Teknis dan Pembinaan Petani dalam Peningkatan Kesadaran Lingkungan dan Kemandirian Pertanian Berkelanjutan di Kelurahan Lirboyo, Kediri Yuliyanto, Yuliyanto; Chamro', Wardatul; Hadiyanti, Nugraheni; Junaidi, Junaidi; Kustiani, Edy; Muharram, Muhammad; Sidhi, Eko Yuliarsha
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6467

Abstract

The technical assistance and farmer empowerment activities in Lirboyo Subdistrict aim to raise environmental awareness, reduce dependency on chemical inputs, promote self-reliance in sustainable agricultural practices, and engage in the Go Green campaign. This program involves collaboration between university students, local farmers, and vocational high school students (SMKN), who work together through various activities. A Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, along with preliminary observations and Focus Group Discussions (FGDs) involving local farmers, students, and participants from SMKN 1 Kediri City, was employed to identify needs. Furthermore, the program used demonstration methods to provide skills in the production of organic fertilizers, engaging farmers, university students, and vocational students in the process. The outcomes of this program show highly positive impacts. These include increased knowledge and skills among farmers, students, and vocational students in producing and applying liquid bokashi fertilizer, implementing natural pest control, and a shift in attitudes as indicated by participants’ growing awareness of the importance of environmental preservation. Participants also expressed a willingness to share information about organic fertilizer production with friends, family, and the surrounding community through direct communication and social media videos. Additionally, participants expressed interest in maintaining ongoing discussions with agricultural extension officers through digital messaging platforms. Kegiatan pendampingan teknis dan pembinaan petani di Kelurahan Lirboyo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi ketergantungan penggunaan bahan kimia, mendorong kemandirian dalam praktik pertanian berkelanjutan dan terlibat dalam upaya kampanye go green. Program ini melibatkan mahasiswa, petani, dan siswa SMKN, yang bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Pendekatan yang dilakukan untuk mengidentfikasi kebutuhan adalah dengan pendekatan PRA (Particaptory action research), observasi pendahuluan, FGD yang melibatkan petani setempat, mahasiswa, dan siswa SMKN 1 Kota Kediri. Selanjutnya, kegiatan ini juga mengguanakan metode Demonstrasi untuk memberikan keterampilan pembuatan pupuk organik yang melibatkan petani, mahasiswa dan siswa SMKN 1 Kediri. Hasil dari program ini menunjukkan dampak yang sangat positif. Hasil dari kegiatan ini dapat terlihat dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, mahasiswa, dan siswa SMK berupa kemampuan dalam membuat dan mengaplikasikan pupuk bokhasi cair, mampu melaksanakan pengendalian OPT alami, serta berdasarkan hasil komunikasi dengan peserta kegiatan ingin terjadi perubahan sikap berupa kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam dan berkeinginan untuk ikut menyebarkan informasi terkait pembuatan pupuk organik kepada teman, keluarga, dan masyarakat disekitarnya melalaui komunikasi langsung, dan video di sosial media. Selain itu, para peserta juga ingin untuk dapat berdiskusi secara berkelanjutan melalui pesan digital dengan penyuluh.
Assessment for Identification of Stelechocarpus burahol and Sister Species Complex of Annonaceae Family Using trnL Intron Sequences Probojati, Rasyadan Taufiq; Hadiyanti, Nugraheni; Hapsari, Lia
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 4 (2023): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i4.5777

Abstract

Stelechocarpus burahol (kepel) belongs to the Annonaceae family, and is considered to be a native species to Indonesia which is mainly distributed on the island of Java. However, the plant’s existence is currently difficult to find, so it is categorized as rare in Indonesia. A molecular approach using DNA barcoding technique is significant to assist plant identification. The gene that is widely used and proven to be accurate for Annonaceae is trnL-F. This study was aimed to evaluate the efficiency of trnL as DNA barcode for the identification of S. burahol and its relatives (Annonaceae) from Java Island. In total 10 specimens have been used in this study. Whole genome DNA was isolated by Tiangen kit and amplified by Polymerase Chain Reaction (PCR) technique using a specific primer. Results showed that trnL was easily amplified with a DNA fragment length of 500-600 bp. The trnL amplicons have successfully sequenced as indicated by the high QV20+ values. The sequence compositions were high in AT bases (63.9%). BLAST analysis of the sequences showed that S. burahol and sister species have been confirmed its identity according to the reference sequences in NCBI with query cover identities 98%-100%. This research can be concluded that trnL-F is suitable and recommended as a DNA barcode for S. burahol and its relatives. However, further research is suggested to combine analysis of both coding (rbcL, matK, etc) and non-coding (trnL) markers for better identification results. 
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) pada Komposisi Media Tanam dan Dosis POC Sampah Dapur Berbeda Turohmah, Nur Ulfa; Junaidi, Junaidi; Supandji, Supandji; Hadiyanti, Nugraheni
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i1.3956

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is a favorable vegetable with high economic value. Its production is increased by using various growing media and liquid organic fertilizers (LOF) from household waste to produce organic products. This research aimed to study the interaction effect of the composition of the growing media and the dose of kitchen waste LOF on the growth and yield of eggplant. The experiment used a 3 x 3 factorial Completely Randomized Design (CRD) with three repetitions. The first factor was the composition of planting medium (M) consisting of 3 levels, namely: M1 (soil : cow manure), M2 (soil : cow manure : sand), and M3 (soil : cow manure : burned husk). The second factor was the dose of kitchen waste LOF (D) consisting of 3 levels, namely: D1 (0 cc/plant), D2 (10 cc/ plant), and D3 (20 cc/plant). The variables observed were plant height (cm), number of leaves (strands), stem diameter (mm), leaf area (cm2), number of branches, number of flowers (buds), and fruit production. The results of the observations were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). Once the results were significantly different, it would be continued with the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level. The results showed a significant interaction between the composition of the growing media and the dose of kitchen waste LOF on plant height at nine weeks after planting (WAP). Eggplant plant height at 3 WAP on the treatment of different planting media compositions had a significant effect, with leaf area at seven WAP, stem diameter at nine WAP, and number of branches at fourteen WAP. Treatment of kitchen waste LOF doses significantly affected the number of leaves and stem diameter of eggplant plants aged nine WAP. Terung (Solanum melongena L.) salah satu sayuran yang digemari masyarakat dan bernilai ekonomis cukup tinggi. Produksi terung ditingkatkan menggunakan media tanam beragam dan pupuk organik cair untuk menghasilkan produk organik. Tujuan dari penelitian adalah mempelajari pengaruh interaksi komposisi media tanam dan dosis POC sampah dapur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor dengan pengulangan 3 kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) terdiri atas 3 taraf, yaitu: tanah : pupuk kandang (M1); tanah : pupuk kandang : pasir (M2); dan tanah : pupuk kandang: arang sekam (M3). Faktor kedua adalah dosis POC sampah dapur (D) terdiri atas 3 taraf, yaitu: 0 cc/tan (D1), 10 cc/tan (D2) dan 20 cc/tan (D3). Variabel pengamatan adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), luas daun (cm2 ), jumlah cabang, jumlah bunga (kuncup), dan produksi buah. Data pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), dan apabila hasil berbeda nyata dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian adalah terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan komposisi media tanam dan dosis POC sampah dapur terhadap tinggi tanaman umur 9 MST. Tinggi tanaman terung umur 3 MST pada perlakuan komposisi media tanam yang berbeda memberikan pengaruh nyata, luas daun umur 7 MST, diameter batang umur 9 MST, dan jumlah cabang umur 14 MST. Perlakuan dosis POC sampah dapur menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, dan diameter batang tanaman terung umur 9 MST.
Perlakuan Dosis Pupuk Hayati Mikoriza dan Macam Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Kholik, Dian Abdul; Kustiani, Edy; Saptorini, Saptorini; Hadiyanti, Nugraheni
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i1.3957

Abstract

Mung bean (Phaseolus radiatus L.) is a functional food commodity used for feed ingredients and industry. The use of mycorrhizal fungi in different varieties will have other effects. This study aimed to determine the interaction of the dose of mycorrhizal biofertilizer and plant varieties on the growth and yield of mung bean. The research emphasized the interaction effect between doses of mycorrhizal biofertilizers on the development and yield of several varieties of mung beans. The experiment took place in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Kadiri University, Kediri, East Java, from December 2021 to March 2022. The experimental design used a 2-factor Randomized Block Design (RBD) with three replications. The first factor was the dosage of mycorrhizal biofertilizers: 0 gr/plot (U0), 150 gr/plot (U1), and 300 gr/plot (U2). The second factor was the plant varieties, consisting of Vima-1 (V1), Vima-2 (V2), and Vima-3 (V3). Data analysis used analysis of variance (ANOVA) and further tested by Tukey’s Honestly Significant Difference (HSD) at a 5% level. Based on the experiments, there was no interaction between the mycorrhizal doses and the different varieties on the variable of plant height, number of leaves, stem diameter, pod length, and plant fresh weight. The combination of mycorrhizal doses and variety showed a significant effect on the number of pods, pod weight, number of seeds planted, weight of seeds planted, weight of 100 seeds per plant, root length, and number of secondary roots, dry weight of plants, the fresh and dry weight of root. The combination of the mycorrhizal dose of 300 gr/plot and the Vima-2 (U2V2) variety gave better mung bean yields than the other treatments. Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) sebagai komoditas pangan fungsional, dimanfaatkan juga untuk bahan pakan dan industri. Pemanfaatan jamur mikoriza pada varietas tanaman kacang hijau yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara dosis pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kacang hijau. Percobaan bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Kadiri Kediri, Jawa Timur pada bulan Desember 2021 sampai Maret 2022. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk hayati mikoriza: 0 gr/plot (U0), 150 gr/plot (U1), dan 300 gr/plot (U2). Faktor kedua adalah macam varietas, terdiri atas: Vima-1 (V1), Vima-2 (V2), dan Vima-3 (V3). Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% apabila hasil berbeda nyata. Berdasarkan percobaan, tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis mikoriza dan macam varietas terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang polong, dan berat basah tanaman. Kombinasi perlakuan dosis mikoriza dan macam varietas menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah polong, berat polong, jumlah biji pertanaman, berat biji pertanaman, berat 100 biji per tanaman, panjang akar dan jumlah akar sekunder, berat kering tanaman, berat basah akar, dan berat kering akar. Kombinasi perlakuan dosis mikoriza 300 gr/plot dan varietas Vima2 (U2V2) memberikan hasil kacang hijau lebih baik daripada perlakuan lainnya.
Pengaruh Jenis Warna Light Emitting Diode (LED) dan Konsentrasi Larutan Poc Daun Kelor Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Microgreen Pakcoy (Brassica chinensis L.) Mahardhika, Adam; Kustiani, Edy; Hadiyanti, Nugraheni; Rahardjo, Tjatur Prijo
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i1.4315

Abstract

The rapid increase in population results in a transformation of agricultural land into residential areas. Household yards emerge as an option to sustain food security. Microgreens, vegetables harvested within the age range of 7-14 days after seeding, are the focal point of this study. The research aims to assess the impact of LED light colours and the concentration of liquid organic fertilizer (LOF) from moringa leaves on the growth and yield of pakchoi microgreens. The study is conducted at Jalan Sam Ratulangi No.39, Kota Kediri, East Java, from May 2022 to June 2022. A Randomized Complete Block Design (RCBD) Split Plot method is employed with two treatment factors replicated three times. The main treatment factor involves four LED light colours, and the research findings indicate a significant interaction between LED colours and the concentration of moringa leaf LOF concerning leaf quantity at 14 HST and leaf area. The best combinations were treatments L1S3 (blue light irradiation and 45 ml/litre concentration of moringa leaf LOF), L4S1 (yellow light irradiation and 15 ml/litre concentration of moringa leaf LOF), and L2S1 (red light irradiation and 15 ml/litre concentration of moringa leaf LOF). The application of moringa leaf LOF at 15 ml/litre separately also significantly affected the seed germination capability of pakchoi at 14 DAP. Additionally, LED irradiation showed significant differences in leaf quantity at 7 DAP and plant height at 7 HST.   Dampak dari pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan perubahan fungsi lahan pertanian di area pemukiman. Sebagai upaya untuk memastikan ketahanan pangan, halaman rumah menjadi opsi yang dipilih. Penelitian ini berfokus pada microgreens, yaitu tanaman sayuran yang dipanen dalam rentang usia 7 hingga 14 hari setelah penanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh warna lampu LED dan konsentrasi larutan POC daun kelor terhadap pertumbuhan dan hasil microgreens pakcoy. Lokasi penelitian berada di Jalan Sam Ratulangi No. 39, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, pada bulan Mei hingga Juni 2022. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) split-plot dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor utama melibatkan empat warna LED, dan terdapat interaksi signifikan antara warna LED dan konsentrasi POC larutan daun kelor terhadap jumlah dan luas daun pada 14 HST. Kombinasi optimal melibatkan lampu biru dengan konsentrasi POC daun kelor sebesar 45ml/liter, lampu kuning dengan konsentrasi 15ml/liter, dan lampu merah dengan konsentrasi 15ml/liter. Perlakuan individu POC daun kelor sebanyak 15 ml/liter juga berpengaruh pada perkecambahan biji bok choy pada 14 HST. Di samping itu, pencahayaan LED menunjukkan perbedaan yang signifikan pada jumlah daun pada usia 7 HST dan tinggi tanaman pada usia 7 HST secara independen.  
Kajian Pengaruh Perlakuan Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Macam Varietas terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Sistem Tanam Benih Langsung Wahyudi, Dian; Saptorini; Supandji; Hadiyanti, Nugraheni; Yuliana, Luluk
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i2.4719

Abstract

Land and plant productivity can be increased through organic fertilization and superior varieties. This study aims to determine the effect of a combination of doses of chicken manure and various varieties on the growth and production of rice plants in direct seed planting systems. An experimental trial was conducted in Gandusari Village, Gandusari District, Trenggalek Regency, from November 2021 to January 2022. The research design was a two-factor Randomized Block Design (RBD) with three repetitions. The dose of chicken manure, as the first factor, consisted of 2 kg/plot (D1), 4 kg/plot (D2), and 6 kg/plot (D3). Rice variety, as the second factor, consisted of IR-64 (V1), Ciherang (V2), and Membramo (V3). The data were analyzed using variance and continued with the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level if the results differed significantly. The results showed that the combination of chicken manure doses and rice varieties significantly affected plant height at 65 HST, panicle length at 65 and 79 HST, 1000 grain weight, and grain production. Variable plant height at 25 and 45 HST, number of tillers at 45 and 65 HST, number of panicles, and number of grains at 65 HST, and harvested dry unhusked grain production showed significant differences due to the doses of chicken manure. Types of rice varieties showed significant differences in plant height at 25 and 45 HST, number of panicles, and number of grains at 65 HST, as well as dry grain production per plot. The recommended treatment combination in the direct seed planting system of rice cultivation is a dose of 4 kg plot-1 and membrane variety (D2V3). Produktivitas lahan dan tanaman dapat ditingkatkan melalui pemupukan organik dan penggunaan varietas unggul. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan macam varietas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi pada sistem tanam benih langsung. Percobaan eksperimental telah dilaksanakan di lahan Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek pada Nopember 2021 sampai Januari 2022. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan tiga kali pengulangan. Dosis pupuk kandang ayam sebagai faktor pertama, terdiri atas: 2 kg/petak (D1), 4 kg/petak (D2), dan 6 kg/petak (D3). Varietas padi sebagai faktor kedua, terdiri atas: IR-64 (V1), Ciherang (V2), dan Membramo (V3). Data dianalisis dengan sidik ragam, dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5% apabila hasil berbeda nyata. Hasil penelitian adalah kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan macam varietas padi berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman umur 65 HST, panjang malai umur 65, dan 79 HST, berat 1000 butir, serta produksi gabah. Variabel tinggi tanaman umur 25, dan 45 HST, jumlah anakan umur 45, dan 65 HST, jumlah malai dan jumlah bulir umur 65 HST, serta produksi gabah kering panen menunjukkan perbedaan nyata karena perlakuan dosis pupuk kandang ayam. Macam varietas padi menunjukkan perbedaan nyata terhadap tinggi tanaman umur 25 dan 45 HST, jumlah malai dan jumlah bulir umur 65 HST, serta produksi gabah kering panen per petak. Kombinasi perlakuan yang disarankan dalam budidaya tanaman padi sistem tanam benih langsung adalah dosis 4 kg petak-1 dan varietas membramo (D2V3).
Hubungan Unsur Iklim terhadap Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Nganjuk Nurcahyo, Agung Wilis; Junaidi; Hadiyanti, Nugraheni; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i1.5267

Abstract

Patianrowo District, Nganjuk Regency, located at an altitude of 45 m above sea level, is an essential area for producing cayenne pepper plants. Rainfall is considered to be crucial in the growth of cayenne pepper plants in Patianrowo. This association may be due to sufficient rainfall, providing necessary soil moisture and supporting photosynthesis processes. Meanwhile, air temperature and humidity also affect cayenne pepper production. These plants develop optimally at certain temperatures and humidity; extreme changes can inhibit plant growth and yield. This research aims to analyze the relationship between climate elements on the production of cayenne pepper plants. The research was carried out by applying descriptive-analytical research methods. Secondary data collected includes cayenne pepper production data for 2012-2021 and climate element data (temperature, solar radiation, air humidity and rainfall) in 2012-2021. The data obtained was analyzed using correlation and regression tests. Data from the analysis showed a relationship between climate elements and cayenne pepper production in Patianrowo District, Nganjuk Regency. Solar radiation has a significant effect on cayenne pepper production by 55.84%, temperature has an effect of 48.83%, and air humidity has an effect of 46.36%. The production estimation model for cayenne pepper based on solar radiation is Y= 26,461X –181,459, the production estimation model based on temperature is Y = 94,250X – 2,234,167, and the estimation model based on humidity is Y = 407,659 – 4,643X.   Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk terletak pada ketinggian 45 m dpl merupakan wilayah penting dalam produksi tanaman cabai rawit. Curah hujan diduga memainkan peran krusial dalam pertumbuhan tanaman cabai rawit di Patianrowo. Keterkaitan ini mungkin disebabkan oleh curah hujan yang mencukupi, memberikan kelembaban tanah yang diperlukan dan mendukung proses fotosintesis. Sementara itu, suhu udara dan kelembaban udara juga mempengaruhi produksi cabai rawit. Tanaman ini cenderung berkembang optimal pada suhu dan kelembaban tertentu, dan perubahan ekstrim dalam kondisi ini dapat menghambat pertumbuhandan hasil tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara unsurunsur iklim terhadap produksi tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan dengan menerapkan metode penelitian deskriptif analitik. Data sekunder yang dikumpulkan meliputi data produksi cabai rawit periode 2012-2021 dan data unsur iklim (suhu, radiasi matahari, kelembaban udara dan curah hujan) pada tahun 2012-2021. Data yang diperoleh dianalisis mengguunakan uji korelasi dan regresi. Data hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara unsur iklim terhadap produksi cabai rawit di Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Radiasi matahari berpengaruh nyata terhadap produksi cabai rawit sebesar 55,84%, suhu berpengaruh sebesar 48,83% dan kelembaban udara berpengaruh sebesar 46,36%. Model pendugaan produksi cabai rawit berdasarkan radiasi maatahari adalah Y= 26.461X – 181.459, model pendugaan produksi berdasarkan suhu adalah Y = 94.250X – 2.234.167 dan model pendugaan berdasarkan kelembaban adalah Y = 407.659 – 4.643X.  
Co-Authors Achmad Yogi Pambudi ADAM MAHARDIKA Agustia Dwi Pamujiati Ahmad Haris Hasanuddin Slamet Anak Agung Gede Sugianthara Andreas Zulkarnain Anindita, Devina Cinantya Anshor, Yoyok Zakaria Arissaryadin, Arissaryadin Avisema Sigit Saputro Ayuningtyas, Nanda Widyawati Azkiyah, Lailatul Bambang Dwi Moeljanto Chamro', Wardatul Dektiyansyah Nusantara Sukoco Devina Cinantya Anindita Dewi, Rifani Rusiana Dian Wahyudi Dodik Eka Setiawan Dona Wahyuning Laily Edy Kustiani Eko Eko, Eko Eko Hariyanto Eko Yuliarsha Sidhi Firdausi, Muhammad Riza Ginji Liani HARIYANTO HARIYANTO Hendrik Setyobudi Hidayah, Ummu Fitrothul Ikawati, Haryanti Insiyah, Bindari Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kholik, Dian Abdul Lia Hapsari Mahardhika, Adam Mariyono Mariyono Mariyono Mariyono Maryono Moch. Agus Suryo Wibowo Mufiana Alfatin muharram, Muhammad Nada Anesya Nanang Aji Saputro Nareswari, Aptika Hana Prastiwi Nina Lisanty Nixie Azalia Whintisna Nur Ulfa Turohmah Nur Ulfa Turrohmah Nurcahyo, Agung Wilis Nurrahhim, Dhedik Arif Pardono . Pardono Pardono Pardono Pardono Pratama, Dandy Pramizza Adi Prayoga, Reksa Nanda Rachmad Chairul Huda Rafelda Dias Nurfitri Ramadhan, Riski Jefri Rasyadan Taufiq Probojati Risma Ari Prayitno Ryan Edy Saputra Saptorini Saptorini Saptorini Saptorini Saptorini, Saptorini Saputra, Yudha Saputro, Avisema Sigit Satriya Bayu Aji Setyobudi, Hendrik Subarkah, Minal Kholik Prima Suherman Suherman SUNARTO Supandji Supandji Supandji Supandji Supandji, Supandji Supramono, Agus Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tafakresnanto, Chendy Tjatur Prijo Rahardjo Tjatur Prijo Rahardjo Turohmah, Nur Ulfa Virgian Galuh Agusty Wahyu Widiyono Widi Artini Windy Silvyana WIWIEK ANDAJANI Yuliana, Luluk Yuliyanto Yuliyanto