Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH DOSIS PUPUK KCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Maryono; Nugraheni Hadiyanti; Supandji
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.563 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2389

Abstract

The use of KCl fertilizer in plant cultivation can improve soil fertility. KCl fertilizer can increase the growth and production of eggplant, both in quality and quantity. The purpose of this study was to determine the effect of the dose of KCl fertilizer on the growth and production of eggplant. This study is a one-factor trial using a completely randomized design (CRD). The factor tested was the dose of KCl fertilizer which consisted of 6 levels, namely: without KCl fertilizer (D0), 25 grams/plant (D1), 50 grams/plant (D2), 75 grams/plant (D3), 100 grams/plant (D4), 125 grams/plant (D5). Each treatment was replicated 4 times, and each replication consisted of 2 plants. The observation variables in this study were plant height, number of leaves, leaf area, number of fruits per plant, fruit length per plant, wet weight, and dry weight of the plant. Observations of plant height and number of leaves were carried out when the eggplant plants were 14 DAP with an interval of 7 days until the vegetative growth ended. The treatment dose of KCl fertilizer had a significant effect on the growth and production of eggplant plants. Dosage of KCl 125 gr/plant resulted in the best growth seen in plant height and a higher number of leaves, respectively 88.00 cm and 37.00 fruit. The highest eggplant production at the dose treatment KCl fertilizer 125 g/plant seen in the number of fruit, fruit length, wet weight, and dry weight of fruit per plant each of 7 pieces; 19.92 cm; 1,152.97 grams and 228.04 grams.
PEMBIBITAN METODE BUD CHIPS DI POLYBAG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN TEBU Nugraheni Hadiyanti; Agustia Dwi Pamujiati; Dektiyansyah Nusantara Sukoco
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v6i1.2007

Abstract

Inovasi metode pembibitan dengan satu mata tunas disebut dengan bud chips. Metode bud chips dapat meningkatkan kualitas bibit tebu karena jumlah anakan banyak dan pertumbuhannya seragam. Kegiatan ini bertujuan memberikan keilmuan tentang metode bud chips dan pelatihan pembibitan bud chips di polybag bagi petani tebu di Desa Tanon Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Kegiatan awal adalah tim berkoordinasi dengan pihak terkait di Desa tanon untuk menjelaskan maksud, tujuan, dan teknis pelaksanaan. Penyuluhan dilakukan di aula Kelurahan Desa Tanon dengan dihadiri para petani dan warga sekitar. Pendampingan setelah penyuluhan adalah praktek langsung pembibitan metode bud chips. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan dengan wawancara sederhana. Peserta penyuluhan menyambut baik dan antusias mengikuti penyuluhan dan pendampingan pembibitan tebu metode bud chips di polybag. Peserta tertarik mencoba metode bud chips di polybag untuk meningkatkan produktitivas tanaman tebu Kegiatan ini juga sebagai sarana transfer teknologi dalam membantu pemecahan permasalahan di masyarakat khususnya dalam budidaya tanaman tebu
Pelatihan Pengolahan Minuman Herbal untuk Meningkatkan Nilai Tambah Tanaman Obat Secara Ekonomi Nugraheni Hadiyanti
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3077

Abstract

ABSTRACTThe use of medicinal plants continues to grow along with the increasing awareness of natural products. This community service activity is a collaboration of lecturers and students that aims to increase the added value of medicinal plants into herbal drinks that are healthy and economically prospective. The activities was carried out in Dusun Ganggang Malang, RT 04 TW 08, Sumengko Village, Sukomoro District, Nganjuk Regency. Implementation methods include observation, socialization and counseling, training in herbal beverage processing (liquid, powder), and activity evaluation. The result of this community service activity is that the people in Ganggang Malang Hamlet, RT 04 RW 08, Sumengko Village, Nganjuk Regency, are familiar with various medicinal plants and have used them for cooking spices and herbal medicines. This herbal drink processing training was an interesting activity and received a positive response from the people of Sumengko Hamlet. The manufacture of medicinal plants into healthy and nutritious herbal drinks to increase added value economically. The activity evaluation shows that the understanding of the types, benefits, methods of making herbal drinks (liquid and powder), packaging methods, and business opportunities is quite good, above an average of 70%. This activity is a means of transferring technological innovation from academics to the community.Keywords: herbal drinks, added value, medicinal plant ABSTRAKTanaman obat terus berkembang pemanfaatannya seiring semakin meningkatnya kesadaran terhadap produk alamiah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi dosen dan mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah tanaman obat menjadi minuman herbal yang sehat dan prospektif secara ekonomi. Kegiatan dilakukan di Dusun Ganggang Malang RT 04 TW 08 Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah observasi, sosialisai dan penyuluhan, pelatihan pengolahan minuman herbal cair dan serbuk, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan adalah masyarakat di Dusun Ganggang Malang RT 04 RW 08 Desa Sumengko Kabupaten Nganjuk cukup mengenal berbagai tanaman obat dan telah memanfaatkan untuk bumbu dapur dan obat herbal. Pelatihan pengolahan minuman herbal ini sebagai kegiatan yang menarik dan mendapat respon positif dari masyarakat. Pengolahan tanaman obat menjadi minuman herbal yang sehat dan bergizi untuk meningkatkan nilai tambah secara ekonomi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan pemahaman terhadap jenis, manfaat, cara pembuatan minuman herbal (cair dan serbuk), cara pengemasan dan peluang usaha cukup bagus diatas rata-rata 70%. Kegiatan ini menjadi sarana transfer inovasi teknologi dari akademisi kepada masyarakat.Kata Kunci: minuman herbal, nilai tambah, tanaman obat 
Superworm (Zophobas morio) breeding for papaya stem waste management Nina Lisanty; Nugraheni Hadiyanti; Moch. Agus Suryo Wibowo; Nanang Aji Saputro; Nixie Azalia Whintisna; Rafelda Dias Nurfitri
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v4i2.26464

Abstract

Boyolangu District is a famous papaya-producing area and the largest in Tulungagung Regency. The local papaya farming community is active in farming. They succeeded in producing approximately 10 tons of papaya in 2020. This number has decreased by more than half from the previous year in 2019. This is inseparable from the impact of the COVID-19 pandemic. In addition, the community complaint about a large amount of papaya stem waste after harvest. Waste management is a separate problem for farmers. Not to mention the added problem of the low price of papaya per kilogram. Therefore, a community service program aims to overcome the target community's problems with superworm (Zophobas morio) breeding education and training. The activity conducted by the team of the Faculty of Agriculture, University of Kadiri empowering the papaya farming community in Boyolangu District, Tulungagung Regency to manage papaya stem waste as an alternative feed for superworm breeding. Farmers were invited to breed superworm as their additional income and improve the standard of living of the family. This activity mainly focused on the introduction and training of superworm breeding. The activity was beneficial for the social, economic, and environmental life of the target community.
Penyuluhan teknologi penyimpanan benih kacang panjang sebagai upaya menanggulangi hama pasca panen di Desa Klepek Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri Agustia Dwi Pamujiati; Nugraheni Hadiyanti
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v1i1.1676

Abstract

Kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Klepek Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri bertujuan untuk memberikan solusi untuk kendala beberapa petani penanam benih kacang panjang. Salah satu kendala yang dihadapi petani di sana yaitu banyaknya benih yang ditolak (rejected) oleh mitra perusahaan benih dikarenakan benih mengalami kerusakan terserang oleh hama kutu-kutuan. Kegiatan penyuluhan ini merupakan kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Kadiri dengan PT. East West Seeds Indonesia. Pemaparan materi dilakukan secara lengkap oleh kedua pemateri dan dilanjutkan dengan diskusi. Diskusi berjalan dengan lancar dan baik. Audients antusias dengan apa yang telah dipaparkan oleh pemateri. Hasil kegiatan penyuluhan ini yaitu peserta penyuluhan mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang teknik penyimpanan benih kacang panjang yang benar serta mengetahui jenis-jenis hama pasca panen yang umumnya menyerang hasil biji-bijian pasca panen khususnya kacang panjang. Dengan begitu, para petani kemitraan benih kacang panjang dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam prakteknya dilapang. Penyuluhan ini bermanfaat sekali bagi petani kemitraan benih kacang panjang karena dapat menjawab dan memberi solusi terhadap permasalahan yang selama ini dihadapi oleh petani kemitraan benih kacang panjang.
Pengolahan Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Aplikasi Pertanian Lahan Pekarangan di Kecamatan Pace dan Ngronggot Kabupaten Nganjuk Nina Lisanty; Nugraheni Hadiyanti; Risma Ari Prayitno; Rachmad Chairul Huda
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v1i2.2090

Abstract

Materials for producing organic fertilizers are abundant around the house, cheap, and easy to reach. Various kitchen and household organic wastes can be processed into fertilizer, including vegetable waste, skin and fruit residue, food waste, and agricultural and livestock waste. Although farmers can make their organic fertilizers from various natural ingredients, expert assistance is needed for fertilizer production with more consistent results. Provision of knowledge about the essential elements of plant needs that a variety of natural ingredients can represent can increase the ability to produce quality organic fertilizers. The community service team at the Faculty of Agriculture, Kadiri University, took the initiative to introduce the management of kitchen waste into organic fertilizer, its functions, its advantages, its production, and its application on land or planting media to partner communities: farmers and their families in Nganjuk Regency. The partner community welcomed it well. Not only did they directly benefit from this training, but also this community service project contributed to the closer partnership between community members and between communities and higher education institutions for sustainable development.Bahan untuk pembuatan pupuk organik tersedia melimpah di sekitar rumah, murah, dan mudah dijangkau. Beragam limbah organik dapur dan rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk termasuk sisa sayuran, kulit dan sisa buah, limbah makanan, dan limbah pertanian serta peternakan. Meski petani dapat membuat sendiri pupuk organik dari beragam bahan alami, pendampingan ahli diperlukan untuk produksi pupuk yang hasilnya lebih konsisten. Pembekalan pengetahuan tentang elemen penting kebutuhan tanaman yang dapat diwakili oleh beragam bahan alami tadi dapat meningkatkan kemampuan produksi pupuk organik berkualitas. Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kadiri berinisiasi untuk melakukan introduksi pengelolaan sampah dapur menjadi pupuk organik, fungsinya, keuntungan penggunaannya, cara pembuatan, dan aplikasinya di lahan atau media tanam kepada masyarakat mitra, petani dan keluarga tani di Kabupaten Nganjuk. Masyarakat mitra menyambutnya dengan baik, tidak hanya mereka memperoleh manfaat langsung dari pelatihan ini, namun juga proyek pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi terhadap semakin eratnya kemitraan antar warga masyarakat dan antara warga dan institusi pendidikan tinggi untuk pembangunan berkelanjutan.
Pemanfaatan Sirih Gading sebagai Bahan Baku Hand Sanitizer oleh Warga Kelurahan Gayam Kota Kediri Aptika Hana Prastiwi Nareswari; Nugraheni Hadiyanti; Ginji Liani
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i1.2552

Abstract

Antiseptics in the liquid form known as hand sanitizers effectively reduce the spread of disease-causing microorganisms without hindering human movement during the COVID19 pandemic. Hand sanitizer is a purchased and homemade product to meet the family’s antiseptic needs using easy-to-find ingredients. Kadiri University Community Service Team, through Kukerta 2021 program in collaboration with Gayam Village Government, conducted a counseling and training program on hand sanitizer making. The hand sanitizer utilized materials accessible to the public, namely Ivory Betel (Epipremnum aureum), commonly found as an ornamental plant around the Gayam Village area. Hand sanitizer products have the potential to be developed. Making natural hand sanitizers in liquid form is easy and requires low costs with simple equipment and economic value. The results of this community service activity can be used to meet the preservation needs of the family and be sold through village grocery stores and village unit cooperatives in Gayam Village by installing a product label for the broader market. Antiseptik dalam bentuk cairan semprot yang dikenal dengan hand sanitizer berfungsi memutus penyebaran mikroorganisme penyebab penyakit secara efektif tanpa menghambat gerak manusia terutama di era pandemi COVID-19. Hand sanitizer bukan hanya produk yang dibeli melainkan dapat diproduksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan antiseptik keluarga dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Kadiri melalui program Kuliah Kerja Nyata 2021 (Kukerta 2021) bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan antiseptik cair dengan memanfaatkan bahan yang mudah diakses oleh masyarakat yaitu sirih gading (Epipremnum aureum) yang banyak ditemui sebagai tanaman hias pekarangan. Produk hand sanitizer memiliki potensi untuk dikembangkan. Pembersih tangan dalam bentuk cair tidak sulit dan mahal untuk dibuat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, serta penjualan melalui toko-toko konsumen dan koperasi di Kelurahan Gayam dapat dilakukan dengan memberi label merek untuk pemasaran secara luas.
Pemanfaatan Limbah Daun Cengkeh menjadi Minyak Cengkeh di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk Avisema Sigit Saputro; Nugraheni Hadiyanti; Virgian Galuh Agusty
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i1.4560

Abstract

The use of cloves is usually for food and medicinal raw materials. Clove leaf waste can be distilled into oil that is useful for traditional medicine and perfume. This community service activity aims to increase the knowledge and insight of the people of Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency in the utilization of clove leaf waste into clove oil. Implementation of activities from August to September 2022 as a collaboration of the community service team from the Faculty of Agriculture, Kadiri University, and training participants in Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency. The method of implementing this activity includes preparation, program socialization, presentation of material to the target, training on oil refining from clove leaves, mentoring, and activity evaluation. The existence of these community service activities can open insights and introduce innovations to training participants about the utilization of clove plant waste. Socialization and training on clove leaf oil refining went well, and the community was interested in developing it. This activity hopes to provide added value to clove leaf waste and an effort to deal with organic waste in the people of Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency.  Pemanfaatan cengkeh biasanya hanya untuk makanan dan bahan baku obat. Limbah daun cengkeh ternyata bisa disuling menjadi minyak yang berguna untuk pengobatan tradisional dan parfum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk dalam pemanfaatan limbah daun cengkeh menjadi minyak cengkeh. Pelaksanaan kegiatan pada bulan Agustus sampai September 2022 sebagai kerjasama tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kadiri dan peserta pelatihan di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini meliputi persiapan, sosialisasi program dengan pemaparan materi kepada peserta, pelatihan pembuatan minyak dari limbah daun cengkeh, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mampu membuka wawasan dan mengenalkan inovasi kepada peserta pelatihan tentang pemanfaatan limbah tanaman cengkeh. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan minyak cengkeh berjalan dengan baik dan muncul ketertarikan peserta untuk mengembangkannya. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah limbah daun cengkeh dan sebagai usaha mengatasi permasalahan sampah organik di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk.
Efektivitas Perendaman Daun Tembakau (Nicotiana tabacum) Sebagai Bioinsektisida Terhadap Mortalitas Lalat Buah (Bactrocera carambolae) Dodik Eka Setiawan; Bambang Dwi Moeljanto; Mariyono Mariyono; Nugraheni Hadiyanti
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 1 No. 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v1i2.1804

Abstract

Bioinsecticides from various plants continue to be developed in natural pest control. Tobacco (Nicotiana tabacum) has the potential as a bioinsecticide to control fruit flies (Bactrocera carambolae). The study aims to determine the effect of soaking tobacco leaves on the mortality of fruit flies. This type of research was experimental using a one factorial Completely Randomized Design (CRD). The factors tested were the duration of soaking tobacco leaves in water which consisted of soaking tobacco leaves for 48 hours (T1), soaking tobacco leaves for 96 hours (T2), and soaking tobacco leaves for 144 hours (T3. Observations were made for 48 hours with data collection every 12 hours after spraying bioinsecticides. Observational data were analyzed using analysis of variance and continued with the Least Significant Difference test at 5% level if the results were significantly different. The results showed that tobacco leaf treatment effectively killing fruit fly was soaking tobacco leaves for 144 hours (T3). In soaking tobacco leaves for 144 hours, both at 12, 24, 36, and 48 hours, the percentage of fruit fly mortality was higher than the other treatments, respectively 12.5%, 12.5%, 25%, and 41.67%. Long soaking time increases the nicotine content of tobacco in the soaking water. The results showed that the compound content in tobacco leaves affects fruit flies' mortality and can be utilised as a natural pesticide. Bioinsektisida dari berbagai tumbuhan terus dikembangkan untuk pengendalian hama secara alamiah. Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) potensial sebagai bioinsektisida dalam pengendalian hama lalat buah (Bactrocera carambolae). Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh lama perendaman daun tembakau (Nicotiana tabacum) terhadap mortalitas lalat buah (Bactrocera carambolae). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial. Faktor yang diujikan adalah lama perendaman daun tembakau dalam air yang terdiri dari: perendaman daun tembakau selama 48 jam (T1); perendaman daun tembakau selama 96 jam (T2); dan perendaman daun tembakau selama 144 jam (T3). Pengamatan dilakukan selama 144 jam dengan pengambilan data setiap 12 jam sekali setelah penyemprotan bioinsektisida. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan apabila berbeda nyata dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun tembakau yang efektif membunuh lalat buah adalah perlakuan perendaman daun tembakau selama 144 jam (T3). Pada perendaman daun tembakau selama 144 jam baik pada pengamatan 12, 24, 36 dan 48 jam menunjukkan persentase mortalitas lalat buah lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya masing-masing sebesar 12.5%, 12.5%, 25% dan 41.67%. al tersebut dipengaruhi waktu perendaman sehingga kadar nikotin air rendaman tembakau lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan senyawa dari daun tembakau mempengaruhi mortalitas lalat buah dan dapat digunakan sebagai pestisida alami.
Efektivitas Pengaturan Jarak Tanam dan Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Padi (Oriza sativa L.) Varietas IR 64 Suherman Suherman; Supandji Supandji; Bambang Dwi Moeljanto; Nugraheni Hadiyanti
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 1 No. 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v1i2.1814

Abstract

In plant cultivation, planting distance requires to be set so that the plants get enough living space to grow and develop. The purpose of the study was to study the effectiveness of spacing and weeding frequency on the productivity of rice (Oryza sativa L.) variety IR 64. The experiment was carried out from January to April 2020 in Ngrendeng, Gondang, Tulungagung. The experiment was in the form of a completely randomized block design with two factors. The first treatment of plant spacing consisted of 20x20 cm (J1), 20x25 cm (J2), and 20x30 cm (J3). The second treatment was the frequency of weeding, namely without weeding (P1), weeding at 17 days after planting/DAP (P2), and weeding at 17 and 30 DAP (P3). Data were analyzed using ANOVA and continued with the 5% Least Significant Difference test for a significant difference. The combination of spacing and frequency of weeding was known to increase the productivity of rice plants of the IR 64 variety. The growth of rice plants was significantly different, as seen from the variables of tillers and panicles formed, number of leaves, and plant height. The highest rice production was at a spacing of 20x25 cm and the frequency of weeding once at the age of 17 DAP, namely the weight of grain per clump of 43.99 gr, the number of productive tillers 20.33 stems, grain weight 34.88 gr; production of 2.41 kg/plot and production of 12.16 t/h. Usaha budidaya tanaman perlu pengaturan jarak tanam dan penyiangan gulma agar tanaman memperoleh ruang hidup yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Tujuan penelitian adalah mempelajari efektivitas pengaturan jarak tanam dan frekuensi penyiangan gulma terhadap produktivitas tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas IR 64. Pelaksanaan penelitian dari bukan Januari sampai April 2020 di Ngrendeng, Gondang, Tulungagung. Percobaan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor. Perlakuan kesatu jarak tanam terdiri 20x20 cm (J1), 20x25 cm (J2) dan 20x30 cm (J3). Perlakuan kedua adalah frekuensi penyiangan yaitu tanpa penyiangan (P1), penyiangan pada 17 hari setelah tanam/HST (P2), dan penyiangan pada 17 dan 30 HST (P3). Analisis data adalah anova dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil 5% apabila terdapat beda yang nyata. Kombinasi pengaturan jarak tanam dan frekuensi penyiangan dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi varietas IR 64. Pertumbuhan tananam padi berbeda nyata terlihat dari variabel anakan dan malai yang terbentuk, jumlah daun, dan tinggi tanaman. Produksi padi yang tertinggi pada jarak tanam 20x25 cm dan frekuensi penyiangan sekali umur 17 HST yaitu berat gabah per rumpun sebesar 43.99 gr, jumlah anakan produktif 20.33 batang, berat bulir 34.88 gr; produksi 2.41 kg/petak dan produksi 12.16 t/ha. 
Co-Authors Achmad Yogi Pambudi Agustia Dwi Pamujiati Agustia Dwi Pamujiati Ahmad Haris Hasanuddin Slamet Anak Agung Gede Sugianthara Anindita, Devina Cinantya Anshor, Yoyok Zakaria Aptika Hana Prastiwi Nareswari Arissaryadin, Arissaryadin Avisema Sigit Saputro Ayuningtyas, Nanda Widyawati Azkiyah, Lailatul Bambang Dwi Moeljanto Chamro', Wardatul Dektiyansyah Nusantara Sukoco Devina Cinantya Anindita Dewi, Rifani Rusiana Dian Wahyudi Dodik Eka Setiawan Dona Wahyuning Laily Edy Kustiani Eko Eko, Eko Eko Hariyanto Eko Yuliarsha Sidhi Firdausi, Muhammad Riza Ginji Liani HARIYANTO HARIYANTO Hendrik Setyobudi Ikawati, Haryanti Insiyah, Bindari Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kholik, Dian Abdul Lia Hapsari Mahardhika, Adam Mariyono Mariyono Mariyono Mariyono Maryono Moch. Agus Suryo Wibowo muharram, Muhammad Nanang Aji Saputro Nareswari, Aptika Hana Prastiwi Nina Lisanty Nixie Azalia Whintisna Nur Ulfa Turohmah Nur Ulfa Turrohmah Nurcahyo, Agung Wilis Pardono . Pardono Pardono Pardono Pardono Pratama, Dandy Pramizza Adi Prayoga, Reksa Nanda Rachmad Chairul Huda Rafelda Dias Nurfitri Ramadhan, Riski Jefri Rasyadan Taufiq Probojati Risma Ari Prayitno Saptorini Saptorini Saptorini, Saptorini Saputra, Yudha Saputro, Avisema Sigit Satriya Bayu Aji Setyobudi, Hendrik Subarkah, Minal Kholik Prima Suherman Suherman SUNARTO Supandji Supandji Supandji Supandji Supandji, Supandji Supramono, Agus Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tafakresnanto, Chendy Tjatur Prijo Rahardjo Tjatur Prijo Rahardjo Turohmah, Nur Ulfa Virgian Galuh Agusty Wahyu Widiyono Widi Artini Windy Silvyana WIWIEK ANDAJANI Yuliana, Luluk Yuliyanto Yuliyanto