Articles
PERBANDINGAN PERILAKU PEMILIH PEREMPUAN DENGAN LAKI-LAKI TERHADAP BUNDA EVA PADA PILKADA SERENTAK KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020
Dantes, Elsha Febria;
-, Kushandajani -;
-, Fitriyah -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Eva Dwiana, merupakan kandidat perempuan pertama yang berhasil terpilih menjadi walikota Bandar Lampung. Keberhasilannya tidak terlepas dari keberadaan pemilih. Berdasarkan data, pemilih perempuan aktif dalam menggunakan hak pilihnya meski secara DPT lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Penelitian ini berusaha melihat perilaku pemilih perempuan dengan laki-laki dan faktor dominan yang dipertimbangankan dalam memberikan suara ditinjau dari pendekatan psikologis. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data diperoleh melalui kuesioner. Sementara itu, penarikan kesimpulan didasarkan pada uji chi square dan fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara perilaku pemilih perempuan dengan laki-laki pada variabel identifikasi partai. Pada variabel tersebut, persentase pemilih perempuan lebih besar dalam mempertimbangkan koalisi partai pengusung, sedangkan pemilih laki-laki lebih mempertimbangkan asal partai politik kandidat. Sementara itu, pada variabel lainnya tidak memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan. Dengan demikian, temuan penelitian menunjukkan pemilih perempuan cenderung lebih terbuka menerima kerja-kerja lintas partai dengan sikapnya yang terbuka pada koalisi partai sebagai partai pengusung calon. Diperlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh terkait alasan identifikasi partai menjadi pembeda yang signifikan antara pemilih laki-laki dan perempuan. Selain itu, setiap kandidat perlu memberikan perhatian pada isu atau program kerja serta perilakunya dalam usaha menarik simpati dan suara rakyat.
MODAL SOSIAL DALAM KEPEMIMPINAN WALIKOTA SURAKARTA GIBRAN RAKABUMING RAKA: STUDI POLITIK DINASTI
Ahmalia, Aida Fitris;
-, Fitriyah -;
Sardini, Nur Hidayat -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dinasti politik telah mewarnai demokrasi di Indonesia. Dalam Pilkada 2020 lalu, Kota Surakarta muncul tokoh baru yang tampil dalam Pemilihan Walikota Surakarta yakni Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Putra Sulung dari Presiden RI Joko Widodo. Proses pencalonan hingga kepemimpinan Gibran sebagai Walikota Surakarta 2020 tidak terlepas dari modal sosial yang dimilikinya melalui relasi kekeluargaannya dengan Jokowi. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha melihat peran modal sosial yang dimiliki Gibran terhadap kepemimpinannya sebagai Walikota Surakarta dan meneliti sumber modal sosial Gibran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data diperoleh dari wawancara dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini adalah modal sosial Gibran berasal dari dinasti politik Jokowi sehingga mampu menaikkan elektabilitasnya sebagai tokoh publik. Bentuk dinasti politik yang Jokowi bangun adalah octopus dynasty. Dinasti politik Joko Widodo ini berpengaruh terhadap kepemimpinan Gibran sebagai Walikota Surakarta selama dua tahun kepemimpinan. Jaringan kekeluargaan Jokowi diindikasikan adanya praktik politik gentong babi oleh Jokowi terhadap Kota Surakarta yang mampu meningkatkan elektabilitas Gibran sebagai Walikota Surakarta. Praktik politik distribusi berupa politik gentong babi ini digunakan untuk membingkai citra Gibran sebelum namanya dinaikkan menjadi Calon Wakil Presiden RI pada Pemilu 2024
STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN LAMONGAN DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PADA PEMILU TAHUN 2024
Talia, Nita -;
Erowati, dewi -;
-, Fitriyah -
Journal of Politic and Government Studies Vol 13, No 3 : Periode Wisuda Juli 2024
Publisher : Journal of Politic and Government Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Lamongan mengalami kenaikan angka partisipasi pemilih sebesar 3,42% dari Pemilu sebelumnya dan melampaui angka nasional. Kenaikan tersebut menandakan keberhasilan KPU Kabupaten Lamongan dalam menyelenggarakan Pemilu 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi KPU Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 dan bentuk realisasi strateginya. Penelitian ini menggunakan Teori Strategi dari George. G. Dess dan Alex Miller. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan sumber sekunder yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitan ini menunjukkan KPU Kabupaten Lamongan melaksanakan strategi yang berfokus pada optimalisasi sosialisasi dan simulasi mengenai tata cara Pemilu yang dibedakan ke dalam enam segmen pemilih yang telah dipetakan, antara lain: segmen pemilih pemula dan pemilih muda, segmen pemilih perempuan, segmen pemilih difabel, segmen pemilih komunitas dan organisasi masyarakat, segmen pemilih masyarakat agama, dan segmen pemilih masyarakat umum. KPU Kabupaten Lamongan juga mengadopsi strategi turunan dari KPU RI. Pada Pemilu mendatang, perlu dilakukan improvisasi metode sosialisasi untuk menyesuaikan perkembangan digitalisasi dan dinamika kebutuhan pemilih, terutama yang menyasar segmen pemilih pemula dan pemilih muda
MEDIA SOSIAL DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA: Studi Kampanye Online dan Peluang Keterpilihan
Permatasari, Septaria;
Fitriyah, Fitriyah;
Adnan, Muhammad
Jurnal Politik Pemerintahan Dharma Praja Vol 15 No 2 (2022): Volume 15 Nomor 2 (2022) Jurnal Politik Pemerintahan Dharma Praja
Publisher : Fakultas Politik Pemerintahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33701/jppdp.v15i2.2672
This study aims to analyze the use of social media for online campaigns in village head elections (pilkades) and the chances of candidates being elected. Social media, which used to be only a means of entertainment, is now being looked at by politicians as a new space to gain voter support in elections (including the presidential election and local head elections). However, studies for the Pilkades have not been carried out. This study uses a qualitative method with a descriptive approach in the 2020 Padangan Village Pilkades, Padangan District, Bojonegoro Regency. The data used are primary data obtained through in-depth interviews with 12 informants who were selected purposively and through observation, as well as secondary data from pilkades documents. Analysis of the data using the Miles and Huberman analysis model. The results of the study show that social media can be a great opportunity to support village head candidates in gaining popularity and winning in the village head election if a village head candidate can use social media for online campaigns appropriately. Factors that influence the successful use of social media in online campaigns for village head candidates include: First, who is involved in the online campaign. The second is the type of social media. Third, the campaign content presented.
Fulfillment of women's political rights through mainstreaming gender quotas in Election Supervisory Board
Muharam, Ricky Santoso;
Pradhanawati, Ari;
Fitriyah, Fitriyah;
Supratiwi, Supratiwi
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 3 (2023): (December 2023)
Publisher : Department of Government Studies Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/ojip.v13i3.12691
This study examines women's political representation as election supervisors, the rules regarding women's representation in accordance with the regulations of Law Number 7 of 2017 concerning General Elections have not been able to run well. This study uses qualitative research by making observations in the recruitment process of the Election Supervisory Board of the Republic of Indonesia and the affirmation quota of women as election supervisors in Election Supervisory Board, Yogyakarta Special Region Province. This study aims to see the application of regulations on the general election law on women's representation and its application in the recruitment process of election supervisors that accommodate women's representation. This finding shows that there is still a gap in women's representation in election supervisory institutions where the rules regarding 30 percent female representation have been very clearly regulated. Evaluation of these findings requires a policy of changing regulations that regulate sanctions for non-fulfillment of women's representation as one of the solutions to fulfill women's gender kouta as female supervisors. The conclusion of this study is that there are several factors that hinder the fulfillment of women's political rights such as, a wrong understanding of political gender, the risk of becoming a very large election supervisor, socialization of selection that is not right on target and the competence of prospective candidates who lack knowledge about elections.
Analisis Pengaruh Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar Terhadap Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Kampar
Ilham Yuri Nanda;
Yahya, MHD Rafi;
Fitriyah;
Teguh Yuwono
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/neores.v5i1.168
Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana partisipasi masyarakat menyikapi kasus Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia yang mengkonsepkan kebijakan physical disntancing atau pembatasan sosial berskala besar baik dipusat maupun daerah. Masalah difokuskan pada bagaimana partisipasi masyarakat terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Kampar dalam menangani kasus Covid-19. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Jeff dan Shah dari teori ini akan dapat dilihat bagaimana perspektif masyarakat atas kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dan data-data dikumpulkukan melalui penyebaran kuesioner atau angket dan diperkuat oleh wawancara dari skateholder serta dianalisis secara kualitatif. Kajian ini menunjukkan bahwa masyarakat reaksi Kabupaten Kampar kurang setuju dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Ketidak setujuan masyarakat Kabupaten Kampar didominasi pada rentan usia 30 tahun ke bawah yang menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap kesehatan yang didasari dengan rasa egois serta temuan ini melihat reaksi publik yang menuai kritikan yang perlu dievaluasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten kampar karena masih dianggap menjadi batasan bagi masyarakat yang menghambat perekonomian, pendidikan
Gerakan Politik Lokal Waria dalam Perjuangan Hak Bekerja
Muharam, Ricky Santoso;
Pradhanawati, Ari;
Fitriyah, Fitriyah;
Supratiwi, Supratiwi
Jurnal HAM Vol 14, No 3 (2023): December Edition
Publisher : Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30641/ham.2023.14.251-266
The enactment of Regional Regulation No. 1 of 2014 concerning the Handling of Vagrants and Beggars, which has an impact on the waria (transgender) community of Yogyakarta. Most work as buskers and (art workers) reject the existence of Gepeng Regional Regulation. This rejection was based on the fact that the waria community refused to be categorized as vagrants and beggars. Research using qualitative with case studies. This research focuses on the strategy of the Yogyakarta transgender political movement by forming an advocacy coalition in response to the implementation of the Gepeng Regional Regulation which is considered to have an impact on the waria community working on the streets. The results of this study found that carrying out resistance or rejection actions was carried out in two ways. First, build a network of advocacy coalitions between communities. Second, Strategy through the media. The enactment of Perda Gepeng gave rise to two advocacy coalitions, namely the IWAYO, advocacy coalition which was formed as a result of the consolidation of several waria communities in Yogyakarta and the Gepeng Regional Caucus Coalition consisting of various organizations, NGOs and various communities that support the struggle in rejecting the Gepeng Regional Regulation by trying to influence government decisions that are considered damaging democratic values and harming the poor.
Hegemony of Political Parties and Regional Political Oligarchy
Prajoko, Roso;
Pradhanawati, Ari;
Fitriyah, Fitriyah;
Sardini, Nur Hidayat
Khazanah Sosial Vol 6, No 1 (2024): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/ks.v6i1.34121
This study aims to delve into the prevalence of single candidates participating in regional elections across various regions following the Constitutional Court Decision Number 100/PUU-XIII/2015. It explores how political party elites and oligarchs strategically maneuver to either maintain or acquire power. Specifically focusing on Boyolali Regency, this research employs a qualitative descriptive approach to uncover the underlying causes behind the emergence of a single candidate. The findings reveal the significant influence of hegemonic forces wielded by major political parties over smaller ones, orchestrated by oligarchs. Importantly, the study highlights that this hegemonic dominance is not driven by factors such as religious majority affiliations with political parties but rather emerges as a purely oligarchic endeavor aimed at controlling both the nomination process and victory outcomes of single candidates.
KEMELUT PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KOTA TEGAL TAHUN 2018 (STUDI SENGKETA HASIL PILKADA KOTA TEGAL TAHUN 2018)
Suci, Annisa Rahma;
Sardini, nur hidayat -;
-, fitriyah -
Journal of Politic and Government Studies Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025
Publisher : Journal of Politic and Government Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji kemelut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tegal tahun 2018 yang menimbulkan sengketa hasil pemilihan antara pasangan calon Habib Ali Zaenal Abidin-Tanty Prasetyoningrum dan pasangan terpilih, Dedy Yon Supriyono dan Muhammad Jumadi. Konflik ini dipicu oleh selisih suara yang sangat tipis, yaitu 0,23%, serta dugaan pelanggaran administratif, praktik politik uang, hingga rehabilitasi Ketua KPU Kota Tegal tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyelesaian sengketa pemilihan yang melibatkan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan konflik dipengaruhi oleh kelemahan pengawasan penyelenggaraan Pilkada karena masih bersifat ad hoc, inkonsistensi kinerja KPPS selaku administrator utama Pemilu, serta ketidakmampuan mengelola bukti dari Pihak Pemohon. Kelemahan ini yang mengakibatkan Pemohon menganggap penyelenggaraan Pilkada Kota Tegal tahun 2018 dilaksanakan secara „asal-asalan‟. Mahkamah Konstitusi dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum menolak gugatan karena ketidakjelasan isi permohonan (obscuur libel). Penerapan Sistem Keadilan Pemilu secara profesional dan transparan diperlukan untuk mencegah sengketa serupa di masa depan. Langkah strategis edukasi pemilih yang inklusif, pengawasan partisipatif, dan penguatan integritas kelembagaan menjadi kunci untuk menciptakan demokrasi secara substantif
PENGARUH PROSES PSIKOLOGI TERHADAP PERILAKU PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2024 DI KOTA SEMARANG
Ramadhana, Aditya Yuda;
-, supratiwi -;
-, Fitriyah -
Journal of Politic and Government Studies Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025
Publisher : Journal of Politic and Government Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kajian mengenai perilaku pemilih tidak akan pernah bersifat final karena karakter dan perilaku manusia yang terus berubah. Terlebih saat ini informasi mengalir dengan cukup berlimpah dan berlangsung sangat cepat dengan adanya internet yang berimplikasi pada ranah pemilu untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruhnya. Sementara itu, Generasi yang lahir saat ini disebut sebagai Generasi Internet (Net Generation). Generasi ini muncul sebagai generasi yang memiliki hak suara atau sebagai pemilih pemula pada penyelenggaraan pilpres tahun 2024. Dengan menggunakan 720 sampel, penelitian ini berusaha untuk melihat bagaimana kecenderungan perilaku pemilih dari sisi psikologis yang diakibatkan oleh perkembangan digital yang cukup pesat. Dikarenakan psikologi pemilih yang dimaksud oleh penelitian ini adalah sebuah proses sosialisasi yang berlangsung, maka variabel yang digunakan adalah informasi politik (terutama dari media sosial) dan figure/citra kandidat. Adapun basis penelitian ini berfokus di Kota Semarang selaku kota dengan IKP (Indeks kerawanan Pemilu) tertinggi di Jawa Tengah dengan menggunakan teknik analisis data Regresi Logistik Biner (Binary Logistic Regression Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh yang signifikan dari informasi politik dalam menciptakan persepsi terhadap kandidat. Semua indikator turunan menunjukkan menerima hipotesis. Artinya terjadinya perang narasi terutama di media sosial yang berimplikasi dari informasi-informasi yang diterima oleh pemilih pemula secara signifikan mampu mempengaruhi persepsi mereka terhadap kandidat, yang kemudian mempengaruhi perilaku memilih mereka melalui identifikasi terhadap kandidat.