p-Index From 2021 - 2026
6.996
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANJIR SERAPAT SEBAGAI JALUR EKONOMI MASYARAKAT KAWASAN ALIRAN SUNGAI SEJAK ERA KOLONIAL Susanto, Heri; Subiyakto, Bambang; Khairullah, Muhammad
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 15, No 2 (2021): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v15i22021p321-330

Abstract

The Banjar people recognize various kinds of terms related to watershed management. One of them is an anjir. Anjir is a kind of primary channel that generally connects rivers with functions focused on transportation and agriculture. The existence of the Anjir had existed before the era of colonial rule. Still, during the colonial period, the government saw that the Anjir was a potential that could be developed for economic resources and the infrastructure for controlling territorial powers in the interior. This fact caused the colonial government to open anjir, including Anjir Serapat. This historical study describes how the development and function of anjir in encouraging economic development and the growth of new areas in the area currently known as Anjir Pasar District, Barito Kuala Regency. The results showed how the development of the waterway's function from time to time and its influence on the historical development of the watershed area in Anjir Pasar District. Masyarakat Banjar mengenal berbagai macam istilah yang berhubungan dengan pengelolaan wilayah aliran sungai. Satu diantaranya adalah anjir. Anjir yaitu semacam saluran primer yang pada umumnya menghubungkan antara sungai dengan fungsi dititik beratkan untuk urusan transportasi dan pertanian. Keberadaan anjir telah eksis sebelum era kekuasaan kolonial, akan tetapi pada masa kolonial, pemerintah melihat bahwa anjir adalah potensi yang dapat dikembangkan untuk sumber perekonomian dan prasarana pengawasan wilayah kekuasaan di daerah pedalaman. Fakta tersebut menyebabkan pemerintah kolonial melakukan pembukaan anjir, antara lain adalah Anjir Serapat. Kajian historis ini menguraikan bagaimana perkembangan dan fungsi anjir dalam mendorong perkembangan perekonomian dan pertumbuhan kawasan baru di wilayah yang saat ini dikenal sebagai Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana perkembangan fungsi anjir dari masa ke masa dan pengaruhnya dalam perkembangan sejarah kawasan aliran sungai di Kecamatan Anjir Pasar.
Implementasi Kebijakan Program MBKM Pada Program Studi Pendidikan Sejarah Lestari, Mita; Susanto, Heri; Prawitasari, Melisa
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program MBKM dan faktor yang mendukung dan menghambat implementasi MBKM di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, studi dokumen. Penentuan sumber data menggunakan teknik purposive sampling. Pada uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Teknik analisis data menggunakan acuan dari Miles dan Huberman, proses analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: implementasi program MBKM di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM sudah berjalan cukup baik walaupun masih menghadapi beberapa kendala yang perlu diatasi, dan faktor yang mendukung meliputi minat tinggi mahasiswa, dukungan dari dosen dan program studi, serta kemandirian program studi dalam mengelola program MBKM. Faktor yang menghambat seperti kurangnya indikator evaluasi yang jelas, panduan yang belum lengkap, dan kendala dalam penyesuaian jadwal. Simpulan penelitian ini bahwa implementasi program MBKM di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM berjalan sudah dengan cukup baik, dimulai dari dukungan oleh program studi dan minat mahasiswa yang meningkat, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut yang perlu di atasi. Kontribusi dari penelitian ini adalah memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai tantangan dan peluang dalam pelaksanaan MBKM, serta rekomendasi untuk perbaikan ke depan.
Evaluasi Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Sejarah Proklamasi Berbasis Android Susanto, Heri; Jamaludin, Jamaludin; Prawitasari, Melisa
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 01 (2023): March 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i01.7054

Abstract

AbstrakKemajuan teknologi menuntut guru untuk menciptakan inovasi saat melaksanakan proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran daring yang menjadi alternatif pembelajaran selama pandemi covid-19 memberikan tantangan baru bagi guru dalam menyampaikan materi dengan baik. Salah satu mata pelajaran yang memerlukan perhatian khusus dalam menyampaikan materi dimasa pandemi adalah pelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran sejarah berbasis android offline. Perancangan aplikasi ini bertujuan untuk mengemas materi sejarah proklamasi secara kronologis sehingga menjadi media pembelajaran yang mampu memberikan daya tarik terhadap peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Aplikasi pembelajaran dirancang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), namun tahapan dalam penelitian ini dibatasi hanya sampai implementasi. Pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media dan lembar validasi parktisi pembelajaran. Penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan teknologi menuntut guru untuk lebih inovatif dalam menggunakan media belajar serta pembelajaran daring yang berfokus pada kemandirian peserta didik memerlukan media yang mampu digunakan tanpa batasan waktu dan tempat khususnya pada pelajaran sejarah. Aplikasi pembelajaran yang dirancang dinyatakan sangat layak berdasarkan penilaian Ahli Media sebesar 3.60, Ahli Materi sebesar 3.31 dan Praktisi Pembelajaran sebesar sebesar 3.17 dengan rata-rata nilai 3,36 serta persentase sebesar 83,6%. Kata Kunci: android, aplikasi, pembelajaran sejarah, proklamasi AbstractTechnological advances require teachers to create innovations when carrying out the learning process. Online learning, an alternative to learning during the COVID-19 pandemic, provides new challenges for teachers in delivering material well. One subject requiring special attention in delivering material during a pandemic is history lessons. This study aims to develop an offline android-based history learning application. The design of this application aims to package the material of the proclamation history in chronological order so that it becomes a learning medium that can provide an attraction for students in learning history. The learning application is designed using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The stages in this research are limited to implementation. The data collection used is a material expert validation sheet, a media expert validation sheet, and a learning participant validation sheet. This study shows that technological developments require teachers to be more innovative in using learning media and online learning that focuses on students’ independence requires media that can be used without the time and place restrictions, especially in history lessons. The learning application design was declared very feasible based on the assessment of Media Experts of 3.60, Material Experts of 3.31, and Learning Practitioners of 3.17, with an average value of 3.36 and a percentage of 83.6%. Keywords: android, application, learning media, proclamation
Use of Digital Learning Resources in History Subjects Class XI of SMA Negeri 10 Banjarmasin Rauni, Rauni; Heri Susanto; Melisa Prawitasari
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i1.1569

Abstract

Learning resources are one of three important components in the learning process, namely students, teachers and learning resources. Success in the learning process depends on the use of selected learning resources and media. This research focuses on history learning for class XI IPS. The aim of the research is to analyze the use of digital sources as learning resources in history lessons at SMA Negeri 10 Banjarmasin. This research uses a qualitative descriptive research method. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and document studies related to teaching modules, photos and learning resources. The results of the research show that learning history using digital sources at SMA Negeri 10 Banjarmasin is implementing learning in class via laptop and LCD devices as a means of providing material by the teacher to students via power points, pictures and explanations of the material presented by the teacher in class. The use of digital sources in class XI history learning has been implemented at this school. There are several digital sources that students use in carrying out the learning process, such as YouTube, e-books, and the internet by accessing Google search via the website.
Implementasi Kebijakan Program MBKM Pada Program Studi Pendidikan Sejarah Lestari, Mita; Susanto, Heri; Prawitasari, Melisa
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program MBKM dan faktor yang mendukung dan menghambat implementasi MBKM di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, studi dokumen. Penentuan sumber data menggunakan teknik purposive sampling. Pada uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Teknik analisis data menggunakan acuan dari Miles dan Huberman, proses analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: implementasi program MBKM di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM sudah berjalan cukup baik walaupun masih menghadapi beberapa kendala yang perlu diatasi, dan faktor yang mendukung meliputi minat tinggi mahasiswa, dukungan dari dosen dan program studi, serta kemandirian program studi dalam mengelola program MBKM. Faktor yang menghambat seperti kurangnya indikator evaluasi yang jelas, panduan yang belum lengkap, dan kendala dalam penyesuaian jadwal. Simpulan penelitian ini bahwa implementasi program MBKM di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM berjalan sudah dengan cukup baik, dimulai dari dukungan oleh program studi dan minat mahasiswa yang meningkat, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut yang perlu di atasi. Kontribusi dari penelitian ini adalah memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai tantangan dan peluang dalam pelaksanaan MBKM, serta rekomendasi untuk perbaikan ke depan.
IMPLEMENTATION OF THE PANCASILA STUDENT PROFILE STRENGTHENING PROJECT (P5) SUBTHEME OF PRESERVING NUSANTARA CULTURE: PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) SUBTEMA PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA Nadia Oktaviani; Heri Susanto; Melisa Prawitasari
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 2 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i2.4723

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu implementasi dari Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk membentuk karakter pelajar yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan P5 dengan subtema pelestarian budaya Nusantara dalam pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian dilakukan di salah satu SMA di Indonesia yang telah menerapkan P5 dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan P5 subtema pelestarian budaya Nusantara memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai kekayaan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan kesadaran mereka untuk melestarikannya. Aktivitas projek seperti pembuatan karya seni tradisional, eksplorasi tradisi lokal, dan penyelenggaraan pameran budaya berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, nilai-nilai kolaborasi, kreativitas, dan rasa tanggung jawab siswa terhadap budaya bangsa terlihat semakin berkembang. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan seperti keterbatasan sumber daya pendukung dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam memfasilitasi kegiatan projek berbasis budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa P5 subtema pelestarian budaya Nusantara merupakan langkah strategis dalam penguatan karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Rekomendasi diberikan kepada pihak sekolah dan pemangku kebijakan untuk memperluas akses sumber daya serta meningkatkan pelatihan guru agar implementasi P5 semakin optimal dan berkelanjutan.
Menelisik Sejarah dan Nilai Sosial Budaya dalam Pertunjukan Wayang Kulit Banjar Najmila Rahmatita; Heri Susanto; Sriwati Sriwati
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.8179

Abstract

Tujuan penelitian ini menjelaskan Sejarah awal perkembangan, Nilai Sosial Budaya dalam Pertunjukan Wayang Kulit Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sejarah Wayang Kulit Banjar menggambarkan sejak wayang masuk ke daratan Kalimantan Selatan, pergelaran wayang kulit Banjar selalu dilaksanakan pada malam hari, sesuai dengan tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun. Selanjutnya ada empat nilai sosial yang terkandung dalam Pertunjukan Wayang Kulit Banjar, yaitu (1) Silaturahmi, (2) Gotong Royong dan Kerjasama, dan (3) Saling Menolong, (4) Nilai Filosofis yang terkandung juga mengajarkan kita dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai budaya yang terkandung dalam Wayang Kulit Banjar selalu mengajarkan masyarakat untuk selalu berbuat kebaikan, menghindari kejahatan, dan menanamkan semangat “amar ma’ruf nahi munkar” atau dalam istilah pewayangan yaitu “memayu hayuning bebrayan agung”. Simpulan penelitian ini bahwa semua pertunjukan Wayang Kulit ditanamkan sesuai dengan ajaran agama dari masing-masing kepercayaan para penontonnya dan dialam pagelaran Wayang Kulit Banjar juga memiliki beberapa tokoh yang patut untuk di jadikan nilai-nilai keteladanan di masyarakat. Kata Kunci: Menelisik Sejarah, Sosial Budaya, Wayang Kulit Banjar
Utilization Of Canva Application As A Learning Media For Class Xi History At Man 1 Banjarmasin: Pemanfaatan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Kelas XI Di Man 1 Banjarmasin Muhammad Alian Noor; Herry Porda Nugroho Putro; Heri Susanto
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4335

Abstract

The rapid development of technology has brought changes in various sectors of people's lives. One of them is in the education sector. Canva is an online design application, which provides a variety of graphic designs consisting of; presentations, posters, pamphlets, graphics, banners, photo editing and Facebook covers. The purpose of this study is to describe History learning at MAN 1 Banjarmasin, the use of the Canva application as a learning media for History class XI MAN 1 Banjarmasin This study uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation. Data sources are taken purposively and snowball. In testing the validity of the data in this study using triangulation techniques. The stages in analyzing data are by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the study show that history learning activities using the Canva application by history teachers begin with planning to create lesson plans in accordance with the 2013 curriculum, in the implementation of learning using this Canva application can increase students' creativity in designing to support history learning. The conclusion of the study shows that the application of the Canva application in history learning media by teachers has produced. The use of the Canva application runs effectively and smoothly according to the teacher's instructions. The results show the benefits obtained from the use of the Canva application, the application as a practical learning media increases student creativity, in creating graphic designs. Benefits for teachers help create student projects to create works. Helping teachers to create graphic designs
Changes in the Traditional Ceremony of Mesiwah Pare to Mesiwah Pare Gumboh Dayak Deah, Liyu Village, Halong District, Balangan Regency, South Kalimantan Muhammad Aulia Rahman; Bambang Subiyakto; Heri Susanto
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i3.2874

Abstract

This study examines the transformation of the traditional Mesiwah Pare ritual into Mesiwah Pare Gumboh among the Dayak Deah community in Liyu Village, South Kalimantan. Using a descriptive qualitative approach, the research identifies significant impacts across three main dimensions: social, cultural, and economic. Socially, the ritual shifted from a kinship-based practice to a more structured collective celebration, fostering public solidarity while reducing the intimate familial role of individual farmers. Culturally, the integration of performing arts and festival formats has created a duality between preserving cultural identity and the potential erosion of sacred values. Economically, the ritual transitioned from a self-funded tradition to an event supported by sponsorships and government programs, opening local economic opportunities but raising concerns over cultural commodification. These findings highlight that cultural adaptation can strengthen community participation and promote local heritage, though it still requires careful strategies to preserve spiritual values amid modernization.
Challenges and Strategies of History Teachers in Utilizing Digital Learning Media: A Case Study at SMKN 1 Banjarmasin Muhammad Aminullah; Heri Susanto; Dewicca Fatma Nadilla; Fitri Mardiani
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i3.3257

Abstract

History learning in the digital era requires teachers to adapt their teaching strategies to the characteristics of students who are accustomed to technological environments. This study aims to examine the challenges and strategies of history teachers in utilizing digital learning media at SMKN 1 Banjarmasin. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation. Informants consisted of two history teachers and ten students from grades X and XI who were directly involved in digital-based learning practices. The findings identified four main challenges: limited technological infrastructure, low digital competence among teachers, psychological barriers such as anxiety over technical disruptions, and time constraints due to administrative burdens. The strategies implemented by teachers included self-directed learning through online resources, peer collaboration, involving students in technical support, and using easily accessible digital media. In addition, some teachers integrated digital media with interactive methods such as quizzes and historical role-playing. These findings indicate that teachers are still able to innovate despite existing limitations. Future researchers are advised to further examine the effectiveness of these strategies on learning outcomes.