Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Docking Molekuler Senyawa Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Enzim Cyclooxygenase-2 (COX-2) Beserta Prediksi ADME dan Toksisitas Sebagai Obat Antiinflamasi Rezky Ardika Pamungkas; Tiara Ajeng Listyani; Tatiana Siska Wardani
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25067

Abstract

Inflamasi kronis merupakan kondisi patologis yang memengaruhi jutaan individu secara global dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Prevalensi penyakit inflamasi, seperti osteoarthritis, dilaporkan cukup tinggi, khususnya di Provinsi Jawa Tengah dengan angka mencapai 6,78%. Terapi farmakologis yang umum digunakan untuk mengatasi inflamasi adalah obat golongan Non Steroid Anti-Inflammation Drugs (NSAID), seperti celecoxib. Meskipun efektif, penggunaan NSAID jangka panjang diketahui berisiko menimbulkan efek samping kardiovaskular dan gastrointestinal, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama flavonoid dan fenolat, yang berpotensi sebagai inhibitor selektif cyclooxygenase-2 (COX-2). menganalisis interaksi senyawa aktif daun kelor terhadap protein COX-2 secara in silico, memprediksi profil farmakokinetik ADME, mengevaluasi toksisitas, serta mengidentifikasi senyawa paling potensial sebagai kandidat antiinflamasi. Penelitian menggunakan desain eksperimental berbasis komputer terhadap 30 senyawa daun kelor dengan celecoxib sebagai kontrol positif dan parasetamol sebagai kontrol negatif. Proses penelitian meliputi preparasi struktur senyawa dan protein, simulasi docking molekuler, serta analisis visualisasi ikatan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, VegaZZ, PyRx, PyMOL, SwissADME, dan Toxtree. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa sinapic acid memiliki afinitas ikatan terbaik dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) sebesar −6,7 kkal/mol dan nilai RMSD 1,168 Å. Senyawa ini membentuk interaksi dengan residu asam amino penting yang serupa dengan ligan natif valdecoxib dan celecoxib. Selain itu, sinapic acid memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, menunjukkan profil ADME yang baik, serta tergolong dalam kategori toksisitas rendah (Class I) berdasarkan Cramer rules. daun kelor (Moringa oleifera), khususnya senyawa sinapic acid, berpotensi sebagai kandidat inhibitor COX-2 antiinflamasi dan layak untuk diteliti lebih lanjut melalui uji in vivo.Kata kunci: Antiinflamasi, COX-2, Daun kelor,  Docking molekuler.
STUDI IN SILICO AKTIVITAS SENYAWA MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM N-acyl-glutamine aminoacylase DARI Corynebacterium sp. UNTUK MENGATASI BAU BADAN Effendi Nursalim; Tiara Ajeng Listyani; Anna Fitriawati
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25095

Abstract

Bau badan merupakan permasalahan umum yang disebabkan oleh aktivitas bakteri kulit, terutama Corynebacterium sp.,. Enzim N-acyl glutamine aminoacylase (N-AGA) berperan penting dalam proses tersebut, sehingga menjadi target potensial dalam pengendalian bau badan. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung minyak atsiri dengan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi menghambat aktivitas enzim bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa minyak atsiri daun kemangi sebagai inhibitor enzim N-AGA dari Corynebacterium sp. menggunakan pendekatan in silico. Penelitian meliputi molecular docking terhadap senyawa minyak atsiri daun kemangi menggunakan PyRx-AutoDock Vina, analisis interaksi residu asam amino, serta prediksi parameter (ADME) dan toksisitas menggunakan SwissADME dan Toxtree. Triclosan digunakan sebagai kontrol positif. Hasil docking menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) negatif yang menandakan afinitas pengikatan yang baik terhadap enzim N-AGA. Senyawa myrtenol menunjukkan hasil terbaik dengan nilai ΔG –6,2 kcal/mol serta nilai RMSD 1.215 dan berinteraksi dengan residu asam amino yang sama dengan kontrol positif. Prediksi ADME dan toksisitas menunjukkan bahwa myrtenol memiliki profil drug-likeness yang baik dan tingkat toksisitas rendah. Kesimpulannya, myrtenol berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor alami enzim N-AGA untuk mengatasi bau badan.Kata kunci: atsiri, bau badan, docking, N-AGA, Ocimum
Uji In Silico Senyawa Andrographis paniculata terhadap Mutasi EGFR G719S penyebab Resistensi pada Terapi Non-Small Cell Lung Cancer Erick Ferdian; Tiara Ajeng Listyani; Tatiana Siska Wardani
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25135

Abstract

Penelitian ini didorong oleh permasalahan resistensi terapi pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) akibat mutasi EGFR G719S dan kebutuhan akan alternatif inhibitor EGFR berbasis bahan alam untuk mengurangi efek samping dari inhibitor sintetik. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi senyawa aktif dari Andrographis paniculata sebagai inhibitor EGFR pada NSCLC dengan mutasi G719S secara in silico. Metode yang digunakan meliputi molecular docking menggunakan PyRx–AutoDock Vina, visualisasi interaksi molekul dengan PyMOL dan BIOVIA Discovery Studio, prediksi ADME melalui SwissADME, serta analisis toksisitas menggunakan ToxTree. Validasi metode docking dilakukan dengan acuan nilai RMSD 2 Å. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa senyawa dari Andrographis paniculata memiliki afinitas yang signifikan terhadap reseptor EGFR. Senyawa (E)-4-hydroxy-4-(3-hydroxybut-1-en-1-yl)-3,5,5-trimethylcyclohex-2-en-1-one memberikan hasil terbaik dengan nilai RMSD 1,855 Å dan energi bebas ikatan −5,4 kcal/mol, serta membentuk interaksi residu asam amino yang serupa dengan ligan natif gefitinib. Prediksi ADME senyawa ini memenuhi kriteria aturan Lipinski (Rule of Five), dan uji toksisitas menunjukkan tingkat rendah (Class I). Dengan demikian, senyawa dari Andrographis paniculata berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor EGFR untuk NSCLC dengan mutasi G719S, meskipun validasi tambahan melalui uji in vitro dan in vivo tetap diperlukan.Kata kunci: Andrographis paniculate, EGFR G719S, Gefitinib, Non-Small Cell Lung Cancer
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN BODY SCRUB DARI EKSTRAK DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) DENGAN METODE ABTS Ucik Susilowati; Tiara Ajeng Listyani; Danang Raharjo
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 9 No. 2 (2026): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jifarmasi.v9i2.2038

Abstract

Uji In Silico Senyawa Andrographis paniculata terhadap Mutasi EGFR G719S penyebab Resistensi pada Terapi Non-Small Cell Lung Cancer Erick Ferdian; Tiara Ajeng Listyani; Tatiana Siska Wardani
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25135

Abstract

Penelitian ini didorong oleh permasalahan resistensi terapi pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) akibat mutasi EGFR G719S dan kebutuhan akan alternatif inhibitor EGFR berbasis bahan alam untuk mengurangi efek samping dari inhibitor sintetik. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi senyawa aktif dari Andrographis paniculata sebagai inhibitor EGFR pada NSCLC dengan mutasi G719S secara in silico. Metode yang digunakan meliputi molecular docking menggunakan PyRx–AutoDock Vina, visualisasi interaksi molekul dengan PyMOL dan BIOVIA Discovery Studio, prediksi ADME melalui SwissADME, serta analisis toksisitas menggunakan ToxTree. Validasi metode docking dilakukan dengan acuan nilai RMSD 2 Å. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa senyawa dari Andrographis paniculata memiliki afinitas yang signifikan terhadap reseptor EGFR. Senyawa (E)-4-hydroxy-4-(3-hydroxybut-1-en-1-yl)-3,5,5-trimethylcyclohex-2-en-1-one memberikan hasil terbaik dengan nilai RMSD 1,855 Å dan energi bebas ikatan −5,4 kcal/mol, serta membentuk interaksi residu asam amino yang serupa dengan ligan natif gefitinib. Prediksi ADME senyawa ini memenuhi kriteria aturan Lipinski (Rule of Five), dan uji toksisitas menunjukkan tingkat rendah (Class I). Dengan demikian, senyawa dari Andrographis paniculata berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor EGFR untuk NSCLC dengan mutasi G719S, meskipun validasi tambahan melalui uji in vitro dan in vivo tetap diperlukan.Kata kunci: Andrographis paniculate, EGFR G719S, Gefitinib, Non-Small Cell Lung Cancer
PENDEKATAN MOLECULAR DOCKING PREDIKSI ADME DAN TOKSISITAS SENYAWA AKTIF BUAH PARE (Momordica charantia L.) SEBAGAI INHIBITOR α-AMYLASE Yosua Christabel Natanael; Tiara Ajeng Listyani; Rahmat Hidayat
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25053

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di Indonesia, mencapai 10,9% pada 2023, didorong oleh resistensi insulin dan gangguan metabolisme karbohidrat. Obat sintetis seperti acarbose sering menimbulkan efek samping gastrointestinal, sehingga diperlukan alternatif alami dari pare yang kaya flavonoid seperti quercetin dan rutin. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis interaksi 23 senyawa flavonoid pare dengan α-amylase melalui docking molecular, memprediksi profil ADME dan toksisitas, serta mendesain senyawa baru potensial sebagai kandidat antidiabetes.Metode: Penelitian ini dilakukan secara in silico menggunakan PyRx-AutoDock Vina untuk docking, VegaZZ, PyMOL, dan Discovery Studio untuk optimasi dan visualisasi, SwissADME untuk ADME, Toxtree untuk toksisitas. Validasi metode docking dilakukan dengan RMSD 2 Å. Hasil: Hasil docking menunjukkan genistein memiliki binding affinity -7,4 kkal/mol, nilai RMSD 1,538 Å  dan genistein memiliki kemiripan dengan ligan natif pada residu ASP300. Genistein memiliki profil ADME yang baik, dan toksisitas yang buruk yaitu High Class III . Desain senyawa baru dari genistein yaitu 4-2-hydroxy-1-hydroxymethoxybutylcyclohexan-1-ol memiliki interaksi asam amino yang sama dengan liganatif dan kontrol positif yaitu ASP300, binding affinity -5,6 kkal/mol, nilai RMSD 1.223 Å, ADME yang baik, dan toksisitas yang rendah. Kesimpulan: Senyawa aktif buah pare berpotensi sebagai inhibitor α-amylase.Kata kunci: α-Amylase, ADME, Molecular docking, Pare, Toksisitas
Analisis Docking Molekuler Senyawa Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Enzim Cyclooxygenase-2 (COX-2) Beserta Prediksi ADME dan Toksisitas Sebagai Obat Antiinflamasi Rezky Ardika Pamungkas; Tiara Ajeng Listyani; Tatiana Siska Wardani
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25067

Abstract

Inflamasi kronis merupakan kondisi patologis yang memengaruhi jutaan individu secara global dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Prevalensi penyakit inflamasi, seperti osteoarthritis, dilaporkan cukup tinggi, khususnya di Provinsi Jawa Tengah dengan angka mencapai 6,78%. Terapi farmakologis yang umum digunakan untuk mengatasi inflamasi adalah obat golongan Non Steroid Anti-Inflammation Drugs (NSAID), seperti celecoxib. Meskipun efektif, penggunaan NSAID jangka panjang diketahui berisiko menimbulkan efek samping kardiovaskular dan gastrointestinal, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama flavonoid dan fenolat, yang berpotensi sebagai inhibitor selektif cyclooxygenase-2 (COX-2). menganalisis interaksi senyawa aktif daun kelor terhadap protein COX-2 secara in silico, memprediksi profil farmakokinetik ADME, mengevaluasi toksisitas, serta mengidentifikasi senyawa paling potensial sebagai kandidat antiinflamasi. Penelitian menggunakan desain eksperimental berbasis komputer terhadap 30 senyawa daun kelor dengan celecoxib sebagai kontrol positif dan parasetamol sebagai kontrol negatif. Proses penelitian meliputi preparasi struktur senyawa dan protein, simulasi docking molekuler, serta analisis visualisasi ikatan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, VegaZZ, PyRx, PyMOL, SwissADME, dan Toxtree. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa sinapic acid memiliki afinitas ikatan terbaik dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) sebesar −6,7 kkal/mol dan nilai RMSD 1,168 Å. Senyawa ini membentuk interaksi dengan residu asam amino penting yang serupa dengan ligan natif valdecoxib dan celecoxib. Selain itu, sinapic acid memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, menunjukkan profil ADME yang baik, serta tergolong dalam kategori toksisitas rendah (Class I) berdasarkan Cramer rules. daun kelor (Moringa oleifera), khususnya senyawa sinapic acid, berpotensi sebagai kandidat inhibitor COX-2 antiinflamasi dan layak untuk diteliti lebih lanjut melalui uji in vivo.Kata kunci: Antiinflamasi, COX-2, Daun kelor,  Docking molekuler.
STUDI IN SILICO AKTIVITAS SENYAWA MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM N-acyl-glutamine aminoacylase DARI Corynebacterium sp. UNTUK MENGATASI BAU BADAN Effendi Nursalim; Tiara Ajeng Listyani; Anna Fitriawati
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25095

Abstract

Bau badan merupakan permasalahan umum yang disebabkan oleh aktivitas bakteri kulit, terutama Corynebacterium sp.,. Enzim N-acyl glutamine aminoacylase (N-AGA) berperan penting dalam proses tersebut, sehingga menjadi target potensial dalam pengendalian bau badan. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung minyak atsiri dengan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi menghambat aktivitas enzim bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa minyak atsiri daun kemangi sebagai inhibitor enzim N-AGA dari Corynebacterium sp. menggunakan pendekatan in silico. Penelitian meliputi molecular docking terhadap senyawa minyak atsiri daun kemangi menggunakan PyRx-AutoDock Vina, analisis interaksi residu asam amino, serta prediksi parameter (ADME) dan toksisitas menggunakan SwissADME dan Toxtree. Triclosan digunakan sebagai kontrol positif. Hasil docking menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) negatif yang menandakan afinitas pengikatan yang baik terhadap enzim N-AGA. Senyawa myrtenol menunjukkan hasil terbaik dengan nilai ΔG –6,2 kcal/mol serta nilai RMSD 1.215 dan berinteraksi dengan residu asam amino yang sama dengan kontrol positif. Prediksi ADME dan toksisitas menunjukkan bahwa myrtenol memiliki profil drug-likeness yang baik dan tingkat toksisitas rendah. Kesimpulannya, myrtenol berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor alami enzim N-AGA untuk mengatasi bau badan.Kata kunci: atsiri, bau badan, docking, N-AGA, Ocimum
Kajian Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas (QSAR) Potensi Inhibitor Enzim -Amilase dan -Glukosidase dari Minyak Kayu Putih (Eucalyptus camaldulensis Dehnh) Tiara Ajeng Listyani; Kusumaningtyas Siwi Artini
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5967

Abstract

Diabetes Mellitus is a major endocrine disease and a global health problem characterized by increased blood glucose levels. Active compounds found in the essential oil of Eucalyptus camaldulensis Dehnh. have been reported to potentially act as in vitro inhibitors of the α-amylase and α-glucosidase enzymes, making them attractive candidates for antidiabetic agents. This study aimed to identify and predict the potential of derivative compounds through a computational approach using the Quantitative Structure-Activity Relationship method. The research methodology included structural modeling, geometry optimization, calculation of molecular descriptors, statistical analysis using multilinear regression with a backward approach in SPSS software, model validation, and new compound design. The best validated QSAR model equation was obtained with satisfactory statistical criteria (n=29; r=0.89; r²=0.79; SE=0.25; F-calculated/F-table=15.20). The selected descriptors with the most significant influence included LUMO energy, dipole moment, and estimated surface area, yielding the final equation: Log K = - 709,312 + 122,620·qC1 + 42,819·qC4 + 51,232·qC5 + 35,743·qC6  – 722,345·qO1 - 211,214·qO2. Based on this model, 3-(4-(ethylamino)butyl)-5-hydroxy-1H-pyrazole-4-carbonitrile, was designed and demonstrated significant potential as an inhibitor. This compound exhibited a predicted Log IC50 value of 2.75 (equivalent to an IC50 of 0.02 µM), which is substantially more potent than the IC50 value of the reference compound (30.58 µM). These results indicate that the novel compound has great potential as a candidate for an oral α-amylase and α-glucosidase inhibitor preparation for the management of DM. Further in vitro and in vivo validation studies are necessary to confirm these computationally predicted biological activities
Determination Of Lead And Cadmium Metal Content In Rambai Leaf Simplicia (Baccaurea Motleyana Müll.Arg.) Using Atomic Absorption Spectrophotometry Method Aqila Widya Sari; Rahmat Hidayat; Tiara Ajeng Listyani
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 6 (2026): IJHET MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i6.602

Abstract

Rambai leaf (Baccaurea motleyana Müll. Arg.) is traditionally used to treat smallpox, diarrhea, and bruises, but it has the potential to be contaminated with heavy metals such as lead (Pb) and cadmium (Cd) which are toxic and accumulative. This study aims to determine the levels of Pb and Cd in rambai leaf and compare them with the safe limits of BPOM RI and WHO. The type of research is descriptive quantitative with Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method using an air-acetylene flame system. The study population was all rambai plants in Nanga Kantuk Village, West Kalimantan, with purposive sampling. The main instrument was SSA contrAA 800, while data analysis was carried out through a linear calibration curve (R> 0.998), regression, and calculation of levels (mg/kg). The results showed Pb levels of 4.29 mg/kg and Cd <LOD (0.0131 mg/L). These results indicate that Pb metal was detected, while Cd was not detected quantitatively. In conclusion, the levels of Pb and Cd in rambai leaf simplicia are still below the safe limits of BPOM RI (Pb ≤ 10 mg/kg; Cd ≤ 0.3 mg/kg), so it is safe to use as a traditional medicine ingredient from the aspect of heavy metal contamination.
Co-Authors Achsantya, Raden Roro Karyna Cindy Addawiyyah, Muniroh Agung Eru Wibowo Aini, Riszki Nur Aisyah Rabitha Alisi Akhmad, Khabib Alia Anita Dwi Septiarini Anna Fitriawati Aprilia Rika Alvita Apriliawan, Hidayah Aqila Widya Sari Ariyanti Ariyanti Artini, Kusumaningtyas Siwi Azizah, Dinar Bagas Ardiyantoro Bagas Ardiyantoro Danang Raharjo Deniessa, Ardelea Desy Ayu Irma Permatasari Diza Aulia Ramadhani Dwi Bagus Pambudi Effendi Nursalim Ekarani, Meisyah Litang Endang Suciati Erick Ferdian Fadila, Vera Nurhidayatul Fazlin Fauzi Ferlinda Ayu Astuti Galuh Puspitasari Guterres, Agostinha Hafalika, Aviv Ifalahma, Darah Ika Dwi Ningrum Kharisma, Putri Nur Khilda Hilyatul 'Ulya Krisnantari, Ni Luh Novelia Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumasedya, Willyana Pratiwi Lende, Yulianus Erman Luthfiyanti, Niken Masruroh, Sururul Kamalin Muniroh Addawiyyah Mutiara Marzalina Wardhani Nabillah Sirli Okta Maharani Niken Luthfiyanti ningsih, endang wahyu Nissa Syahraningtyas Putri Nugraha, Novanda Satria Nur Azmi, Tasya Nabila Oktaviana, Aptika Pang Jyh Chyang Pratama, Kharisma Jayak Puguh Ika Listyorini Puspitasari, Rara Ayu Rafidah Hanifah Rahardian Ariana Putri Rahmasari, Ikrima Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Ratna Safitri Rezky Ardika Pamungkas Rina Herowati Rohmana, Vivin Marwiyati Sari, Cantyka Eka Viemala Sejati, Siti Laila Utari Septian Maulid Wicahyo Septiarini, Anita Dwi Silvia Devi Silvia Mawardani Siregar, sherina Sarifitri Suwardi, Nisa Aura Rizky Tanoyo, William Tatiana Siska Wardani Tatiana, Siska Wardani Ucik Susilowati Urip, Sri Khanti Veranita, Weri Wahdah Sri Rahayu Wahyu Budi Utomo Wardani, Tatiana Siska Wargani, Rizki Nugraha Yosua Christabel Natanael Yuliana, Ana Yuliana, Silvia Zanjabila, Chanida Zavitra, Mei Nanda