Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI GENDER DALAM PORTRAIT KELUARGA: KAJIANVISUAL PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK Mecca, Ali; Priyatna, Aquarini; Mulyadi, R.M
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v7i2.1691

Abstract

Family portraits represent gender ideology of a family,and even more widely or asocio-culturally construct society.Family portraits are usually saved and displayed in aconcrete space, on the media wall of a living room, or a family room. Advances intechnology information, bearing new space called the virtual space or cyberspace,havemade it possible for family portraits be displayed in the cyberspace. The researchexplains how gender constructions is displayed through the representation of the familyportraits.This research uses qualitative methods and semiotic approach for its analysis.The results show that gender ideology,normative values,and heteronormativity in thefamily portrait are represented by the position, gestures, clothing, photography, andphotographic composition (aesthetics).Furthermore,is also shown that cyberspace hasbecome a space that manifests gender ideology as well contributes to the familyconstruction. Family portraits do not always display the representation of normativegender roles,but also a family portrait can negotiate with the values that are considerednon-normative ideology.Keywords : Family portrait, representation, and gender
KONSTRUKSI GENDER LAKI-LAKI HOMOSEKSUAL DALAM SERIAL TELEVISI QUEER AS FOLK Primiani, Nurrahma; Zakaria, Mumuh Muhsin; Priyatna, Aquarini
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v9i1.2055

Abstract

This study entitled “Gender Construction on Homosexual Men in Television Series ‘Queer as Folk’” investigates how gender on homosexual men is portrayed and constructed in various scenes and dialogues depicted in the television series. By taking the discourse of [homo]sexual practice and fashion, homosexual men are shown to have different gender roles on each occasion. It is performed by them to survive, both in their homosexual community and in [hetero]normative neighborhood. This article argues that homosexual men at the same time are shown to perform by following two different standards. The data used in this study are textual and visual data (screenshots) captured from the series. After analyzing the data, this study finds non-normative gender views performed by homosexual men which tied and related to [hetero]normative gender roles.Key words: Homosexual, gender, heteronormativity, and Queer As Folk
THE IMAGE OF PRESIDENT CANDIDATE JOKO WIDODO IN CAMPAIGN ADVERTISEMENT IN THE PRESIDENT ELECTION 2019 Ridwan, Muhammad Fauzi; Priyatna, Aquarini; Meilinawati, Lina
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v11i2.2706

Abstract

This research focuses on Joko Widodo's and KH Maruf Amin's campaign in the 2019 presidential election. The purpose of this study is to find out how Joko Widodo imaged himself in his political campaign adverts, and how ideas and meanings are articulated in political advertisements. The study uses a descriptive qualitative research with Roland Barthes's Semiotic analysis approach. The results showed that Joko Widodo was represented as a simple leader, populist, and close to a low society, and could bring Indonesia forward and prosper through some of his programs are Kartu Prakerja or the Pre-Employment Card, Kartu Indonesia Pintar Kuliah or Indonesia Smart College Card, and Kartu Sembako Murah or Cheap Basic Food Cards.
Ambivalent identity as abject in Maxine Hong Kingston’s The Woman Warrior and China Men Yovela, Stasya; Priyatna, Aquarini; Prabasmoro, Tisna
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i3.971

Abstract

The Woman Warrior and China Men by Maxine Hong Kingston portray abject identity. Kingston’s Chinese American family in the novels seek to establish a superior identity over both the Americans, other Chinese people, and even their children who were born in America. This is apparent from the way the family views the white Americans and other Chinese people as ghosts and peasants respectively, hence displaying an ambivalence in regard to identity. By using the framework of feminist narratology and theories of abjection, mimicry, and identity, this article shows how identity as abject is realized through mimicry and displacement in the two novels. This article argues that Kingston’s Chinese American family disrespects while also reinforces the borders of identity. Because of their partial representation of identity, they are permanently displaced. Moreover, while they abject other identities to establish themselves, their own ambivalence makes them the abject that possesses a flexible identity.
Modifikasi Wayang Topeng Malangan di Padepokan Asmoro Bangun, Kedungmonggo Pakisaji, Malang Wibowo, Arining; Priyatna, Aquarini; Sobarna, Cece
PANGGUNG Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i3.1009

Abstract

ABSTRACT            This article focuses on the modification of Malangese Mask Puppet, a traditional art that has been developed in Malang, East Java, for long time. This research aims to finds out changes in Malangese Mask Puppet in order to maintain the existence of the art in this era, by which popular culture dominated. The article is written to answer questions, first, how do modifications of Malangese Mask Puppet were done both in performance and crafting aspects, and second, how do the modifications influence the fuction of Malangese Mask Wayang. The research uses a qualitative method with interview, observation, and document analysis as data collection technique. The data analysis is conducted through triangulation technique. The results are that modification is conducted by simplifying and beautifying the form of some elements such as clothes, accessories, and the material of mask crafting. Meanwhile, the modification of ideas are implemented through the changing of some traditional patterns, such as shortening the duration of performance, creating the new rule to involve women and kids as an active artist of Malangese Mask Wayang. The modification of Malangese Mask Wayang influences the function and role of the art as a commodity or product.   Keywords: Modification, Malangese Mask Wayang, Asmoro Bangun Art Center ABSTRAK            Artikel ini membahas perubahan atau modifikasi pada kesenian tradisional Wayang Topeng Malangan yang telah lama berkembang di kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada Wayang Topeng Malangan yang dilakukan oleh seniman dalam mempertahankan kesenian tersebut pada masa sekarang, yang cenderung didominasi oleh budaya pop. Artikel ini ditulis untuk menjawab beberapa rumusan masalah, yaitu pertama, bagaimana modifikasi Wayang Topeng Malangan dilakukan pada unsur pertunjukan dan kerajinan topeng, dan kedua adalah bagaimana modifikasi tersebut memengaruhi peran dan fungsi kesenian Wayang Topeng Malangan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi bentuk pertunjukan dan kerajinan topeng dilakukan dengan menyederhanakan dan mempercantik bentuk busana dan ragam hiasan, mengubah material dan proses pembuatan topeng. Sedangkan modifikasi gagasan terimplementasikan pada perubahan pakem (aturan tradisi), seperti mempersingkat waktu pergelaran dan memberikan aturan baru keterlibatan perempuan dalam kesenian Wayang Topeng Malangan.  Modifikasi bentuk pertunjukan dan kerajinan topeng serta gagasan berkaitan dengan Wayang Topeng Malangan memengaruhi peran dan fungsi Wayang Topeng Malangan, yang tidak sekedar sebagai seni, namun juga sebuah komoditas (produk). Kata Kunci: Modifikasi, Wayang Topeng Malangan, Padepokan Asmoro Bangun
Tantangan Profesi Jurnalis Perempuan dalam Liputan di Wilayah Konflik Widyaningtyas, Mia Dwianna; Abdullah, Aceng; Karlinah, Siti; Priyatna, Aquarini
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.7725

Abstract

Penelitian ini membahas profesi jurnalis perempuan Indonesia dalam meliput di wilayah konflik. Pemberitaan konflik merupakan tantangan berat bagi jurnalis, khususnya jurnalis perempuan. Kajian tentang perempuan menjadi perhatian utama banyak peneliti karena pengalaman hidup perempuan merupakan bentuk pengetahuan yang penting. Artikel ini bertujuan mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam meliput konflik, perandan keberadaan Perempuan di dunia jurnalistik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pemilihan jenis penelitian ini secara khusus dapat mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam melaporkan konflik. Subjek penelitian ini adalah lima (5) jurnalis perempuan Indonesia yang berpengalaman dalam meliput konflik. Kajian ini menghasilkan konsep terkaitpengalaman jurnalis perempuan dan tantangan selama meliput di wilayah konflik, posisi jurnalis Perempuan di zona konflik, pengalaman terkait strategi jurnalis perempuan dalam menghadapi tantangan dalam peliputan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalis perempuan mampu meliput konflik meskipun berstatus minoritas dan fakta bahwa kemampuannya dipertanyakan karena identitasnya sebagai perempuan. Agar berhasil meliput konflik, jurnalis perempuan harus bekerja lebih keras daripada jurnalis laki-laki. Perempuan dapat meliput dari perspektif yang berbeda yakni perspektif perempuan yang tidak dimiliki oleh jurnalis laki-laki. Penelitian ini memberi kontribusi kepada jurnalis untuk memahami dan menghargai pekerjaan jurnalis perempuan di wilayah konflik.
Co-Authors Aceng Abdullah Aceng Abdullah Acep Iwan Saidi Adi Kurniawan Adipurwawidjana, Ari J Adji, Muhammad Ageza, Gorivana Aida Anwariyatul Fuadah Aksa, Yati Amalia, Sira Kamila Dewanti Amaliatun Saleha Anastasia Dewi Wulandari Anastasia Dewi Wulandari Ani Rostiyati Aprilia, Nurul Hanifa Ari J. Adipurwawidjana Ari J. Adipurwawidjana Ari Jogaiswara Adipurwawidjana Arining Wibowo Asep Yusup Hudayat Cece Sobarna Cece Sobarna Dadan Suwarna Dade Mahzumi Dade Mahzumi, Dade Darmawan, Adam Dessyratna Putry Dimas Yudhistira Dimas Yudhistira, Dimas Dzulfikar Al-anbiya Eka Ayu Wahyuni Ekaning Krisnawati Endah Istiqomah Apriliani Ezzah Fathinah Fauziah Ismi Desiana Faza Fauzan Azhima Gian Nova Sudrajat Nur Hanifah Puji Utami Hary Ganjar Budiman Hazbini, Hazbini Heri Isnaini Hermawati, Diyana Mareta Hilda Septriani Ikeh, Tri Sulapmi Dolina Indrawan Dwisetya Suhendi, Indrawan Dwisetya Indriyani Rachman Jordy Satria Widodo Lilis Suryani Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati Rahayu, Lina Meilinawati Lina Meilinawati, Lina Luqman, Arief Mecca, Ali Mega Subekti Mia Dwianna Widyaningtyas Mori, Alifa Syauqina Muhamad Adji Muhtadin, Teddi Mulyadi, R.M Mumuh Muhsin Zakaria Nisa'ul Fithri Mardani Shihab Nita, Ida Ayu Eka Vania Cahya Novia Nurul Ulfah Nurhayati, Nita Nurullah, Maria Fiducia Permata, Denti Primiani, Nurrahma Probowati, Andarini Rani R. M. Mulyadi R. M. Mulyadi R.M. Mulyadi R.M. Mulyadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Muhammad Mulyadi Rahayu, Lina Meilinawati Rani, Seni Melia Rasus Budhyono Renti Mahkota Resa Restu Pauji Ridwan, Muhammad Fauzi Rifki Zamzam Mustafa Rifki Zamzam Mustaffa Rikma Dewi, Nenden Rojak, Mohamad Abdul Rosyidah Antoni, Cheryl Desyanti Safrina Noorman, Safrina Sartika Sari Siti Karlinah Sri Rijati Wardiani syukur, andi abd khaliq Teddi Muhtadin Tisna Prabasmoro Tri Sulapmi Dolina Ikeh Wibowo, Arining wibowo, arining Yovela, Stasya Yuris Fahman Zaidan Zhafirah, Faizzah Shabrina