Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumis sativus L.) akibat Perlakuan Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk Organik Cair Air Limbah Ikan Lele Ayuningtyas, Nanda Widyawati; Supandji; Saptorini; Hadiyanti, Nugraheni; Widiyono, Wahyu
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i1.5277

Abstract

Using liquid organic fertilizer from catfish wastewater is an attractive alternative to increase crop yields. This research is intended to investigate the growth and production of cucumbers, which are influenced by the combination of dose and time of application of liquid organic fertilizer (POC) from catfis wastewater. The experiment was realized from May to July 2022 in Ngantru Village, Trenggalek Regency. The research design was a factorial, Completely Randomized Design (CRD) and 3 repetitions. The treatment tested was the POC dose of catfish waste (D), with 3 levels: 300 ml/polybag/application, 400 ml/polybag/application, and 500 ml/polybag/application. Another treatment was the POC (A) application time, with 3 levels: 3, 5, and once every 7 days. Observation variables were weight and number of fruits per plant, length, and diameter of fruit, number of leaves, and plant length. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and results that showed significant differences were tested further with the Least Significant Difference(LSD ) at a significance level of 5%. The interaction between dose and time of application of liquid organic fertilizer (POC) from catfish wastewater showed a significant difference in plant length at 14 and 21 days after planting (DAT). The use of POC doses from catfish wastewater specifically significantly affected the number of leaves at 21 DAT and the length of cucumber fruit. However, separately, the treatment dose and time of administration of POC from catfish wastewater did not significantly affect the number, diameter, and weight of cucumber fruit.   Dalam upaya meningkatkan hasil tanaman, penggunaan pupuk organik cair dari limbah air ikan lele menjadi alternatif yang menarik. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki pertumbuhan dan produksi mentimun yang dipengaruhi oleh kombinasi dosis dan waktu pemberian pupuk organik cair (POC) dari air limbah ikan lele. Percobaan terealisasi pada bulan Mei sampai Juli 2022 di Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang diujikan adalah dosis POC limbah ikan lele (D), dengan 3 level, yaitu: 300 ml/polybag/aplikasi, 400 ml/polybag/aplikasi, dan 500 ml/polybag/aplikasi. Perlakuan lainnya adalah waktu aplikasi POC (A), dengan 3 level, yaitu: 3; 5; dan 7 hari sekali. Variabel pengamatan yaitu berat, dan jumlah buah per tanaman, panjang, dan diameter buah, jumlah daun, serta panjang tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan hasil yang menunjukkan perbedaan signifikan diuji lebih lanjut dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat signifikansi 5%. Interaksi antara dosis dan waktu pemberian pupuk organik cair (POC) dari air limbah ikan lele menunjukkan perbedaan signifikan terhadap panjang tanaman pada umur 14 dan 21 hari setelah tanam (HST). Penggunaan dosis POC dari air limbah ikan lele secara khusus berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 21 HST dan panjang buah mentimun. Namun, secara terpisah, perlakuan dosis dan waktu pemberian POC dari air limbah ikan lele tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah, diameter, dan berat buah mentimun
Respon Pertumbuhan Bibit Jeruk Purut (Citrus hystrix) pada Perlakuan Asal Stek dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami Pratama, Dandy Pramizza Adi; Saptorini; Hadiyanti, Nugraheni
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i2.5692

Abstract

Kaffir lime is a horticultural plant often cultivated as an ornamental plant in home gardens. Kaffir lime is commonly used for its natural flavor in various foods and beverages. Kaffir lime can be easily propagated vegetatively using stem cuttings. Natural Growth Regulating Substances (GRS) are used to support stem cuttings' success. This study employs an experiment using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, replicated three times. The initial factor involves the source of the stem cuttings (S), consisting of 3 levels: Apical stem cutting (S1), Middle stem cutting (S2), and Basal stem cutting (S3). The second factor is the type of natural Growth Regulating Substance (GRS) (P), consisting of 3 levels: Shallot GRS (P1), Banana GRS (P2), and Coconut Water GRS (P3). The research encompasses preparing planting media, preparing stem-cutting materials, and preparing GRS, planting, and maintenance. Observation parameters include the emergence of shoots; the parameters assessed include stem diameter, leaf count, leaf area, plant weight, and root length. Statistical analysis involves conducting an Analysis of Variance (ANOVA), followed by a Tukey's Honestly Significant Difference (HSD) post-hoc test at a 5% significance level if significant differences are observed in the results. Among all treatments, the best result is obtained from the treatment with basal stem cuttings and coconut water Growth Regulating Substance (S3P3). Jeruk Purut merupakan tanaman yang biasa digunakan untuk cita rasa alami pada berbagai makanan dan minuman. Jeruk purut dapat ditanam dengan mudah secara vegetatif yaitu menggunakan stek batang. Untuk menunjang keberhasilan stek batang dapat digunakan zat Pengatur Tumbuh alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan asal stek bibit jeruk purut terbaik, termasuk ZPT alami yang terbaik. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan diulang sebanyak tiga kali. Variabel pertama adalah asal stek batang (S) yangterdiri atas 3 taraf, yaitu: stek batang pucuk (S1), stek batang tengah (S2), stek batang pangkal (S3). Faktor kedua adalah macam zat pengatur tumbuh (ZPT) alami (P) yang terdiri atas 3 taraf yaitu: ZPT bawang merah (P1), ZPT buah pisang (P2), ZPT air kelapa (P3). Parameter pengamatan meliputi: muncul mata tunas, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, panjang akar. Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA), apabila hasil berbeda nyata dilakukan uji lanjutan BNT 5%. Variasi stek asal (S) tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada semua parameter. Perlakuan jenis ZPT alami (P) memiliki dampak signifikan pada laju pertumbuhan tunas, ukuran daun, dan secara sangat signifikan memengaruhi jumlah daun di minggu ketujuh, kesembilan, kesebelas, dan ketiga belas.Dari semua perlakuan, yang memperoleh hasil terbaik yaitu pada perlakuan asal stek batang pangkal dan ZPT air kelapa (S3P3).
Pertumbuhan dan Produksi Melon (Cucumis melo L.) pada Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) Sampah Dapur dan Bakteri Paenibacillus polymyxa Ikawati, Haryanti; Junaidi; Supandji; Nugraheni Hadiyanti
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i2.5705

Abstract

Applying organic fertilizer in crop cultivation aims to increase crop production and the sustainability of agricultural businesses. The experiment aimed to analyze the combination of POC treatment of kitchen waste and Paenibaccilus polymyxa bacteria on the growth and production of melon (Cucumis melo L.). The trial location is in Sugihan Village, Kampak District, Trenggalek Regency, from April to June 2024. The environmental design was a factorial, Complete, Randomized Block Design with four repetitions. Treatment of kitchen waste POC dosage is the first factor, namely 0 ml/plot (O1), 100 ml/plot (O2), and 200 ml/plot (O3). The second factor is the dose of Paenibacillus polymyxa bacteria: 30 ml/plot (P1), 40 ml/plot (P2), and 50 ml/plot (P3). Observation variables include plant length, number of leaves, fruit weight, and fruit diameter. Data analysis uses analysis of variance (ANOVA), followed by the 5% Least Significant Difference (LSD) test if the results show significant differences. The combination treatment dose of 200 ml kitchen waste POC and 50 ml Paenibacillus polymyxa/plot (O3P3) significantly affected the length of melon plants aged 21 and 28 HST and the weight of melon fruit. Treatment with POC doses of kitchen waste significantly affected plant length at 14 and 35 HST, number of leaves, and fruit diameter. The use of Paenibacillus polymyxa bacteria significantly affected plant length at 14 DAP, number of leaves, and diameter of melon fruit. Aplikasi pupuk organik dalam budidaya tanaman bertujuan meningkatkan produksi tanaman, dan keberlanjutan usaha pertanian. Percobaan bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan produksi (Cucumis melo L.) akibat kombinasi perlakuan POC sampah dapur dan bakteri Paenibaccilus polymyxa. Lokasi percobaan di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek pada bulan April sampai Juni 2024. Rancangan lingkungan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dan empat kali pengulangan. Aplikasi dosis POC sampah dapur sebagai faktor pertama, yaitu: 0 ml/petak (O1), 100 ml/petak (O2), 200 ml/petak (O3). Faktor kedua adalah dosis bakteri Paenibacillus polymyxa: 30 ml/petak (P1), 40 ml/petak (P2), 50 ml/petak (P3). Variabel yang diamati adalah panjang tanaman, berat, dan diameter buah, serta jumlah daun. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), apabila hasil berbeda secara signifikan terus dilakukan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Interaksi aplikasi POC limbah dapur dosis 200 ml dan Paenibacillus polymyxa dosis 50 ml/petak (O3P3) menghasilkan perbedaan signifikan terhadap berat buah melon serta panjang tanaman melon umur 21, dan 28 HST. Aplikasi POC sampah dapur dengan dosis berbeda memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah daun, diameter buah, serta panjang tanaman umur 14 dan 35 HST. Penggunaan bakteri Paenibacillus polymyxa berpengaruh secara nyata terhadap diameter buah melon, jumlah daun, dan panjang tanaman umur 14 HST.
Pemanfaatan Urin dan Rumen Kambing sebagai Bahan Pupuk Organik Cair (POC) Plus untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman dan Kesuburan Tanah Saptorini, Saptorini; Hadiyanti, Nugraheni; Arissaryadin, Arissaryadin; Supramono, Agus
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.7078

Abstract

Agricultural productivity in rural areas has declined due to farmers’ dependency on synthetic fertilizers and pesticides. The use of liquid organic fertilizer (POC) provides a sustainable alternative to improve soil fertility and reduce production costs. This community service aimed to utilize goat urine and rumen waste as raw materials for POC Plus, enhancing crop productivity and soil fertility. The POC Plus production was carried out in Besowo Village, Kepung District, Kediri Regency, through a 21-day fermentation process involving goat rumen, urine, molasses, coconut water, rice-wash water, bioactivators, Trichoderma, Aspergillus niger, and other natural ingredients. Laboratory analysis revealed an organic carbon content of 15.26%, nitrogen of 2.60%, a C/N ratio of 5.87%, organic matter of 26.24%, phosphate of 1.92%, and potassium of 1.35%. Demonstration plots on chili plants showed yield increases of up to 16.4 tons/ha and improved growth compared to control plots, while reducing chemical fertilizer usage by up to 30%. The program had positive impacts on improving agricultural productivity and promoting sustainable soil management. Usahatani di wilayah perdesaan saat ini menghadapi permasalahan menurunnya produktivitas dan pendapatan akibat ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia sintetis. Aplikasi pupuk organik cair (POC) sebagai usaha memperbaiki kesuburan tanah dan menekan biaya produksi dala budidaya tanaman yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah urine dan rumen kambing sebagai bahan baku POC plus guna meningkatkan produktivitas tanaman dan kesuburan lahan. Pelatihan pembuatan POC plus dan demplot dilakukan di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi dengan kelompok tani tentang teknologi pengolahan limbah ternah menjadi pupuk organik, perencanaan sosialisasi, pelatihan pembuatan POC plus, dan bersama dengan petani dari kelompok tani melakukan demplot pada tanaman hortikultura. Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan C-organik sebesar 15,26%, nitrogen 2,60%, rasio C/N 5,87%, bahan organik 26,24%, fosfat 1,92%, dan kalium 1,35%. Demplot aplikasi POC plus pada tanaman cabai menunjukkan peningkatan hasil panen masing-masing sebesar 16,4 ton/ha dan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan kontrol, serta penurunan penggunaan pupuk kimia hingga 30%. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem tanah.
Co-Authors Achmad Yogi Pambudi ADAM MAHARDIKA Agustia Dwi Pamujiati Agustia Dwi Pamujiati Agustia Dwi Pamujiati Ahmad Haris Hasanuddin Slamet Anak Agung Gede Sugianthara Andreas Zulkarnain Anindita, Devina Cinantya Anshor, Yoyok Zakaria Aptika Hana Prastiwi Nareswari Arissaryadin, Arissaryadin Avisema Sigit Saputro Ayuningtyas, Nanda Widyawati Azkiyah, Lailatul Bambang Dwi Moeljanto Chamro', Wardatul Dektiyansyah Nusantara Sukoco Devina Cinantya Anindita Dewi, Rifani Rusiana Dian Wahyudi Dodik Eka Setiawan Dona Wahyuning Laily Edy Kustiani Eko Eko, Eko Eko Hariyanto Eko Yuliarsha Sidhi Firdausi, Muhammad Riza Ginji Liani HARIYANTO HARIYANTO Hendrik Setyobudi Ikawati, Haryanti Insiyah, Bindari Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kholik, Dian Abdul Lia Hapsari Mahardhika, Adam Mariyono Mariyono Mariyono Mariyono Maryono Moch. Agus Suryo Wibowo Mufiana Alfatin muharram, Muhammad Nada Anesya Nanang Aji Saputro Nareswari, Aptika Hana Prastiwi Nina Lisanty Nixie Azalia Whintisna Nur Ulfa Turohmah Nur Ulfa Turrohmah Nurcahyo, Agung Wilis Pardono . Pardono Pardono Pardono Pardono Pratama, Dandy Pramizza Adi Prayoga, Reksa Nanda Rachmad Chairul Huda Rafelda Dias Nurfitri Ramadhan, Riski Jefri Rasyadan Taufiq Probojati Risma Ari Prayitno Ryan Edy Saputra Saptorini Saptorini Saptorini Saptorini Saptorini, Saptorini Saputra, Yudha Saputro, Avisema Sigit Satriya Bayu Aji Setyobudi, Hendrik Subarkah, Minal Kholik Prima Suherman Suherman SUNARTO Supandji Supandji Supandji Supandji Supandji, Supandji Supramono, Agus Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tafakresnanto, Chendy Tjatur Prijo Rahardjo Tjatur Prijo Rahardjo Turohmah, Nur Ulfa Virgian Galuh Agusty Wahyu Widiyono Widi Artini Windy Silvyana WIWIEK ANDAJANI Yuliana, Luluk Yuliyanto Yuliyanto