Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI DRAG QUEEN PADA TOKOH AMBU DALAM UPACARA ADAT MAPAG PANGANTEN SUNDA kurniawan, Adi; Priyatna, Aquarini; Muhtadin, Teddi
HUMANIKA Vol 26, No 2 (2019): Desember
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.278 KB) | DOI: 10.14710/humanika.v26i2.23940

Abstract

 Artikel ini berjudul representasi drag queen pada tokoh ambu dalam upacara adat mapag panganten Sunda. Artikel ini membicarakan bagaimana tubuh laki-laki menampilkan diri sebagai perempuan dalam sosok tokoh ambu ditampilkan dalam upacara adat mapag panganten Sunda dan bagaimana praktik drag queen dalam upacara adat mapag panganten mewujud dalam berbagai sosok tokoh ambu. Praktik ini juga dapat diargumentasikan sebagai upaya mengekspresikan hasrat gender non-normatif para pelaku ambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif terhadap lima pelaku ambu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Penelitian ini berargumentasi bahwa tokoh ambu yang dimanifestasi oleh tubuh laki-laki menampilkan bentuk-bentuk ekspresi gender yang lebih beragam dan melintasi konstruksi gender yang normatif. Selain itu, penelitian ini juga mengkategorisasi wujud tokoh ambu dalam upacara adat mapag panganten dalam tiga kelompok: karakter cantik, karakter nenek-nenek dan karakter fantasi. Kata kunci : Drag queen;  upacara adat; pelaku ambu
HOMOSOSIALITAS DI PONDOK PESANTREN: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AS-SAKAN Sudrajat Nur, Gian Nova; Priyatna, Aquarini; Zakaria, Mumuh Muhsin
HUMANIKA Vol 23, No 2 (2016): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.306 KB) | DOI: 10.14710/humanika.v23i2.13641

Abstract

This paper discusses the homosexual practices among students at Pondok Pesantren As-Sakan. By using queer and homosociality theory, the paper will show that human sexuality is a very complex continuum, in which homosexual practices can be manifested in various forms. It will be shown that same-sex relationships are built on male friendship patterns among men, mentorship, entilement, competition between homosexuality and heterosexuality in intimate relationships so that there is a shift in the relationship in it. The practice of sex segregation which is part of the normative practice of the boarding school, manifested in, for example, activities, rules and sanctions, as well as facilities and infrastructure of the school, can be argued to have engendered practices that can be categorized as homosexual practices.
MASKULINITAS LAKI-LAKI KOREA AMERIKA SEBAGAI LIYAN DALAM NATIVE SPEAKER KARYA CHANG-RAE LEE Aprilia, Nurul Hanifa; Priyatna, Aquarini; Adji, Muhammad
ATAVISME Vol 22, No 1 (2019): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.193 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v22i1.519.101-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana tokoh laki-laki yang digambarkan Liyan dikonsumsi oleh istrinya yang merupakan perempuan kulit putih dalam novel Native Speaker karya Chang-rae Lee (1996). Tokoh Henry Park merepresentasi stereotipe yang dilekatkan pada laki-laki Korea Amerika. Artikel ini berargumentasi bahwa tindak seksual yang dilakukan terhadap Henry Park oleh tokoh kulit putih merupakan bentuk konsumsi terhadap Liyan. Dalam kajian poskolonial, Barat dikonstruksi sebagai Diri dan Timur sebagai Liyan. Laki-laki Asia Amerika dikonstruksi sebagai Liyan, feminine/effeminate, pasif, inferior secara seksual. Artikel ini menunjukkan bahwa novel ini telah menunjukkan wacana ideologi putih melalui pernikahan antar ras dan menegaskan Liyan sebagai Liyan. Kata-Kata Kunci: Chang-rae Lee, Korea Amerika, maskulinitas, konsumsi, Liyan
STRATEGI NARATIF DALAM PENGGAMBARAN KONFLIK IDEOLOGIS PADA NOVEL KAMBING DAN HUJAN KARYA MAHFUD IKHWAN Septriani, Hilda; Priyatna, Aquarini; Saleha, Amaliatun
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.354 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.301.68-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi naratif  dalam penggambaran konflik ideologis antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah serta negosiasi antartokoh yang ditampilkan di dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Masalah yang dibahas adalah bagaimanakah strategi naratif untuk menggambarkan konflik ideologis antara NU dan Muhammadiyah serta bagaimanakah negosiasi ideologis antartokoh ditampilkan di dalam novel. Teori yang digunakan adalah teori strategi naratif yang dikemukakan oleh Mieke Bal (1997) dan Fludernik (2009). Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menggambarkan konflik ideologis antara NU dan Muhammadiyah dalam novel digunakan strategi naratif melalui narator, fokalisasi, alur, dan latar. Konflik ideologis muncul karena adanya ketidaksamaan praktik-praktik keagamaan yang dilakukan oleh para tokoh sebagai representasi anggota kelompok NU dan Muhammadiyah di dalam novel. Pada akhirnya, berbagai negosiasi ditampilkan dalam teks melalui representasi tokoh yang berafiliasi dengan NU dan Muhammadiyah untuk meredam konflik ideologis di antara keduanya.[Title: The Narrative Strategy in Representation of Ideological Conflict in Mahfud Ikhwan?s Novel Kambing dan Hujan]. This research aims at conveying narrative strategy in depicting ideological conflict between Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah, and negotiations among the characters in Kambing dan Hujan novel written by Mahfud Ikhwan. The problem-discussed in this study is how the narrative strategy depicts ideological conflicts between NU and Muhammadiyah and how ideological negotiations of those characters are depicted in the novel. The theory is the theory of narrative strategy proposed by Mieke Bal (1997) and Fludernik (2009). This study uses a qualitative descriptive method. The result shows that to describe the ideological conflicts between NU and Muhammadiyah, the novel uses narrative strategies through narrator, vocalization, plots and setting. Ideological conflicts arise because there is inequality of religious practices performed by the characters appearing in the novel as a representation of both adherents of NU and Muhammadiyah. At the end, any kind of negotiation is displayed through the representation of the characters affiliated with NU and Muhammadiyah to diminish the ideological conflict between them.
REPRESENTASI MONSTROSITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL MANTRA LILITH KARYA HENDRI YULIUS Suhendi, Indrawan Dwisetya; Priyatna, Aquarini; Muhtadin, Teddi
ATAVISME Vol 20, No 2 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.091 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i2.391.123-137

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan representasi monstrositas perempuan dalam novel Mantra Lilith karya Hendri Yulius (2017). Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana representasi monstrositas perempuan digambarkan dalam novel Mantra Lilith. Dengan memfokuskan pada konsep monstrous feminine yang dikemukakan oleh Creed (2003) dan teori abjek dari Kristeva (1982), penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan representasi monstrositas perempuan dan seksualitas perempuan yang disimbolkan oleh ular. Monstrositas juga dilekatkan pada perempuan yang menolak hidup dalam kungkungan ideologi partiarki. Secara narasi, dalam novel ini representasi monstrositas perempuan ditampilkan melalui pengalusian terhadap cerita-cerita yang sudah dikenal sebelumnya seperti kisah Gadis Berkerudung Merah, Timun Mas, dan Putri Duyung.
PERBANDINGAN MOTIF NOVEL MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN DENGAN PRIMADONA KARYA N. RIANTIARNO Wulandari, Anastasia Dewi; Priyatna, Aquarini; Rahayu, Lina Meilinawati
ATAVISME Vol 18, No 1 (2015): ATAVISME, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.026 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v18i1.36.119-128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intertekstual antara Primadona dan Memoirs of a Geisha. Kedua karya sastra tersebut dipilih karena kemiripan yang menimbulkan asumsi bahwa terdapat kaitan intertekstual antara kedua karya itu. Sumber data penelitian ini adalah novel Memoirs of a Geisha (2002) karya Arthur Golden dan Primadona (2006) karya R. Riantiarno. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa novel Memoirs of A Geisha dan Primadona mempunyai kemiripan pada beberapa aspek penting pembangun cerita, yakni motif dan penokohan. Primadona sebagai teks yang muncul terlebih dahulu diduga sebagai teks yang melatarbelakangi lahirnya Memoirs of a Geisha. Berdasarkan perbandingan motif-­motif dan penokohan ditemukan adanya relasi intertekstual antara Memoirs of A Geisha dan Primadona. Abstract: This research aims to analyze the intertextuality between Primadona and Memoirs of a Geisha. Memoirs of a Geisha and Primadona were selected by an assumption that some texts were present inside another text. The source data of this study are Arthur Golden?s Memoirs of a Geisha (2002) and N. Riantiarno?s Primadona (2006). The result of this research is the spell out of motif and character. Primadona as a novel that publish previously was expected as the text that underlying the birth of Memoirs of a Geisha. Beside, with the comparison of the similar aspects, relation the both of Memoirs of a Geisha and Primadona. Key Words: Memoirs of a Geisha; Primadona; intertext
ISU PERUNDUNGAN DALAM LET’S SING WITH ME KARYA KKPK (KECIL-KECIL PUNYA KARYA) Probowati, Andarini Rani; Priyatna, Aquarini; Hazbini, Hazbini
ATAVISME Vol 21, No 1 (2018): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.885 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v21i1.426.81-92

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan isu perundungan dalam karya KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) berjudul ?Let?s Sing With Me? (2013). Perundungan dilakukan oleh tokoh perempuan terhadap teman sebayanya yang juga perempuan.  Perundungan disebabkan rasa iri antar tokoh, berupa celaan, penghinaan, dan julukan negatif. Teori strategi naratif yang dikemukakan oleh Mieke Bal (1997), Fludernik (1997), dan Priyatna (2010) digunakan untuk membahas isu perundungan. Analisis fokalisator menunjukkan adanya isu perundungan yang digambarkan melalui sikap yang ditampilkan tokoh perempuan sebagai pelaku dan korban perundungan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perundungan yang ditampilkan secara spesifik melalui tokoh perempuan. Kenikmatan sadistik yang dialami pelaku terhadap korban menjadi hal yang biasa. Perundungan yang digambarkan merupakan bagian dari kategori perundungan secara verbal, fisik, dan sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa narator tidak berpihak kepada pelaku maupun korban perundungan sehingga dapat diargumentasikan kedua novel bersikap pasif terhadap isu perundungan dan bahkan membiarkan perundungan terjadi.
SUBJEKTIVITAS PEREMPUAN DALAM HAIR JEWELLERY KARYA MARGARET ATWOOD DAN THE BLUSH KARYA ELIZABETH TAYLOR/FEMALE SUBJECTIVITY IN TWO SHORT STORIES BY MARGARET ATWOOD AND ELIZABETH TAYLOR Aquarini Priyatna; Rasus Budhyono
Aksara Vol 32, No 2 (2020): AKSARA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.357 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v32i2.421.191-208

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas dua cerita pendek, yakni Hair Jewellery karya Margaret Atwood dan The Blush karya Elizabeth Taylor. Kedua cerpen menunjukkan bagaimana tokoh perempuan menegosiasi dan mengupayakan subjektivitasnya dalam suatu konteks kultural dan sosial tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana subjektivitas perempuan ditampilkan melalui deskripsi fisik tokoh utama, perilaku serta pandangan tokoh tersebut terhadap dirinya, serta bagaimana tokoh mempersepsi tubuh dalam membentuk subjektivitasnya di dalam konteks budaya yang berkelindan. Dengan berfokus pada isu tubuh dan penubuhan para tokoh perempuan, isu kelas, relasi personal para tokoh perempuan, serta bagaimana mereka melakukan perlintasan yang terus-menerus antara ranah domestik dan publik, artikel ini berargumentasi bahwa kedua cerpen menampilkan tokoh perempuan yang berusaha merangkul dan membangun subjektivitas perempuan yang feminin dan feminis. Kedua cerpen menampilkan berbagai bentuk subjektivitas yang tidak ajek dan senantiasa berproses. Subjektivitas juga digambarkan berimplikasi kepatuhan, penolakan, dan transgresi terhadap norma gender. Kata kunci: cerpen, perempuan, subjektivitas, Elizabeth Taylor, Margaret Atwood Abstract This article examines two short stories, namely Hair Jewellery by Margaret Atwood and The Blush by Elizabeth Taylor. The two stories show how the female characters negotiate and develop their subjectivities within a certain cultural and social context. The article aims to elaborate on how woman’s subjectivity is presented through the physical descriptions of the main characters, their attitude and behavior toward themselves, and how their perception of how their body contributes to the formation of their subjectivity within a cultural and social context. By focusing on the issues of woman’s body and embodiment, the female characters’ personal relations, and the continuous traversion between domestic and public spheres, the article argues that both stories present women who strive to embrace and develop feminine and feminist woman’s subjectivity. Both stories present a varied forms of subjectivity, all of which is not fixed and is always in-process. Subjectivity is also portrayed to imply different degrees of acceptance, rejection, and transgression of gender norms. Keywords: short stories, women, subjectivity, Elizabeth Taylor, Margaret Atwood 
Reinterpretasi dan Rekonstruksi Dongeng Jaka Tarub dalam Drama Karya Akhudiat: Sebuah Pembacaan New Historicism Lina Meilinawati Rahayu; Aquarini Priyatna; Rasus Budhyono
SUAR BETANG Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v14i1.108

Abstract

The paper examines the transformation of “Jaka Tarub”, a folktale contained in Babad Tanah Jawi, into the play Jaka Tarub by Akhudiat. Jaka Tarub by Akhudiat is a two-act play that is parodic in style. The play won the 1974 Jakarta Arts Council Playwriting Competition. The aim of the paper is to study how the tale is interpreted and reconstructed into Indonesian contemporary literature. The transformation of the tale is analyzed from a new historicist perspective. The analysis suggests that the history of a nation can be read through its literature since New Historicism sees that texts and history are always, inevitably, interrelated. Based on such a perspective, there is no longer such a thing as a single absolute “historical reality”. Instead, there are always different versions and perspectives to history. Akhudiat’s reinterpretation and reconstruction of the folktale represents Indonesia in the 1970s. Seen in this light, an Indonesian literary text that reflects history can be regarded as another version of history. Thus, New Historicism offers an appropriate approach to study such a literary text because it is through a New Historicist approach to reading that realities unwritten in mainstream texts of history become accessible to the reader or audience.  
Konstruksi Fatherhood Dalam Film 27 Steps Of May Rifki Zamzam Mustafa; Aquarini Priyatna; Ari J. Adipurwawidjana
Metahumaniora Vol 12, No 1 (2022): METAHUMANIORA, APRIL 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v12i1.34410

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan penggambaran konstruksi kompleks peran bapak (fatherhood) dalam film 27 Steps of May. Film ini memperlihatkan peran bapak (fatherhood) yang dikonstruksi secara kompleks dalam kontinum gender (maskulinitas dan femininitas) melalui teknik kamera dan mise-en-scene. Kompleksitas fatherhood ditemukan dalam tokoh Bapak, melalui adegan-adegan yang memperlihatkan aktivitas serta perannya sebagai orang tua tunggal bagi May yang dianalisis melalui konsep fatherhood menurut Donaldson dikaitkan dengan konsep hegemoni maskulinitas yang ditawarkan oleh Connell dan kajian film menurut Turner. Penggambaran-penggambaran interaksi yang minim dialog antara Bapak dan May, pekerjaan Bapak dan interaksinya dengan tokoh Kurir dan Pesulap menjadi indikator-indikator yang berperan dalam mengonstruksi fatherhood. Melalui pembacaan ketat yang diterapkan dalam kajian ini, dapat ditemukan bahwa penggambaran peran Bapak dalam film ini tidak semata-mata menampilkan bapak sebagai pihak sentral dalam keluarga, namun juga sebagai pihak yang bergantung pada pihak lain khususnya dalam ranah emosional. Fatherhood juga diperlihatkan sebagai bentuk perlintasan antara peran gender maskulin dan feminin, yang merupakan reaksi terhadap hegemoni maskulinitas sebagai bentuk upaya pengikisan peran bapak yang dominan dalam suatu keluarga.
Co-Authors Aceng Abdullah Aceng Abdullah Acep Iwan Saidi Adi Kurniawan Adipurwawidjana, Ari J Adji, Muhammad Ageza, Gorivana Aida Anwariyatul Fuadah Aksa, Yati Amalia, Sira Kamila Dewanti Amaliatun Saleha Anastasia Dewi Wulandari Anastasia Dewi Wulandari Ani Rostiyati Aprilia, Nurul Hanifa Ari J. Adipurwawidjana Ari J. Adipurwawidjana Ari Jogaiswara Adipurwawidjana Arining Wibowo Asep Yusup Hudayat Cece Sobarna Cece Sobarna Dadan Suwarna Dade Mahzumi Dade Mahzumi, Dade Darmawan, Adam Dessyratna Putry Dimas Yudhistira Dimas Yudhistira, Dimas Dzulfikar Al-anbiya Eka Ayu Wahyuni Ekaning Krisnawati Endah Istiqomah Apriliani Ezzah Fathinah Fauziah Ismi Desiana Faza Fauzan Azhima Gian Nova Sudrajat Nur Hanifah Puji Utami Hary Ganjar Budiman Hazbini, Hazbini Heri Isnaini Hermawati, Diyana Mareta Hilda Septriani Ikeh, Tri Sulapmi Dolina Indrawan Dwisetya Suhendi, Indrawan Dwisetya Indriyani Rachman Jordy Satria Widodo Lilis Suryani Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati Rahayu, Lina Meilinawati Lina Meilinawati, Lina Luqman, Arief Mecca, Ali Mega Subekti Mia Dwianna Widyaningtyas Mori, Alifa Syauqina Muhamad Adji Muhtadin, Teddi Mulyadi, R.M Mumuh Muhsin Zakaria Nisa'ul Fithri Mardani Shihab Nita, Ida Ayu Eka Vania Cahya Novia Nurul Ulfah Nurhayati, Nita Nurullah, Maria Fiducia Permata, Denti Primiani, Nurrahma Probowati, Andarini Rani R. M. Mulyadi R. M. Mulyadi R.M. Mulyadi R.M. Mulyadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Muhammad Mulyadi Rahayu, Lina Meilinawati Rani, Seni Melia Rasus Budhyono Renti Mahkota Resa Restu Pauji Ridwan, Muhammad Fauzi Rifki Zamzam Mustafa Rifki Zamzam Mustaffa Rikma Dewi, Nenden Rojak, Mohamad Abdul Rosyidah Antoni, Cheryl Desyanti Safrina Noorman, Safrina Sartika Sari Siti Karlinah Sri Rijati Wardiani syukur, andi abd khaliq Teddi Muhtadin Tisna Prabasmoro Tri Sulapmi Dolina Ikeh Wibowo, Arining wibowo, arining Yovela, Stasya Yuris Fahman Zaidan Zhafirah, Faizzah Shabrina