Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BERBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MAWAR (Rosa damascene Mill) Yuliatul Muslimah; Nana Ariska; Muhammad Afrillah; Amda Resdiar; Herman Kurnia
Jurnal Agrotek Lestari Vol 7, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v7i1.3264

Abstract

ABSTRAK Mawar merupakan salah satu jenis tanaman hias yang keberadaannya sering dimanfaatkan. Bukan hanya dimanfaatkan sebagai tanaman bunga, akan tetapi mawar juga sering digunakan sebagai tanaman hias ditanam dipot, dijadikan bunga tabur, parfum, kosmetik dan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan stek mawar terhadap pemberian berbagai zat pengatur tumbuh alami dan lama perendaman serta nyata tidaknya kedua faktor tersebut. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 4 ulangan yaitu (1) pemberian Zpt (Z) dengan 4 taraf;  Z0: kontrol, Z1: bawang merah (100%), Z2: air kelapa (100%), Z3: tauge (100%). (2) Lama perendaman (M) dengan 3 taraf; M0: 0 jam, M1: 5 jam, M2: 10 jam. Parameter pengamatan adalah jumlah tunas, panjang tunas dan diameter jumlah daun umur 20, 30 dan 40 HST, jumlah akar ,panjang akar dan diameter persentase tumbuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh alami berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan persentase tumbuh umur 40 HST. Berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah tunas 20, 30 dan 40 HST, panjang tunaas 20, 30 dan 40 HST, jumlah daun 20, 30 dan 40 HST dan jumlah akar. Lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar dan persentase tumbuh. Terdapat interaksi antara zat pengatur tumbuh alami dan lama perendaman pada jumlah tunas 20, 30 dan 40 HST tanaman stek mawar (Rosa damascene Mill) yang diamati. Kata Kunci : Mawar, Zat Pengatur Tumbuh Alami, Lama Perendaman. ABSTRAC Rose is one type of ornamental plant whose existence is often used. Not only used as a flower plant, but roses are also often used as an ornamental plant planted in pots, used as sow flowers, perfume, cosmetics and medicines. This study aims to determine the effect of the growth of rose cuttings on the provision of various natural growth regulators and the duration of immersion and the significance of these two factors. The experimental design used in this study was a factorial randomized block design (RBD) consisting of 2 factors and 4 replications, namely (1) giving Zpt (Z) with 4 levels; Z0: control, Z1: shallots (100%), Z2: coconut water (100%), Z3: bean sprouts (100%). (2) duration of immersion (M) with 3 levels; M0: 0 hours, M1: 5 hours, M2: 10 hours. Observation parameters were the number of shoots, length of shoots and diameter of the number of leaves aged 20, 30 and 40 DAS, number of roots, root length and percentage of growth diameter. The results showed that the provision of natural growth regulators had a significant effect on root length and growth percentage at 40 DAS. It had no significant effect on the number of shoots 20, 30 and 40 DAS, the length of tunaas 20, 30 and 40 DAS, the number of leaves 20, 30 and 40 DAS and the number of roots. The duration of immersion did not significantly affect the number of shoots, length of shoots, number of leaves, number of roots, length of roots and percentage of growth. There was an interaction between natural growth regulators and the duration of soaking in the number of shoots 20, 30 and 40 DAS for the observed rose cuttings (Rosa damascene Mill). Keywords: Rose, Natural Growth Regulatory Substance, Soaking Time.
Efficiency Use of Nitrogen In Several Palm Oil Varieties With Treatment of Nitrogen Fertilizer Levels In Main Nursery Muhammad Afrillah; Chairani Hanum; Abdul Rauf
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 3 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.58 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i3.3116

Abstract

Efficiency use of nitrogen in several palm oil varieties with treatment in nitrogen fertilizer level in main nursery. This study aims to determine the growth characteristics of several varieties of palm oil efficient use of nitrogen with the provision of various nitrogen levels in the main nursery. The research was conducted in the nursery area of Yos Sudarso Binjai road and the Soil Laboratory of the Palm Oil Research Center, Medan from May to November 2017, using a factorial randomized block design with two factors. The first factor is varieties consisting of 7 types namely Avros, Simalungun, PPKS 540, Yangambi, PPKS 718, PPKS 239, Langkat. The second factor is the N fertilization dose consisting of 5 levels ie 0, 25, 50, 75 and 100% from fertilizer recommendation. The results showed that the addition of N level increased the dry weight of the canopy, and the uptake of plant N nutrients. The efficient use of optimal Nitrogen in Yangambi varieties was obtained on N 25% fertilization, while Avros and PPKS 239 were at 50% recommendation level. 75% recommendation produce optimal value efficient use of N on Simalungun variety, PPKS 718, and Langkat. PPKS 540 varieties efficient use of N optimal at 100% recommendation level.
Penguatan Kader Tani Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Desa Alue Ambang Kabupaten Aceh Jaya Agustinur; Jasmi; Muhammad Jalil; Dewi Fithria; Muhammad Afrillah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i3.10071

Abstract

Stunting has become one of the national issues that are of concern to the government and requires an immediate solution. One of the districts in Aceh Jaya that is targeted for stunting prevention is Teunom. One of the efforts that can be done as a series of stunting prevention efforts in Aceh Jaya is to mobilize community farmer groups to pay attention to fulfilling family nutrition. This service is carried out to strengthen farmer cadres in Alue Ambang, Teunom Aceh Jaya in order to support the program to fulfill family food needs through the use of household yards. The activity was carried out for 2 days which included counseling or socializing the importance of stunting prevention and fulfilling family food nutrition and organizing farmer cadres in Alue Ambang village. The result of this activity was the formation of farmer cadre organizations and the community became more aware of the functions and duties of farmer cadres to support stunting prevention efforts in Alue Ambang village.
Potensi Pemanfaatan Burung Hantu Tyto alba sebagai Predator Alami dalam Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jaqc.) di Divisi II PT. SOCFINDO Seunagan Bayu Fadilla; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Novian Charles Ritonga
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 18, No 2 (2022): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2283

Abstract

Pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) sebagai pengendali hama tikus telah menjadi alternatif pengendalian yang prospektif bagi perkebunan kelapa sawit, termasuk bagi PT. Socfindo Kebun Seunagan. Meskipun demikian efektifitas penggunaan burung hantu ini masih belum terukur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan keberadaan populasi Tyto alba sebagai pengendali hama tikus pada perkebunan kelapa sawit PT. Socfindo Kebun Seunagan. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-Mei 2021 di perkebunan kelapa sawit Divisi II PT. Socfindo Kebun Seunagan. Metode yang digunakan adalah metode survey dilengkapi dengan data sekunder berupa data perusahaan dan studi referensi. Pengamtan dilakukan terhadap populasi Tyto alba dan hama tikus di sekitar sarang Tyto alba. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sarang yang terdeteksi keberadaan Tyto alba sebanyak 4 sarang dari total 9 sarang burung hantu yang diamati. Indikator keberadaan burung hantu yang dilakukan berupa: anakan, bulu, telur, dan sisa makanan. Hasil sensus serangan hama tikus diketahui rata-rata serangan sebesar 33% dari 1.008 pohon sampel. Sedangkan ambang batas ekonomi serangan hama tikus di PT. Socfindo yaitu <3%. Maka jika dibandingkan, tingkat serangan hama tikus di PT. Socfindo sangat tinggi. Untuk meningkatkan efektivitas maka dilakukan peningkatan populasi Tyto alba yaitu; satu pasang dan satu sarang burung hantu di setiap 20 Ha. Sedangkan di Divisi II PT. Socfindo Kebun Seunagan hanya 15% jumlah sarang dengan  total kebutuhan yaitu 59 sarang burung hantu untuk memenuhi kebutuhan di luasan lahan 1.176,31 Ha.
Pengaruh POC dari Air Cucian Beras dan Arang Sekam Padi terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Windi Cutriani; Amda Resdiar; Nana Ariska; Muhammad Afrillah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.4906

Abstract

Air cucian beras memiliki senyawa organic yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi, sedangkan arang sekam padi memiliki manfaat penyeimbang pH tanah, memiliki porositas yang tinggi sehingga menjaga kondisi fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsentrasi pupuk organic cair (POC) dari air cucian beras dan arang sekam padi terhadap tanaman sawi (Brassica juncea L.) Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial, dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Konsentrasi perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 (kontrol 0 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P1 (75 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P2 (100 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P3 (125 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), dan P4 (15 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi). Parameter yang ukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2) dan panjang daun (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari berbagai konsentrasi air cucian beras dan arang sekam padi terhadap semua parameter dan setiap umur pengamatan tanaman sawi. Dosis terbaik untuk pengembangan tanaman sawi adalah 150 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi. Kata kunci : Air cucian beras, arang sekam padi, sawi, pertumbuhan
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Divisi II Kebun Seunagan PT. Socfindo Ogi Prayuda; Muhammad Afrillah; Siti Amina; Amda Resdiar; Mawaddah Putri Arisma Siregar; N.C. Ritonga
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.5875

Abstract

Palm oil (Elaeis guineensis jacq) is Indonesia's main plantation crop, this plant has greater vegetable oil than other plants, the use of palm oil is in great demand in various industries such as the food industry, the pharmaceutical industry, to the cosmetic industry. The purpose of this study was to determine the management of harvesting carried out in Division II Seunagan Gardens PT. Socfindo. The research was carried out in Division II Seunagan Gardens PT. Socfindo from February to May 2022. Observations made in this harvest management include, Personal protective equipment (PPE) and fresh fruit bunches (FFB) harvesting equipment, calculating harvest density figures (AKP), harvest rotation, estimation of employee usage and daily production estimation, criteria for fruit maturity level, fruit quality observation, random quality observation, determination of premium prices and the number of bases in each block. The results of observations that have been made indicate that the management of oil palm harvesting at PT. Socfindo Seunagan Gardens has been running optimally, this is shown by the very good criteria in several harvesting activities observed, such as harvest rotation, fruit quality criteria, and blok quality
Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di PT. ASN Kebun Tanoh Makmue Aceh Barat Muhammad Tolik; Muhammad Afrillah; Herdiansyah Alfides
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2530

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting dalam sektor pertanian. Pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit sangat diperlukan karena dapat menimbulkan kerugian baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis dan manajemen pengendalian gulma tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tanoh Makmue PT. Agro Sinergi Nusantara PKS Batee Puteh Desa Lueng Gayo, Aceh Jaya, pada September 2021 – Januari 2022. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer adalah informasi yang diperoleh ketika mengikuti kegiatan di lapangan, diskusi maupun wawancara dengan mandor dan asisten divisi serta melalui pengamatan langsung di kebun. Hasil penelitian menunjukkan gulma dominan pada kebun Tanoh Makmue terdapat hasil yang bervariasi di setiap blok diantaranya Cyperus rotundus, Imperata cylindrica, dan Botrychium zeylanicum L. Indeks keanekaragaman jenis pada perkebunan kelapa sawit dari semua jenis gulma yang didapatkan diperoleh nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,17. Nilai tersebut menunjukan bahwa keanekaragaman jenis gulma pada perkebunan tersebut tergolong tinggi. Pengendalian gulma di kebun Tanoh Makmue menggunakan dua metode, yaitu secara mekanis/manual dan kimiawi. Pengendalian gulma secara manual dilakukan satu bulan sebelum pengendalian gulma secara kimiawi. Kata kunci: kelapa sawit, gulma dominan, keanekaragaman gulma
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Pt. Asn, Perkebunan Batee Puteh, Afdeling I samsul qhamar; muhammad afrillah
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.3031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pemanena kelapa sawit secara teknis, pengelolaan, dan menganalisis produksi yang dihasilkan di perkebunan kelapa sawi PT. Agro Sinergi Nusantara, Kebun Batee Puteh, AfdellingI Aceh Barat Pada Agustus-November 2022. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. pengumpulan data prime diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan, diskusi maupun wawancara dengan karyawan, mandor dan asisten afdeling.I. Data sekunder diperoleh dari data yang ada di kebun meliputi lokasi geografis kebun, keadaan iklim, luas areal dan tata guna lahan, produksi dan produktivitas, struktur organisasi perusahaan, dan peraturan atau norma baku perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan Manajemen pemanenan kelapa sawit di Perkebunan Batee Puteh Afdeling I sudah berjalan cukup baik, yang mana dari kriteria sangat baik pada beberapa parameter pengamatan seperti rotasi panen, mutu dan kebersihan ancakak panen. Rotasi panen yang diterapkan dengan sitem acak tetap/acak giring Rotasi panen tertinggi terjadi pada bulan September yaitu sebanyak 28 Rotasi sedangkan rotasi terendah terdapat pada bulan oktober sebanyak 24 dan pada bulan Agustus sebanyak 27 kalai rotasi panen . Kriteria matang panen yang diberlakukan pada Prekebunan Batee puteh adalah 3 brondolan per-tandan di piringan sebelum di potong.Kata kunci: Manajemen, Panen, Kelapa Sawit.
Vegetasi Gulma Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Unit Perkebunan Bate Puteh Pt. Agro Sinergi Nusantara wilka azwar; muhammad afrillah
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.3030

Abstract

Gulma merupakan tanaman pengganggu selain dari tanaman budidaya. Dalam pertumbuhan kelapa sawit, gulma akan menjadi pesaing terutama dalam memperebutkan energi cahaya, air, serta unsur hara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi gulma dan hasil analisis vegetasi gulma di perkebunan Bate Puteh Afdeling I. yang di laksanakan pada bulan AgustusNovember 2022. Penelitian meliputi persiapan penelitian, survei lokasi, penentuan blok terpilih, penetuan titik sampel, pengamatan dan pengambilan sampel. Analis data yang dilakukan terdiri dari kerapatan, kerapatan relatif, frekwensi, frekwensi relative dan Summed Dominan Ratio. Hasil penelitian menunjukkan Dari hasil penelitaian yang telah dilakukan pada perkebunan kelapa sawit unit perkebunan Batee Puteh, Afdeling I PT. Agro Sinergi Nusantara di dapatkan sebanyak 541 individu, 5 Golongan jenis, dari 14 spesies. 5 Golongan Gulma berkayu, 1 teki tekian, 3 pakis pakisan, 3 Gulma berdaun sempit dan 2 golongan gulma berdaun lebar. Jumlah individu paling banyak yaitu Mucuna pruriens (182 individu) dan individu paling sedikit Phyllanthus urinaria (4 Individu). Gulma yang memiliki nilai SDR tertinggi yaitu spesies Mucuna pruriens (19,12%) dan gulma yang memiliki nilai SDR terendah Eleusine indica yaitu (2,01%). Selain Mucuna pruriens yang memiliki SDR yang tinggi spesies lain seperti Imperata cylindrica, Cyperus rotundus, Dicranopteris linearis dan Ottochloa yaitu (16.10%), (13.10%), (11.28%) dan (10.44%).Kata kunci: Gulma, Kelapa sawit, Perkebunan, Vegetasi
Pengenalan Hidroponik DFT (Deep Flow Technique) pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) untuk Pencegahan Stunting di Desa Kuta Blang Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan Evi Julianita Harahap; Dewi Junita; Chairudin Chairudin; Agustinur Agustinur; Muhammad Afrillah
Jurnal Pengabdian Agro and Marine Industry Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Agro And Marine Industry
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydroponic Deep Flow Technique (DFT) is a hydroponic method that provides nutrients in the form of water in the form of a pool. DFT hydroponic cultivation of plants, especially pakcoy (Brassica rapa L.) can increase income, can be consumed alone at home, adds nutritional value, and can prevent stunting. The problem of stunting can be prevented by consuming nutritious food, one of which is by consuming vegetables. DFT hydroponic farming can be done in narrow areas, for example in yards, roofs, and so on. The purpose of this activity is to introduce DFT (Deep Flow Technique) hydroponics to pakcoy plants (Brassica rapa L.) as the main plant to the community in Kuta Blang Village, Samadua District, South Aceh District. This community service was carried out on Wednesday 17 November 2021. The method used in this community service was an extension method in the form of presentation of material and practices related to DFT hydroponics on pakcoy plants (Brassica rapa L.). The counseling process begins with the presentation of the material by the speaker, followed by discussion or question and answer.Keywords: Hydroponic Deep Flow Technique (DFT), pakcoy, stunting