Claim Missing Document
Check
Articles

Test In Silico Compounds Of Lime Leaves (Citrus Amblycarpa (Hassk.) Ochse) As Inhibitors Of Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Causes Hypertension Fitrohrezky Akbar Maulana; Tiara Ajeng Listyani; Anna Fitriawati
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 6 (2026): IJHET MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i6.646

Abstract

Hypertension is a global health problem with high prevalence and is a major risk factor for cardiovascular disease. One of the main mechanisms of hypertension is increased Angiotensin Converting Enzyme (ACE) activity. The use of synthetic ACE inhibitors often causes side effects, such as nausea, hyperkalaemia, headaches, swelling of the lower skin, coughing, taste disturbances, and angioneurotic edema. Therefore, natural-based alternatives are needed. Lime leaves (Citrus amblycarpa) are known to contain various bioactive compounds that have the potential to act as ACE inhibitors. This study aims to analyze the interaction of active compounds in lime leaves with ACE through molecular docking, as well as to predict their ADME profile and toxicity. The study was conducted in silico using PyRx–AutoDock Vina for molecular docking, PyMOL and BIOVIA Discovery Studio for interaction visualization, SwissADME for ADME prediction, and ToxTree for toxicity analysis. Method validation was performed based on an RMSD value < 2Å. The results of the study indicate that 1,3-benzenedicarboxamide is the best compound with an RMSD value of 1.998 Å and a bond free energy (ΔG) of −6.4 kcal/mol, forming specific amino acid residue bonds similar to the native captopril ligand. ADME predictions meet Lipinski's Rule of Five criteria and fall into the low toxicity category (Class I) based on Cramer's rules. The compound 1,3-benzenedicarboxamide has the potential to be developed as a candidate ACE inhibitor for hypertension therapy.
Antibacterial Activity Test Of Ethanol Extract And N-Hexane Fraction, Ethyl Acetate, Moringa Leaf Water (Moringa Oleifera L) Against Streptococcus Mutans ATCC 25175 Bacteria Wahdah Sri Rahayu; Tatiana Siska Wardani; Tiara Ajeng Listyani
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 6 (2026): IJHET MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i6.662

Abstract

Dental caries remains a major oral health problem globally and in Indonesia, triggered by Streptococcus mutans biofilm. Chemical agents such as chlorhexidine have side effects, encouraging the use of natural alternatives from Moringa oleifera L. leaves. This study aims to evaluate the antibacterial activity of ethanol extracts and n-hexane, ethyl acetate, and water fractions against Streptococcus mutans ATCC 25175, identify the most active fraction, and determine the MIC and MBC. This quantitative study used diffusion and dilution methods. Bacteria: Streptococcus mutans ATCC 25175; samples: ethanol extract of Moringa oleifera L. leaves and n-Hexane, ethyl acetate, and water fractions. Data analysis used SPSS 25 One-Way ANOVA, Tukey (p<0.05). Results showed that the ethyl acetate fraction was the most active with 12.36 mm inhibition at 45%; MIC and MBC were 30% ANOVA significant (p=0.000). The ethyl acetate fraction has strong caries prevention potential, supporting herbal development.
In-Silico Study Of The Potential Of Neem Leaf Active Compounds (Azadirachta Indica) As A-Amylase Enzyme Inhibitors Through Molecular Docking And ADMET Analysis Mutiara Marzalina Wardhani; Tiara Ajeng Listyani; Tatiana Siska Wardani
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 6 (2026): IJHET MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i6.687

Abstract

Indonesia has reached 20.4 million adults with the fifth highest number of diabetes in the world and is estimated to be 28.6 million by 2050. The use of acarbose has side effects such as digestive problems to potential for the liver and kidneys, so these problems can be overcome with herbal plant treatment, one of which is the active compound of neem leaves (Azadirachta indica). This study aims to analyze the interaction of 20 neem leaf compounds with α-amylase enzymes through the molecular docking approach, ADMET prediction, and modification of potential new compounds as antidiabetic candidates. This research was conducted in silico using PyRx-AutoDock Vina for docking, VegaZZ, PyMOL, and Discovery Studio for optimization and visualization, SwissADME for ADME prediction, and Toxtree for toxicity test. The docking method validation is expressed in RMSD values of <2 Å. The docking results showed that Kaempferol had a ΔGBinding of -7.9 kcal/mol, an RMSD value of 1.229 Å and had a similarity of amino acid residues to the native ligands ASP:197. Kaempferol has a good ADME profile, High (III) category toxicity and is mutagenic and carcinogen. The design of the new compound of Kaempferol i.e. 2-(4-hydroxycyclohexyl)-1-methoxybutane-1,4-diol has amino acid residue similarity to the native ligands ASP A:197, ΔGBinding -5.6, RMSD value 1,704 Å and has good ADME, Low (I) category toxicity. The active compound of neem leaves has the potential to be an inhibitor of the enzyme α-Amylase.
PENETAPAN TOTAL FLAVONOID FRAKSI JAMBU KRISTAL (PSIDIUM GUAJAVA L.) Siregar, sherina Sarifitri; Hidayat, Rahmat; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55914

Abstract

Flavonoid dikenal sebagai kelompok senyawa fenolik terbesar di alam, yang memiliki aktivitas antioksidan dan potensi farmakologis. Buah jambu kristal mengandung flavonoid yang berfungsi menangkal radikal bebas. Metode fraksinasi memungkinkan pemisahan senyawa berdasarkan tingkat polaritasnya. Dalam proses ini, komponen polar akan terdispersi ke dalam pelarut yang bersifat polar, sedangkan komponen non-polar akan terdispersi ke dalam pelarut yang bersifat non-polar. Penelitian ini berupaya untuk mengkuantifikasi kandungan total flavonoid yang terdapat pada fraksi air, etil asetat, dan n-heksana dari ekstrak etanol buah jambu kristal. Pelaksanaan penelitian ini bersifat eksperimental. Bahan uji yang digunakan adalah ekstrak etanol dari buah jambu kristal. Ekstrak ini selanjutnya menjalani proses fraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair dengan pelarut air, etil asetat, dan n-heksana. Fokus penelitian adalah kuantifikasi kandungan total flavonoid dalam setiap fraksi. Pengukuran kuantitas dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, yang didasarkan pada pembentukan kompleks antara flavonoid dan AlCl₃. Besaran kuantitas dihitung dengan merujuk pada kurva standar kuersetin dan dilaporkan dalam miligram kuersetin per gram (mgQE/g). Temuan riset mengindikasikan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan total flavonoid paling tinggi, yakni sebesar 115,685 mgQE/g ± 11,04. Fraksi air menempati urutan kedua dengan kandungan 98,43 mgQE/g ± 15,16, sementara fraksi n-heksana menunjukkan kandungan terendah sejumlah 47,64 mgQE/g ± 15,74. Berdasarkan pemaparan hasil, ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi total flavonoid paling signifikan ditemukan dalam pelarut etil asetat, dengan nilai 115,685 mgQE/g.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH JAMBU KRISTAL (PSIDIUM GUAJAVA L.) DENGAN METODE ABTS Deniessa, Ardelea; Hidayat, Rahmat; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55935

Abstract

Stress oksidatif dapat disebabkan oleh elektron tidak berpasangan yang ditemukan dalam radikal bebas. Banyak penyakit kronis, termasuk diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskular, dapat disebabkan oleh stress oksidatif. Dengan menyumbangkan elektron atau atom hidrogen, antioksidan membantu melindungi tubuh dari bahaya yang disebabkan oleh radikal bebas. Telah diketahui bahwa buah jambu kristal (psidium guajava L.) terdapat senyawa aktif yang dapat bertindak sebagai antioksidan alami, seperti vitamin C, flavonoid, dan fenolik. Oleh karena itu, untuk memastikan potensi ekstrak buah jambu kristal secara ilmiah, pengujian aktivitas antioksidan diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan metode ABTS untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak buah jambu kristal (psidium guajava L.). Pelarut etanol 96% dan proses maserasi dilakukan untuk pembuatan ekstrak buah jambu kristal. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk melakukan uji aktivitas antioksidan dan hasilnya dinyatakan sebagai nilai IC50. Vitamin C dijadikan pembanding karena  aktivitas antioksidannya yang tinggi. Vitamin C dikategorikan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 11,095 ppm sedangkan aktivitas antioksidan ekstrak buah jambu kristal (psidium guajava L.) dikategorikan sedang dengan nilai IC50 141,23 ppm. Ekstrak buah jambu kristal berpotensi menjadi sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut karena aktivitas antioksidannya yang sedang.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN BODY SCRUB DARI EKSTRAK DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) DENGAN METODE ABTS Susilowati, Ucik; Listyani, Tiara Ajeng; Raharjo, Danang
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 9 No. 2 (2026): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jifarmasi.v9i2.2038

Abstract

ANALISIS IN SILICO SENYAWA POLIFENOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI POTENSI INHIBITOR SGLT-2 MENGGUNAKAN MOLECULAR DOCKING DAN PREDIKSI ADMET Rahardian Ariana Putri; Tiara Ajeng Listyani; Danang Raharjo
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1255

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 menjadi ancaman kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi mencapai 562 juta jiwa pada tahun 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 853 juta kasus pada tahun 2050. Terapi yang tersedia saat ini masih memiliki berbagai keterbatasan dan efek samping seperti infeksi saluran kemih dan resiko ketoasidosis euglikemik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung berbagai senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antidiabetes melalui mekanisme penghambatan Sodium glucose cotransporters 2 (SGLT-2). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas penghambatan senyawa polifenol daun alpukat terhadap protein SGLT 2 dengan pemanfaatan CAAD melalui molecular docking dan prediksi sifat ADMET. Penelitian menggunakan desain eksperimental berbasis komputer terhadap 30 senyawa polifenol daun alpukat dengan empagliflozin sebagai kontrol positif dan parasetamol sebagai kontrol negatif. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, VegaZZ, DSV, PyRx, PyMOL, SwissADME, dan Toxtree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syringic acid merupakan senyawa terbaik dengan RMSD 1,274 dan ΔG −6,4, ikatan residu asam amino spesifik dengan empaglifozin, memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, dan dalam kategori toksisitas rendah (class I) berdasarkan cramer rules. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa polifenol daun alpukat (Persea americana Mill.) menunjukkan potensi sebagai inhibitor SGLT-2 dengan syringic acid sebagai kandidat terbaik (ΔG −6,4 kkal/mol; RMSD 1,274 Å).
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI TERAPI LUKA SAYAT PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Raharjo, Danang; Ika Dwi Ningrum; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v6i3.443

Abstract

Breadfruit leaf (Artocarpus altilis) is a type of plant that has a single to oval leaf from the Moraceae family. There are secondary metabolites in breadfruit leaves (Artocarpus altilis), namely flavonoids, tannins, and saponins which are efficacious as a treatment for the wound healing process. This study aims to determine whether breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) can be formulated into a gel preparation and to determine the maximum concentration of breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) in wound healing. This study was an experimental study to determine the maximum concentration in healing cuts with varying concentrations of 6.25%, 12.5%, and 25% tested on 5 male rabbits with 3 treatment groups. Wound healing data were analyzed using One Way ANOVA (Analysis of Varian) and the physical evaluation of the gel preparation was analyzed descriptively. The results showed that breadfruit leaf extract (Artocarpus altilis) could be formulated into gel preparations and fulfilled the physical evaluation test for gel preparations. Statistical test results had a significant effect on wound healing in rabbits p=0.001 (p<0.05) and the maximum concentration in wound healing was a concentration of 25% with a healing time of 11 days.        
STUDI IN SILICO AKTIVITAS SENYAWA MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM N-acyl-glutamine aminoacylase DARI Corynebacterium sp. UNTUK MENGATASI BAU BADAN Nursalim, Effendi; Listyani, Tiara Ajeng; Fitriawati, Anna
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25095

Abstract

Bau badan merupakan permasalahan umum yang disebabkan oleh aktivitas bakteri kulit, terutama Corynebacterium sp.,. Enzim N-acyl glutamine aminoacylase (N-AGA) berperan penting dalam proses tersebut, sehingga menjadi target potensial dalam pengendalian bau badan. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung minyak atsiri dengan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi menghambat aktivitas enzim bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa minyak atsiri daun kemangi sebagai inhibitor enzim N-AGA dari Corynebacterium sp. menggunakan pendekatan in silico. Penelitian meliputi molecular docking terhadap senyawa minyak atsiri daun kemangi menggunakan PyRx-AutoDock Vina, analisis interaksi residu asam amino, serta prediksi parameter (ADME) dan toksisitas menggunakan SwissADME dan Toxtree. Triclosan digunakan sebagai kontrol positif. Hasil docking menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) negatif yang menandakan afinitas pengikatan yang baik terhadap enzim N-AGA. Senyawa myrtenol menunjukkan hasil terbaik dengan nilai ΔG –6,2 kcal/mol serta nilai RMSD 1.215 dan berinteraksi dengan residu asam amino yang sama dengan kontrol positif. Prediksi ADME dan toksisitas menunjukkan bahwa myrtenol memiliki profil drug-likeness yang baik dan tingkat toksisitas rendah. Kesimpulannya, myrtenol berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor alami enzim N-AGA untuk mengatasi bau badan.Kata kunci: atsiri, bau badan, docking, N-AGA, Ocimum
Uji In Silico Senyawa Andrographis paniculata terhadap Mutasi EGFR G719S penyebab Resistensi pada Terapi Non-Small Cell Lung Cancer Ferdian, Erick; Listyani, Tiara Ajeng; Wardani, Tatiana Siska
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25135

Abstract

Penelitian ini didorong oleh permasalahan resistensi terapi pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) akibat mutasi EGFR G719S dan kebutuhan akan alternatif inhibitor EGFR berbasis bahan alam untuk mengurangi efek samping dari inhibitor sintetik. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi senyawa aktif dari Andrographis paniculata sebagai inhibitor EGFR pada NSCLC dengan mutasi G719S secara in silico. Metode yang digunakan meliputi molecular docking menggunakan PyRx–AutoDock Vina, visualisasi interaksi molekul dengan PyMOL dan BIOVIA Discovery Studio, prediksi ADME melalui SwissADME, serta analisis toksisitas menggunakan ToxTree. Validasi metode docking dilakukan dengan acuan nilai RMSD 2 Å. Hasil docking menunjukkan bahwa beberapa senyawa dari Andrographis paniculata memiliki afinitas yang signifikan terhadap reseptor EGFR. Senyawa (E)-4-hydroxy-4-(3-hydroxybut-1-en-1-yl)-3,5,5-trimethylcyclohex-2-en-1-one memberikan hasil terbaik dengan nilai RMSD 1,855 Å dan energi bebas ikatan −5,4 kcal/mol, serta membentuk interaksi residu asam amino yang serupa dengan ligan natif gefitinib. Prediksi ADME senyawa ini memenuhi kriteria aturan Lipinski (Rule of Five), dan uji toksisitas menunjukkan tingkat rendah (Class I). Dengan demikian, senyawa dari Andrographis paniculata berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor EGFR untuk NSCLC dengan mutasi G719S, meskipun validasi tambahan melalui uji in vitro dan in vivo tetap diperlukan.Kata kunci: Andrographis paniculate, EGFR G719S, Gefitinib, Non-Small Cell Lung Cancer
Co-Authors Achsantya, Raden Roro Karyna Cindy Addawiyyah, Muniroh Agung Eru Wibowo Aini, Riszki Nur Aisyah Rabitha Alisi Akhmad, Khabib Alia Anna Fitriawati Aprilia Rika Alvita Apriliawan, Hidayah Aqila Widya Sari Ariyanti Ariyanti Artini, Kusumaningtyas Siwi Azizah, Dinar Bagas Ardiyantoro Chyang, Pang Jyh Danang Raharjo Deniessa, Ardelea Desy Ayu Irma Permatasari Dwi Bagus Pambudi Ekarani, Meisyah Litang Endang Suciati Fadila, Vera Nurhidayatul Fazlin Fauzi Ferdian, Erick Fitrohrezky Akbar Maulana Galuh Puspitasari Guterres, Agostinha Hafalika, Aviv Ifalahma, Darah Ika Dwi Ningrum Kharisma, Putri Nur Khilda Hilyatul 'Ulya Krisnantari, Ni Luh Novelia Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumasedya, Willyana Pratiwi Lende, Yulianus Erman Lisa Amalia Luthfiyanti, Niken Masruroh, Sururul Kamalin Mutiara Marzalina Wardhani Nabillah Sirli Okta Maharani Natanael, Yosua Christabel Niken Luthfiyanti ningsih, endang wahyu Nugraha, Novanda Satria Nur Azmi, Tasya Nabila Nursalim, Effendi Oktaviana, Aptika Pamungkas, Rezky Ardika Pratama, Kharisma Jayak Puguh Ika Listyorini Puspitasari, Rara Ayu Rafidah Hanifah Rahardian Ariana Putri Rahmasari, Ikrima Rahmat Hidayat Ramadhani, Diza Aulia Ratna Safitri Rohmana, Vivin Marwiyati Sari, Cantyka Eka Viemala Sejati, Siti Laila Utari Septian Maulid Wicahyo Septiarini, Anita Dwi Silvia Devi Silvia Mawardani Siregar, sherina Sarifitri Siwi Artini, Kusumaningtyas Susilowati, Ucik Suwardi, Nisa Aura Rizky Tanoyo, William Tatiana Siska Wardani Tatiana, Siska Wardani Urip, Sri Khanti Veranita, Weri Wahdah Sri Rahayu Wahyu Budi Utomo Wardani, Tatiana Siska Wargani, Rizki Nugraha Yoga Pratama Yuliana, Ana Yuliana, Silvia Zanjabila, Chanida Zavitra, Mei Nanda