Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata) Aplikasi Pupuk NPK dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Muhammad Afrillah; Chairudin Chairudin; Monika Riski
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.8116

Abstract

Sweet corn (Zea mays saccharata) is a staple food substitute for rice that is widely consumed by the people of Indonesia. To increase growth and production, fertilization needs to be done, one of which is the addition of palm oil liquid waste and also NPK fertilizer. This study aims to determine the dose of NPK and palm oil effluent for the growth and yield of maize. The research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University, West Aceh Regency. The study was conducted from December 2021 to February 2022. This study used a 2 x 4 factorial randomized block design (RAK) with 3 replications consisting of two factors. The factors studied include: NPK fertilizer (P) consists of 2 levels, namely: P1 (1.8 g), P2 (3.6 g). Dosage of Palm Oil Mill Liquid Fertilizer (L) consists of 4 levels, namely: L0 (Control), L1 (300 ml), L2 (450 ml), L3 (600 ml). Parameters observed were plant height, stem diameter, number of leaves, length of cob, weight of corn cobs with cob per cob, weight of corn cobs with cob per plot, weight of corn cobs without husks per cob, and weight of corn cobs without husks per plot. The results of the F test analysis of variance showed that the application of NPK fertilizer had a significant effect on plant height parameters 35 and 49 DAP, stem diameter parameters 49 DAP, number of leaves 35 DAP, corn cob length, corn cob weight per plot, and corn cob weight without husks. per plot, but had no significant effect on the weight parameter of corn cobs with cob per cob, and weight on corn cobs without husks per cob. The results of the variance test showed that the administration of palm oil effluent at various doses had no significant effect on all the parameters tested. The interaction effect between NPK fertilizer and palm oil mill effluent did not give a real interaction.
Kombinasi Pemupukan Organik dan Anorganik Terhadap Laju Pertumbuhan dan Rasio Bobot Basah Tajuk Akar Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Siti Aminah; Muhammad Afrillah; Oviana Lisa; Muhammad Reza Aulia
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.7780

Abstract

Rice as one of the main food sources for the Indonesian people, especially North Sumatra, is still not able to meet the needs even though it has large land potential, so it is necessary to increase production through fertilization. This study aims to determine the effect of a combination of organic and inorganic fertilization on the growth of paddy rice plants. This study used a factorial randomized block design consisting of three factors, namely KCL (K) at 4 dose levels, namely K0 (0 kg/ha), K1 (25 kg/ha), K2 (50 kg/ha) and K3 (75 kg/ha). ), Urea (U) two levels namely U1(250 kg/ha) and U2 (225 kg/ha), Straw Compost (J) 2 levels namely J0 (0 tons/ha) and J1 (5 tons/ha) with a total The treatment combinations were 16 and consisted of 3 replications and 48 samples. Held in the rain-fed rice field area of Clove Turi sub-district, Binjai City. Soil sample analysis was carried out at the Analytical Laboratory of PT. Socfin Indonesia (SOCFINDO), Medan City and the Research and Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra. The combination of inorganic and organic fertilizer treatments consisting of Potassium, Urea and Straw Compost showed no significant effect on the observed parameters of plant growth rate (cm/week) and root canopy wet weight ratio (grams). The highest plant growth rate was shown by the interaction of the three treatments, namely K3U2J0 of 10.33 cm/week, while the lowest data was shown by the interaction of the three treatments, namely K1U2J0 of 8.87 cm/week. The highest root canopy wet weight ratio was shown by the interaction of the three treatments, namely K1U1J0 of 8.69 grams while the lowest data was shown by the interaction of the two treatments between potassium and straw compost, namely K2J0 of 5.01 grams.Keywords: Fertilizer; Organic; Inorganic; Growth; Paddy
Aplikasi Solid Decanter dan EM4 terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.) pada Tanah Alluvial Iwandikasyah Putra; Muhammad Jalil; Jekki Irawan; Muhammad Afrillah; Chairudin Chairudin; Habibul Alamsyah Simamora; Iwan Saputra
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.7915

Abstract

The study aimed to look at the effect of solid decanter and EM4 applications on the growth and production of melon plants (Cucumis melo L.) on Alluvial. Solid decanter is a raw organic matter and requires decomposition with EM4 so that nutrients can be utilized properly by melon plants. This research was carried out December-April 2022 at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University, West Aceh Regency, Aceh Province.  This study used a Randomized Group Design (RAK) factorial pattern of 4 x 4 with 3 repeats. The first factor is Solid Decanter (S) which consists of S0 (control), S1 (90 gr), S2(180 gr), S3(270 gr) and the second factor is EM4 (E) which consists of E0 (control), E1 (10ml), E2 (20ml), E3 (30ml). The results showed an interaction between solid decanter and EM4 against the diameter of the stem of melon plants at 14 HST.  This best treatment was found in the combination of S2E1 treatment, where the solid decanter dose of S2(180 gr) and EM4 E1 (10 ml) differed markedly from other treatment combinations.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Terhadap Pemberian POC Limbah Sayur dan Jamur Trichoderma sp. Muhammad Santosa; Muhammad Afrillah; Dewi Junita; Amda Resdiar
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i2.7378

Abstract

Penelitian respon pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica rapa L.) terhadap aplikasi pupuk organik cair dari limbah sayuran dan jamur Trichoderma sp. dilaksanakan di Desa Padang Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya mulai bulan Oktober sampai November 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pupuk organik cair untuk limbah sayuran = P0 (kontrol/tanpa perlakuan), P1 (30 ml POC.1-1 air), P2 (40 ml POC.1-1 air), dan P3 (50 ml POC.1-1 air). 1-1 udara). 1 -1 udara). Perlakuan Trichoderma sp = T0 (kontrol/tanpa perlakuan), dan T1 (Trichoderma sp. 50gr/petak), sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Hasil penelitian ini berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun,dan panjang daun dengan mengolah limbah sayuran menjadi pupuk organik cair. Sedangkan aplikasi Trichoderma sp. berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan panjang daun. Terdapat interaksi antara keduanya yaitu pada tinggi tanaman dan panjang daun.
Pengelolaan Pemanenan Kelapa Sawit dI Perkebunan PT. Agro Sinergi Nusantara Kebun Batee Puteh Kbupaten Aceh Barat Hendri Hendri; Muhammad Afrillah
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3475

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis dan manajemen pemanenan tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di kebun Batee Puteh dari bulan Agustus 2021 sampai Januari 2022. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer adalah informasi yang diperoleh ketika mengikuti kegiatan di lapangan, diskusi maupun wawancara dengan mandor dan asisten divisi serta melalui pengamatan langsung di kebun. Penelitian ini menunjukkan manajemen panen dan transport di kebun Batee Puteh telah dilakukan dengan baik. Proses pengelolaan pemanenan kelapa sawit meliputi persiapan panen, alat panen dan alat pelindung diri, kebutuhan tenaga panen, pelaksanaan pemanenan, kriteria matang panen, dan sistem pengangkutan.Kata Kunci: kelapa sawit, manajemen, teknik pemanenan
Hubungan Angka Kerapatan Panen dan Sistem Rotasi Panen Dengan Produktifitas Kelapa Sawit di PT. Agro Sinergi Nusantara Kebun Batee Puteh Tamara Maulinadia; Muhammad Afrillah; Chairudin Chairudin
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3451

Abstract

Rotasi panen, angka kerapatan panen, manajemen tenaga panen, dan produktifitas panen merupakan aspek penting dalam kegiatan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Angka Kerapatan Panen Dan Sistem Rotasi Panen Dengan Produk Tifitas Kelapa Sawit Di PT.Agro Sinergi Nusantara. Penelitian ini dilaksanakan di PT.Agro Sinergi Nusantara Kebun Batee puteh pada bulan April 2022. Adapun pengamatan yang dilakukan ialah Rotasi panen, angka kerapatan panen, manajemen tenaga panen, dan produktivitas panen yang merupakan aspek penting dalam kegiatan pemanenan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, nilai AKP estimasi dengan realisasi tidak berbeda nyata. Nilai AKP diperoleh hasil yang baik dengan selisih 8%.dari hasil pengamatan di peroleh rotasi panen sudah sangat tinggi dengan jumlah rotasi panen 5/7.Kata kunci : Kelapa Sawit, Angka Kerapatan Panen, Rotasi Panen,manajemen pemanenan
Pengelolaan Pemanenan Kelapa Sawit dI Perkebunan PT. Agro Sinergi Nusantara Kebun Batee Puteh Kbupaten Aceh Barat Hendri, Hendri; Afrillah, Muhammad
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3475

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis dan manajemen pemanenan tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di kebun Batee Puteh dari bulan Agustus 2021 sampai Januari 2022. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer adalah informasi yang diperoleh ketika mengikuti kegiatan di lapangan, diskusi maupun wawancara dengan mandor dan asisten divisi serta melalui pengamatan langsung di kebun. Penelitian ini menunjukkan manajemen panen dan transport di kebun Batee Puteh telah dilakukan dengan baik. Proses pengelolaan pemanenan kelapa sawit meliputi persiapan panen, alat panen dan alat pelindung diri, kebutuhan tenaga panen, pelaksanaan pemanenan, kriteria matang panen, dan sistem pengangkutan.Kata Kunci: kelapa sawit, manajemen, teknik pemanenan
Hubungan Angka Kerapatan Panen dan Sistem Rotasi Panen Dengan Produktifitas Kelapa Sawit di PT. Agro Sinergi Nusantara Kebun Batee Puteh Maulinadia, Tamara; Afrillah, Muhammad; Chairudin, Chairudin
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3451

Abstract

Rotasi panen, angka kerapatan panen, manajemen tenaga panen, dan produktifitas panen merupakan aspek penting dalam kegiatan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Angka Kerapatan Panen Dan Sistem Rotasi Panen Dengan Produk Tifitas Kelapa Sawit Di PT.Agro Sinergi Nusantara. Penelitian ini dilaksanakan di PT.Agro Sinergi Nusantara Kebun Batee puteh pada bulan April 2022. Adapun pengamatan yang dilakukan ialah Rotasi panen, angka kerapatan panen, manajemen tenaga panen, dan produktivitas panen yang merupakan aspek penting dalam kegiatan pemanenan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, nilai AKP estimasi dengan realisasi tidak berbeda nyata. Nilai AKP diperoleh hasil yang baik dengan selisih 8%.dari hasil pengamatan di peroleh rotasi panen sudah sangat tinggi dengan jumlah rotasi panen 5/7.Kata kunci : Kelapa Sawit, Angka Kerapatan Panen, Rotasi Panen,manajemen pemanenan
PENGUATAN KADER TANI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BABUL MAKMUR KABUPATEN SIMEULUE PROVINSI ACEH Resdiar, Amda; Ariska, Nana; Afrillah, Muhammad; Triandita2, Nanda
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): Abdi Wina Edisi Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.781 KB) | DOI: 10.58300/abdiwina.v2i1.258

Abstract

Stunting terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 HPK. Pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan pada ibu hamil perlu mendapat perhatian untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa. Penyebab stunting tidak hanya berasal dari pola makan saja, tetapi juga faktor lingkungan, pola asuh, pengetahuan, pendapatan keluarga, perilaku dan faktor lainnya. Kementerian Pertanian memanfaatkan potensi tersebut untuk mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga, baik untuk rumah tangga perdesaan maupun perkotaan melalui pengembangan Model Kawasan Rumah pangan Lestari (M-KRPL) dan replikasinya menjadi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan kepada kader tani terkait pemahaman budidaya tanaman untuk mencegah stunting. Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar. Adapun jumlah kader tani yaitu 8 orang yang telah dipilih menjadi kader tani Desa Babul Makmur Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Penguatan kader keluarga tani dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD). Hasil pemberdayaan kelompok petani (masyarakat) ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan pendidikan non formal khususnya dalam kajian tentang rumah pangan organik yang dapat membantu mengurangi angka stunting di Provinsi Aceh.
Pembuatan POC Limbah Ikan untuk Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Ariska, Nana; Yusrizal, Yusrizal; Hadianto, Wira; Putra, Iwandikasyah; Athaillah, Teuku; Resdiar, Amda; Afrillah, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i1.3218

Abstract

Produksi cabai dalam pelaksanaan budidayanya tidak selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat produksi cabai belum optimal dan terkadang berbanding terbalik dengan luas lahan cabai yang ditanam sehingga produksi tidak terpenuhi. Salah satu penyebab rendahnya produksi yaitu masih banyaknya petani mengunakan bahan-bahan kimia dalam kegiatan budidayanya. Oleh karena itu perlu memanfaatan bahan organik yang aman, efektif pengaruhnya bagi tanaman, dan ada di sekitar kita, salah satunya limbah ikan. Secara umum limbah ikan mengandung banyak nutrien yaitu N, P dan K dan unsur mikro yang merupakan komponen penyusun pupuk organik. Tujuan kegiatan ini memperkenalkan sumber daya bahan alami lokal untuk pengelolaan budidaya pertanian yang ramah lingkungan serta pemanfaatn limbah yaitu pemanfaatan POC limbah ikan. Kegiatan ini akan dilakukan dengan metode pelatihan berupa pemaparan materi mengenai POC limbah ikan. Pengabdian masyarakat dilakukan di balai desa Lapang Kecamatan Johan pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris desa, petani cabai, dan Pengabdi, Petani yang hadir berjumlah 30 orang yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. pembuatan POC limbah ikan disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat petani cabai desa Lapang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman teknologi pengolahan limbah ikan menjadi pupuk organik cair dapat dikuasai oleh para petani cabai.