Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI KAMPANYE POLITIK PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA (PSI) PADA PEMILU LEGISLATIF 2019 Elizabeth Anggit Sekar Citra T; Fitriyah - -; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilu 2019 merupakan ajang kontestasi pertama PSI. PSI sebagai partai yang tersegmentasi, membatasi dirinya hanya untuk para pemilih muda yang merupakan kelompok usia dengan jumlah terbanyak yaitu sekitar 50,4%. Namun berdasarkan hasil pemilu 2019, PSI hanya memperoleh suara 1,8% yang mana berarti PSI gagal untuk memenuhi syarat parliamentary threshold (PT) sebesar 4%.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi dari kampanye politik yang digunakan PSI dalam Pemilu Legislatif 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan data menggunakan wawancara mendalam dengan narasumber yang memiliki kredibilitas atau terlibat langsung dalam proses kampanye politik PSI dan juga menggunakan kuesioner yang diberikan kepada pemilih muda.Hasil dari penelitian ini adalah PSI memiliki beberapa strategi kampanye politik yaitu membangun citra kepemudaan, penggunaan media sosial sebagai alat kampanye, menarik suara minoritas, melibatkan masyarakat dalam pembiayaan dan kegiatan kampanye, kampanye canvassing door to door, dan kampanye kreatif. Beberapa faktor yang menyebabkan berbagai kampanye politik PSI tidak mampu mendulang suara PSI yaitu metode kampanye PSI yang lebih cocok diterapkan bagi pemilih muda didaerah perkotaan, adanya konten kampanye PSI yang mendatangkan resistensi dari masyarakat, dan persepsi masyarakat terhadap partai baru, dimana PSI masih belum mampu untuk meyakinkan pemilih untuk memberikan suara kepada PSI.The 2019 general election was PSI's first contestation event. PSI, as a segmented party, limits itself to young voters who make up the largest age group at around 50.4%. However, based on the 2019 election results, PSI only received 1.8% of the vote, which means PSI failed to meet the parliamentary threshold (PT) requirement of 4%.This research aims to explain the strategy of the political campaign used by PSI in the 2019 Legislative Elections. This research uses a qualitative approach with data collection methods using in-depth interviews with sources who have credibility or are directly involved in PSI's political campaign process and also using questionnaires given to young voters.The results of this study are that PSI has several political campaign strategies, namely building a youth image, using social media as a campaign tool, attracting minority votes, involving the community in financing and campaign activities, door to door canvassing campaigns, and creative campaigns. Some of the factors that caused PSI's various political campaigns to be unable to gain PSI votes were PSI's campaign methods that were more suitable for young voters in urban areas, PSI's campaign content that caused resistance from the public, and public perceptions of new parties, where PSI was still unable to convince voters to vote for PSI
Daya Juang dan Daya Tangguh Politisi Perempuan dalam Pemenangan Pemilu (Studi Kasus Keterpilihan Tiga Periode Politisi Partai Amanat Nasional di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah) Muhammad Akbar Rafsanjani; Fitriyah - -; Nur Hidayat - Sardini
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman hak asasi perempuan yang meluas pada era sekarang menuntut adanya kesetaraan gender di semua aspek. Upaya untuk mendukung terciptanya kesetaraan gender di tengah masyarakat Indonesia dapat diwujudkan melalui kehadiran figur perempuan yang menempati kedudukan strategis di lingkup jabatan publik baik di ranah eksekutif, legislatif maupun pada ranah yudikatif. Hadirnya figur perempuan di DPRD Provinsi Jawa Tengah merupakan hasil dari kebijakan afirmasi pemberian kuota perempuan sebanyak 30% kursi di parlemen. Pada periode 2019, kuota yang tersedia hanya dapat terpenuhi sebanyak 20% di tingkat nasional dan secara umum angkanya lebih rendah pada tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota. Hadirnya figur perempuan di DPRD Provinsi Jawa Tengah menciptakan rasa keterwakilan dari para perempuan yang ada di Provinsi Jawa Tengah karena dengan hadirnya figur politisi perempuan di DPRD Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi pihak perwakilan yang paling mengerti mengenai aspirasi, ide maupun isu spesifik perempuan. Salah satu figur perempuan di Provinsi Jawa Tengah yang sukses bertahan selama tiga periode sebagai anggota DPRD Jawa Tengah adalah Sri Marnyuni, pada saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B di DPRD Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menganalisis kapitalisasi strategi modalitas dalam merawat suara konstituen dalam keterpilihan Sri Marnyuni hingga tiga periode di DPRD Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan Teori Modalitas oleh Bourdieu (1986) dan Teori Strategi Keterpilihan Petahana oleh Sheth dan Frazier (1982) dengan melihat peranan partai politik sebagai bagian proses dalam pemenangan pemilu. Pada penelitian ini akan menggunakan metode penelitian berupa deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menemukan modal sosial sebagai modal kuat yang dimiliki Sri Marnyuni sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap keterpilihan Sri Marnyuni di DPRD Provinsi Jawa Tengah selama 3 periode
PERSEPSI MASYARAKAT RELIGIUS TERHADAP “SEDEKAH UANG” DALAM PILKADA (Studi Kasus Politik Uang dalam Pilkada Kabupaten Demak 2015) Khisbatul - Faizah; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Money politics merupakan isu yang menarik untuk dibahas sebab ketika dalam penyebutannya menggunakan istilah sedekah maka dipahami pemilih bukan barang “haram” yang dilarang oleh undang-undang pemilu. Upaya pelurusan pernah dilakukan saat menjelang pilkada 2015, Bupati Demak (2012-2016), HM Dachirin Said, memasang baliho disejumlah titik strategis yang bertuliskan “Demak Kota Wali Sukseskan Pemilu 2014 Bermartabat, Politik Uang Haram” . Money politics masuk kategori pelanggaran pemilu yang mengancam integritas pemilu. Pemilu yang seharusnya terselenggara secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber-Jurdil), namun, dalam kenyataannya ada praktik politik uang. Fenomena ini menarik untuk diteliti, sebab Kabupaten Demak yang dikenal dengan citra kereligiusannya tidak sejalan dengan fakta suburnya politik uang yang hidup dalam masyarakat. Menarik untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap sedekah uang dalam pemilu. Persepsi memiliki arti sebagai suatu proses yang ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan atau menginterpretasikan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian kuantitatif yang digunakan jenis survei yaitu metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme yang digunakan untukmeneliti populasi atau sampel (dalam hal ini untuk mengukur persepsi respondententang sedekah politik). Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data bersifat kuantitatif.47 Metode kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi pemaknaan politik uang dan sedekah politik di kelompok kunci (stakeholder) yang pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara
KEBIJAKAN PERLINDUNGAN PEKERJA PEREMPUAN DARI PERSPEKTIF KEADILAN GENDER DAN HAK-HAK PEKERJA PEREMPUAN (STUDI KASUS PEKERJA PEREMPUAN PT X DI KABUPATEN JEPARA) Shinta Milania Rohmany; Laila Kholid Alfirdaus; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memiliki hak untuk bekerja tidak membuat perempuan terbebas dari belenggu patriarki dan merasakan keadilan. Pekerja perempuan masih harus menghadapi diskriminasi baik dari pemberi kerja maupun pekerja laki-laki. Untuk itu, penulis meneliti terkait Kebijakan Perlindungan Pekerja Perempuan dari Perspektif Gender dan Hak-Hak Pekerja Perempuan dengan studi kasus pekerja perempuan PT X di Kabupaten Jepara. PT X dipilih karena mayoritas pekerja adalah perempuan dengan hubungan patron-klien antara perusahaan dan pekerja perempuan yang masih gagal mencegah adanya diskriminasi gender. Menggunakan teori gender, diskriminasi gender, keadilan gender, hak-hak pekerja perempuan, dan kebijakan perlindungan pekerja perempuan, penulis menyelisik terkait permasalahan yang dihadapi pekerja perempuan serta bagaimana kebijakan perlindungan pekerja perempuan dari perusahaan dan pemerintah dapat melindungi hak-hak pekerja perempuan. Dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, penulis mencoba menggali informasi dengan melakukan wawancara mendalam kepada pekerja perempuan, pihak perusahaan, dan satuan pengawas ketenagakerjaan. Hasilnya, masih didapati praktik-praktik diskriminasi, seperti pelecehan seksual berupa siulan; beban kerja yang tidak setara; pemberian upah pekerja borongan yang tidak adil; dan tidak adanya perlindungan bagi pekerja perempuan yang bekerja di atas pukul sebelas malam. Adapun kebijakan perusahaan untuk melindungi pekerja perempuan berupa: teguran untuk pelaku pelecehan seksual; upah yang dibayarkan dua kali dalam sebulan; cuti haid, hamil, dan melahirkan; serta fasilitas dan jaminan kecelakaan kerja. Sementara itu, langkah yang diambil pengawas ketenagakerjaan dalam melindungi pekerja perempuan adalah dengan: memberikan pengarahan; membuka akses pengaduan dan melakukan pemeriksaan; pemberian nota represif non-yudisial; dan pemberian nota represif yudisial kepada perusahaan. Diskriminasi gender dalam bentuk marginalisasi, subordinasi, stereotip, dan beban ganda yang diperparah dengan anggapan perempuan sebagai the second sex atau makhluk kedua, kanca wingking atau teman di belakang dalam budaya Jawa, serta relasi kuasa dan patron-klien antara pekerja dan pemberi kerja menjadi alasan utama diskriminasi gender di pabrik masih terjadi. Namun, status quo menunjukkan perkembangan melalui perlindungan baik dari perusahaan maupun pengawas ketenagakerjaan. Untuk itu, demi mencegah terjadinya diskriminasi gender kepada pekerja perempuan di masa depan, diperlukan kesadaran terkait keadilan gender di mana kesetaraan tidak hanya dicapai dari aspek regulasi, tetapi juga pada aspek sosial budaya di masyarakat.
THE POWER OF GRASSROOTS BROKERAGE: ANALISIS JARINGAN PEMENANGAN KANDIDAT PEREMPUAN PADA PILKADES PAMUTIH 2018 Rofi - Lutfiani; Fitriyah - -; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang jaringan pemenangan dan strategi membangun jaringan yang solid sebagai kunci keterpilihan kandidat perempuan pada Pilkades Pamutih 2018. Jaringan pemenangan memainkan fungsi yang penting bagi keterpilihan Purwati, karena sebelumnya ia tidak lagi tinggal di Pamutih setelah menikah. Bekerjanya jaringan sebagai mesin politik dengan strategi yang matang terbukti mampu menambal modal sosial Purwati. Ia berhasil mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Abdurokhim selaku incumbent dan Subadi selaku penantang baru. Penelitian ini menggunakan Teori Klasifikasi Jaringan dari Edward Aspinall & Ward Berenschot (2019) serta Teori Strategi Membangun Jaringan dari Lingo & O’Mahony (2010). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaringan Pemenangan Purwati terdiri atas jejaring pengaruh dan jejaring manfaat, di mana jejaring manfaat memainkan peran yang lebih signifikan karena faktor ekonomi. Tim Sukses Purwati lebih banyak diisi oleh tipe activist brokers sebagai loyalis yang setia mendukungnya. Sedangkan tim sukses rival mengalami masalah loyalitas dan pengkhianatan yang lebih kompleks. Penelitian ini juga menemukan bahwa kemenangan Purwati tidak dapat dilepaskan dari peran penting Purwanto, suami Purwati, bersama dengan dua tokoh laki-laki lainnya, yakni Herman Kustino dan Y sebagai aktor kunci. Purwati menggunakan strategi kolaborasi untuk membangun jaringan. Ia memadukan model tertius gaudens (memanfaatkan konflik dari pihak lain) dan tertius iungens (menjalin koneksi dengan kerjasama tanpa menunggu momentum konflik).
DPRD TANPA PEREMPUAN: KEGAGALAN CALEG PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF Anggun Putri Dayanti; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kegagalan total caleg perempuan pada pemilihan legislatif di Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2019 berdampak pada rendahnya keterlibatan perempuan untuk mempengaruhi proses kebijakan di parlemen. Kebijakan yang ada tidak serta merta memudahkan perempuan masuk ke parlemen, yang menentukan lolosnya kandidat dalam kompetisi politik adalah kapasitas untuk memobilisasi pemilih (masyarakat). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan adalah partisipasi politik (Huntington dan Nelson), faktor kegagalan modalitas (pierre bordieu) dan sosial budaya. Data dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara kepada caleg perempuan, Komisioner KPU dan masyarakat Mentawai sebagai pemilih. Adapun pemilihan Informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunujukkan bahwa kegagalan caleg perempuan pada pemilihan legislatif di Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2019 disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kapasitas modal sosial, ekonomi, dan politik yang rendah. Sehingga kepercayaan diri/motivasi perempuan dalam kontestasi politik menjadi lemah, dan faktor terakhir adalah kondisi sosial budaya masyarakat Mentawai yang kurang berpihak pada perempuan. Dapat dikatakan selain dukungan eksternal, seorang kandidat harus memperlengkapi kapasitas internal terlebih dahulu untuk dapat memikat keputusan pemilih (masyarakat).
PERAN SERTA LEMBAGA BUNDO KANDUANG DALAM PEMBANGUNAN NAGARI BARINGIN, SUMATERA BARAT Ghinanti Cahya Munalif; Dzunuwanus Ghulam Manar; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintahan di Indonesia bergerak dari berbagai sektor yang bergerak dari pemerintahan pusat hingga pemerintahan desa. Tidak hanya dijalankan oleh perangkat pemerintah, di dalam menjalankanya, tak jarang dibutuhkan berbagai macam stakeholder lainnya untuk membuat roda pemerintahan berjalan lebih sempurna. Pemerintahan daerah di Sumatera Barat yang dibaluti oleh adat Minangkabau yang bernuansa Islami. Bila dikerucutkan di tingkat desa, yang lebih biasa disebut dengan nagari, pemerintahannya berjalan dengan dibantu oleh lembaga unsur terkait. Di nagari Baringin, kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pemerintahannya dibantu oleh lembaga unsur salah satunya adalah bundo kanduang. Bundo kanduang dapat diibaratkan sebagai nomenklatur kepemimpinan perempuan di Minangkabau. Bundo kanduang membawa berbagai macam tujuan dan maksud yang bermanfaat bagi kehidupan kaum dan pemerintahan. Berbagai macam aspek dalam pemerintahan membutuhkan peran bundo kanduang. Salah satunya adalah di dalam pembangunan. Namun, peran serta bundo kanduang dalam pemerintahan nagari Baringin belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis alasan mengapa peran serta lembaga bundo kanduang di nagari Baringin belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menemukan bahwasanya adanya factor terkait kurang optimalnya peran bundo kanduang di pemerintahan nagari Baringin
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMEKARAN WILAYAHKABUPATEN BANYUMAS Evva - Rohhayati; Fitriyah - -; Nur Hidayat - Sardini
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pemekaran Kabupaten Banyumas telah diamanatkan dalamPeraturanDaerah (Perda) Kabupaten Banyumas Nomor 7 tahun 2009 dan Rencana PembangunanJangka Panjang (RPJP) tahun 2005-2025. Meskipun muncul isu bahwa keinginan untukmemecah Kabupaten Banyumas menjadi tiga daerah otonom adalah keinginanelitelokal di eksekutif dan legislatif, masyarakat Kabupaten Banyumas terlihat cenderungsetuju dengan rencana pemekaran. Hal ini ditunjukkan dari tidak adanya penolakanyang secara signifikan menghambat rencana pemekaran dalam prosesnya. Tujuanpenelitian ini adalah menganlisis persepsi masyarakat Kabupaten Banyumas terhadaprencana pemekaran wilayah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan tipe penelitian deskriptif. Persepsi masyarakat dalam penelitian ini dijelaskan melalui indikator persepsi yaituindikator kognitif, afektif, dan konatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhmasyarakat di Kabupaten Banyumas per tahun 2021 dengan batasan kriteria pendudukusia 15-59 dan sampel yang digunakan yaitu sejumlah 108 responden. Pengumpulandata dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada masyarakat Kabupaten Banyumasyang merupakan anggota sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat KabupatenBanyumas masih kurang memiliki pengetahuan yang baik mengenai rencana pemekaranyang ditunjukkan dengan indeks tingkat kognitif dengan interpretasi sedang. Dimanadengan pengetahuan yang kurang baik tersebut mayoritas masyarakat KabupatenBanyumas memiliki persepsi positif terhadap rencana pemekaran yang ditunjukandengan indeks tingkat afektif dengan interpretasi tinggi. Masyarakat juga turut memberikan dukungan meskipun tidak secara aktif melainkan hanya ikut terlibat dalamproses sosialisasi
KEPEMIMPINAN CAMAT PEREMPUAN (STUDI CAMAT NURUL HIDYATI KECAMATAN SEMARANG TIMUR TAHUN 2019-2022) Nungky Ardiyani Pratitasari; Fitriyah - -; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemimpin Perempuan dalam birokrasi pemerintahan Indonesia masih sangat minim di mana jabatan-jabatan strategis birokrasi masih didominasi oleh laki-laki. Kelangkaan pemimpin perempuan juga terjadi di Kota Semarang terlebih untuk posisi camat. Penelitian ini membahas mengenai kepemimpinan Nurul Hidayati sebagai Camat Semarang Timur yang pada saat itu juga dibarengi dengan adanya pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitain ini adalah untuk menganilis bagaimana kepemimpinan Camat Nurul Hidayati pada masa pandemi Covid-19 serta hambatan yang dihadapi selama masa kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh dinalisis menggunakan Teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa Camat Nurul Hidayati mampu menunjukkan dirinya sebagai seorang pemimpin perempuan terlebih dalam situasi sulit menghadapi pandemi Covid-19 yang diilihat dari kinerjanya, kemampuan berkomunikasi, kemampuan memotivasi, serta kemampuan mengoordinasi. Camat Nurul Hidayati juga mampu untuk mengatasi hambatan yang terjadi. Dengan demikian, juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara pemimpin perempuan dan laki-laki. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah untuk memperbesar kesempatan serta peluang kepada para perempuan menjadi pemimpin atau memiliki jabatan tinggi di birokrasi pemerintahan
Peran antar Stakeholders dalam Sistem Pengelolaan Sampah di Pasar Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2023 Mohammad Emir Aldrian; Fitriyah - -; Rina - Martini
Journal of Politic and Government Studies Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar sebagai fasilitas umum tempat berkumpulnya manusia setiap harinya, tentu menjadi salah satu sumber produksi sampah terbesar di perkotaan. Untuk itu, diperlukan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan berbagai pihak agar pengelolaanya menjadi efektif. Pengelolaan sampah di pasar yang baik itu memerlukan keterlibatan berbagai pihak yang saling mengisi satu sama lain. Pemerintah sebagai penyedia pelayanan barang dan jasa sekaligus yang membuat aturan dan mengawasi di ruang publik tersebut melalui berbagai suku dinas hingga pengelola pasarnya. Kemudian pedagang, sebagai pihak yang memakai ruang publik/layanan yang disediakan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) bagaimana sistem pengelolaan sampah di Pasar Ciputat dan (2) bagaimana peran antar stakeholders dalam sistem pengelolaan sampah di Pasar Ciputat. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori peran dari biddle, serta untuk menilai peran pemerintah digunakan indikator regulator, fasilitator dan katalisator. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dan studi dokumentasi/ adapun teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Pemerintah Kota dalam sistem pengelolaan sampah di Pasar Ciputat masih kurang optimal. Hal ini ditunjukan melalui (1) ketiadaan regulasi khusus yang membahas mengenai sistem pengelolaan sampah di pasar, (2) masih lemah dalam menjalankan pengawasan yang mengakibatkan terjadi banyak pelanggaran. Hasil temuan lain adalah (3) mengenai anggaran yang sudah cukup besar, namun pengembangan fasilitas pengelolaan sampah masih belum memadai. Oleh karena itu, peneliti memberikan rekomendasi agar Pemkot Tangerang Selatan memperkuat peran pengawasan yang menjadi tumpuan dalam penegakan hukum yang berlaku, mengadakan evaluasi terhadap rancangan anggaran belanja terkait pengelolaan sampah, serta menerbitkan suatu peraturan khusus yang membahas mengenai sistem pengelolaan sampah di pasar secara khusus
Co-Authors -, Supratiwi - Achmad Gufron Kharima Agus Susanta Ahmad Taufiq Ahmalia, Aida Fitris Akhmad Muzadi Akhpriyani Trisnawati Akhsin M Alfirdaus , Laila Kholid Alfonsus Ega Putria Warsanto Amelia Friska Cahyani Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Harisa Pane Anggun Putri Dayanti Ani Noor Septiani Anisa Maulina Rahma Ari Pradhanawati ARIN RISKI ASTARIA Aulia Nursi Kusumaningtyas Bahri, Rofiul Balqis Dwi Indraswari Bondan Prasetio Budi Setiyono Budi setiyono Budi Setiyono Budi Setiyono CICI WIDIAN SARI CICI WIDIAN SARI, CICI WIDIAN Cinda Khansa Arroiffah Cristian Pattar Pandapotan Dantes, Elsha Febria Dega Okta Munaleza Dewi Erowati Diah - Wulansari Dian Iskandar Dian Pratiwi Dian Puspita Sari Diaz Aisyah Pratiwi dzauqulazali noor mustika sari, dzauqulazali noor Dzunuwanus Ghulam Manar Dzunuwanus Ghulam Manar Elizabeth Anggit Sekar Citra T Elysa Wahyu Purbondari Endang Larasati Eno - Aldonaturrohmah Eri Nofianto Erowati, Dewi - Evva - Rohhayati Fadhilah Nur Endah Fadil Anugrah Prasetyo Fahmi Nur Ichsan Fanino Jati Maulana, Fanino Jati Fernanda Dimas Bagas Pratama Ferry Priyono Putro Fia Yasmin Ni’nal Maula Fikrian Akbar Islamsyah Ganis - Wisnujati Ghiffary Asy Syaukani Ghinanti Cahya Munalif Gustine, Queenia Brainabila Halimah Tri Ely Kasanah Haloho, Noprizal Haryati, Eri Heharero Tesar Ashidiq Henry Sofyan Rois Hidayatullah, Umar Ilham I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilham Yuri Nanda Indah Aprilia Putri Indra Ispriawan Sidik Insan Azzamit Irbah Muthianing Hardanti Irma Aulia Tamara Fransisca Irsyad - Majid Irvan Ansyari isnaningtyas, yuliana Iswandi . Juang Gagah Mardhika Khanif Idris Khanifatul Mukaromah Khisbatul - Faizah Khoirur Rohman Krisnanto, Indra Wahyu Kushandajani . Kushandayani . Kushandayani undip Kusuma Achmad Harianto Laila Khalid Al-Firdaus Laila Kholid AlFirdaus Laila Kholid Alfirdaus Lupyta Agra Divina Lusia Astrika Lusia Astrika Lusia Brilian Dian Pratiwi M. Reza Atmaja Hadi Mangkunegara, RM Ahmada - Manuel, Savanna Fransisca Sylvia Maria Ayu Nugraheni Maria Mutiara Natauli Malau Masruri, M. Aji Mayyasari Timoer Gondokusumo MHD Rafi Yahya, MHD Rafi Mohammad Emir Aldrian Mohd Rahmaddhoni Pratama Muhammad Adnan Muhammad Adnan Muhammad Akbar Rafsanjani Muhammad Lutfhi Raihan muhammad mifthul huda Setiaji Muhammad Shindid Muhaimin Muhammad Yusri AR Muharam, Ricky Santoso Muhtar Muhtar Nadia - Sukmawati Nainggolan, Carol Ratna Alyssa Nawangsih Sekarwidhi Neilla Qurota A’yumn Neni Marlina Nenny Marlina Neny - Marlina neny marlina Neny Marlina, Neny Niken Fitri Aristya Kurniasih Nimas Anggoro Kasih Nisma Laela Nurafifah noviya nailul miskiyah Nungky Ardiyani Pratitasari Nungky Risanti Pusporini Nunik Retno H Nunik Retno Herawati Nunik Retno Herawati Nunik Retno Herawati Nur - Hidayat Nur Hidayat Nur Hidayat Sardini Nur Hidayat Sardini Nur Hidayat Sardini Nur Sani, Intan - Ofriendly Sagala Oktav Pahlevi Oktaviawan Yandarisman Palupi, Ivodia - Permatasari, Adellia Anggun Permatasari, Septaria Pricilia Naomi Agnes Priyatno Harsasto Priyatno Harsasto Pudji - Astuti PUDJI ASTUTI Puji - Astuti Puji Astuti Puji Restiyani Purwoko . Puspa Fitri Anggraeni Putri Berlianty Ayu Kustiana Putri Kumalasari Rajiv Windi Tristana Ramadhana, Aditya Yuda Ramadhani, Sandra Febriyani Nur Ratih Mega Swari Reditania, Zilda Clarita Resfinda Setia Ayu Wulandari Riana Widi Safitri Ridho Satrio Hutomo Rifqi Zayyaan Prasetio Rina - Martini Rina Martini Rina Martini RM Ahmada Mangkunegara RM M Rizky Raharjo Rofi - Lutfiani ROSO PRAJOKO Safira Yuristianti Sandra Febriyani Nur Ramadhani Sardini, Nur Hidayat - Sari, Melina Vasni Jovita Satriyogi Pratama Septiani, Melinda Shinta Milania Rohmany Siti Fatimah Sofyan Rois, Henry Sri Suneki Suci, Annisa Rahma Sulistyowati . Supratiwi SUPRATIWI SUPRATIWI Supratiwi Supratiwi Susilo Utomo Susilo Utomo Susuilo Utomo Suwanto Adhi Syafrizal Prabowo Syalfia . Talia, Nita - Teguh Yuwono tiko wicaksono saputra, tiko wicaksono Vidya Nurrul Fathia Wachid Abdulrahman Wachid Abdulrahman, Wachid Wahab Tuanaya Wahyu herryansyah putra Wanda Sigit Setiawan Welda Damayanti Wibisono, Wahyudi Widuta, Anangga Wijayanto - - WINDU VOLINNATA, WINDU Wulandari . Wynne Frederica YANUAR DENY PAMBUDI yulika nourmalasari hayuningtyas Yuwanto yuwanto - - Yuwanto . Yuwanto Yuwanto