Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat Desa Wonorejo, Kec. Pagerwojo, Kabupaten Tulung Agung Menuju Masyarakat Desa Ekologi Nugraheni Hadiyanti; Devina Cinantya Anindita; Adam Mahardika
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i1.2556

Abstract

Integrated and sustainable rural management according to the function of natural resources, carried out based on local values and wisdom. It aims to maintain the sustainability and balance of nature for the sustainability of life from generation to generation. The realization of an ecological village is not without technology and mechanization, but it is adjusted to local needs and conditions. The community service team initiated the community empowerment program in Wonorejo Village, Pagerwojo District, Tulungagung Regency, toward an ecological village from the Faculty of Agriculture, Kadiri University. This activity is a form of the team's concern for the conditions in Wonorejo Village, which is experiencing a decline in forest function, soil productivity, and water sources. The activities carried out include improving soil structure with organic materials, producing vegetable pesticides, and conserving soil and water. Farmers who participated in the extension and training welcomed this activity and entirely understood the concept of an ecological village globally. This activity is beneficial for increasing agricultural land productivity and the surrounding environment. The positive impact of this activity is the community's interest in applying organic materials in their agrarian business to maintain the sustainability and balance of nature. Pengelolaan pedesaan yang terpadu dan berkelanjutan sesuai fungsi sumberdaya alam diselenggarakan berdasarkan nilai-nilai dan kearifan lokal setempat. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam demi keberlangsungan kehidupan dari generasi ke generasi. Terwujudnya desa ekologi bukan tanpa teknologi dan mekanisasi akan tetapi pemakaiannya disesuaikan kebutuhan dan kondisi setempat. Program pemberdayaan masyarakat Desa Wonorejo Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung menuju desa ekologi diinisiasi tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kadiri. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian tim terhadap kondisi di Desa Wonorejo yang mengalami penurunan fungsi hutan, produktivitas tanah, dan sumber air. Kegiatan yang dilaksanakan adalah perbaikan struktur tanah dengan bahanbahan organik, pembuatan pestisida nabati, konservasi tanah dan air. Petani peserta penyuluhan dan pelatihan menyambut dengan baik kegiatan ini dan cukup memahami konsep desa ekologi secara global. Kegiatan ini bermanfaat untuk peningkatakan produktivitas lahan pertanian dan lingkungan sekitarnya. Dampak positif dari kegiatan ini adalah ketertarikan masyarakat dalam mengaplikasikan bahan-bahan organik dalam usaha pertanian mereka demi menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.
Pemanfaatan Limbah Daun Cengkeh menjadi Minyak Cengkeh di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk Avisema Sigit Saputro; Nugraheni Hadiyanti; Virgian Galuh Agusty
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i1.4560

Abstract

The use of cloves is usually for food and medicinal raw materials. Clove leaf waste can be distilled into oil that is useful for traditional medicine and perfume. This community service activity aims to increase the knowledge and insight of the people of Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency in the utilization of clove leaf waste into clove oil. Implementation of activities from August to September 2022 as a collaboration of the community service team from the Faculty of Agriculture, Kadiri University, and training participants in Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency. The method of implementing this activity includes preparation, program socialization, presentation of material to the target, training on oil refining from clove leaves, mentoring, and activity evaluation. The existence of these community service activities can open insights and introduce innovations to training participants about the utilization of clove plant waste. Socialization and training on clove leaf oil refining went well, and the community was interested in developing it. This activity hopes to provide added value to clove leaf waste and an effort to deal with organic waste in the people of Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency.  Pemanfaatan cengkeh biasanya hanya untuk makanan dan bahan baku obat. Limbah daun cengkeh ternyata bisa disuling menjadi minyak yang berguna untuk pengobatan tradisional dan parfum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk dalam pemanfaatan limbah daun cengkeh menjadi minyak cengkeh. Pelaksanaan kegiatan pada bulan Agustus sampai September 2022 sebagai kerjasama tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kadiri dan peserta pelatihan di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini meliputi persiapan, sosialisasi program dengan pemaparan materi kepada peserta, pelatihan pembuatan minyak dari limbah daun cengkeh, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mampu membuka wawasan dan mengenalkan inovasi kepada peserta pelatihan tentang pemanfaatan limbah tanaman cengkeh. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan minyak cengkeh berjalan dengan baik dan muncul ketertarikan peserta untuk mengembangkannya. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah limbah daun cengkeh dan sebagai usaha mengatasi permasalahan sampah organik di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk.
Efektivitas Perendaman Daun Tembakau (Nicotiana tabacum) Sebagai Bioinsektisida Terhadap Mortalitas Lalat Buah (Bactrocera carambolae) Dodik Eka Setiawan; Bambang Dwi Moeljanto; Mariyono Mariyono; Nugraheni Hadiyanti
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 1 No. 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v1i2.1804

Abstract

Bioinsecticides from various plants continue to be developed in natural pest control. Tobacco (Nicotiana tabacum) has the potential as a bioinsecticide to control fruit flies (Bactrocera carambolae). The study aims to determine the effect of soaking tobacco leaves on the mortality of fruit flies. This type of research was experimental using a one factorial Completely Randomized Design (CRD). The factors tested were the duration of soaking tobacco leaves in water which consisted of soaking tobacco leaves for 48 hours (T1), soaking tobacco leaves for 96 hours (T2), and soaking tobacco leaves for 144 hours (T3. Observations were made for 48 hours with data collection every 12 hours after spraying bioinsecticides. Observational data were analyzed using analysis of variance and continued with the Least Significant Difference test at 5% level if the results were significantly different. The results showed that tobacco leaf treatment effectively killing fruit fly was soaking tobacco leaves for 144 hours (T3). In soaking tobacco leaves for 144 hours, both at 12, 24, 36, and 48 hours, the percentage of fruit fly mortality was higher than the other treatments, respectively 12.5%, 12.5%, 25%, and 41.67%. Long soaking time increases the nicotine content of tobacco in the soaking water. The results showed that the compound content in tobacco leaves affects fruit flies' mortality and can be utilised as a natural pesticide. Bioinsektisida dari berbagai tumbuhan terus dikembangkan untuk pengendalian hama secara alamiah. Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) potensial sebagai bioinsektisida dalam pengendalian hama lalat buah (Bactrocera carambolae). Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh lama perendaman daun tembakau (Nicotiana tabacum) terhadap mortalitas lalat buah (Bactrocera carambolae). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial. Faktor yang diujikan adalah lama perendaman daun tembakau dalam air yang terdiri dari: perendaman daun tembakau selama 48 jam (T1); perendaman daun tembakau selama 96 jam (T2); dan perendaman daun tembakau selama 144 jam (T3). Pengamatan dilakukan selama 144 jam dengan pengambilan data setiap 12 jam sekali setelah penyemprotan bioinsektisida. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan apabila berbeda nyata dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun tembakau yang efektif membunuh lalat buah adalah perlakuan perendaman daun tembakau selama 144 jam (T3). Pada perendaman daun tembakau selama 144 jam baik pada pengamatan 12, 24, 36 dan 48 jam menunjukkan persentase mortalitas lalat buah lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya masing-masing sebesar 12.5%, 12.5%, 25% dan 41.67%. al tersebut dipengaruhi waktu perendaman sehingga kadar nikotin air rendaman tembakau lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan senyawa dari daun tembakau mempengaruhi mortalitas lalat buah dan dapat digunakan sebagai pestisida alami.
Efektivitas Pengaturan Jarak Tanam dan Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Padi (Oriza sativa L.) Varietas IR 64 Suherman Suherman; Supandji Supandji; Bambang Dwi Moeljanto; Nugraheni Hadiyanti
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 1 No. 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v1i2.1814

Abstract

In plant cultivation, planting distance requires to be set so that the plants get enough living space to grow and develop. The purpose of the study was to study the effectiveness of spacing and weeding frequency on the productivity of rice (Oryza sativa L.) variety IR 64. The experiment was carried out from January to April 2020 in Ngrendeng, Gondang, Tulungagung. The experiment was in the form of a completely randomized block design with two factors. The first treatment of plant spacing consisted of 20x20 cm (J1), 20x25 cm (J2), and 20x30 cm (J3). The second treatment was the frequency of weeding, namely without weeding (P1), weeding at 17 days after planting/DAP (P2), and weeding at 17 and 30 DAP (P3). Data were analyzed using ANOVA and continued with the 5% Least Significant Difference test for a significant difference. The combination of spacing and frequency of weeding was known to increase the productivity of rice plants of the IR 64 variety. The growth of rice plants was significantly different, as seen from the variables of tillers and panicles formed, number of leaves, and plant height. The highest rice production was at a spacing of 20x25 cm and the frequency of weeding once at the age of 17 DAP, namely the weight of grain per clump of 43.99 gr, the number of productive tillers 20.33 stems, grain weight 34.88 gr; production of 2.41 kg/plot and production of 12.16 t/h. Usaha budidaya tanaman perlu pengaturan jarak tanam dan penyiangan gulma agar tanaman memperoleh ruang hidup yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Tujuan penelitian adalah mempelajari efektivitas pengaturan jarak tanam dan frekuensi penyiangan gulma terhadap produktivitas tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas IR 64. Pelaksanaan penelitian dari bukan Januari sampai April 2020 di Ngrendeng, Gondang, Tulungagung. Percobaan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor. Perlakuan kesatu jarak tanam terdiri 20x20 cm (J1), 20x25 cm (J2) dan 20x30 cm (J3). Perlakuan kedua adalah frekuensi penyiangan yaitu tanpa penyiangan (P1), penyiangan pada 17 hari setelah tanam/HST (P2), dan penyiangan pada 17 dan 30 HST (P3). Analisis data adalah anova dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil 5% apabila terdapat beda yang nyata. Kombinasi pengaturan jarak tanam dan frekuensi penyiangan dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi varietas IR 64. Pertumbuhan tananam padi berbeda nyata terlihat dari variabel anakan dan malai yang terbentuk, jumlah daun, dan tinggi tanaman. Produksi padi yang tertinggi pada jarak tanam 20x25 cm dan frekuensi penyiangan sekali umur 17 HST yaitu berat gabah per rumpun sebesar 43.99 gr, jumlah anakan produktif 20.33 batang, berat bulir 34.88 gr; produksi 2.41 kg/petak dan produksi 12.16 t/ha. 
Pengaruh Pupuk NPK dan ZPT Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Nada Anesya; Saptorini Saptorini; Nugraheni Hadiyanti
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 2 No. 1 (2022): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v2i1.2199

Abstract

Increasing cucumber (Cucumis sativus L.) productivity by fertilizing and providing organic growth regulators (ZPT) to meet the nutrients is essential. A study was aimed to determine the interaction effect of the concentration of organic fertilizer NPK and ZPT on the growth and yield of cucumber plants. The research method was a 2-factor Completely Randomized Design (CRD) and replicated three times. The first factor was the concentration of NPK fertilizer which consists of 3 levels: 0.25 l/plant (A1), 0.5 l/plant (A2), and 0.75 l/plant (A2). The second factor was the concentration of organic PGR, which consisted of 3 levels: 0.25 l/plant (N1), 0.5 l/plant (N2), and 0.75 l/plant (N3). Data analysis with analysis of variance continued with the smallest significant difference test (BNT) at 5% level if significantly different. The combination of NPK and organic ZPT fertilizer concentrations significantly affected the number of leaves and plant height. The combination of 0.5 liter NPK fertilizer/plant and 0.5 liter organic ZPT/plant (A2N2) resulted in plant height and the number of leaves of 254.33 cm and 50.33 strands. The combination of NPK and organic ZPT fertilizer concentrations had no significant effect on cucumber fruit's number, length, diameter, and weight. The length and weight of cucumber fruit were highest at the concentration of NPK fertilizer 0.75 l/plant (A3) of 60.09 cm, and 807.31 gr, while at the concentration of organic ZPT 0.75 l/plant (N3) it was 53.90 cm. and 744.64 gr. At a concentration of 0.25 l/plant (A1) of NPK fertilizer, the highest cucumber fruit diameter was 176.68 cm, while at an organic ZPT concentration of 0.25 l/plant (N1) it was 206.05 cm.Peningkatan produktivitas mentimun (Cucumis sativus L.) dengan pemupukan dan pemberian zat pengatur tumbuh organik untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi pupuk NPK dan ZPT organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor dan ulangan sebanyak tiga kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk NPK yang terdiri 3 taraf: 0,25 L/tanaman (A1), 0,5 L/tanaman (A2) dan 0,75 L/tanaman (A2 ). Faktor kedua yaitu konsentrasi ZPT organik yang terdiri 3 taraf: 0,25 L/tanaman (N1), 0,5 L/tanaman (N2), dan 0,75 L/tanaman (N3). Analisis data dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT) taraf 5% apabila berbeda nyata. Kombinasi konsentrasi pupuk NPK dan ZPT organik berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman. Kombinasi pupuk NPK 0,5 L/tanaman dan ZPT organik 0,5 L/tanaman (A2N2) menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun sebesar 254,33 cm dan 50,33 helai. Kombinasi konsentrasi pupuk NPK dan ZPT organik berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah, panjang, diameter dan berat buah mentimun. Panjang dan berat buah mentimun tertinggi pada konsentrasi pupuk NPK 0,75 L/tanaman (A3) sebesar 60,09 cm, dan 807,31 gr sedangkan pada konsentrasi ZPT organik 0,75 L/tanaman (N3) sebesar 53,90 cm, dan 744,64 gr. Pada konsentrasi pupuk NPK 0,25 L/tanaman (A1) menghasilkan diameter buah mentimun tertinggi sebesar 176,68 cm sedangkan pada konsentrasi ZPT organik 0,25 L/tanaman (N1) sebesar 206,05 cm.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata) Pengaruh Waktu Penyemprotan Herbisida Pada Jarak Tanam Yang Berbeda Eko Hariyanto; Supandji Supandji; Tjatur Prijo Rahardjo; Nugraheni Hadiyanti
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v2i2.2787

Abstract

Zea mays saccharata or sweet corn has become a leading horticultural commodity. It is not only limited to vegetables that are consumed normally but come with a variety of preparations. Therefore, there is a need for research on sweet corn productivity due to the interaction effect of herbicide spraying time treatment and plant spacing. In this study, sweet corn seed planting materials of TALENTA variety and selective herbicide PAG (Anti-Weed Package) were used with the active ingredients of Atras 600 sc and Aleron 60 sc. The research was carried out using the RAK environmental design (Randomized Block Design) with 3 replications and 2 treatment factors, namely 3 levels of spacing and herbicide spraying time which also consisted of three levels. Observations using destructive and non-destructive methods. By observing the variables of plant height, the number of leaves, stem diameter, leaf width, length of ear, the weight of ear, and diameter of the ear. The data obtained from the observational variables were processed by the F test using the ANOVA method. If there are treatments that are significantly different, a 5% Least Significant Difference test will be carried out. Planting distance J2: 70 x 30 cm and spraying herbicide PAG at P2:14 DAP was the best spacing and spraying time for sweet corn cultivation. Optimal spacing and proper spraying time can reduce the level of competition between cultivated plants and cultivated plants with weeds.
Edukasi Pengolahan Pangan Lokal Berbasis Ubi Jalar di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk Agustia Dwi Pamujiati; Wiwiek Andajani; Nugraheni Hadiyanti; Lailatul Azkiyah; Rasyadan Taufiq Probojati; Nina Lisanty; Ahmad Haris Hasanudin Slamet
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7986

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu jenis pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan. Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro menjadi salah satu produsen ubi jalar di Kabupaten Nganjuk. Namun pemanfaatan ubi jalar di Kecamatan Sukomoro masih terbatas. Padahal ubi jalar dapat diolah menjadi diversifikasi produk pangan dengan nilai ekonomi tinggi.  Maka dari itu perlu dilakukan edukasi tentang pengolahan pangan lokal berbasis ubi jalar dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi serta pemanfaatan ubi jalar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu tahap preparasi, tahap sosialisasi, tahap pelatihan dan pendampingan serta evaluasi yang dilaksanakan pada bulan April 2022. Sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah warga Dusun Gang-gang Malang Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk sebanyak 20 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. Peserta mengikuti kegiatan secara runtut dari awal hingga akhir. Peserta kegiatan ini antusias dan memberikan respon positif dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis ubi. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil evaluasi yang baik. Para peserta mendapatkan nilai rata-rata post test (84,3) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pre test (66,5). Hal ini berarti bahwa transfer ilmu yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dilakukan. Sweet potato is one of the local foods. It has the potential to be developed. Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro became one of the sweet potato producers in Kabupaten Nganjuk. However, the utilization of sweet potatoes in Kecamatan Sukomoro is still limited. Even though sweet potatoes can be processed into diversified food products with high economic value, it is necessary to educate about local sweet potato-based food processing to increase public knowledge about the potential and utilization of sweet potatoes. The methods used in this community service are the preparation stage, the socialization stage, and the training and mentoring stage. This community service activity targets the Gang-gang Malang, Sumengko Village, Sukomoro District, Nganjuk, and Regency residents. The results of community service show that community service activities run well and smoothly. Participants took part in the activity coherently from start to finish. Participants in this activity were enthusiastic and responded positively to participating in socialization activities and sweet potato-based local food processing training.
The effect of interaction of types and dosages of liquid organic fertilizer on eggplant (Solanum melongena L.) growth and outcome Junaidi Junaidi; Nugraheni Hadiyanti; Nur Ulfa Turrohmah; Windy Silvyana
Agrovigor Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v16i2.18957

Abstract

The use of liquid organic fertilizer (POC) is expected to improve soil physical, chemical and biological fertility. Soil fertility increases, maximum plant growth will increase production both in quality and quantity. This study aims to determine the effect of the interaction between the type of treatment and the dose of POC on the growth and production of eggplant. This study was a factorial experiment consisting of two factors, namely POC types consisting of 2 levels: POC kitchen waste (P1); Banana weevil POC (P2) and POC doses consisting of 4 levels: without POC (D0); 10 ml/tan (D1); 20 ml/tan (D2); 30 ml/tan (D3) with randomization according to a completely randomized design (CRD). Observations were made when the eggplant plants were 10 HST with an interval of 10 days until the plants were 40 days old. The parameters observed were plant height, number of leaves, stem diameter, fruit length per plant, fruit diameter, number of fruit per plant, and fruit weight per plant. Observational data were analyzed using variance, if the results were significantly different it was continued with the smallest significant difference test (LSD) at the 5% level. The results showed that there was no significant interaction between the type of treatment and the dose of POC on all observed parameters. The various POC treatments significantly affected the parameters of plant height and number of leaves at all observed ages, stem diameters at 20 30, 40 DAP, and fruit weight per plant. POC dose treatment significantly affected the parameters of plant height and number of leaves at all ages of observation, stem diameter at 20, 30, and 40 DAP, number of fruit and fruit weight of the plants. Giving banana weevil POC resulted in better eggplant growth and production than kitchen waste POC. POC dose of 30 ml/plant resulted in the best eggplant growth and production. Because the results of the study showed that the effect of POC dose was still linear (the higher the POC dose, the higher the production).
Edukasi Pemanfaatan Kotoran Ternak Menjadi Pupuk Bokashi di Kelurahan Pojok Kota Kediri Provinsi Jawa Timur Probojati, Rasyadan Taufiq; Anshor, Yoyok Zakaria; Pambudi, Achmad Yogi; Hadiyanti, Nugraheni
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3479

Abstract

The use of chemical fertilizers in agriculture is still the mainstay of farmers. However, in reality, fertilizer prices are getting higher and unaffordable, causing farmers to find it increasingly difficult. One of the solutions offered by the service team is to use livestock manure in bokashi fertilizer. The service was located in the Pojok Village, Kediri City, East Java Province. The methods include an initial survey, identification of partner problems, socialization and education, training and practice, then monitoring and evaluation. The initial survey results revealed that most residents applied chemical fertilizers in farming and did not know how to use livestock manure as an ingredient for making bokashi fertilizer. Furthermore, the service team conducted socialization and was followed by partners enthusiastically. The partner's response to this training was outstanding and was considered to provide a solution to the farmers. However, further assistance is still needed to apply bokashi fertilizer sustainably. Penggunaan pupuk kimia dalam bidang pertanian saat ini masih menjadi andalan petani, namun dalam kenyataannya harga pupuk yang semakin tinggi dan tidak terjangkau mengakibatkan petani semakin kesulitan. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian adalah memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk bokashi. Lokasi pengabdian dilakukan di Kelurahan Pojok Kota Kediri Provinsi Jawa Timur. Metode yang dilakukan diawali dengan survei awal, identifikasi permasalahan mitra, sosialisasi dan edukasi, pelatihan dan praktik, kemuadian monitoring dan evaluasi. Hasil survei awal diketahui bahwa mayoritas warga masih menggunakan pupuk kimia dalam bertani dan kurangnya pengetahuan petani tentang pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk bokashi. Selanjutnya, sosialisasi yang dilaksankan oleh tim pengabdi direspon sangat baik oleh mitra, terbukti dengan antusias warga yang hadir untuk mengikuti sosialisasi. Respon mitra terhadap pelatihan ini sangat baik dan dianggap memberikan solusi kepada petani. Namun, masih diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk mengaplikasikan pupuk bokashi secara keberlanjutan.
Pembuatan Nitrobacter untuk Pertanian Berkelanjutan Saputro, Avisema Sigit; Hadiyanti, Nugraheni
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i2.5098

Abstract

Along with the use of chemical fertilizers, it hurts the environment and agricultural ecosystem. Increased awareness of the damage caused by synthetic chemical fertilizers has encouraged the search for more sustainable alternatives, such as organic fertilizers and the role of microorganisms such as Nitrobacteria in agriculture. Nitrobacteria are soil bacteria that play an important role in the natural nitrogen cycle. Nitrobacter's primary benefit in the nitrogen cycle significantly impacts plant growth and overall agricultural productivity. Training on making Nitrobacter was held in Sendangnongko, Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Central Java in July 2023. Participants in the Sido Mulyo Farmers Group activity were 18 people. The method of service activities was in the form of material counselling and then continued with the practice of making Nitrobacter. Participants were given material regarding the benefits of Nitrobacter, how to get it, how to reproduce it, and its application on agricultural land. The aim of this community service is that Sendangnongko residents can contribute to developing environmentally friendly and sustainable agriculture in meeting food needs and reducing farming costs caused by synthetic chemical fertilizers and pesticides. By increasing the natural availability of nitrogen nutrients, Nitrobacter helps reduce the need for synthetic nitrogen fertilizers (Urea), which tend to cause negative impacts on the environment. Several previous studies related to Nitrobacter positively impacted the decreasing use of synthetic chemical fertilizers in rice farming. Plants are more resistant to pests and diseases and do not damage the environment. Another benefit is that farmers' finances can be reduced when spending on fertilizers and pesticides so that farming costs can be reduced. The results of this training have the impact of increasing agricultural productivity or improving the welfare of local communities. Seiring dengan pemanfaatan pupuk kimia, membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem pertanian. Peningkatan kesadaran akan kerusakan yang diakibatkan oleh pupuk kimia sintesis telah mendorong pencarian alternatif yang lebih berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik dan peran mikroorganisme seperti Nitrobakter dalam pertanian. Nitrobakter merupakan jenis bakteri tanah yang berperan penting dalam siklus nitrogen alami. Manfaat utama Nitrobacter dalam siklus nitrogen memiliki dampak signifikan pada pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian secara keseluruhan. Pelatihan Pembuatan Nitrobacter dilaksanakan di Sendangnongko, Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah pada bulan Juli 2023. Peserta kegiatan Kelompok Tani Sido Mulyo sebanyak 18 orang. Metode kegiatan pengabdian berupa penyuluhan materi lalu dilanjutkan dengan praktek pembuatan Nitrobacter. Peserta diberi materi terkait manfaat Nitrobacter, cara mendapatkan, cara memperbanyak, dan aplikasi di lahan pertanian. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini warga Sendangnongko dapat berkontribusi pada pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan serta mengurangi biaya usaha tani yang diakibatkan pupuk dan pestisida sintesis kimia. Dengan meningkatkan ketersediaan nutrisi nitrogen secara alami, Nitrobacter membantu mengurangi kebutuhan akan pupuk nitrogen sintetis (Urea) yang cenderung menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Beberapa penelitian sebelumnya terkait Nitrobacter berdampak positif pada penggunaan pupuk kimia sintetis yang makin berkurang di pertanian padi. Tanaman lebih tahan hama penyakit dan tidak merusak lingkungan. Manfaat lain keuangan petani untuk belanja pupuk dan pestisida bisa ditekan sehingga biaya usaha tani dapat berkurang. Hasil dari pelatihan ini berdampak peningkatan produktivitas pertanian atau peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Co-Authors Achmad Yogi Pambudi ADAM MAHARDIKA Agustia Dwi Pamujiati Ahmad Haris Hasanuddin Slamet Anak Agung Gede Sugianthara Andreas Zulkarnain Anindita, Devina Cinantya Anshor, Yoyok Zakaria Arissaryadin, Arissaryadin Avisema Sigit Saputro Ayuningtyas, Nanda Widyawati Azkiyah, Lailatul Bambang Dwi Moeljanto Chamro', Wardatul Dektiyansyah Nusantara Sukoco Devina Cinantya Anindita Dewi, Rifani Rusiana Dian Wahyudi Dodik Eka Setiawan Dona Wahyuning Laily Edy Kustiani Eko Eko, Eko Eko Hariyanto Eko Yuliarsha Sidhi Firdausi, Muhammad Riza Ginji Liani HARIYANTO HARIYANTO Hendrik Setyobudi Hidayah, Ummu Fitrothul Ikawati, Haryanti Insiyah, Bindari Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kholik, Dian Abdul Lia Hapsari Mahardhika, Adam Mariyono Mariyono Mariyono Mariyono Maryono Moch. Agus Suryo Wibowo Mufiana Alfatin muharram, Muhammad Nada Anesya Nanang Aji Saputro Nareswari, Aptika Hana Prastiwi Nina Lisanty Nixie Azalia Whintisna Nur Ulfa Turohmah Nur Ulfa Turrohmah Nurcahyo, Agung Wilis Nurrahhim, Dhedik Arif Pardono . Pardono Pardono Pardono Pardono Pratama, Dandy Pramizza Adi Prayoga, Reksa Nanda Rachmad Chairul Huda Rafelda Dias Nurfitri Ramadhan, Riski Jefri Rasyadan Taufiq Probojati Risma Ari Prayitno Ryan Edy Saputra Saptorini Saptorini Saptorini Saptorini Saptorini, Saptorini Saputra, Yudha Saputro, Avisema Sigit Satriya Bayu Aji Setyobudi, Hendrik Subarkah, Minal Kholik Prima Suherman Suherman SUNARTO Supandji Supandji Supandji Supandji Supandji, Supandji Supramono, Agus Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tafakresnanto, Chendy Tjatur Prijo Rahardjo Tjatur Prijo Rahardjo Turohmah, Nur Ulfa Virgian Galuh Agusty Wahyu Widiyono Widi Artini Windy Silvyana WIWIEK ANDAJANI Yuliana, Luluk Yuliyanto Yuliyanto